(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 06

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 6

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

Ryeowook meremas ujung roknya. Kukunya memutih akibat cengkramannya yang terlalu kuat. Matanya sudah memanas.

Donghae dan Henry berpelukan?

Tidak. Tidak hanya itu saja, masih terlihat jelas oleh mata telanjang Ryeowook bahwa Henry mencium pipi Donghae, dan tak ada penolakan sekali dari Donghae.

Apa.. apa yang terjadi? Kenapa Donghae membiarkan Henry menciumnya. Dan kenapa Henry harus memeluk dan mencium kekasihnya itu?

Banyak pertanyaan yang rasanya ingin meledak di kepala Ryeowook. bagaimana bisa begini?. Tubuh Ryeowook bergetar hebat. Harusnya ia tak boleh begini dan cemburu buta. Bisa saja kan Donghae Oppa hanya melakukan salam perkenalan?. Ryeowook mencoba berfikir positive, tapi ternyata tetap tak bisa, bayangan Henry saat mencium Donghae beberapa detik yang lalu berhasil membuat perkiraan positive nya menguar begitu saja. Tapi kalau memang perkenalan kenapa harus perlu mencium pipi Donghae Oppa?. Ryeowook bingung, matanya sudah tak sanggup lagi berbicara apa-apa. Dengan segera ia berbalik arah dan berlari sekuat yang ia bisa. Tak disangka bahwa saat ia mau saja berbalik, ternyata ada Eunhyuk disana. Refleks Ryeowook kaget dan “ Su-sunbae? ” ucapnya gugup.

Eunhyuk tersenyum memandang wajah mulus Ryeowook yang sudah basah karena air mata, dan mengalihkan pandangannya sebentar ke arah Donghae dan Henry yang masih bercakap-cakap entah apa dengan jarak cukup dekat. Tak bisa di pungkiri juga bahwa Eunhyuk juga cukup tersakiti dengan apa yang Ia lihat. Tapi sekarang mungkin bukan saatnya. Masih ada seseorang yang harus ia pikirkan ―Ryeowook.

“ Aku akan bercerita sesuatu padamu ” dengan lembut ditariknya tangan mulus Ryeowook untuk menjauh dari tempat Donghae dan Henry. Ryeowook hanya diam dan menurut. Mengikuti langkah Eunhyuk yang jauh lebih lincah dari dirinya.

Angin menyapa lembut kedua yeoja itu kala mereka menapakkan kakinya di atap sekolah tersebut. Pepohonan yang berwarna hijau tampak kecil jika di lihat dari atas ini.  Pepohonan itu nampak menghiasi halaman sekolah Shappire Blue yang sangat luas. Saat musim gugur datang pasti akan sangat menyusahkan tukang kebun yang harus menyapu halaman sekolah karena dedaunan yang terjatuh.

“ Apa yang ingin Sunbae ceritakan? ” Ryeowook membuka percakapannya saat dirasa Eunhyuk hanya diam saja semenjak menariknya ke atas sini.

“ Kau cemburu melihat mereka? ”

Kata ‘mereka’ sudah cukup jelas bagi Ryeowook. “ Bohong jika aku bilang aku tak cemburu ” ujarnya lirih.

Eunhyuk lagi-lagi tersenyum manis, “ Henry adalah mantan kekasih Donghae ”

Ryeowook mendongak memandang Eunhyuk yang jauh lebih tinggi darinya. “ Henry adalah seseorang yang sudah membuat Donghae berubah menjadi playboy ” lanjutnya.

Ryeowook kembali menegang dengan ucapan Eunhyuk tersebut. Jika Henry yang telah berhasil membuat Donghae yang dulunya adalah pria setia hingga menjadi playboy kelas atas, bisa dibilang Henry merupakan pengarus besar bagi Donghae, begitu kan?―pikir Ryeowook dalam hati.

“ Tapi itu dulu, bukankah sekarang Donghae adalah milikmu? Kau tak perlu khawatir. Dia hanya mencintaimu. ” sedikit memberi ucapan hangat bagi Ryeowook tak masalah kan? yeah, walaupun selama ini Eunhyuk selalu ketus terhadapnya.

“ Tak ada yang tahu apa yang ada dalam pikiran orang lain. Mungkin selama ini aku memiliki Donghae Oppa dan seperti yang Sunbae bilang tadi bahwa Donghae Oppa hanya mencintaiku. Tapi siapa yang tahu jika dengan kedatangan Henry kesini bisa membuat Donghae Oppa kembali mencintainya dan mencampakkanku. Hari depan tak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi ” Ryeowook berucap lemah. Rasa takut akan kehilangan Donghae begitu kental Ia rasakan. Haruskah ia kehilangan orang yang disayanginya lagi?

“ Berfikirlah positive. Dengan begitu semua akan baik-baik saja ” Eunhyuk mengelus rambut Ryeowook lembut.

“ Berfikir negative sama saja dengan melukai dirimu sendiri dengan menyakiti perasaanmu yang tak tenang karena memikirkan hal-hal yang hanya sebatas perkiraan semu yang belum tentu akan terjadi. Percayalah pada Donghae. Dia sahabatku, aku tahu jelas bahwa Ia sangat mencintaimu ” terangnya lagi.

Ryeowook membisu, perlahan lelehan air matanya turun merambat sampai ke dagunya, “ Tapi jika aku terus berfikir positive, maka aku juga tetap tak akan tahu apa yang terjadi suatu hari nanti. Jika saja semua yang positive telah aku pikirkan namun pada akhirnya hal negative lah yang aku dapatkan itu sama saja membunuhku secara perlahan ” Ryeowook mulai terisak.

Eunhyuk yang merasa kasihan dengan gadis imut ini perlahan memeluk Ryeowook. mungkin kondisi hati Eunhyuk juga tak baik saat ini, tapi sekarang ini Ryeowook jauh lebih penting baginya. Karena Ryeowook berarti bagi Donghae maka baginya pun juga begitu. Sudah ku katakan kan, bahwa kebahagiaan Donghae adalah kebahagiaannya juga.

