(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 03

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 3

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

“ Hei, sudahlah jangan cemberut terus, Oppa kan sudah minta maaf Chagy~ ”

Donghae masih terus memohon pada yeojacingunya yang manja itu untuk tak terus memasang tampang sebalnya. Bagaimana tidak sebal eoh? Jika yeoja mungil itu harus dihukum oleh Sunbae seramnya dan namjacingunya justru tertawa meledeknya dan lebih memilih bercengkrama dengan hoobae wanitanya? Uggh, siapa pun pasti marah.

“ Aku mau masuk. Oppa cepatlah pulang ”

Ryeowook membalikkan badannya untuk segera memasuki rumahnya yang bisa dibilang mewah itu. Malam ini sepertinya akan menjadi malam yang menyebalkan bagi yeoja mungil itu.

GREEPPP~

“ Mianhe, jeongmal mianhe. Jangan diamkan Oppa seperti ini Wook-ah ” Donghae yang sedari tadi duduk di motor yang ia gunakan untuk mengantar Ryeowook itu kini tengah turun dan memeluk Ryeowook erat.

“ Oppa hanya mencintaimu. Percayalah~ ”

Di sesapnya aroma grape yang masih tetap menguar kuat dari tubuh mungil di dekapannya itu.

“ Aku lelah. Bisakah lepaskan aku? Aku mengantuk Oppa ” mohon Ryeowook yang sebenarnya hanya alasannya agar Donghae melepas pelukannya. Dengan berat hati Donghae melepas pelukannya, lalu menangkupkan tangannya di wajah imut Ryeowook yang kelihatan lelah sekali hari ini.

“ Besok Oppa jemput ne? ”

Ryeowook menggeleng pertanda menolak tawaran Donghae. Haah~ sepertinya kali ini uri Ryeowookie benar-benar kesal dengan Donghae.

“ Lebih baik Oppa jemput kekasih-kekasih Oppa lainnya saja. Besok aku minta antar Appa saja ”

Ryeowook menundukkan kepalanya tak mampu menatap mata Donghae yang akan dengan mudah membuatnya terhanyut dalam pesonanya.

GREEEPPPP~

Kembali direngkuhnya tubuh mungil itu dalam pelukannya.

“ Kau ini bicara apa sih? Hanya kau yeojacingu Oppa. Tak ada yang lain. ” Donghae kembali meyakinkan yeojanya itu. Hei, bukankah sudah ku bilang bahwa Ryeowook adalah yeoja satu-satunya yang ia miliki saat ini, yeaah walaupun dia memang masih sering tebar pesona atau pun sedikit berdekatan dengan yeoja-yeoja lainnya.

Tidak, Ryeowook bukanlah yeoja dengan tingkat ke possessivan tingkat Dewa. Dia hanya akan marah dan kesal jika Donghae berdekatan dengan mantan-mantannya dan yeoja yang Ryeowook pikir dapat mengancam hubungannya. See, dengan Eunhyuk saja dia tak pernah marah. Bahkan dia rela berbagi Donghae nya dengan Eunhyuk. Ryeowook tak pernah marah atau pun protes meskipun Donghae dan Eunhyuk berboncengan setiap hari. Bahkan dia tak sedikit pun menyinggung akan kedekatan Eunhyuk dengan Donghae dan tak pernah menuntut Donghae untuk mengantar dan menjemputnya ke sekolah. Ryeowook sadar, bahwa Eunhyuk jauh lebih membutuhkan tumpangan Donghaenya dari pada dirinya yang bisa saja meminta Appa atau orang-orang yang mengejar-ngejarnya untuk mengantarnya dan menjemputnya. Bukankah dia yeoja yang sangat simple?

Dilepasnya pelukan Donghae yang mengunci tubuh mungilnya itu.

“ Hati-hati di jalan ne Oppa ”

CHUUUU~ di kecupnya sekilas bibir Donghae, hanya sekilas tak seperti biasanya. Mungkin efek marah dan ngambek lebih mendominasi saat ini.

“ Oppa akan menghubungimu nanti ”

Donghae pun akhirnya menyerah untuk membujuk Ryeowooknya agar tak marah lagi padanya. Di tancapnya motor biru sport miliknya itu, mulai meninggalkan pekarangan rumah mewah Ryeowook.

Di perjalanan, sedikit banyak ia memikirkan Ryeowook yang sepertinya tampak benar-benar kelelahan. Keterlaluankah tadi dia?

Heumm. Membiarkan yeoja manja itu berlari mengelilingi ruang latihan dance nya sebanyak tujuh kali, membiarkan yeojanya melakukan lompat katak lebih dari lima belas kali, membiarkan yeoja mungilnya itu menahan isak tangisnya sendirian saat Eunhyuk memakinya, mengatainya bodoh dan tak bisa apa-apa. Bolehkah ku sebut bahwa mungkin ini sedikit keterlaluan? Ckckckck-___-

.

.

Braaakkk~

Ryeowook membuka pintu rumahnya kasar yang tentu saja membuat seluruh penghuni rumah menatap langsung mengalihkan perhatiannya pada yeoja mungil itu.

“ Heoh? Kenapa membuka pintu dengan kasar Chagy? Ekkh, kenapa anak Umma yang manis ini menangis? ”

Nyonya Kim, sang Umma Ryeowook pun langsung memeluk aegyanya yang manja itu kala Ryeowook berlari dan berhambur memeluknya.

“ Hikz.. Hikz.. ”

“ Wae Chagy? Kenapa kau menangis? Cerita pada Umma, eumm?? ”

Nyonya Kim mencoba menenangkan Ryeowook yang berada dalam pelukannya, Nyonya Kim faham betul tentang anaknya yang manja ini, jika sudah menangis begini pasti hanya pelukan yang bisa meredahkan tangisnya. Benar-benar manja eoh?

“ Oppa menyebalkan, Ikan Mokpo jelek itu selingkuh Ummaaa~ hukz..hukz.. ”

Nyonya Kim mengkerutkan keningnya dan beralih memandang sang Suami yang sepertinya turut tak mengerti dengan ‘Ikan Mokpo’ yang Ryeowook sebut.

“ Ikan Mokpo? Siapa yang kau maksud Chagy? ” kini Tuan Kim ikut bertanya.

“ Uggh, siapa lagi kalau bukan Donghae Oppa yang jelek ittuuuuu~ ” Ryeowook merengek manja.

Tuan Kim dan Nyonya Kim itu pun tersenyum mendengar nama ‘Donghae’. Ya, mereka sangat mengenal baik dengan namjacingu aegya nya itu, bahkan mereka sudah sangat merestui hubungan keduanya. Nyonya dan Tuan Kim itu pun juga selalu memasrahkan Ryeowook padanya.

Ini bukan kali pertamanya Ryeowook pulang dengan keadaan cemberut dan menangis meraung-raung seperti ini, bahkan hal seperti ini sudah kerap sekali terjadi. Mengingat betapa manjanya putri mereka yang satu itu.

“ Hei, kenapa lagi dengan namjacingumu itu eoh? ” Nyonya Kim bertanya lembut dengan mengelus puncak kepala Ryeowook sayang.

“ Dia bukan namjacinguku Ummaa~ ” Ryeowook semakin menenggelamkan kepalanya di pelukan sang Umma. Seolah mengerti bahwa Ryeowook tengah kesal dengan Donghae, sang Umma justru menyeringai.

“ Bukan namjacingumu? Lalu siapa namjacingumu Chagy? ”

“ Aku.. aku tak punya namjacingu ” Jawab Ryeowook dengan diselingi cegukan.

“ Benarkah? Ah~ pantas saja kemaren Umma melihat Doghae bersama dengan yeoja cantik, sexy, tinggi, langsing, berwajah dewasa dan seperti— ”

“ Ummmaaaaa~ ” Ryeowook semakin merengek manja kala sang Umma menggodanya dengan cara memanas-manasinya.

“ Kekeke~ kau itu, kenapa selalu menangis sih? Kau harus dewasa chagy, jangan kekanak-kanakan terus. Bicarakan masalahnya dulu baik-baik, jangan menuduh Donghae selingkuh begitu saja ”

“ Kenapa Umma membelanya sih? Sebenarnya anak Umma siapa? ”

Ryeowook melepas pelukannya dan berlari menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Ckck, masih belum dewasa eoh?

Nyonya dan Tuan Kim itu hanya geleng-geleng pasrah melihat tingkah manja putrinya. Mereka tak begitu memusingkan jika masalahnya hanya seperti itu, karena mereka hafal sangat dengan sikap Ryeowook dan Donghae, meskipun hampir setiap hari bertengkar tapi keduanya pasti ujung-ujungnya akan kembali lagi. Lagi pula mereka yakin jika Donghae tak mungkin selingkuh, mengingat seorang Lee Donghae bahkan sudah pernah secara terang-terangan akan berjanji menjaga dan membuat Ryeowooknya bahagia di depan kedua orang tua Ryeowook. pemberani eoh?

“ KYAAAAAAA~ NAMJA MESUM, APA YANG KAU LAKUKAAAAAN~ ”

Nyonya Kim menepuk dahi nya saat mendengar teriakan Ryeowook yang berhasil menggoyangkan seisi rumah mewah itu.

“ Astaga Yeobo, aku lupa tak memberitahu Wookie kalau di kamarnya ada Jong Woon ”

“ Sudahlah, tak perlu di pikirkan, toh pasti Jong Woon bisa mengendalikan anak manja itu ”

Nyonya Kim mengangguk setuju. Suaminya benar bahwa jong Woon pasti bisa mengendalikan Ryeowook yang manja itu. Benar saja, coba dengar…. teriakan Ryeowook yang tadi membahana kini di gantikan dengan rengekan-rengekan manja. Bisa ditebak oleh kedua orang tua Ryeowook, bahwa saat ini pasti Ryeowook tengah memeluk Jong Woon.

Baiklah, untuk membuktikan omongan orang tua Ryeowook itu, mari kita lihat keadaan di kamar yeoja manja itu.

*Ryeowook’s Room*

Lihat apa yang terjadi.. Dengan possessive nya Ryeowook memeluk Jong Woon erat. Seolah ingin mematahkan semua sendi-sendinya.

