(GS/Chapter) We Don’t Leave You! ~02

Tittle : We Don’t Leave You!

Chapter : 2

[[ phiphohBie ]]

Author : Choi Ryeosomnia

Rate : T

Pair : YeWook

Yewook’s NOT MINE! But, ‘We Don’t Leave You!’ purely IS MINE..^^

.

.

.

Enjoy!

.

.

.

Ryeowook berjalan terus dengan tegap. Dari caranya berjalan pun orang-orang pasti sudah banyak yang tahu bahwa gadis sepertinya berasal dari kalangan atas. Mata Caramel cerahnya terus terarah kedepan, bibirnya mengatup rapat. Tidak ada senyuman dan balasan sapaan dari orang-orang yang menyapanya.

Yah, gadis sombong sepertinya memang sudah biasa menghiraukan orang-orang yang menyapanya.

Ryeowook berdiri tepat didepan sebuah stand yang hanya menyediakan minuman-minuman dingin. Dan stand ini juga adalah stand yang tadi dikunjungi oleh Yesung.

Seorang yeoja cantik berkulit putih susu dengan tinggi semampai berjalan keluar menghampiri Ryeowook yang hanya berdiri didepan stand-nya. ” Apa kau tak ingin masuk, huh? “

Tak ada jawaban dari Ryeowook, gadis itu langsung saja melangkah masuk dan duduk disalah satu kursi dekat counter tempat pembayaran. Matanya mengawasi setiap apa saja yang ada disana.

” Ryeowookie~ kau disini? “

Kepala Ryeowook mengangguk sekilas menjawab pertanyaan yeoja lainnya yaitu Sungmin. Alis Sungmin mengkerut saat ia tidak menemukan seseorang lagi yang biasanya selalu bersama Ryeowook. ” Yesung dimana? “

Sungmin menatap tajam Heechul yang mengucapkan pertanyaan sama dengannya.

Ryeowook mengangkat kedua bahunya acuh. Ia berdiri menuju mesin pendingin, mengambil satu kaleng teh manis dan langsung menyesapnya. Gadis itu seolah tidak peduli dengan tatapan Heechul dan Sungmin yang memandangnya aneh. ” Apa kalian bertengkar? “

” Apa? “

Heechul menarik kursi dan menempatkannya tepat didepan Ryeowook. ” Kalian selalu bersama, jadi sangat aneh jika kau kesini sendirian. Kau tadi bilang sedang bersama dia, ‘kan? “

” Dia sibuk “

Heechul semakin dibuat tidak mengerti dengan tingkah sepupunya ini. Yah, jika sikap Ryeowook yang banyak diam dan dingin itu dia sudah mengerti, tapi sekarang sepertinya Ryeowook terlihat gusar. Well, Umma Heechul adalah kakak dari Appa Ryeowook, karena Umma Heechul menikah dengan seseorang yang bermarga Kim, jadi sudah jelas nama Umma Heechul dan dirinya pun berganti menjadi ‘Kim’.

Meskipun hubungan keduanya tidak terlalu dekat, tapi Heechul sudah memahami perangai Ryeowook. dimana Ryeowook saat ketakutan, marah, sedih ataupun menangis.

Heechul juga termasuk orang dalam kategori bermulut pedas sama dengan Ryeowook, hanya saja ia masih bisa dekat dengan orang lain, berbeda dengan Ryeowook yang sangat membatasi diri dari lingkungan luar.

” Hey, pesta pembukaan musim panas ini sudah dimulai, seorang ketua Panitia hanya akan sibuk saat persiapan dan penutupan. Jika sekarang ini kau bilang Yesung sibuk, tandanya kau berbohong. Kau tidak bisa membohongiku “

Ryeowook memutar mata jengah. ” Ya! Sungmin-ssi, apa kau mau stand-mu ini tidak laku, huh? Lihat ada pembeli datang ” Ryeowook berkata tidak keras tapi terkesan judes pada Sungmin.

” Akh! Iya, maaf! ” Sungmin langsung berjalan cepat melayani pelanggan. Memang stand milik Heechul, Sungmin, Hangeng dan Kyuhyun ini hanya menyediakan minuman dingin, tapi tetap saja pembelinya cukup banyak, mengingat saat ini musim panas, jadi minuman dingin sering menjadi tujuan utama siswa-siswa.

” Jadi? ” Heechul kembali memaksa Ryeowook untuk bercerita. ” Dia di stand Siwon “

Heechul mendelik tidak suka mendengar Ryeowook memanggil Oppa-nya dengan tidak sopan. “Baiklah, maksudku Siwon Oppa” mengulangi jawabannya dengan berat hati. ” Lalu? “

Ryeowook sedikit menarik nafas dalam. Butuh beberapa menit untuk Ryeowook membuka mulutnya. ” Dia mengobrol dengan gadis blonde yang mendirikan stand mainan disana itu ” jari telunjuknya mengarah pada sebuah stand dimana disana ada Kyuhyun, Hangeng, Donghae dan dua orang lagi yang tidak Ryeowook ketahui siapa namanya.

” Eunhyuk? “

” Seperti itulah ” menjawab malas dan kembali meneguk teh manis miliknya. ” Ini manis ” mengangkat kaleng teh manis-nya dihadapan Heechul. ” Jangan mengalihkan pembicaraan “

Ryeowook mendengus kecil. Baiklah, ia mengalah. Jika sudah berurusan dengan Heechul maka dia memang tak akan bisa berkutik apa lagi mengalihkan pembicaraan. ” Lalu apa lagi? “

” Kau tidak marah? “

” Itu tidak penting. Lagi pula Yesung Oppa tidak menyukainya. jadi—”

“—lalu Eunhyuk? “

Rahang tegas Ryeowook mengeras. Ia sangat tahu kata apa yang akan meluncur dari bibir sexy didepannya itu. Mata Ryeowook menatap tajam Heechul didepannya yang juga memandangnya penuh dengan intimidasi. ” Mungkin Yesung memang tidak menyukainya, tapi setahu-ku Eunhyuk itu sudah sejak MOS menyukai Yesung “

Gigi Ryeowook terdengar menggletuk kesal. Tangannya yang memegang kaleng teh manis itu mencengkram erat seolah ingin menghancurkan kalengnya. Bibir Heechul terangkat sebelah membentuk sebuah seringaian.

” Kau harus hati-hati. Di dunia ini semuanya bisa saja terjadi. Jangan sampai orang yang kau sukai diambil secara diam-diam oleh rubah berbulu domba “

Dreett~

Heechul berdiri hingga menimbulkan suara deritan kursi yang terbuat dari plastik itu. ” Aku mau memanggil Hangeng dan Kyuhyun dulu. Ck! Mereka berdua itu malah asyik bermain saja ” gerutunya dengan melangkah keluar dari stand.

Mata yang tadi sempat menajam kini memandang sendu kaleng teh manisnya. Kata-kata Heechul masih saja terngiang-ngiang dikepalanya. Seperti kaset rusak sampai entah untuk yang keberapa kalinya suara Heechul masih saja bermain didalam otaknya.

” Wookie~ tadi Yesung kesini membeli dua jus jeruk, itu untukmu? “

Sungmin bertanya agak ragu dari arah belakang Ryeowook. sebenarnya jika boleh jujur, Sungmin itu orangnya agak sungkan jika berurusan dengan Ryeowook. bukannya kenapa-kenapa sih, hanya saja Ryeowook itu orangnya susah didekati dan lagi sepertinya juga Ryeowook tidak terlalu menyukainya.

” Ya “

Tuh kan benar. Sungmin menghela nafas sebentar sebelum pada akhirnya ia menyibukkan diri menghitung penghasilan stand-nya dari pagi pembukaan sampai sore ini. ” Sungmin-ssi… “

Kepala Sungmin menoleh kepada Ryeowook. ” Panggil saja aku Sungmin atau Minnie atau apapun itu, yang penting jangan terlalu formal “

Alis Ryeowook menaut menjadi satu. ” Tapi itu tidak sopan. Kau lebih tua dariku “

Gadis kelinci itu tersenyum lebar. ” Kalau begitu panggil saja Sungmin-Unnie. Eothokke? “

Ryeowook tampak berfikir sekilas dan akhirnya mengangguk. Ia semakin mengernyit tidak suka ketika Sungmin memekik girang. ” Ah, aku mendapat Dongsaeng baru ” senangnya dengan memandang Ryeowook bahagia.

