(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 08

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 8

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

Kyuhyun mengeluarkan sapu tangan dari celana seragamnya dan langsung diarahkannya menuju hidung Ryeowook yang mengeluarkan darah. Darah??

“ Akhh~ jangan panik berlebihan Kyu, ini sudah biasa jika aku terlalu lelah atau sedang setres ” kata Ryeowook berusaha menenangkan yang sama sekali tak membuat Kyuhyun tenang.

Kyuhyun tetap dengan telaten menghapus darah segar yang tetap mengalir dari hidung Ryeowook. bahkan matanya terlihat fokus dengan darah tersebut. Ryeowook hanya diam, membiarkan Kyuhyun menyeka darah itu hingga darah itu berhenti mengalir. Setelah dirasa darah itu tak mengalir lagi, Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Ryeowook yang saat ini pun juga tengah menatapnya. Mata caramel itu…. selalu membuatnya merasakan ketenangan.

“ Apa setelah ini akan baik-baik saja? ”

Ryeowook mengangguk, “ Tentu. Ini hanya mimisan biasa, jangan terlalu khawatir ” senyum mengembang ia tampakkan agar Kyuhyun berhenti mengkhawatirkannya. “Hah~ syukurlah ” Kyuhyun bernafas lega.

“ Sapu tanganmu…. berikan padaku. Biar nanti aku cuci di rumah ” tangan kecil Ryeowook hampir saja merebut sapu tangan tersebut tapi kalah cepat dengan Kyuhyun yang lebih dulu memasukkannya kembali pada saku celananya.

“ Kyu? Apa yang kau lakukan? Itu kotor~ ” kaget Ryeowook sembari tangannya mencoba memaksa Kyuhyun untuk mengambil kembali sapu tangan tersebut. “ Tak apa, aku bisa mencucinya sendiri ” jawabnya santai.

“ Tapi.. itu sama saja dengan merepotkan—”

“ Tidak. Ini sama sekali tak merepotkan. Sudahlah, jangan mempermasalahkan hal kecil seperti ini ” Kyuhyun membuka sebuah buku matematika dan mengabaikan Ryeowook yang kini tengah cemberut. Ryeowook pun juga akhirnya lebih memilih diam dengan menaruh dagunya sebagai penopang kepalanya di mejanya. Matanya mengerjap-ngerjap imut seperti sedang memikirkan sesuatu, terkadang kepalanya juga sedikit di miring-miringkan ke kanan dan kekiri seolah menolak sebuah hal. Dan siapa yang sadar bahwa sebenarnya sedari tadi Kyuhyun terus-terusan memperhatikan yeoja mungil itu dengan matanya yang memancarkan kelembutan serta sambil tersenyum tipis?

.

When a girl is in love, you can see it in her smile

When a guy is in love, you can see it in his eyes ^^

[[ Choi Ryeosomnia]]

.

.

.

Hari ini tak ada latihan dance karena dalam seminggu latihan dance hanya dilakukan 3 kali. Tapi meskipun begitu hal tersebut tak mengurangi kesibukan seorang Lee Donghae. Namja yang menjabat ketua Osis itu tampak selalu sibuk dengan tumpukan-tumpukan proposal di meja kerjanya di ruang Osis meskipun jam sekolah sudah berakhir. Tak jarang ia begitu nampak lelah dengan semua ini. Tapi mau bagaimana lagi, toh ini pilihannya kan? ia sendiri memang yang menginginkan jabatan ini. Mungkin jika kita di posisi Donghae saat ini kita akan merasa menyesal karena dulu menginginkan jabatan ini, tapi tidak dengan seorang Lee Donghae. Sang Cassanova maghnet para gadis ini tak pernah mengeluh sedikit pun. Karena dalam kamusnya tertulis ‘Sesuatu yang telah kita mulai haruslah kita selesaikan sampai akhir’ yah begitulah. Begitu sempurnanya seorang Lee Donghae. Tak hanya tampan dan menarik, tapi juga bertanggung jawab, cerdas, ramah dan pastinya Uhuukk(?) Setia.

Donghae memijit pelipisnya, kepalanya seperti mau pecah saat ini juga ketika mendapat sebuah pesan yang bertuliskan :

From : Lee Hyukjae

Cepat kemari ke lapangan basket!! Jangan bilang kau lupa kalau ini latihan terakhir kita sebelum pertandingan lusa depan.

.

Donghae membereskan semua berkas-berkas yang berada di mejanya. Sepertinya ia akan kembali merasakan lelah hari ini. Ughh, tadi saja ia sudah melakukan latihan basket saat jam istirahat, dan sekarang? Sepulang sekolah? Lagi? Yeah, ini memang sudah kewajibannya sebagai anggota tim basket sekolah. Meskipun tak menjabat sebagai ketua tim, tapi tetap saja kan ia harus berlatih?

Setelah dirasa semuanya beres, Donghae mulai berjalan menuju toilet yang berada tak jauh dari ruangan Osis. Mungkin sekedar untuk mengganti baju seragamnya dengan seragam latihan.

.

.

.

Berbeda jauh dengan Donghae, gadis mungil ini justru sedang duduk di ruang kepala sekolah. Untuk apa?

“ jadi sementara dalam waktu 3 bulan ini kau akan tinggal di asrama sekolah Ryeowook-ssi? ”

Ryeowook menganggukkan kepalanya, “ Ne. Umma dan Appa sudah mengijinkanku. Dan masalah biaya Umma dan Appa akan membereskannya ” jawabnya.

“ Tidak! Bukan masalah biaya, karena pihak sekolah pun sudah tahu dengan jelas kalau keluargamu sangat kaya. Tapi yang jadi masalah? Apa mungkin kau tidak apa-apa jika tidur di asrama? Ah maksudku, apa kau akan kerasan? Karena ku pikir asrama sekolah tak akan membuat tidurmu nyenyak seperti tempat tidurmu ” jelas sang kepala sekolah.

Ryeowook tersenyum, “ Aniyaaa. Aku yang memutuskan ini. Aku akan menerima semuanya. Lagi pula aku bukan tipe orang yang rewel jika ingin tidur, bahkan di hutan pun tak masalah jika masih ada boneka jerapahku dan satu bantal yang menemaniku tidur ” Ryeowook berujar dengan sedikit tawa kecil. Tak ada nada sungkan dalam bahasanya. Ryeowook bahkan sangat berbeda dengan murid-murid lainnya yang akan gugup atau sekedar sungkan jika berbicara dengan kepala sekolah itu. Uhm.. mungkin benar apa yang dikatakan Donghae, bahwa yeoja ini memiliki sifat yang begitu optimis dan berfikiran sederhana.

Sang Kepala Sekolah pun tampaknya nyaman-nyaman saja saat berbicara dengan yeoja mungil di hadapannya ini tak risih juga dengan gaya bahasanya yang terkesan seperti sedang berbicara dengan Appa nya. Engg.. maksudku manja dan sambil tertawa. Kkk~

“ Baiklah, aku pikir kau ini memang murid ku yang baik. Dan untuk masalah kamar, sepertinya kau tidak bisa tidur sekamar dengan Lee Taemin ”

Ryeowook membulatkan matanya lucu, “ Eh? Waeyo? ” wajahnya berubah menjadi sedikit suram saat mendengar kabar seperti itu. Padahal dia sudah berandai-andai tadi hal apa saja yang akan ia lakukan nanti jika sudah sekamar dengan Taemin.

