(GS/Twoshoot) Wedding Dress

Title : Wedding Dress

TwoShoot

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Rate : T

Cast :

Ryeowook, Donghae, Eunhyuk

Pair : ryeowookXdonghaeXeunhyuk

Disclaimer :

Mereka adalah milik Tuhan YME dan ibu mereka masing-masing, saya hanya pinjam nama. Khusus Ryeowook, dia adalah suami sah saya ^^

.

.

.

Enjoy

.

.

.

Ini semua diluar dugaanku.

Kisah cinta yang aku harapkan akan seindah Dongeng-dongeng yang pernah aku baca yang berakhir dengan happy ending. Aku menginginkan hal seperti itu. Mengakhir hubungan kita hanya jika maut memisahkan kita.

Tapi, apa mau dikata jika pada akhirnya kita harus seperti ini?

Apa kau pikir aku rela menjalani ini? Tidak!!

Aku bahkan tak pernah berfikir tentang ini sebelumnya. Berpisah denganmu, merelakanmu dengannya.

Hn. Dengan seseorang yang bahkan sudah ku anggap sebagai saudara kandungku sendiri.

.

5 tahun.

Ini bukan waktu singkat. Banyak hal yang telah aku lalui selama perjalanan 5 tahunku dalam berusaha melupakanmu

Mungkin, awalnya aku berfikir bahwa untuk melupakan seseorang itu adalah hal mudah. Mungkin, aku dulu berfikir bahwa melupakan sesuatu hal itu hanyalah masalah waktu. Mungkin, dahulu aku berfikir bahwa semua kenangan dan masa lalu itu akan melebur dengan seiring berjalannya waktu tersebut. Mungkin, pada saat itu aku juga berfikir bahwa mempunyai kawan baru, sahabat baru, lingkungan hidup yang baru atau bahkan kekasih hati yang baru akan dapat dengan mudah membuat ku melupakan masa lalu ku.

Dan sekarang….

Hn. Aku menyadari semuanya. Bahwa untuk melupakan seseorang yang berarti bagi kita tak sebegitu mudah dengan apa yang aku katakan ‘mungkin’ disaat itu. Ternyata melupakan seseorang tak semudah membalik telapak tangan. Tak sesimple dengan membuat kue ulang tahun atau tak segampang kalian dalam mengganti pakaian.

Ini….. terasa begitu sulit.

Sangat.

.

.

.

Seberapa jauh waktu membawaku pergi semakin menjauh darimu, itu tetap tak akan bisa merubah segalanya.

Aku yang mencintaimu dengan sangat, tak pernah bisa sedikitpun melupakanmu.

Tapi, dalam kurun waktu 5 tahun ini…..

—semua telah berubah.

.

.

.

Gadis bersurai madu lembut itu menyibakkan celah gorden berwarna ungu muda dan seketika sinar matahari menyeruak masuk melalui kaca jendelanya. Gadis itu menyipitkan matanya kala sinar matahari menembus retina matanya. Tangan kecilnya berusaha menutupi wajahnya guna menghalau sinar tersebut masuk menembus matanya.

Setelah seperkian menit ia sudah bisa membiasakan diri dengan cahaya itu kini ia mulai membuka matanya dan mulai menatap keluar jendela yang menampilkan sebuah kota Seoul yang tampak ramai.

Gadis itu hanya dapat tersenyum tipis melihat keadaan kota Seoul yang tampak ramai seperti biasanya. Ini sudah 2 hari semenjak ia memutuskan untuk menerima undangan perkumpulan para designer di dunia yang di adakan di Seoul. Ia merasa sudah kembali menjadi seorang masyarakat Seoul tulen seperti sedia kala. 2 hari berada disini cukup membuatnya senang, tapi juga merasa sesak saat ia mulai mengingat hal-hal yang menyakitkan selama 5 tahun yang lalu.

Sinar mata Caramel yang berpijar terang dan memberikan semangat baru bagi setiap orang yang melihatnya itu kini tampak sayu. Ia mulai mengingat kembali kejadian 5 tahun yang lalu.

5 tahun yang lalu—yang teramat menyedihkan.

Cinta.

Namja itu.

Sahabat.

—Wedding Dress.

Bibir Ryeowook tersenyum tipis atau bisa dibilang adalah senyuman miris. Hatinya kembali merasakan nyeri yang teramat saat puing-puing kenangan kembali tersusun hingga membentuk sebuah momentum yang bagi boomerang bagi dirinya. Menghancurkan hidupnya, meluluh lantahkan hatinya, memporak-porandakan pikirannya, menguras habis air matanya.

Yah.

Pengkhianatan.

Sebuah pengkhianatan yang telah sahabatnya atau lebih tepatnya saudara angkatnya berikan padanya.

Kim Ryeowook— begitu nama lengkapnya— selalu bertanya-tanya dalam hatinya tentang hal apa yang sudah ia lakukan pada sahabatnya atau orang yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri itu hingga membuat orang tersebut tega mengkhianatinya, menghancurkan segalanya, merebut orang yang dicintainya.

Ryeowook menekan dada bagian kirinya.

5 tahun.

Waktu yang cukup panjang itu bahkan tak bisa menjawab segala pertanyaan yang ada dalam benaknya.

5 tahun.

Waktu yang bahkan tak bisa menghapus jejak luka yang terpahat sempurna dalam ulu hatinya.