“ Ya!Ya! berhenti menangis. Ck, sudah dewasa masih saja cengeng ”

Meskipun Jong Woon atau panggil saja dia Yesung—nama panggilan yang Ryeowook berikan karena menurut Ryeowook suaranya yang sangat indah itu, menggerutu saat Ryeowook masih enggan menghentikan tangisnya, toh dia masih tetap memeluk yeoja yang sangat dilindunginya itu.

Hah~ hanya desahan pasrah yang dapat di keluarkan Yesung saat mengetahui yeoja itu sudah terlelap dalam dekapannya. Senyum mengembang di bibir sexynya ketika menyadari bahwa Ryeowook nya tak berubah, masih sama seperti dulu yang akan langsung tertidur nyenyak jika Yesung sudah memeluk Ryeowook.

Dibaringkannya tubuh mungil itu, perlahan tangannya menyibakkan helaian anak rambut yang menutupi keningnya, di kecupnya lembut keningnya sambil membisikkan ‘Jaljayyo Chagy’.

Sebelum Yesung benar-benar pergi dari kamar gadis manja itu, sekilas matanya mengamati dengan teliti wajah imut itu, hidungnya yang mancung, bibir tipisnya yang begitu menggoda, mata yang saat ini tengah menyembunyikan caramel indah, Uggh, Yesung benar-benar di buat tergila-gila dengan semua yang ada pada diri gadis itu.

Mata Sipit yang tadi membentuk sebuah bulan sabit kini seperti tampak meredup, entah apa yang membuatnya tiba-tiba menjadi seperti itu. Di langkahkan kakinya keluar dari kamar yang di dominasi warna ungu itu.

“ Jong Woon, apa anak manja itu sudah tidur? ” tanya sang Nyonya Kim.

“ Ne, ahjumma. Wookie sudah tidur, sepertinya dia kelelahan ” jawabnya sesopan mungkin.

“ Tsk, anak itu. Bisa-bisanya memaksakan dirinya untuk mengikuti ekskul dance, padahal kau tahu sendiri kan kalau dia begitu pabbo soal dance ” Nyonya Kim itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ Dance? Untuk apa dia mengikuti ekskul itu Ahjumma? Bukankah dia lebih ahli dalam bidang musik? ” Yesung mengernyit aneh mendengar penuturan yeoja paruh baya di depannya ini.

“ Apa lagi jika bukan karena namjacingunya itu ” Nyonya Kim tersenyum senang jika membicarakan sesuatu hal yang menyangkut namjacingu anak gadisnya itu. Aigooo~ sebegitu special nya kah seorang Lee Donghae di mata Umma Ryeowook?

PRAAAANNGGG~ bukan, ini bukan suara besi yang jatuh atau vas bunga yang ditabrak kucing, tapi ini adalah suara hati seorang Yesung. Hancurkah mendengar gadis yang baru saja terlelap dalam dekapannya itu sudah memiliki namjacingu?

“ Woon, Jong woon ”

“ Ekkh, aah mianhae Ahjumma, sepertinya saya harus pulang dulu, Umma tadi menyuruhku pulang ” sekuat tenaga Yesung berusaha terlihat baik-baik saja.

“ Oh, baiklah. Salam untuk Umma mu ne ”

Yesung pulang dengan langkah yang terasa berat. Mendengar gadisnya yang manja itu sudah memiliki namjacingu benar-benar membuatnya terpuruk. Tidak, Yesung bukanlah seorang Alayers, hanya saja, dia masih belum terima jika Ryeowooknya yang manja itu sudah dimiliki oleh namja lain.

Masih terlihat jelas dalam pikirannya, dimana Ryeowook yang dulu masih sangat kecil selalu saja mengikutinya kemana pun Ia pergi. Ryeowook kecil yang sangat cengeng, Ryeowook gadis kecilnya yang selalu mengajaknya bermain bersama. Dan masih banyak lagi masa lalu yang kini terputar kembali dalam otak Yesung.

.

.

Keesokan harinya…

Eunhyuk berdiri kaku dengan mata yang membelalak tak percaya. Pandangan matanya lurus ke depan ke sebuah objek, objek seorang yeoja dengan kulit putih serta pipi sedikit tembem yang sepertinya adalah murid baru yang kemaren di bicarakan oleh kepala sekolah yang akan sekolah disini serta mengikuti kegiatan ekskul Dance.

“ Annyeong Eunhyuk Eonnie, lama kita tak jumpa ” sapa yeoja baru itu ramah yang berhasil membuat hati Eunhyuk berdetak tak karuan. Tidak, dia bukan pecinta sesama yeoja, hanya saja yeoja itu, yeoja itu pasti akan membawa sesuatu yang buruk bagi sahabat yang dicintainya.

“ Apa kau sudah berhasil membuat Donghae Oppa mencintaimu? ” yeoja berpipi tembem dengan name tag ‘Henry Lau’ itu tersenyum meremehkan di hadapan Eunhyuk.

“ Kenapa kau kembali? ” sekuat tenaga Eunhyuk kerahkan agar suaranya tetap stabil terdengar dingin dan menusuk.

“ Wow, kenapa kau sangat dingin seperti itu Eonnie, kau tetap jahat dan tak berubah ” yeoja bernama Henry Lau itu berpose mengerucutkan bibirnya kedepan yang sebenarnya membuat wajahnya tampak imut.

“ Terserah, ku harap kau tak membuat hidup Donghae akan hancur lagi ”

Tap.. Tap.. Tap.. Eunhyuk melangkahkan kakinya menjauhi yeoja itu, sungguh dia benar-benar kalut kali ini. Dia kalut jika saja sahabat yang ia cintai itu akan kembali bertatap muka dengan Henry yang notabenenya adalah seseorang yang pernah mengahancurkan hidup Donghae.

.

Cinta akan selalu ada, hanya saja bentuknya yang akan berubah

Karena cinta itu bisa dinikmati siapa saja seperti takoyaki dan lengket seperti natto ^^

.

.

‘Apa yang sedang kau lakukan?’

‘Chagiyaaaa~ Oppa merindukanmu’

‘Kau bisa pukul Oppa, tapi jangan diamkan Oppa seperti ini’

‘Tidak bisakah memaafkan Oppa?’

‘Hanya kau satu-satu nya Chagiyaaa~’

‘Oppa mencintaimu, Saranghaeee~’

Draaakk.. di bantingnya ponsel itu di meja depan yang ia gunakan untuk belajar di sekolah.

“ Ya, jangan berisik, kau meganggu konsentrasiku Hae ” Eunhyuk yang duduk bersebelahan dengan Donghae sedikit terganggu dengan bunyi ponsel yang baru saja di lempar oleh Donghae.

“ Tsk, ini semua gara-gara Kau Hyuk ”

Eunhyuk menatap Donghae sengit, “ Apa maksudmu karena ku? ”

“ Wookie tak mau membalas pesan ku, tak mau mengangkat telpon ku, bahkan kemaren malam dia tak bicara saat aku mengantarnya pulang ”

Donghae mendesah frustasi jika mengingat kejadian-kejadian apa saja yang dialami yeojacingunya kemarin.

“ Itu kan urusanmu Hae, kenapa jadi aku yang kau salahkan? Lagi pula kau sendiri yang salah, sudah tahu anak itu manjanya tingkat dewa tapi kau masih sempat-sempatnya menggodanya dengan cara bermesraan dengan yeoja lain, Tsk ”

Donghae semakin menelungkupkan wajahnya di meja. Hari ini yeoja berperawakan mungil itu tak masuk sekolah, dan itu sukses membuat Donghae semakin merasa bersalah.

“ Hae, kau ingat dengan Henry? ” Eunhyuk berucap dengan sedikit lirih ketika menyebut nama Henry, takut jika sahabatnya itu akan marah.

Donghae melirik tak suka pada Eunhyuk “ Tidak!! Aku tak pernah tau atau pun mengenal orang bernama Henry ”

Eunhyuk mendesah frustasi, benar kan apa yang ada dalam pikirannya, pasti Donghae akan sensitive sekali jika mendengar nama Henry.

“ Dia murid baru yang di bicarakan kepala sekolah kemarin, dan dia akan bergabung dengan klub dance kita ”

Donghae menegakkan tubuhnya menjadi bersandar pada sandaran kursinya, menatap tajam pada Eunhyuk, ekspresi tak suka, benci, marah semua tampak jelas di wajah childish namja penyuka ikan itu.

“ Ku harap semua akan tetap baik-baik saja ”

Eunhyuk berucap tenang sembari menatap lekat bola mata Donghae yang memancarkan kilat marah. Tak di pungkiri, Eunhuk pun sedikit takut jika berlama-lama menatap mata tersebut. Segera di alihkannya tatapan matanya ke objek buku tulis di mejanya. Eunhyuk benar-benar tak bisa menatap mata itu terlalu lama. Entahlah, hanya terasa menyakitkan juga bisa menghanyutkan untuk dirinya.

“ Mau apa dia disini? ” kali ini wajah Donghae sudah kembali seperti semula, meskipun nada bicaranya benar-benar sengit untuk di dengar.

“ Molla, ku harap dia tak akan membawa perubahan apa-apa untukmu ”

“ Apa maksudmu? ”

“ Dia gadis yang dulu sangat kau cintai sekaligus gadis yang menghancurkanmu. Bisa saja kali ini dia hadir lagi dalam hidup mu dan membuatmu mencintainya lagi ”

“ Itu tidak akan ” jawaban Donghae begitu tegas.

“ Tak ada yang tak mungkin Hae, banyak hal di dunia ini yang terjadi tanpa kita sadari. Aku hanya mengingatkanmu ”

Donghae diam, tak ada lagi yang bisa Ia ucapkan. Eunhyuk benar, selama ini Henry selalu berhasil membuatnya takluk. Dan bukan hal tak mungkin jika kedatangannya akan membuat dirinya jatuh lagi pada pesonanya. Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya, menghalau semua pikiran yang Ia takutkan.

Eunhyuk memandang sendu pada Donghae. Dia sadar, bahkan dalam hal ini Ia tak pernah sedikit pun ada dalam pikiran Donghae. Selama ini Ia hanya sahabat Donghae, yang mendengarkan keluh kesah Donghae, memberi masukan padanya saat Donghae marahan dengan yeojacingunya, menghiburnya saat Donghae merindukan sosok figur Appa dalam hidupnya, intinya Eunhyuk hanyalah sebatas sahabat bagi Donghae.

