(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 09

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 9

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

Ryeowook menggandeng lengan Donghae erat, mengayun-ayunkannya seirama sambil tersenyum memandang sekelilingnya. Mungkin hanya sebuah pasar yang buka pada malam hari, tapi sungguh itu pun tetap membuat yeoja yang rambutnya kini dikucir menjadi satu sangat bahagia. Apa lagi saat ini ia sedang bersama dengan seseorang yang teramat ia cintai, uhmm..pasti semakin bahagia.

“ Kau senang? ”

Ryeowook menghadap Donghae sambil memamerkan deretan gigi putihnya, pertanda ia senang, bahagia malah. Donghae mengacak gemas poni depan Ryeowook membuat sang empunya mengerucutkan bibirnya kedepan. Issh, dia tak suka jika rambutnya diacak-acak seperti itu. “ Oppa~ nanti poniku tidak rapi lagi ” rengeknya sembari menurunkan tangan Donghae dari atas kepalanya. Donghae kembali tertawa “ Issh, kau ini lucu sekali sih ” ucapnya sambil melingkarkan tangannya dipundak kecil Ryeowook.

“ Oppa, aku mau itu~ ” Ryeowook menunjuk sebuah tempat jajanan di pinggir jalan yang ternyata juga lumayan banyak pembelinya. Donghae menaikkan sebelah alisnya, “ Kau mau makan Hoppang? ” tanyanya heran. Tsk, yang benar saja, Ryeowook kan anak orang kaya, apa mungkin ia mau memakan makanan seperti Hoppang?

Ryeowook mengangguk, “ Ne, aku mau itu. Ayo kesana, kita mengantri ” tanpa persetujuan dari Donghae ia menarik lengan Donghae menuju tempat penjual Hoppang tersebut. Ryeowook mengantri diantrian paling belakang sendiri, badannya yang mungil membuatnya seperti anak kecil yang hilang. Kkk~

Donghae hanya memandang takjub pada gadis disampingnya ini. Jinjaa.. ia tak habis pikir bahwa ternyata orang seperti Ryeowook rela mengantri demi mendapatkan makanan yang harganya bisa terbilang murah. Oke, bukannya Donghae sombong, hanya saja ia baru mengetahu bahwa gadisnya ini pecinta jajanan murah yang berada di sepanjang pinggir jalan pasar malam. Donghae nampak tersenyum tipis. Gadis ini… baru empat bulan bersamanya sudah membuatnya kagum akan apa saja yang ia lakukan.

Ryeowook tampak berjinjit-jinjit kecil guna melihat berapa lagi antrian yang tersisa di depannya ini, jujur saja kakinya sudah mulai pegal-pegal. “ Oppa~ kaki ku pegal ” ucapnya memelas.

“ Kalau begitu kita cari makanan lain saja baby, eothe? ”

Kepala kecil Ryeowook menggeleng tegas. “ Aku tidak mau. Aku sedang ingin makan Hoppang ”

“ Tapi kakimu? ”

Pipi sebelah kanan Ryeowook menggembung lucu, “ Gwenchana, antriannya kurang sedikit lagi. Tanggung, kita sudah menunggu lumayan lama ” kaki kecil itu kembali berjinjit. Donghae hanya terkekeh pelan mendapati gadis itu yang begitu teguh pada pendiriannya. Ck, dia memang yeoja yang keras kepala— dan tentu saja Donghae menyukainya.

Semua hal tentang gadis manja disampingnya ini seolah membuatnya terjatuh semakin dalam pada pesonanya. Bahkan hal-hal kecil yang tak diketahui oleh orang lain pun dapat membuat Donghae semakin terpesona padanya.

.

Titik kecil yang mudah luput dari mata justru lebih esensial dari apapun ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Yesung berjalan mondar-mandir gelisah di kamarnya. Sesekali ia menggigit kuku-kuku jarinya. Ponsel yang berada di genggamannya pun menjadi sasaran kegelisahannya dengan terpental jauh di lantai akibat dilempar terlalu kuat oleh Yesung. Jinja… ini sudah jam 8 malam, tapi kenapa Ryeowook belum juga pulang. Ia bisa kena masalah jika terjadi apa-apa padanya. Orangtuanya menitipkan hak penuh pada dirinya.

“ Ryeowook-ah, kau dimana? ” geramnya. Dengan wajah yang kusut dan berantakan akhirnya Yesung memutuskan untuk mencarinya. Saat kakinya hampir saja mencapai pintu depan rumahnya, telphone rumahnya berdering, dengan langkah cepat ia berjalan menghampiri telphone yang terletak di dekat dinding perbatasan ruang tamu dan ruang keluarga tersebut.

“ Yeobseo ”

“ Oppa~ ”

Mata Yesung membelalak lebar saat mendengar suara disebrang sana yang amat ia kenal. Suara manja ituu..

“ Wookie-ah, kau dimana? ” nada kekhawatiran tersirat jelas ditelinganya.

“ Aku sedang berada di pasar malam, ak— ”

“ Pasar malam? Astagaa~ ini sudah jam 8 Wookie, sekarang cepat bilang kau di pasar malam mana, Oppa akan menjemputmu ” Yesung memotong ucapan Ryeowook.

Yesung bisa menebak dengan jelas bahwa yeoja mungil itu pasti sedang mempout bibirnya kesal. “ Aku bersama dengan Donghae Oppa, jadi jangan khawatirkan aku berlebihan seperti itu ”

Nyuuttt~

Hati Yesung terasa mendapat sebuah hantaman palu besar mendengar perkataan Ryeowook. mata Yesung terpejam erat dengan sebelah tangannya yang bebas menekan dada kirinya. Tenggorokannya terasa tercekat.

“ Oppa~ Oppa masih disana kan? ”

Suara itu… “ Ne~ kalau begitu jangan pulang malam-malam. Jaga dirimu baik-baik ”

Yesung meletakkan telphone itu cepat, tak mau mendengar lagi suara manja disebrang sana yang berhasil membuat jantungnya berdetak cepat dan tersayat secara bersamaan. Kenapa rasanya begitu sakit saat yeoja itu menyebut nama namja lain. Kenapa harus seperti ini? Bukankah dulu kau yang melepaskannya Yesungie?? Jadi kenapa kau menyesal??

“ Yesung, ada apa? ”

Yesung membuka mata cepat saat Umma nya sudah berada disampingnya. “ Umma ” panggilnya pelan. “ Kau memikirkan Wookie? ”

Yesung diam tak menyahut. “ Sudahlah, ia sudah dewasa. Ia berhak menentukan jalannya, kau jangan terus-terusan memperlakukannya seperti Ryeowook yang dulu berusia 10 tahun ”

“…”

“ Umma tahu kau menyesal, tapi…bukankah semuanya sudah sia-sia saja jika kau menyesalinya sekarang? ”

Yesung memeluk erat tubuh Umma nya. Menenggelamkan dirinya dalam dekapan hangat seorang Umma yang berhasil membuatnya tenang. “ Dia terlihat bahagia dengan namjacingunya yang sekarang ” tutur Umma Yesung lembut.

“ Aku tahu itu Umma ” jawabnya parau menahan tangis.