“ Aku hanya takuut Donghae Oppa akan mencampakkanku dan memilih kembali pada Henry. Yang aku inginkan hanyalah cinta yang tulus. Apakah itu begitu sulit? ”

Eunhyuk menelan ludahnya susah payah, gadis ini benar-benar mencintai Donghae rupanya.

“ Ssstt..uljima. jangan berfikiran yang macam-macam tentang sahabatku itu. Dia bukan lelaki brengsek seperti lelaki di luar sana ”

Ryeowook mengangguk dalam pelukan Eunhyuk, “ Jangan katakan apa pun pada Donghae Oppa tentang hal ini ” pinta Ryeowook yang di setujui dengan anggukan kepala oleh Eunhyuk.

“ Gomawo Sunbae. Selama ini aku memang benar bahwa Sunbae tak seSangar seperti kelihatannya ”

Eunhyuk menggeram sebal akan ucapan gadis kecil itu. Dengan sedikit kasar di dorongnya tubuh mungil Ryeowook untuk melepas pelukannya, “ Jangan berfikir macam-macam juga tentangku, sudahlah aku mau kembali ke kelas. Kau benar-benar yeoja yang menyebalkan ”

Ryeowook terkekeh geli saat Eunhyuk berlalu meninggalkannya di atap sekolah ini. Benar kan apa yang dia pikirkan, Sunbaenya itu memiliki sisi kebaikan dalan dirinya.

.

You dont have to hate someone because you hate the evil that she did, Although she does something bad, She must have characteristics that either ^^

_Choi Ryeosomnia_

.

.

Ryeowook kembali ke kelas dengan perasaan yang masih mengganjal akan hubungan Dongahe dan Henry. Penasaran sekali rasanya ingin mengetahui apa yang tadi sedang mereka bicarakan. Saat sudah sampai di kelas, Ryeowook hanya menatap nanar Henry yang juga tengah menatapnya. Henry mengkerutkan keningnya bingung saat sapaannya juga tak di tanggapi oleh Ryeowook. melainkan hanya tatapan nanar yang ia dapatkan. Henry mengangkat bahunya seolah tak mengerti dengan keadaan Ryeowook.

Kyuhyun yang sedari tadi masih sibuk dengan PSP di tangannya kini malah di buat bingung dengan perubahan sikap Ryeowook yang tiba-tiba diam. Biasanya dia akan memarahi dirinya yang terlalu sibuk dengan PSP nya, tapi kenapa sekarang malah dia diam dan menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangannya?

“ Wookie-ah, kau kenapa? ” tanya Kyuhyun khawatir. Ryeowook menggeleng dengan masih menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya.

“ Tidak kenapa-kenapa? Lalu kenapa kau terlihat lemas begitu? ” Kyuhyun mencoba meraih kening Ryeowook dan memeriksa suhu tubuhnya. “ Tidak panas ” gumam Kyuhyun.

“ Aku baik-baik saja Kyu ” diangkatnya kepalanya menghadap Kyuhyun sambil tersenyummanis.

Kyuhyun terlihat seperti tak percaya, tapi ya sudahlah. Mungkin Ryeowook masih belum mau bercerita dengannya. Akhirnya Kyuhyun mengangguk dan seolah-olah percaya dengan ucapannya.

.

.

.

Donghae tampak sedikit bosan di ruang Osis tersebut. Matanya sedari tadi juga selalu melirik ponselnya. Berharap seseorang yang selalu mengikutinya jika istirahat datang akan membalas pesan atau pun mendatanginya seperti biasanya. Namun nihil hanya desahan berat yang Ia lakukan. Jinja.. dia memang menyebalkan bagi Donghae, tapi dia juga semakin menyebalkan jika tak mengganggu dirinya. Ah, segala hal tentang Ryeowook membuatnya begitu kesal tapi juga dapat membuatnya begitu rindu pada sosoknya. Ck, benar-benar yeoja special eoh?

Eunhyuk yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya itu pun juga sepertinya tampak tak baik-baik saja. Heii, kalian tahu sendiri kan jika Eunhyuk itu menyukai Donghae? Sangat. Dia tak mungkin baik-baik saja saat seseorang yang dia sayangi mengkhawatirkan orang lain. Yeah, ini memang sering terjadi pada Eunhyuk, tapi bagaimana pun ini akan tetap terasa mneyakitkan bagi dirinya.

“ Kau mencari Ryeowook? ”

Donghae tak menjawab pertanyaan Eunhyuk dan justru lebih memilih beranjak dari kursinya. “ Hei, selesaikan dulu tugasmu Hae ” pekiknya yang tak ditanggapi sedikit pun oleh Donghae.

.

.

Donghae melongokkan kepalanya di kelas yeojacingu manjanya itu. Matanya mencari-cari sosok mungil yang berada di kelas itu. Dan…. Donghae tersenyum saat manik mata mutiara hitamnya itu melihat Ryeowook yang tengah membaca buku serta tangan yang menggenggam sebuah pencil dan juga dengan bibir yang mengerucut imut. Ck, mungkin dia sedang tak bisa mengerjakan soal-soal di buku bersampul matematika itu. Donghae menghela nafas lega, setidaknya ia tak mendapati kekasihnya itu tengah berdua dengan namja evil yang mencintai gadisnya itu atau dengan Siwon yang perfect itu. Awalnya ia berniat menemui gadisnya itu, tapi ia mewurungkannya karena mungkin gadisnya itu sedang berusaha menjawab soal-soal di buku itu.

TETT.. TEETT.. bel berakhirnya istirahat berbunyi. Donghae mulai melangkahkan kakinya kembali menuju kelasnya. Di sepanjang perjalanan Donghae melempar senyumnya ke semua siswa yeoja yang bersikap centil terhadapnya. Sang Cassanova itu memang selalu bisa menarik setiap yeoja untuk tak melepaskan tatapannya pada wajah tampannya itu.