“ Itu karena Taemin sudah memiliki roomatenya. Henry Lau. Aku yakin kau pasti mengenalnya ”

Kali ini wajah Ryeowook yang tadinya suram kini berubah menjadi sedih. Henry Lau?. Ck, kenapa selalu dia sih yang mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Ryeowook? kenapa dia sih yang berhasil merusak mood baik yeoja mungil itu?

“ Gwenchana~ dengan siapa pun nanti aku sekamar, aku pasti bisa membiasakan diriku ” mimik wajahnya kembali ceria seperti awal tadi. Hah~ berapa kali ku katakan? Yeoja ini memiliki sikap yang begitu cepat berubah.

“ Baiklah, nanti ketua Asrama akan menunjukkan di mana kamarmu ” putus sang kepala sekolah akhirnya. Ryeowook mengangguk dan membungkuk sedikit sebelum pada akhirnya ia keluar dari ruangan sang kepala sekolah.

Kalian masih bertanya kenapa ia memilih tinggal di Asrama sekolah selama 3 bulan ke depan?. Jawabannya karena ia merasa bosan sendirian di rumah dengan tiadanya Umma dan Appa nya. Mungkin masih ada Yesung? Tapi kan Yesung Oppa nya itu sibuk kuliah pasti mereka akan jarang bercanda seperti dulu. Dan berakhir dengan Ryeowook yang kesepian!! Hah~

Ryeowook berjalan menundukkan kepalanya. Semua otaknya kini seperti di penuhi dengan berbagai hal. Ia merindukan pelukan hangat kedua orang tuanya, Ia menginginkan Yesung menghiburnya seperti biasa jika ia sedang sedih. Ia ingin Taemin bersamanya saat ini dan tak bersama dengan Henry Lau, dan juga…. ia ingin Donghae Oppa…

DUKK!!

“ Awww..~ ” Ryeowook meringis saat dirasa keningnya menabrak sesuatu. Tangannya mengelus-ngelus keningnya yang baru saja entah menubruk apa. Tapi belum sempat tangan itu sampai di keningnya, sebuah tangan lain lebih dulu mengelusnya. Ryeowook sedikit kaget saat ada tangan lain yang memegang keningnya. Itu berarti…..

Ryeowook segera mengangkat kepalanya. Matanya mengerjap-ngerjap lucu saat menangkap sosok tampan yang kini tersenyum memandangnya. Apa dia sedang bermimpi?

“ Masih saja ceroboh dengan berjalan tak memperhatikan jalannya eoh? ” seseorang itu berucap lembut dengan tangan yang masih mengelus keningnya sembari menyibakkan poni yang menutupi keningnya. Ryeowook masih diam tak merespon, membuat seseorang—namja itu gemas untuk mencubit pipinya yang benar-benar Chubby.

GYUUTTT…

“ Aww~ ” lagi Ryeowook meringis saat tangan namja itu mencubit pipinya. Kesadarannya kini sudah kembali terfokus pada apa yang ada di depannya. “ Oppa~ ” panggilnya lemah.

“ Apa kau melupakan wajahku Chagy? ” namja—Donghae berucap dengan lembut seraya tersenyum memandang wajah imut kekasihnya yang nampak aneh.

Ryeowook menggeleng, “ Kenapa Oppa belum pulang? ” tanyanya.

“ Hei, seharusnya yang bertanya seperti itu Oppa, kenapa kau belum pulang sampai sore begini? Seharusnya kau sudah berada di rumah dan tidur siang ” balas Donghae.

“ Aku baru saja dari ruangan kepala sekolah ”

Donghae mengangkat alis tak megerti, “ Untuk? ”

“ Mengurusi kamar asrama yang akan aku tempati selama 3 bulan ke depan ”

Donghae tampak semakin tak mengerti dengan pernyataan kekasih mungilnya ini. Ryeowook pun hanya masih diam dan memandang wajah tampan Donghae yang kebingungan. “ Aku akan tinggal di asrama. Aku kesepian di rumah, jadi aku memutuskan untuk tinggal di asrama sekolah ” akhirnya Ryeowook memperjelasnya. Donghae akhirnya tersenyum. Ah~ dia baru saja ingat kalau yeojanya ini membenci kesepian. Yah, mungkin tidur di asrama sekolah bisa membuatnya sedikit bahagia. Kan bisa bersama teman-temannya. Pikir Donghae.

“ Oppa kenapa belum pulang? ” Ryeowook kembali bertanya.

Donghae menepuk keningnya sedikit keras, “ Akkh, Oppa lupa. Oppa ada latihan basket hari ini. Lusa kan ada pertandingan basket. Mau ikut? ” ajaknya.

“ Boleh?? ”

Donghae berdecak kesal dengan pertanyaan Ryeowook. tentu saja boleh. Memang siapa yang melarang?. Tanpa membalas pertanyaan Ryeowook, dia menggandeng tangan Ryeowook membawanya menuju lapangan basket yang rupanya sudah siap untuk latihan.

Hati Ryeowook berdegup kencang saat pegangan tangan Donghae mengerat. Dia begitu senang, entah karena apa, padahal Donghae juga selalu memegang tangannya erat kan?. sepanjang perjalanan wajah Ryeowook begitu berseri. Sungguh, ia sendiri juga tidak tahu kenapa.

Donghae melihat seluruh anggota Tim basketnya. Terlihat ada Eunhyuk disana, meskipun Eunhyuk bukan termasuk anggota basket karena dia seorang yeoja tapi dia selalu ikut serta. Bukankah dari awal sudah di jelaskan? Dimana ada Donghae pasti ada Eunhyuk juga disana. Mata Donghae memandang nyalang pada sosok sang ketua Tim basket yang kini seperti menatap intens yeoja disampingnya—Ryeowook. “ Kau berniat latihan atau hanya berdiri saja disana Ketua? ”

Siwon tampak mengalihkan pandangannya yang tadi tertuju pada gadis mungil itu kepada Donghae yang baru saja menyindirnya halus. Siwon hanya tersenyum seperti biasa. “ Baiklah, kalau begitu ayo kita mulai latihannya. ” Siwon berlari menuju ke tengah-tengah lapangan basket dan memberi kode pada semuanya untuk mendekatinya dan membentuk barisan guna memulai pemanasan terlebih dahulu. Sedangkan Donghae masih tetap berdiri di samping Ryeowook. “ Apa kau tak berniat latihan dan terus berdiri di sana? ” Donghae memandang sinis pada Siwon yang baru saja seolah-olah membalikkan kalimatnya. Dengan sedikit mendengus ia berjalan mendekat ke tengah-tengah lapangan basket. Tapi sebelumnya ia sempat mencium kening Ryeowook sekilas dan berkata, “ Duduklah disini dan beri semangat Oppa untuk berlatih ne? ”

Ryeowook duduk di bangku panjang yang memang sudah tersedia disana. Matanya selalu tertuju pada namjacingu tampannya itu. Bahkan tatapan penuh sayang itu tak pernah terarah pada objek lain selain Donghae. Ia benar-benar seperti terhipnotis untuk selalu memandang namja itu. Seolah ada sebuah sihir yang membuatnya mau tak mau untuk terus menatapnya, lagi..lagi..dan lagi.

PUKKK~

Seseorang menepuk pundaknya dari belakang, membuatnya refleks menelengkan kepalanya ke belakang untuk melihat siapa sang empunya tangan itu. “ Taemin..Henry??? ” matanya masih memandang kedua yeoja itu bergantian.