Sang Umma hanya menatap sendu anaknya yang kini masih memejamkan matanya erat. Ia tahu betul bahwa anak semata wayangnya itu kini tengah merasakan sakit yang teramat dalam hatinya, tapi mau bagaimana lagi? Ini semua adalah keputusan Yesung. Ia memilih meninggalkan yeoja imut itu dulu, membuatnya menangis dan meninggalkan bekas sakit dihatinya.

.

Bukankah ini namanya bodoh? Kau masih belum bisa melupakannya, padahal dia sudah lama pergi dari sisimu.

.

.

Donghae kembali dibuat menganga oleh yeojacingunya itu. Bagaimana tidak, saat ini mereka sedang duduk di pinggir jalan dengan memandang langit yang dipenuhi bintang dengan Ryeowook yang sudah memakan Hoppang ketiganya itu. Donghae begitu takjub akan nafsu makan yeojanya yang benar-benar…..

“ Oppa~ kenapa menatapku terus begitu sih? ” tanyanya sebal.

“ Tidak, Oppa hanya heran dengan nafsu makanmu yang begitu besar padahal tubuhmu mungil begitu ”

Ryeowook mengunyah hoppang yang sudah berada didalam mulutnya, “ Maka dari itu aku butuh asupan makanan yang banyak agar aku bisa tumbuh lebih besar lagi ”

Donghae hanya menanggainya dengan tertawa kecil. Issh, yeoja ini kan memang selalu bisa membuatnya tertawa dengan segala hal yang ada dalam dirinya. Manik mutiara hitamnya terus memantau perherakan gadisnya yang seolah benar-benar menikmati makanan tersebut.

“ Apa hoppang begitu enak? Sampai kau bahagia seperti itu ketika memakannya? ” Donghae tak tahan untuk tak bertanya saat sedari tadi ia melihat Ryeowook mengunyah sambil menampilkan deretan gigi putihnya padanya. Kekeke~ dia benar-benar lucu.

Ryeowook menelan hoppang terakhir dalam mulutnya dan meminum minuman kaleng yang disodorkan oleh Donghae untuknya, sedikit berbicara ‘gomawo’ ketika menerima minuman kaleng tersebut.

“ Makanan apa saja akan terasa enak jika kita memakannya bersama orang yang kita suka ”

Donghae membelalakkan matanya lucu ketika ucapan yang terkesan polos itu meluncur begitu saja dari bibirnya. Ryeowook kembali menampilkan cengirannya. “ Oppa~ cepat habiskan makanan Oppa, nanti kita pulangnya terlalu malam ” suruhnya pada Donghae.

Donghae hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mulai menuruti permintaan yeojanya untuk segera menghabiskan makanannya. Donghae memakannya sambil memandang Ryeowook yang kini tengah mendongakkan kepalanya melihat keatas langit, dan juga bibir merah bak mawar itu bersenandung kecil, mengeluarkan suara-suara khas miliknya yang begitu indah.

Donghae tertawa kecil tanpa sepengetahuan Ryeowook. iya, ternyata gadisnya itu benar bahwa makanan apa saja akan terasa nikmat jika dimakan bersama dengan orang yang disuka. Akh~ bersama gadis itu juga membuatnya menjadi orang yang tampak bodoh karena mengikuti semua yang dilakukannya. Betapa ia merasa konyol ketika mengingat hal-hal apa saja yang sudah ia lakukan demi gadis bodoh disampingnya ini. Tapi, bukankah kita memang tak akan pernah jatuh cinta jika tak menjadi bodoh terlebih dahulu?? ^^

GREEPP~

Mata karamel terang itu mengerjap-ngerjap lucu saat merasakan seseorang memeluknya. Kepalanya menoleh kesampingnya dan mendapati Donghaelah yang telah memeluknya. Jarak keduanya terlihat sangat dekat, hingga hidung mancung keduanya pun menempel. “ Oppa~ ”

“ Hm?? ” jawabnya santai menghiraukan gadisnya yang kini tengah mati-matian menahan denyutan jantungnya yang sudah ingin pergi dari tempatnya.

“ A-anou.. ”

“ Apa? ” alisnya terangkat satu.

“ A-ayo kita pu-pulang ”

Donghae menjauhkan wajahnya dan mencium sekilas bibir menggoda itu dengan gemas. Tangannya terangkat dan kembali melakukan kebiasaannya mengacak rambut panjang yang halus itu. “ Ne~ kajja ”

Donghae menarik lengan kurus itu dan membawanya berjalan beriringan bersama menuju tempat motornya yang terparkir di tempat parkir yang memang sudah disediakan.

Mereka berdua berjalan dengan tangan yang saling bertaut. Sesekali Donghae mencemol pipi gembut itu gemas, menggoda Ryeowook yang tampak kesal karena ulah Donghae yang sangat mengesalkan itu. “ Jelek ” ucap Donghae tiba-tiba.

Alis Ryeowook menyatu menjadi satu, memberi kesan marah yang sebenarnya terlihat lebih mirip dengan..

“ Jelek seperti Angry Bird ” lagi, Donghae melontarkan ucapan yang benar-benar telah menyebabkan telinga Ryeowook panas. “ Oppa juga jelek, seperti ikan ” balasnya.

“ Tapi banyak yang menyukaiku ”

“ Issh, mereka hanya buta saja. Mencintai namja ikan jelek seperti Oppa ”

Donghae kembali mengacak surai kecoklatan itu, “ Sudahlah, Oppa sedang tidak mood bertengkar denganmu, umhhh~ Oppa ingin memelukmu terus Chagy ” kedua tangan Donghae itu kini merangkul pinggang ramping yeojanya dari samping. Sedangkan Ryeowook hanya bersemu merah dengan balas memeluk Donghae.

.

Tak perlu memikirkannya lagi, bertindaklah dengan hatimu, maka itu lebih baik dari pada terpaku lama untuk berfikir

.

.

Yesung berdiri disamping jendela kamarnya menunggu seseorang yang ia khawatirkan. Kepalanya terasa sangat sakit saat memikirkan hal-hal yang tidak-tidak. Matanya menyorot tajam keadaan diluar sana yang tampak masih sepi-sepi saja, dan masih belum ada tanda-tanda kalau Ryeowooknya akan pulang. Tapi meskipun begitu, ia tak senantiasa letih untuk menunggu kepulangannya.

Hah~ dengan menghela nafas akhirnya ia lebih memilih mendudukkan tubuhnya dikursi meja belajarnya yang mengarah tepat pada keluar jendela kamarnya. Mata obsidian itu memandang penuh sendu pada vigora foto yang menampilkan gambarnya dengan Ryeowook beberapa tahun silam. Rasanya ingin sekali kembali pada saat dimana dulu Ryeowook begitu bergantung pada dirinya, Ryeowook yang selalu memeluknya manja, dan Ryeowook yang selalu….mencintainya.

Diusapnya dengan kasar wajah tampan itu, matanya menengadah keatas demi menahan lelehan bening agar tak keluar dari pelupuk matanya. Ughh~ dia namja dan ia tak boleh menangis. Jebalyoo~ jangan berubah menjadi lelaki cengeng.

Yesung menolak segala pemikiran tentang masa lalunya, tapi semakin ia mencoba menguburnya, ingatan itu justru memperlihatkan betapa kejamnya ia dulu kepada Ryeowook.

