(GS/Chapter) We Don’t Leave You!!~ 04

Tittle : We Don’t Leave You!!

Chapter : 4

[[ phiphohBie ]]

Author : Choi Ryeosomnia

Rate : T

Pair : YeWook

Yewook’s NOT MINE!! But, ‘We Don’t Leave You!!’ purely IS MINE..^^

.

.

.

Enjoy!!

.

.

.

Semua orang yang berada dirumah mewah itu berpakaian hitam. Masing-masing yang ada disana hampir seluruhnya memasang wajah sendu. Suara isak tangis tak pernah berhenti keluar dari bibir orang-orang yang benar-benar mengasihi seorang yeoja cantik yang terbaring tanpa nyawa didalam peti mati.

Yeoja cantik itu terbaring dengan menggunakan gaun berwarna putih indah dengan wajah yang masih saja terlihat cantik meskipun sudah tak bernyawa. Bibirnya yang tipis seolah menyunggingkan senyum mendamaikan meskipun ia sudah tak bernyawa.

Ny . Choi , yeoja cantik dengan paras menawan dan juga Caramel cerahnya yang sangat indah itu kini telah pergi untuk selama-lamanya. Kini, sudah tidak akan ada lagi senyum menenangkan darinya yang selalu ia bagi pada kedua anaknya dan suaminya.

Semuanya telah tinggal kenangan.

Tak jauh dari tempat beradanya peti mati itu, seorang yeoja kecil yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan Ny . Choi tersebut tengah berdiri tegak dengan pandangan mata kosong dan datar menatap ke peti mati tersebut.

Gadis kecil berusia 9 tahun tersebut tidak menangis sedikit pun. Hanya ada pancaran kosong dimatanya. Tapi, siapa yang tahu dengan hatinya?

Bukankah hati seseorang tidak pernah ada yang tahu??

“Menangislah, Wookie~”

Choi Siwon—anak sulung dari keluarga Choi—memeluk sang adik dengan erat. Tak bisa dipungkiri bahwa ia amatlah sedih, bahkan ia tidak menyangka bahwa ‘Umma’ yang teramat ia sayangi harus pergi secepat ini. Harus pergi meninggalkannya—Adiknya serta Appanya.

Siwon yang usianya hanya terpaut 1 tahun dari sang Adik merasa mempunyai tanggung jawab untuk menjaga sang Adik. Yah, benar! Aku harus melindungi Ryeowook—janjinya dalam hatinya sendiri.

“Oppa disini, jangan takut. Kau masih punya Oppa. Oppa berjanji akan selalu menjagamu dan melindungimu” janji itu keluar begitu saja tanpa ia sadari. Yang ia tahu saat ini hanyalah berusaha agar sang Adik tidak merasa sendiri, karena ia masih punya Siwon yang akan selalu menjaganya.

“Jangan tinggalkan Wookie sendiri, Oppa” gadis kecil berusia 9 tahun itu akhirnya mengeluarkan suaranya yang parau. Memang, yeoja bertubuh lebih mungil dari anak se-usianya tersebut jarang sekali berbicara. Entahlah apa yang membuatnya menjadi seperti itu. Sepertinya memang perangai dan karakternya-lah yang sudah sejak lahir seperti itu.

Siwon kecil mengangguk menyetujui ucapan Ryeowook. “Oppa berjanji” tukasnya cepat dan tegas. “Seorang Pria sejati tidak akan pernah mengingkari janji yang ia buat” lanjutnya.

Ryeowook tersenyum tipis. “Saranghae, Oppa” lirihnya sambil membalas pelukan sang kakak.

.

Kita adalah kakak-adik yang akan selalu bersama

Tidak peduli meskipun suatu saat nanti kita mempunyai masa depan masing-masing

Kau….tetaplah adikku, sampai kapanpun itu

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

Ryeowook terbangun dari tidurnya. Ia menoleh kesamping dan sudah tidak mendapati Yesung yang semalam sebenarnya tidur disampingnya. Ia menghela nafas pelan. Punggungnya ia senderkan pada mahkota ranjang, lalu matanya memusatkan perhatiannya pada sebuah foto besar yang ada dikamarnya. Dimana foto itu adalah foto keluarganya yang masih lengkap.

Bibirnya tanpa sadar tersenyum tipis. “Umma~~ bogoshippo” ucapnya dengan dalam. Suaranya tercekat saat itu juga. Jujur, ia sangat merindukan sang Umma. Ia merindukan Umma nya yang selalu berada disampingnya ketika ia menangis. Ia merindukan masakan sang Umma, dan….ia juga merindukan keluarganya yang utuh.

Mata yang awalnya berpusat pada yeoja cantik yang mirip dengannya kini beralih pada pria kecil disamping dirinya yang saat itu juga masih sangat kecil. Dimple smile yang menghiasi wajah namja tampan itu membuat Ryeowook tertawa kecil. “Gomawoyo, Oppa. Sudah menjagaku selama ini”

Mimpi yang mengusik tidurnya itu membuatnya tersadar akan Siwon yang selama ini selalu ada disampingnya. Gadis bermanik caramel itu sangat merasa bersalah karena akhir-akhir ini hubungannya dengan Siwon merenggang. Ia tahu bahwa ia sangat egois karena sudah membuat Oppa nya tertekan dengan janjinya sendiri.

Tapi, tidak ada cara lain lagi. Jika ia melepaskan Siwon, maka….ia akan sendirian. Tidak akan ada lagi yang peduli terhadapnya, ia akan kembali merasa hampa.

Tidak.

Ryeowook tidak mau seperti itu.

Ia sangat takut jika ia harus sendiri. Ia tidak akan sanggup menjalani ini semua sendirian. Tidak, tidak, tidak.

Ryeowook menampik keras semua pemikiran—yang menurutnya aneh—dari pikirannya. Tangannya mengusap kasar wajah manisnya. Ryeowook tidak percaya dengan apa yang ada dalam pikirannya. Bukankah selama ini ia selalu Optimis? Lalu bagaimana bisa sekarang ia memiliki pemikiran konyol seperti itu? Haha~ itu aneh. Cibirnya sendiri.

Dengan kesal Ryeowook berjalan melangkahkan kakinya menuju kamar mandinya. Ia mencuci mukanya dengan kesal.

Tetes-tetes air terlihat jelas diwajahnya. Ia memandang sosok dirinya sendiri dicermin.

Puing-puing ingatan masa lalu berkelebat di pikirannya. Ia memejamkan matanya.

Perceraian…

Kecelakaan…

Kematian…

Ryeowook menggigit bibir bawahnya kuat saat semua masa lalu itu menghampirinya. Tangannya yang memegang wastafel tiba-tiba saja berubah mencengkramnya dengan kuat.

Semua kisah tentang sang Umma dengan sang Appa bagaikan bom waktu untuknya. Yang kapan saja bisa meledak dan membuatnya marah dan sedih bersamaan.

Tak mau terus berlarut-larut dalam kenangan yang memuakkan, akhirnya Ryeowook membuka matanya. Tangannya menyambar handuk dan mengusapkan pada wajahnya dengan kasar.

.

.

.

Masa lalu ada untuk menjadi sebuah pelajaran

Apa kau tidak tahu? Bahwa tanpa masa lalu kau pun tidak akan pernah ada dimasa kini

[[ Choi Ryeosomnian ]]

.

.

.

Siwon memakan nasi kotak ditangannya dengan tenang. Ia bahkan tidak memperhatikan Kangin dan Leeteuk yang kini tengah memandangnya aneh. Namja berbadan atletis tersebut tetap saja diam sambil terus memasukkan sarapan paginya kedalam mulutnya.

Disamping Siwon yang sedang makan dengan tenang, justru yeoja berkulit snow white tersebut itu hanya menatap malas nasi kotak dihadapannya, belum sekalipun ia menyentuh sarapan pagi yang disediakan oleh panitia. Kepalanya hanya menunduk hingga poni depannya menutupi sebagian matanya yang sembab. Menangis? Mungkin.

Kangin menyenggol lengan yeojacingunya.

“Aku tidak tahu” Leeteuk menjawab dengan sangat pelan saat Kangin memandangnya dengan pandangan bertanya-tanya.

Kangin menghela nafas berat dan lebih memilih untuk terus melanjutkan acara makannya. Ia sedikit merasa tidak senang dengan suasana canggung seperti ini. Ia lebih senang melihat Siwon dan Kibum bertengkar daripada harus diam-diaman.

“Aku selesai”

Semua mata dimeja bundar yang berada didalam Stand makanan berat itu mengarah pada Siwon yang kini berdiri dari duduknya dan menuju tempat sampah didepan stand guna membuang Kotak nasi yang isinya sudah habis.

Kibum menghembuskan nafas lelah.

“Kalian kenapa? Sedang bertengkar?”

Kibum memandang Kangin lelah. Yeoja itu sangat lelah. Sungguh. Hatinya pun juga teramat lelah dengan ini semua. “Lebih dari itu” menjawab pasrah dan ikut beranjak dari duduknya.

Leeteuk dan Kangin saling berpandangan sebentar sampai pada akhirnya Leeteuk membuka suara. “Apa itu artinya mereka….berakhir?”

Kangin mendesah kesal. “Entahlah, mereka aneh” menjawab asal dan kembali menyuapkan nasi kedalam mulutnya.

Mata Leeteuk tertuju pada kedua sosok didepan sana. Dimana Kibum dan Siwon yang saling diam. Keduanya memang sedang beraktifitas bersama—menyapu depan halaman stand—tapi, Leeteuk dapat menangkap bahwa tidak ada interaksi diantara keduanya.

Sangat aneh. Mengingat Siwon yang akan selalu menjahili Kibum setiap kali mereka sedang berdua. Leeteuk kini memusatkan matanya pada Siwon. Ia merasa ada sesuatu yang berbeda disana. Dimana…ia seperti kembali menjadi sosok Siwon yang dulu.

Leeteuk menepuk pipinya sendiri agak keras. “Tidak. Tidak mungkin Siwon berubah kembali. Bukankah Siwon sudah berjanji akan berubah menjadi sosok yang menyenangkan—tidak seperti dulu yang terkesan pendiam—sejak menjalin hubungan dengan Kibum?” bisiknya pelan yang masih dapat didengar Kangin.

“Noona~ apa maksudmu?”

Leeteuk berjengit kaget. “Apa?” mengerjap-ngerjapkan matanya lucu. Yeoja cantik berwajah bak Angel tersebut menatap Kangin bingung. “Aku bertanya, apa yang kau maksud dengan Siwon yang berubah kembali?”

Leeteuk menggeleng pelan. “Entahlah~ aku…hanya merasa Siwon berubah lagi” jujurnya yang membuat Kangin sukses menatap Siwon yang ada didepan sana. Kangin berusaha memahami apa yang dimaksud oleh Leeteuk, dan beberapa menit setelah mengamati ia kembali memandang Leeteuk lembut.

“Aku juga masih belum bisa memastikan apa yang kau katakan, tapi mungkin saja ini ada hubungannya dengan Kibum. Semalam…aku melihatnya menangis”

“Jeongmal?” kaget Leeteuk saat mendengar Kibum yang menangis. Jujur saja, Leeteuk pun sudah mengenal Kibum sangat dekat karena mereka ini adalah tetangga dekat. “Ya, dan saat itu aku juga melihat Siwon dengan mata memerah” lanjut Kangin.

“Oh, Astaga” Leeteuk mengurut pelipisnya pelan. Ia mengerti sekarang. Oh, jadi benar bahwa Kibum dan Siwon sudah berakhir? Jadi…apa ini yang membuat Siwon kembali pada dirinya yang dulu? Siwon yang pendiam dan lebih suka hidup dengan dongsaengnya?

“Apa mungkin Kibum yang mengambil keputusan untuk berakhir dengan Choi Siwon yang kaya itu karena ia merasa Siwon sangat membosankan?”

“Jaga bicaramu, Kangin” Leeteuk mengatakan dengan sarkatis dan tak terima dengan asumsi Kangin. “Maaf, maaf. Tapi…bisa saja seperti itu ‘kan?”

Leeteuk menggeleng. “Itu tidak mungkin. Selama ini Kibum terlihat sangat bahagia saat bersama dengan Siwon. Dan Siwon pun sudah berubah jauh dari awal kita mengenalnya ‘kan?”

Kangin mengangguk. “Iya juga sih”

“Nanti aku akan mencoba bertanya pada Kibum” ucap Leeteuk menutup pembicaraan.

.

.

.

Saat kau sudah berubah jauh dari dirimu yang dahulu, maka pasti akan sangat sulit untuk kembali ke semula

Seperti seorang anak laki-laki yang gemar bermain game, ketika kau sudah kecanduan maka akan sangat sulit untuk dirimu berhenti bermain game

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Gadis mungil itu berdiri di balkon kamarnya. Kedua tangannya merentang seperti akan memeluk udara sejuk pagi ini. Bajunya yang kebesaran pun ikut berkibar diterpa udara pagi ini. Matanya menutup merasakan sinar Matahari pagi menerpa wajahnya. Terasa sangat hangat dan menenangkan.

Caramel cerah itu membuka terkejut saat dirasakan sebuah lengan hangat mengapit pinggangnya. Ryeowook menurunkan kedua tangannya yang awalnya terentang menjadi mengelus jari-jari mungil—untuk ukuran seorang pria—yang memeluknya dari belakang itu.

Bibirnya menyunggingkan senyum tipis. Akh~ ia pikir namja ini sudah pergi dari tadi, ternyata….

“Aku tidak mungkin pergi begitu saja tanpa berpamitan padamu” kata sang namja sambil menelusupkan wajahnya dilekukan leher Ryeowook. menghirup aroma vanilla menenangkan yang selalu ia terima. “Maaf, semalam Oppa membentakmu” lirihnya penuh penyesalan.