“ Kau sudah bertemu gadismu? ” Eunhyuk bertanya heran saat melihat wajah sahabatnya yang tadi murung sekarang malah tersenyum. Donghae mengangguk meng’iya’kan. “ Seperti yang kau tahu, dia selalu bisa membuat mood ku yang buruk kembali membaik ”

Eunhyuk memutar mata bosan, “ Yeah, dia memang selalu bisa membahagiakanmu ” gumamnya pelan. Ada sebuah perasaan tak enak saat mengatakan itu. Eunhyuk memang benar-benar yeoja yang begitu baik dalam berakting, dia selalu bisa membuat semuanya tampak indah dan baik-baik saja, tapi siapa yang sangka bahwa gadis bergummy smile itu menyimpan begitu banyak luka di hatinya. luka penantian dan menunggu Donghae mungkin yang paling menyakitkan. Yeah, Ia mengunggu sampai Donghae mau membuka mata akan cintanya pada dirinya.

.

Menunggu memang terkadang bisa menjadi solusi

Tapi ternyata menunggu itu tidaklah mudah

.

.

.

Ryeowook tampak mengerutkan dahinya saat soal-soal ulangan matematika terpampang jelas di lembaran kertasnya. Ciih, ulangan harian matematika itu sangat sulit bagi Ryeowook, terlebih hari ini hatinya sedang tak baik dan ditambah ini adalah jam pelajaran setelah istirahat, huaahhh~ rasanya sangat menyebalkan bagi yeoja bertubuh mungil itu.

Ryeowook menolehkan ke samping kanannya, tempat Kyuhyun. dia memandangnya dengan pandangan kesal. Oke, Ryeowook memang kesal ah lebih tepatnya iri. Ia benar-benar iri karena teman sebangkunya itu sangat pandai dalam soal hitung-menghitung. Ia ingin sekali minta ajari padanya, tapi Donghae Oppa nya pasti akan melarangnya jika belajar bersama dengan Kyuhyun.

Kyuhyun yang merasa diawasi terus-menerus pun akhirnya menolehkan wajahnya menghadap Ryeowook. bibirnya membentuk sebuah seringaian saat melihat tampang yeoja disampingnya yang begitu di tekuk. “ Tak bisa mengerjakan eoh? ” godanya.

Bibirnya semakin maju ke depan saat mendengar ejekan Kyuhyun. “ Aku hanya tak mengerti bagaimana caranya ” sangkalnya lucu yang membuat Kyuhyun terkikik geli. Hei, tak tahu bagaimana cara mengerjakan itu sama dengan tak bisa kan?

“ Itu kan sama saja. Sudahlah, ini cepat lihat jawabanku. Sebelum waktunya habis ”

Mata Ryeowook berbinar, “ Bolehkah? Nanti kalau ketahuan bagaimana? ” rengeknya.

“ Kau ini! Masa hanya tinggal mengcopy jawabanku saja mesti harus merepotkan aku lagi sih? ” gerutunya. “ Arra..Arra.. ” jawab Ryeowook.

Kyuhyun tersenyum senang, gadis ini memang sangat bodoh soal matematika. Dia selalu saja merepotkan Kyuhyun kalau menyangkut soal-soal ini. Entah itu minta mengerjakan PR nya lah, atau pun hanya untuk tugas-tugas kelompok harian. Tapi itu benar-benar membuat Kyuhyun bahagia. Dengan begitu ia jadi merasa berguna untuk gadis yang Ia cintai itu. Kebahagiaan yang begitu simpel eh?

.

Kebahagiaan itu bagaikan coklat panas di musim dingin!!!

Simple ^^

.

.

.

Ryeowook kembali memutar arah saat melihat Donghae yang sedang berbicara sesuatu pada temannya. Dia malas bertemu Donghae. Dia masih cemburu dan kesal akan kejadian tadi. Jinja.. tadi Henry mencium pipinya dan Donghae tak menolak, dan lagi sebuah masa lalu Donghae dengan Henry sudah ia ketahui yang anehnya harus ia dengar dari orang lain. Ryeowook merasa sakit dan bodoh. Dia seperti orang yang dibohongi.

Ryeowook berjalan tanpa tujuan, yang ia tahu ia kini sedang sedih dan berusaha mencairkan kesedihannya di sebuah tempat yang..ummmh sangat familiar. Tempat dimana pertama kali ia bertemu dengan Siwon. Namja yang ia panggil ahjussi.

Kakinya melangkah naik menuju tangga-tangga hingga mencapai bangunan di lantai 16. Ryeowook sedikit mengatur nafasnya. Lelah sekali. Sudah lama ia tak kemari dan suasana ternyata masih sama. Sepi dan errr sedikit menakutkan, mengingat lantai 16 adalah lantai tertinggi di bangunan ynag sudah tak digunakan ini.

Ryeowook menyipitkan matanya saat manik karamelnya menangkap sesosok namja yang Ia kenal. Namja itu kini sedang berdiri tegak seperti sedang…. bunuh diri!! A-apa? Bunuh diri? Ryeowook langsung berlari menuju orang tersebut dan sialnya orang itu menyadari dulu kehadiran Ryeowook. menolak Ryeowook untuk tak menggagalkan rencananya kali ini. Ia sudah cukup lelah dengan kehidupan ini. Ini benar-benar membuat dadanya sesak. “ Siwon Oppa? Apa yang mau Oppa lakukan? Ku mohon jangan lakukan hal itu lagi, jebalyoo Oppa ” mohonnya.

Siwon tetap tak bergeming dan malah semakin berdiri di tepi bangunan itu. Siwon memejamkan matanya erat, menikmati semilir angin yang menerpa wajah tampan yang tampak seperti pahatan sempurna tanpa cacat tersebut. “ Kau tahu Wookie-ah, bagaimana rasanya saat seseorang yang begitu kau cintai meninggalkanmu? Terlebih itu karena kesalahanmu? Itu terasa seperti ada sesuatu yang menusuk hatimu dan menghujamnya berulang-ulang. Terasa menyakitkan tapi kau tak bisa berbuat apa-apa ”

Ryeowook diam mendengarkan penuturan Siwon hingga selesai. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Sunbae nya yang tampan ini hingga selalu berusaha untuk mengakhiri hidupnya saat ini juga.