~ FlashBack ~

Mata gadis kecil itu sudah berair saat ia melihat namja yang terpaut usia 4 tahun diatasnya kini tengah menggandeng yeoja cantik yang terlihat begitu dewasa dibandingnya. Bibirnya melengkung kebawah seperti hendak menangis, tapi nyatanya yeoja ini tak meneteskan air mata, air mata itu hanya menggenang dipelupuk matanya, sepertinya ia menahannya agar tak jatuh saat itu juga.

“ Oppa~ ”

Namja yang dipanggil Oppa itu mneghela nafas berat, ada rasa menyesal saat harus mengucapkannya, “ Mianhae, Oppa tak bisa menemanimu pergi ke tempat kursus pianomu ”

“ Tapi Oppa sudah berjanji tadi ” suaranya terdengar sangat lirih.

“ Wookie, Oppa mohon mengertilah. Hari ini yeojacingu Oppa ulang tahun dan Oppa harus menemaninya merayakan hari ulang tahunnya. Oppa mohon~ ” sedikit memohon dan masih tetap berdiri dengan tangan yang menggandeng yeojacingunya itu.

Ryeowook menunduk. Sakit~ perasaan ini begitu sesak. Yesung Oppa nya lebih memilih menemani yeoja yang ia bilang adalah yeojacingunya untuk merayakan ulang tahunnya dari pada mengantarnya ketempat kursusnya. Dengan berat hati, kepala kecil itu akhirnya mengangguk.

“ Sekali lagi Mianhae, lain kali Oppa akan mengantarmu ne~ ” tangan itu mengacak gemas rambut depannya. “ Nanti Oppa akan belikan boneka Jerapah untukmu, Arra? ”

Lagi, kepala itu hanya bisa mengangguk lemah. Seolah kehilangan pita suaranya, Ryeowook hanya mampu mengangguk dan menggeleng saja, dengan sisa kekuatan yang ia punya ia berjalan meninggalkan pekarangan rumah Yesung dan kembali menuju rumahnya.

Yesung memandang sendu kepergian yeoja mungil itu. Ia bukannya tak tahu bahwa yeoja itu mencintainya, hanya saja……

Sesampainya dirumah, Ryeowook langsung masuk ke kamarnya tanpa membalas perkataan dari Ummanya, ia tak punya baanyak waktu lagi sebelum lelehan bening itu meluncur bebas dari matanya.

Ryeowook menghambur diranjangnya yang dipenuhi dengan boneka jerapah. Posisinya yang tengkurap membuat wajahnya tenggelam pada bantal berbentuk hati miliknya. Tangan kecil yeoja bermata karamel itu memukul-mukul ranjang, bantal, guling atau apapun itu demi melampiaskan rasa sesak dihatinya.

Jinja.. saat orang yang kau sayangi lebih memilih pergi bersama orang lain selain dirimu dan ditambah ia mengklaim bahwa yeoja itu adalah yeojacingunya, pasti akan terasa sangat sakit dan sesak di rongga dadamu. Yeoja mungil yang berusia 12 tahun itu sudah mengerti apa arti dari menyukai, disukai, sakit dan disakiti. Meskipun usianya muda tapi ia memiliki tingkat kepekaan yang tinggi.

Perasaan sesak itu semakin menjadi saat menyadari bahwa Yesung—orang yang dicintainya tak pernah mencintainya. Ia menarik kesimpulan bahwa selama ini Yesung baik padanya bahwa Yesung hanyalah mengangganya seorang dongsaeng dan tak lebih. Tapi salahkah? Salahkah jika ia berharap??

“ Hikz, sakit ” Ryeowook duduk di ranjangnya dengan wajah menunduk dengan menekan dada kirinya. Sakit, rasanya benar-benar seperti dicubit keras oleh sesuatu yang tak kasat mata.

~ Flashback Off ~

Yesung menelan ludah keluh saat mengingat hal-hal yang dahulu pastilah sangat menyakiti yeoja polos itu. Yeoja yang bahkan baru pertama kali merasakan cinta, yeoja polos yang bermimpi membangun rumah tangga bersamanya, dan yeoja yang baru pertama kali merasakan sebuah hal yang dinamakan ‘cinta pertama’ harus ia patahkan hatinya. oh, betapa kejamnya ia dulu pada yeoja mungil itu.

Mata obsidian itu beralih memandang keluar, dan dibawah sana— didepan gerbang rumah yang berada disebelah rumahnya, yeoja dan namja yang nampak saling tersenyum. Sang namja mengecup kening yeojanya dengan lembut. Yesung kali ini memejamkan matanya saat Donghae memagut lembut bibir cerry itu. Mata Yesung tak sanggup jika harus melihat hal itu. Ia berjalan menuju ranjangnya dan menjatuhkan tubuhnya secara kasar. Matanya kembali tertutup rapat. “ Ryeowook-ah ~ kau melukaiku ” gumamnya pelan.

.

Tapi… meski pedih, berat dan membuatku sangat terluka, Aku tetap suka dia ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Kyuhyun menyilangkan sebelah kakinya, tangannya memegang segelas kopi yang baru saja dibelikan oleh Sungmin yang kini duduk disebelahnya. Mata Kyuhyun terlihat datar seperti biasanya. Dan Sungmin yang sebenarnya telah mengajak Kyuhyun keluar malam ini berjanji akan meneraktirnya, awalnya Kyuhyun menolak mentah-mentah, tapi karena kegigihan Sungmin, akhirnya ia luluh juga.

Dan seperti yang kalian lihat. Kyuhyun diam seperti patung sambil sesekali menyeruput kopi ditangannya itu. Lain dengan Kyuhyun lain lagi dengan Sungmin. Yeoja itu justru tengah tersenyum bahagia karena bisa memandang wajah Kyuhyun dimalam hari seperti ini yang tampak memerah karena diterpa angin malam yang begitu dingin. Mata foxy itu terus saja menjelajah setiap inci pahatan Tuhan yang tampak begitu indah dan menawan siapa saja yang melihatnya.

Hatinya berdegup kencang saat matanya berhenti tepat dibibir tebal milik Kyuhyun. ughh~ ia jadi berpikiran bagaimana rasa bibir yang terlihat sangat menggoda itu. Kkk~

“ Noona, bisa tidak jangan memandangku dengan wajah seperti itu ”

Uggh!! Sial. Ia ketahuan. Sungmin menggaruk tengkuknya yang tak gatal sembari meringis kecil menahan malu. “ Jadi, Noona mau apa sampai menyuruhku datang di taman malam-malam begini? ”

Bola mata Sungmin bergerak-gerak gelisah guna mencari alasan yang tept untuk jawaban apa yang harus ia berikan pada Kyuhyun, karena jujur saja ia hanya ingin bertemu Kyuhyun.

“ Noona! ” panggil Kyuhyun lagi.

“ Err..sebenarnya tidak ada sih. Hanya saja, aku…aku sedang tak ada teman di asrama sekolah Kyu, jadi aku memutuskan untuk mengajakmu keluar mencari udara..hehe ” ucapannya diakhiri dengan cengiran lebar. Sungmin sudah was-was dan mempersiapkan mental jika saja Kyuhyun akan membentaknya atau memarahinya karena membuang waktunya. Tapi semua perkiraannya tergantikan dengan mata yang membelalak tak percaya saat melihat Kyuhyun justru terkekeh kecil. Mata foxy itu mengerjap-ngerjap bingung. Tumben, Kyuhyun tidak marah.

“ Ck, Noona benar-benar seperti anak kecil ” tangan Kyuhyun terulus untuk membelai rambut Sungmin yang dicat berwarna pirang. Sungmin bersemu merah saat Kyuhyun menatapnya intens.