Eunhyuk hanya diam, dia tak pernah sedikit pun protes atau pun marah jika Donghae merepotkannya. Bagi Eunhyuk, kebahagiaan Donghae adalah kebahagiaannya juga. Munafik? Iya. Tapi mau bagaimana lagi? Memang ini kan janji Eunhyuk dari awal sejak pertemuannya dengan Doghae yang menyelamatkannya dari tindasan anak-anak lainnya.

Seutas senyum tergambar di bibir kissable nya, kala ia mengingat saat-saat dimana awal pertemuannya dengan Donghae…

~Flashback~

“ hei lihat, yeoja cengeng itu sudah datang ” teriak salah satu murid yeoja yang saat itu tengah duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar.

“ Mana? Ah iya itu dia. Issh, lihat dia. Cara berpakaiannya benar-benar seperti anak bayi ” ejek siswa lainnya yang di ketahui adalah teman satu kelas yeoja yang sedari tadi dijadikan bahan perbincangan.

Lee hyuk Jae, yeoja cengeng dan lemah itu memasuki kelasnya dengan diiringi cibiran-cibiran dari temannya. Sesekali siswa-siswa nakal itu menjambak rambut Eunyuk, mencubit tangan kurusnya sampai memerah, bahkan ada yang dengan senang hati melemparnya dengan botol aqua.

eunhyuk—panggilan yeoja lemah itu, kini hanya bisa diam terduduk sendirian di bangkunya. Tak ada teman untuk diajaknya bermain. Semua tak ada yang mau berteman dengannya, karena menurut mereka Eunhyuk itu lemah, selalu bisanya menangis dan tak bisa apa-apa. Yang hanya dia lakukan hanyalah diam, saat teman-temannya selalu melecehkannya, mencibirnya, mengejeknya dan apapun itu, Eunhyuk lebih memilih diam.

“ heh, anak idiot. Pindah kebelakang sana. Aku ingin duduk disini ” salah satu siswa namja yang membencinya menyuruh yeoja lemah itu untuk pindah duduk dibelakang sendiri.

“ Ta-tapi i-ini kan te-tetempat du-duduk ku ” di beranikan dirinya untuk melawan.

SREETT BRAAAKK

“ Ah, sakkit ” Eunhyuk meringis kesakitan saat rambutnya dijambak dengan keras sampai ia jatuh terduduk dilantai. Hei, jangan kira itu tak sakit, ini sangat menyakitkan.

“ Bukankah sudah ku katakan, aku ingin duduk disini. Dan kau jangan pernah membantah ” namja itu membentak Eunhyuk sambil sekali lagi menjambak rambut pirang Eunhyuk yang saat itu ia kucir satu.

DUAAGGhh~

Namja yang tadi sedang menjambak rambut Eunhyuk itu kini tersungkur dengan tidak elitnya karena mendapat serangan tiba-tiba dari arah samping kanannya.

“ Do-donghae, a-apa ya-yang kau lakukan? ” namja itu tergagap lucu saat hendak membalas perlakuan siapa orang yang berani menendangnya dengan keras.

“ Kau!! Apa yang kau lakukan pada seorang yeoja yang lemah? Ciih, kau benar-benar pengecut. Kau itu namja, tapi kau hanya bisa menyerang yang lemah terlebih itu yeoja.  Dasar tidak berguna ” namja pemberani dengan name tag ‘Lee Donghae’ itu kini menarik tangan Eunhyuk yang masih saja meringkuk ketakutan.

“ Jangan takut. Aku bukan sekumpulan orang-orang tak berguna itu ”

Donghae tersenyum manis, membuat pipi Eunhyuk merona hebat. Tak hanya Eunhyuk, tapi seluruh siswa yeoja yang berada disana pun dibuat menganga tak percaya. Oh, siapa yang tak kenal dengan Donghae? Namja keren yang imut dan selalu ramah itu selalu menjadi pujaan hati para yeoja disekolahnya. Ckck, bahkan masih kecil pun ia sudah digilai banyak yeoja.

“ Go-gomawo ” Eunhyuk berusaha mati-matian untuk menyembunyikan rona merah di pipinya.

“ kekeke~ kau itu benar-benar manis ” diacaknya rambut Eunhyuk gemas.

“ Hyukkie, saat mereka menindasmu kenapa kau diam saja? ”

“ Me-meangnya a-aku ha-harus ba-babagaimana? ”

Sekali lagi Donghae mengacak gemas rambut itu, “ Seharusnya kau membela dirimu. Kalau kau terus lemah maka mereka akan semakin senang menindasmu. Sebagai yeoja, kau tak boleh lemah. ” titah Donghae yang kali ini membuat Eunhyuk semakin mengagumi namja disampingnya ini.

“ Nah, bagaimana kalau kita berteman? Aku janji akan menjagamu dan mengajarimu menjadi kuat. Dengan begitu kau tak akan di tindas lagi oleh sekumpulan siswa tak berguna itu. Eothe? ”

Eunhyuk mengangguk mantab. Dalam hati ia mambatin ‘Donghae, kau memang pahlawanku. Aku janji akan membuatmu bahagia. Itu janjiku ’

Sejak pertemanan mereka itu, Eunhyuk selalu bersama Donghae. Perlahan sifat lemah Eunhyuk selama ini pun luntur digantikan dngan seorang Lee HyukJae yang tangguh dan pemberani. Donghae benar-benar membawa perubahan yang lebih baik bagi Eunhyuk. Bahkan sampai sekarang dia pun juga memiliki banyak teman.

Tapi seiring berjalannya waktu, entah itu kapan. Sebuah perasaan yang sulit dijabarkan oleh Eunhyuk tumbuh di dalam hatinya. Membuat janji di dalam hati Eunhyuk semakin kuat.

Yeah, janji itu. Janji bahwa Eunhyuk akan mebahagiakan seorang Lee Donghae pahlawannya.

Bukankah janji anak kecil itu selalu akan dilupakan dengan seiring berjalannya waktu? Tapi ini tak berlaku bagi Eunhyuk, bagi Eunhyuk ‘janji adalah sesuatu yang harus terlaksana’ ^^

~flashback off~

“ Kie..Hyukkie ” Donghae memanggil Eunhyuk untuk kesekian kalinya.

“ Eh? Ada apa Hae? ”

“ Kau melamun? ” tanya Donghae dengan tak menjawab pertanyaan Eunhyuk.

“ Ti-tidak. Aku hanya sedang memikirkan soal matematika ini ” Eunhyuk mengankat buku matematika yang memang sejak tadi berada di mejanya. Donghae hanya ber’oh’ria dan kembali memutar-mutarkan ponsel yang tadi ia banting.

.

Tidak masalah jika kau tak mengetahui perasaanku, asal kau tetap berada di samping ku maka aku akan baik-baik saja

Bahkan jika dunia ini membuatku menangis, aku akan baik-baik saja karena ada kau di sisiku

Karena kau selalu di sisiku seperti debu yang selalu menempel dan meninggalkan jejak kenangan manis

Dan aku akan selalu tersenyu memandang kebahagiaanmu untuk memudahkan hatiku ^^

_ Choi Ryeosomnia _

.

.

.

Keadaan kembali riuh ketika sepasang kekasih ter’vulgar’ itu melakukan adegan kissing di hadapan para siswa di kelas yang memang terkenal dengan kenakalan diatas rata-rata itu. Semua bersorak untuk di pertontonkan.

Semua mata melotot ketika melihat sang pria itu kini tengah mencium ganas yeoja dengan blash on tebal di pipi tirusnya. Sebut saja yeoja itu bernama Kim Kibum tapi sering di panggil Key, dan namja yang kini tengah menciumnya itu benama Lee Jinki tapi sering di panggil Onew. Ckck, pasangan yang pas kan dengan menggunakan nama beken sebagai panggilan? Kekeke~

Ketika seisi kelas riuh dengan pasangan ter’hot’ itu, salah satu dari sekian banyak dari penghuni kelas itu justru hanya memandang jengah dan lebih memilih memainkan PSP kesayangannya yang selalu ia bawa kemana-kemana bahkan ke kamar mandi sekali pun. Keterlaluan eh? Ya. tapi mau bagaimana lagi jika memang itu lah perangai dari namja tampan dengan senyum evil nya itu.

Cho Kyuhyun, namja itu terlihat lebih pendiam hari ini. Tidak, bukan terlihat tapi memang hari ini dia hanya diam dan tak menjaili murid lainnya seperti kebiasaannya setiap harinya. Bahkan wajah tampan yang selalu tampak berseri-seri itu kini tampak kusut seperti baju yang belum di setrika. Dan lagi, oh pakaian yang ia gunakan pun sudah tak seperti seorang siswa menengah atas dan eeerrrr lebih seperti anak TK yang tak bisa memakai baju. Sebegitu menyedihkannya kah hari ini Kyu?

“ Yo!! Kenapa kau murung terus Kyu? Kau membuat kelas ini di penuhi hawa panas ” namja—Onew yang sudah selesai mempertontonkan adegan panasnya dengan yeojacingunya itu kini beralih duduk di samping Kyuhyun yang masih setia memainkan PSP nya dan mengacuhkannya.

“ Sebegitu berpengaruhkah seorang Kim Ryeowook bagi kelangsungan hidupmu? ” Lagi, Onew memberikan pertanyaan yang menurut Kyuhyun sangat tak penting.

“ Ku dengar kemarin sore ia marah pada namjacingunya ” Onew berucap dengan seringaian mengerikan dibibirnya.

Dengan kecepatan penuh, Kyuhyun mengalihkan perhatiannya pada Onew—sahabat yang menurutnya sangat menyebalkan itu. Di tatap tajam begitu oleh seorang Cho Kyuhyun membuat Onew paham dengan maksud sahabatnya itu.

“ Aku tak bohong. Taemin—sahabat Key yang merupakan teman Wookie sekaligus juga mengikuti ekskul dance bercerita pada Key kalau Wookie tak masuk sekolah karena marah pada namjacingunya itu ” Onew menjelaskan dengan hati-hati.