“ Di bawah langit yang sama, dalam garis takdir yang berbeda. Aku dan ‘dia’ dihubungkan dengan salah satu hukum alam yang paling kejam sekaligus adil dalam waktu yang bersamaan. Takdir…. ”

Ryeowook tampak bingung dengan ucapan Siwon, “ Takdir? ”

“ Ya, takdir kematian. Takdir yang memisahkan aku dengan seorang yang begitu aku cintai ”

Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya. Kematian? Jadi maksud Siwon kekasihnya itu meninggal?

“ Lalu Oppa berniat untuk mengakhiri hidup Oppa hanya karena yeoja yang Oppa cintai meninggal? Begitu? ”

“…”

“ Jika Oppa pikir Oppa akan menyelesaikan segalanya dengan melompat dari atap bangunan ini, Oppa salah. Satu-satunya yang dapat menyelesaikan masalah ini adalah Oppa. Meskipun Oppa selalu memasang wajah bahagia di hadapan orang lain tapi aku tahu Oppa sebenarnya sedang menekan hati Oppa yang sakit itu. Aku tahu Oppa selalu berbohong dan mengatakan ‘aku baik-baik saja’. Tapi bukankah manusia memang kadang-kadang berbohong?. Tapi apa Oppa tahu apa yang lebih buruk dari kebohongan?? Yaitu melarikan diri. Kenapa Oppa tak mencoba menjalani hari Oppa yang baru, kenapa tak mencoba melupakan masa lalu yang menyakitkan itu? Jika memang tak bisa Oppa cukup mengenangnya saja tanpa perlu menyalahkan diri sendiri akan kejadian itu. Minta maaflah pada Tuhan jika memang kejadian yang Oppa maksud adalah kesalahan Oppa. Katakanlah bahwa Oppa menyesal pada Tuhan, Tuhan akan selalu memaafkan anak-anaknya. Jika Oppa benar-benar menyesal, yang Oppa lakukan setidaknya adalah itu. Tidak seperti Omong kosong murahan ini yang seperti membunuh diri sendiri ” oceh Ryeowook panjang lebar. Setetes air mata meluncur dari mata karamel indahnya. Ia memang tak tahu apa yang membuat Siwon sebegitu menderita, tapi yang ia tahu pasti Siwon teramat menderita dengan kehidupannya. Ryeowook memanglah anak yang cengeng, ia tak bisa jika harus melihat orang lain menderita.

“ Jebalyoo Oppa!! Turunlah. ” pintanya lagi memohon dengan nada suara yang bergetar.

Siwon membuka matanya. Tak ada air mata yang keluar dari pelupuk onyxnya itu. Dia tak mau terlihat lemah di hadapan gadis. Dengan hati-hati Siwon mulai menurunkan kakinya kembali menapaki lantai atap itu. Memandang Ryeowook lembut yang kini tampaknya bernafas lega.

GREEPPPP..

Jantung Siwon serasa mau copot saat tiba-tiba Ryeowook menghambur ke pelukannya. “ Oppa..hukz. jangan lakukan itu lagi,hukz..hukz.. ”

Siwon tersenyum, tangannya mengelus sayang rambut panjang gadis dalam dekapannya itu.

“ Kenapa kau menangis? ” Siwon bertanya lembut.

“ Di dunia ini cara untuk mengurangi setres adalah dengan menangis, jadi jangan malu untuk menangis. Hukz..hukz.. ”

Entah ini berupa sindiran atau hanya perkataan sepontan saja yang keluar dari bibir Ryeowook. tapi yang Siwon tahu, yeoja dalam dekapannya ini benar-benar memiliki hati malaikat. Sudah dua kali gadis ini menyelamatkan hidupnya. Gadis ini berhasil membuatnya mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

“ Sudah menangisnya? ”

Ryeowook mengangguk imut dan mengelap sisa-sisa air matanya dengan lengan jas sekolah yang ia pakai. Siwon terkekeh saat mendapati gadis itu kembali seperti biasanya yang benar-benar nampak seperti anak kecil. Perilakunya selalu saja bisa membuat orang-orang di sekitarnya tertawa gemas ingin mencubit pipi gembulnya itu.

“ Janji tidak akan melakukan itu lagi? ” mengangkat jari kelingkingnya di hadapan Siwon yang mempunyai tinggi 10 cm lebih darinya. Siwon tersenyum lagi, dan akhirnya menautkan jari kelingkingnya pada kelingking mungil Ryeowook. “ Ya! asal kau selalu bersama Oppa ” godanya yang sebenarnya itu berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Ryeowook menggembungkan pipinya lucu, “ Nanti Donghae Oppa marah kalau aku selalu bersama Siwon Oppa ” ucapnya.

“ Ne~ne~ Oppa hanya bercanda. Kajja Oppa antar pulang ”

“ kkajja ”

.

Miskin-kaya

Bodoh-pintar

Baik-buruk

Tinggi hati-rendah hati

Hidup-mati

Surga-neraka

Semua itu pasti ada sisi positive nya bung..

Layaknya 2 mata koin, berjalan bersama beriringan saling memberi daya dukung ^^

_Choi Ryeosomnia_

.

.

Yesung menguap bosan di dalam kamarnya. Benar-benar seperti katak yang terjebak dalam tempurung. Uggh, salahkan saja tugas kuliahnya yang benar-benar menumpuk dan membuatnya begitu lelah setengah mati. bahkan ia belum sempat makan malam. Punggungnya seperti mati rasa karena terlalu lama duduk menatap layar laptopnya.

CEKLEEKK~

Yesung memutar badannya untuk melihat siapa yang datang tanpa mengetuk pintu kamarnya itu, tak biasanya hal ini terjadi mengingat Yesung paling benci dan tidak suka jika ada orang lain yang masuk rumahnya tanpa permisi. Mata yang tadi memandang tajam pada siapapun itu kini perlahan melembut saat mengetahui siapa gerangan yang masuk tak sopan ke dalam kamarnya.

Ck, yeoja mungil itu memang benar-benar berhasil meredakan emosi Yesung. “ Oppa!! ” panggilnya manja. “ Hmm? Masuklah ” titah Yesung dan kembali meneruskan pekerjaannya tanpa melihat wajah murung gadis kecilnya dulu itu.