“ Jadi apa yang akan kita lakukan? Aku bosan jika harus diam terus ” ungkapnya jujur dengan membuang gelas kopinya ke tempat yang tersedia di tong sampah tak jauh dari tempatnya.

Sungmin berfikir, mencari ide agar Kyuhyun merasa nyaman keluar dengannya dan juga agar Kyuhyun tak bosan. Tapi saat otaknya masih berfikir, secara tiba-tiba Kyuhyun menarik lengan Kyuhyun membawanya berjalan menjauh dari taman tersebut dan berhenti disebuah ayunan. Kyuhyun mendudukkan Sungmin di ayunan tersebut, tanpa basa-basi lagi ia mendorong ayunan itu membuat Sungmin yang masih menetralkan degup jantungnya harus berteriak keras.

“ Kyaaa* apa yang kau lakukan Kyu? ” pegangan tangannya mengerat pada tali ayunan itu. Kyuhyun tertawa, “ Tentu saja mendorong ayunanmu Noona ” jawabnya dengan masih mengayunkan ayunan itu keras. Sungmin berteriak heboh, yang semakin membuat Kyuhyun tertawa.

Keduanya tertawa bahagia. Sungmin yang baru pertama kali melihat Kyuhyun tertawa begitu bahagia pun mau tak mau ikut bahagia. Jinja.. ia senang sekali karena Kyuhyun rela tertawa padanya.

“ Kyu~ apa yang kau lakukan jika kau mencintai seseorang yang sebenarnya tak pernah menyadari bahwa kau mencintai orang tersebut?? ”

Kyuhyun sedikit memelankan tempo ayunanya saat ia mencoba mencari jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan Sungmin. “ Aku?? Engg, mungkin aku akan mencoba mengutarakannya ”

Sungmin memejamkan matanya seolah ucapan Kyuhyun barusan akan ia simpan rapat-rapat dalam benaknya. “ Tapi jika ia tak bisa menerima perasaanmu, apa yang akan kau lakukan? ”

Kali ini Kyuhyun menghentikan dorongannya, membiarkan ayunan yang dinaiki Sungmin berhenti begitu saja. Kyuhyun menunduk, pertanyaan Sungmin barusan seperti menyindirnya. “ Entahlah ” akhirnya jawaban bodoh itulah yang muncul dari bibir tebalnya.

Sungmin tahu kalau Kyuhyun pasti merasa tersindir dengan ucapannya, tapi tidak. Ia tak bermaksud menyindir Kyuhyun, ia hanya ingin tahu bagaimana dan apa yang akan Kyuhyun lakukan jika Kyuhyun berada diposisinya. Ya! Sungmin sebenarnya menanyakan hal itu hanya mencari jawaban untuk dirinya sendiri. Ia bimbang, akan langkah apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Ia lelah berdiam diri terus, dan ia juga tak bisa membiarkan perasaan ini mengakar terlalu dalam dihatinya.

“ Kapan kau akan membeberkan semua perasaanmu pada Ryeowook? ”

Kyuhyun mendongak. “ Aku..masih belum tahu. Karena ku rasa aku masih nyaman dengan hubunganku yang seperti ini ”

‘Pembohong. Kau pembohong Kyu’— inner Sungmin. Tapi meskipun begitu ia tak berani mengungkapkannya secara langsung, karena dirinya pun juga merasa menjadi seorang pembohong karena menutupi semuanya dari Kyuhyun. menutupi perasaan cintanya pada Kyuhyun.

“ Yang pasti aku akan menunggunya ”

Sungmin tersenyum pahit saat mendengar pernyataan Kyuhyun. jadi….kau akan menunggunya??

Sungmin hanya mengangguk. “ Tapi, jika seandainya ada seseorang yang secara diam-diam mencintaimu, apa yang akan kau lakukan? ” sedikit ada nada keraguan saat mengucapkannya. Kyuhyun tertawa kecil menanggapi pertanyaan Sunbaenya itu.

“ Aku akan sangat berterimakasih padanya karena sudah mau mencintai seorang pengecut sepertiku ” Kyuhyun masih saja tertawa seolah ucapan Sungmin barusan hanya lah sebuah candaan semata. Hei Kyu!! Buka matamu, sadarlah bahwa Sungmin tersakiti dengan ucapanmu barusan.

Drrtt.. Drrtt..

Kyuhyun merogoh smart phonenya saat merasa ada email masuk di ponselnya. Mata Kyuhyun memicing, dan detik berikutnya Sungmin dapat melihat binar bahagia dan senyum tulus yang terukir di bibirnya. Dalam hati Sungmin bertanya-tanya akan siapa gerangan yang sudah membuat Kyuhyun tersenyum begitu tulus.

Terlihat ibu jari Kyuhyun mengetikkan sebuah balasan untuk seseorang yang telah mengiriminya email tersebut. Sungmin masih diam, memperhatikan apa saja yang dilakukan namja yang ia cintai itu. Tak mau berniat mengusik, ia masih saja menunggu Kyuhyun yang sibuk dengan ponselnya.

Drrtt.. Drrtt..

Tak berapa lama kemudian, balasan email yang entah dari siapa itu kembali masuk diponsel Kyuhyun. kali ini tak hanya senyum tulus yang ditampilkan oleh Kyuhyun, tapi juga mata tawa kecil yang keluar dari bibir kissable saat membaca email tersebut. Merasa diacuhkan, Sungmin pun akhirnya menoel lengan Kyuhyun lembut. Kyuhyun tersentak dan mengalihkan pandangannya yang tadi terpusat pada ponselnya menjadi terpusat pada yeoja kelinci itu.

“ Ada apa Noona? ”

“ Kau yang ada apa. Tersenyum dan tertawa sendiri seperti orang gila saat membaca email diponselmu ”

Kyuhyun terkekeh, “ Mianhae, nah kkajja kita pulang. Ini sudah malam, seseorang bilang padaku bahwa udara malam hari itu tak baik untuk kesehatan. Aku antar sampai depan asrama sekolah ”

Kyuhyun berjalan lebih dulu dari Sungmin. Dengan wajah kesal akhirnya Sungmin pun mengikuti langkah panjang Kyuhyun yang sudah lebih dulu didepannya.

.

Boleh sih setia menunggunya, tapi kau juga harus bergerak cepat seperti angin saat perasaan itu masih hangat.

Kalau kau lamban, dia bisa menghilang dari hadapanmu sebelum kau sempat mengungkapkan perasaanmu,

Dan semua akan terlambat ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Kyuhyun memasuki rumah mewahnya dengan wajah yang berseri, tak seperti biasanya yang selalu murung. Ponsel itu bahkan ia genggam dengan erat sambil berlari menuju kamarnya dilantai dua. Bibirnya bergumam tidak jelas tapi yang pasti ia sedang senang sekali. Dan masih setia bebaring di ranjangnya sembari menatap ponsel itu tanpa berkedip, mungkin ia menunggu balasan email dari seseorang itu.

.

.

.