Ryeowook menelan ludah kecut. Semalam? Akh~ ia jadi teringat beberapa hal yang menyakitkan.

“Tidak. Tidak apa-apa. Lagi pula itu pertama kalinya Oppa membentakku, jadi…aku hanya sedikit terkejut saja, tapi aku sungguh baik-baik saja”

Yesung sedikit mengangkat wajahnya hingga ia bisa memandang wajah manis didepannya itu. Mata Obsidian kelam tersebut menatap dalam wajah Ryeowook. terbesit sebuah perasaan menyesal karena semalam ia benar-benar hilang kendali. “Mianhae”

“Sudah ku bilang, tidak apa-apa” tegas Ryeowook dengan tersenyum kecil.

Yesung yang melihat senyum kecil itu pun kini juga turut tersenyum. Ia kembali membenamkan wajahnya diperpotongan leher Ryeowook. kali ini namja itu menutup matanya, kedua lengannya semakin mengeratkan pelukannya diperut rata Ryeowook.

“Oppa tidak ke sekolah?” bertanya lembut dan mengelus rambut Yesung yang sengaja dibuat sedikit acak-acakkan pagi ini. “Hmm” menjawab dengan gumaman tak berarti.

Ryeowook mengernyit tidak suka dengan jawaban Yesung. “Bisakah kau menjawabnya dengan benar?” terdengar sekali ada nada tidak suka dalam kalimat itu. Yesung menggigit kecil perpotongan leher Ryeowook membuahkan sebuah ringisan kecil dari bibir cherry Ryeowook.

“Tidak sabaran sekali sih. Iya, Oppa kesana hari ini” jawabnya dengan terkikik memperhatikan leher Ryeowook yang baru saja ia gigit kecil. Tidak terlalu meninggalkan bekas sih.

Ryeowook mengangguk pelan mengerti. “Kau mau ikut? Kau bisa mencicipi berbagai makanan ringan disana dan juga sedikit bermain-main” tawar Yesung semangat. Ryeowook seperti sedang berfikir sekilas dan akhirnya mengangguk. “Baiklah”

Cup~

Yesung mengecup pipi Ryeowook sekilas. “Ayo sarapan dulu” ajaknya sambil menarik lengan Ryeowook untuk turun menuju ruang makan.

.

.

.

Ini seperti sebuah permainan, siapa yang mau berusaha untuk terus bertahan dan menjaga eksistensinya, maka ia lah yang akan menjadi pemenangnya ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Kyuhyun menghela nafas berat. Namja berambut ikal itu mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana agar yeoja itu bisa bersikap baik padanya. Semuanya ia sudah coba, tapi hasilnya tetap sama. Nihil.

Kyuhyun meminum soft drinknya dengan kasar seperti orang yang tidak memiliki adab bagaimana cara minum dengan benar. Tapi siapa peduli, pemuda Cho itu bahkan tidak peduli dengan pendapat orang lain. Ia selalu memegang prinsip bahwa; hidup itu sekali, jangan biarkan orang lain membatasi ruang gerakmu, jadilah dirimu sendiri dan cobalah hal-hal baru yang menyenangkan.

Well, kurang lebih begitulah pedoman hidupnya, akh~ sangat simple tapi berarti mendalam.

Kyuhyun hampir tersedak minumannya sendiri tatkala ia mendapati Yesung dan Ryeowook yang berdiri didepannya. Dengan cepat dihapusnya secara kasar beberapa sisa cairan yang mengotori bibirnya.

“Santai saja, Kyu. Kenapa kau begitu kaget melihat kita” Yesung berucap datar dan menarik salah satu kursi didepan Kyuhyun yang dipersilahkan untuk Ryeowook. dengan senang hati Ryeowook segera duduk ditempat itu, sedangkan Yesung duduk disebelahnya.

Kyuhyun menelan ludah keluh berhadapan dengan Ryeowook sedekat ini. Memang, mereka ini satu kelas tapi jujur Kyuhyun belum pernah sama sekali duduk dengan begitu dekatnya dengan yeoja sombong tersebut.

“Oh, kalian datang?” Hangeng menyapa Ryeowook dan Yesung ramah. Namja berkulit Tan—yang sebenarnya marganya juga Tan—ikut bergabung dalam meja bundar yang terbuat dari plastik tersebut.

Yesung tersenyum menanggapi sapaan Hangeng, dan Ryeowook?. akh, jangan ditanya, gadis itu tetap diam dengan ekspresi datarnya seolah tidak peduli.

Hangeng hanya tersenyum maklum melihatnya. Ia sudah biasa dibeginikan oleh Ryeowook, jadi ia sudah terbiasa. “Mau pesan minuman?” Hangeng menawari dan dibalas gelengan oleh Ryeowook. “Aku jus jeruk saja, Han” Yesung menimpali.

Hangeng mengangguk dan menolehkan kepalanya kebelakang dimana disana ada Sungmin dan Heechul. “Jus jeruk, satu!” serunya sedikit keras.

Hangeng kembali memusatkan perhatiannya pada orang-orang yang ada dalam satu meja bersamanya. Ia menolehkan kepalanya kesamping yaitu Ryeowook. “Ku dengar kau sempat sakit. Apa kau sudah baikan?”

“Ya, aku sudah sembuh” menjawab singkat seperti biasa.

Hangeng menghembuskan nafas lelah dan lebih menyenderkan tubuhnya disandaran kursi yang ia duduki. Sepintas, keheningan menyergap mereka yang tengah sibuk dengan pikiran masing-masing sampai sebuah suara memecah keheningan tersebut.

Sungmin tersenyum manis. “Siapa yang memesan Jus jeruk ini?”

Yesung menganggukkan kepalanya memberi isyarat pada yeoja kelinci itu bahwa ia lah yang memesannya. Dengan senyum yang masih merekah, ia menaruh segelas jus jerunya didepan Yesung. Alis Sungmin terangkat sebelah memperhatikan tak ada apa-apa dimeja itu atau lebih tepatnya dihadapan Ryeowook.

“Hangeng, kau hanya memberikan minum pada Yesung, dan tidak pada Wookie?” tanya Sungmin tajam.

Hangeng baru saja akan buka suara sebelum Ryeowook lebih dulu memotongnya. “Tidak. Aku memang tidak memesan apa-apa” katanya datar seperti biasa. Sungmin hanya menanggapinya dengan membulatkan bibirnya membentuk sebuah huruf ‘O’. “Baiklah, tapi…jika kau menginginkan sesuatu, kau bisa langsung bilang padaku” ujarnya ceria, khas seorang Lee Sungmin.

Ryeowook mengangguk menanggapi.

“Han, urus beberapa pembeli didepan sana! Jangan ikut-ikutan duduk seperti itu. Kau juga, Kyu” Heechul berkata tajam sambil memberikan death glare menyeramkan pada kedua anggota namja di Stand miliknya.

Hangeng yang memang tak mau menyulut peperangan dengan sang kekasih lebih memilih menurutinya dan berjalan kedepan menghampiri beberapa pembeli. Berbeda dengan Kyuhyun, namja yang terkenal evil itu justru hanya memutar bola mata bosan. “Aku sedang malas, Noona” ucapnya malas-malasan.

Heechul menggeram kesal dan menggeplak kepala Kyuhyun menggunakan gulungan kertas yang tadinya ia gunakan untuk mengipasi dirinya yang kepanasan. “Rasanya aku benar-benar menyesal memiliki Anggota sepertimu” tuturnya tajam.

Yesung terkekeh pelan melihat pertengkaran kedua orang didepannya. “Sudahlah, kalian ini benar-benar seperti kucing dan tikus saja, selalu bertengkar dan tak mengenal waktu”

Heechul semakin dibuat kesal dengan ucapan Yesung. Gadis cantik berkulit putih susu tersebut mendudukkan dirinya ditempat yang tadi di-duduki oleh Hangeng. Ia menoleh pada Ryeowook. “Kau sudah sembuh?”

Heechul mendapat anggukan kepala dari Ryeowook. “Syukurkah~~” lega. Heechul merasa lega. Tidak tahu kenapa ia jadi begitu lega melihat Ryeowook yang sudah baik-baik saja. “Lain kali kau harus lebih menjaga dirimu, ne?”

“Ya”

Yesung terkekeh melihat Ryeowook yang menjawab ogah-ogahan. Namja ini tahu bahwa Ryeowook sangat jarang sekali atau bisa dibilang malas sekali jika harus banyak bicara. “Hei, Baby~ mau ikut, Oppa?”

Alis Ryeowook terangkat sebelah seolah bertanya ‘kemana?’.

“Berkeliling dan mencoba hal-hal baru. Ayo!” ditariknya tangan Ryeowook agar mengikuti langkahnya. Heechul mendengus sebal, ‘Dasar tidak punya aturan’—dumelnya dalam hati.

.

.

Ryeowook memandang tajam Yesung. Saat ini mereka sedang berada di stand milik kelompok Donghae, Minho, Taemin dan….akh~ Ryeowook malas sekali untuk menyebut nama yeoja menyebalkan itu. “Kenapa kesini?”

“Wae?”

“Aku tidak suka”

Yesung tersenyum melihat gelagat Ryeowook yang tampak sangat tidak senang. Ia mendekati Ryeowook yang masih berdiri dibelakangnya. “Ayolah~ kau percaya ‘kan bahwa Oppa hanya mencintaimu?”

Ryeowook bingung mau menjawab apa. Jika ditanya begitu saat ini, maka sejujurnya jawabannya adalah ‘ragu-ragu’. Ia tidak mengerti kenapa ia bisa merasakan sebuah keragu-raguan yang besar seperti ini. Padahal sebelum-sebelumnya tanpa Yesung berkata seperti ini pun ia akan selalu percaya bahwa namja yang memelihara kura-kura ini teramat mencintainya.

Tak mau berlama-lama menunggu, Ryeowook langsung menyambar lengan Ryeowook dan menariknya menuju stand Donghae dan kawan-kawan yang tanpak ramai.

Bibir Yesung melengkung membentuk sebuah senyum saat mata Obsidian kelamnya menemukan sosok Eunhyuk yang tengah menyemangati para peserta di stand miliknya yang sepertinya sedang mengadakan permainan memancing ikan.

Entah sadar atau tidak Yesung berjalan cepat menuju kearah Eunhyuk dan melepaskan genggaman tangannya pada Ryeowook. namja tampan itu menepuk bahu Eunhyuk yang langsung membuat sang gadis bergummy smile itu menoleh dan bersemu merah.

Ryeowook yang mengamati dari jarak sekitar 2 meter itu tersenyum miris. ‘Wajar jika sekarang aku mulai ragu’—innernya berbicara keluh.

“Yesung Sunbae,”

“Hei, sedang ada acara apa disini?” Yesung bertanya antusias, matanya sesekali mencuri pandang pada 4 orang peserta yang dengan semangat membara mengambil ikan pancingannya. “I-itu, stand ka-kami mengadakan lomba memancing ikan” menjawa sedikit tergagap karena merasa malu bisa berdiri sedekat ini dengan namja yang ia sukai.

Yesung mengangguk-angguk mengerti. “Apa hadiahnya?”

Eunhyuk menunjuk ke dalam stand miliknya dan mengarah pada sebuah Boneka besar Teddy Bear berwarna pasta.

Yesung membulatkan matanya. “Boneka itu lucu” pujinya yang lagi-lagi membuat Eunhyuk bersemu merah. “A-aku yang memilih boneka itu” akunya jujur dengan muka yang masih merona heboh. Yesung terkekeh melihatnya. Tanpa sadar tangannya mengacak gemas rambut Eunhyuk.

“Aku suka melihat rona merah di pipimu”

Mata Eunhyuk membulat mendapat perlakuan serta pengakuan jujur Yesung. Demi Tuhan, tolong jangan bangunkan Eunhyuk jika ini adalah sebuah mimpi. Sungguh, ia rela menjadi Putri Tidur untuk selamanya jika mimpinya bisa se-indah ini.

Eunhyuk menunduk malu. “Sunbae, bersama siapa disini?”

“Aku bersama…” Yesung terlihat kaget dan sedikit banyak kelabakan saat menyadari bahwa ia meninggalkan Ryeowook tadi ketika dengan semangatnya mendatangi Eunhyuk yang sangat terlihat ceria.

Eunhyuk menunggu kelanjutan ucapan namja tampan didepannya. “Bersama siapa?” tanyanya lagi.

Mata Obsidian itu mencari-cari kesegala arah. Akh~ ia mengacak gemas rambutnya sendiri. Ia seperti mendapat firasat buruk. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, tapi…ia yakin bahwa Ryeowook pasti sangat marah besar padanya.

Pikiran Yesung berkecamuk. Ia tidak tahu kenapa ini semau berjalan tidak seperti yang ia pikirkan. Bukankah tadi ia yang mengajak Ryeowook? jadi, kenapa sekarang justru ia yang meninggalkan Ryeowook?

Yesung mengusap wajahnya kasar. Ia keluar dari stand dan masih memutar-mutar tubuhnya dan menajamkan penglihatannya mencari sosok mungil. Tangannya memukul kepalanya sendiri, menyesal karena lepas kendali hanya karena melihat wajah ceria Eunhyuk.

Kepalanya menggeleng-geleng frustasi. Kenapa? Kenapa dengannya? Ada apa dengannya?

Yesung tidak tahu, sejak kapan ia jadi senang sekali menatap wajah ceria Eunhyuk, ia tidak sadar sejak kapan ia begitu menyukai warna merah merona yang selalu terpatri diwajah Eunhyuk, dan ia bahkan juga tidak tahu sejak kapan ia begitu ingin selalu dekat dengan yeoja blonde itu.

Oh, Astaga.