Telinga Yesung tak mendengar suara langkah kaki yang biasanya akan terdengar jika seseorang berjalan. Merasa ada yang ganjil, akhirnya Yesung pun kembali memutar tubuhnya untuk melihat gadis itu, Yesung menaikkan sebelah matanya seolah bertanya –kenapa-kau-masih-berdiri-disitu?

“ Oppa tak menyambutku dengan baik!! ” rajuknya yang kini sudah mulai berjalan mendekat kepada Yesung. “ Oppa sibuk apa sih sampai mengacuhkanku begitu? ” kepala Ryeowook mencoba ikut bergabung dengan Yesung untuk menatap layar laptop milik Yesung yang berisi entahlah sepertinya sulit di pahami oleh gadis SMA seperti Ryeowook.

“ Tugas dari kampus? ”

Yesung mengangguk dan mulai mematikan laptop nya lalu menutupnya. Setelahnya Yesung memberikan perhatian penuh untuk gadis manja itu. “ Nah, silahkan Nona manja ” godanya sambil mempersilahkan Ryeowook untuk duduk di ranjangnya. Ryeowook bersemu merah saat Yesung bergaya ala pangeran yang mempersilahkan tuan putri memasuki kereta kudanya. Aigooo~ Ryeowook memang pernah bermimpi sebagai putri dulu saat kecil. Kkk~

Ryeowook yang saat ini memakai baju babydoll berwarna ungu dengan motif jerapah terlihat begitu manis dan imut. Bahkan meskipun baju babydoll itu kebesaran diukuran tubuhnya itu malah semakin menambah kesan imut bagi siapa pun yang memandangnya. Bersyukurlah Kim Ryeowook karena Donghae tak melihatmu saat ini, jika ‘iya’ Author tak menjamin kau akan selamat dari terkamannya. Kkk~

“ Oppa~ Umma dan Appa sedang menginap di rumah Haelmoni, jadi aku tidur disini saja ne? ” dengan memasang puppy eyes andalannya Ryeowook menangkupkan kedua tangannya seolah berpose memohon. Ciih, tanpa kau melakukan itu pun Yesung sudah pasti memperbolehkanmu Wook. “ Ck, dasar menganggu ” gerutu Yesung pura-pura terusik dengan kehadiran gadis itu. Ryeowook hanya tersenyum senang, jika sudah begini pasti Yesung Oppa menerima permintaannya. “ Karena aku tidur disini, jadi Oppa harus tidur di sofa ne? ”

“ Mwo?? ” pekik Yesung tak terima. Ini kan kamarnya jadi kenapa harus dia yang tidur di sofa?

“ Wae? Mana mungkin kita seranjang? Maaf aku masih cukup waras untuk tak menjadi kelinci percobaanmu dalam adegan favorite memegang philtrum saat kau tidur ”

Yesung menatap tajam Ryeowook. “ Ani! Kau yang harus tidur di sofa.lagi pula ini kan kamar Oppa. Kalau tak mau seranjang ya lebih baik kau tidur di sofa, kamar tamu, ruang TV atau bahkan di kamar mandi saja ” Yesung berujar jahat.

“ Dasar raja tega ” cibirnya. Setelah itu Ryeowook pun akhirnya menidurkan tubuhnya di sofa yang terletak tak jauh dari ranjang Yesung. Beruntung tadi dia sudah membawa bantal, guling dan serta boneka jerapahnya yang besar pemberian Yesung itu, sehingga ia mungkin bisa sedikit melupakan tempat tidurnya yang berada di sofa.

“ Hoaammzz, aku mengantuk. Jaljayyo Oppa ” setelah berucap begitu tak lama setelahnya Ryeowook sudah pergi ke lautan mimpinya. Benar-benar hari melelahkan tadi.

Yesung tersenyum. Dia baru sadar kalau ternyata yeoja manja itu sekarang sudah tak seegois dulu. Dulu dia pasti selalu merengek tak kenal lelah sampai apa yang ia mau didapatkan. Bahkan ia sangat benci ketika harus kalah dalam permainan ular tangga dan berakhir dengan mengobarak-ngabrik ular tangga itu. Ckck, tapi sekarang??? Tak disangkah, Ryeowook nya bahkan rela tidur di sofa, padahal tadi pun Yesung juga tak serius mengatakan hal itu. Hei, Yesung menyayangi Ryeowook, jadi tak mungkin jika ia setega itu membiarkannya tidur dengan sofa yang sempit itu.

Yesung mengangkat tubuh Ryeowook lalu dibaringkannya di ranjangnya. Membenarkan letak guling, bantal dan…. Oh Yesung benar-benar bahagia karena ternyata gadis ini masih menyimpan boneka pemberiannya waktu kecil. Dikecupnya kedua kelopak mata itu, lalu menyelimutinya sebatas dada. Dan terakhir Yesung pun memutuskan untuk tidur di sofa. Benar-benar cinta heoh??

.

Kenapa kau sangat menyukai dia?

Apa kau pikir dia juga memiliki perasaan yang sama padamu?

.

.

.

Ryeowook keluar dari mobil Audy hitam milik Yesung yang berhenti tepat di depan gerbang sekolahnya. “ Oppa~ nanti aku pulang sendiri ne, jangan jemput aku! ”

“ Ne~ kau mau pulang bersama namjacingumu itu eoh? ”

Mendengar kata ‘namjacingu’ membuat raut muka Ryeowook di tekuk. “ Sudahlah, pokoknya jangan jemput aku. Arasseo? ” Yesung mengangguk mengiyakan.

.

.

.

Ryeowook sedikit ragu untuk melangkah masuk dari gerbangnya itu. Issh, hari ini Ia terlambat lagi, itu tandanya ia akan mendapat hukuman dari Eunhyuk Sunbae. Ck, dan sudah pasti akan bertemu dengan Donghae. Ngomong-ngomong soal Donghae, Ryeowook sudah mengacuhkannya dari kemarin. Semua pesan, email maupun panggilan telephone darinya Ryeowook abaikan. Tak segan-segan juga Ryeowook mematikan ponsel itu.