Henry dan Taemin tersenyum. “ Heyooh, kau menemani Donghae Sunbae berlatih huh? ” tebak Taemin sambil mengerlingkan matanya sebelah. Ryeowook mengangguk dan menggeser tubuhnya seolah memberi kedua yeoja itu untuk ikut duduk bersama dengannya. Tanpa membuang waktu keduanya pun segera mendudukkan tubuhnya disamping Ryeowook dengan Taemin yang berada di tengah-tengah.

“ Kalian sedang apa disini? ” tanya Ryeowook.

“ Ahh~ sebenarnya ini karena Henry. Dia sedang bosan di asrama jadi dia memintaku untuk menemaninya melihat Donghae Sunbae latihan basket disini ” Taemin menjawab jujur.

DEG!! Untuk melihat Donghae Oppa??

Ryeowook mengangguk mengerti dengan lemah, bahkan ia sekarang merasa ingin menangis. Pikirannya di penuhi dengan pertanyaan-pertanyaan. Mengapa Henry ingin melihat Donghae Oppa? Dan kenapa sekarang Taemin seolah berkata jujur dan frontal begitu? Maksudnya…tak bisakah ia tak berbicara terus terang begitu jika tujuan mereka kesini adalah ‘Henry ingin melihat Donghae latihan?’. Kenapa Taemin seperti sudah berubah?.

Henry melirik sekilas melihat Ryeowook yang kini menundukkan kepalanya. Sebuah senyuman mengerikan yang lebih pantas kita sebut sebuah seringaian kini nampak jelas di bibirnya. Bahkan mata Henry seolah berkilat penuh misteri. Apa yang sebenarnya ada dalam pikiran yeoja berpipi tembem ini???

“ DONGHAE OPPAAA!! SEMANGAAAATT. KAU HARUS BISA MEMENANGKAN PERTANDINGAN LUSA NANTI ” Henry bersorak dengan keras memberi semangat pada Donghae yang kini memandangnya dan tersenyum lembut padanya. Ryeowook hanya tersenyum kecut saat melihat senyum Donghae.. ya!! senyum lembut.. senyum yang bukan untuknya… melainkan untuk orang lain.

“ Waahh~ lihatlah Donghae Sunbae! Setelah mendapat teriakan semangat darimu dia terlihat lebih lihai dalam mendribble bolanya ” Taemin berkata takjub tak meyadari sepasang mata yang kini sudah berkaca-kaca. Bahkan pemilik mata tersebut kini meremas ujung rok seragam sekolahnya kuat. Kenapa Taemin begitu tega berujar seperti itu? Apa ia tak tahu bahwa ucapannya membuat yeoja mungil disampingnya begitu merasa tak di butuhkan disini? Dan lihatlah sekarang!! Henry dan Taemin! Mereka bahkan berbicara berbisik-bisik sendiri, tersenyum-senyum sendiri dan seolah melupakan kehadirannya.

Ryeowook menelan ludah keluh. Rasanya diabaikan seperti ini sangat menyakitkan. Lebih baik tak terlihat dari pada harus terlihat tetapi tak dianggap. Lebih baik mati, dari pada hidup tapi tak di akui keberadannya. Lebih baik menyingkir dari pada di singkirkan. Semuanya seperti membuat kepercayaan diri seorang Kim Ryeowook menjadi luntur. Ia merasa kalah pada Henry saat melihat Donghae sekarang jauh lebih semangat setelah mendapat teriakan semangat dari Henry. Ia merasa  begitu tak cocok bersanding dengan Donghae yang begitu sempurna. Dan bahkan sekarang pun Henry sudah bisa menarik perhatian sahabatnya—Taemin. Hanya dalam jangka waktu beberapa hari saja seorang yeoja bernama Henry itu sudah sangat bisa mengambil hati Taemin. Tak hanya itu saja, Henry juga sudah sangat terkenal karena kepiawaiannya dalam bermain biola yang bahkan Ryeowook sendiri tak bisa bermain biola. Sekarang Ryeowook merasa begitu kecil.

“ Kie..Wookie~ ”

Ryeowook tersentak. Matanya memandang Donghae yang kini sudah berlutut di hadapannya. “ Oppa? Apa yang Oppa lakukan? ” paniknya karena menyadari Donghae kini berlutut di hadapannya.

Donghae mendesah, “ Ck, ini karena sedari tadi kau menunduk terus sambil melamun. Benar-benar merepotkan ”

“ Mianhae Oppa. Aku hanya sedikit mengantuk. Hehe ” Ryeowook menggaruk pipi kanannya yang tidak gatal dengan cengiran lebar. Donghae mengangguk mengerti. “ Kau membawa air mineral? Oppa haus ”

Ryeowook mengangguk dan baru saja akan mengambil air mineral yang selalu ia bawa di tasnya, namun tertahan karena…

“ Ah~ aku membawanya Oppa. Ini~ ” Ryeowook dan Donghae menoleh pada Henry yang menyodorkan sebotol air mineral pada Donghae. Dengan sedikit tak enak hati, akhirnya Donghae menerima air mineral tersebut. Terlihat guratan kecewa dalam benaknya saat ternyata Donghae jauh lebih memilih air mineral milik Henry. Tapi ya sudahlah, ia mencoba berfikir positive, mungkin Donghae Oppa sangat haus makanya lebih memilih yang sudah tersedia di depan mata—pikirnya.

“ Gomawo ” ucapnya singkat pada Henry. Ia mulai berdiri dan mengacak surai panjang kecoklatan milik Ryeowook dengan gemas seperti biasa. “ Sebentar lagi Oppa selesai. Tunggu Oppa. Nanti Oppa antar kau pulang ” setelah mengucapkan itu Donghae berlari-lari kecil kembali menuju lapangan basket dimana sekarang ia berpapasan dengan Siwon yang justru keluar lapangan dan…… ia menuju tempat ketiga yeoja tadi.

“ Wookie-ah, tadi ku lihat Donghae Hyung tak jadi meminum air mineralmu, boleh itu untukku? ” tunjuk Siwon pada botol minuman yang di bawa Ryeowook.

“ Ehh? ”

SREETTT.. GLEK..GLEK..

Tanpa banyak bicara, Siwon merebut paksa botol minuman itu lalu membukanya dan meminumnya di hadapan Ryeowook yang kini mendongak karena memang Siwon sedang berdiri. Jakunnya naik turun saat meneguk air itu seolah memberi kesan manly untuknya. Taemin pun bahkan di buat terpana dengan bentuk tubuh Siwon di hadapannya yang….. akkh sangat sulit sekali mendefinisikannya karena memang namja ini terlalu sempurna..dan bahkan melebihi kata SEMPURNA!!

Donghae yang sudah berada di arena basket menatap tak suka dengan apa yang ia lihat. Ia benci ketika sesuatu milik kekasihnya di ambil oleh orang lain terlebih seorang namja. Ia kesal saat memandang mata Ryeowook yang melihat Siwon dengan tatapan memuja, ia juga tak ingin jika Ryeowook nya berdekatan dengan namja selain dirinya. Egois eh???

Siwon mengembalikan botol air mineralnya kembali pada Ryeowook yang telah habis, “ Gomawo ne ” tangannya mengacak lembut rambut panjang miliknya. Ryeowook hanya mampu mengangguk sekilas dan kembali memfokuskan pandangannya pada Donghae yang ternyata tak menatapnya. Wajah Ryeowook mendadak berubah sendu?