5 tahun.

Adalah waktu yang masih belum bisa membuatnya mencari cinta yang lain.

Salahkah?

Salahkah jika ia masih mencintai pria itu?

Pria yang sudah beristri?

Lelehan air asin itu kini sudah tak terbendung lagi. Jatuh kembali disetiap pagi ketika ia menatap jalanan kota Seoul. Membasahi pipinya lagi saat puing-puing kenangan itu menusuk hatinya.

Apa yang salah?

Ryeowook tak tahu. Ia tak tahu apa salahnya hingga semua berjalan begitu saja—dan masih terus berjalan hingga saat ini. Menyeretnya untuk terus berkubang dalam lubang kesakitan yang hanya ia sendiri yang tahu.

Keluarga?

Keluarganya bahkan lebih membela ‘Sahabatnya’ yang notabenenya adalah anak angkat dikeluarganya—atas sarannya yang meminta kedua orang tuanya untuk mengadopsi sahabatnya itu.

Menyesalkah?

Sungguh. Ryeowook tak tahu apakah ia menyesal karena menjadikan ‘Dia’ sebagai bagian dari keluargnya, karena yang ia rasakan hanyalah rasa sedih dan sakit.

Mengalah.

Hm. Hanya itulah yang bisa ia lakukan pada 5 tahun yang lalu.

Gadis mungil berusia 26 tahun itu hanya bisa diam dan menurut dengan keputusan yang orang tuanya—oh bahkan namjacingunya sendiri setujui.

Hingga pada hari itu. Hari dimana semuanya seolah bagai mimpi baginya.

Menyaksikan orang yang kau cintai bersanding bersama Sahabat atau saudara mu sendiri.

Apa kau tahu apa yang dirasakan yeoja mungil yang pada saat itu masih berusia 21 tahun tersebut?

Sakit?

Tidak! Ini bahkan lebih dari kata sakit.

Terluka?

Tidak! Jika kau terluka, mungkin kau masih bisa mengobatinya. Tapi ini…. gadis itu bahkan tak bisa merasakan terluka.

Menangis?

Tidak! Dia bahkan tak menangis saat itu. Gadis itu hanya diam.

Lalu apa yang Ryeowook rasakan ketika melihat orang yang dicintainya bersanding dengan saudaranya sendiri?

.

.

.

“ Hampa ”

Bibir mungil semerah cherry itu bergumam pelan sembari merapa dada kirinya.

Hampa.

Benar. Gadis itu merasa sangat hampa. Bahkan dirinya seolah kehilangan nyawanya pada saat kedua orang yang teramat berarti di hidupnya telah resmi menjadi……….

~ Flashback ~

“ Ryeowookie~ kau harus merelakannya untuk menikah dengan Eonnie-mu ”

Tak.

Suara retakan yang tak terdengar oleh orang lain kecuali yeoja yang masih mematung ditempatnya itu membuatnya merasakan nyeri dibagian dada kirinya.

“ Me-menikah? ”

Yeoja paruh baya yang ternyata adalah Umma-nya sendiri tersebut hanya bisa mengangguk kecil dan ragu saat mendapati reaksi anak kandungnya yang terasa begitu kehilangan jiwanya.

Yeoja itu mencoba membendung air matanya yang sudah berdesakan ingin keluar kala melihat Ryeowook masih diam dengan tatapan kosong.

“ Kenapa? ”

Pedih. Suara lirih dan kecil itu terdengar begitu menyakitkan ditelinga Ny.Kim.

Yeoja itu tak menjawab, ia masih diam.

“ Kenapa Umma berkata begitu? Bukankah Donghae Oppa adalah namjacinguku? ”

Mata Caramel cerahnya sudah berkaca-kaca.

“ Bukankah Umma sudah sepakat bahwa minggu depan adalah hari dimana aku akan menikah dengan Donghae Oppa? ”

Tes.. Tes..

Yeoja paruh baya itu tak tahan untuk tak menangis. Ia merasa menjadi seorang Umma yang begitu kejam dan jahat. Menyakiti hati anak kandungnya sendiri hanya demi seorang gadis yang ia angkat beberapa tahun silam. Tapi….ia melakukan ini demi kebaikan semuanya. Demi Anak angkatnya dan juga….Ryeowook—meskipun mungkin akan tetap saja akan melukai hati Ryeowook.

“ Ta-tapi, kenapa? Kenapa tiba-tiba Umma malah menyuruh ku untuk merelakan Donghae Oppa dengan Eonnie ”

Gadis mungil itu menangis. Membiarkan lelehan air mata membasahi pipinya.

“ Percayalah, Wookie. Ini yang terbaik untuk semuanya ”

Terbaik? Benarkah? Lalu apa kau pikir ini yang terbaik untuk anak kandungmu itu, Nyonya Kim?

Apa kau tak bisa melihat bagaimana hancur dan retaknya hati anak kandungmu sendiri ketika kau menyuruhnya merelakan orang yang dicintainya untuk menikah dengan anak angkatmu?

Apa kau ingin melihat anakmu kesakitan dan gila?

“ Hal apa yang bisa membuatku untuk dapat merelakan Donghae Oppa untuk Eonnie? ” bertanya sambil masih dengan memandang kosong kedepan.