Ryeowook baru saja keluar dari kamar mandi yang berda di kamarnya itu. Badannya terasa segar setelah hampir seharian ini ia melakukan aktifitas, ditambah ia baru saja pulang dari pasar malam bersama Donghae, ugghh~ pasti tadi ia sangat bau. Ryeowook berjalan menuju meja riasnya. Menyisir rambut panjang itu dengan hati-hati dan sesekali bibirnya tersenyum menadang pantulan dirinya sendiri. Entahlah apa yang sekarang ada dalam pikiran yeoja mungil itu, yang pasti ia senang.

Setelah dirasa rambutnya sudah rapi, ia kini memilih duduk diranjangnya yang dipenuhi boneka jerapah itu. Mengambil ponsel yang tadi ia letakkan dimeja nakas, lalu berpikir sejenak.

Matanya sesekali memutar kesana-kemari, dan bibirnya tampak maju beberapa centi, lalu digantikan dengan menggembungkan pipinya lucu. Issh~ sebenarnya yeoja ini kenapa sih??

“ Donghae Oppa tadi bilang sedang lelah, besok ia ada pertandingan basket. Uhhmm, berarti malam ini Oppa tak bisa menemaniku ” keluhnya entah pada siapa dengan masih memegan ponsel ditangannya. Tangan itu mencari-cari kontak nama di ponselnya, dan kali ini kepalanya mendongak. “ Kalau aku menghubungi Taemin, pasti sekarang ia sedang dengan Henry ” matanya menerawang jauh kedepan. Membayangkan bagaimana seorang Lee Taemin yang kini sedang bersenda gurau dengan Henry. Mata karamel itu sudah berkaca-kaca membayangkannya. Pikiran ditinggalkan oleh Taemin sahabatnya itu membuatnya teramat sedih. Ia tak mau kehilangan Taemin, baginya Taemin adalah sahabat yang sangat berharga untuknya.

Tak mau bersikap cengeng, ia menghapus kasar genangan air asin yang sudah hampr tumpah disudut matanya itu. Tangannya kembali lincah mencari-cari nama dikontaknya itu.

Eunhyuk Sunbae??—innernya berfikir. Tapi detik berikutnya ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Pasti aku akan dijadikan babi rica-rica olehnya jika menganggunya malam-malam begini ” Ryeowook bergidik ngeri membayangkan kemarahan Eunhyuk.

“ Kalau Siwon Oppa..pasti dia juga sudah tidur. Huft~ ” gumamnya.

“ Onew?? Ah, dia juga sudah punya kekasih, aku bisa dibantai oleh diva cantik itu ” Ryeowook bermonolog disetiap nama kontak yang ia jumpai.

“ Yesung Oppa? ” Ryeowook tampak berfikir sejenak. Detik berikutnya, ia akhirnya memutuskan untuk mengirim email pada namja itu.

To : Yesungie Oppa

Oppa! Sedang apa?

Apa Oppa sudah tidur??

—sent

Ryeowook bersenandung kecil saat menunggu balasan dari namja itu.

From : Yesungie Oppa

Hmm? Oppa sudah mau tidur. Kau cepatlah tidur!!

Yeoja itu mengerucutkan bibirnya ke depan. Lalu kali ini ia mengirim sebuah email kepada orang lain.

To : Evil Cho

Kyuhyun jelek~ kau sedang apa?

—sent

Ryeowook memutar-mutar ponselya di tangannya. Berharap bahwa Kyuhyun akan membalas emailnya dan mau menemaninya malam ini. Issh, tidak bisa tidur di malam hari dengan tiadanya teman itu membosankan tahu.

From : Evil Cho

Aku sedang berada ditaman. Ada apa baby Wookie?

Jari-jari ramping itu mengetik email membalas pesan Kyuhyun.

To : Evil Cho

Ditaman? Malam-malam begini? Kau gila!! Cepat pulang, udara malam hari tidak baik untuk kesehatan.

Aku hanya sedang tak bisa tidur, jadi memutuskan untuk menghubungimu. Jangan panggil aku seperti itu.

—sent

.

From : Evil Cho

Kkk~ baiklah aku akan segera pulang ke rumah baby.

Kau tak bisa tidur? Mau ku temani??

Ryeowook memekik girang saat ternyata Kyuhyun lebih dulu menawarinya. Segera saja ibu jarinya menari lincah di layar touch screen itu.

To : Evil Cho

Eung~ temani aku malam ini. Aku sedang kesepian. Hihi ^^

—sent

Kedua orang itu saling membalas mengirim email. Wajah Ryeowook terkadang merasa puas seolah ia telah berhasil membuat evil itu marah, tapi juga terkadang cemberut bak anak kecil yang diejek oleh teman sebayanya. Entah sampai jam berapa keduanya bertukar email, tapi yang pasti mereka berdua benar-benar larut dalam obrolan yang entah apa saja yang telah mereka bahas.

Drrtt.. Drrtt..

Bak mendapat sebuah emas yang turun dari langit, Ryeowook dengan cepat menyambar ponsel itu lalu membuka email itu. Senyumnya sudah mengembang, tapi detik berikutnya senyum itu digantikan dengan wajah bingung. Alisnya bertaut. “ Orang ini belum tidur ternyata. Issh ”

From : Prince Fishy

Berhenti tidur malam. Cepat tidur baby. Kiss :*

.

Ryeowook segera membalas email tersebut.

To : Prince Fishy

Aku sudah tidur Oppa~

—sent

Dengan masih mengirim email pada Donghae, ponsel Ryeowook bergetar kembali menandakan ada email lain yang masuk. Dan untuk kali ini memang benar bahwa email itu dari Kyuhyun. setelah membaca email tersebut ia juga kembali mengirim balasan untuk Kyuhyun.

Lagi, ponselnya bergetar.

From : Prince Fishy

Kau sudah tidur kenapa masih bisa membalas pesan Oppa heoh?

Berdusta pada Oppa? *Angry*

Wajah Ryeowook memerah. Tangan sebelahnya yang bebas memukul-mukul kepalanya sendiri. Uggh~ betapa bodohnya ia. Jelas saja ia belum tidur jika ia masih bisa membalas pesan Donghaenya. Issh, Kim Ryeowook kenapa kau begitu bodoh. Pabbo!! Pabbo!! Pabbo!!

Ryeowook tak berniat membalas pesan tesebut dan lebih memilih mematikan ponselnya. Sedikit meniup poninya sendiri ia berjalan menuju dapur dirumahnya tersebut. Membuat segelas susu mungkin bisa membuatnya mengantuk dan tidur.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Eunhyuk merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena tidur semalaman. Menguap lebar dengan berjalan menuju kamar mandinya. Hari ini sepertinya ia butuh asupan makan yang banyak mengingat hari ini ada pertandingan basket. Ia pasti akan berteriak-teriak memberi semangat bagi tim Siwon. Bibirnya melengkungkan senyum kala bayangan namja itu menari di angan-angannya.

.

Semua benda atau sesuatu hal itu memiliki tempatnya masing-masing.

Sebelum semuanya menjadi tak dapat dielakkan, sebaiknya setiap planet tetap menempati porosnya masing-masing, atau akan terjadi benturan yang tak diharapkan.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Seperti biasanya Ryeowook berangkat sekolah diantarkan oleh Yesung. Tapi kali ini ada sedikit perbedaan karena pagi ini Ryeowook tak hanya membawa ransel sekolahnya saja melainkan juga membawa sebuah tas besar yang mungkin berisi apa saja yang akan ia angkut ditempat tinggal barunya. Tempat tinggal baru? —tentu saja apartementnya.