“ Ciiihh, bisa-bisanya tak masuk sekolah hanya karena namjanya yang playboy itu ”

Entah Kyuhyun mencibir siapa dalam konteks ini, karena disini hanya ada Onew, sedangkan yang di maksud oleh Kyuhyun adalah Ryeowook dan Donghae.

“ Kau sendiri bagaimana? ”

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya seolah berkata ‘apa maksudmu?’ dan tentu saja Key paham dengan bahasa tubuh yang Kyuhyun gunakan.

“ Kau sendiri juga kacau tanpa Wookie di sampingmu ”

Kyuhyun memandang lurus Onew, mencoba menunggu kelanjutan ucapan Onew yang menurutnya masih ada.

“ Sadarlah, Wookie itu mencintai Donghae hyung. Seharusnya kau belajar melupakannya dan mencari yeoja lain. Masih banyak kan yeoja di luar sana yang mengantri mu? ”

“ Aku tak bisa ”

Onew mendesah pasrah, lagi-lagi hanya jawaban ketus yang sama yang lagi-lagi harus Ia dapatkan. Onew sedikit bingung dengan jalan pikiran sahabatnya ini, bagaimana bisa Kyuhyun—sahabatnya yang tampan itu rela menjadi bayang-bayang Ryeowook yang akan selalu menyertai dan melindungi yeoja yang bahkan sudah memiliki namjacingu itu?. Onew sendiri juga sudah tak tahu harus bagaimana lagi untuk membuat sahabatnya itu berhenti mengejar sesuatu yang sudah jelas akhirnya. Yeah, akhir yang sudah pasti akan menyakitkan baginya—Kyuhyun.

Selama ini Ryeowook pun sudah dengan jelas, tegas, dan lantang juga tanpa ragu mengucapkan bahwa ‘AKU MENCINTAI DONGHAE OPPA, TAK ADA YANG LAIN. AKU TAK MAU NAMJA LAIN SELAIN DONGHA OPPA, POKOKNYA HANYA DONGHAE OPPA’ —seluruh siswa di sekolah itu juga sudah tahu bagaimana yeoja mungil itu mengucapkannya menggunakan microfon sekolah yang tentu saja dapat di dengar oleh seluruh wilayah bahkan sudut rumah semut yang berada di sekolah itu. Terdengar gila dan lebay kah? Hanya kalian yang bisa menilai.

“ jangan coba-coba membujukku untuk melupakan perasaan ini, kau tahu itu takkan mungkin ”

Kyuhyun bangkit dari duduknya serta memasukkan PSP kesayangannya ke dalam saku celana sekolahnya itu.

“ Kau mau kemana? Sebentar lagi pelajaran akan di mulai ” teriak Onew saat Kyuhyun sudah mulai sampai di depan pintu ruang kelas. Sekilas Kyuhyun menelengkan kepalanya menghadap Onew “ Aku sedang malas mengikuti pelajaran. Ijinkan aku ”

Kyuhyun melambaikan tangannya dengan kepala yang sudah menghadap kedepan. Onew terkekeh melihat kelakuan Kyuhyun. Sahabatnya itu selalu saja berhasil membuatnya berdecak kagum akan keteguhan hatinya. Sedikit banyak Onew juga turut sedih jika menyaksikan mata Kyuhyun yang selalu bekilat jenaka itu mereduk kala pupil bulat mata Kyuhyun menangkap Ryeowook bersama Donghae. Tapi, apa lagi yang bisa Onew lakukan? Dia kan hanya pihak luar yang hanya bisa mendukung apa pun yang di lakukan sahabat sejak SMP nya itu.

.

Bahkan jika kau sudah memiliki cinta yang lain, aku tetap tak bisa melupakanmu dan aku tak bisa berpaling dari mu

Aku hanya ingin mencintaimu dan tak pernah berpikir untuk melihat yang lain

_ Choi Ryeosomnia_

.

.

.

“ Membolos saat jam pelajaran berlangsung itu sangat tak disiplin ” suara nyaring sedikit serak itu sedikit menganggu kesenangan namja jangkung yang sibuk mendengarkan music dengan headphone  yang bertengger di telinganya itu.

“ Noona? Sedang apa disini? ” Kyuhyun yang baru saja akan berniat memarahi siapapun yang telah berhasil mengusik ketenangannya itu kini justru tersenyum dan sedikit terkejut juga ketika melihat siapa yang berani mengusiknya.

“ Seperti yang kau tahu. Aku akan selalu ada dimana kau berada ” yeoja dengan name tag ‘Lee Sungmin’ tersenyum sembari mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun yang kini juga sudah merubah posisi yang tadinya berbaring menjadi duduk.

Kyuhyun mengumbar senyum manis, Ugh, Sunbae nya ini memang selalu ada dimana pun dirinya berada. Ikatan batin kah? Entahlah.

“ Apa ini karena gadis manja itu eh? ”

Sungmin membuka percakapan dengan sedikit menyinggung yeoja mungil yang hari ini berhasil membuat down mood Cho Kyuhyun ah, lebih tepatnya Donghae dan Siwon juga sepertinya. Benar-benar mood maker eoh?

“ hmm ” hanya gumaman tak berarti yang keluar dari bibi kissable milik Kyuhyun.

“ Kau benar-benar mencintainya Kyu? Bukankah dia sudah memiliki Donghae? ”

Tak ada jawaban yang didapat, Kyuhyun namja itu justru memejamkan matanya rapat.

“ Kau bisa mendapat yang lebih dari dia ”

Kyuhyun masih diam.

“ Terus mencintainya akan membuatmu terluka Kyu, kau harus bisa melepaskannya ”

Lagi, Kyuhyun masih diam tak berniat menyahuti.

“ Seperti bulan yang hanya bisa memancarkan cahayanya karena pantulan sinar matahari, begitulah dirimu Kyu ”

“ Selamanya kau hanya bisa menjadi bayang-bayangnya. Mencintainya yang bahkan tak sedikit pun mencintaimu. Itu sangat menyakitkan Kyu ”

“ kau bisa mencari orang lain. Aku yakin kau bisa mendapatkan yang lebih dari Woo— ”

Sungmin tak meneruskan kalimatnya saat Kyuhyun membuka matanya dengan kilat amarah yang menusuk relung hatinya. Selalu saja begini, lagi-lagi begini dan entah sampai kapan akan begini.

“ Arra, arra. Aku tak akan mengatakannya lagi ” ucap Sungmin akhirnya.

“ Semua orang selalu menyuruhku untuk mencari yang lain, dan berpikir bahwa aku bisa mendapatkan yang lebih dari dia. Mereka hanya tak tahu bagaimana perasaanku Noona ”

Kali ini giliran Sungmin yang bungkam.

“  Aku mencintai seseorang bukan karena kelebihannya. Aku mencintainya bukan karena dirinya yang cantik dan pandai atau pun polos. Aku mencintainya karena aku sendiri juga tak tahu kenapa bisa aku mencintainya. Yang aku tahu hanyalah, bahwa aku mencintainya bahkan dari hal terkecil sampai hal besar yang ada pada dirinya. ”

Sungmin meremas rok sekolahnya menyalurkan jantungnya yang harus tersayat lagi. Semua yang diucapkan Kyuhyun tentang Kim Ryeowook memang selalu berhasil membuatnya terluka dan merasa kalah.

“ Aku bahkan selalu berusaha untuk melupakannya, dan tak memikirkannya. Dan itu membuatku sangat marah Noona. Aku marah pada diriku sendiri yang tak bisa mengendalikan perasaanku yang tengah mencintai seseorang yang bahkan sudah memiliki namjacingu. Kau tahu ini sangat menyakitkan, tapi aku tak bisa memberhentikan ini semua. ”

“ Sejak pertemuanku dengannya, dia yang menolongku bangkit dari keterpurukan saat itu, mata caramel itu sudah berhasil mengunci pandangan ku. Onew, Noona, bahkan seluruh orang yang mengetahui kisah ini selalu menyuruhku untuk melupakannya dan berkata ‘kau bisa mendapatkan yang lebih baik darinya’. Apa arti kata ‘lebih baik darinya’ jika pada akhirnya aku tetap tak bisa menggantikan Wookie dengan yeoja lain? ”

Kyuhyun meremas rambutnya frustasi “ i cant find anyone other than himself who can hug me with the soothing warmth. I couldn’t find another caramel eyes that can make my heart flutter. I couldn’t find the sweet smile that can always hypnotize me. Even when there are better than him, i couldn’t turn away from it. Because nothing’s over than him ” ( aku tidak dapat menemukan orang lain selain dirinya yang bisa memeluk ku dengan kehangatan yang menenangkan. Aku tak bisa menemukan mata karamel lain yang dapat membuat hati saya berdebar. Aku tak bisa menemukan senyum manis yang lain yang selalu bisa menghipnotis ku. Bahkan ketika ada yang lebih baik dari dia aku, aku tak bisa berpaling darinya… karena tak ada yang lebih dari dia )

Sungmin memeluk Kyuhyun dengan erat. Berusaha menenangkan Hoobae yang dicintainya itu. Oke, sejenak Sungmin melupakan sakit di hatinya yang tertampar dengan ucapan Kyuhyun. ‘Jadi tak akan ada kesempatan untuk ku ya’ Sungmin membatin.

“ Tenanglah, semua akan baik-baik saja ” Sungmin masih memeluk Kyuhyun dengan erat, menyalurkan kehangatan yang menenagkan untuk Kyuhyun, yaa meskipun Kyuhyun sudah mengatakan bahwa tak akan ada orang lain selain Ryeowook yang dapat melakukannya. Berusaha adalah hal yang wajar kan?

.

.

_Choi Ryeosomnia_

.

.

“ Bangun Noona manja. Mau sampai kapan kau mau mengurung diri di bawah selimut itu eh? ” Yesung dengan sekuat tenaga mencoba membangunkan yeoja manja yang masih saja lebih memilih telungkup di bawah selimut tebalnya dengan corak jerapah berwarna ungu. Jerapa? Berwarna ungu? Perpaduan yang sangat sempurna eh? Bagi Kim Ryeowook pastinya.

“ Oppaaaaa~ jangan berisik. Kau menganggu tidur siangku ” Ryeowook menggerutu dengan posisi masih bergelut dengan selimutnya.