Yeoja paruh baya itu menutup matanya sekilas, mencari jawaban untuk pertanyaan yang dilontarkan anak-nya.

“ Karena Eonnie mu lebih mencintai Donghae dari pada kamu ”

Deg!

Mata Caramelnya melebar sempurna. Mencintai Donghae? Maksudnya….

“ Eonnie mu menyukai Donghae sudah sejak lama. Hanya saja, ia mengalah karena ia tahu bahwa kau juga mencintainya ”

Dunianya berputar. Kepalanya ingin pecah memikirkan ini semua. Eonnie nya mencintai Donghae—namjacingunya.

“ Tapi…Umma tahu bahwa aku juga mencintai Donghae Oppa. Kenapa? Kenapa Umma jauh lebih mendukung Eonnie? ”

“…….”

“ Aku dan Donghae Oppa saling mencintai. Tidak bisakah Umma mengerti keadaan ku? Setidaknya sedikit saja. Bukankah semenjak Umma mengangkat Eonnie sebagai anak Umma, aku selalu banyak mengalah? Aku bahkan merelakan kamar kesayangan ku padanya, aku rela mencari tumpangan untuk sampai ke sekolah karena mobil dibawa oleh Eonnie yang saat itu sudah kelas 3. Umma dan Appa bahkan mengajak Eonnie liburan ke Singapura dan meninggalkanku sendirian di rumah besar ini. Aku sering melihat Umma dan Appa memeluknya dengan sayang ketika Eonnie akan tidur. Sedangkan aku? Aku seperti dilupakan oleh kalian. ”

“……..”

Ny.Kim membelalak tak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut anak kandungnya itu.

“ Menjadi anak yang dinomor duakan. Rela membagi kasih sayang yang dahulu hanya tercurah padaku kepada Eonnie. Umma dan Appa datang pada acara lomba dance yang Eonnie ikuti, dan melupakan ku yang saat itu tengah berjuang demi meraih piala kemenangan kontes menyanyi. Aku sudah rela berbagi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Aku sudah banyak dilupakan oleh orang-orang dirumah ini. Hingga aku merasa hanya Donghae Oppa saja-lah yang masih peduli padaku. Tapi…tapi kenapa? Kenapa Umma juga ingin mengambil Donghae Oppa? ”

Ryeowook terisak. Ia menangis disetiap kata yang telah ia lontarkan. Sungguh, semua yang baru saja ia ucapkan adalah kenyataan. Ia memang terlupakan semenjak kehadiran ‘yeoja’ yang dahulunya sahabatnya itu.

“ Tidak bisakah untuk yang satu ini aku tak berbagi? Aku tak bisa berbagi Donghae Oppa dengannya? Ini sangat menyakitkan, Umma..hikz ”

Lolos sudah satu isakan itu.

“….”

Ny.Kim itu tak bisa menjawab. Yeoja paruh baya tersebut menangis sejadi-jadinya ketika menyadari betapa tersiksanya batin anaknya selama ini. Ia adalah Umma yang gagal. Ia bahkan tak mengetahui seberapa besar luka yang telah Ryeowook tanggung karena keegoisannya selama ini. Sungguh, ia tak bermaksud untuk melupakan Ryeowook, ia hanyalah berusaha untuk fokus pada ‘anak angkatnya’.

“ Bukankah…hh..aku anak kandung mu, Umma? Aku sudah menuruti semua kemauan Umma. Tapi untuk yang kali ini, bolehkah aku membantahnya? Jebalyoo Umma ”

Duk.

Kedua lutut Ryeowook menapaki lantai. Ia berlutut dihadapan Umma-nya. Gadis mungil itu memegang pergelangan tangan Umma-nya. “ jebalyoo, Umma ”

Ny.Kim terlonjak kaget dengan apa yang sudah anaknya lakukan. Bagaimana bisa ini terjadi? Ia tampak jahat.

“ Bangunlah, Wookie~ ”

Ryeowook menggeleng tegas. “ Maafkan aku, Umma. Maaf, karena aku membantah perintah Umma. Tapi…sungguh. aku tak bisa untuk yang kali ini ”

“….”

“ Aku tak pernah meminta sesuatu apapun pada Umma, jadi berikan hal ini sebagai permintaan ku untuk yang pertama dan terakhir ”

Ryeowook masih berlutut. Meminta dan memohon pada Umma-nya. Ryeowook adalah anak yang sangat berbakti pada Umma-nya, tak pernah menentang apa yang sudah kedua orang tuanya ucapkan. Tapi, untuk kali ini? Bolehkah ia Egois?

Bolehkan? Setidaknya hanya untuk yang  ini saja~

Ny.Kim itu kini ikut berlutut. Memeluk Ryeowook yang sudah menangis tergugu hingga matanya membengkak. Mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil didekapannya.

“ Tidak, nak. Umma yang seharusnya minta maaf karena tak pernah mau memikirkan perasaanmu. Maafkan Umma, sungguh ”

Air mata yang berasal dari pelupuk mata kedua yeoja itu kini semakin deras.

.

.

.

Bersikplah baik pada Ibu-mu karena surga itu ada ditelapak kaki Ibu ^^

.

.

.

Ryeowook berjalan lemas menuju sebuah rumah mewah dengan gerbang berwarna cokelat muda. Matanya sayu dan membengkak karena menangis. Ia masih bisa merasakan sayatan tak kasat mata pada hatinya. tapi, ia segera menepis segala rasa sakit tersebut dan mulai menekan bel rumah itu.