“ Kau kan bisa menginap dirumah Oppa, tak perlu sampai tinggal di asrama sekolah kan? ”

Yesung masih saja mempermasalahkan masalah kepindahan Ryeowook pagi ini entah sudah untuk yang keberapa kalinya. Jujur saja, ia benar-benar tak rela jika harus membiarkan Ryeowook tinggal ditempat yang sedikit jauh darinya. Hah~ sudah cukup selama 3 tahun ini ia berada dinegara berbeda dengan Ryeowook, tapi kenapa sekarang Ryeowook malah memilih tidur di asrama sekolah? Itu berarti intensitas pertemuan mereka semakin berkurang.

“ Oppa~ berhentilah mengkhawatirkan aku seperti ini. Aku sudah besar tahu! ” ucapnya sedikit kesal dengan bibir dipoutkan.

Yesung tak menimpali ucapan gadis disampingnya itu. Ia lebih memilih diam dengan masih memusatkan pandangan didepan. Wajahnya terlihat tenang dan jauh berbeda sekali dengan yang ada dihatinya. Siapa yang sangka bahwa namja dengan wajah datar itu sebenarnya tengah mati-matian menahan denyutan sakit di dadanya saat mendengar ucapan Ryeowook yang seolah sudah tak mau diurusi lagi olehnya. Yesung sadar, Ryeowooknya memang sudah dewasa, tapi apa tidak boleh jika ia masih mengkhawatirkan Ryeowook seperti dulu saat ia masih kecil? Ia benar-benar mencintai yeoja berpostur mungil itu.

“ Oppa, marah?? ” Ryeowook yang tadi mempout bibirnya seolah kesal dengan Yesung kini malah berbalik khawatir karena Yesung Oppanya tak menanggapi omongannya. Sedikit sedih juga ketika Yesung mengabaikannya. Oke, Ryeowook memang sudah tak mencintai Yesung lagi. Tapi kan tetap saja ia tak suka jika ia diacuhkan, apa lagi jika oleh orang-orang yang berharga untuknya. Ia benar-benar benci itu. “ Oppa~ ” merengek manja dengan menarik lengan kemeja Yesung. Tapi Yesung tetap bergeming. Tak menanggapi maupun menoleh bahkan tak melirik sedikit pun pada yeoja itu.

Suara manja Ryeowook itu membuat Yesung semakin tak tahan jika harus jauh dari yeoja ini. Ia pasti akan sangat merindukan suara ini. Suara yang sudah sangat ia hafal meskipun sudah 3 tahun tak ia dengar. Suara yang masih tetap sama sebelum ia memutuskan untuk pergi ke Jepang dengan alasan menuntut ilmu disana, meninggalkan yeoja itu menangis sendirian memikirkan dirinya.

“ Oppa, jangan marah..hukz ”

Cukup!! Yesung akhirnya menoleh dan mendapati Ryeowook dengan mata yang berkaca-kaca. Dihapusnya genangan air asin itu dengan lembut. “ Oppa tidak marah Wookie ” jawabnya lembut.

“ Lalu kenapa Oppa mengabaikanku? Hukz..hukz..” tangannya mengucek matanya yang berair. Uggh~ dia benar-benar seperti anak kecil.

Yesung tersenyum. “ Kau tidak lihat Oppa sedang menyetir huh?? ”

Ryeowook memandang Yesung yang kini sudah kembali memfokuskan pandangan didepan. “ Setidaknya berikan tanggapan akan omonganku kan!! ” ia kembali bersungut.

Tawa kecil tak bisa Yesung tahan lagi. Issh, gadis ini selalu saja membuatnya bahagia dan sedih secara bersamaan. “ Ne~ mianhae baby. Dan mulai sekarang Oppa tak akan over protective lagi padamu. Kau berhak menetukan jalanmu sendiri. ” Berat. Rasanya sangat berat saat bibir itu mengutarakan ucapan yang sebenarnya tak pernah ia utarakan. Sakit, rasanya benar-benar sakit.

Ryeowook menunduk. Memilih memilin ujung seragamnya. Entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang.

“ Nah, sudah sampai. Cepatlah turun sebelum kau terlambat dan mendapat hukuman lagi dari Sunbaemu yang sangar itu ”

“ Ini masih sangat pagi, jadi aku tak akan telat ” jawabnya sembari turun dari mobil itu dan menuju ke bagasi yang diikuti oleh Yesung.

“ Wookie~ ” panggil Yesung saat melihat Ryeowook diam tak melakukan apa-apa.

“ Ryeowook-ah~ ”

Ryeowook melihat wajah Yesung. “ Oppa~ aku akan sering-sering pulang kok ”

Alis Yesung bertaut. “ Hmm?? ”

“ Yasudah, aku sekolah dulu. Jaga diri Oppa baik-baik selama aku tak ada disamping Oppa ya~ ” tersenyum manis. Yesung mengacak rambut panjang yang terkucir satu itu dengan gemas, “ Seharusnya Oppa yang bicara seperti itu. Jaga dirimu baik-baik, jangan melakukan hal aneh dan jadilah anak yang pandai. Oke ”

Dengan susah payah Ryeowook membawa keluar tas besarnya dari bagasi mobil Yesung. Ia menolak pertolongan Yesung dan lebih memilih membawanya sendiri dengan beban berat seperti itu.

“ Hati-hati Oppa ” tangannya melambai saat mobil Yesung sudah berlalu dari hadapannya.

Ia menarik nafasnya berat. Memberi jeda sebentar untuk merenggangkan jari-jari tangannya. Lalu ia sekuat tenaga membawa tas yang berisi beban berat itu menuju asrama sekolahnya. Suasana sekolah masih sepi, karena memang ini masih teramat pagi. Jika saja ia tak melakukan kepindahan pagi ini bisa saja ia akan terlambat seperti biasanya. Letak asrama memang satu wilayah dengan sekolahannya, hanya saja asrama berada disamping kanan dan sedikit agak jauh dari sekolah.

Satpam yang berada didepan gerbang sekolah itu menyapa Ryeowook dengan sedikit menggodanya karena kali ini Ryeowook datang sangat pagi. Ryeowook mengerucutkan bibirnya kedepan. “ Ahjussi genit ” cibirnya.

“ Heoh? Bagaimana bisa kau mengatai ku genit Ryeowook-ah, aku kan cuman menyapamu. Dan lagi aku ini belum menikah, berhenti memanggilku dengan sebutan Ahjussi ”

Entah karena sangking akrabnya mereka atau apa sampai satpam itu pun memanggil Ryeowook dengan sapaan akrab seperti itu.

“ Issh, tapi Ahjussi kan memang sudah tua jadi wajar aku memanggil anda Ahjussi. Yasudah, aku mau ke asrama dulu ne, pai pai Ahjussi ”  tangannya melambai kearah Satpam yang masih tersenyum padanya. Satpam itu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan yeoja mungil itu. “ Anak itu..benar-benar ” gumamnya pelan.

.

.

.

Kepala asrama itu mengantar Ryeowook menuju kamarnya. Selama dalam perjalanan menaiki tangga dua dimana kamar yang akan ia tempati selama 3 bulan itu dalam hati Ryeowook benar-benar berdo’a meminta pada Tuhan untuk memberikannya roomate yang baik dan mengerti akan dirinya yang manja itu. Ughh~ ia benar-benar takut. Takut yang dimaksud adalah ia takut jika ia akan menganggu ketentraman roomatenya itu dengan segala keadaannya yang..well dia sangat cerewet dan cengeng.