Tanpa sadar Ryeowook menarik bibirnya sedikit. ” Oh,ya..tadi kau mau bertanya apa? “

Ah! Ryeowook baru ingat kalau tadi ia ingin bertanya sesuatu. ” Apa kau kenal dekat dengan gadis bernama Eunhyuk “

” Kenal, tapi tidak terlalu dekat. Setahuku dia itu ikut club dance bersama dengan Lee Donghae yang disana itu ” menunjuk ke arah Donghae yang duduk-duduk didepan stand-nya. Ryeowook mengangguk mengerti. ” Ada apa memangnya? “

” Tidak. Tidak apa-apa, hanya bertanya saja ” menjawab datar lalu kembali membalikkan tubuhnya membelakangi Sungmin.

.

.

.

Yesung sangat terkejut saat ia menoleh kesamping dan tak mendapati yeojacingunya. Ia bertanya pada Eunhyuk dan dibalas hanya dengan gelengan kepala. Yesung merutukki dirinya yang terlalu asyik mengobrol dengan yeoja blonde didepannya ini dan melupakan yeojacingunya itu.

” Aku harus mencari Ryeowook. lain kali kita mengobrol, ya ” berkata sambil menuju ke counter pembayaran yang dijaga oleh Siwon. ” Siwon, kau melihat adikmu? “

” Dia tadi keluar. Ku pikir tadi kau tahu Hyung, ck, ternyata kau tidak menyadarinya ” Siwon berdecak kesal sambil mengambil uang kembalian untuk Yesung. ” Hyung~ “

” Hng? ” Yesung berbalik kembali saat Siwon memanggilnya. ” Jangan sakiti dia. Kau tahu ‘kan kalau dia tidak sekuat dari yang terlihat “

Yesung tersenyum kecil mendapati Siwon yang sangat perhatian dan mengerti Ryeowook. ” Aku tahu itu ” berakhirnya percakapannya, Yesung berjalan keluar dan mengambil ponsel disakunya mencoba menghubungi Ryeowook.

Tidak ada balasan. Hanya ada suara operator. Sepertinya Ryeowook sengaja mengabaikan panggilannya. Yesung mendesah frustasi. Salahnya juga sih, tapi mau bagaimana lagi. Niat awal ingin mencairkan suasana panas tapi justru malah keterusan.

Yesung duduk sejenak disalah satu stand anak kelas 3 yang adalah temannya. ” Yunho! Kau melihat Ryeowook? “

Yang ditanya tampak menunjuk kesebuah arah dimana itu adalah jalan yang mengubungkan dengan banyak stand. ” Tadi aku melihatnya pergi ke arah sana “

” Terimakasih “

Sret!

Yunho menarik lengan Yesung. ” hei..hei..kau sudah mampir di stand-ku, apa kau tidak ada keinginan untuk membeli sesuatu disini? ” berkata melas sambil memasang puppy eyes andalannya. Yesung berdecak. ” Ck! Aku ini seorang pria Yunho, mana mungkin aku membeli pita “

Memang benar kata Yesung, stand milik Yunho adalah stand yang mendagangkan aksesoris. Dia bersama kekasihnya Jaejoong dan kedua temannya Junsu dan Yoochun memilih aksesoris sebagai bahan untuk dijual.

Bola mata Yunho memutar jengah. ” Kau ‘kan bisa memberikannya pada yeojacingu-mu yang sombong itu “

Yesung berfikir sejenak, dan akhirnya ia mengangguk setuju. ” Baiklah. Aku mau ambil pita berwarna ungu disana itu ” pilihannya jatuh pada sebuah pita berwarna ungu. Sangat manis dan pasti akan terlihat cantik jika Ryeowook memakainya.

Yesung sudah membayangkan bagaimana jika kekasihnya itu memakai pita cantik itu. Akh~ ia amat senang saat Ryeowook mau berdandan hanya untuknya. ” Pilihanmu lumayan juga ” puji Jaejoong. “Ryeowook sangat suka warna Ungu. Jadi ku pikir pasti dia suka dengan ini”

Jaejoong menyerahkan pita yang sudah ia bungkus dengan plastik kecil karena memang pita itu juga kecil. ” Baiklah, aku pergi. Dan oh, jangan sampai kalah dengan peserta lainnya, ya ” katanya sambil tersenyum senang.

Saat Yesung sudah berjalan menjauh, Jaejoong memeluk lengan Yunho manja. ” Yun~ Yesung sangat mengerti tentang Ryeowook, ya? ” berkata manja sambil memandang Yunho dengan genit. ” Aku juga mengerti tentangmu, Jae! Bahkan seluruh isi didalam bajumu, itu “

” Ya! dasar mesum ” pekiknya sambil memukul kepala Yunho keras.

.

.

.

Hanya hadiah kecil memang, tapi pasti akan sangat berharga jika yang memberikannya adalah seseorang yang sangat berharga untuk kamu

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook lebih banyak diam dan sesekali menimpali obrolan dari para Sunbae-nya. Ryeowook sedikit risih sebenarnya harus berada ditengah-tengah pemilik stand yang menurutnya sangat berisik dan konyol. Apalagi Heechul dan Hangeng tak henti-hentinya mengumbar kemesraan.

Demi Tuhan, Ryeowook ingin cepat pergi dari sini. Tapi, ia tidak mungkin melakukan itu mengingat ia sendiri pun tidak banyak memiliki teman akrab. Jengah dengan semua yang ada disini, Ryeowook memilih memejamkan matanya.

Ia melirik arloji yang bertengger ditangan kirinya. ‘jam 5.30′ gumamnya pelan.

” Yesung! “

Mata Ryeowook terbuka lebar ketika ia mendengar suara Hangeng yang memekik menyuarakan nama ‘Yesung’. Wajahnya terlihat tegang tapi ia berusaha sekuat mungkin mengubah wajahnya menjadi datar seperti tidak ada apa-apa.

” Apa disini ada Rye—akh! Kau disini rupanya ” Yesung tak meneruskan ucapannya dan berjalan mendekati Ryeowook yang masih memunggunginya. Namja ini bahkan mengabaikan teman-temannya. ” Wookie “

Yesung berjongkok dihadapan Ryeowook. satu tangannya ia gunakan untuk memegang tangan halus Ryeowook dan sebelah tangannya yang bebas ia biarkan mengelus pipi tirus Ryeowook. ” Kau pergi tanpa Oppa “

” Kau yang tidak menyadarinya ” menjawab sedatar mungkin dan menatap Yesung tepat pada Obsidian kelamnya. Helaan nafas keluar dari mulut Yesung. ” Kau tidak memanggil Oppa tadi, jadi Oppa tidak tahu kalau kau pergi “

” Menyela percakapan seseorang bukanlah Hobby-ku, terlebih percakapan itu terlihat menyenangkan. Aku jadi tidak enak “

Yesung menelan ludah kecut. Yah, dia sadar meskipun Ryeowook berujar dengan ringan dan seperti baik-baik saja tapi ia jelas bisa mengerti kalau yeoja dihadapannya ini sedang dipenuhi aura buruk. “Mianhae, Oppa hanya tidak ingin obrolan sengitmu dengannya berlanjut semakin jauh” jelasnya.

“Ya, aku mengerti”

Ryeowook melepas genggaman tangan Yesung dan beralih mengambil kaleng teh manisnya lalu meminumnya hingga habis. Gadis itu tidak memperdulikan Yesung yang masih berjongkok dihadapannya.

Yesung mendongak melihat Hangeng membawa satu kursi plastik. Namja tinggi itu menaruh kursi plastik itu didekat Yesung. ” Duduklah disitu ” setelah mengucapkannya Hangeng pergi begitu saja dan menghampiri Sungmin yang sibuk melayani beberapa pembeli.

Yesung mendudukkan dirinya pada kursi plastik pemberian Hangeng tadi. Ia duduk berhadapan dengan Ryeowook. mata Yesung mengawasi gadisnya yang masih saja tidak mau melihatnya. Senyum Yesung perlahan mengembang saat ia ingat bahwa ia memiliki sesuatu untuk yeojanya.

” Hei, Oppa punya sesuatu untuk kamu “

Alis Ryeowook terangkat sebelah. Dengan ogah-ogahan ia menoleh pada Yesung. ” Tadaaaa~ “

” Pita? “

Yesung tidak menjawab, ia berdiri lebih dekat pada Ryeowook dan sedikit mengambil beberapa helai rambut Ryeowook dan memasankan pita tersebut. “Cantik” pujinya lalu…

Cup~

Mengecup kening Ryeowook sayang. ” Oppa membelikannya di stand milik Yunho dan teman-temannya, kau suka? “

Ryeowook memegang pita yang sudah terpasang dirambutnya lalu menganggukkan kepalanya. “Gomawoyo” ucapnya sambil sedikit tersenyum tipis.

.

.

.