‘Kenapa Donghae Oppa tak marah saat Siwon mengacak rambutnya atau meminum  air mineral milikku?’ tanyanya dalam hati. “ Sepertinya Siwon Sunbae menyukaimu ” celetuk Taemin membuat Ryeowook memandangnya, “ Maaf?? ”

“ Aku setuju dengan Taemin. Dari tatapan matanya saja sudah bisa di tebak kalau Siwon Sunbae itu menyukaimu Wookie-ah ” tambah Henry.

Ryeowook kembali memandang lurus memperhatikan Donghae, Siwon dan juga anggota basket lainnya yang kini saling berebut bola. Tak berniat membalas atau pun membahas omongan Taemin dan Henry sama sekali. Dia tak bisa berfikir lainnya lagi selain tentang Donghae. Apa benar perkiraannya akhir-akhir ini bahwa Donghae sudah tak mencintainya?

Memikirkannya saja sudah membuat hati Ryeowook sakit, bagaimana jika hal itu terjadi?. Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya seolah menampik semua perkiraan buruk yang baru saja ia pikirkan. Dengan sekuat tenaga, bibir tipis berwarna merah semerah bunga mawar itu kini mencoba tersenyum tulus. Senyum yang mungkin ia tampilkan untuk mengurangi kesedihannya.

.

Jangan lupakan kekuatan senyum

Selama kau bertahan, banyak hal menyenangkan yang akan terjadi ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Henry berbisik pelan pada Taemin, entah apa yang ia bicarakan. Namun dapat dilihat Taemin menganggukkan kepalanya seolah menyetujui apa yang baru saja diucapkan oleh Henry.

Henry berjalan menjauhi tempat duduk itu meninggalkan Taemin dan Ryeowook hanya duduk berdua saja. Ryeowook hanya melirik sekilas dan tak mau ambil pusing akan apa yang di lakukan oleh Henry, namun matanya sempat menyipit saat tahu bahwa Henry menghampiri………Eunhyuk??

Eunhyuk terlihat memperhatikan dengan seksama permainan basket yang tersaji di depannya. Mata kucingnya itu solah hanya melihat satu objek saja. Yeah, kalian tahu siapa orangnya. Sangking asyiknya memandangi wajah Donghae yang begitu tampan sampai ia tak menyadari bahwa kini Henry sudah duduk di sampingnya. Memandang satu objek yang sama dengan dirinya.

“ Kau masih mencintainya?? ”

Eunhyuk menoleh cepat ke samping saat Henry bertanya. Alisnya berkerut, “ Apa? ” tanyanya ketus.

“ Kau terlalu asyik memperhatikannya Eonnie. Sampai kau tak menyadari bahwa aku sudah disini sejak 10menit yang lalu ” terang Henry yang sebenarnya tak di gubris sama sekali oleh Eunhyuk.

“ Ada urusan apa? ” nada suaranya masih saja terlihat malas. “ Apa aku sebegitu menyebalkannya? Sampai berbicara pun kau tak mau memandangku! ”

Eunhyuk menoleh ke samping, “ Apa aku masih berhak memandangmu yang sudah jelas-jelas telah melukai sahabatku? ”

“ Berapa kali ku ucapkan? Aku tak melukainya Eonnie!! ” sangkalnya.

Eunhyuk menaikkan sebelah alisnya “ ohya? Lalu apa? Meninggalkannya tanpa alasan yang pasti kau sebut itu tak melukainya? Dan jangan panggil aku Eonnie. Aku bukan Eonnie mu ” sinisnya.

Henry menunduk. Benar! Ia memang meninggalkan Donghae tanpa alasan yang pasti. Tapi itu menurut Eunhyuk dan Donghae. Tapi menurutnya??

“ Kau salah. Aku..aku melakukan ini untuk kebaikannya ”

“ Apa?? ”

“ Aku sadar bahwa…ada orang lain lagi yang saat itu mencintai Donghae Oppa lebih dari cinta ku padanya ”

“…”

“ Aku…aku merasa tak pantas mendapatkan cinta Donghae Oppa. Aku merasa menjadi penghalang bagi seseorang yang telah lebih lama dan lebih dulu mencintainya ” lirihnya. Matanya mulai memanas. Tapi tidak!! Ia tak boleh menangis.

“ Apa yang sebenarnya kau ucapkan? ” Eunhyuk menelan ludah keluh. Otaknya berfikir keras. Apa mungkin Henry melakukan ini demi….

“ Kau tahu apa dan siapa yang aku maksud Eonnie~ ”

DEG!!

Jantung Eunhyuk seolah berhenti saat itu juga. Darahnya berdesir aneh dan nafasnya seperti tercekat. Benarkah? Benarkah perkiraannya?

“ Aku melakukan ini untuk mu ”  Henry menatap Eunhyuk tajam tepat pada bola matanya. “ Aku pergi karena aku tak ingin menjadi penganggu hubungan kalian. Dari awal aku sudah tahu dari mata mu bahwa kau mencintai Donghae Oppa. Maka dari itu aku memutuskan untuk meninggalkannya, agar kau dapat memilikinya. Tapi ternyata.. ”

“ Aku tak memintamu melakukan itu ” potong Eunhyuk, “ Bahkan aku tak butuh bantuanmu yang seperti itu ” suara Eunhyuk terdengar bergetar. Dia shock saat mendengar bahwa ini semua…Untuknya??? “ Omong kosong. Untuk apa kau melakukannya huh?? ”

Henry tersenyum tipis, “ Karena aku menyayangimu. Karena aku melihat kilat cinta yang begitu tulus pada matamu. Karena aku sadar bahwa cinta yang kau miliki untuknya benar-benar istimewa, tak menuntut untuk berbalas ” tangan Henry bergerak memegang tangan Eunhyuk, menautkan jari-jarinya seolah memberi kekuatan pada Eunhyuk.

“ Tapi kenapa? Kenapa setelah satu tahun lamanya aku pergi untukmu justru ini yang aku dapatkan? kenapa bukan kau yang memiliki Donghae Oppa? Kenapa Eonnie? ” air mata itu perlahan menetes dari kedua pelupuk matanya.

Eunhyuk diam. Hanya berusaha meredam air matanya yang sudah berontak ingin keluar. Sesekali diangkatnya kepalanya demi menahan lelehan liquid bening itu keluar. Hembusan nafasnya terlihat berat seolah ia telah memikul beban berat yang terlalu lama.

“ Kenapa kau biarkan orang lain memilikinya?? ” lagi, Henry bertanya.

Eunhyuk menoleh, memandang Henry. Kali ini tidak dengan mata tajamnya, melainkan dengan tatapan lembut dan senyum terukir yang amat lembut. Seolah tatapan yang di tujuakn untuk seorang Dongsaeng. “ Gomawo Henry-ah ” ucapnya pelan. Sebuah kata yang sangat jarang Eunhyuk ucapkan kini terdengar oleh telinga Henry. “ Maaf~ aku tak tahu bahwa aku lah yang sebenarnya membuatmu terluka ”

Henry menggelengkan kepala, “ Aku melakukan ini tulus, aku melakukan ini karena aku percaya bahwa Donghae Oppa hanya akan bahagia bersamamu. Aku melakukan ini karena aku tak ingin membuat seseorang yang sudah ku anggap Eonnie ku sendiri menangis. Kau bahkan lebih dari kata saudara bagiku Eonnie~ ”

GREEPP~ di peluknya erat tubuh Henry. Mencoba menyembunyikan tangis Henry agar tak terlihat oleh orang lain. “ Maaf, aku benar-benar minta maaf ”

Keduanya masih berpelukan. Tak menyadari bahwa latihan basket sudah selesai. Bahkan Ryeowook pun mengatupkan bibirnya rapat saat melihat adegan itu. Bagaimana bisa?? Bukankah??