“ Terlambat lagi nona Kim? ” sapa Eunhyuk yang kini sudah memasang poker face menyeramkan. Ryeowook menunduk takut, “ Mianhae ”

Eunhyuk memutar bola mata bosan, “ Kau sudah terlalu sering melanggar peraturan sekolah dengan selalu terlambat, apa kau tak bosan dengan keterlambatanmu? ”

“ Maafkan aku Sunbae, aku tak akan mengulanginya ”

“ Demi Tuhan, aku sudah bosan mendengar kalimat omong kosongmu itu ”

Ryeowook menggigit bibirnya kuat, selalu saja begini. Jangan menangis, ku mohon. Jangan lemah Ryeowook-ah.

“ Eunhyuk-ah, kau jangan terlalu berlebihan memarahinya sampai seperti itu ” Donghae muncul dari belakang Eunhyuk. Ryeowook mendongak untuk melihat Donghae. Matanya memanas saat melihat seseorang yang berada di samping Donghae. Yeoja itu…

“ Kau selalu saja membelanya, hanya karena dia kekasihmu bukan berarti kau bisa seenaknya saja membebaskannya dari hukuman, Tuan Muda Lee ” Eunhyuk pergi meninggalkan mereka. Pergi mengurusi siswa lainnya yang juga terlambat. Tapi meskipun ia mengurusi siswa lain mata Eunhyuk senantiasa memperhatikan pergerakan ketiga manusia itu. Eunhyuk kembali merasa kalah. Ck, ia benci jika harus seperti ini, ia benar-benar benci bersifat melankolis seperti ini. Sungguh!!!

“ Mi-mianhae Su-sunbae ” Ryeowook berucap terbatah. Dan juga sepertinya hari ini sangat berbeda mengingat Ryeowook memanggil Donghae dengan embel-embel ‘Sunbae’.

“ Kau kenapa Wookie-ah? ” di pengangnya lengan kecil itu, dan tangan sebelahnya mengelus sayang pipi gembul milik yeojanya. Ryeowook menjauhkan wajahnya dari tangan Donghae. “ Berikan aku hukumannya, aku akan segera melakukannya karena aku tak mau tertinggal pelajaran lagi ” dengan kepala menunduk Ryeowook mati-matian menahan tangisnya. Ia tahu persisi siapa gadis yang berada disamping Donghae. Yeah, Henry! Sedang apa dia? Apa dia juga di hukum karena terlambat?

Donghae menatap yeoja di depannya ini bingung. Sejak kapan Ryeowook mendadak bersikap dingin padanya? Apa lagi dari kemarin ia memang tak berinteraksi sama sekali dengannya. Pesan singkat, email bahkan panggilannya saja dihiraukan bagitu saja olehnya. Donghae yakin, pasti ada sesuatu yang membuat yeojanya ini mendadak diam.

“ Oke, sekarang punguti sampah-sampah yang tergeletak di halaman sekolah. Bersihkan halaman sekolah sampai bersih. Dan kau juga Henry-ssi, silahkan melakukan hukumanmu bersama Wookie ” titah Donghae.

Tanpa banyak bicara Ryeowook langsung melesat pergi menjauh dari Donghae sejauh-jauhnya. Bahkan ia pun juga merasa tak ingin jika harus berada di radius yang dekat dengan yeoja itu. Melihatnya benar-benar membuatnya sakit hati. Ia tahu ini salah karena marah tanpa memberikan alasan yang jelas pada Donghae, tapi mau bagaimana lagi? Ryeowook terlanjur cemburu.

Henry mendekati Ryeowook. “ Kau kenapa? ”

“ Siapa? Aku maksudmu? Tentu saja aku baik-baik saja!! ” menjawab tanpa menoleh sedikit pun untuk memandang wajah imut Henry. “ Kau ada masalah dengan Donghae Oppa? ”

DEG!!

Ryeowook menghentikan aktifitasnya memungut sampah dan tangannya kini beralih meremas dada kirinya kuat. Bahkan Henry juga memanggilnya ‘Oppa’, bukankah Henry mengharamkan bagi siapapun untuk memanggilnya Oppa selain dirinya?. Ryeowook semakin tak mengerti. Semua yang dikatakan Eunhyuk bahwa Donghae begitu mencintainya terasa menguap begitu saja di gantikan kecemburuan yang teramat dalam. Jika saja Henry bukanlah masa lalu Donghae, mungkin ia tak akan secemburu ini, tapi disini konteksnya sudah berbeda. Bayangan akan kehilangan Donghae kini memenuhi otaknya. bayangan suatu saat nanti Donghae akan mencampakkannya sudah terlihat jelas dalam otaknya. tidak! Ia tak mau jika harus kehilangan Donghaenya. Ia tak mau itu terjadi.

“ Kie..Wookie?? ” panggil Henry menyadarkan lamunan buruk Ryeowook. dia menggeleng dan tersenyum kaku “ Gwenchana, aku hanya sedang tak enak badan. Semalam aku kurang tidur. Hehe ” dengan di selingi tawa kecil akhirnya Henry pun tersenyum.

Henry terus memandang wajah lesu Ryeowook sedari tadi. Ia benar-benar yakin bahwa pasti Ryeowook ada masalah dengan Donghae. Sedikit banyak ia benar-benar senang jika memang hal itu terjadi, tapi ia juga cukup punya malu agar tak merusak hubungan keduanya.

Tak berbeda dengan Henry, Donghae dan Eunhyuk pun dibuat heran dengan tingkah laku yeoja mungil itu. Wajahnya itu lesu tapi terkesan datar. “ Hae, apa kau ada masalah dengannya? ” gelengan kepala menjadi jawaban dari Donghae. “ Kenapa kalian tak bersikap romantis seperti biasanya? Dan lagi wajah Ryeowook juga tak ceria seperti biasanya ”

“ Aku juga paham soal itu ”

.

Jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan

Dan jangan pula berfikiran negative

Karena berfikir negative adalah cara terselubung untuk menyakiti diri sendiri

.

.

.