Hati manusia itu terletak jauh dalam lubuk hatinya

Tidak ada yang tahu apa yang sedang ia rasakan

Hanya ia dan Tuhan yang tahu

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Akhirnya Festival pembukaan musim panas kali ini telah resmi dibuka. Malam yang indah dan begitu dipenuhi dengan hiruk pikuk siswa yang berasal dari sekolah penyelenggara maupun bukan telah berkumpul menjadi satu.

Stand-stand berdiri dengan rapih seperti yang sudah ditentukan oleh panitia. Stand-stand itu banyak sekali menjual beraneka ragam mulai dari makanan, minuman, aksesoris, kue-kue kering bahkan ada juga stand permainan dan masih banyak lagi.

Dari berbagai hal yang telah disiapkan untuk menyambut Festival ini sebagian besar orang atau siswa atau bahkan semuanya yang paling dinantikan adalah dimana kembang api diluncurkan. Mereka semua selalu berkumpul menjadi satu ditengah-tengah lahan untuk menyaksikan kembang api.

Saat semuanya bergembira dan sibuk mengomentari apa saja yang mereka lihat, gadis ini justru masih tetap diam. Duduk tenang disebuah bangku dan memandang lurus kedepan. mata Caramel cerahnya tetap saja memandang datar seperti tidak ada emosi didalamnya.

Ia duduk sendirian disini. Tanpa namjacingunya, tanpa Oppa-nya dan juga tanpa teman. Hanya sendiri seorang. Tidak ada seorang pun yang mau menghampirinya dan ia pun juga tidak berharap bahwa akan ada orang yang datang kepadanya dan mengusik ketenangannya.

Karena baginya…

Lebih baik sendiri disini daripada harus bersama dengan orang-orang yang tidak ia kenal.

Hn. Tipikal orang yang sangat individualisme.

” Noona, kau sendirian? “

Ryeowook mengalihkan padangannya yang awalnya lurus kedepan kepada sesosok namja berkulit putih dan memakai topi. Suaranya yang berat itu mengusik ketenangan Ryeowook. ” Boleh aku duduk disini? ” tanpa disuruh namja itu sudah langsung duduk disamping Ryeowook sambil tersenyum.

” Sendirian saja? “

” Ya “

Tidak seperti biasanya. Ryeowook yang akan langsung pergi jika ada yang mengusik ketenangannya kini justru membalas pertanyaan dari namja disampingnya ini. ” Yesung Sunbae? “

” Ada kepentingan dan sangat mendesak ” masih tetap sama. Nadanya tak pernah berubah, selalu saja datar. Namja tadi yang bernama lengkap ‘Cha Sun Woo’ atau biasa yang dipanggil Baro itu tersenyum miring atau biasa kita sebut dengan seringaian.

Namja yang selalu memakai atribut topi dikepalanya ini bisa disebut tukang rusuh disekolah ini, selalu saja mencampuri urusan orang lain. Meskipun ia masih duduk dibangku pertama tahun ini tapi ia sangat populer. Well, selain tukang rusuh, tapi namja ini juga tergolong tampan.

” Benarkah? Tapi tadi aku melihatnya keluar gerbang sekolah mengendarai mobilnya dengan seorang gadis “

” Aku tidak keberatan jika dia keluar dengan Sungmin Unnie. Dia memang salah satu panitia Festival ini, jadi tidak masalah “

Alis Baro menaut mendengar ucapan Ryeowook. ” Sungmin Noona? Aku rasa Sungmin Noona sedang ada disana ” jari telunjuk Baro mengarah kedepan dimana disana terdapat Sungmin dan Kyuhyun yang saling berpelukan.

Mata Ryeowook terbuka sedikit lebar, lalu segera saja ia ubah tatapan itu menjadi seperti biasanya. “Jadi siapa yang kau maksud?” bertanya sabar dan mencoba tenang. ” Dengan salah satu anak club dance yang terkenal tomboy dan ceria, kalau tidak salah sih dia menjaga stand mainan bersama dengan Donghae Hyung “

Deg!

Tangan Ryeowook meremas pinggiran kursi yang terbuat dari kayu itu kuat. Perasaannya mulai merasakan sebuah firasat yang tidak enak. Entah itu tentang apa yang jelas firasat ini mengarah akan hubungannya dengan Yesung.

Tanpa sadar Ryeowook menggeletukkan giginya kuat. Tanpa banyak kata gadis ini langsung saja berdiri dari duduknya dan meninggalkan Baro yang tersenyum menyebalkan dibelakangnya. “Senang sekali rasanya bisa membuat seseorang sepertinya bereaksi dengan ucapanku ” katanya pelan.

.

.

.

Walking alone in the middle of the crowd

You lied to me, you leave me alone who is still waiting for you

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Masih tetap berjalan seorang diri ditengah kerumunan orang-orang yang bersorak bahagia. Masih setia berjalan sendiri memandangi langit malam yang dipenuhi bintang-bintang. Malam yang sangat indah, tapi tidak begitu dengan hati gadis Caramel ini.

Ryeowook tetap saja berjalan kedepan dan tak menghiraukan panggilan Heechul yang menyuruhnya untuk berhenti. Gadis itu seperti menutup telinganya dan terus berjalan kedepan. matanya menyiratkan sorot yang kesakitan. Entah apa yang dipikirkan olehnya yang pasti ia ingin membuktikan kebenaran akan ucapan Baro—Hoobaenya—yang memberitahunya.

Ryeowook berhenti tepat didepan gerbang sekolahnya. Ia berdiri sambil memandang keluar menanti kedatangan Yesung dan…

Sungguh, ia berharap bahwa perkataan Baro tadi hanyalah bualan saja, tapi melihat kenyataan didepan sana…

Rahang Ryeowook mengeras melihatnya. Jadi benar apa yang dikatakan Baro, jadi benar kalau Yesung keluar dengan Eunhyuk?

Cih!

Gadis mungil itu mendengus dalam hati.

Yesung membulatkan matanya saat retina matanya menangkap sesosok yeoja yang ia cintai berdiri disana—didepan mobilnya. Ia menggeram frustasi dan menoleh ke arah Eunhyuk. “Aku yang akan menjelaskan semua padanya, Sunbae”

Eunhyuk berkata seolah mengerti akan situasinya. ” Aku yang sudah membuat Sunbae ikut denganku untuk membeli ini semua, jadi biarkan aku untuk menjelaskannya padanya ” berkata tegas dan tanpa ragu sedikit pun.

Yesung melihat Eunhyuk dengan pandangan seolah tidak yakin akan yang diucapkan oleh gadis yang duduk disampingnya itu. Jinja…Yesung tahu bagaimana perangai Ryeowook, gadis itu tak akan mau mendengar penjelasan apapun jika sudah seperti ini, butuh beberapa hari agar gadisnya bisa mendengarkan penjelasan.

” Kau tidak tahu tentangnya Hyukkie, dia tak akan mau mendengarnya ” ucapnya frustasi. Tak mau membuat Ryeowook semakin marah akhirnya Yesung memutuskan untuk turun dari mobil. ” Kau segeralah berikan obat itu pada Taemin ” titahnya.

Bukannya mendengarkan perkataan Yesung, gadis blonde itu justru ikut keluar dari mobil Yesung dan berjalan mengikuti Yesung yang mendekati Ryeowook. mata Yesung membulat melihatnya. ” Ini tidak seperti yang kau lihat, Ryeowook-ssi ” katanya tegas.

Ryeowook tidak menatap Eunhyuk dan lebih memusatkan perhatiannya pada Yesung yang berdiri disamping Eunhyuk. Tidak ada umpatan kasar dari mulut Ryeowook, tidak ada tamparan yang ia layangkan untuk Yesung maupun Eunhyuk, tidak ada tetesan air mata yang keluar dari pelupuk matanya dan tidak ada raut wajah marah yang ditampilkan oleh Ryeowook.

Sungguh, aku bersumpah. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda pada Ryeowook untuk melakukan itu semua—melakukan hal yang banyak gadis lakukan pada kekasihnya yang ketahuan keluar dengan gadis lain.

Gadis Caramel itu hanya diam dan tak berujar sedikitpun. ” Aku berkata jujur, Yesung Sunbae hanya mengantarku membelikan obat untuk Taemin—temanku yang tiba-tiba saja sakit. Kau tidak perlu marah pada Yesung Sunbae “

Tidak ada sahutan apapun. Ryeowook masih saja diam dan sibuk memandangi raut muka Yesung yang juga diam menatapnya. Eunhyuk menelan ludah keluh melihat ekspresi dari kedua pasangan tersebut. Ia sedikit merasa bersalah juga.

Syuutt…dor…dor…dor…

Lampu-lampu disekitar mereka mati secara otomatis saat kembang api diluncurkan. Suara sorak ramai terdengar memekakkan telinga. Bahagia, itulah yang dirasa oleh banyak orang disini, tapi…tidak dengan ketiga orang yang masih terpaku saling diam.