Eunhyuk mengikuti arah pandang namja tampan Sunbae-nya itu yang mengarah pada dua orang anak manusia yang tengah duduk berdampingan. Wajah sang gadis—Ryeowook—terlihat tetap datar-datar saja, sedangkan sang namja yang duduk disampingnya berusaha membuat sebuah lelucon dengan memainkan wajahnya agar terlihat lucu dihadapan Ryeowook.

“Donghae~” Eunhyuk menggumam yang terdengar jelas ditelinga Yesung.

Mata Obsidian kelam milik namja bersurai brunette itu mendadak menajam. Ada sebuah tatapan tak suka dan marah yang terlihat jelas dimatanya. Sebuah perasaan sakit dan tak terima mampir dihatinya. Kesal kah?

Tak tahan melihatnya terus-terusan, Yesung akhirnya melangkah lebar menghampiri gadisnya dan Donghae.

“Apa yang kau lakukan?” interupsi Yesung menghentikan aksi Donghae yang masih berusaha membuat Ryeowook tertawa.

Ryeowook dan Donghae menoleh pada Yesung dan juga Eunhyuk yang berdiri dibelakangnya. “Hae~ ayo pergi. Stand kita sedang ramai” tak mau mendapat penolakan, Eunhyuk langsung saja menarik paksa tangan Donghae. gadis bertubuh kurus itu sadar bahwa setelah ini pasti akan ada masalah lagi yang menimpa hubungan Yesung dan Ryeowook.

“Hae~ aku tidak percaya bahwa kau benar-benar menyukai gadis sombong sepertinya”

Donghae memutar bola mata malas. “Sudah ku bilang berapa kali, aku tidak menyukainya?”

Eunhyuk memandang aneh Donghae. “Tidak menyukainya? Lalu tadi apa? Jelas-jelas kau berusaha membuatnya tertawa—meskipun pada akhirnya kau gagal total”

“Hanya karena hal kecil seperti itu lalu bukan berarti kau bisa menyimpulkan bahwa aku menyukainya”

Donghae melepas genggaman tangan Eunhyuk dan masuk kedalam stand-nya yang tampak riuh dengan penonton yang bersorak menyemangati jagoan mereka masing-masing.

Eunhyuk mendesah berat mendapat perlakuan Donghae yang sepertinya sebal padanya. “Aku harap kau berkata jujur tadi” gumamnya pelan.

.

.

.

Yesung masih setia melayangkan tatapan tajamnya pada sang gadis disampingnya. Ia tidak habis pikir dengan gadis ini, bagaimana mungkin gadis ini bisa duduk berdua dengan namja lain? Bukankah tadi ia menyuruhnya untuk mengikutinya?

Akh~ kenapa kau menyalahkan Ryeowook, Yesung-ssi? Bukankah kau jauh lebih jahat dibanding Ryeowook? kau sedikit demi sedikit mulai menyukai sesuatu hal yang baru dan meninggalkan Ryeowook sendirian.

“Apa yang kau lakukan dengannya?”

“Tidak melakukan apa-apa”

Alis Yesung terangkat sebelah. “Kau duduk berdua dengannya dan—”

“―Aku duduk berdua dengannya karena orang yang mengajakku kesini tiba-tiba saja pergi melupakanku, dan lagi aku tidak menyuruhnya untuk duduk disampingku”

Skak―Mat.

Yesung menelan ludah keluh mendengarnya. Yah, ia yang salah. Ia meninggalkan Ryeowook hanya karena melihat wajah berseri Eunhyuk.

Ia menutup matanya sebentar. “Dan kau membiarkannya duduk disampingmu?”

Ryeowook menarik nafas sebentar menjaga suaranya agar terdengar tetap tegas. “Aku tidak berhak menyuruhnya pergi, lagipula disampingku juga tidak ada siapa-siapa”

Yesung menghela nafas frustasi. “Mianhae, Oppa hanya terlalu bersemangat tadi hingga dengan tidak sadar meninggalkanmu” sesalnya dan mulai melupakan tentang Donghae.

Bibir Ryeowook tertarik keatas membentuk sebuah senyum miris. “Yah~ tidak masalah. Mungkin sekarang aku harus belajar untuk terbiasa ditinggalkan olehmu”

Mata Yesung melebar. “Apa maksudmu?” bertanya kesal sambil memalingkan wajah Ryeowook agar menatap penuh padanya. “Suatu saat nanti, entah itu kapan, pasti…kau yang sudah bosan padaku akan meninggalkan aku”

Nafas Yesung tercekat mendengarnya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya bertanda tidak setuju akan pernyataan Ryeowook.  “Jangan mengeluarkan pendapat bodoh seperti itu”

“Aku hanya berjaga-jaga saja, siapa tahu semuanya akan benar-benar terjadi” suara Ryeowook masih saja terlihat tegas dan tak tergoyahkan. Ekspresi wajahnya yang datar benar-benar membantunya menyembunyikan semua perasaannya yang sesungguhnya.

Yesung memejamkan matanya erat. Ia benar-benar tidak bisa percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ryeowook. cih, yang benar saja, seorang Kim Jong Woon tidak pernah mengingkari janjinya. Dan selama ini ia sudah berjanji bahwa ia akan menjaga dan menjadikan Ryeowook satu-satunya gadis salam hidupnya, jadi….tidak mungkin ia akan mengingkari janjinya.

Dalam kegelapan dihadapannya yang saat ini tengah menutup matanya. Sebuah bayangan senyum bahagis tiba-tiba saja hadir dihadapannya. Yesung tidak tahu siapa pemilik senyum ini. Ia ingin sekali membuka matanya, tapi….senyum seseorang tersebut begitu menyenangkan hingga membuatnya masih ingin berlama-lama memandangnya.

Ya, Yesung dengan jelas bisa melihatnya. Senyum semangatnya, wajahnya yang selalu merona heboh ketika bertatap muka dengannya, dan juga sifatnya yang jauh dari kata ‘manis’, entah kenapa justru bisa menarik perhatiannya.

Yah, dia adalah….

Lee Hyukjae.

Deg!

Seketika itu Yesung membuka matanya. Ia menatap lekat wajah manis Ryeowook dihadapannya. Ia mengerang frustasi dalam hatinya.

Akh~ Ada apa dengannya?

Kenapa disaat-saat seperti ini, ia justru teringat akan sosok Eunhyuk? Bukankah Ryeowook seribu kali lebih manis dari Eunhyuk? Seribu kali lebih sempurna jika dibanding dengan Eunhyuk? Seribu kali lebih segalanya dibanding dengan Eunhyuk?

Ta-tapi…kenapa justru Eunhyuk memenuhi otaknya?

Ditatapinya dengan seksama wajah manis Ryeowook. tangannya mengelus lembut pipi gembul Ryeowook.

Halus.

Pipi itu masih sangat halus dan tanpa noda sedikit pun.

“Jika dia mengatakan cinta padamu, meskipun Oppa terkejut, Oppa pasti akan menerimanya ‘kan?” Ryeowook menarik nafas lagi, “Lalu bagaimana denganku?”

Pertanyaan Ryeowook begitu menusuk hatinya, mengoyahkan segala pembuluh darah yang ada diulu hatinya, kenapa? Kenapa terasa begitu menyesakkan saat nada tersakiti itu mampir di telinganya?

Yesung mendekatkan bibirnya pada Ryeowook. namja tampan itu tidak peduli jika banyak orang yang akan melihat aksi nekadnya, karena yang ia tahu saat ini adalah bagaimana caranya menghilangkan segala keragu-raguan akan cintanya pada Ryeowook.

Cup~

Bibir keduanya menempel erat. Yesung memejamkan kembali matanya dengan rapat. Ia ingin hatinya yang berbicara, ia ingin semua yang ada dalam hatinya bisa tersalurkan, ia ingin semua kegundahannya berakhir.

Tanpa sadar Yesung menekan permukaan bibir Ryeowook terlalu kasar hingga menimbulkan Ryeowook berjengit kaget dan merasakan sedikit perih pada bibirnya. Yesung memperdalam ciumannya. Namja bermata bulan sabit tersebut memaksa Ryeowook membuka mulutnya, meminta ijin untuk menjelajahi segala sesuatu yang ada didalamnya.

Ryeowook menepuk dada bidang Yesung meminta menghentikan ciuman kasar Yesung terhadap dirinya. Dengan nafas yang memburu akhirnya Yesung melepas tautan bibirnya.

Nafas Ryeowook memburu dan wajahnya pun sedikit memerah karena kekurangan Oksigen. Caramel cerahnya menatap dalam Obsidian lembut yang teramat menghanyutkan.

‘Kenapa terasa berbeda?’―batin Yesung sedikit kaget dengan dirinya sendiri. Biasanya…ia sangat bangga dan merasa diawan setelah bisa membuat wajah Ryeowook memerah. Yah, hanya dia yang bisa membuat wajahnya memerah padam seperti itu.

Tapi sekarang kenapa terasa berbeda? Kenapa tidak ada perasaan yang aneh yang selalu membuatnya meledak-ledak? Rasanya…seperti biasa saja. Berbeda dengan tadi―ketika melihat wajah merah merona Eunhyuk.

Ryeowook tersenyum miring melihat wajah Yesung yang tampak memikirkan sesuatu. Ia sendiri sadar bahwa ciumannya tadi juga terasa begitu berbeda. Didalamnya hanya ada keragu-raguan yang mati-matian ditampik oleh Yesung dengan cara menciumnya kasar.

Sangat jelas sekali.

Yesung selalu menciumnya dengan lembut, penuh perasaan dan mesra. Tidak seperti yang barusan.

“Aku benar ‘kan, Oppa?”

“…………….”

“Kau sendiri pun mulai ragu dengan hubungan ini”

Yesung membeku ditempat. Tidak tahu harus menjawab apa. Berbohong pun juga tidak akan bisa. Bukankah Ryeowook sudah terlalu jauh mengenalnya? Pasti ia akan tahu jika dirinya berbohong. Tapi, berkata jujur juga bukanlah hal yang mudah.

Akan sangat beresiko besar untuknya dan juga Ryeowook. “Aku mencintaimu. Dan itu sudah cukup agar hubungan ini bisa tetap berjalan seperti biasanya”

Ryeowook menggeleng lemah. “Tidak seperti itu, Oppa” berkata dengan tersenyum tipis, “Aku tidak mau menjalin hubungan dengan dasar keragu-raguan. Aku ingin benar-benar dicintai dan―Ryeowook mengelus pipi Yesung sayang―aku ingin hanya ada aku dihati Oppa”

Diletakkannya tangan Yesung didada bagian kirinya. “Aku sangat egois, dan untuk memenuhi ke-egoisanku ini, Oppa harus bisa menyediakan satu-satunya tempat untukku dihati, Oppa” lanjutnya lagi dengan mata yang berkaca-kaca.

Sungguh, kenapa rasanya ia begitu lemah jika dihadapkan dengan masalahnya dan Yesung?. Kenapa terasa begitu berat untuk mengambil keputusan? Dan juga…tiba-tiba hatinya terasa kembali hampa. Ia seperti tidak bisa berfikir lagi.

Mata yang awalnya berkaca-kaca itu kini kembali memandang datar. Ryeowook tidak bisa menjatuhkan air matanya, gadis ini tidak pernah menangis dihadapan orang lain sejak kematian Ibu-nya. Bukankah ia berjanji untuk tidak menangis lagi? Dan ia sudah berhasil melakukannya sampai sejauh ini, tidak mungkin ia akan menangis hanya karena sebuah kasuk bernama ‘Cinta’ ini ‘kan?

Yesung membawa Ryeowook dalam pelukannya. Ia menciumi rambut Ryeowook dengan sedikit kalap. “Apa yang harus Oppa lakukan?”

“Ikuti kata hatimu, Oppa”

Kali ini Ryeowook yang memejamkan matanya. Ia tidak bisa memberikan solusi apapun pada Yesung.

“Hatiku ada padamu, kau bahkan sudah memenjarakannya terlalu dalam” jawabnya lemah. “Kau bisa mengambilnya jika kau mau, Oppa”

Yesung kembali menggeleng keras. Pelukannya semakin erat. “Tidak! Aku tidak mau” tegasnya yang entah sudah berapa kali. “Tahan Oppa, jangan biarkan Oppa pergi darimu” pintanya memelas. Yesung bahkan hampir meneteskan air matanya saat ini juga.

Kenapa ia menjadi pengecut begini? Seharusnya disini Ryeowook lah yang menangis. Dia sudah menyakiti Ryeowook. yah, memang benar apa yang dikatakan oleh Ryeowook, bahwa hatinya sudah mulai goyah akan cintanya pada Ryeowook. hatinya sudah tidak sepadan dengan pikirannya, bahkan Yesung sendiri sudah tidak bisa mengontrol semuanya.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Donghae termenung dengan sekaleng jus jeruk didepannya. Matanya sesekali memutar seperti orang yang sedang berfikir. Bahkan terkadang ekspresi wajahnya berubah-ubah, mulai dari ekspresi datar, bingung, rahang yang tiba-tiba saja mengeras dan juga sorot tajam yang tak terkendali.

Entahlah, rasanya Donghae sendiri pun juga tidak mengerti kenapa dia jadi seperti ini. Dan ini semua bermula semenjak pertemuannya dengan Ryeowook.

Gadis itu….dia benar-benar menarik untuk diketahui kepribadian serta kehidupannya. Donghae sendiri merasa aneh pada dirinya sendiri. Kesan pertama melihatnya Ryeowook memang bisa dibilang orang yang sangat dingin, tak banyak bicara dan cenderung tertutup. Mungkin…ya-mungkin, ada setitik sifat sombong yang ada dalam diri Ryeowook―menurutnya.