Seseorang keluar dari gerbang rumah mewah itu. Salah satu pembatu disana tersenyum ramah padanya dan mempersilahkannya masuk. Tak perlu bertanya lagi, karena seluruh pembantu di rumah tersebut pun juga sudah hafal siapa ‘Ryeowook’.

Ryeowook mencoba memasang senyum semanis mungkin. Setelah dirasa senyumnya terlihat manis, ia mulai membuka pintu utama di rumah itu yang pasti akan menghubungkannya dengan ruang tamu.

Ceklek~

Pintu rumah itu terbuka dengan sempurna.

Deg!!

Sakit dihatinya bertambah parah. Matanya kembali menatap kosong pada kenyataan yang ada dihadapannya.

Kedua orang yang sedang berciuman dengan lembut.

Orang-orang itu adalah orang-orang yang sangat ia kenal. Orang-orang yang begitu ia kasihi.

Tes..Tes..

Air mata kembali mengalir membasahi pipinya.

“ Op-pa ”

Seolah mendengar sebuah suara yang begitu familiar ditelinga mereka, kedua orang tersebut melepas tautan bibir keduanya lalu membulatkan matanya begitu lebar tatkala mengetahui bahwa mereka kepergok berciuman oleh Ryeowook.

Yah. Ryeowook.

Kim Ryeowook gadis yang kembali terluka.

“ Wook-wookie, Oppa..Oppa bisa jelaskan ini semua ”

Namja tampan bernama Lee Donghae itu kini mulai berjalan cepat menuju Ryeowook yang masih mematung didepan pintu dengan mata yang menatap kosong.

Sedang salah satu yeoja lainnya yang berada disitu tampak merasa bersalah dan menyesal. Ia pun juga ikut mendekat pada Ryeowook. “ Eonnie akan menjelaskan semuanya ”

“ Berhenti ” katanya pelan.

Namun mereka berdua masih saja berjalan mendekati Ryeowook yang kian lama mundur sedikit demi sedikit.

“ AKU BILANG BERHENTI ”

Seketika langkah kedua orang itu berhenti ditempat saat mendengar teriakan melengking yang sarat akan kepedihan dan keputus asaa.

“ Chagiya~ ”

“ jangan panggil aku dengan kata menjijikkan yang keluar dari mulut brengsek mu itu ”

Donghae membelalak tak percaya dengan apa yang ia dengar. Kasar. Ini pertama kalinya Ryeowook berbicara kasar.

Well, ia sadar bahwa ini mungkin adalah kesalahan besar yang telah ia perbuat. Tapi jujur…ini bukan kemauannya. Ia hanya—

“ Kenapa kalian seperti ini kepada ku? Kenapa? ”

Kembali nada frustasi itu keluar dari bibir cherry nya. Ryeowook bahkan seketika lemas terduduk dilantai dan menjambak-i rambut panjangnya. Dan tangan sebelahnya memukuli dada kirinya yang nyeri.

Baru selangkah mereka maju untuk mendekati Ryeowook, tapi Ryeowook sudah lebih dulu menahan. “ Jangan mendekat. Aku tidak sudi didekati oleh orang-orang jahat seperti kalian ”

Sret.

Duk duk duk duk

Ryeowook berdiri cepat dan segera berlari menjauhi kedua orang yang masih memandangnya dengan tatapan menyesal dan merasa bersalah.

.

.

Bagaikan sebuah kembang api dimusim panas, bersinar terang dan menghangatkan hati semua orang.

Namun, pada akhirnya ia akan lenyap pada ketiadaan.

Ini menyakitkan, ketika semua yang aku impikan harus berakhir menyedihkan seperti ini.

.

.

Sejak saat itu, Ryeowook berubah. Gadis yang selalu cerita itu perlahan berubah menjadi seorang pemurung dan tak banyak bicara. Ia menghindari seluruh penghuni rumah. Donghae bahkan frustasi karena yeoja itu tak mau berbicara sedikit pun padanya.  Sedangkan Yeoja itu pun hanya bisa memperhatikan Ryeowook diam-diam. Yeoja itu tahu bahwa ia salah, dan sangat bersalah. Ia merampas segalanya dari Ryeowook. tapi, ia pun juga tak bermaksud seperti itu.

Umma dan Appa Ryeowook pun juga begitu. Mereka tak bisa lagi melihat senyum tulus dari anaknya. Hanya senyum kepalsuan yang selalu ia perlihatkan pada orang-orang. Ryeowook sudah berubah.

“ Apa kau baik-bak saya, Chagy? ”

Tuan Kim bertanya lembut seraya mengelus sayang rambut panjang anaknya.

Yang ditanya hanya mengangguk singkat. “ Sangat baik, Appa. Hingga hatiku seolah terhempas ke-awan lalu jatuh ke bumi. Sangat menyenangkan ”

Demi Tuhan. Namja paruh baya yang selalu tampak gagah dan tegar itu-pun kini sudah tak bisa lagi menutupi air mata yang perlahan jatuh. Tuan Kim sesegera mungkin menghapus lelehan liquid bening agar Ryeowook yang masih menulis-nulis sesuatu disebuah kertas itu tak melihatnya.