Ryeowook membalikkan badannya memunggungi Yesung dan Eunhyuk, ia menatap ke atas dimana banyak kembang api yang meluncur begitu indah. Saat-saat seperti ini ia ingin sekali duduk berdua bersama dengan Yesung, menumpukkan kepalanya dibahu Yesung dan tersenyum bersama hanya berdua.

Yah, hanya berdua.

Tapi semua harapan itu sepertinya harus ia telan dengan pahit-pahit. Kegelapan itu menutupi sebuah air mata yang tanpa terasa sudah meluncur indah membasahi pipi seorang gadis. Yah, gadis itu menangis dalam diam.

Tak mau orang-orang mengetahui bahwa ia menangis, ia segera menghapus air matanya dan membalikkan badannya menghadap pada posisi awalnya. Kembang api yang berlangsung selama 7 menit itu menghentikan pembicaraan ketiganya.

Lampu-lampu penerangan sudah menyala seperti sedia kala. Ryeowook memasang wajah sedatar mungkin. ” Ryeowook-ssi, kita— “

“—Aku lelah. Aku ingin pulang ” Ryeowook memotong perkataan Eunhyuk tanpa menimpali maupun melirik pada gadis blonde yang berdiri disamping namjacingunya tersebut. Yesung tampak terkejut dengan pernyataan Ryeowook.

Hei, kenapa Ryeowook tidak mengeluarkan kata-kata yang dingin dan pedas pada Eunhyuk? Bukankah hal seperti itu seharusnya terjadi… tapi?

” Jika kau masih ada urusan tidak apa-apa, aku bisa naik taxi “

Yesung menggeleng cepat. Tidak! Tidak mungkin kan kalau ia membiarkan gadisnya ini menaiki taxi malam-malam begini dan lagi ia tak cukup gila untuk melakukannya. Oh, ayolah~ ia baru saja kepergok keluar dengan gadis lain, mana mungkin ia melakukan hal bodoh lagi hari ini.

” Oppa akan mengantarmu “

Tak mau berlama-lama lagi Ryeowook berjalan memasuki mobil Yesung. ” Cepat temui Taemin ” Yesung berkata lembut sambil berlalu menuju mobilnya. Yesung mengernyitkan dahinya saat ia tak mendapati gadis mungil itu disampingnya melainkan duduk di jok belakang.

Yesung menolehkan kepalanya kebelakang, ia baru saja akan bertanya kenapa Ryeowook lebih memilih duduk dibelakang. ” Aku tidak sudi duduk ditempat duduk bekas gadis sepertinya ” nada suaranya benar-benar rendah hingga terdengar begitu sinis ditelinga Yesung.

Hah~ kembali Yesung menghela nafas. Yesung mulai melajukan mobilnya. Tidak ada percakapan, keheningan seolah menguasai mobilnya. Yesung benci ini, dia tida suka dengan suasana aneh yang seperti ini. ” Bicaralah sesuatu pada Oppa “

“…”

Keheningan masih menyesap keduanya. Yesung melirik kebelakang melalui ekor matanya, ia menemukan pandangan Ryeowook bertumpu pada pemandangan diluar sana. Yesung menggeram kesal dan dengan tiba-tiba menghentikan laju mobilnya sampai kepala Ryeowook tidak sengaja tertarik kedepan.

Dug!

Ryeowook hanya mengernyit sakit, tidak ada keluhan sakit yang seharusnya seorang gadis keluarkan, ia justru hanya mengelus keningnya yang tadi tidak sengaja terantuk.

Yesung sudah tidak tahan sekarang, dengan cepat ia berpindah posisi dibelakang disamping Ryeowook. tangannya menarik dagu Ryeowook untuk menatapnya memberikan perhatian sepenuhnya padanya. ” Kalau kau marah, keluarkan saja. Maki Oppa sesukamu, tapi Oppa mohon..jangan seperti ini “

“…”

” Kau membuat Oppa bingung dengan sikapmu yang seperti ini “

Mata mereka beradu. Ryeowook merasakan sebuah palu menghantam keras ulu hatinya kala menemukan pancaran mata Yesung yang berubah. Mata yang selama ini memandangnya begitu lembut dan dalam terlihat berbeda.

Ryeowook tidak berbohong. Ia berkata jujur, mata Yesung memancarkan sebuah sinar yang berbeda, sinar yang tidak Ryeowook ketahui darimana. Dan itu…membuat Ryeowook semakin yakin akan firasatnya.

” Bukankah tadi Oppa bilang akan pergi dengan Sungmin? ” tidak mau langsung menjudge Yesung, gadis Caramel itu lebih memilih bertanya baik-baik. Yesung mengangguk membenarkan pertanyaan Ryeowook. ” Memang, itu benar. Tapi, Kyuhyun melarang Oppa pergi bersamanya dan justru menyuruh Oppa untuk pergi dengan Hyukkie “

Kening Ryeowook mengernyit mendengar Yesung memanggil yeoja blonde itu dengan panggilan ‘Hyukkie’. Awalnya memang ia tidak mempermasalahkan itu, tapi sekarang entah kenapa rasanya ia benci mendengarnya. ” Entah kenapa aku begitu tidak suka ketika kau menyebut namanya “

” Sungmin? “

” Gadis yang tadi bersamamu “

” Hyukkie? “

Ryeowook menatap Yesung tajam. ” Lalu kau mau aku memanggilnya bagaimana? ” mencoba sabar dan masih mempertahankan kesabarannya. Kedua bahu Ryeowook terangkat. ” Yang pasti tidak perlu memanggilnya dengan panggilan semanis itu ” menjawab santai dan memainkan helaian rambutnya yang terurai indah itu.

” Baiklah, maafkan Oppa “

” Ya “

Demi Tuhan, Yesung begitu benci dengan kata-kata singkat seperti itu. Ryeowook sudah terlalu sering memberhentikan obrolan dengan jawaban singkat seperti itu. ” Oppa sebagai panitia sudah seharusnya tanggap jika ada peserta yang sakit, jadi…”

“…Aku mengerti ” memotong cepat dan menatap Yesung dengan lembut. ” Bahkan jika itu hanyalah sebuah alasan, aku tidak apa-apa “

Obsidian kelamnya membulat. Apa? Hanya sebuah alasan?

Memikirkan perkataan Ryeowook barusan membuatnya seolah-olah dirinya adalah pembohong besar. ” Secara tidak langsung kau menuduh Oppa berbohong. Begitu? “

Ryeowook menyandarkan kepalanya lelah. Matanya kembali menutup rapat, jelas sekali kalau ia ingin cepat-cepat mengakhiri pembicaraan menyakitkan ini. Ia tidak tahan melihat mata Obsidian Yesung yang memancarkan keanehan. Mata Obsidian itu bukanlah mata yang ia kenal.

” Jawab Oppa, Wookie “

” Bisa kita cepat pulang? ” kembali mengalihkan pembicaraan dan memandang Yesung datar. Yesung mendecih, ” Oppa tidak tahu apa alasanmu begitu membenci Eunhyuk, yang jelas Eunhyuk tidak seburuk yang kau pikirkan “

” Kau bahkan memujinya secara terang-terangan dihadapanku, kekasihmu sendiri. Kau memang berubah “

Deg!

Yesung menegang memikirikan perkataan Ryeowook. berubah?

.

.

.

Perubahan?

Atau tetap ‘seperti ini’ seterusnya?

ketika kau memutuskan untuk berubah maka itu berarti kau akan meninggalkan dirimu yang lama dan menjadi pribadi yang baru, tapi jika kau memutuskan untuk tetap ‘seperti ini’ seterusnya itu berarti kau akan tetap berada pada zona yang sama.

Pilihlah!

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

” Aku merasa akan ada sesuatu yang besar yang akan datang “

Hengeng mengerutkan keningnya mendengar ucapan yeojacingunya yang duduk disampingnya dan memeluk lengannya manja. ” Maksudmu? “

Heechul kini justru menaruh kepalanya kebahu tegap Hangeng. Tersenyum singkat sebelum menjawab, ” Entahlah, yang pasti ini mungkin bukan hal yang baik ” ujarnya sambil menutup matanya menikmati angin musim panas malam ini. ” Tapi, aku berharap semua akan kembali membaik “

Hangeng yang tidak mengerti apa-apa hanya mengangguk saja. ” Yah, meskipun aku tidak mengerti, aku pun juga berharap bahwa semua akan tetap seperti ini ” katanya yang disambut senyum hangat oleh Heechul.

Malam ini seluruh peserta yang mendirikan stand akan menginap disekolah selama seminggu atau sampai Festivel musim panas ini berakhir. Ini sudah pasti, mengingat mereka juga harus menjaga stand yang mereka dirikan, tidak mungkin jika mereka pulang ke rumah.