Lalu kesan pertama saat ia pertama kalinya berbincang dengan gadis mungil itu, Donghae merasa bahwa gadis ini tidak seburuk bayangan orang-orang tentangnya. Ryeowook tidak menyebalkan seperti yang dikatakan orang lain, err…mungkin-ya-mungkin ada kesan menyebalkan dari dirinya, hanya saja bukankah itu normal bagi setiap manusia yang memiliki sisi buruk dan baik?

Sudah dua kali ini ia berbincang dengan gadis itu―meskipun hanya sebentar―dan banyak sekali hal yang membuatnya takjub akan semua pemikiran yang ada dalam dirinya. Jalan pikiran gadis itu sangat sulit untuk ditebak, dan begitu memiliki idelisme yang kuat yang selalu di genggamnya.

Donghae berani bertaruh, bahwa Ryeowook mungkin akan lebih memilih mati daripada harus menjatuhkan harga dirinya. Ia pasti akan lebih memilih membunuh daripada dibunuh. Ya, Donghae yakin hal itu. Sifat yang dimiliki oleh Ryeowook adalah penuh dengan ambisi.

Gadis caramel itu pasti memiliki cara hidupnya sendiri dan jalannya sendiri untuk mencapai apa yang ia punya. Terlihat jelas sekali dari caranya menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan oleh Donghae―yang sering membuat namja berwajah baby face itu mengerutkan kening.

Seperti contohnya tadi ketika Ryeowook memulai pertanyaan dengan,

“Jadi…kenapa kau selalu tersenyum seperti itu?”

Donghae yang mengerti bahwa gadis ini membahas tentang pertanyaannya waktu lalu segera menjawabnya, “Bagaimana ya? umh~sebenarnya tidak ada alasan khusus, hanya saja aku memang suka tersenyum,” Donghae memandang Ryeowook yang juga tengah melihat kearahnya, “Lagipula aku pikir dengan tersenyum itu dapat memudahkan hidupku” lanjutnya.

“Oh, ya?” tanya Ryeowook dengan nada seperti biasanya. Donghae mengangguk, “Kau coba saja. Kau pasti akan mengerti bahwa apa yang aku katakan itu benar”

“Aku tidak tertarik dengan yang seperti itu” tukasnya cepat. “Wae?” Donghae bertanya .

Bahu Ryeowook terangkat acuh. Gadis manis itu menyenderkan punggungnya disenderan kursi belakangnya. Matanya memandang ke langit mengamati segerombolan burung yang terbang menuju kearah Selatan. Ia menutup matanya sejenak sebelum akhirnya memusatkan pandangannya pada Donghae yang duduk disampingnya.

“Karena aku tidak mudah percaya dengan orang yang selalu tersenyum, karena seseorang yang seperti itu biasanya menyembunyikan motif tertentu dibalik senyumnya”

Dan saat itu juga Donghae tertohok akan ucapan Ryeowook yang pedas dan tajam. Oke, Ryeowook memang mengucapkannya dengan santai―bahkan cenderung datar khas miliknya―sambil tersenyum tipis, tapi….kenapa rasanya perkataannya begitu menghujam ulu hatinya?

Benarkah?

Apa benar yang dikatakan oleh Ryeowook?

Dan…apa mungkin gadis ini bisa membaca pikirannya sehingga ia bisa mengungkapkan perkataan yang seolah membuat hatinya berhenti berdetak saat itu juga?

“Aku benar ‘kan?” kembali tersenyum tipis pada Donghae, “Kau pasti memiliki banyak motif dibalik senyum mu” tebaknya dengan mengerling kearah Donghae.

Donghae tidak menjawab dan lebih memilih diam.

.

Kepala Donghae menunduk memandangi jus jeruk miliknya. Pikiranya melayang memikirkan perkataan Ryeowook tadi. Akh~ kenapa ia jadi kepikiran gadis itu? Bukankah ia hanya menganggap bahwa Ryeowook tidak lebih dari orang-orang yang hanya sebatas lewat dalam kehidupannya, jadi santai saja-lah, jangan terlalu dibuat repot, innernya memberi pendapat.

Berulang kali Donghae berusaha mengenyahkan kata-kata Ryeowook, tapi…nihil. kata-kata itu masih saja berdengung ditelinganya. Saat ia masih berusaha menenangkan pikirannya ia justru dikagetkan dengan sebuah tangan yang menepuk pundaknya keras. “Akh, sialan” umpat Donghae kasar.

Seseorang itu terkejut bukan main mendengar umpatan Donghae. “Woh~ ada apa denganmu, Hyung?” seseorang bernama Cho Kyuhyun itu berpindah duduk didepan Donghae. tangannya meraba kening Donghae yang langsung disingkirkan sang empunya. “Kau ada masalah?” tanyanya lagi yang masih belum ditanggapi oleh Donghae.

Kyuhyun mendengus geli melihat Donghae yang seperti tidak biasanya. Donghae yang usianya satu tahun diatasnya itu biasanya selalu bersikap dewasa dan jarang sekali mengumpat kasar, jadi Kyuhyun mulai berpikir, ada apa gerangan dengan Donghae―yang meskipun usianya satu tahun diatasnya tapi satu tingkat dengannya.

“Hyung, kau bisa bercerita padaku jika ada masalah” tawarnya dengan mengambil sebuah benda berbentuk persegi panjang dari saku seragam maid-nya.

Donghae berdecak kesal melihatnya. “Kau lebih baik pergi saja. Aku sedang tidak ada waktu untuk main-main”

“Memang aku mengajakmu main-main? Aku sedaritadi diam saja kok” jawab Kyuhyun santai. Donghae memutar bola mata malas. “Terserah” akhirnya Donghae lebih memilih cuek dan tak mau ambil pusing dengan keberadaan Kyuhyun didepannya.

Belum lama bermain dengan PSP kesayangannya, Kyuhyun tiba-tiba saja mematikannya dengan cepat dan memperhatikan Donghae yang mengernyit aneh memandangnya―mungkin karena Kyuhyun.

“Apa?”

“Hyung, kau dekat dengan Eunhyuk Noona, ‘kan?”

Donghae mengangguk. “Kenapa?”

Kyuhyun sedikit berpikir untuk memulai ceritanya darimana, karena ia sendiri pun takut kalau seandainya Donghae jadi salah sangka dengan apa yang akan ia lontarkan. “Mmm..bagaimana ya..”

“Katakan saja, jangan berbelit-belit” suruh Donghae yang mulai tak tahan dengan Kyuhyun yang bertele-tele.

“Jadi begini,―jeda sebentar―aku mendengar dari beberapa siswa tentangnya yang mendekati ―jeda lagi―Ye..Yesung Hyung,”

“Lalu?”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat. “Apa itu semua benar?”

Mata Donghae masih terpaku dengan mata dark brown dihadapannya. Sejujurnya, ia sendiri bingung jika harus menjawab. Dikatakan mendekati Yesung pun jawabannya benar, tapi…bukannya Yesung juga sepertinya mendekati Eunhyuk?

Jadi mungkin akan lebih enak didengar jika keduanya sama-sama saling tertarik dan mendekati. Bukankah itu adil?

“Entahlah~ aku sendiri bingung harus menjawab apa” akhirnya jawaban bodoh itulah yang meluncur dari bibir tipis Donghae.

Wajah tampan Kyuhyun terlihat kecewa dengan jawaban yang diberikan Donghae, padahal ia sangat membutuhkan jawaban yang pasti. “Tapi…aku rasa diantara mereka memang sepertinya memiliki suatu ketertarikan satu sama lain”

Mendengar Donghae yang kembali buka suara membuat Kyuhyun membulatkan matanya. Jadi…benar apa yang sudah ia dengar dari desas-desus belakanga ini?

“Lalu bagaimana?”

“Apanya yang bagaimana?”

Kyuhyun tersenyum jahil pada Donghae. “Tentu saja denganmu. Ck, jangan berlagak bodoh begitu, Hyung”

Donghae tersenyum miris dan sarat akan kepedihan. Hatinya seperti mencelos saat itu juga.

Bagaimana denganku? Aku sendiri pun tidak tahu harus bagaimana―gumamnya dalam hati.

“Kalau tidak cepat-cepat nanti kau bisa keduluan, loh~” goda Kyuhyun lagi. “Aku tidak peduli” Donghae berdiri dari duduknya dan menghampiri Taemin serta Minho yang sepertinya mulai menghitung pendapatannya hari ini.

Dari kejauhan Kyuhyun memandang Donghae dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

Saat Donghae berbalik kembali menuju tempatnya, secepat mungkin tatapan itu ia rubah menjadi seperti biasa. Bibir kissable-nya tertarik keatas membentuk sebuah senyum jahil. “Mencari Eunhyuk Noona, ya?”

“Kau melihatnya?” bertanya tidak sabar dan kembali melangkah masuk kedalam stand dimana Kyuhyun yang masih duduk ditempatnya. “Aku melihatnya sedang jalan-jalan bersama dengan Yesung Hyung”

Mata Donghae membulat. “Kau serius?”

“Lalu bagaimana dengan Ryeowook? bukannya tadi Yesung Sunbae bersama dengan Ryeowook?”

Mata Kyuhyun merotasi dengan malas akan pertanyaan-pertanyaan Donghae yang seolah-olah mengintrogasinya. “Mana ku tahu” sahutnya cuek. “Yang jelas tadi Yesung Hyung terlihat bahagia sekali berjalan bersama dengan Eunhyuk, dan begitu pun sebaliknya”

Tangan Donghae mengepal erat mendengarnya. Ada sebuah perasaan sesak yang memenuhi rongga dadanya, akh~ ani. Tidak hanya perasaan sesak, tapi…juga perasaan simpati pada seseorang disana. Seseorang yang bahkan bukanlah siapa-siapanya.

Tak mau membuang waktu lebih lama lagi, Donghae pun berjalan cepat dan bisa dikatakan berlari menuju berbagai arah kemanapun itu, asal ia bisa menemukan ‘gadis’ itu.

Sungguh, ia merasa seperti disini tidak hanya ia saja yang terluka, tapi…’gadis’ itu pasti juga lebih terluka dibanding dirinya.

‘Choi Ryeowook’

Kemana dia?

Donghae berlari mengelilingi tempat-tempat dan bahkan stand-stand yang sudah sebagian besar berberes-beres karena memang sudah malam.

Demi Tuhan, Donghae merasa dirinya mungkin sudah gila saat ini. Jinja…bagaimana mungkin ia bisa rela berlari-lari tidak jelas seperti ini hanya untuk mencari sesosok gadis bernama ‘Choi Ryeowook’―yang dari awal pertemuannya saja tidak menganggap sama sekali dirinya ada.

Dan lagi, ini kan sudah malam, siapa sangka jika mungkin Ryeowook sudah pulang kerumahnya? Lagi pula Yesung ‘kan juga tidak mungkin bisa jalan-jalan dengan Eunhyuk jika masih ada Ryeowook yang berada disini?

Akh~~ Donghae menghentikan langkah kakinya saat itu juga. Nafasnya tersenggal-senggal kelelahan. Beberapa tetes keringat membasahi pelipisnya. Namja ini sadar bahwa ia sudah tidak waras sepertinya. “Mungkin saja ‘kan dia sudah pulang sejak kejadian tadi itu? Lagian Yesung juga sepertinya merasa tidak bersalah sama sekali berjalan bersama Eunhyuk? Yah, meskipun aku tidak tahu juga apa yang dikatakan oleh Kyuhyun benar atau tidak” katanya pada dirinya sendiri.

Meskipun namja penyuka ikan nemo itu mencoba berpikir positive, tapi tetap saja perasaannya tidak tenang. Ia merasakan bahwa ia perlu mengetahui keadaan Ryeowook saat ini. Ia butuh kepastian.

Kepastian? Apa maksudmu Lee Donghae?

Donghae memandang ke sekelilingnya. Ia bisa melihat dibagian selatan dimana disana berdirilah stand milik Yunho, Jaejoong dan kawan-kawannya yang masih sibuk membereskan barang-barangnya―berniat akan istirahat mungkin untuk melanjutkannya besok lagi.

Mata Donghae menyipit. Ada sesuatu yang mengganjal dipandangannya. Bukan! Ia bukannya kelilipan atau apa, hanya saja ketika ia memandang lebih jeli lagi, ia bisa melihat sesosok yeoja bertubuh mungil yang berdiri didepan stand milik Yunho―yang menjual aksesoris―dengan memandang sebuah kalung berbentuk hati terbelah dua―atau bisa dibilang sepasang.

Donghae tersenyum melihat wajah gadis itu yang masih saja datar tanpa ekspresi.

Dengan hati lega―karena berhasil menemukan Ryeowook―kakinya melangkah mendekati Ryeowook. dalam hati Donghae berdo’a agar Ryeowook tidak mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh namjacingunya―Yesung―dan sahabatnya Eunhyuk.

Bukan apa-apa sih, ia hanya tidak suka saja jika harus melihat seorang gadis yang menangis. Apalagi gadis itu menangis karena namjacingunya sendiri.

Donghae menepuk lengan Ryeowook pelan bermaksud mengagetkan Ryeowook. tapi memang dasarnya Ryeowook adalah seseorang yang memiliki minim dalam berekspresi, maka wajahnya pun masih saja tetap sama dan tanpa ekspresi.

Donghae mengkerutkan keningnya, merasa aneh dengan ekspresi Ryeowook. hei, seharusnya gadis ini ‘kan kaget, atau setidaknya memekik kecil. Tapi….lihatlah! Ryeowook hanya memandang sekilas Donghae dan kembali memfokuskan pandangannya pada kalung didepannya.

Donghae mengangkat sebelah alisnya yang ternyata memberi kode pada Yunho, Ada-apa-dengannya-Yunho-Sunbae?