Tak beda jauh dengan Ryeowook, Donghae pun kini juga memandang heran keduanya. sejak kapan? Terakhir ia tahu, Eunhyuk dan Henry itu tak saling bicara. Sama seperti dirinya, bedanya sejak kemarin ia sudah…….

Tak mau ambil pusing dengan kedua orang itu, dan mungkin ia juga bersyukur jika Henry dan Eunhyuk bisa berteman kembali seperti dulu. Ia berjalan mendekati yeojanya. Yah, Ryeowook!! matanya berkilat jenaka saat mendapati mata sang gadis yang memandang Eunhyuk dan Henry. Mungkin ia takjub melihat Eunhyuk memeluk orang lain dengan lembut seperti itu—batin Donghae.

“ Heyooo ” pekiknya keras yang membuat Ryeowook berjengit kaget. “ Oppaa~ ” rengeknya kesal sembari memukul lengan Donghae. Sedikit terkekeh, “ Siapa suruh kau melihati mereka terus ”

Ryeowook mengerucutkan bibirnya lucu. “ Chagy, Oppa haus~ ” entah karena apa hari ini mendadak Donghae berubah manja padanya. Haus? Berarti Donghae Oppa butuh air? Tapi kan air ku sudah habis di minum Siwon Oppa? Eothokke?

“ Tapi air ku tadi sudah di minum Siwon Oppa tadi ” sesalnya. Donghae tersenyum, “ Gwenchana. Kita beli di depan sekolah nanti ne~ ” jawabnya dengan mengelus rambut Ryeowook agar yeojanya berhenti menampilkan ekspresi sesal di wajahnya.

Ryeowook menyipitkan matanya, wajahnya terlihat suram dan matanya melihat Donghae nanar. Mendengar ucapan Donghae yang seolah-olah tak peduli akan minuman yang sudah di habiskan Siwon membuatnya sedih. Kenapa Donghae Oppa tak cemburu? Seharusnya ia marah atau setidaknya ia akan berbicara tentang kekesalan kan?

“ Wae Wookie-ah?? ”

“ Oppa tidak mencintaiku ya?? ” tanyanya frontal yang membuat Donghae langsung membelalakkan matanya tak percaya.

“ Mwo?? Apa yang kau katakan eoh? ” Donghae mengajak pergi Ryeowook dengan menggandeng tangannya setelah sebelumnya berpamitan untuk pulang dulu pada Taemin.

“ Benarkan Oppa tak mencintaiku lagi? ” Ryeowook bertanya kembali saat keduanya masih berjalan melewati lantai koridor sekolah yang sudah mulai gelap karena hari pun juga sudah gelap. Donghae memberhentikan langkahnya. Memperhatikan gadisnya yang kini menunduk dalam. “ Kenapa kau berbicara begitu? Apa ada yang sesuatu yang mengganggumu? ” berusaha bertanya selembut mungkin.

“ Oppa seharusnya cemburu saat Siwon Oppa meminum air mineralku. Tapi apa? Bahkan Oppa seolah tak peduli pada hal itu ” jujurnya yang membuat Donghae menghela nafas berat. Benarkan selama ini yang di pikirkan oleh Donghae? Berdekatan dengannya akan selalu membuatnya menghela nafas.

Donghae membawa tubuh mungil itu dalam pelukannya. Mengesap harum grape yang menguar dari rambut sang gadis. Benar-benar menenangkan. “ Apa yang kau katakan hm?? ”

“ Bagaimana bisa Oppa tak cemburu? Tentu saja Oppa sangat cemburu Chagy. Oppa benci saat kau harus tersenyum pada namja lain, Oppa kesal saat tahu kalau Siwon selalu datang setiap hari di rumahmu untuk menjemputmu, Oppa marah saat mengetahui kalau kau duduk satu bangku dengan namja evil itu. Bahkan Oppa sangat iri pada namja bernama Yesung yang bisa sedekat itu denganmu.”

Ryeowook merenggangkan pelukannya untuk melihat bagaimana wajah Donghae. Matanya semakin berkaca-kaca saat mendengar semua penuturan Donghae. Ia terlalu terkejut dengan yang di ucapkan oleh Donghae. Benarkah? Benarkah semua yang dikatakan oleh Donghae?

“ Ssst..jangan menangis. Apa Oppa menyakitimu? ” di belainya pipi Chubby itu dengan sayang. Membuat sang empunya sedikit memerah di tatapi begitu oleh namja tampan seperti dirinya.

“ Bodoh. Mana mungkin Oppa menyakitiku? Aku hanya merasa bersalah telah menuduh Oppa ” rengeknya lucu dengan kembali memeluk Donghae.

“ Mianhae Oppa. Aku meragukan cintamu. Mianhae, mianhae, mianhae, mianhae, mianhae, mianhae, mian—Hmmmpppp ”

Ucapannya terhenti seketika saat bibirnya di bungkam dengan sebuah ciuman lembut dari bibir sexy dan hangat milik Donghae. Mata Ryeowook yang awalnya membulat perlahan menutup saat mendapati Donghae telah menutup rapat matanya seolah menikmati bibir kenyal miliknya. Perlahan kedua tangannya yang awalnya berada di punggung Donghae pun kini mengalung pada leher sang namjacingu. Semakin memperdalam ciumannya dengan penuh cinta dan kasih. Tinggi Ryeowook yang hanya mencapai sebatas dada Donghae membuatnya harus menunduk demi menggapai bibir mungil milik sang kekasih. Ryeowook pun yang menyadari bahwa Donghae sedikit kesulitan karena tingginya yang benar-benar tak memadai pun juga kini semakin menjijitkan kakinya. Pasangan yang saling membantu eh?? Kkk~

Merasa keduanya sudah membutuhkan pasokan oksigen, dengan sangat tidak rela mereka pun akhirnya melepas ciuman keduanya. nafas Ryeowook nampak memburu. Dadanya naik turun karena benar-benar membutuhkan oksigen. Bahkan bibirnya kini sudah memerah membuat Donghae yang sedari tadi memperhatikannya tersenyum. Di usapnya bibir kemerahan itu dengan lembut.

“ Padahal hanya ciuman kecil dan aku tak menggigit bibirmu, tapi bagaimana bisa bibirmu memerah seperti ini? ”

BLUUSSHH~

Wajah Ryeowook semakin memerah karena ucapan frontal namja di depannya ini. “ Uggh~ kenapa Oppa frontal sekali sih? ” malunya sambil mulai berjalan mendahului Donghae. Di belakangnya, Donghae terkekeh kecil sambil bersiul sedikit mengurangi kesepian mungkin. Hah~ senang sekali rasanya bisa membuat gadisnya itu bersemu merah.

.