Panitia sudah menyiapkan beberapa keperluan para peserta untuk tidur pada malam harinya, dengan dibantu dana yang didapat dari beberapa sponsor yang memberikan sumbangannya pada Festival ini seminggu sebelum Festival ini di adakan.

Dan jika boleh memuji, maka kita wajib memberikan standing applause untuk Yesung, Siwon dan Ryeowook yang mati-matian mencari dana ini. Well, Ryeowook memang bukan salah satu panitia maupun peserta sih, tapi yeoja ini juga ikut berpartisipasi dalam pencarian dana.

10.00 pm.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, sebagian besar peserta yang menjaga stand-nya hanya namja-namja yang mungkin terserang Insomnia, sedangkan untuk siswa yeoja-nya sudah tinggal beberapa siswa saja, yang lainnya sudah masuk tenda-tenda khusus yeoja—seperti yang sudah panitia sediakan.

Memang untuk tempat tidur, panitia mendirikan beberapa tenda untuk siswa namja dan putri, karena tidak mungkin panitia membiarkan siswa namja dan yeoja tidur jadi satu, bisa-bisa akan terjadi sesuatu hal yang tidak di-inginkan.

Beberapa yeoja dan namja yang masih belum tidur itu menghabiskan waktu mereka sesuka hati mereka. Ada yang bermain kartu, monopoli, menyanyi bahkan ada pula yang hanya duduk-duduk diam memperhatikan bintang—seperti yang dilakukan oleh Sungmin dan Kyuhyun.

Sepasang kekasih itu lebih memilih duduk dan mengawasi bintang diatas sana. Langit yang gelap membuat cahaya bintang berkelip-kelip indah. ” Kyu~~ “

” Ya? “

Sungmin menegakkan tubuhnya yang tadinya bersandar pada namjacingunya. ” Tadi kenapa kau menyuruh Eunhyuk untuk menggantikanku, aku tahu alasanmu bukan hanya karena kau tidak suka aku pergi dengan Yesung, tapi…aku rasa kau punya alasan lain “

Kyuhyun tersenyum mendengarnya. Ah~ Lee Sungmin memang yang paling mengetahui dirinya. “Kau memang benar. Ada beberapa alasan kenapa aku melakukan ini “

” Salah satunya? “

Mata kelinci itu memicing seolah mengintimidasi Kyuhyun untuk membuka semua alasannya. Kyuhyun tertawa kecil melihatnya, tangannya mencubit kecil hidung bangir milik kekasih kelincinya. ” Terkadang kita perlu memberikan waktu pada seseorang untuk mengetahui perasaannya “

Sungmin mengerutkan dahinya tak mengerti. ” Eunhyuk. Gadis blonde itu benar-benar belum paham akan perasaannya sendiri, hah~ rasanya ingin sekali menyadarkannya “

” Maksudmu kau ingin agar Eunhyuk cepat sadar bahwa apa yang ia rasakan terhadap Yesung itu bukanlah cinta…melainkan hanya perasaan kagum, lalu berharap agar ia sadar bahwa ada seseorang yang lebih peduli akan perasaannya, begitukah? “

Puk puk!

Kyuhyun menepuk-nepuk kepala Sungmin pelan. ” Kau benar, Noona “

” Tapi…tidakkan kau berpikir tentang perasaan Ryeowook? ” Sungmin menundukkan kepalanya saat ia menyebut nama ‘Ryeowook’. ia baru saja sadar bahwa sekarang ini ia dan Ryeowook mencoba akrab yah walaupun bisa disebut dirinya sih yang mencoba mengakrabkan diri.

Badan tinggi Kyuhyun mulai mengarah menyamping menghadap yeojacingunya. ” Untuk Ryeowook…sepertinya ia juga perlu mendapatkan pelajaran, Noona “

Sungmin membelalakkan matanya tidak percaya. ” Pelajaran? Apa maksudmu, Kyu? Jangan bilang kalau kau pernah ada masalah atau menyimpan dendam terhadapnya “

Kyuhyun menggeleng tegas. ” Tidak, Noona “

” Lalu? “

” Ryeowook itu…gadis itu sangatlah berbeda dengan gadis yang lainnya. Ketika seorang gadis umumnya akan pergi belanja dan bersenang-senang dengan temannya, maka dia…dia justru diam dirumah dan bergulung dengan dunia-nya sendiri “

Bibir kissable Kyuhyun tersenyum kecut saat memory-nya berputar pada kejadian satu tahun yang lalu. ” Dia bukan orang yang bisa menerima perubahan, dia juga selalu memiliki prinsip yang teguh, tidak mudah menggoyahkannya. Dan dia…juga amat bergantung terhadap Yesung Hyung. Makanya aku pikir sedikit pelajaran untuknya, itu pasti akan membuatnya sadar “

Sungmin kembali dibuat membelalakkan matanya mendengar semuanya. Yeoja bergigi kelinci tersebut menganga tidak percaya.

Semua yang Kyuhyun ucapkan seolah-olah namjacingunya itu kenal begitu dekat dengan Ryeowook. oke, Sungmin tahu bahwa Kyuhyun itu memang satu kelas dengan Ryeowook dan juga mereka berada pada satu club yaitu club music bagian vocal.

Tapi…untuk percaya bahwa Kyuhyun sebegitu tahu-nya tentang Ryeowook, membuat ia mau tak mau penasaran. Ryeowook itu orang yang sangat dingin dan susah untuk didekati apalagi oleh namja, karena Sungmin percaya bahwa Ryeowook sangat mencintai Yesung dan sebaliknya pun begitu.

So, bagaimana bisa Kyuhyun menyimpulkan sesosok Ryeowook sebegitu detailnya. ” Kenapa kau menatapku seperti itu, Noona? “

Sungmin tersentak. Segala pemikirannya yang tersusun langsung buyar saat itu juga. ” Tidak. Aku hanya heran, kau…sepertinya begitu mengenal Ryeowook ” jujurnya agak ragu.

Kyuhyun terkekeh dan kembali mengacak gemas rambut Sunbae-nya yang sudah menjadi kekasihnya 3 bulan ini. Masih tergolong pasangan baru memang, tapi setiap orang yang melihat pasangan ini pasti berfikir bahwa keduanya ini sangatlah amat serasi dan saling melengkapi—meskipun tidak se-sempurna pasangan Yewook.

” Aaa~ bukan karena aku mengenal dekat Ryeowook, tapi…aku menyimpulkan begitu karena…yah…pokoknya orang sepertinya itu mudah ditebak “

Sungmin berpikir keras dengan jawaban Kyuhyun yang tampak berbelit-belit itu, tapi toh ia tak ambil pusing lagi saat lengan kekar namjacingunya itu memeluknya possessive. Sungmin menyamankan pelukannya. ” Kau tahu, aku mencintaimu Kyu “

Kyuhyun tertawa pelan. ” Ayo, aku antar ke tenda perempuan, Heechul Noona bisa membunuhku jika tidak mengembalikanmu saat ini juga ” candanya dengan mulai berdiri menggenggam jemari tanga Sungmin.

.

.

.

Ada banyak rahasia yang belum terungkap, tapi sebagaimanapun rapatnya seseorang menyimpan rahasia, maka suatu saat nanti pun pasti akan terungkap..^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Mobil mewah itu berhenti tepat disebuah rumah dengan gaya Eropa yang sangat megah. Semua orang tahu kalau pemilik rumah itu adalah seorang keluarga ‘Choi’. Tak ada yang tidak mengenal rumah megah ini. Rumah yang masuk dalam jajaran 10 rumah mewah di Korea.

Yesung menolehkan kepalanya kebelakang memandang Ryeowook yang sudah membuka pintu mobilnya. Ia mendesah frustasi, Ryeowook bahkan tidak mengucapkan sepatah katapun untuknya. Ia dengan segala kekesalannya akhirnya memutuskan untuk turun juga dari mobilnya mengejar sang yeoja mungilnya.

Yesung sedikit mempercepat langkah demi menyamai langkahnya dengan Ryeowook.

Ryeowook berhenti. Ekspresi wajahnya masih tetap datar. ” Ada apa? “

Tidak ada jawaban, mata Obsidian kelam itu melembut memandang Ryeowook tepat pada matanya.

Grep~

” Jangan begini ” ucapnya sambil memeluk erat tubuh mungil Ryeowook. ” Kau tahu Oppa tidak bisa pergi begitu saja saat ini ” lanjutnya dengan masih memeluk Ryeowook.