Yunho mengedikkan bahunya bertanda tidak tahu. “Dia sudah seperti itu sejak 40menit yang lalu. Dan tidak berbicara apapun sekalipun kita sudah bertanya berulang kali”

Donghae mendelik tajam pada Sunbae-nya itu. Jinja…disini masih ada Ryeowook dan Yunho tanpa ada rasa bersalah sedikitpun langsung berbicara blak-blakan.

Donghae menarik pundak Ryeowook untuk menghadap padanya. “Kau menginginkan kalung itu?”

“Tidak,”

“Tidak?” kedua alis Donghae menyatu mendengar jawaban Ryeowook. “Lalu kenapa kau memandanginya seperti itu?”

“Aku hanya ingin memandangnya saja, tidak ada alasan khusus”

Ryeowook melepaskan tangan Donghae yang mencengkram pundaknya dan berjalan menjauh dari tempat itu. Donghae mengikuti Ryeowook.

Dalam kegelapan malam itu, Ryeowook dan Donghae berjalan beriringan. Tanpa kata, tanpa ucapan, tanpa pembicaraan dan hanya hening.

Donghae bukanlah tipe orang yang menyukai suasana kaku dan hening seperti ini, jadi ia sebisa mungkin membuat sebuah lelucon atau apapun itu agar Ryeowook bisa tersenyum atau setidaknya bisa berbicara layaknya teman dengan Donghae.

Tapi tetap saja gadis manis itu hanya sesekali menimpali omongan Donghae dan itupun juga dengan kata-kata yang singkat. Donghae hampir berteriak frustasi saat ini juga karena Ryeowook yang seperti mayat berjalan.

“Oh, ngomong-ngomong kenapa kau sendirian?”

“Aku memang sendirian, ‘kan?”

Lagi. Jawaban Ryeowook hanya bisa membuat Donghae menelan ludah keluh. “Mmm..maksudku, kau ‘kan biasanya dengan namjacingumu”

Ryeowook menghentikan langkahnya. Gadis itu menunduk dalam dengan ekspresi wajah yang masih tetap datar. “Dia sedang bersama dengan gadis barunya”

Mata Donghae melotot mendengarnya. Bersama gadis barunya? Jadi Ryeowook sudah tahu?

“Kau pasti juga sudah tahu ‘kan?”

Dengan ragu Donghae mengangguk. Namja tampan ini merutukki mulutnya sendiri yang sudah memulai pembicaraan tidak menyenangkan ini. Tapi mau bagaimana lagi? Sudah terlanjur ‘kan?

“Dan kau diam saja melihat mereka berdua? Kenapa kau tidak marah pada Eunhyuk atau Yesung atas perlakuan mereka padamu?” Donghae tidak tahan untuk tidak bertanya.

Ryeowook membalikkan badannya menghadap Donghae yang ada disampingnya. “Marah ya,?” Ryeowook terlihat menatap lurus manik mutiara hitam didepannya, sebuah senyum hambar terpatri jelas dibibirnya.

“Perasaan marah yang seperti itu sudah ku buang jauh-jauh. Perasaan betapa aku sangat menderita, terpuruk, dan semacamnya, hal-hal semacam itu hanya akan membuat diriku sendiri jatuh kedalam pikiran negatif,”

Donghae masih menunggu kelanjutan ucapan Ryeowook dengan saling menatap satu sama lain.

“Dengan menyalahkan orang lain terus-terusan, sama saja artinya dengan aku tidak menyadari kesalahanku. Sama saja dengan artinya aku menghindar dari kenyataan dan lari dari masalah dengan jalan pintas, yaitu dengan menyalahkan orang lain. Yang seperti itu…terdengar ironis ditelingaku”

Donghae terperangah dengan jawaban bijak dari gadis mungil itu. Dia tidak menyangka bahwa dibalik sifat sombong, dingin, dan angkuhnya selama ini ternyata ia juga masih memiliki sisi sifat dewasa yang mampu membuatnya bertahan dengan kemarahannya pada dirinya sendiri.

Donghae yakin, selama ini Ryeowook pasti melampiaskan kemarahannya pada dirinya sendiri, lalu secara tidak sengaja dan tanpa sepengetahuannya―Ryeowook sendiri―ia memperlakukan dirinya sendiri dengan kasar. Dengan menjadi sesosok yang tangguh dan tak mau terlihat lemah dihadapan orang lain.

Donghae tersenyum tipis memikirkan semuanya. Namja ini sedikit demi sedikit bisa mulai memahami pola pikir Ryeowook, meskipun sebagian besar Donghae sendiri merasa pola pikir Ryeowook yang terlalu mengedepankan pikirannya adalah salah, tapi toh ia tetap saja kagum dengan sosoknya.

“Tapi sekali-kali kau juga harus memikirkan perasaanmu. Jangan terlalu kasar pada dirimu sendiri”

Ryeowook menghela nafas pendek. “Jika kau tidak kasar pada dirimu sendiri, kau akan menjadi orang terlemah di Dunia ini dan pada akhirnya kau hanya akan menjadi sampah yang tidak berharga”

Mata Donghae tidak sedikitpun teralihkan dari Caramel cerah gadis itu. Dalam mata caramel itu…ia bisa merasakan sebuah kekosongan dan kehampaan. Pandangan datarnya selalu saja membuat Donghae mengernyitkan dahinya.

Donghae terkekeh kecil menanggapi jawaban Ryeowook. “Baiklah, kau memang selalu memiliki jawaban sendiri atas hidup dan langkah yang selalu kau ambil”

Ryeowook diam tidak menjawab. Gadis ini masih setia berdiri disamping Donghae. caramel cerahnya yang datar menatap lurus kedepan dimana sebagian siswa yang ikut festival ini sudah menutup stand mereka dan mulai masuk ke tenda yang disiapkan oleh panitia.

“Lalu setelah semua ini, bagaimana denganmu?”

“Aku hanya membiarkan waktu terus berjalan. Aku tidak berminat untuk menghentikan mereka, dan aku…juga tidak berminat mencampuri perasaan mereka”

“Hei..Hei..bagaimana bisa kau berpikir begitu? Yesung Sunbae adalah namjacingumu, jelas kau punya alasan yang kuat jika kau marah atau sekedar menggretak Eunhyuk untuk tidak dekat-dekat dengan Yesung”

“Meskipun aku dan Yesung Oppa memiliki sebuah hubungan, tapi..tetap saja aku tidak berhak mengatur hidupnya. Perasaan manusia itu bisa saja berubah dan aku tidak berhak menekan perasaannya yang sudah mulai tumbuh bercabang”

Donghae kembali dibuat tercengang dengan jawaban Ryeowook. ia bahkan sempat tidak percaya bahwa gadis disampingnya ini adalah manusia. Jinja…setiap gadis yang berada diposisinya pastilah akan marah, kecewa atau memutuskan namjacingunya jika hubungannya sudah seperti berada diujung tanduk.

Tapi Ryeowook?

Gadis ini masih saja diam dan seolah-olah tak terjadi apa-apa.

“Aku sudah pernah melarang Yesung Oppa untuk tidak terlalu dekat dengan temanmu itu, hanya saja sepertinya ia tidak sanggup menuruti apa mau ku”

“Benarkah?”

Ryeowook mengangguk kecil. “Dan pada saat itu aku mulai berpikir, bahwa mungkin bukan mau Yesung Oppa untuk dekat dengan Eunhyuk. Melainkan….hatinyalah yang berjalan sendiri menuju gadis itu”

Deg!

Donghae bungkam mendengarnya. Jadi…ini tentang hati, ya?

Memang benar sih apa yang dikatakan oleh Ryeowook. setiap orang yang sudah menyukai orang lain pasti semuanya yang mengendalikan adalah hatinya. bukankah hati tidak pernah berbohong?

“Aku tidak menyangka seorang gadis ambisius sepertimu bisa melepaskan dan membiarkan apa yang menjadi milikmu disentuh dan direbut oleh orang lain”

Mata Ryeowook menajam mendengarnya. “Bukannya maksudku untuk membiarkannya, tapi memang dirinyalah yang memang sudah menjauh dari jangkauanku. Setelah semuanya sudah terjadi, memang apa yang bisa aku lakukan?”

Kepala Donghae mengangguk mantab. “Benar. Apa yang kau katakan memang benar, tapi kau juga harus setidaknya mempertahankannya”

Ryeowook mengangkat bahunya. “Aku tidak suka mempertahankan sesuatu yang juga tidak mempertahankanku”

“Maksudmu, Yesung”

“Ya”

Mulut Donghae membentuk sebuah huruf ‘O’. “Aku pikir dia sepertinya juga dalam mood ragu-ragu akan hatinya. disatu sisi ia masih berusaha seperti mempertahankanmu, tapi disisi lain hatinya sudah mulai bercabang”

Ryeowook tersenyum pahit akan kata-kata Donghae barusan. Mempertahankan? Benarkah?

“Dia bukan mempertahankan aku,”

“Apa?” tanya Donghae tidak mengerti. Dilihatnya wajah manis Ryeowook selekat mungkin, ingin mencari tahu ekspresi apa yang akan timbul diwajah manis itu, dan hasilnya hanyalah sebuah ekpresi datar. Hanya saja senyumnya yang miris membuat jantung Donghae sesak.

“Dia hanya mencoba mempertahankan janjinya”

“Janji,?”

“Ya,” Ryeowook menyampirkan rambut depannya dibelakang telinganya. “Janji kita saat kecil dulu”

“A-apa?” Donghae yang masih belum mencerna sepenuhnya ucapan Ryewook berusaha kembali bertanya.

Dalam hati ia sudah membatin, Janji masa kecil? Jadi selama ini Ryeowook dan Yesung hanya terikat dalam hubungan janji masa kecil?

“Kau benar” tukas Ryeowook cepat seolah memahami apa yang ada dalam pikiran namja tampan penyuka ikan disampingnya tersebut.

“Selama ini, hubungan kita yang selalu dianggap sempurna, harmonis dan juga terlihat menyenangkan, sebenarnya hanyalah omong kosong”

“………..”

Mata Ryeowook menyiratkan sebuah perasaan sakit yang teramat mendalam dihidupnya. Entah kenapa melihat sorot mata kesakitan yang Ryeowook tampakkan membuat hati Donghae jadi ikut menangis.

Donghae tidak tahu hal apa saja yang sudah menimpa gadis mungil ini hingga gadis sepertinya harus memiliki pemikiran yang sangat dalam. Tapi yang jelas, ia teramat yakin bahwa gadis manis ini pastilah mengalami beberapa moment tidak menyenangkan dalam hidupnya.

“Kami, akh tidak! Lebih tepatnya adalah aku,―bibir Ryeowook menarik keatas menampilkan sebuah senyum mengejek―adalah seorang manusia yang menyedihkan”

Donghae masih diam mendengarkan segala kata-kata yang meluncur bebas dari mulut cherry itu.

“Aku…adalah seorang manusia yang hidup dengan hanya beberapa orang. Dan lebih malangnya lagi orang-orang itu bertahan disampingku hanya karena sebuah janji masa kecil,”

Kali ini Ryeowook kembali melemparkan sebuah senyum palsu yang tak sampai mata kepada Donghae. “Janji yang mana akan selalu ada disisiku, janji yang seharusnya hanyalah sebuah kata penghiburan saat aku masih kecil dulu yang aku anggap sebagai harapan untukku terus hidup”

“Jadi―”

“―Ya, kau benar. Mereka hanya tidak mau mengingkari janji mereka. Bukankah seorang laki-laki sejati tidak akan pernah mengingkari janjinya?”

Nafas Donghae tercekat. Tenggorokannya kering saat itu juga. Mulutnya bungkam harus bicara apa lagi. Kenapa? Kenapa rasanya begitu menyakitkan mendengarkan cerita Ryeowook?

Yah, Ryeowook benar. Hidup hanya dengan mengandalkan ‘janji’ dari seseorang memang terdengar begitu menyedihkan. Bayangkan, jika orang tersebut berada disampingmu hanya karena ia tidak mau dibilang pengecut―atau anggap saja mereka berada disampingmu karena terpaksa―pastilah akan menyesakkan, ‘kan?

“Dan sampai detik ini mereka berusaha menepati janjinya dengan mengorbankan kebahagiaan mereka sendiri demi ke-egoisanku,”

“Bukankah aku sangat jahat?” tanyanya dengan miris.

Memory otak Donghae memutar pada kejadian kemarin malam saat ia melihat Siwon dan Kibum. Sekarang ia tahu apa yang dimaksud oleh Ryeowook. mengorbakan kebahagiaan mereka?

Jadi memang benar Siwon memutuskan hubungannya dengan Kibum karena ia sudah terikat janji dengan Ryeowook untuk selalu berada disisi-nya?

Hah~ masalah yang teramat kompleks, eoh?

“Dalam hatimu kau pasti berpikir bahwa aku adalah orang pertama yang paling menyedihkan di Dunia ini”

“Tidak. Aku tidak berpikiran seperti itu,” potong Donghae cepat. “Asal kau  tahu saja, selama ini pun hidupku tidak jauh beda dengan cerita hidupmu yang ironis itu, atau bahkan aku jauh lebih menderita dari apa yang kau rasakan”

“Mwo?” tanya Ryeowook datar seperti biasanya.

Donghae tersenyum. Ada sebuah rasa bahagia dalam dirinya ketika gadis yang terkenal irit bicara itu bisa menceritakan sebagian hidupnya padanya, itu artinya Ryeowook nyaman dengannya ‘kan? dan lagi, saat ini Ryeowook seperti penasaran dengan cerita hidupnya.

Oh, Lee Donghae~ kau benar-benar optimis sekali.