Kebahagiaan itu seperti kaca

Kau tidak akan mudah melihat dengan mudah pada awalnya

Tetapi, jika kamu mengubah caramu untuk melihatnya, itu bisa bersinar lebih terang dari pada hal lain di duni ini ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Eunhyuk menurut begitu saja saat di tarik oleh Henry menuju kamar asramanya yang memang sekamar dengan Taemin. Henry mendudukkannya di ranjangnya. Tadi Taemin sudah berpesan padanya kalau ia akan pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Dan ini membuat Henry sedikit bernafas lega. Setidaknya ia bisa bercerita sedikit panjang lebar dengan Eunhyuk kan?

“ Jadi? ” ucap Henry mulai membuka percakapan.

“ Apa? ” kembali bertanya pada Henry.

Henry mendesah pelan. “ Kenapa Eonnie tak menyatakan semuanya pada Donghae Oppa? ”

Pandangan Eunhyuk berubah sendu. Matanya sudah mulai berair saat harus membuka lukanya. Ini luka yang terlalu menyakitkan baginya.

“ Ada berbagai banyak hal yang harus aku pertimbangkan Henry-ah. Aku..tak semudah itu mengungkapkannya ” lirihnya.

“ Kenapa? Saat aku pergi dari hidup kalian waktu itu, seharusnya Eonnie memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada. Seharusnya Eonnie bicara yang sejujurnya pada Donghae Oppa ”

Eunhyuk menggeleng serta tersenyum miris, “ Kau tidak tau. Kau tidak tahu bagaimana berada di posisiku. Mungkin semua orang bisa berbicara dengan mudah, tapi tidak dengan melakukannya, ini terlalu sulit. Sungguh ”

Henry memandang sendu Eunhyuk. Melihat keadaan Eunhyuk yang seperti ini membuatnya sedih, Eunhyuk yang berada di depannya saat ini sangatlah berbeda jauh dengan Eunhyuk biasanya. Ia rapuh, di penuhi keputus asaan, dan terlihat menyedihkan. Cinta. Semua karena Cinta. Cinta membuatnya bertumbuh menjadi gadis yang kuat dan menyedihkan di saat yang bersamaan. Demi Cintanya pada Donghae bahkan ia rela menahan hatinya.

“ Kau tak melihat bagaimana seorang Lee Donghae yang awalnya terpuruk sampai ia menjadi seorang playboy karena kau tinggalkan harus begitu tergila-gila pada yeoja mungil itu. Kau tak melihat bagaimana matanya menatap dengan kasih dan sayang padanya. Kau bahkan tak tau saat Donghae begitu antusias menceritakan semuanya tentang yeoja itu. Dan…aku..haruskah aku membeberkan perasaanku padanya saat ia sudah mulai menjadi dirinya sendiri lagi dan mengetahui bahwa ia mencintai gadis lain?? ”

“…”

“ Aku tak bisa Henry-ah. Sungguh!! Ini terlalu menyakitkan. Melihatnya yang begitu bahagia saat membicarakan yeoja itu membuatku mau tak mau harus mendukungnya. Memangnya apa lagi yang bisa ku lakukan? ”

“ Eonnie~ ”

“ Lagi pula mana mungkin aku merusak kebahagiaan seseorang yang teramat aku cintai? Aku tak akan sanggup berbuat sejahat itu. Aku tak mau membebani dirinya dengan perasaanku yang mencintainya. Aku ingin Donghae bahagia ”

Air mata Eunhyuk meluncur begitu bebas. Ia benci terlihat lemah seperti ini. Ia tak suka saat ia harus menjadi gadis melankolis dan cengeng. “ Ketika seseorang yang paling kau sayangi memberimu pilihan, untuk menjadi dirinya sendiri—dengan mengorbankan perasaanmu, atau kembali pada sosok dirinya yang buruk—dengan mengorbankan dirinya sendiri. Hal itu merupakan suatu pertanyaan yang berat Henry-ah. Aku tak bisa membiarkannya menjadi orang buruk dengan mengorbankan dirinya sendiri. Aku lebih memilih menjadikannya dirinya sendiri meskipun aku tahu bahwa ini akan mengorbankan perasaanku. ” ucapnya lirih.

Demi Tuhan, meskipun Henry tak tahu seberapa besar penderitaan Eunhyuk selama ini tapi ia bisa merasakan bagaimana sakit yang harus ia terima selama ini. Sakit yang Eunhyuk rasakan sangat berat. Terus berpura-pura menjadi orang idiot dengan mendukung semua yang akan di lakukan Donghae dengan yeojanya, menekan perasaannya berkali-kali, sekuat tenaga bertahan agar tak meneteskan air matanya, dan bersembunyi di balik gelapnya malam dengan semua penderitaan dan tangis yang terendam tanpa pernah ia bagi pada siapa pun. Bisakah kalian bayangkan bagaimana penderitaan yang Eunhyuk alami selama…ahh~ entahlah sudah berapa lama.

“ Berulang kali aku meyakinkan diriku untuk membeberkan semua perasaanku padanya, tapi kau tahu? Semua yang telah aku susun rapi selalu berakhir menyakitkan. Semua yang aku rencanakan selalu gagal, semua yang aku impikan bahkan terasa sangat jauh untuk ku capai. Aku hanya diam membisu, melihat kebersamaan mereka yang terlihat begitu intim di mataku. Meski sudah memohon pada bintang jatuh, meski sudah bertemu Tuhan dalam mimpi untuk memohon padanya, meski setiap hari memanjatkan do’a agar harapanku terkabul, hasil akhirnya akan tetap sama. Cintaku tak pernah sampai ”

Henry menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya saat mendengar semuanya dari Eunhyuk. Henry menahan isakannya agar tak terengar. Ini menyakitkan. Ia merasa bukan apa-apa jika di bandingkan dengan Sunbaenya ini. Cinta… cintanya terlalu tulus dan murni.

“ Eonnie~ hikz.. ”

Eunhyuk masih menunduk, “ Semua air mata ku bahkan tak akan bisa membuatnya menjadi milikku, Henry-ah ” tubuh Eunhyuk bergetar hebat. Ucapannya sendiri seolah menjadi bom nuklir yang mengharuskannya hancur dengan menelan semua kekecewaan dan kesedihannya selama ini. Kenapa terasa begitu sesak ketika bibirny amengungkapkannya?

“ Salahkah? Salahkan jika aku masih tetap mencintainya yang sudah memiliki kekasih? ” tanyanya dengan masih menangis.

Henry menggeleng. “ Ani. Kau tak salah Eonnie. Kau berhak mencintainya. Kau yang lebih pantas bersanding dengannya, cintamu terlalu besar untuk Donghae Oppa. Seharusnya ia mnyadari betapa kau mencintainya. Seharusnya ia memilihmu Eonnie ” Henry berkata keras seolah-olah Eunhyuk adalah seseorang yang paling tepat untuk Donghae.

Eunhyuk memandang Henry, tersenyum miris dan.. “ Tapi dia tak mencintaiku ”

“ Bagaimana Eonnie tau jika Eonnie sendiri tak pernah berusaha bercerita tentang perasaan Eonnie yang sesungguhnya? ”

“…”

“ Aku tahu, mungkin selama ini kau berusaha melakukan yang terbaik untuk Donghae Oppa. Tapi setidaknya, Eonnie juga harus memikirkan perasaan Eonnie juga. Pikirkan perasaanmu, pikirkan masa depan kehidupanmu, tidak mungkin kan untuk selamanya Eonnie terus-terusan seperti ini?? ” Henry berucap dengan masih menangis.