“ Heoh? Tidur siang? Tsk, kau bahkan belum bangun dari semalam. Hey, kau harus mandi dan makan ”

“ Anioooo ” tolak Ryeowook mutlak.

“ Ciih, hanya karena namja kau sampai seperti ini. Ah, pasti namjacingumu itu akan sangat marah saat mengetahui yeojacingu manjanya ini yang masih tidur dari semalam sampai siang begini. Bagaimana yaa reaksinya jika namja bernama Donghae itu tahu. Umm…”

SREEEETTT~

“ Ya! dari mana Oppa tahu soal ikan jelek ituuuu ”

Mendengar nama namjanya di sebut-sebut pun langsung membuat Ryeowook terduduk dengan wajah yang masih kusut dan mata sembab. Habis menangis eh?

“ Ahjumma yang memberitahu. Tsk, sekarang bahkan kau hanya takut pada namjacingumu dari pada Umma, Appa dan Oppa ” Yesung mendengus sebal.

“ Opppaaaa~ jangan bicara begitu ”

“ Sudahlah, jangan memasang muka sok memelas yang menjengkelkan itu. Cepat mandi. Oppa sudah menyiapkan makanan di meja makan ”

“ Oppa yang memasak? ” mendadak Ryeowook memicingkan matanya lucu seolah tak percaya jika Yesung Oppa nya yang dulu hampir membuat dapurnya kebakaran kini telah memasak untuknya.

“ Ya! ja-jangan menatap Oppa seperti itu. Tentu saja Oppa hanya menyiapkan, bukan berarti Oppa yang memasak. Lagi pula Oppa tak akan mau melakukan percobaan untuk ke dua kalinya dalam hal membakar dapur ”

Ryeowook tertawa keras yang di hadiahi sebuah lemparan bantal oleh Yesung. Uh, gadis manja itu selalu saja membuat Yesung bertingkah kekanak-kanakan.

“ Sudah cepat mandi sana. Atau kau mau Oppa yang memandikanmu? ” Yesung menyeringai.

“ YA! KELUAR DARI KAMAR KU. DASAR NAMJA MESSSUUUMMMM ”

Oke, sepertinya Yesung sudah harus terbiasa dengan teriakan Ryeowooknya yang selalu memanggilnya dengan sebutan ‘namja mesum’. Kekeke~ nama baru eoh? Not bad.

.

Dia selalu berteriak membuat telinga ku berdengung

Tapi seperti itulah hidupku yang sudah terbiasa dengan teriakan suara cemprengnya

Dia bagaikan musik dalam hidupku, hidup akan terasa sepi tanpa teriakannya di telinga ku ^^

_Choi Ryeosomnia_

.

.

Donghae menyenderkan tubuhnya di dinding koridor sekolah dengan headphone yang terpasang di kedua telinganya, matanya pun menutup dan bibirnya menggumamkan sesuatu yang entah apa. Seluruh siswa yang melewati atau pun sengaja memperhatikan namja ter-Charming di sekolahnya itu hanya bisa menganga dengan blushing yang amat ketara. Oh, tapi lihat, namja itu tak merasa terganggu sama sekali jika dijadikan objek tatapan oleh siswa-siswa.

Diantara siswa-siswa yang memperhatikan Donghae dengan seksama, seorang yeoja memandang Donghae dengan tatapan makna yang sulit untuk di artikan, tapi satu hal yang bisa kita tangkap dari yeoja itu, dia tengah tersenyum memandang Donghae. “ Kau tetap tampan dan menjadi incaran para yeoja seperti biasanya Oppa ” gumam yeoja itu pelan.

Eunhyuk menghampiri Donghae yang masih setia menutup matanya, di tepuknya pundak Donghae sedikit keras. Donghae mendelik tajam pada yeoja bergummy smile itu karena sudah merusak kesenangannya. “ Hei, Ketua Osis yang terhormat. Sebentar lagi kita harus rapat dalam membahas pemilihan calon-calon Osis yang baru dan juga festival musim panas. Kau tak akan tetap berdiri disini sambil menutup matamu lalu tertidur sampai menjelang sore nanti kan? ”

Donghae berdecak mendengar penuturan sahabatnya itu. Ck, tak tahukah dia bahwa hari ini mood nya benar-benar buruk, tanpa yeoja menyebalkan disampingnya itu benar-benar membuatnya frustasi dan ditambah dengan kedatangan yeoja bernama Henry Lau itu menambah deretan panjang kemalasan Donghae hari ini. Dan oh, sebentar lagi Ia harus memimpin rapat lalu latihan Dance?. Donghae menghela nafas panjang.

“ Menghela nafas panjang akan mengurangi umur mu ” Eunhyuk masih saja menggoda Donghae yang hanya memutar mata bosan. “ Baiklah, kajja kita kumpul di ruang Osis untuk membahas masalah-masalah membosankan itu. ” Donghae berjalan duluan yang diikuti Eunhyuk dibelakangnya yang kini tengah tersenyum. “ Hei, sejak kapan Ketua Osis kita yang profesional ini mendadak malas-malasan? Bukankah dia sangat cinta kedisiplinan dan mengerjakan semuanya tepat waktu? ”

“ Tutup mulutmu Hyuk, aku sedang malas berdebat ”

Eunhyuk terkekeh mendengar suara Donghae yang benar-benar terlihat kelelahan.

“ Donghae Oppa!! ” Henry yang melihat Donghae tengah berjalan melewati kelas nya itu langsung berlari dan memanggilnya.

Donghae membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang berani memanggilnya ‘Oppa’ , hei disekolahan ini Donghae mengharamkan siapa saja untuk memanggilnya Oppa kecuali yeojacingunya yang manja itu. Mata Donghae membelalak setelah melihat Henry yang berlari ke arahnya. Segera Ia ubah raut wajahnya menjadi sedatar mungkin seolah-olah tak terjadi apa-apa.

“ Oppa. Aku kembali ” Ucap Henry setelah dirinya berhenti tepat di depan namja penyuka ikan itu. Donghae hanya diam menatap datar Henry yang sedikit bergetar mendapat tatapan datar itu. Tak ada kehangatan yang dulu selalu Ia dapatkan dari Donghae.

“ Apa? ”

Eunhyuk yang berdiri tak jauh dari mereka pun hanya bungkam, tak bermaksud mencampuri urusan mereka. Eunhyuk jelas masih tahu diri untuk tak ikut-ikut dengan permasalahan pelik kedua orang tersebut.

“ Mianhae ” Lirih, terdengar seperti bisikan saat Henry mengucapkan kata maaf itu.

“ Aku tak bermaksud menyakiti Oppa ”

“ Lupakan ”

Donghae berbalik dan meneruskan langkahnya diikuti oleh Eunhyuk yang sempat melirik sekilas pada Henry yang matanya sudah berkaca-kaca. Jujur, Eunhyuk sebenarnya tak tega untuk meninggalkan Henry, tapi disaat bersamaan Ia juga merasakan sakit yang teramat mengingat kejadian dua tahun yang lalu, dimana Henry begitu teganya memutuskan Donghae dengan alasan yang tak jelas. Ya, Donghae dan Henry memang sepasang kekasih, tapi itu dulu. Ingat itu DULU.

~Flasback~

Hujan di sore itu telah mengiringi kata perpisahan yang keluar dari bibir kissable Henry. Memutuskan Donghae dengan alasan tak jelas. Meninggalkan jejak luka mendalam bagi Donghae, dan seketika membuat seorang Lee Donghae yang begitu mencintai Henry dengan kesetiaannya berubah menjadi namja sialan dan brengsek yang hanya bisa mempermainkan hati para yeoja.

“ Mianhae Oppa, aku tak bisa lagi bersamamu ”

Tess.. Tess.. Tess..

Tetes-tetes air mata yang keluar dari pelupuk mata Donghae maupun Henry melebur bersama dengan huja yang turun.

“ Apa alasanmu mengakhiri ini semua? Apa kau menemukan pria lain yang jauh lebih sempurna dariku? ”

Henry menggeleng tegas dan cepat, “ Tidak Oppa, bagiku tak ada namja lain yang bisa menggantikan kesempurnaanmu di mataku ”

“ Lalu kenapa? ” tanya Donghae dingin.

“ Aku, aku tak bisa menjelaskannya Oppa. ak— ”

“ Baik, jika memang itu mau mu. Aku tak akan memaksa. Kita selesai sampi disini ”

Donghae memotong ucapan Henry cepat, “ Dan aku harap kau tak akan menyesali keputusanmu. Jika suatu hari nanti kau meminta kembali padaku, ku pastikan kau akan merasakan luka yang saat ini ku rasakan ”

Sreettt…..Kliiingggg~

Donghae menarik kalung berbandul H di lehernya tanpa melepas pengaitnya, dan membuangnya ke tanah yang penuh bebatuan itu.

“ Jangan pernah harapkan aku lagi ”

Dengan langkah panjangnya, Donghae meninggalkan Henry sendirian yang masih mematung sembari meremas bandul kalung di lehernya yang berinisial D.

BRUUUKKK~

Tak kuat menjaga keseimbangan tubuhnya lagi, Henry jatuh terduduk dengan tangis yang sudah pecah.

“ Hikz.. Hikz.. Ka-kau tak tahu Oppa Hikz.. aku melakukan ini semua karena aku tak ingin membuat seseorang menderita karena cinta kita, hikz.. hikz.. aku orang yang tak pantas untukmu. Hikz.. hikz.. ”

Di malam yang diiringi dengan hujan serta air mata itu, semua telah berakhir. Takdir yang memutuskan ini semua. Tak ada yang bisa mengubahnya.

Sebuah cerita yang berakhir, pastilah akan ada cerita yang baru. Berharaplah, bahwa cerita yang akan datang akan lebih indah dari cerita ini.

~Flashback Off~

.

Eunhyuk tersenyum kecut jika mengingat kejadian itu. Ya, malam itu Eunhyuk menyaksikan semuanya. Karena dia ingin tahu apa yang ingin Henry lakukan dengan Donghae. Dan tak menyangka bahwa Henry memutuskan sahabat yang Ia cintai itu tanpa alasan yang jelas. Dilihatnya Donghae yang masih berjalan cepat di depannya, meskipun Eunhyuk tak bisa melihat ekspresi Donghae saat ini, tapi dia sudah bisa menebak bahwa sahabatnya itu pastilah tengah memasang wajah kecewa.