Kata Ryeowook barusan seolah bermakna seperti : “ Sangat buruk, Appa. Hingga hatiku seolah terhempas ke-awan lalu jatuh ke bumi. Sangat sakit dan menyedihkan ”

Yah, Tuan Kim yang selalu tak pernah peduli akan makna-makna kiasan itu entah kenapa mendadak menyadari bahwa makna kiasan yang Anaknya lontarkan itu mengandung banyak kesedihan yang mendalam.

.

.

Hari itu telah tiba. Dimana semua mimpi-mu akan berhenti.

.

.

Gadis bertubuh mungil dengan berbalut dress cantik berwarna biru muda dengan renda bagian atasnya itu terlihat begitu cantik dan menawan. Ia memandang lurus ke-depan. Ke sebuah altar dimana terdapat seorang yeoja cantik dengan gaun pernikahan berwarna putih polos yang berlengan panjang—yang ternyata adalah gaun yang seharusnya ia pakai hari ini. Tapi…semua kenyataan berbanding terbalik.

Hn. Gaun yang sudah ia pesan bersama dengan Donghae kini justru dipakai oleh ‘yeoja’ itu. Yeoja yang merampas segala kebahagiaannya. Dan dihadapan yeoja itu, ada seorang namja yang tak kalah tampan.

Lee donghae.

Ryeowook ingin sekali menangis meraung-raung, tapi air matanya pun bahkan tak bisa keluar. Kau tahu rasanya berada di posisi yeoja mungil itu? Ini…

Ironis.

Dan menyakitkan.

Kedua mempelai telah resmi mengikat janji suci dan memasangkan cincin dijari manis mereka masing-masing lalu diakhiri dengan ciuman lembut.

Saat ciuman lembut itu berlangsung, mata Caramel tersebut tampak menutup rapat tak mau melihatnya. Jauh didalam lubuk hatinya, ia ingin sekali bahwa yang ada didepan sana adalah dirinya dan Donghae. Bahwa yang menikah saat ini adalah dirinya.

Gadis manis tersebut perlahan membuka matanya. Dalam bola mata Caramel cerah tersebut sangat terlihat tatapan yang mendamba dalam kesakitan. Tak kuat untuk terus berada disana, akhirnya ia lebih memilih pergi menjauh meninggalkan gereja tempat dimana kedua orang yang disayanginya itu menikah.

Ia berlari sekuat tenaga untuk cepat mencapai rumah besarnya.

4 km.

Yeoja itu berlari 4 km demi cepat sampai di rumahnya. Rumah yang rasanya sudah berbeda dengan yang dahulu.

Saat kakinya sudah menapaki lantai rumahnya, gadis itu kembali berlari menuju kamarnya. Mengambil koper besar berisikan baju dan hal-hal yang menurutnya penting.

Apa yang kalian tangkap dari hal ini?

Kabur?

Tepat sekali.

Kim Ryeowook, yeoja itu sudah mempersiapkan semuanya dari semalam. Dan sekarang, ia hanya tinggal pergi dari rumah mewah yang bagaikan neraka untuknya, mencari kebahagiaan baru dan memulai semuanya dari awal. Pergi ke Perancis dan melupakan segala hal yang ada di Korea—tempat lahir dan tumbuhnya.

“ Semoga kalian selalu bahagia ”

Hanya kalimat itulah yang terakhir ia ucapkan sebelum dirinya benar-benar pergi dari kehidupannya yang ini.

.

.

.

Aku beritahu kau. Bahwa seseorang bisa melakukan apa saja saat ia putus asa.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

~Flashback Off~

Gadis itu kembali meringis sakit saat kenangan yang sudah ia kubur dalam-dalam, ia buang jauh-jauh kembali merasuk dalam memory otaknya.

Rahang gadis itu mengeras. Mata yang tadi terlihat sayu dan menangis perlahan ikut memancarkan kilat kemarahan yang begitu besar. “ Kenapa aku harus mengingatnya? ” bisiknya pelan pada angin pagi yang menerbangkan sedikit helaian rambutnya.

Gadis itu sudah berjanji pada dirinya sendiri semenjak memantabkan langkah untuk memulai kehidupan barunya sebagai seorang mandiri. Ia bahkan sudah tak pernah lagi berhubungan dengan Orang tuanya semenjak hari itu. Hari dimana pada akhirnya ia membuat sebuah keputusan besar yang amat susah. Tapi ia harus, ia harus melakukannya. Jika tidak…. maka mungkin ia akan masih tetap menangis seperti orang bodoh di dalam rumah mewah itu.

“ 5 tahun. Hm~ kalian pasti sudah melupakan ku, kan? ” katanya dengan tertawa miris.

Ryeowook terdiam sejenak dengan masih memandang keluar dari jendela Apartement-nya. Ia berharap dan sangat sangat sangat berharap kalau ia tak akan bertemu dengan orang-orang yang menyakitinya itu—sekalipun kedua orang tuanya.

Katakan dia adalah anak durhaka, tidak tahu terimakasih atau apapun itu. Karena Ryeowook tak akan pernah mendengar apa yang kalian ucapkan. Ryeowook sudah berubah. Gadis bermata Caramel yang dahulu penurut dan lembut sudah mati, digantikan dengan seorang Ryeowook yang tegas, bertalenta dan tahan akan setiap kalimat pedas yang dilontarkan orang lain untuknya. Well, kemajuan besar telah ia dapatkan.