“Aku tidak berminat untuk membuka kehidupanku pada orang asing”

Mata Ryeowook melotot tajam mendengarnya. Apa-apaan itu, hei…ia―Ryeowook―yang selalu tertutup akan kehidupannya bahkan sudah rela membukanya pada Donghae, tapi namja itu justru kembali membalikkan kalimat yang selalu terlontar dari Ryeowook.

Donghae tertawa renyah. “Aku bercanda. Kau ini…benar-benar orang yang sangat menarik―menurutku”

Ryeowook menepis tangan Donghae yang hampir saja mampir dipucuk kepalanya. “Aku tidak suka disentuh”

Alis Donghae menyatu mendengar kalimat ‘disentuh’ yang Ryeowook ucapkan. Uh-oh, apa wajahnya terlihat seperti akan memperkosa Ryeowook?

“Nadamu kembali dingin” cibir Donghae yang menyadari akan sikap Ryeowook yang kembali dingin dan tertutup seperti biasa. “Aku lebih suka kau yang tadi, meskipun tetap tidak ramah dan tidak tersenyum, setidaknya kau masih menghargai orang yang sedang berbicara denganmu”

Ryeowook mendengus jengkel. Dalam hati sebenarnya Ryeowook mengutuk dirinya sendiri yang sudah membongkar besar-besaran sebagian cerita hidupnya. Well, sebenarnya sedaritadi Ryeowook sendiri tidak sadar bahwa ia telah berbicara banyak pada Donghae mengenai kehidupannya.

‘Meskipun sedikit memalukan, tapi…rasanya begitu melegakan. Perasaanku sedikit tenang’―inner Ryeowook berbicara.

Ya, memang benar bahwa saat ini hati Ryeowook seperti bebas dan sedikit tenang setelah membagi kisahnya dengan Donghae. hatinya yang hancur karena melihat Yesung dan Eunhyuk pun perlahan sedikit terobati dengan kehadiran namja sok tahu disampingnya ini. Akh~~ kenapa rasanya menyenangkan bisa membagi kisah pada orang lain?

“Meskipun aku benci mengakui ini, tapi kau juga harus tahu sesuatu hal,”

Alis Donghae terangkat seolah memberi kode pada Ryeowook untuk meneruskan ucapannya.

“Kau adalah pendengar yang baik”

Donghae mengerjap-ngerjapkan matanya. Apa ia tidak salah dengar? Choi Ryeowook yang sombong itu memujinya. “Aku serius dengan ucapanku”

Donghae tersenyum melihat Ryeowook yang membuang muka. “Terimakasih, aku juga senang bisa mengurangi beban hati orang lain”

Donghae mengulurkan tangannya kepada Ryeowook yang dibalas dengan oleh Ryeowook dengan menjabat tangan Donghae. “Kita teman?”

Ryeowook tampak berpikir beberapa menit untuk menerima tawaran namja tampan ini. Hatinya masih belum terbiasa menerima teman baru dan lagi bukankah hatinya sudah tertutup oleh orang lain?

Ryeowook sudah lama tidak merasakan apa itu arti ‘teman’, apa itu sebuah persahabatan, apa itu sebuah kebersamaan. Yang ia tahu hanyalah Dunianya sendiri dan orang-orang terdekatnya saja. Jadi…sangat susah sekali jika harus memulai semuanya mulai dari Nol.

“Aku..tidak bisa” kepala Ryeowook menunduk menatap jabat tangannya dengan Donghae.

Donghae memiringkan kepalanya, “Wae?”

“…………..”

Merasa tak mendapat jawaban, Donghae pun kembali berujar, “Baiklah, mungkin sekarang kau masih tidak bisa menganggapku temanmu, tapi setidaknya ijinkan aku untuk berusaha menjadi temanmu. Aku akan membuktikan padamu bahwa memiliki teman banyak itu sangat menyenangkan” bibirnya membentuk sebuah senyum hangan yang sampai pada hati Ryeowook.

Perasaan Ryeowook menghangat mendengarnya. Ryeowook tahu bahwa ucapan Donghae bukanlah ucapan murahan yang selalu dilontarkan oleh beberapa orang untuk menjadi temannya dengan latar belakang ingin memanfaatkan Ryeowook, ya-Ryeowook percaya dan yakin bahwa Donghae amatlah tulus ingin berteman dengannya.

“Kenapa kau ingin berteman denganku?”

Bibir Donghae mengerucut kedepan memikirkan pertanyaan Ryeowook―yang menurutnya aneh. “Kau tanya kenapa?”

Ryeowook mengangguk.

“Apa untuk berteman harus ada alasan?” Donghae berbalik bertanya dengan wajah polosnya.

Sekejap mata Ryeowook sempat membulat tak percaya. Gadis berpostur mungil itu sedikit tersentak dengan kata-kata Donghae. ‘Apa untuk berteman harus ada alasan?’

Ryeowook memikirkan kata-kata itu. “Sebagian orang pasti memiliki alasan ketika mereka memutuskan untuk berteman dengan orang lain”

Mata Donghae menyipit saat senyumnya berkembang. “Baiklah, kalau kau memang butuh alasannya. Sebenarnya aku tidak ada alasan sih, tapi karena kau yang meminta…jadi apa boleh buat,”

Donghae melepas jabatan tangannya. “Aku hanya merasa bahwa aku perlu menjadi temanmu yang sendirian itu”

Ryeowook memasang wajah tak suka ketika mendengarnya, “Lebih spesifiknya kau mengasihaniku, eh?”

Bibir Donghae membulat. “Mwo? Aniya~ bukan begitu maksudku,”

Ryeowook mendengus dan berbalik badan ingin meninggalkan Donghae. ‘cih, ternyata dia sama saja. Berteman denganku hanya karena mengasihaniku’ ucapnya, tentu dalam hati.

Grep~

Ryeowook segera menepis tangan Donghae yang mencengkram pergelangan tanganya.

“Itu karena aku merasa kau sama denganku,”

Tap.

Ryeowook yang hampir saja akan melangkah lagi kini menghentikan langkahnya. Ia masih dalam posisi membelakangi Donghae. tapi meskipun begitu Ryeowook tahu bahwa Donghae pasti mengerti bahwa dirinya ingin mendengar lanjutan perkataan Donghae.

“Melihatmu…aku seperti melihat diriku sendiri. Kau sangat lemah tapi berjuang mati-matian untuk terlihat kuat hanya agar orang lain tidak mengasihanimu,”

“Aku merasa kuat dengan adanya dirimu, sekalipun kita hanya bertemu dan berbicara beberapa kali…tapi, aku senang karena ternyata tidak hanya aku yang sedang berjuang mati-matian agar tidak terlihat menyedihkan dihadapan orang lain.”

Ryeowook memejamkan matanya saat semua ungkapan yang dikatakan oleh Donghae merasuk dalam jantungnya dan menyebar kesegala pembuluh darah dalam tubuhnya. “Sebenarnya, siapa dirimu?” tanya Ryeowook pelan.

Donghae tersenyum pahit. “Aku? Aku hanya seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan bersama dengan anak-anak yang hidupnya tidak jauh beda dengan diriku,”

Donghae yang sebenarnya tidak berniat untuk membahas tentang hidupnya, sepertinya memang harus menceritakannya pada Ryeowook. “Saat aku berusia 7 tahun, Umma dan Appa ku mengangkatku sebagai anak mereka, kau tahu perasaanku saat itu?,”

“……….”

“Rasanya sangat menyenangkan, seperti kau bisa menggapai sebuah bintang indah dilangit sana. Hatiku terasa hangat mengingatnya, karena aku bisa seperti anak-anak yang lainnya yang memiliki keluarga,” Donghae tersenyum pahit.

“Tapi saat itu aku masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Hingga ketika aku menginjak ditahun pertamaku di sekolah menengah pertama, saat itulah aku merasa bahwa Dunia benar-benar tidak adil padaku. Aku tidak memiliki teman sama sekali, aku selalu dicemooh hanya karena aku adalah anak angkat di keluarga Lee yang terhormat itu, aku di bully dan dianggap sampah dimata mereka,

Apa kau tahu bagaimana rasanya diposisiku saat itu? Haha..kau pasti tidak tahu, kau ‘kan masih memiliki beberapa orang yang peduli padamu,”

Donghae tertawa hambar yang terasa menyakitkan. “Hingga akhirnya, ada Eunhyuk yang saat itu mau berteman denganku, dia lah satu-satunya orang yang menganggapku ada. Dia orang yang sangat baik dan mengajakku keluar dari kesendirianku.

Hingga sampai aku bisa seperti sekarang ini, memiliki banyak teman dan tersenyum. Aku juga ingin kau keluar dari kesendirianmu. Rasanya…pasti menyakitkan ketika kau ingin menangis tapi tidak ada siapapun yang peduli, saat kau butuh penopang tapi tidak ada yang bisa kau percaya”

Ryeowook tercekat mendengar semuanya. Yah, Ryeowook tidak menampik tentang semua yang dikatakan oleh Donghae. dari awal ia bertemu dengan namja ini, Donghae memang sudah bisa menebak bagaimana dirinya dan apa saja perasaannya. Jadi…karena ini? Karena Donghae juga pernah merasakan dan berada diposisinya?

Ryeowook pergi dengan langkah pelan. Kepalanya terisi penuh dengan kata-kata Donghae.

Perasaannya campur aduk. Matanya memanas ingin mengeluarkan krystal-krystal bening, tapi kenapa krystal bening itu tidak juga turun dari pelupuk matanya? Kenapa justru hatinya semakin sesak. Ryeowook ingin menangis, tapi…air mata itu tidak juga turun, dan justru semakin membuat hatinya seperti terhujami benda-benda tajam.

.

.

.

Hal yang paling menyedihkan adalah…..

Kau tidak bisa menangis disaat kau ingin menangis~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Kerlap-kerlip bintang yang memancarkan cahayanya malam ini terasa begitu romantis untuk dinikmati. Hembusan angin malam yang menyenangkan juga menambah kesan lembut malam ini.

Terlihat dua orang berbeda jenis kelamin itu sedang berjalan menyusuri jalanan setapak dihalaman sekolah mereka. Keduanya saling diam dan hanya menikmati keheningan masing-masing. Pikiran mereka berkecamuk tak menentu.

“Yesung Sunba―”

“―Oppa” potong Yesung cepat.

Eunhyuk mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia masih tidak mengerti akan maksud Yesung. “Panggil saja aku, Oppa” lanjutnya yang membuat pipi Eunhyuk bersemu merah. “Ne, Yesung Oppa”

Tangan Yesung tergerak mengelus pucuk kepala Eunhyuk. “Begitu jauh lebih baik, jadi…ada apa?”

“Ti-tidak ada, aku…hanya merasa apa ini akan baik?”

“Baik,?” alis Yesung menyatu sebagai tanda tak mengerti akan maksud gadis bergummy smile disampingnya ini. “Ya, apa ini akan baik untuk..umm..Ryeowook-ssi?”

Tampak Yesung menghela nafas berat.

Ryeowook??

Entah kenapa mengingat nama yeoja ini membuatnya sedikit tidak nyaman. Bukan apa-apa sih, hanya saja jika ia sedang bersama Eunhyuk begini, rasanya ia tidak ingin membahas tentang gadis manis itu.

“Aku rasa…akhir-akhir ini banyak sekali yang bilang kalau hubungan Oppa dengan Ryeowook-ssi merenggang. Umh..apa itu karena aku?” bertanya dengan sedikit agak ragu serta takut.

“Hubungan kita memang merenggang akhir-akhir ini, hanya saja untuk alasannya mungkin banyak sekali,”

“Salah satunya adalah aku?” Eunhyuk memotong cepat.

Mata sipit Yesung berkedip beberapa kali. “Kenapa kau merasa begitu memiliki andil besar tentang kerenggangan hubungaku dengan Wookie~?”

Eunhyuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Engh..tidak sih. Hanya saja ‘kan beberapa kali Ryeowook-ssi sempat marah karena Oppa dekat-dekat denganku” akunya.

Yesung menggenggam tangan Eunhyuk secara tidak sadar yang menyebabkan pipi Eunhyuk merona heboh. “Dia hanya tidak suka jika aku dekat-dekat dengan gadis lain”

‘Dan yang paling utama adalah kamu’―lanjutnya dalam hati.

Eunhyuk mengangguk. “Akh~ aku mengerti” jawabnya kikuk. Yesung tersenyum melihat wajah Eunhyuk yang masih menyisakan gurat-gurat merah dipipinya. “Kau ini penuh semangat sekali, ya?”

“Huh?”

Yesung menarik tangan Eunhyuk agar gadis itu mengikuti langkahnya, “Aku suka dengan gadis yang penuh semangat dan ceria” pengakuan Yesung membuat hati Eunhyuk berbunga-bunga. “Apa Ryeowook-ssi tidak ceria?”

Eunhyuk menepuk pipinya secara spontan saat secara tidak sengaja mengungkapkan pertanyaan bodoh seperti itu. Jinja… bisa-bisanya ia bertanya hal sensitive.

Yesung tertawa kecil. “Apa aku perlu menjawab? Kau bahkan sudah pasti tahu apa jawabannya”

Kembali, Eunhyuk mengangguk. “Aku hampir dan bahkan tidak pernah melihatnya tersenyum, ya-kecuali senyumnya yang sering mengejek it-Opppss” Eunhyuk kembali membekap mulutnya yang ember.

Yesung tidak risih dan marah sama sekali sekalipun Eunhyuk membicarakan Ryeowook. “Tidak perlu bersikap berlebihan seperti itu, aku juga sering mendengar tentang orang-orang yang membicarakan Wookie dibelakang”

Eunhyuk tersenyum canggung. “Mian~”

Entah sadar atau tidak cengkraman tangan Yesung semakin mengerat. “Lagipula Wookie juga pasti tidak akan menggubris omongan-omongan orang lain mengenainya, dia tidak peduli dengan perkataan orang lain” jelas Yesung memberitahu Eunhyuk.