Ryeowook tak membalas pelukan Yesung. Gadis itu masih diam dengan ekspresi datarnya. Seperti orang yang sudah kehilangan emosinya, seolah ia hidup tanpa jiwa. Entahlah apa yang ada dalam pikiran gadis itu, yang pasti gadis ini sangatlah sulit untuk ditebak.

” Bicaralah sesuatu ” Yesung masih mencoba membujuk.

Tangan Ryeowook melepas pelukan Yesung pada tubuhnya. ” Jangan temui dia lagi “

” M-mwo? “

” Oppa tidak bisa? “

Otak Yesung mulai berpikir. ‘jangan temui dia lagi’—jadi maksudnya ia tidak boleh bertemu dengan Eunhyuk, mengobrol dengannya dan bertatap muka dengan gadis blonde itu?

Yesung menatap Ryeowook tidak percaya. Entah mengapa kali ini rasanya begitu berat untuk mengabulkan permintaan gadis mungil itu. Jika biasanya ia akan dengan senang hati dan tanpa berpikir meng’iya’kan permintaannya, tapi kali ini…rasanya begitu berat.

” Wa-wae? “

” Aku hanya tidak suka Oppa dekat-dekat dengannya ” menjawab dengan pandangan sulit untuk di artikan.

” Hanya karena kau tidak suka?. Lalu bagaimana dengan Sungmin, Jaejoong, Heechul, Kibum, Leeteuk? Kau tidak mempermasalahkannya, tapi kenapa dengan Eunhyuk kau mempermasalahkannya? “

Ryeowook mengepalkan tangannya erat. ” Itu karena mereka semua tidak menyukai Oppa, mereka sudah memiliki namjacingu masing-masing jadi aku tidak mempermasalahkannya “

” Jadi kau berfikir bahwa Eunhyuk menyukai Oppa begitu? “

Hah~ Yesung berkata sedikit keras dan terlihat sekali begitu tidak suka. Ryeowook yang melihatnya mendengus kecil dan semakin erat mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. ” Ya, memang kenyataannya begitu kan? “

” Kau aneh. Bagaimana bisa kau berpikir begitu? Darimana kau tahu kalau Eunhyuk menyukai Oppa?”

” Kalaupun Eunhyuk tidak menyukai Oppa, bisa saja Oppa yang menyukainya “

WHAT?

Yesung memandang nyalang Ryeowook. namja berkepala besar itu menatap Ryeowook begitu intens. Demi Tuhan, Yesung tidak percaya bahwa gadis didepannya ini adalah Ryeowook yang ia kenal. Karena Ryeowook yang berada didepannya ini seolah mengalami ketakutan dan terlihat begitu gusar. Dimana Ryeowook-nya yang selalu tenang dan percaya diri?

” Oppa hanya menyukaimu ” ujarnya tegas. Ryeowook tertawa kecil mendengarnya, seperti mengejek ucapan Yesung. ” Mungkin sekarang Oppa berkata begitu, tapi bisa saja besok, lusa, tiga hari lagi, minggu depan atau kapanpun itu Oppa akan bilang ‘Aku menyukaimu’ pada gadis blonde itu “

” RYEOWOOK! “

” Wae? aku benar ‘kan, Oppa? “

Suara Ryeowook terlihat bergetar. Matanya sudah berkaca-kaca tapi ia membuang muka agar Yesung tidak melihatnya. Gadis ini tidak pernah menangis dihadapan Yesung, ia lebih memilih memendam semuanya sendirian. Segala ketakutannya pun ia sembunyikan dari orang lain.

Tidak ada seorang pun yang harus mengetahui keadaan lemahnya. Ia benci jika harus terlihat lemah dihadapan orang lain.

” Kau sudah meragukan cinta Oppa padamu “

” Oppa yang membuatku ragu ” jawabnya cepat dengan masih membuang muka. Yesung menghela nafas berat. ” Hanya karena Oppa pergi dengannya tadi lalu kau mulai ragu? Kau kekanakan, Wookie”

Ryeowook menahan nafasnya mendengar nada suara Yesung yang dingin dan tajam seolah menusuk hatinya. matanya terpejam sebentar menetralisir rasa sakit yang menghantamnya. Sakit ini…sama persis dengan sakit yang ia rasakan 3 bulan yang lalu ketika Siwon dan ia bertengkar hebat.

Ryeowook mencoba menguatkan hatinya. ” Dengan cara bicaramu yang begitu kasar padaku hanya karena kau membela Eunhyuk saat ini…itu sudah menjadi bukti kenapa aku mulai meragukanmu “

Deg!

Kali ini Yesung yang menahan nafasnya. Matanya melebar sempurna, degupan jantungnya menjadi tidak teratur. Nafasnya memburu. Benarkah? Apa ia memang sudah mulai berubah? Tapi…sejak kapan?

” Wookie~ ” memanggil lemah dan mendekati Ryeowook. kedua tangan Yesung meremas lembut pundak kecil itu. Ia memandang mata Caramel cerah dihadapannya. Mata Caramel yang menyiratkan kesakitan. Yah, ia sudah tahu sekarang bahwa gadis ini dalam keadaan tidak baik-baik saja.

” Jika kau memang masih mencintaiku, maka…jangan temui dia lagi “

Yesung menggeleng membuat mata Ryeowook terkejut. ” Oppa bukannya tidak mau, tapi…tidak menemuinya lagi…itu sangat mustahil, Sayang~ “

” Dia peserta dalam Festival tahun ini, Oppa sudah pasti akan berinteraksi dengannya ” lanjutnya yang sedikit membuat hati Ryeowook menghangat. Ryeowook mengangguk kecil. ” Asal tidak begitu dekat dengannya maka aku tidak masalah ” ucapnya.

Yesung mengangguk dan kembali merapatkan tubuhnya dengan tubuh mungil itu. Memeluk erat dan menyesap wangi vanilla yang amat kental. ” Jangan meragukan Oppa lagi. Itu…terdengar begitu jahat ditelingaku ” berujar lembut dan mengecup kening Ryeowook sayang.

Sejenak Ryeowook memejamkan matanya rapat. Berusaha mengendalikan letupan-letupan aneh yang berasal dari dalam hatinya. Ryeowook mengabaikan bisikan-bisikan aneh yang berasal dari hatinya. kedua sisi hatinya seolah berperang. Hitam dan Putih. Entah Ryeowook berada dipihak mana, yang pasti untuk saat ini ia masih ingin mengendalikan dirinya sendiri.

Ceh~ seorang Choi Ryeowook yang selalu berpikiran Realistis tak akan pernah bisa dibimbangkan dengan persoalan tak jelas seperti ini. Yah, Yesung masih mencintainya, dan itu adalah sebuah Realita.

Yesung sendiripun tak jauh beda dengan Ryeowook. namja bermata sipit itu juga memejamkan matanya, berharap bahwa apa yang dikatakan oleh Ryeowook hanyalah sebuah ilusi. Ia tidak mungkin menyukai Eunhyuk, karena untuknya Ryeowook adalah segalanya. Yah,, itu benar. Ryeowook adalah segalanya untukku—batinnya menguatkan.

.

.

.

Apa yang kalian harapkan dari kisah kalian ini?

Tetap berusaha saling menguatkan diri masing-masing ditengah-tengah kecamuk kebimbangan hati kalian?

Haruskah kalian menjadi pengecut? Haruskah kalian berusaha baik-baik saja meskipun pada kenyataannya hati kalian saling berontak dari keyakinan yang kalian buat sendiri?

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Matanya menatap tajam kedepan. kedua tangannya menyengkram erat kemudinya, perkataan Ryeowook masih saja terngiang dikepalanya. Yesung mendengus kecil mengingatnya. Ini aneh. Dia seorang Kim Jong Woon tidak pernah sekalipun melihat kekasihnya—Ryeowook—yang tenang itu mendadak gusar, ketakutan dan dipenuhi dengan amarah.

Sangat tidak wajar baginya Ryeowook bertingkah kekanak-kanakan seperti ini. Dan itu hanya karena gadis blonde bernama Eunhyuk?

Eunhyuk yang bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya sendiri—Ryeowook. Eunhyuk yang tidak memiliki intelektual tinggi seperti dirinya—Ryeowook, atau bahkan Eunhyuk yang benar-benar tidak pantas disandingnya dengannya—Ryeowook.

Oh…Hell-ya!

Yesung mengurut pelipisnya lelah. Namja itu benar-benar tidak pernah berfikir tentang ini sebelumnya. Ryeowook yang selalu digadang-gadangkan sebagai sesosok Dewi yang turun dari Langit.. dan harus cemburu dengan Eunhyuk yang bahkan namanya pun tidak terkenal sama sekali di sekolah?