Dan tak akan ada seorang pun yang kini berani menyepelekannya.

Karena dia—

—Nathan Kim.

Gadis pengusaha sukses di bidang designer. Mungkin namanya terasa asing di negara lain, tapi tidak di kota Paris. Karena gadis muda itu adalah designer muda yang bisa dibilang cukup memberikan pengaruh di kota cinta itu.

Yah, dia benar-benar frustasi pada awalnya ketika ia mendapat undangan untuk mengikuti perkumpulan para designer di seluruh dunia yang di-adakan di Seoul.

Seoul?

Hn. Negara kelahirannya yang sudah benar-benar ia lupakan. Ia bisa saja tak mengikuti perkumpulan ini, tapi….ia harus tetap bersikap profesional. Well, dengan kata ‘profesional’ akhirnya ia pun menerima undangan itu. Dan disinilah pada akhirnya, disebuah Apartement yang disiapkan oleh panitia. Hanya bisa diam sendirian dan merasakan kesunyian.

Ia benci sunyi dan sepi. Selama ia tinggal di Paris, ia merasa mendapatkan sebuah keluarga baru. Keluarga yang dengan suka rela mengangkatnya sebagai anak dan menyayanginya. Ryeowook merasa berarti, ia merasa dibutuhkan dalam keluarga itu.

Walaupun pada akhirnya Ryeowook sekarang ini kembali hidup sebatang kara karena ia memutuskan untuk keluar dari keluarga yang sudah mengadopsinya, tapi ia tetap merasa bahagia karena ia sudah memiliki teman-teman yang kadang bisa ia ajak untuk menginap di rumah yang dengan susah payah ia beli dengan hasil jerih payahnya.

Kedua orang tua angkatnya pun masih bersikap begitu baik padanya. Ryeowook juga masih sering pulang dirumah mereka, jadi hubungan mereka pun terjalin dengan apik.

Ryeowook benar-benar merasa Tuhan begitu baik padanya. Memberikannya begitu banyak kebahagiaan. Ia tahu, seberapa jauh pun ia berusaha melupakan semua yang ada di masa lalunya, terlebih berusaha melupakan kedua orang tua kandungnya, itu….mustahil.

Ryeowook dapat merasakan dengan jelas, sebuah lubang menganga begitu besar dihatinya. Yah, lubang yang sekuat tenaga ia abaikan, lubang yang akan terasa lengkap ketika hal itu adalah berada dekat dengan kedua orang tua kandungnya.

“ Eunhyuk Eonnie~ ”

Ryeowook memanggil sebuah nama. Entah, siapa seseorang tersebut. Tapi, dari nadanya…..tertangkap begitu jelas sebuah suara tersakiti begitu dalam dan…..putus asa.

.

.

.

Ketika kau lelah dari sesuatu hal, perasaan kebencian menjadi lebih besar dari pada khawatir

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook berjalan-jalan kecil. Pagi ini suasana cukup cerah dan mungkin berjalan-jalan sebentar mengelilingi daerah apartement-nya akan sedikit mengurangi setres-nya.

Gadis itu memakai celana tiga perempat berwarna coklat dengan rambut yang ia ikat menjadi satu keatas hingga menampilkan leher jenjangnya yang begitu menggoda. Baju yang ia gunakan pun berwarna putih bersih hingga membut dirinya semakin tampak memukau bagi siapa saja yang memandangnya. Kedua telinga yeoja itu memakai sepasang headset yang melantunkan lagu dari penyanyi asal Korea Lee Seung Gi berjudul ‘Return’.

Meskipun ia tak tinggal di Korea dan berusaha keras melupakan segalanya tentang Korea, tapi pada kenyataannya….dia bahkan masih begitu update dengan lagu-lagu baru yang berasal dari Korea.

Kaki-kaki yang berbalut sepatu flat coklat itu terus berjalan mengitari jalan setapak yang pinggirannya ditumbuhi bunga-bunga liar yang sebenarnya nampak indah jika kau mau memperhatikannya dengan teliti.

Pandangan Ryeowook terlihat kosong memandangi jalanan didepannya. Setiap kakinya melangkah terkadang memory-memory masa lalu itu berseliweran di-kepalanya. Hm. Memory paling memuakkan dalam hidupnya. Memory dimana ia berjalan bergandengan tangan dengan seorang namja tampan yang ia cintai. Namja yang selalu membisikkan kata-kata cinta padanya, membelikannya sebuah boneka Jerapah besar, lalu menyanyi bersama. Umh~ betapa Ryeowook sangat merinduka—A-APA?

‘KIM RYEOWOOOOOKKK! APA YANG KAU PIKIRKAN? KAU TIDAK BOLEH MENGINGAT-NGINGAT HAL MEMUAKKAN ITU’

Batin Ryeowook berteriak keras hingga membuat dirinya sendiri mulai sadar akan apa yang baru saja ia lakukan. Melamunkan semua hal yang pernah ia jalani di masa lalu? Cih, itu tak termasuk hal yang akan ia lakukan di Korea ini.

Tiba-tiba langkah kakinya terhenti. Matanya mengamati dengan seksama sebuah—maksudku Seseorang—yang tengah duduk dibawah pohon rindang. Ryeowook mencoba meneliti lagi seseorang tersebut—yang sepertinya terasa begitu familiar di matanya.