“Begitukah? Apa telinganya tidak merasa panas dengan omongan kasar atau gunjingan akan orang lain tentangnya?” tanyanya.

Yesung mengurut hidung mancungnya pelan. “Dia bukan tipe orang yang suka mendengarkan gossip akan orang lain. Baginya ia memiliki Dunia sendiri yang bahkan jauh lebih menyenangkan daripada harus mengurusi gossip-gissip murahan―menurutnya―itu”

Keduanya kembali hening. Dengan masih saling menggenggam serta berjalan melewati jalan setapak yang dipaving mereka diam menatap lurus kedepan. lampu-lampu yang memang sengaja dibuat untuk penerangan dihalaman sekolah itu membuat langkah mereka terasa nyaman karena ada penerang jalan.

Dipinggir mereka bunga-bunga liar tumbuh dengan subur.

“Oppa tidak menghubunginya?”

“Nanti. Tadi dia bilang dia akan langsung tidur setelah pulang dari sini”

Bibir kissable Eunhyuk membentuk huruf ‘O’. “Ngomong-ngomong kenapa tadi dia tidak mau Oppa antar pulang?”

“Dia tidak mau merepotkan aku, dia bilang sebagai ketua Panitia aku harus bisa menjalankan tugasku dengan benar”

“Begitu, ya? sepertinya dia sangat mandiri”

“Tentu. Dia tidak pernah bersikap manja sama sekali, dia pengertian dan selalu mengerjakan tugas-tugasnya sendiri apa yang ia bisa tanpa meminta bantuanku” Yesung kembali menjelaskan tentang perihal kebiasaan yeojacingunya itu.

“Sepertinya menyenangkan sekali jika memiliki pacar sepertinya”

Yesung menggeleng. “Tidak juga,”

“A-apa?”

“Terkadang seorang lelaki ingin sekali memanjakan kekasihnya, ingin mendengar rengekan kekasihnya dan juga ingin merasa dibutuhkan oleh kekasihnya,”

“……….”

“Jika selamanya akan begitu, maka sebagai seorang laki-laki pastilah ada sebuah perasaan yang tidak mengenakkan, karena ia merasa tidak dibutuhkan.

Memangnya apa yang bisa dilakukan sang lelaki jika kekasihnya saja selalu melakukannya dengan benar dan tidak mau merepotkan namjacingunya?”

“Dan lagi, jika hubungannya hanya di-isi dengan itu-itu saja pasti rasanya sangat membosankan.”

Mulut Eunhyuk menganga mendengar penuturan Yesung. Ia tidak seberapa mengerti kenapa Yesung bisa berbicara begitu padanya, bukankah jika ia berbicara begitu itu sama saja dengan menceritakan tentang aib hubungannya―yang sebenarnya selalu dianggap harmonis dan sempurna dimata orang-orang?

Eunhyuk masih mencoba berpikir dan menerka-nerka tentang maksud kata-kata Yesung. Mungkinkah, Yesung bosan dengan hubungannya dengan Ryeowook?

Tapi…jika memang ‘iya’, kenapa tidak diputuskan saja?

Lee Hyukjae, apa yang kau pikirkan? Kau benar-benar berharap mereka putus, eoh?

“Aku ingin Ryeowook bisa sepertimu” Namja bermata sipit itu menoleh kesamping kepada Eunhyuk. “Yang ceria dan penuh semangat, lalu bisa menampakkan sisi malu-malunya padaku”

Tidak perlu dilihat lagi bagaimana ekspresi wajah Eunhyuk saat ini, tentu saja wajahnya kembali merona bak kepiting rebus. “Op-oppaa~” Eunhyuk memanggil lemah ketika telapak tangan Yesung mengelus pipi halusnya yang masih merona dan sepertinya bertambah merona lagi sekarang.

Telapak tangan Eunhyuk ikut memegang sisi punggung tangan Yesung. Keduanya saling menatap dalam, menyelami semua yang ada dimata masing-masing. Hati mereka berdesir aneh seketika.

Mata hazel didepannya itu begitu menyenangkan untuk dipandangi. Yesung seperti terhipnotis dan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah yang tak kalah manis dari yeojacingunya.

Entah siapa yang memulai, hingga bibir keduanya sudah bertaut begitu saja. Tidak ada nafsu disana, yang ada hanyalah sebuah perasaan haus akan kebersamaan, perasaan saling mengisi kekosongan, dan juga perasaan….

Entahlah. Mereka bahkan tidak mengerti kenapa ini semua berlanjut begitu saja.

Bibir keduanya hanya menempel erat, tidak ada lumatan dan tidak ada ciuman yang dalam. Ya-hanya sekedar menempel dan tidak lebih. Mata mereka menutup menikmati perasaan kosong yang kini terisi.

Yesung memberi jarak antara keduanya, membuat mata Eunhyuk yang awalnya menutup rapat kini terbuka dan langsung menatap lurus manik obsidian kelam didepannya. “Oppa~aku…menyukaimu”

Deg!!

‘Jika dia mengatakan cinta padamu, meskipun Oppa terkejut, Oppa pasti akan menerimanya ‘kan?’

Seketika ingatannya melayang pada percakapannya tadi pagi dengan Ryeowook.

‘Lalu bagaimana denganku?’

Nada lirih Ryeowook ketika mengatakannya seperti menyayat batin Yesung. Jadi…ini yang dimaksud Ryeowook? jadi…apa yang dikatakan Ryeowook memang benar-benar datang sekarang?

Yesung menutup kelopak matanya menyembunyikan Obsidian kelamnya. Ini tidak benar.

Kenapa rasanya terasa begitu membingungkan?

“Oppa~”

Eunhyuk memanggil Yesung dengan sedikit menggoncang bahu Yesung. “Mianhae, tidak seharusnya aku mengucapkannya. Aku tahu aku benar-benar tidak tahu diri”

Yesung tersenyum simpul mendengarnya. “Tidak apa-apa. Aku bahagia bisa disukai oleh gadis yang menyenangkan sepertimu, tapi…untuk jawabannya, umhh~~ bisakah tidak sekarang?”

Mata Eunhyuk melotot sempurna. “M-mwo?”

Jantung Eunhyuk seperti akan loncat dari tempatnya. Jadi Yesung mempertimbangkan perasaannya?

“Apa itu artinya Oppa mempertimbangkannya?”

“Oppa tidak tahu, hanya saja sepertinya Oppa perlu memikirkannya. Dan lagi…biarkan hubungan ini berjalan seperti selayaknya saja, kau…tidak keberatan ‘kan?”

Tes~

Seketika air mata gadis bertubuh kurus itu menetes. Perasaan haru begitu terasa malam ini. Kepalanya mengangguk mantab, “Tentu saja. Tentu Oppa, tentu” jawabnya dengan mantab, Eunhyuk menghambur memeluk Yesung, menyembunyikan tangisnya di dada bidang Yesung.

“Gamawoyo~”

Yesung hanya bisa tersenyum tipis mendengar ucapan terimakasih Eunhyuk. Ia membalas pelukan Eunhyuk. Sejenak, Yesung ingin melupakan perihal hubungannya dengan gadis mungil yang mungkin akan sangat kecewa dengannya dan lebih parahnya lagi mungkin saja akan membencinya.

Tapi…sungguh, jika boleh jujur, Yesung sendiri pun juga dalam keadaan ragu-ragu. Hatinya tidak menentu dan…akh~ entahlah.

Yang ia rasakan terhadap Eunhyuk…hanyalah… ia merasa bahwa ia menemukan sesuatu yang tidak pernah ia temukan selama ia bersama dengan Ryeowook selama ini.

Dan…ia hanya mencoba untuk mengikuti kata hatinya sekarang. Dan kata hatinya mengatakan bahwa mungkin mencoba untuk membagi hatinya pada yeoja blonde ini bisa membuatnya mengerti suatu saat nanti siapa yang sebenarnya benar-benar ia cinta.

Yah~~ Yesung memang dalam keadaan ragu-ragu saat ini.

.

.

.

Saat kau mengambil keputusan untuk melangkah lebih jauh, kau juga harus memikirkan orang lain dan dampak yang akan kau terima

Sekali kau salah melangkah, mungkin semuanya tidak akan bisa kembali seperti semula

Tarik nafasmu dalam-dalam dan pikiran segalanya dengan hati-hati

Jangan pernah bermain api jika kau tidak ingin terbakar~

.

.

.

TBC~

 

Author Note :

Huwaa~~ maafkan saya yang sepertinya terlambat mengupdate ff tidak bermutu ini /nangis dipojokan/

Umh~ sebagian reader banyak yang bertanya-tanya tentang ‘apa sih hubungan Kyu sama Wook?’

Dan sebagian lagi banyak sekali yang menebak-nebak dengan Opini mereka. Sebenarnya saya berniat membeberkan semuanya di chap ini, tapitapitapi…apa daya ternyata rencana saya ini belum sempat terealisasikan. *bow*

Untuk chap depan mungkin akan saya usahakan untuk update setelah UKK saya selesai. Saya sudah mengetiknya sebagian dan untuk chap depan mungkin akan sedikit banyak yang akan terungkap. Yang pasti disetiap chapter itu selalu ada nyempil kalimat-kalimat kecil yang sebenarnya membuka setiap pokok masalah yang sebenarnya.

Ingat! Semua hal yang terjadi itu selalu saling berkaitan. Kkk~

Jadi meskipun itu hanyalah sebuah kalimat kecil atau hanya percakapan dari other cast, tapi tetep aja kalian harus memperhatikannya, karena seperti yang saya katakan tadi, bahwa semua itu saling berkaitan. *duh ribet banget bahasanya*

Nah~ saya juga rencananya mau publish ff saya yang OS, special buat Wookie’s birthday sih, tapi belum jelas pairingnya siapa. Untuk tema dan jalan ceritanya udah saya tentukan, tinggal ngetik aja. So…menurut kalian ini enaknya pair-nya siapa? (o.O)

Tapi..please~~ jangan minta MinWook, saya nggak akan nglakuin itu. Mereka itu ukeXuke, saya jadi nggak rela. Kekekeke~

Sekian dulu deh ya, cuap-cuapnya. Betewe, jangan lupa tinggalin jejak kalau udah baca, kalau enggak nanti saya kutuk jadi kodok. Hahaha~

Do’ain UKK saya lancar.

Bye~~~^,^/

138 thoughts on “(GS/Chapter) We Don’t Leave You!!~ 04

  1. Saya kecewa siihhh sma author yang iniii,…di bela” in sya mencar informsii kesana kesniii bertnya bagaimna cranya mereview lewat mwordpress,…tk bela”in sya bkin akun wordpress cuma biar bisa review dn bsa baca kembali kelanjutannya,…tapiii iniii author DENGAN GAMPANGNYA NGMONG REVIEW SAYA TAK ADA APA-APANYA,DAN DIA TIDAK MEMBERI SANDI BUAT CERITA LANJUTANNYA,DEMI ALLOH SAYA SAKIT HATIII,…dari sekian sya review dari fanfic AUTHOR” lain baru KALI INI saya dapet balesan yang begituuu bkin sya sakit hatiii,….dan baru kali iniiii saya menjudge orang,…TERIMA KASIH sudah memberi saya kesemapatan buat baca CERITA ANDA,ohhhh CHOI RYEOSOMNIA

  2. Gomawo pw-nya..🙂

    Oh gosh! Emosiku berkecamuk saat membaca ini! Demi apa! Kamu sangat hebat chingu!🙂
    Benar-benar salut aku dengan ryeowook, sangat dewasa! Dan mungkin juga sedikit bodoh, bertahan di saat yang seharusnya tidak bertahan! Huh pasti rasanya sangat menyakitkan dicintai hanya karena janji, dan lagi tak memiliki orang-orang yang benar-benar berada di pihak kita, tak kuat membayangkan berada di posisi ryeowook. Rasa sabar selalu memiliki batas. Apa suatu saat ryeowook akan menyerah? Dan aku harap iya.

    Donghae, ah sekarang aku malah sangat berharap ini akan berakhir haewook, meskipun impossible kekeke, sedikit berharap toh tak apa, dari pada memikirkan ryeowook berakhir dengan yesung. Benar-benar gak rela.