Kepala asrama itu mengetuk sebuah pintu dengan nomor 102. Terdengar sayup-sayup suara dari luar yang menyuruh mereka menunggu. Uhm, mungkin ia sedang di kamar mandi. Tak berapa lama setelah itu, pintu tersebut terbuka menampilkan seorang yeoja dengan rambut pirang sebahu yang kini memakai sandal dengan motif kelinci berwarna pink.

Mata Ryeowook mengerjap-ngerjap lucu kala ia memandangi yeoja didepannya itu. Sedetik kemudian ia menghela nafas legah. “ Fiuuhh~ ”

Dia bersyukur kepada Tuhan karena roomatenya kali ini ternyata Sunbaenya sendiri, dan lagi Ryeowook juga mengenalnya. “ Sungmin-ssi, mulai sekarang Ryeowook-ssi akan menjadi roomatemu. Nah, kalian harus akur dan jangan membuat keributan ”

“ Ne~ ” jawab keduanya kompak. Sang kepala srama itu mengangguk sekilas lalu pergi berlalu meninggalkan kedua roomat baru itu. Ryeowook tersenyum lebar kepada Sungmin yang hanya dibalas dengan senyum canggung olehnya. “ Sungmin Sunbae, issh aku bahagia sekali ternyata Sunbae yang menjadi roomate ku. Padahal hatiku sudah ingin copot saja saat belum mengetahui siapa yang akan menjadi roomate ku. Ummh, dan sekarang aku sudah cukup senang karena ternyata roomate ku adalah Sunbae, hihi^^ ” Ryeowook berceloteh panjang lebar dengan masih berdiri diluar pintu. Sungmin tersenyum lagi, dan mulai mengajak Ryeowook masuk dengan membawakan tas besarnya.

Ryeowook mengikutinya dan menutup pintu kamar mereka dengan pelan. “ Sunbae, apa Sunbae senang satu kamar denganku?? ” tanyanya terus terang.

“ Sepertinya aku akan senang. Kau kan orang yang menyenangkan ” tanggap Sungmin dengan masih menatap baju-baju Ryeowook dilemari besar milik mereka. Ryeowook manggut-manggut dengan tangan yang berada di dagunya. Ia bahkan tak sadar jika sekarang Sungmin seolah menjadi pembantunya yang menatakan baju-bajunya.

“ Sunbae juga orang yang sangat menyenangkan kok ”

Sungmin membalikkan badannya menghadap Ryeowook, “ Memang kau tahu kalau aku orang yang menyenangkan?? ”

Cengiran lebar terpampang jelas diwajah imut itu, “ Tidak sih!! Hehe, tapi aku bisa melihat kok kalau Sunbae itu orang yang menyenangkan, buktinya Kyuhyun saja bisa dekat dengan Sunbae ”

DEG!!

Lagi, Sungmin kembali membalikkan badannya menghadap Ryeowook dengan wajah yang sedikit tegang. “ Kau..tahu aku dekat dengan..maksudku, kau tah— ”

“ Aku mengetahuinya ” potong Ryeowook cepat. Sungmin masih diam.

“ Kyuhyun yang bercerita kepadaku ”

Jantung Sungmin kembali berdetak cepat. Kyuhyun? Kyuhyun menceritakan tentang kedekatan mereka pada Ryeowook? apa Kyuhyun sengaja menceritakannya hanya karena ia ingin Ryeowook cemburu? Berbagai pertanyaan muncul dipikiran Sungmin.

“ Aku cukup senang karena akhirnya Kyuhyun bisa berteman dengan Sunbae ” lanjutnya.

“ Wae?? ”

Ryeowook memajukan bibirnya sedikit, matanya menerawang keatas seolah mencari jawaban akan pertanyaan Sungmin. “ Entahlah, aku hanya senang. Karena selama ini Kyuhyun tak pernah bisa dekat dengan orang lain terutama yeoja kalaupun ada paling itu adalah namja yaitu Onew, karena Onew sahabatnya sejak di SMP ” menjawab dengan diakhiri senyum manis olehnya.

“ Tapi ku rasa kau dekat dengannya ”

“ Ya, Kyuhyun memang dekat denganku. Selebihnya ia tak pernah berinteraksi dengan yeoja-yeoja lain jika tidak sedang mendesak sekali sih ” kali ini Ryeowook turun dari acara duduknya diranjangnya dan ikut serta membantu Sungmin membereskan baju-bajunya untuk ditaruh didalam almarinya.

“ Sepertinya kau mengetahui sekali semua tentangnya ya? ” Sungmin tersenyum terpaksa guna menyembunyikan guratan sedih dan kecewa pada wajahnya. Ia tak mau jika orang disampingnya ini mengetahui perasaannya pada Kyuhyun.

“ Tidak. Aku bukannya mengetahui segalanya tentangnya, aku bahkan tak tahu siapa kekasihnya. Selama ini aku hanya mengikuti apa yang mengalir dalam hidupku, dan menjalani persahabatan dengannya adalah salah satunya. Lagi pula Kyuhyun orang yang cukup menyenangkan. Meskipun ia sangat terlihat tak bersahabat tapi sebenarnya dia orang yang cukup baik ”

Sungmin hanya membulatkan bibirnya membentuk huruf ‘O’. Meskipun diwajahnya seolah acuh tak acuh akan pembicaraan tentang Kyuhyun, tapi jujur saja ia sekarang ini sedang berfikir keras. Ia berfikir keras akan yeoja disampingnya ini. Berfikir keras apakah yeoja manja ini benar-benar tak mengerti akan perasaan Kyuhyun atau memang sengaja tak mau tahu??

“ Menurut Sunbae bagaimana? ”

“ Bagaimana apanya?? ” Sungmin masih membereskan barang-barang Ryeowook.

“ Kyuhyun, apa dia orang yang menyenangkan saat bersama Sunbae?? ”

Sungmin diam sejenak, mencoba memikirkan jawaban apa yang tepat untuk yeoja ini, “ Yah, ku rasa dia orang yang menyenangkan ”

Ryeowook kembali manggut-manggut.

Setelah mereka sudah menatap rapih baju-baju Ryeowook, keduanya kini bersiap-siap menuju sekolah. Ryeowook masih berjongkok menalikan tali sepatunya sedangkan Sungmin sudah mau pergi lebih dulu meninggalkan Ryeowook tapi ternyata langkahnya terhenti karena Ryeowook menahan kakinya. Sungmin menunduk guna melihat yeoja mungil itu, “ Ada apa?? ”

“ Tunggu aku Sunbae, aku masih mengikat tali sepatu ku ” rengeknya seperti anak kecil. Hah~ mau tak mau Sungmin pun hanya bisa menghela nafas berat dan mengangguk meng’iya’kan. “ Jeongmal gomawo ”

Keduanya kini berjalan beriringan. Ryeowook menggenggam jemari Sungmin dan mengayun-ayunkannya bersamaan, seperti seorang sahabat yang telah lama bersama. Tersenyum senang setiap berpapasan dengan murid-murid yang juga tinggal di asrama. Saat keduanya berjalan untuk berbelok menuruni anak tangga, mata karamel indah itu melihat seseorang..ah maksudku dua orang yang kini tengah berjalan bersama dengan saling tersenyum. Hati Ryeowook mencelos saat melihatnya. “ Taemin-ah ” gumamnya lirih.