“ Wookie, kemarin kenapa kau tak mengikuti ekskul dance? Kau tahu, Donghae Oppa melakukan battle dance dengan murid baru di depan itu ” Taemin menunjuk sesosok yeoja bernama Henry dengan dagunya.

Ryeowook kaget saat mendengar bahwa Henry melakukan battle dance dengan Donghae. Pikirannya semakin melayang jauh, membayangkan bagaimana dance mereka, cara mereka melakuakn gerakan, dan…

“ Kau tahu, Henry sangat hebat melakukan dance. Kalau kau melihatnya aku yakin kau pasti akan kagum padanya ” dengan wajah sumringah Taemin semakin menceritakan hal kemarin yang dilewatkan oleh Ryeowook dengan gembira penuh kekaguman. Ryeowook hanya menyimak dengan seksama, tak menimpali juga tak menyela. Dia masih benar-benar penasaran dengan hubungan keduanya kini. Mungkinkah Henry dan Oppa kembali merajut cinta??—batin Ryeowook nelangsa.

Taemin menutup mulutnya rapat saat menyadari bahwa Ryeowook kini tengah mengenggelamkan wajahnya di meja dengan tangan yang menjadi tameng wajah imutnya itu. Taemin sadar pasti Ryeowook sedang cemburu. “ Mianhae, aku tak bermaksud memujinya Wookie-ah ” lirihnya merasa bersalah.

Ryeowook mengangkat kepalanya, “ Gwenchana, aku tak apa-apa. Aku hanya kurang tidur Taemin-ah. Bisa berikan aku waktu untuk tidur sampai nanti bel istirahat berakhir? ”

Taemin mengangguk dan menarik nafas lega, “ Ku pikir kau marah padaku karena memuji dancenya dengan Donghae Sunbae. Ah~ kalau begitu tidurlah, nanti kalau seonsaengnim sudah datang aku akan membangunkanmu ”

Ryeowook kembali menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya yang terlipat dimeja. Wajahnya sepertinya sudah memerah menahan tangis. Mendengar cerita Taemin barusan semakin membuat dirinya merasa tak pantas dan tak cocok bersanding dengan Cassanova seperti Donghae. Dia tak pandai melakukan gerakan dance, terkesan cengeng dan bodoh, manja, penggerutu, egois, tukang cemburu, dan aahhh~ masih banyak lagi hal-hal buruk yang dimilikinya. Ia benar-benar tak ada apa-apanya jika dibandingkan Henry.

Bagaimana bisa Taemin begitu memuji Henry perihal dance anak itu, sedangkan selama ini Taemin adalah murid kelas 1 yang terkenal paling pandai melakukan dance. Sebegitu hebatkah seorang Henry sampai-sampai Taemin begitu kagum dengannya?

Memikirkan ini benar-benar membuat kepalanya sakit. Sakit di hatinya ternyata dapat menjalar menuju hatinya. merasa ia tak akan sanggup mengikuti pelajaran dengan keadaan seperti ini, akhirnya Ryeowook memutuskan untuk tak mengikuti pelajaran di jam terakhir kali ini. “ Kyu, aku mau ke UKS kepalaku pening, ijinkan aku ne? ”

Kyuhyun memandang wajah Ryeowook intens, “ Bagaimana kalau aku temani? ”

“ Aniyaaa~ lalu bagaimana dengan absentku dan absentmu? ”

“ Kan masih ada Taemin, Key dan Onew yang bisa mengijinkan kita ”

Ryeowook menggeleng, “ Tidak perlu, aku sendirian saja ” baru saja akan melangkah pergi pergelangan tangannya dicekal oleh Kyuhyun, “ Kau yakin Wookie-ah? ”

Senyum yang terlihat di bibir Ryeowook menjadi jawaban pasti agar Kyuhyun mempercayainya. “ Baiklah, kalau ada apa-apa kabari aku ” kata yang lebih tepatnya perintah Kyuhyun untuk gadis manja itu.

Saat Ryeowook berjalan melewati tempat duduk Henry, diliriknya sekilas dan ternyata tak mendapati orang tersebut di mejanya.

Kaki kecil Ryeowook berjalan gontai menuju UKS. Sesekali diurutnya pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya. Saat berjalan melewati koridor samar-samar telinga Ryeowook mendengar suara….

“ Oppa, mianhae!! aku kesini ingin memulai semuanya dari awal. Tidak bisakah? ”

Suara ini??? Inikah suara Henry?. Ryeowook yang penasaran akhirnya membalikkan tubuhnya ke kanan dan menyembunyikan tubuhnya di balik tembok yang bisa menutupi tubuhnya yang mungil itu. DEG!!! Jantung Ryeowook kembali berpacu cepat. I-it-ituu… Donghae Oppa dan Henry??

“ Baiklah. Kita mulai semuanya dari awal ”

Ryeowook membungkam bibirnya dengan tangan kecilnya, menahan isakannya. ‘memulai semuanya dari awal’?? kata-kata itu bagaikan pisau tak kasat mata yang secara tiba-tiba menusuk urat nadinya sehingga terasa mati di tempat saat itu juga.

“ Benarkah? Gomawo Oppa ” Henry menghambur ke pelukan Donghae. Sesak…sesak sekali dada gadis itu saat ini. Air mata yang ditahan sedari tadi kini meluncur keluar. Benarkah bahwa hubungannya sudah harus berhenti sampai sini??

Ryeowook melangkah jauh meneruskan jalannya menuju UKS. Ryeowook menyesali keputusannya yang memilih pergi ke UKS. Jika saja Ia tetap berada di kelas, mungkin ini semua tak akan ia lihat dan dengar. Jika saja ia akan mengikuti jam pelajaran sampai habis, mungkin dia tak akan dapat merasakan hatinya tersayat lagi. “ Oppa ingin meninggalkanku ” bisiknya entah pada siapa saat dirinya merosot jatuh di pintu UKS.

“ Wookieee ”

.

Seperti Syuting film, tiba-tiba terbang kelangit kemudian dihempaskan begitu saja jatuh ke tanah.

Begitulah rasa hatiku saat ini.