Ah~ Yesung bertambah pusing memikirkannya. Bahkan hingga saat ini ia sudah terlentang di ranjang empuk-nya, namja tampan itu masih saja memikirkan alasan-alasan yang keluar dari bibir cherry Ryeowook—yang amat tidak berdasar menurutnya.

Selama ini ia memang mengakui bahwa ia tidak begitu dekat dengan Eunhyuk, ia hanya menganggap bahwa pertemanannya dengan gadis itu hanya sebatas Sunbae-Hoobae di sekolah. Lalu, secara kebetulan bertemu di festival pembukaan musim panas kali ini—yang ternyata Eunhyuk ikut serta—dan akhirnya menjadi peserta.

Gadis ceria tapi ceroboh. Gadis yang selalu menampilkan senyum aneh setiap kali bertemu dengannya, membuatnya mau tak mau tersenyum atau bahkan tertawa lepas saat bersama dengan Eunhyuk. Gadis yang juga memiliki kecepatan makan dan minum jauh lebih cepat dibanding dirinya.

Ah~ Yesung bahkan kini tersenyum sendiri membayangkan hal-hal apa saja yang melekat pada sosok gadis blonde itu. Setiap kali bersamanya Yesung dapat merasakan sebuah suasana baru yang tidak pernah ia dapatkan ketika dirinya bersama dengan Ryeowook.

Ryeowook yang pendiam tapi penuh kelembutan selalu bisa menenangkan dirinya, menghilangkan rasa lelahnya dan terkadang ia merasa bahwa keberadaan Ryeowook dapat menghilangkan kesedihannya.

Sedangkan Eunhyuk…

Saat ia bersama dengan Eunhyuk, dirinya tidak pernah berhenti untuk tidak tersenyum. Segala yang dilakukan oleh Eunhyuk selalu bisa membuatnya keluar dari karakter aslinya yang juga tenang—sama dengan Ryeowook. tingkah ceria Eunhyuk dapat mengurangi kebosanannya. Seperti sebuah air yang membasahi tanah yang gersang.

Seperti itulah definisi sesosok Eunhyuk bagi Yesung.

Ryeowook dan Eunhyuk… mereka benar-benar bertolak belakang.

Tenang dan Ceria.

Deg!

Yesung segera membuyarkan segala bayangan antara Ryeowook dan Eunhyuk.

Demi Tuhan, bagaimana bisa sekarang ia bahkan dengan santainya membeda-bedakan antara Ryeowook dan Eunhyuk.

Tidak, tidak! Pasti ada yang salah.

Selama ini…dirinya bahkan tak pernah sekalipun membeda-bedakan Ryeowook dengan orang lain. Baginya, Ryeowook adalah Ryeowook. baginya Ryeowook adalah yeoja yang ia cintai dengan segala kekurangan dan kelebihan yang melekat dalam dirinya.

Bahkan bagi Yesung, Ryeowook adalah satu-satunya yeoja pemilik hatinya, satu-satunya yeoja yang akan menjadi masa depannya kelak, satu-satunya yeoja yang akan menemaninya sampai masa tua, satu-satunya yeoja yang tak akan pernah tergantikan.

Tapi…

Tunggu..tunggu!

Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi.

Bagaimana bisa?

Bagaimana bisa ia jadi seperti ini?

Ada apa dengannya?

.

.

.

Kita tidak tahu kapan datangnya cinta itu

Karena cinta datang tanpa kita sadari, secara perlahan-lahan dan bertahap

Mengubah sebagian kecil dari bagian diri kita, merambat menuju hati kita, lalu memporak-porandakannya

Bahkan…cinta bisa mengubah apa yang kau yakini menjadi sesuatu hal yang aneh bagimu dikemudian hari

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Pagi ini Matahari bersinar dengan cerah—seolah-olah memaksa semua makhluk bumi untuk bangun dari tidurnya. Cuaca yang sangat cerah amat mendukung acara Festival tahunan ini.

Shappire Blue Senior High School tampak dipadati puluhan siswa atau bahkan orang luar dan siswa dari sekolah lain. Semua sibuk dengan memasuki stand-stand yang ada, entah hanya untuk membeli aksesoris, makanan ringan atau bahkan berniat sarapan di salah satu stand yang menyiapkan makanan berat.

Kangta—namja yang sedang berdiri sambil tersenyum tipis itu—memandang kebawah dimana lahan yang digunakan sebagai acara Festival ini tampak penuh dan bahkan hampir dipadati oleh siswa-siswa. Hah~ rasanya ia begitu senang mengingat sepertinya Festival tahun ini berjalan dengan lancar.

Dirinya sebagai salah satu panitia dalam festival ini pun tak pernah bisa melepaskan senyum menawannya. Hei, Festival yang ia garap mati-matian bersama dengan teman-temannya berjalan dengan lancar, jadi wajar jika ia merasa bahagia dan bangga.

Namja ini mengerling menatap arah jarum jam di arlojinya. Ia mendengus kecil kala seseorang yang seharusnya sudah hadir 15 menit yang lalu belum kunjung terlihat. Ia bukanlah namja yang sabar dan bertele-tele, ia juga bahkan sangat benci dengan hal yang dapat kita sebut—menunggu.

Dengan segala kekesalan yang bertumpuk dikepalanya, namja berdimple smile yang selalu dikira adalah saudara kembar Choi Siwon tersebut akhirnya memutuskan untuk turun dari atap sekolah yang sedaritadi ia gunakan untuk mengawasi keadaan dibawah.

Kaki panjangnya melangkah menuju sebuah stand yang memperjualkan makanan berat yang saat ini sedang dipenuhi oleh pembeli. ” Yo! Ada apa Hyung? “

” Kau melihat Yesung? ” bukannya menjawab sapaan ramah Kangin, ia justru langsung bertanya keberadaan sang Panitia yang menjabat sebagai penanggung jawab utama Festival tahun ini.

Alis Kangin berkedut. ” Kenapa kau bertanya pada kami? Dia kan bukan peserta pada Festival tahun ini “

” Aku juga tahu kalau itu, aku kan hanya bertanya apa kau kalian melihatnya. Ceh~ anak itu sejak kapan menjadi seseorang yang suka menyia-nyiakan waktunya—”

“—Mwo? Bagaimana keadaannya? Ah~ ne..ne..aku akan segera pulang “

Kangta semakin merengut kesal saat kata-katanya tertelan begitu saja saat sebuah suara yang lantang menyelanya. ” Ya! Choi Siwon, kenapa kau berteriak? Kau pikir orang yang sedang menghubungimu itu tuli? “

Kibum, Kangin dan Leeteuk menatap aneh Siwon yang sepertinya begitu khawatir setelah mengangkat panggilan diponselnya yang entah dari siapa.

Siwon tak menjawab apa-apa, ia langsung melepas apron putih ala seorang Chef yang digunakannya dan menyambar kuncil mobilnya. Ia berlari begitu saja mengabaikan tatapan aneh dari teman-temannya dan juga pembeli disana.

.

.

.

Brak!

Pintu rumah mewah bercat putih miliknya menjadi objek kekerasan yang dilakukan Siwon. Namja ini langsung berlari cepat menaiki tangga dirumahnya demi mencapai kamar sang Dongsaeng tercintanya. Hatinya berdegup kencang ketika mendengar suara Yesung yang mengatakan bahwa Ryeowook demam tinggi.

Brak!

Sekali lagi Siwon membuka pintu kamar bercat Ungu itu dengan keras hingga pintu itu menabrak tembok dibelakangnya sampai menimbulkan bunyi bedebam yang keras. Matanya membulat kaget melihat Ryeowook tertidur lemas dengan bibir yang pucat bergerak-gerak kecil seolah menyenandungkan kesakitan.

” Akhirnya kau datang “

Yesung menghela nafas lega dan berdiri mempersilahkan Siwon menggantikan posisinya. Siwon langsung duduk dan menggenggam jemari Ryeowook yang dingin. Demi Tuhan. Siwon sangat benci melihat hal ini.

Siwon tahu mungkin ini hanyalah demam biasa yang bisa saja menyerang orang lain dan juga tergolong tidak berbahaya. Tapi…jika Ryeowook yang demam, entah kenapa Siwon merasa bahwa demam ini benar-benar bahaya.

Tubuh lemah Ryeowook terlihat pucat dan keringat dingin banyak keluar melalui pori-pori kulitnya.

” Kau kenapa, hmm? ” bertanya lembut sambil mengganti kompress dikening Ryeowook.

Tidak ada jawaban, hanya igauan kecil yang menyambutnya. Hati Siwon begitu teriris melihat keadaan sang Dongsaeng. Ia merasa bersalah akan hal ini. Ia yakin bahwa Ryeowook benar-benar tidak makan teratur, tidak tidur teratur, dan kemarin malam…ah~ Siwon bahkan melupakan Ryeowook semalam.