Kaki Ryeowook berjalan tiga langkah lebih maju guna dapat memastikan siapa orang tersebut. Hm, sebenarnya Ryeowook tak hanya ingin tahu siapa orang tersebut, melainkan ia juga sangat ingin tahu apa yang dilakukan oleh namja tampan itu.

Tu-tunggu?

Ta-tampan?

Yaish, Ryeowook memukul sedikit kepalanya guna menyadarkannya bahwa ia baru saja memuji seseorang yang belum tahu jelas wajahnya. Tapi, entah mengapa mata batinnya mengatakan bahwa namja itu pasti memiliki paras wajah yang begitu tampan.

Hei, Pohon itu adalah pohon kenangannya bersama—oke Ryeowook sudah muak menyebut nama namja brengsek itu.

Karena rasa penasaran yang begitu besar, dengan langkah kecil dan sedikit hati-hati agar tak menimbulkan suara berisik, akhirnya Ryeowook memberanikan diri untuk melangkah menuju namja itu. Hatinya berdegup kencang ketika bayangan namja di masa lalunya semakin terlihat jelas dan mirip dengan pria yang duduk sambil menunduk di bawah pohon itu.

Tap.

Langkah Ryeowook berhenti tepat ketika jarak keduanya hanya tinggal 10 langkah.

Ryeowook mematung ditempat. Hatinya bergemuruh dan rasa rindu itu dengan cepat merasuk memenuhi relung hatinya. Ryeowook menggelengkan kepalanya berulang-ulang.

Tidak Tidak Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Ia tidak boleh merindukan namja itu, ia juga tak boleh lemah. Ia sudah melangkah sejauh ini, jadi….tak mungkin jika ia harus menyerah begini saja.

Tapi……

Kenapa rasa rindu ini semakin terasa.

Ryeowook menekan dada bagian kirinya. Hati yang sudah teronggok selama 5 tahun itu kini seolah menemukan sebuah penutup yang dapat membentuk sebuah hati sempurna menutupi lubang pada hatinya.

Rasanya…. begitu nyaman dan menyenangkan ketika kau sudah menemukan sekeping hati yang menyempurnakan hatimu.

Namja yang sedari tadi itu menunduk dapat merasakan sebuah Aura hangat yang selalu di rindukannya selama ini. Mungkin ini terdengar konyol. Tapi sebuah ikatan batin antara orang yang kau kasihi itu terlalu kuat untuk diabaikan atau disepelekan.

Yah. Namja itu adalah Lee Donghae.

Ia mulai mendongakkan kepalanya. Melihat sekeliling dan tatapan mata itu berhenti tepat pada sebuah objek yang menyita perhatiannya. Hatinya turut bergejolak. Pikirannya masih memproses dengan apa yang sedang ia lihat kini.

Ryeowook. Kim Ryeowook?

Benarkah? Apa ini nyata?

“ Ryeo…wook ”

Donghae berusaha meyakinkan hatinya dengan apa yang telah ia lihat kini.

Merasa namja itu sudah menyadari keberadaannya, akhirnya Ryeowook pun memantabkan langkahnya untuk berbalik dan berlari menjauh dari tempat itu. Tapi sebelum ia berhasil berlari, sebua suara yang sangat lembut milik namja itu kembali menghentikan langkahnya.

“ Kau benar Ryeowook? ”

Saat ini Ryeowook berdiri memunggungi Donghae yang sepuluh langkah dari tempatnya berdiri. Ryeowook mengepalkan tangannya erat. Bibirnya tersenyum miris. ‘Kau bahkan melupakan ku’—innernya berbicara sedih.

Oh, kau bahkan tak tahu Ryeowook-ah. Bahwa Donghae sebelum melihat dirimu, ia sudah lebih dulu menyadari kehadiranmu hanya dengan sebuah telepati kerinduan yang mendalam padamu.

Ryeowook mencoba mengabaikan Donghae.

Bertemu dengan Donghae juga bukan merupakan jadwalnya selama berada di Korea. Bahkan Donghae adalah hal yang perlu dihindari.

Ryeowook berjalan cepat setengah berlari.

Donghae mulai tersadar dari keterkejutannya. Ia sadar bahwa ini bukan…mimpi?

Sekuat tenaga ia pun kini juga mulai berlari mengikuti langkah gadis yang sangat ia rindukan keberadannya di sisinya. Ia memanggil-manggil nama yeoja itu, tapi naas—

—Yeoja itu tak sedikit pun menolehkan kepalanya, meskipun itu hanya untuk melihat Donghae yang berlari di belakangnya. Yeoja itu terus saja berlari sampai tak menyadari bahwa dompet yang ada disaku celana tiga perempat bagian belakangnya terjatuh. Ia masih terus berlari tanpa mempedulikan Donghae di belakangnya yang sebenarnya sudah berhenti.

Hn.

Berhenti karena namja itu mengambil dompetmu.

.

.

.

Aku takut.

Aku sungguh takut untuk menoleh kebelakang. Aku takut jika masa lalu itu kembali mengejarku dan menyakitiku. Aku takut menghadapi masa lalu yang sudah susah paya aku lupakan.

Tolong berhenti. Jangan mengejarku.

Karena—

—Aku takut.

.

.

.