Henry yang masih berdiri di tempatnya, masih diam enggan berpindah tempat.

“ Oppa, kau membenciku? ” bisiknya entah pada siapa.

“ Mianhae, aku melukaimu. Aku hanya ingin kau bahagia. Kau hanya belum menyadari apa alasanku ” ucapnya lemah. Di langkahkan kakinya menuju kelasnya. Hari pertama masuk sekolah, Henry masih memiliki sedikit teman, mengingat Henry sedikit tertutup anaknya. Tak mudah bergaul dengannya.

Brukkk~

“ Ah mianhae ” Henry langsung membungkukkan badannya 90 derajat, dan langsung mengambili kertas-kertas yang tercecer di lantai yang mungkin adalah milik seseorang yang tak sengaja Ia tabrak.

“ Yaissh, lain kali kalau jalan lihat-lihat dong ” Seseorang yang ternyata namja itu kini menggerutu kesal sembari menjongkok ikut mengambil kertas-kertasnya.

DEGGGG.. DEGGG.. DEGGG..

Jantung namaj yang ternyata bernama Zhoumi itu berdetak kencang saat manik bola matanya bertatapan langsung dengn pupil mata Henry yang berwarna coklat gelap. Demia apa, kali ini Zhoumi ingin sekali mencopot jantungnya yang sedari tadi tak bisa diam. ‘Semoga dia tak mendengar detak jantungku ini’ batinnya dalam hati.

“ Ah, sekali lagi Mianhae. Aku tak sengaja ” Henry menunduk sekali lagi untuk meminta maaf.

“ Gwenchana, aku juga minta maaf telah mebentakmu tadi ” ucap Zhoumi sedikit salting karena yang di bentak ternyata yeoja yang sudah menggetarkan hatinya.

“ Ah, kalau begitu saya kembali ke kelas dulu ”

Zhoumi, melongo. Masih mencoba menyimpan senyum manis Henry yang benar-benar telah mengantarkan ribuan kupu-kupu menggelitik perut juga hatinya. ‘Aish, aku pasti sudah gila’.

.

.

“ Oppa! Umma dan Appa kemana? ”

Saat ini Ryeowook dan Yesung berada di ruang TV, dengan Ryeowook yang masih setia menonton serial drama yang ia sukai, sedangkan Yesung lebih asyik memandangi Ryeowook yang selalu memunculkan ekspresi-ekspresi lucu—menurut Yesung.

“ Menurutmu? ”

Ryeowook mendesah kecewa dengan jawaban Yesung. Dia kan bertanya, jadi kenapa Yesung kembali bertanya juga? Issh, namja berkepala besar itu selalu berhasil membuat Ryeowook kesal setengah mati.

“ kau sudah tertidur lama sekali. Apa kau tak bisa melihat jam? ”

“ ya,ya aku tahu. Mereka ke kantor kan? ” Ryeowook melirik sekilas pada Yesung.

“ Seperti itulah ” lagi, Yesung menjawab santai tanpa memperhatikan ekspressi yeoja di depannya yang semakin murung.

“ Jangan murung begitu. Nanti kau keriput ”

PUUUKKKK~
“ Ya, kenapa melempar bantal pada Oppa? ” pekik Yesung.

“ Itu karena kau cerewet Oppa. Tiga tahun tak bertemu denganmu, ternyata kau semakin menyebalkan. Ck, sial sekali hidupku bertemu lagi denganmu ”

Ryeowook berdecak sebal.

“ heoh? Kau bilang apa gadis manja? Coba ulangi ” Yesung mendekatkan tubuhnya merapat pada Ryeowook.

“ Akkhh, ahaha.. ampuun ampuun Oppa, aahh..ha..ha lpaskan Oppa..ahahaha..haha sudah..sudah..ahahaaha ” Ryeowook menggeliat-geliatkan tubuhnya lucu karena geli saat tangan mungil Yesung menggelitik pinggang ramping Ryeowook.

“ Tidak!! Sebelum kau memohon ” Yesung masih enggan untuk menghentikan aktifitasnya.

“ Ahahaha, aku mohon Oppaaaa..ahaha ” Ryeowook memohon di sela-sela kegeliannya.

CHUUUU~

“ Jangan menucapkan itu lagi ”

Ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya lucu, masih memproses apa yang baru saja terjadi.

1 detik..

5 detik..

10 detik.. mereka masih saling memandang.

30 detik…

“ Ya! kenapa Oppa mencium keningku? ”

Ryeowook segera bangkit dan memukul lengan Yesung berkali-kali. Yesung mendengus menahan tawanya. Eoh, ternyata yeoja manjanya itu malu. Kekeke~

“ Memang kenapa? Kita kan sering begitu dulu. Bahkan kau selalu meminta Oppa untuk menciummu sebelum kau tidur, menyanyikan lagu untukmu, memandikan— ”

“ CUKUP!!! ” Ryeowook berteriak dengan muka yang memerah. Oke, Ryeowook sadar dulu dia memang selalu manja pada orang yang sudah dianggapnya Oppa itu. Tapi, sekarang kan mereka sudah dewasa. Dan apa tadi maksudnya menceritakan masa lalu yang benar-benar membuat Ryeowook malu? Ukkhh, Yesung Oppa menyebalkan.

Yesung kembali mendengus untuk menahan tawanya yang hampir tak tahan untuk tak Ia perlihatkan. “ Kenapa mukamu merah? Kau sakit? ” Yesung menyentuh permukaan kening Ryeowook yang semakin membuat wajah keduanya dekat.

“ Eum? Tidak panas. Kau kenapa sih Wook? Mukamu sangat merah looh ” Yesung berpura-pura tak tahu dengan wajah bodoh yang ia tampakkan. Uhh, melihat Yesung yang seperti orang idiot benar-benar membuat Ryeowook ingin sekali menonyor kepala besarnya itu.

“ Oppa menyebalkan ”

Ryeowook berlari menuju kamarnya di lantai dua, meninggalkan Yesung yang tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan unik yeoja kecilnya itu. Bersumpah, demi apapun, bahwa Yesung telah berhasil membuat malu Ryeowook dengan ucapan polos menyebalkan yang keluar dari bibir tipis Yesung.

“ Baby~ Oppa berangkat ke kampus dulu ne, hari ini hari pertama Oppa ke kampus jadi tak akan lama. Kau jangan kemana-kemana, hubungi Oppa jika terjadi apa-apa. ” Yesung mengeraskan suaranya agar dapat di dengar Ryeowook yang berada dikamarnya.

Ryeowook yang ternyata masih mendengar teriakan Yesung pun, kini ikut berteriak, “ Ya,Ya!! jangan cerewet. Cepat pergi sana. Kalau bisa jangan kembali lagi kesini ”

Yesung tersenyum tipis mendengar ucapan Ryeowook. hemm, Kim Ryeowook nya sudah besar sekarang, mengerti malu padanya.

“ Ya sudah! Oppa pergi dulu. ”

Tak ada jawaban dari Ryeowook. Yesung pun memutuskan untuk pulang dulu ke rumahnya yang berada di sebelah rumah Ryeowook. sekedar untuk mengganti pakaian dan mengambil tas juga keperluan-keperluannya di kampus nanti. Hari ini kan hari pertamanya masuk kuliah di tempat baru.

.

.

Ryeowook memegang dada kirinya. Alisnya bertaut seperti pose orang yang berfikir dan bimbang juga. “ Kenapa jantung ku tak berdetak dengan cepat? ” Ryeowook memandang dirinya di cermin sembari memanyunkan bibirnya kedepan. “ Dulu jantungku selalu berdetak cepat saat dekat dengan Yesung Oppa. Tapi kenapa sekarang sudah tidak? Aneh .”

“ Ahhh.. ” Ryeowook tersenyum sumringah, “ Aku sudah tak mencintai Yesung Oppa lagi. ” kembali, dikembangkan senyum manisnya itu. Tapi sedetik kemudian, senyumnya pudar saat teringat akan Donghae kekasihnya yang menyebalkan itu. ‘uhh, pasti dia sedang asyik dengan yeoja-yeoja genit itu karena tak ada aku. Dasar menyebalkan’ gerutunya dalam hati. Bibirnya maju kedepan, pipinya yang sudah cubby kini ia gembungkan lucu. Hei, apa yang kau lakukan Wook? Mencoba bertingkah Aegyo supaya namjamu itu tak mendekati yeoja-yepja itu? Ckck, sayang sekali Nona manis, Dia tak bisa melihatnya.

“ Uhh, menyebalkan menyebalkan menyebalkan ” kesalnya sambil memukul-mukul pelan meja nakasnya. Diambilnya ponsel berwarna Ungu dengan bandul jerapah pemberian Donghae 2 bulan yang lalu. “ Omooo~ banyak sekali pesan yang belum aku baca. ” celotehnya sendiri. “ Kyaaa* ini semua dari Donghae Oppa ” serunya girang. Uh, mendapat pesan dari namjanya saja sudah berhasil merutuhkan kekesalannya beberapa menit yang lalu. Labil eoh?

Senyum kecil terkembang di wajah imutnya, kala membaca satu persatu pesan dari Donghae yang rupanya dari semalam tak ia buka dan ditambah lagi ternyata Donghae juga mengiriminya pesan berkali-kali hari ini. Sesekali bibirnya mengerucut imut saat membaca pesan Donghae yang menurutnya tengah mengejeknya,

From : Prince Fishy

Time : 18-10-2012 21.30

Gadis bodoh, jangan terus-terusan menangis. Besok pagi matamu akan sembab dan membuat wajahmu yang jelek itu semakin terlihat seperti Angry Bird.

Ryeowook mendengus sebal membaca isi pesan tersebut, “ Sudah membuatku menangis masih saja mengataiku bodoh dan jelek. Dasar ikan Mokpo amis ” umpatnya.

From : Prince Fishy

Time : 18-10-2012 22.00

Hei, sudah tidur? Kelelahan menangis eoh?