Sangat…… menyakitkan!!!

.

.

.

.

TBC^^

.

Ryeowook’s Wife

22 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 06

  1. uh~~ ksian wookie liat adegan itu..hyukie trnyta baek jga ne.. mw nenangin wook biar pcya ma haepa.. wookie” bkin lucu aj.. ha~~ knp wookie kau sakiti 2x hae?? henry jgn dekati haepa lge.. jgn buat wookie skid ati

  2. kasian wookie harus liat hae peluk henry ,troz henry cium hae juga,,,,
    ah eunyuk liat wookie mergokin hae ma henry dia berusaha buat jelasin supaya wook gak salah paham ma hae,,,,
    wookie msak yesung suruh tdur disofa kan kamu yang nginep disana eh tapi kox tetep tdur dsofa kasian wook,,,,
    eh wook niat nya mau nenangin diri tapi malah ketemu siwon mau bunuh diri ,waw wook bisa batalin niat siwon,tapi malah wook yang nangis,xixixixi
    wookie kamu beruntung banget punya orang2 yang sayang banget sama kamu

  3. omG!!! wookie sabr ne ,,, hae orangnya setia kok ,, jadi jgn pernah berfkir kalau hae bkalan ninggalin kamu buat kembali pada seseorang yg berarti.dlam hidupnya dulu”henry” ,,,

    hyuk aq salut bgt ma kamu,, walaupun hatimu lebih sakit dari wookie tp kau mau nenangin wookie,,,yah walaupun aq kurang setuju akan kejujuranmu cerita masa lalu henry ma hae ,,, karna menurut aq ini terlalu cepat buat wook tau ,,,,

    kya~~ kau emang suami yg baik ,,,tau aja kalau istrimu agy kesulitn ,, aishhh wookie alasanmu menambah kesan kepabboanmu,,,#mintaDitalakWook

    yak!! taem kau!!!
    tuhkan wook.jd tambh sedih ,,,kyu hibur istrimu dong!!

    yeppa ugh sayang bgt ma wookie,,,🙂
    kaget eoh wookie dah g’ seegois dulu,,,

    wah kok aq g’ nanggis ea ?? padahal nyesek #bingung ,,, mungkin karna bukan part kyu disiksa kali ya,,coz aq suka kyu trsiksa,,,kkkk

    mochi, , i miss u #cipokmochi
    pai pai,,,
    chu~~~~wookie

  4. Hyukie kan emng baik #puk2hyukie

    taemin kau buat wookie tmbh skit hati #tendngTaem

    Henry buat Mimi aja,jdi jngan rebut Hae dari Wookie,oke..

  5. Kyaknya konflik udah mulai yaah. WOOKIE semangat! Siwon kok doyan banget yah bunuh diri? Chaa~ untung nya ada si wookie yg nolongin. Hadeuhh, tambah runyem dah tuh, skrg wookie tambah skit hati. Sabar yah neng, badai pasti berlalu..

  6. Huks~ kasian wook .. Aigoo aku ttep aja nangis kalo baca part yg sad begini huks~ ;-(
    aigoo hae-ya kau menyakiti uri ryeowookie~ T.T

    yeppa cinta bgt sma wook smpe segitu.a deh…

    Haaaahhh~ wook-ah tetap semangat ne.. Perjuangkan cintamu demi haepa jgan murung begitu …

  7. …Huuuft..tarik napas dalam2 dan hembuskan perlahan..tenang2..huwaaa..rasany baca part2 akhir..sesek bangettt..pengen nangis…😦
    huuu..kesel kesel sm henry..huft huft..
    Smg wookie baik2 ja.. :’)

  8. apa yg haery lakukan?? dh 2x loh bkin wookie nngis.. hyukkie baek ya..pi knp kmrn jhat bget. apa wookie pngsan liat haery?

  9. wookie pingsan,??? Trus hubungan haewook gmana,,???? Apa arti ucaapn henwook yang memulai semuan’y dri awal,?????
    Aaaaagggghhhhh sumpah ga mau klo haewook’y bkalan pisah

    yeppa’y cinta banget eoh sama wookie ,,
    Kkkk

  10. Hiks wook patah hati. Wook salah pahamkah? Donge ga bener2 bakal ninggalin wook kan? Ituu wook kenapa?? Ah jangan2 pingsan lagi *omo

  11. Jadi yg dilihat wook hae dan henry pelukan trus henry nyium pipi hae?? Omo,,,,,,,
    Sebegitu dalam kah yesung cinta sm wook??
    Wook knpa gak coba cerita aja ke hae biar gak ada salah paham, kenapa harus menghindar terus,
    Dan apa maksud percakapan hae sm henry??
    Maksud’a mau balikan pacaran sperti awal?? Oh no… Jangan sakiti wook,,,,

  12. DAEBAK !! hyukie pas nenangin wook , pdhal hti y sndri tdk baek”sja. pa lg kan slama ni hyuk sebel bgt ma wook . skp hyuk bgtu keren mnurut ku.
    #ngakak pas wook blang “slama ni mmng bnr bhwa sunbae tak sesangar klihatan y .haha^^
    apa mksd y hae-henry mmulai dr awal lg..?
    dan wook bklan sring mrsakn skit hati. *pukpuk wook

    d akhir bner”sedih liat wook sprti tu .brasa kya liat d dpn mta*mendlmi bgt eoh..
    next

  13. salut deh dengan hyuk yg melankolis itu.uhuukk!!😄
    ternyata di balik itu hyuk tersakiti banget ya.
    ommo? yakk henry!! katanya mau ngerelain donghae? kok malah ngajak balikan. dan donghae menyetujuinya. aishh kau sepertinya akan kehilangan mood maker mu.
    cup cup cup wookie, berpalinglah ke yg lain. hahaha🙂
    #bercanda
    ayo wookie pertahankan apa yg seharusnya jadi milikmu!!
    nice ff april. ^^
    keep writing.

  14. Wook are you ok? Jangan buat wookie menderita thor,, sekali lgi wookie menyelamatkan minpa dri acara bunuh dirinya, kau emg bnar2 malaikat wook..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s