Dan disinilah semuanya akan bermula kembali. Namja itu menemukan Dompetmu. Yang sudah pasti akan menemukan segala informasi tentangmu bahkan kediaman-mu.

Yupz. Kau tahu…….. inilah yang dinamakan takdir~~!!

.

.

.

Meskipun sekuat tenaga kau berlari menjauhinya—Takdirmu, maka itu akan sia-sia.

Karena bagaimanapun juga kalian tetaplah berada dibawah langit yang sama.

Kalian berpijak dibumi yang sama.

Apakah kau tahu? Bahwa bumi itu bulat?

Yah…seberapa jauh pun kau berusaha berlari, maka kau akan tetap kembali padanya.

Hn.

Pada Takdirmu~

Dan semua telah kembali pada masanya.

Dan sekarang adalah masa dimana kau harus kembali pada titik milikmu—

Titik dimana semua akan terlihat semakin jelas.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

.

TBC ^^

15 thoughts on “(GS/Twoshoot) Wedding Dress

  1. aishhh saeng kau buat mataq tambah bengkak#huweeeeeee

    hae tuh cinta g’ sih sma hyuk .. kok aq ragu stlh bc pargraf trakhir..mnurtq hti hae cuma buat wook .. wlaupun aq jg bingung kok hae mau nkah sma hyuk ..

    lanjutttttt .. ehm.. ajak kyu dong#puppyeyes … ya kalau g’ ya yeppa jg g’ papa

    chu~~~wookie

  2. satu hal.. jika unni berada di posisi wook.. apapun alasan nya unni ga akan bs maafin hae.. apa hanya krn tu eonni (unni males nyebutin tu nama) wook lebih membutuhkan byk perhatian dy bs seenaknya ngambil semua ny dr wook.. perhatian ortu bahkan namjachingu wook.. bahkan org yg sehat pun unni rasa bs gila ato bahkan lebih parah jika ada di posisi wook..
    itu.sangat.tidak.adil…..

  3. Wahhh haewook lagi… Seneng deh ada ff haewook..

    Kalo baca ff karya author-sshi, pasti wookie.a di bikin menderita deh diawal.. Kan jd syedih.. Nyut bgt deh rasa.a ati ini…

    Oh ya. Ff.a bgs bgt deh.. Suka sama jalan cerita.a.. Setiap kata2.a bgs deh. Itu sebner.a si hae suka.a sama siapa sih? Kesel sama sikap.a hae..

    Tp beneran deh ff.a bagus.. Banyakin bikin ff haewook yah.. Hehehehe.. Semangat author-sshi..🙂

  4. Wook-ah gwaenchanayo?? Aku dapat merasakan sakit yng kau rasakan. 5 tahun bkanlah waktu yng lama,tapi tak apa jodoh tak akan lari kemana. Kamu sih lari tanpa tau kejadian yng sebenarnya, andai dari dulu kau mengetahuinya kau pasti tak akan seperti ini. Tapi pada akhirnya kau tetap bersama Hae kan,aku turut bhagia akan kebahagiaanmu(?)

  5. bkin mewek ceritanya..sdih bgd unni~ya.. knp smwnya jhat gtu ma wookie..smpe2 ortunya ngorbanin prsaan anknya sndri..ap mrka smw gk pnya hti?? ap ortu wookie gk cri wookie. itu kn dh lma 5 th.. jhat bget mrka.. hae jga

  6. asli sy bca ini smpe nangiss T.T
    haehyuk’y tega sma wookie ,, mereka ngehianatin wookie
    Oohh ak bhkan tdak bsa membayangkan gmna perasaan wookie
    Ortu wookie uga knapa tega banget sama wookie , lbih mntingin anak angkat dri pada anak kandung sendiri ,!!
    Kasian wookie’y merasa terabaikan dan tersakiti krena penghianatan

    bneran g tega sama wookie’y dsini ,😥

  7. menyakitkan gak kebayang jd ryeowook melihat orang yg di cintainya menikah dgn orang yg di sayang pula,lagi pula bukannya hae cinta ma wook atau itu cuma bohongan.salut dgn ketegaran yang dimiliki ryeowook gak kebayang pokoknya kl jd dia.sedih bikin sedih ni cerita

  8. hae? siapa sih yg kamu cintai sebenernya?
    kalau aku sih bependapat kalau kam cinta wookie. tapi hyuk? kok kamu mau? atau ada apa2 antara kalian berdua. #kepo
    seperti biasa aku selalu nangis. T,T
    daebakk april. aku suka ff mu yg kalau akhir dari suatu moment pasti ada kata-kata yg keren.🙂
    keep writing.😄

  9. astaga ksian skali nasib.a wookie
    wajar bgt klo wookie prgi, untung.a lgi wookie kmbali dlm keadaan yg sukses
    msk kan kyu atau yeye dong chagi ? biar si hae cemburu dan menyesal, buat mereka jga merasakan apa yg wookie rasakan, buat si donghae sma eunyhuk jga menderita

  10. whuuuaaaa~ wook menyedihkan banget astaga😦
    dia yg mengalah, dia yg terluka, kenapa semua orang tidak mempedulikannya, kesakitannya,hingga akhir’a dia memilih pergi tanpa pamit,ehmm kabur😦
    kau benar april
    orang yg patah hati bisa melakukan apa saja,😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s