Mianhae, Oppa membuatmu menangis. Tadi Oppa hanya ingin kau bekerja keras dan tidak manja lagi. Tapi kau justru cemburu karena Oppa dekat-dekat dengan yeoja-yeoja itu. Bukankah sudah Oppa bilang berulang kali, kalau hanya kau satu-satunya Baby~

“ Ciih, sekarang berubah romantis. Dasar namja Pabbo ” Ryeowook masih saja berceloteh mengomentari seluruh isi pesan ‘Prince Fishinya’ itu.

From : Prince Fishy

Time : 19-10-2012 07.30

Oppa mencintaimu, Saranghae~

Ryeowook mengulum senyum tulus setelah membaca pesan terakhir Donghae. “ Nado. Nado Saranghaeyo Oppa ^^ ” ucapnya sambil berguling-guling senang diatas kasur empuknya. Uhh, kalau Donghae tahu sudah dapat dipastikan bahwa mungkin dia akan menyeringai mendapati yeojacingunya yang begitu bahagia mendapat pesan ucapan cintanya. Hahaha~

To : Prince Fishy

Time : 19-10-2012 12.30

Oppaaaaa~ aku sedang sakit. Ini semua gara-gara Oppa. Oppa harus tanggung jawab. T^T

Ryeowook terkikik geli setelah membaca ulang pesan yang baru saja terkirim pada nomor ponsel Donghae. Sedikit mengerjai namjacingunya yang playboy itu tidak apa kan?

5 menit..

10 menit..

25 menit..

30 menit..

1 jam berlalu..

Bibir bawah Ryeowook maju ke depan seperti akan menangis. Dan benar saja, lihat air mata yang sudah mulai meluncur di pelupuk matanya. “ Huwee.. Umma~ Donghae Oppa marah padaku. Huhuhuwee.. Ummaa~ Donghae Oppa menyebalkan, dia tak memperdulikanku lagi. Hukzz.. hukz.. ”

Ryeowook menangis tersedu-sedu dengan memeluk boneka jerapah yang kali ini adalah hasil pemberian Yesung dulu saat masih berumus 10 tahun. Sudah satu jam semenjak ia mengirimkan pesan tersebut pada namjacingunya, tapi namjacingunya  tak juga membalasa pesannya. Biasanya Donghae akan sangat protective jika menyangkut kesehatannya, tapi sekarang?? …. entahlah…..

Ryeowook tak menyerah begitu saja, dia masih ingin mencoba menggeretak Donghae dengan mengrimkan pesan ancaman padanya

To : Prince Fishy

Time : 19-10-2012 14.00

Oppaa~ aku akan bunuh diri jika Oppa tak membalas pesanku ini. Jangan rindukan aku lagi. Jangan harap aku akan datang pada Oppa jika Oppa menangis di pemakamanku. ;;___;;

Ryeowook menghela nafas berat setelah pesan itu terkirim. Kembali ia menunggu pesan balasan dari Donghae dengan memainkah boneka jerapah yang bahkan jauh lebih besar dari badan mungilnya itu. ‘uuh, kenapa tidak membalasnya sih. Dia benar-benar ingin aku mati ya. menyebalkan.’ Menggerutu dalam hati.

To : Prince Fishy

Time : 19-10-2012 15.00

Menyebalkan. Aku membencimu. Jangan temui aku lagi. Aku sudah mati karena bunuh diri. Dasar menyebalkan. Ikan mokpo jelek.

Ryeowook langsung memukul-mukul boneka jerapahnya gemas, setelah menunggu sekian lama, dan hasilnya adalah NIHIL. Tak sekali pun Donghae membalas pesannya. Rasanya benar-benar ingin membunuh ikan Mokpo kurang ajar itu.

.

.

.

Donghae menghela nafas berat dan sesekali mengurut pelipisnya. Rapat yang baru saja selesai itu benar-benar memakan waktu cukup lama. Bahkan ia sudah ketinggalan pelajaran hanya karena rapat ini. Direnggangkan otot-otot tangannya yang serasa kaku karena sedari tadi memegang bulpoin.

“ Ini. Kau lelah? ” Eunhyuk melemparkan minuman kaleng yang masih dingin dan langsung dibuka dan ditengguk habis oleh Donghae.

“ Hn ” jawabnya sekenanya.

“ haha, tapi sepertinya kau harus menguras sedikit tenagamu hari ini, karena kita harus segera ke ruang latihan dance. Semua sudah berkumpul disana. ” Eunhyuk mengingatkan sahabatnya itu, lalu berjalan menuju ruang latihan dance dengan membawa tas selempang kanan yang ia bawa.

“ hah~ ” lagi lagi Donghae mengehela nafas. Entah sudah berapa kali Ia mengehela nafas. Dengan sedikit malas, dilangkahkan kakinya menuju ruang latihan dance. Baju seragamnya pun kini sudah berganti dengan kaus biasa yang Ia gunakan untuk dance. Saat sudah sampai disana, langkahnya terhenti dan matanya menatap lurus kepada yeoja bernama Henry yang sepertinya juga tengah memandangnya intens. Segera di palingkan wajahnya untuk menghindari kontak mata dengan yeoja yang membuatnya terluka. Tak mau berlama-lama lagi, Donghae membuka suara , “ Baik, mungkin kalian sudah tahu bahwa hari ini kita kedatangan siswa baru sekaligus yang akan menjadi anggota baru di klub dance ini. Dan ku rasa aku tak perlu mengenalkannya lagi, karena aku yakin kalian bisa kenalan sendiri ” suara Donghae yang selalu renyah dan senyum yang merekah yang selalu ia tampakkan, kini berubah dingin dan matanya menyorot tajam. Membuat seluruh anggota klu dance itu bergidik ngeri.

Tak biasanya, wakil ketua Dance itu bersikap dingin seperti itu. Beruntung Ryeowook tak ada disitu, jika dia berada disitu bisa dipastikan bahwa Donghae akan kembali memeras otak dan tenaganya agar yeoja itu berhenti menangis. Dan sekali lagi, bersyukurlah kau wahai Lee Donghae.

Semua mengangguk mengiyakan ucapan Donghae. Henry terlihat tersakiti oleh sikap Donghae yang tak memperkenalkannya secara resmi sebagaimana anak baru biasanya. Uh, rasanya ingin mati saat melihat orang yang kau cintai memalingkan wajah darimu, berucap dingin padamu dan menganggapmu tak ada. Itulah yang dirasakan oleh Henry saat ini.

Sebelum Donghae memulai latihan, Donghae berjalan untuk mengambil ponselnya di dalam tas sekedar untuk melihat apakah yeojacingunya membalas pesannya. Dan benar saja, matanya langsung berbinar mendapat pesan-pesan yang bertuliskan ‘From : My Girl Spoiled’.

Dibacanya pesan-pesan dari atas. ( pesan terakhir yang masuk pasti berada paling atas kan )

Kening Donghae menciptakan kedutan empat siku-siku. Sedikit bingung dengan pesan-pesan mengancam dari kekasih manjanya itu. Dan Bingo! Setelah membaca pesan terakhir paling bawah dari kekasihnya yang berisi ‘Oppa~ aku sedang sakit. Ini semua gara-gara Oppa. Oppa harus bertanggung jawab’ mata Donghae langsung melotot dan dengan cepat disambarnya kunci motornya, melesat dengan cepat tak menghiraukan panggilan Eunhyuk.

~ Skip Time ~

Donghae berjalan tergesa-gesa setelah sampai di pekarangan mewah rumah Ryeowook. ‘Ck, bisa-bisanya mengancam mau bunuh diri hanya karena aku tak membalas pesannya. Dasar.’

Meskipun dalam hati menggerutu, tapi tetap saja Ia sangat khawatir dengan keadaan yeojanya yang katanya sakit. Uh, kau hanya tak tahu saja akan sifat Evil gadis manjamu itu Hae. Kekeke~

Di ketuknya pintu besar itu, sesekali menghela nafas berat. Ia mengetuk pintu itu sekali, lalu dua kali. Dan tak ada yang membuka pintunya. Perlahan matanya mengarah pada sebuah pencetan yang diketahui adalah bel rumah itu. Donghae menghela nafas frutasi. Ugh, memikirkan gadis itu membuat otaknya tak berkerja dengan baik. Akhirnya, di pencetlah bel rumah itu.

Ryeowook yang mendengar bel rumahnya berbunyi hanya bisa merengut dengan mengutuk dengan sumpah serapah yang ia keluarkan dari bibil mungilnya itu. ‘siapa sih yang datang-datang sore begini? Tidak tahu orang sedang kesal apa’ dnegusnya sebal.

Ting Tong..

“ Iya, iya sabar. Aku masih berjalan bodoh ” umpatnya kesal. Sungguh, jika saja ia tahu siapa yang tengah mengusik dirinya sore-sore begini, pasti dia tak akan berani mengatai orang tersebut bodoh.

Donghae bernafas lega setelah mendengar suara yeojacingunya itu. Ternyata yeoja itu tak benar-benar bunuh diri.

CEKLEEEKK~

Ryeowook terkejut dengan siapa yang datang. Tak menyangka bahwa orang yang baru saja ia sumpahi akan diare selama seminggu adalah namjacingunya sendiri. Tapi segera ia sadar akan situasinya, dan merubah mimik wajahnya menjadi sekesal mungkin. Menatap tajam Donghae yang sekarang mengeryitkan alisnya. “ Mau apa? ” ketus Ryeowook.

“ Kenapa memakai baju seperti itu eoh? Kau bilang kau sakit Baby? ”

Oh God Damn!! Ryeowook lupa tak mempersiapkan apa saja yang akan terjadi jika namjacingunya akan kesini. Dia terlalu terbawa emosi sehingga tak memikirkan apa pun yang akan terjadi setelah mengirim pesan bahwa dirinya sakit pada Donghae. Tapi tidak, kali ini dia tak mau disalahkan. Ini semua salah Donghae, bukan salahnya.

“ Apa pedulimu? Bukankah lebih penting bersama yeoja-yeoja genit dan sexy itu dari pada hanya membalas pesan tak penting dariku? ” ucapan Ryeowook membuat Donghae tergelak. Gadisnya ini bisa-bisanya menuduhnya yang tidak-tidak.