“ Dalam hidup, kita tidak bisa menang dengan hanya bertahan Eonnie. Untuk menang..kita juga harus mengejar ”

“ Mengejar? Haha..kau bercanda. Aku sudah kalah Henry-ah ” tertawa hambar yang semakin membuat Henry menangis.

Henry menghapus kasar air matanya. “ Tidak!! Kau belum kalah. Kau bahkan belum menyerang. Penyesalan terbesarmu adalah ketidakmampuanmu untuk melakukan sesuatu. Kau tak pernah mau mencoba. Makanya kau selalu kalah ” menggeretak sedikit keras pada Eunhyuk. Jinjaa.. apa yang dikatakan oleh Henry adalah kebenaran. Ia belum mencoba, dan ia memang selalu kalah. Semua yang dikatakan Henry benar. Ia selalu kalah karena kesalahannya sendiri. Ia bodoh karena ketakutannya sendiri.

Tak ada isakan yang keluar dari bibir Eunhyuk sedari tadi. Hanya air mata yang terus mengalir begitu saja dari pelupuk matanya. Ia sudah sering menangis sendiri, ia sudah biasa menghapus air matanya sendiri, ia bahkan teralu sering menyimpan kesakitannya sendiri.

Dadanya begitu sesak. Selalu saja seperti ni, semua selalu berakhir dengan dirinya yang menangis. Kenapa sih ia harus mencintai Donghae?. Pertanyaan yang selalu ia tanyakan pada dirinya sendiri dan tak pernah berhasil ia jawab.

“ Lalu kau? Apa kau sudah tak mencintai Donghae? ” tak mau terus-terusan berputar dengan sakitnya ia mulai mengalihkan pembicaraan.

Henry tersenyum manis, “ Bohong jika aku berkata tidak. Yang pasti aku akan melupakannya ”

Eunhyuk tampak bingung dengan ucapan Henry, “ Maksudmu? ”

Henry mendongakkan kepalanya, memandang langit-langit kamarnya sembari menggenggam bandul kalungnya yang berinisial ‘H’. Kalung pemberiannya pada Donghae yang telah kembali ditangannya sore itu. Ya, sore dimana ia memutuskan untuk memutuskan takdirnya dengan Donghae yang membuang kalung itu dihadapannya sendiri. Sakit? Tentu saja itu sangat menyakitkan. Tapi ia sadar, bahwa masih ada seseorang yang merasakan sakit jauh lebih dari apa yang ia rasakan.

“ Aku memang masih menyukainya, tapi setelah sekian lama aku tak bertemu dengannya dan pertama kali melihatnya di koridor sekolah waktu itu bersamamu..aku..aku sudah tak bisa melihat sinar cinta yang selalu ia berikan padaku lagi. Dan sejak itu aku memutuskan untuk melupakannya, dan lagi tujuanku memutuskan hubunganku dengannya waktu itu kan memang sengaja untukmu ” paparnya panjang lebar yang membuat Eunhyuk juga turut tersenyum.

“ Kau benar-benar dewasa ” puji Eunhyuk. Henry mengangguk dan mulai memejamkan matanya sebentar. Mengurangi sesak di dadanya mungkin.

Hening~~~

Tak ada percakapan di antara keduanya.

Sampai suara Eunhyuk menginterupsi, “ Aku melihatmu bersama Donghae waktu itu di ruang Osis. Kalian terlihat akrab seperti sedia kala. Ku pikir ia menerimamu kembali. Apa itu benar? ”

Mata Henry terbuka “ Eonnie melihatnya?? ” sedikit terkejut.

“ Apa penjelasanku yang tadi masih belum meyakinkan? Aku kan sudah bilang kalau aku sudah melepasnya ” kesal Henry.

“ Ya, aku percaya padamu. Jadi, apa yang kalian bicarakan? ” bertanya dengan sedikit menyelidik.

Henry mengidikkan bahunya, “ Hanya percakapan tak penting. Yaa bisa di bilang juga permintaan maafku padanya. Dan Donghae Oppa memaafkanku ” terangnya.

“ Bisa lebih jelaskan secara kronologis dan terperinci? ” pinta Eunhyuk yang membuat Henry tertawa renyah.

~Flashback~

Henry mendatangi ruang Osis untuk menemui Donghae. Segenap keberanian telah ia kumpulkan. ia tak peduli apa yang akan ia terima nanti dari Donghae, tapi yang pasti ia akan bertekad untuk menyelesaikannya secara gamblang. Ia akan meminta maaf dan mengubah semuanya menjadi baik-baik saja. Kakinya berhenti tepat di depan seorang namja yang kini berdiri membelakanginya. Ia hafal betul siapa pemilik tubuh ini. Dari wangi tubuhnya saja Henry bisa menebak.

“ Donghae Oppa ”

Donghae menoleh, matanya sedikit menajam saat bertatap muka secara langsung dengan Henry. Seolah tak suka akan kehadiran Henry di hadapannya. “ Aku ingin minta bicara padamu ” sambungnya.

“ Bicaralah ” jawabnya sekenanya.

“ Mianhae ”

“ Kalau hanya membahas masa lalu lebih baik kau keluar saja, aku sedang banyak pekerjaan ”

Henry menahan lengan Donghae yang akan menjauh darinya, “ Maafkan aku Oppa. Aku benar-benar minta maaf ”

“…”

“ Aku..waktu itu keluargaku ada kepentingan untuk perusahaan di luar negri, aku terpaksa ikut mereka ”

“ Lalu? ”

Henry menelan ludah keluh. Ia akan memulai sebuah kebohongan lagi. Tapi tak ada cara lain, ia harus melakukan ini. “ Aku tak ingin Oppa membenciku. Aku hanya ingin Oppa tahu kalau waktu itu Oppa tetaplah satu-satunya namja yang aku cintai, dan—”

“ Sekarang aku sudah menemukan kebahagiaan ku. Jika kau ingin kembali padaku, maka maaf ” potong Donghae. Henry menggeleng-gelengkan kepalanya kuat, “ Aku tahu. Aku tahu kalau Oppa sudah tak akan pernah bisa ku miliki lagi. Tapi..bisakah? bisakah Oppa menganggapku sebagai seorang Dongsaeng sama seperti dulu awal kita bertemu? ”

“…”

“ Bisakah? Bisakah kita mulai semuanya dari awal lagi? ”

Donghae memejamkan matanya. Sejujurnya ia sudah tak membenci atau pun marah lagi pada Henry. Terlebih lagi ia mengingat bagaimana nasehat atau pun ucapan dari yeojacingunya waktu itu saat ia bertanya padanya. “ Eng, setiap manusia memiliki kesalahan Oppa. Tak peduli kesalahan itu besar atau kecil, selama orang tersebut sudah meminta maaf dengan tulus, kita sebagai sesama manusia harus bisa memaafkan. Awalnya memang sulit, tapi seiring berjalannya waktu jika kita mau berusaha untuk belajar memaafkan maka semua beban akan hilang. ”

Hanya dengan mengingat-ngingat kembali ucapan yeojanya yang manja itu akhirnya Donghae mengangguk, “ Baiklah, kita mulai semuanya dari awal lagi ”

Henry tersenyum, “ Bolehkah aku mencium Oppa? Sebagai tanda perpisahan dan awal yang baru bagi kita? ”

Donghae hanya mengangguk. CHUUU~

Henry mendaratkan ciumannya di pipi namja tersebut.