Ia tidak terfikirkan sama sekali tentang Ryeowook. karena yang ia tahu, Ryeowook pasti akan baik-baik saja bersama Yesung. Tapi…ia merasa bodoh. Seharusnya semalam ia mengajak Ryeowook bergabung dengannya, lalu menyerahkan jacket tebalnya untuk pelindung tubuh Ryeowook.

Siwon meneteskan air matanya.

Ia kakak yang gagal. Ia tidak bisa menjaga Ryeowook.

3 bulan ini hubungannya sangat buruk dengan Ryeowook. tidak ada senyum Ryeowook untuknya, tidak ada percakapan hangat seperti biasanya, dan tidak ada Ryeowook yang selalu memintanya untuk bermain piano bersama.

” Jangan menyalahkan dirimu, Siwon. Ini semua tidak sepernuhnya salahmu, karena…aku juga merasa bersalah ” Yesung meremas pundak kokoh Siwon memberi kekuatan. ” Aku…aku bukan ‘Oppa’ yang baik untuknya Hyung “

Yesung menggeleng tidak setuju. ” Tidak. Kau sudah menjaganya dengan baik selama ini ” ujarnya kembali memberi kekuatan. ” Terimakasih, Hyung ” katanya dengan mengecup punggung tangan Ryeowook.

Lihat, Ryeowook-ah! Oppa mu sangat menyayangimu, jangan berpikiran bahwa ia tidak peduli dan melupakanmu, karena ia bahkan rela meninggalkan stand miliknya hanya karena mendengarmu yang sedang sakit.

Apa kau tidak tahu, bahwa ia menangis dan menyesali interaksi kalian akhir-akhir ini?

“Hyung~ pergilah ke Sekolah. Kangta Hyung sepertinya marah-marah karena kau belum juga datang”

Yesung tertawa kecil mendengarnya. Akh~ ia bahkan juga melupakan perihal janjinya dengan Kangta hari ini. ” Tidak. Hari ini aku akan mengirim pesan padanya bahwa aku tidak akan pergi ke Sekolah “

” Hyung! Kau jangan gila ” berujar cepat dan memandang Yesung nyalang. ” Hei, tenanglah. Ini bukan hal besar, aku bisa membicarakan janjiku dengan Kangta besok atau setelah Ryeowook sembuh “

” Tapi…”

” Tidak apa-apa. Bagiku Ryeowook yang nomor satu ” ucapnya sambil tersenyum manis memandang Siwon.

Siwon terharu mendengarnya. Jujur saja, meskipun ia memiliki tubuh yang tegak dan atletis, tapi…hatinya benar-benar seperti kapas. Akan sangat gampang sekali tertiup anging dan badai.

Tes!

Siwon dan Yesung terkejut bukan main saat tiba-tiba saja air mata itu turun dari pelupuk mata Ryeowook yang masih tertutup rapat. Kedua namja itu mengawasi wajah Ryeowook. matanya masih terpejam erat, tapi…air matanya mengalir.

” Wookie~ ” Yesung kini kembali mendekat pada Ryeowook yang masih terbaring lalu menghapus air mata itu lembut. ” Ada apa? Kenapa kau menangis? “

Ryeowook tidak menjawab pertanyaan Yesung, karena pada kenyataannya yeoja mungil ini masih tidur. ” Kau bermimpi buruk, hm? ” kembali bertanya khawatir dan mengelus pipi yang memerah karena demam.

Yesung merasakah hatinya tertusuk ribuan pisau. Ia sakit saat melihat yeoja ini menangis, ia benci melihat gadis yang terbaring ini menangis tanpa ia ketahui alasannya. Selama ini, ia bukannya tidak mengerti tentang Ryeowook yang berusaha menyembunyikan tangisnya, ia tahu benar persoalan ini, tapi…ia tidak tahu apa alasan Ryeowook tidak pernah mau menunjukkan air matanya dihadapannya maupun orang lain.

Ryeowook yang sok tegar dan selalu menunjukkan sisi sombongnya dihadapan orang lain…kini berubah 180 derajat. Yeoja yang masih tertidur sambil menangis itu kini tampak rapuh dan penuh dengan tekanan.

Yah, Choi Ryeowook memanglah gadis yang sombong. Tidak ada alasan kenapa ia bisa menjadi sombong, karena memang sombong adalah karakternya. Aku tidak berbohong tentang sifatnya yang sombong, hanya saja setiap manusia pasti memiliki sisi buruk dan baik. Dan sisi buruk dalam diri Ryeowook adalah kesombongan yang ia miliki.

Gadis sombong ini sering sekali meremehkan orang lain dan mencemooh apa saja yang menurutnya sangat buruk.

Dari raut wajah Ryeowook yang tidak tenang sama sekali selama tidur, bisa Yesung simpulkan bahwa Ryeowook memiliki tekanan dalam hidupnya. Ditambah dengan tiba-tiba meneteskan air matanya ditengah-tengan tidurnya semakin menguatkan apa yang dikatakan Yesung.

Tangan Yesung terangkat mengelus surai madunya yang sudah lepek karena keringat dingin yang terus mengucur seperti air terjun dari pori-pori kulitnya. Yesung tersenyum kecut memperhatikan wajah kesakitan Ryeowook.

Dalam hati ia membatin. ‘Apa ini karena semalam kau menungguku dan kedinginan?’

.

.

.

Dengan keadaannya yang seperti itu, tega-kah kau meninggalkan hatinya sendirian?

Tidak! Bukan maksudku untuk menahan langkahmu dan menghentikan hatimu yang mulai berubah, hanya saja…aku ingin mengingatkanmu

Perhatikan hatimu lebih jauh lagi, dan pahamilah apa arti kata Mencintai dan Mengagumi

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC

63 comments on “(GS/Chapter) We Don’t Leave You! ~02

  1. kau berhasil membuatku menangis choi-ssi :'(
    sebegitu tertekan’a kah kamu baby~
    sampai demam dan meneteskan air mata saat tidur :'(
    sabaaarr sayaaanngg~
    mungkin sepertinya yeppa udah mulai berubah
    tapi.. kumohon jangan se-sakit ituuuu :'(
    kesian baby #Hug

  2. wookie ternyata cemburu bneran gw kira dg sifat dy yg sombong + ketus gk bkln dy kenal yg nmny cemburu.

    ah trz itu eunhyuk udhlah gk usah suka atw dket lagi sama yesung…
    itu donghae msh nganggur kn!
    coba buka hati aja buat donghae!

    wookie klo bsa d blng pnya sgalany dy pnya harta, kakak yg sayang, baik + perhatian trz jg pnya yesung yg sayang bgtt sama wookie…
    tp sayangny sifat wookie itu yg buat dy d mata orng gk perfect

  3. Wookienya keren karakternya, jarang2 nih wookie jadi punya sifat gini haha, udh songong kaya omongannya pedes, aduh komplit banget + pecemburu banget ternyata, okeoke next bacaaa:)

  4. kenapa harus adda eunhyuk iiiiiiiiiiiiiiiih…. haaaaaaah wookieee jgn sombong gth donk … gk cocok tw sma muka kamu yang imut2 itu…. kaian tuuuh swonie oppa nangis gara2 liat kammu sakit…. huhuhu

    ff ny daebaek :)

  5. Huwaa …
    kasian banget ama ryeong oppa ..kenapa hyukki oppa kayak gitu sih. udah tau kalo yeppa namjachigu-nya ryeog oppa …dan juga kenapa yeppa beda2in ryeong sama hyukki oppa ,inget Ryeong Oppaaa :'(

  6. Heechul oppa, kai sngat mnyebalkan knpa kau mmpengaruhi Ryeowook oppa, wah hbat skali Kim Jongwoon, kau mngacuhkan Ryeowook oppa -_-. Kalau aku jdi Ryeowook oppa entah apa yg akan ku lakukan. Kau blang klau kmu hnya mrsa nyaman. Tpi smua lelaki itu mmpunyai sifat bjat sbaik apapun itu, dn itu trbukti kn. Kau brniat mninggalkan Ryeowook dn sdah mlai mlakukan penghianatan -_-.

  7. oh kim jong woon knpa kau menghiraukan ryeowook, malah asyik ngobrol ma hyukkie, kasian kan wookienya jdi sedih,,

    hyukkie kamu sama hae aja ne, pan dia udah baik ma kamu, knpa kmu gak pernah liat donghae, padahal kan dia udah cinta dan sayang ma kamu,,

  8. Kasian ryeowook, itu sbnre kyu suka yaa sm ryeowook?
    Kasian sungmiinnya nanti

    Tapi ff nya keren yakin.
    Tapi. Jangan bikin ryeowook sedih sii kasiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s