    Aku sudah menebak, yesung itu tak mau melepas ryeowook karena terikat janji masa lalu, terlebih yakin saat chingu memberi model italic pada kata siwon “seorang lelaki sejati tidak pernah mengingkari janjinya” dan ternyata di bawah ryeowook juga menyebutkan begitu. Tapi sedikit banyaknya di hati yesung pasti ada cinta itu, hanya saja ia tak menyadarinya karena tertutupi oleh janji itu, bukan begitu? *tidak, sok tau!/hehe*

    Aku selalu tidak habis pikir dengan setiap perselingkuhan. Apa wanita itu tidak pernah berpikir bagaimana rasanya ketika ia berada di posisi wanita lain yang orang terkasihnya ia rebut? Meskipun pria juga salah, kesalahan terbesar tetap pada wanita yang memberi kesempatan. Tidak akan ada asap kalau tidak ada api. *sok berpaham*

    Sakit sekali hatiku saat yesung seolah berkata bahwa ryeowook tak membutuhkannya. Yesung itu tak pernah mencoba melihat hati ryeowook, justru ryeowook sangat” membutuhkan yesung walaupun bukan dalam bentuk yang yesung harapkan. Karena pada dasarnya kebutuhan setiap wanita itu tidak selalu sama. *sok bijak* Kalau saja aku berada di dalam kehidupan mereka ingin sekali rasanya aku memaki yesung dan eunhyuk, dan membawa ryeowook pergi jauh!
    Ah~ lega rasanya semua unek-unekku sudah keluar! Mian kalau komen aku gak berbobot dan gak sesuai dengan ceritanya. Aku hanya mencoba mengungkapkan sudut pandangku.
    Kamu sangat hebat chingu!🙂

  3. hmmm hiks hiks …..
    kasian wooky …..

    bikin mewek nie ..

    ahhhh yesung plinpan nie

    huh seperti nya yesung suka sama hyuki

    aghhh knp yeye mempertimbangkan kan !?

    sumpah nie knp yeye ga berusaha memahami baby wook…
    padahal kan baby wook butuh banget yeye

    malah kaya nya yg lebih paham perasaan nya baby wook donghae..

    itu donghae suka sama wook sama huky sih!?

    sumpah yg terakhir bikin nyesek apa lg pas yeye kising sama hyuki….

    ini juga ga berperasaan banget .. ga ngebayangin apa rasa nya kalo di selingkuhin rasa na gimana … pasti sakit hati banget nie si baby wook kal ngeliad 😦

    nyesek bangey rasa nya I’m sad entah knp rasa nya ga rela😦
    itu baby wook liad ga ya …. kan beluam pulan dr pestival ,.

    hiks … hikss … baby wook hwaiting …

  4. yesung bimbang,bingung,pusing silahkan pgngan sma tiang listrik(kkekke brcndaV).
    sungguh chap ini Wow0.0,dan ch5 psti lbih Wow lgi.
    trimakasih buat PW_nya Author..ff_mu daebak~~^^

  5. eooniieee.. Ceritanya makin sedih ajaa..
    Aku harap aku pengen bggtt kyu n hae bsa rebutan wookiee dlu.. Spya yesung tw btapa brharganya wookie..plus buat wookienya g langsung nerima lg yesungnya ya nie..
    Eonnie skalian minta password yg ke6 dan yg ke 7.. Pleasee.. Lwat fb y nie..:)
    Sahara ala

  6. eooniieee..
    Aku harap aku pengen bggtt kyu n hae bsa rebutan wookiee dlu.. Spya yesung tw btapa brharganya wookie..plus buat wookienya g langsung nerima lg yesungnya ya nie..
    Eonnie skalian minta password yg ke6 dan yg ke 7.. Pleasee.. Lwat fb y nie..:)
    Sahara ala

  7. saeng…gomawo ne ats p.w ny^^

    yeppa jahat…………..
    hiks…hiks…..ksian wookie.

    knp yeppa jdi plin plan gtu sich…..
    ngsh hrapan k hyukkie, tp ttp mmprthan kn wookie.

    baby wookie sbar ne, , ,syukir lh ad haepa yg nemeni wookie d saat wookie lgi trpuruk.

    saeng, , ,kata2 mu d crta ne bnr2 daebak.eonni ska bgt^^

    pnsaran am klnjutan ni ^^

  8. Ryeowookie kau bukanlah orang yg menyedihkan! Justru kau adl orang yg sangat istimewa! Hanya saja Dia -yesung- tak bisa merasakannya karna dalam keadaan ababil -abg labil- ketemu hal baru dan yg lama perlahan lahan mulai dlupakan tapi aku yakin pada akhirnya dia -yesung- akan menyadarinya dan kembali dalam pelukanmu Babi~

  9. wahai nona choi anda BERHASIL membuat saya menitikan airmata.
    aaah, ini bener2 sprti yng saya inginkan ryeowook tersakiti haha
    yesungnya jahat sih ah *pukul2 dada yesung
    semoga akhirnya tidak seperti expectasi sayaaaaaaaa.
    terimakasih banyak paswordnya ^^

  10. hyaa demi apa coba. yesung jahaaaaat banget. kasian wookie.😥 gmana ya kira2 reaksi wookie jika ngeliat yesung dg hyuk ciuman. oh aku tak bisa membayangkan.
    suka HaeWook moment kkeke🙂
    keep writing daebakk ff.
    ^^

  11. tak kusangka ternyata sifat yesung yg begitu plin-plan terkesan begi jahat ,uh kasihan ma wookie.bwt jesung mesesal tor karena telah menghianati wookie.hati manusia mudah berubah tapi apa semudah itu
    Gomawo😀 udah dibolehin baca gomawo udah dikasih pw😀 di tunggu pw berikutnya🙂

  12. W-WHAT😮
    yesung kissing Hyuk?? dan yesung akan mempertimbangkan ungkapan hyuk
    oh Shit !
    sumpah demi apa .kesian baby wook😥
    jikalau nanti yesung berubah dan berpaling dr baby
    #sumpahLiBakalGorokDiaPakeSamuraiNaruto (?)

  13. W-WHAT😮
    yesung kissing Hyuk?? dan yesung akan mempertimbangkan ungkapan hyuk
    oh Shit !
    sumpah demi apa .kesian baby wook😥 #itu scene menyakitkan banget
    kau benar baby ,perasaan yesung akan segera berubah😦
    #kau harus mempersiapkan dirimu sayang :’)

  14. eittsss….
    yesung lu itu msh ada hubungn ya sama wookie
    koq mlh gtu sihh
    apa jdinya klo nnti wookie tau apa yg lu lkuin sama hyukie…..

    semuanya udh berubahhh
    wookie please jgn jdi lemah ttep jd wookie yg sbenernya wlpun orng blng sombong atw apapun itu
    pkokny ttp jd wookie yg tnpa air mata

  15. Ngebagi hati? Jadi ragu2 gtu? Aduh kasian wookienyaaaaaa-_- kok yesung oppa gtu banget sih ke wookie. Udh mertimbangin + nyium hyukie segalaaaa, apa mau dikateee:(((( Yesung ngecewain wookie banget ya-_-

  16. Eonni …
    Pertama ngucapin mkasih udh ngasih pwnya:)

    ngerasa sedih dger penuturan ryeowook terhadap yesung …
    Berharap bahwa ryeowook tdk ad d sna agar tdk melihat penghianatan yesung …
    Aku berfikir bahwa yesung hanya tdk melihat hatinya, yesung itu ada rasa cinta untk wookie hanya janji yg ia buat dgn siwon lebih bsar dri pda rasa cintanya hingga menutupi rasa cinta itu …
    Tpi ini daebak, bkin aku juga ngerasain ….kekeke …
    HWAITING!!!

  17. huweeeeeeeeeeeeeeeeeee….. bca ff yang ini jadi nangis… knpa wookie mesti melihat yesung ma eunhyuk kiss …. kasihan bgt siiih … yang sbr ya my baby wookie ….

    next…

  18. Aaah udah gk kuat sama kelakuan yeppa ,makin lama makin jauh dari ryeong oppa malah makin deket lagi ama hyukki oppa. pake ciuman lagi paling parahnya pake pertimbangin perasaan hyukki oppa..
    Inget ama Yeojachigumu Yeppa. kau kemana’in ryeong nantinya😥

    Gomawo buat pw-nya🙂

  19. Yesung oppa percya padaku, Kau itu hnya mnyukai dn jtuh cinta pda Sifat Eunhyuk ippa yg ceria. Kmu hnya mneyukai sifatnya, krna Ryeowook oppa itu tidak mmiliki sifat itu, jgn bertindak bodoh oppa, Ryeowook oppa bnar kmu itu di pusingkan dgn fkiran janji msa kcil dan Sifat unik Eunhyuk oppa, sbnanrnya kmu hnya ingin Ryeowook oppa memeliki sifat sperti Eunhyuk, itiu bukan prsaan cinta oppa -_-

  20. Aiiiiish kim jong woon sebenarnya kau ini mencintai siapa eoh??
    kenapa jadi plin plan gitu #GetokPalaYeye

    hweeeee😥
    kasian ma wookie pasti sedih banget kalau tau yg sebenarnya😦

    Gomawok eon buat pw.na ;))
    minta pw chap selanjutnya eon?
    #PuppyEyes

  21. Kibum-siwon putus?? Apa hanya karena alasan ryeowook yg bgtu membutuh kasih sayang?? Knpa harus seperti itu…semoga ini gak bertahan lama dan mereka bisa kembali bersatu lagi..
    Aku penasaran sm kyu, dia seperti menyimpan perasaan yg dalam terhadap wook, kenapa dia bgtu memperhatikan wook, bahkan tidak bgtu perduli pada sungmin yg notabene kekasihnya sendiri..
    Sepertinya memang benar klu yesung sudah mulai menyukai hyuk dan sedikit melupakan wook, tp kenapa wook harus selalu pasarah seperti itu, dan beruntung ada seorang donghae yg selalu penasaran terhadap wook, tanpa sadar juga wook sudah menceritakan kisah hidupnya pada donghae..
    Apa-apan ye-hyuk?? Knpa mrka berciuman?? Ya tujan wook kau harus kuat, kau harus sabar..

  22. aaah bagus banget… gaya bahasanya pas banget dan kena banget bikin berlinang lg, yesung jahat banget ngeduain gitu😦 gatau apa perasaan wookie~ hae oppa baik banget, pendengar yg setia. makasih un udah mau ngasih PW chapter 4 *bow

  23. ye oppanya plin plan ! eunhyuknya juga gak punya perasaan, wook mending sama kyu aja, haha kan udah lama tuh mendem perasaan sama wook, dijadiin aja wook sama kyu😀
    biar ye oppa kapok.
    kayanya jadi wook menderita bingit😦

  24. hiks hiks ah jadi mewek deh denger cerita wookie ma donghae knp nasib hidup mereka menyedihkan bgt …
    dan ternyata alasan donghae berteman ma wookie itu toh ..
    semoga donghae bisa ngeluarin wookie dri kesedihan nya ..
    aku ngk tega liat wookie yg slalu ngasih liat kalo dia kuat tpi dalem nya hancur total …
    apa nnti donghae ma wookie bsa mkin deket ??

    yesung kau bner” ngk bsa dipercaya klo kmu sudh mulai suka ma eunhyuk knp ngk melepaskan wookie ..
    ai aku geregetan ma sikap yesung ..
    knp mlh bersikap kya gtu apa bner karna janji masa kecil nya ke wookie mknya dya terbebani ..
    semoga donghae bisa ngehibur wookie disaat” seperti ini …
    n apa wookie ngeliat adegan yesung ma wookie ???

  25. nangis lagi bacanya😥
    setiap partnya selalu bikin aku nangis, keren ._.b
    sedih banget sih jadi ryeowook, satu2nya orang yang dipercaya malah mengkhianati..
    ternyata ryeowook udah mulai terbuka sama donghae😀
    seneng deh donghae kalo jadi temen curhatnya ryeowook, semoga aja nanti beneran terjadi ..
    author, aku boleh minta pw ch 5, 7, 9 dan seterusnya?

  26. serius q nangis bcany kasian wookie di hianati ma yesung tpi dengan itu wookie jg udh mulai mau membuka diri ny buat donghae jg semoga aj dia mnj tmend yg sbner ny buat wookie🙂 and q bleh minta pw 5,7,9 dan seterus ny🙂

  27. ini ff sukses bikin aku nangis disetiap chapnya😥
    gua nangis tiap baca part wookie
    dibalik sifat wookie yg sombong dan angkuh itu hanya untuk menyembunyikan betapa menyedihkannya dia
    ternyata kisah donghae juga menyedihkan seperti wookie
    Yesung sepertinya mulai menyukai eunhyuk
    Apa yesung akan melepaskan ryeowook?
    sepertinya donghae juga menyukai eunhyuk

  28. demi apaaaaaa nyesek abis chap ini!!!! nyesek, sedih, gemes, kecewa sama karakter yesung disiniiiii ya tuhanT_____T kasian ryeowook jinjja>,< mana tokoh eunhyuk yang …. ah speechless pokoknya. feel cerita dapet banget, mungkin gara gara cara penulisan yang enak di baca. nyesek nyaaaa kerasa sama yang baca, apalagi sambil ngebayangin ada di posisi wookie ugh T,T

    btw, gomawo pw nya ^^

  29. Aku tau ryeowook… aku tau bgaimana perasaan mu, saat kau ingin air mata itu keluar tp tdk bisa yang ada hanya sesak yg menghujam hati. Haaah pengen ku pukul kepala big head itu dng wajan wookie, aish aish aish knpa kau begitu jahat yesung. dan sepertinya ryeowook udh mulai agak terbuka dngn donghae… smga donghae bisa jd teman yg baik hehehe

    Kereeen ceritanya… fightiiiiing

  30. banjir air mata….

    suka banget kata2 di bagian ini :

    Ryeowook menggeleng lemah. “Tidak seperti itu, Oppa” berkata dengan tersenyum tipis, “Aku tidak mau menjalin hubungan dengan dasar keragu-raguan. Aku ingin benar-benar dicintai dan―Ryeowook mengelus pipi Yesung sayang―aku ingin hanya ada aku dihati Oppa”

    Diletakkannya tangan Yesung didada bagian kirinya. “Aku sangat egois, dan untuk memenuhi ke-egoisanku ini, Oppa harus bisa menyediakan satu-satunya tempat untukku dihati, Oppa” lanjutnya lagi dengan mata yang berkaca-kaca.

    Kata2nya indah dan sederhana tapi punya arti yang dalam.
    sudah sewajarnya jika kita merasa dicintai oleh seseorang sudah tentu kita hanya mau ada kita seorang di hatinya, dan tak ada tempat untuk orang lain lagi..

    yesung oppa udh mulai jahat ya sm wookie…. jgn lupa akan janjimu itu oppa. walaupun itu hanya sebuah janji, bukankan pria sejati tidak akan mengingkari janjinya?? jgn lupa dengan kata2 yg kau ucapkan itu oppa… jgn smpai menyesal suatu saat nnti karena sudah menyakiti gadis mungil yg katamu sangat kau “cintai” itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s