“ hei Baby, ijinkan Oppa masuk. Dan kau harus cepat berganti pakaian. Nanti kau semakin sakit ” ucap Donghae lembut sembaru mengelus pipi cubby milik Ryeowook. sedikit banyak Ryeowook luluh akan sentuhan Donghae.

“ Tidak mau. Oppa pulang saja, jangan pedulikan aku ” Ryeowook berkacak pinggang dengan dagu yang diangkat tinggi-tinggi, menimbulkan pendapat sombong pada posenya itu.

Donghae hanya mengulum senyum, sadar akan kecemburuan dan kekesalan gadis di depannya itu. Perlahan tangannya mengalung pada pinggang ramping Ryeowook yang masih setia berkacak pinggang. Ryeowook memidahkan kedua tangannya pada dada bidang Donghae berusaha menjaga jarak padanya. Hei, dia masih sangat kesal dan cemburu dengan Doghae, mana mungkin dia bisa begitu mudah luluh. Uhh, benar-benar keras kepala eoh?

Ryeowook menatap manik mutiara hitam Donghae yang kini menatapnya intens sembari menggoda. Donghae semakin merapatkan tubuhnya pada Ryeowook. mengeleminasi jarak keduanya, hembusan nafas Donghae terasa menggelitik bagi Ryeowook. entah siapa yang tengah memulai, perlahan Donghae mendaratkan kecupan lembut pada Ryeowook. hanya sekedar menyalurkan perasaan rindunya hari ini yang tak bertemu sama sekali disekolah dan juga menyalurkan perasaan cinta hanya untuk gadis manja itu.

Setelah dirasa cukup puas, Donghae melepas pagutan bibir keduanya, menatap mata coklat caramel Ryeowook yang begitu terang dan memancarkan kehangatan juga keceriaan. Bibirnya sedikit menganga karena mengais oksigen, dan sedikit memerah akibat ulah Donghae tadi.

“ Masih mau menyuruh Oppa pulang? ” Donghae mengerling nakal pada Ryeowook yang benar saja membuat Ryeowook langsung memerah. Di pukulnya dada bidang Donghae, “ Benar-benar menyebalkan. Mana mungkin aku membiarkan Oppa pulang begitu saja tanpa mendapat seribu cubitan darikuuu~ ” rengeknya manja sembari mengapit lengan Donghae manja mambawanya masuk ke rumahnya dan menuju kamarnya. Eits, kalian jangan berfikir yang tidak-tidak. Ini sudah biasa mereka lakukan. Tak ada yang perlu di curigai, karena biasanya Ryeowook dan Donghae hanya saling bercerita, dan berakhir dengan Ryeowook yang tertidur, lalu Donghae pergi setelah Ryeowooknya tertidur. Yeah, begitulah walapun sebenarnya juga sering terjadi ciuman panas mereka. Kekeke~

Ryeowook mendudukkan tubuhnya diatas pangkuan Donghae yang sudah lebih dulu duduk di kursi belajar Ryeowook. “ Benar-benar manja eoh? ” Donghae memeluk erat pinggang Ryeowook dan menempelkan kening keduanya.

“ Ini semua kan karena Oppa ” bela Ryeowook cepat.

Donghae tersenyum dan mengecup sekilas bibir mungil Ryeowook. “ jadi, kau sakit apa baby~, tubuhmu tak demam, dan juga kau tak sedang flu ” tanya Donghae sembari mengecup-ngecup kecil seluruh permukaan wajah Ryeowook.

Ryeowook terdiam mendengar pertanyaan Donghae. ‘eothokke? Aku harus menjawab apa? Donghae Oppa pasti marah jika dia tahu aku berbohong? Uhh, poin ku akan dikurangi lagi oleh oppa’ pikirnya.

“ Kenapa Diam chagiyaa~ jawab pertanyaan Oppa ” kali ini Donghae mengecup leher Ryeowook. hanya mengecup dan tak berniat untuk berbuat yang lebih.

“ Engghh~ Se-sebenarnya A-ak-akuu.. ”

“ Hemm??? ” Donghae menggumam untuk mendengar kelanjutan ucapan gadisnya itu.

“ Hukz.. ” Oh God!! Jangan mulai lagi. Kenapa harus menangis sih??

Donghae mneghentikan sejenak aktifitasnya, sembari menangkupkan kedua tangannya di pipi chubby Ryeowook.

“ Wae? Kenapa menangis eum? Apa da yang sakit? ”

GREEPPP~

Bukannya menjawab, Ryeowook justru memeluk erat tubuh Donghae dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Donghae. Mengantarkan hawa hangat di sekitar lehernya, uh demi apa, Ryeowook benar-benar membuatnya Horny.

“ Oppaaaa~ A-aku….”

.

.

.

.

.

 

TBC ^^

22 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 03

  1. aduh umni suka bener bener suka ma haewook couple di ff ni…
    bang yeye kasian patah hati yahh.. sp suruh dulu ninggalin wook..
    tp paling kasian tu si kyu.. ohh kyu kata2 sungguh menyentuh coba klw yg kmu suka tu aku pasti langsung ku terima.. aku ga akan nyakitin kmu..

  2. krna itu ne henry ningglin haepa.. ih wook jail bgd seh.. bkin haepa cemas aj.. ktularan kyu t… lw ngingat kyu jdi sdih..cnta.a tulus bgd ma wook ea.. mskpun wook dh pnya kksih..tpi cnta.a gk brkurang..

  3. Hae ama wookie emng cocok,tpi aku ksian ama hyukie un..
    Ku suka ama carakter wookie yg mnja,apa lgi klo sudh mulai jail x..
    Kyumin moment x ngebuat umin skit hati tu un,ksian umie…

  4. huweeeeeeeeee aq dah baca tp knp aq masih ja nanggis ,,#lapingus

    part’a kyu ,,,buat aq mewekkkkkk aq nulis ni masih mewekk ,,huks huks
    kyu cintamu besar bgt ma wook ,, ugh so sweet bgt ,, huks huks
    “even when there are better than him ,i couldn’t turn away from it” kalimat nih yg sukses buat aq mewek ,,hukshuks
    andai wook g’ trlalu cinta ma hae n sebaliknya ,,aq pengen kyuwook bersatu,,, ;-(

    kya~~~~mochi ,, i love u#cipokmochi … tp napa disini peranmu antagonis ,,huweeee

    yewook bikin ngakak ,,,hadehhhh

    wookie wookie ngancamnya aneh2 aja, , kalau udah mati kok bisa nulis pesan lagi ?? ckck

    pai pai,,,,
    chu~~~~~wookie

  5. Hadeuhhh~~ kyuhyun ku meraaanaaaa~ T^T Sbegtu cintanya kah kyu pda wook, smpe2 dia gk pnya alasan mngapa dia cnta ma wook. ckck, sungguh malang nasibmu.

    Donghae lucu bnget saat frustasi krna gk ad wook. Kkk~ henry knpa kau dtg lagi??? Aishh~ gk ush ganggu Hae deh, kmu sma si koala sja. Haha..

    Moment yewook Bkin gemess. Hahahahaa. Wook manja bnget sihhh, ngakak sndri pas bca smsnya ke hae. Asli! Ancaman gagal! Wkwkwk.

  6. Ommo baby wook hati” lah sma ikan mesum itu kkk~ jeduagkk*dilemparkandangddangko*
    hahaha kasian bang yeye yg skit hati kukuku~ …
    Ommo ada henly .. Knpa dia ada eoh?? Semoga aja meskipun ada dia tetep gak merubah apapun~ ^^

    kyaaaa~ suka chapie ini~ ughh~

  7. aku suka sama miment yewook n haewook disini,
    sungguh suka dengan donghae ,
    ahh apa ada boleh aku menggantukan posisi ryeowook disini ?

  8. Omoo..itu,klo wookie bertemu henry gmn y??
    Donghae bnr2 sayaaaang eh cintaaaa wookie baby..setlh bc sms ny lgsg secepat kilat pergi menemui wookie..hihihi..
    Aprillll..eonni ketawa2 sendiri pas baca sms dr wookie k donghae…ckckck…mana ada org yg dah bunuh diri trus sempet2ny kirim pesan…hihihi..

  9. wookie lucu bgd seh.. ngadu ma ummanya..dsar labil ya..kyu.minnie.hyukie.yesung. ksian.. moment haewooknya manis.. wookie knp t?? kuq nngis?? henry mntan pcar hae ya?? ap dy gk akn ngerusak hub. haewook

  10. sepertinya henry sih nggak salah mutusin hae.pasti ada sebabnya.dia nggak terlihat evil kok di sini.aigoo,siapa sih yang masih bisa kirim pesan jika udah mati.ckckckkc.aq suka banget lihat relationship jongwoon-wookie.persis dongsaeng-oppa.>,< so sweet!

  11. Hae menjadi playboy krna ada alasannya yah, krna patah hati sm henry smpe membuat donghae berubah, dan untungnya wook bisa merubah donghae menjadi pria lembut dan setia lagi terlebih itu hanya untuk wook kkk…
    Apa wook dulunya suka sm yesung????
    Wook emg bener2 jadi mood maker, cuma gara2 wook gak masuk skolah para namja semua jd pada down moodnya kkk~

  12. yaaa wookie cengeng plus nyebelin banget, tapi lucu. kkeke pantes deh hae suka. masih belum tampak ni apa kelebihan lainnya wookie yg di sukai banyak orang.
    pas baca flashback nya hubungan hae dg henry jadi penasaran ntar wookie juga kayak gitu nggak ya? hm aku gak percaya kalau wookie bakal ngelakuin kyk yg henry lakuin. oh hyuk nyatakan kenpa? sungmin juga.
    yesung itu cinta masa lalu wookie ya, wah kasian banget wookie udh nggak ada rasa cinta lagi.
    nice ff april. keep writing. ^^

  13. Ga tau kenapa, hae di sini bikin aku senyum senyum terus ..
    Dan ada sedikit rasa, -andaikan-aku-punya-namjachingu-kaya-dia .. Yeah donghae di sini itu bener-bener kaya cowo idaman
    Perhatian🙂

  14. waa kok aku yg ngefly haha
    haewook bikin penasaran bgt lanjutan hubungan mereka haha :v henry ngapain datang lagi udah sama zhoumi aj haha . keren !😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s