~FlashBack Off~

.

Eunhyuk tertawa. Ia merasa bodoh sekarang. Menganggap Henry dan Donghae telah kembali merajut cinta. Pikirannya juga kini melayang pada seorang yeoja bertubuh mungil—Ryeowook. akkh~ jika ia mengetahui hal yang sebenarnya mungkin ia akan sangat lebih merasa bodoh. Batin Eunhyuk.

“ Jadi begitu? ”

“ Ne~ ”

.

Pada akhirnya ini adalah sebuah game yang mana kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan

Jika kau ingin mengambilnya maka ambillah. Jika kau ingin mencurinya maka curilah ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

.

TBC ^^

23 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 08

  1. sepertinya unni terlalu di butakan ma wook.. bahkan meski tau hyuk menderita krn cintanya buat hae.. ga terlalu menyentuh buat unni.. abis unni pikir itu jg salah hyuk sendiri kenapa ga pernah ngungkapin perasaannya..
    lagian bukankah hyuk tau klw hae cuma cinta ma wook.. kenapa masih nyimpen perasaan buat hae,bukankah itu hanya menyakiti diri sendiri..

  2. omoo.. wookie dy gk ad pnyakit kn?? ap bnr cma mimisan biasa?? ah~ smga sja tdak..henry jgn sllu buat ati wookie skid..hyukie ksian..knp gk d ungkpin dri dlu aja..nyesekl kn skrg akhir.a

  3. Ku ikut sedih untuk Hyukie,tpi ttp d’sini Hae cuma untuk Wookie.

    dasar Wookie,sharus x dia tau klo Hae cemburu.knpa hrus tnya sgala. Ckckck
    Henry jngan mcam2,blik Ke Mimi sana,jngan ganggu Haewook.

  4. itu wook kenapa deh mimisan? awas aja klo wook kenapa2 unn-____- ini sempet kasihan sama hyuk tapi mau gimana? feel aku cuma sama haewook. maaf hyujae~~~~
    itu udah nyangka klo henry mutusin hae gara2 hyuk-__-

  5. aduh wook mimisan,untung ada kyu yg perhatian banget,,,,
    eh wook mau tinggal diasrama too,,,
    aku ska banget ma haewook moment nya eh hae cemburu tu liat siwon lagi perhatiin wook!
    hae knpa malah minum punya henry bukan punya wook kasian wook kan untung ada siwon,,,
    kasian eunyuk sie tp aku jauh lebih kasian wook

  6. Ciee, kyu perhatian bnget sma wook. Aigo~ so sweetnya, mau dong di lapin jg (?) kkk~
    Ohh, ternyata alsannya henry sperti itu yah? Yah, baik jg sihh tp ttap aja jiwa jahatnya ada. Eunhyuk tuh yg bdoh, udh di ksih ksmptan sma henry tp gk di manfaatin dgn baik, jdinya kan sperti itu. Tp di maklumilah, brda di posisinya Enhyuk mmang agak susahh.

    Ohh, jdi wookie wktu it cma slah paham? Kkk~ syukurlahh.

  7. oh ternyata commentq belum masuk eoh,,,😦

    cieeeee yg diperhatiin sang suami #colekwook
    kyu~ah #hugs

    wookie kau sakit apa hem?? semoga g’ parah #do’abarengkyu

    yah wookie mau tinggal di asrama eoh ??? semakin jauh dong ma bang yeye ,,, huweeeee #cipokWookHugsyeye

    siwon ma hae sama aja selalu trpesona ma wook,,,so jgn sling menyindir #kyuistrrimudalambahaya

    taem what are u doing?#getoktaem

    mochi waeyo???

    pai pai,,,
    chu~~~~wookie

  8. aigoo kyu.sangat perhatian ne…
    ishhh taemin bisa”.a ngmg kyak gitu depan wook kan ksian tauu~ lagi henly nyebelin ih pake acara kyak gitu segala…

    kyaaaa haewook kalo pas kissing berasa.a sweet bgttt …. uggghh~ ^^

  9. Uuuh..eonni bingung..henry itu sebenrnya mwnya apa?klo pgn bantu eunhyuk utk mdptkan donghae knp carany terasa frontal k wookie..jd seolah msh da harapan utk kmbali bersama donghae..
    Wookieeee baby..harus lbh kuat..🙂
    Tenang klo si fishy macam2 msh da pangeran kuda,evil dan kura2 yg akan menjaga wookie..kekeke..😉

  10. hmmm,, disini kyu prhatian bgt ke wook..
    knp wookie mimisan, tdk parah kan chingu???
    si henry itu harus di apakan kah?? dasar pahlawan kesiangan,, ga penting,,
    enhyuk hrs ny sdar diri,, hae tu bneran cinta ama wookk..
    pliss,,, cinta ga bs dipaksa..

  11. ommo wookie’y mimisan ,, tpi wookie engga apa” kn yah ,,????
    Ksian sih sbener’y sma Hyuk , tpi bkan kah itu kesalahan’y knapa hyuk ga ngucapin dri dulu tntang perasaanya sama hae ,
    skarang hae’y udah punya wook tp knapa msih ajah hyuk’y nyimpen rasa sama hae ,, bkan kah itu akan lebih mnyakitkan buat hyuk’y sndiri

    Ck apa sih yg bkalan di rencanain sama si henry ,,?????

  12. Hoooo tuhkan. Wook salah paham-_-
    Henry berlapang dada besar, tapi kompor (?)
    Kyuu so sweet banget sihh. Perhatiannya parah banget banget *envy*

  13. Kecemburuan wook sm henry gak berakhir berakhir ini,,,,
    terharu sm perasaan hyuk yg bgtu dalem buat hae,,,,
    jadi alasan henry mutusin hae karna demi hyuk??
    Tp henry knpa seperti menghasut hyuk untuk merebut hae dr wook,,,
    hadeuuhh,,, jangan smpe deh hyuk berubah jd ambisius, semoga hubungan wook sm hae baik baik aja,,,

  14. hmmmm senenernya udh lama baca ff ini tp ga bosen baca lg hehehe

    henry jahat bgt sih sma wookie dia jd bikin wookie kesiksa karena cemburu
    eunhyuk sebenernya baik tp karena pengaruh dr henry jd kehasut deh

  15. huff..syukurlh..ku pkir henry blang pgn memulai dr awal lg , kisah cinta y ma hae . eeh..untung y cma sbtas dongsaeng.

    tp henry ko kya menghasut hyuk spaya ngerebut hae dr wook ya. dan lg henry jg mlai mmpengaruhi taemin sahabat wook. pa lg tggal skamar, haah.. nyebelin bgt ya ni anak.

    wook bkalan skamar ma spa ya ?? ^^

  16. yakk! menurutku henry adalah yeoja bodoh yg mau aja ngerelain cintanya untuk orang lain. dan eunhyuk entahlah aku bingung dg dia. ><
    wookie percayalah dg donghae-MU itu, ternyata dia sangaaaatttttt mencintaimu. kyu carilah yg lain. kkeke
    daebakk!!
    keep writing ^^

  17. Jdi karna eunhyuk, henry pergi mninggalkan Haeppa euhh tdk tega sekali, tpi itu bgus kn jadi Haeppa ketemu ma wook yg jauh lebih baik,, chap ini bkin gregetan sendiri jhahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s