Sungmin yang juga melihat apa yang dilihat oleh Ryeowook pun akhirnya memalingkan wajahnya untuk melihat Ryeowook. “ Dia sahabatmu kan? ”

“ Ekkh?? ”

“ Yeoja yang berambut sedikit merah itu sahabatmu kan? ku lihat dia akhir-akhir ini sangat akrab sekali dengan anak baru itu. Mereka satu kamar ” jelas Sungmin.

Ryeowook hanya bisa mengangguk. “ Aku mengerti ”

Sungmin menangkap nada suara yang bergetar dari Ryeowook. Tapi ia tak mau berbicara lebih panjang lagi, karena kini mereka sudah harus berpisah mengingat kelas mereka berbeda. “ Sampai nanti Sunbae ” tangannya melambai pada Sungmin sebagai salam perpisahan yang dibalas hanya dengan anggukan kepala oleh Sungmin.

.

Sahabat…

Jika seseorang bertanya apa itu sahabat, maka aku akan menyebut namamu sebagai arti sahabat ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Sungmin memasuki kelasnya dengan wajah datar. Menghampiri sanga sahabat yang ternyata sudah lebih dulu berada dikelas. Mendudukkan tubuhnya disamping sang sahabat yang kini sepertinya tengah melamunkan sesuatu. Sungmin masih diam memilih memandangi sahabatnya yang entah sedang memikirkan apa. Tak mau lebih lama menjadi patung akhirnya ia memutuskan untuk memanggil sahabatnya itu.

“ Hyukkie ”

Eunhyuk menoleh cepat menghadap Sungmin sambil mengerjap-ngerjapkan matanya polos. “ Minnie? Kapan kau sampai ”

Sungmin membuka 5 jarinya lebar-lebar menandakan bahwa ia sudah 5 menit disini. “ 5 menit? Kok aku tidak tahu?? ” bingungnya.

Sungmin mengerucutkan bibirnya. “ Kau sih yang terlalu asyik mengkhayal ” ejeknya. Eunhyuk menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “ Mianhae. ” Sungmin hanya mengangguk.

“ Oh ya, kau tahu aku sekarang sekamar dengan siapa? ”

Eunhyuk menggeleng lemah “ Memang dengan siapa?? ”

“ Dengan nona manja itu ”

“ Nona manja? Maksudmu….”

“ Ya, Ryeowook. yeojacingu Donghae ”

Eunhyuk sedikit terkejut mendengarnya. Bukannya Ryeowook itu rumahnya tak seberapa jauh dari sekolah ini? Kenapa harus tinggal diasrama?

“ Dia bilang orangtuanya sedang ada kepentingan perusahaan jadi dia terpaksa tinggal diasrama selama 3 bulan ” Sungmin menjawab seolah-olah mengetahui apa yang ada didalam otak Eunhyuk.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“ Kyu~ dengarkan aku duluuu~ ” Ryeowook merengek tak jelas saat teman sebangkunya Kyuhyun tak juga memperhatikan, menggubris atau pun menganggap Ryeowook yang saat ini didekatnya. Kyuhyun justru sibuk dengan PSP di tangannya dan seolah menulikan telinga akan yeoja mungil yang sangat ia cintai itu.

“ Kyuhyun!! ”

Kyuhyun masih diam meskipun Ryeowook berteriak di telinganya.

Murid-murid yang ada dikelas pun memandang aneh kedua sahabat berbeda jenis kelamin itu. Jarang sekali kan mereka bertengkar, dan sekarang Kyuhyun malah mendiamkan Ryeowook.

“ Semalam ponsel ku mati, jadi aku tak bisa membalas pesanmu, mianhae ” sesalnya. Ryeowook tampak menggembungkan pipinya karena kesal. Iya, Kyuhyun memang marah pada Ryeowook karena semalam ia hampir tak tidur sangking inginnya membaca email balasan dari yeoja itu, tapi apa yang ia dapat? Justru Ryeowook tak membalasnya sama sekali. Kesal. Ia sungguh kesal pada ryeowook.

SREETT~

“ Yak! Apa yang kau lakukan? ” Kyuhyun mendesis tajam dengan mata yang mendelik sebal ke arah yeoja itu. Ryeowook memajukan bibirnya kedepan dengan kedua tangannya yang ia sembunyikan dibelakang tubuh rampingnya itu. “ Habis kau tak mau mendnegar ku sih, aku kan sudah minta maaf Kyu~ ”

Memalingkan mukanya saat melihat wajah yeoja itu yang begitu imut. ‘jangan tersenyum Wookie, kau membuatku semakin mencintaimu’ inner Kyuhyun.

“ Kyu~ ”

Dalam hati Kyuhyun mendesah sebal karena suara manja Ryeowook benar-benar membuatnya tak bisa jika tak memaafkannya. Akhirnya Kyuhyun menoleh dan mendapati Ryeowook yang kini tengah memasnag puppy eyes andalanya. Hah~ mendesah berat karena pada akhirnya ia pun memaafkan yeoja itu, “ Ne~ tapi lain kali jangan ulangi, kau hampir membuatku tak tidur semalam ” ujarnya lemah dan mengambil PSP yang sudah disodorkan kembali oleh Ryeowook.

Ryeowook mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. mendekati wajah itu dengan alis yang bertaut, menganalisa kelopak mata Kyuhyun yang memang tampak hitam karena kurang tidur. Ia benar-benar tak sadar bahwa apa yang telah dilakukannya itu telah membuat namja tampan itu menahan nafasnya. Jari telunjuk Ryeowook menelusuri kelopak mata bagian bawahnya yang sedikit menghitam, sedetik kemudian Kyuhyun mendorong Ryeowook untuk menjauhkan wajahnya darinya. “ Ya, kenapa mendorongku? ” sungut Ryeowook kesal.

Kyuhyun tampak membuang muka yang kini sudah memerah padam. Menetralisirkan detak jantungnya yang seolah akan copot dari tempatnya. “ Kau..kau menyebalkan! ”

Dahi Ryeowook mengkerut. ‘menyebalkan katanya? Bukannya dia yang menyebalkan dengan seenaknya sendiri mendorongku yang hampir jatuh terjungkal kebelakang?’ umpat Ryeowook dalam hati. “ Kau yang menyebalkan ”

“ Kau ”

“ Kau yang menyebalkan ”

Kyuhyun diam tak membalas ucapan Ryeowook. percuma, toh dia pasti yang akan mengalah. Itu sudah biasa. Tangannya kembali mulai memainkan tombol-tombol yang Ryeowook tak mengerti. Memainkan PSP mungkin lebih menyenangkan. Ryeowook merasa diacuhkan lagi, dan akhirnya ia pun mulai mendekat lagi pada Kyuhyun. menggeser tempat duduknya semakin menempel pada Kyuhyun.

Kyuhyun mempause gamenya dan mengangkat sebelah alisnya sambil menatap heran pada yeoja disampingnya itu. Ryeowook menampilkan deretan gigi putihnya pada Kyuhyun. menyengir lebar sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf ‘V’. “ Maafkan aku Kyu, hehe ”

Lagi, Kyuhyun hanya mendesah berat. “ Aku sudah memafkanmu, jadi sekarang jangan ganggu aku, aku ingin main tau!! Sana menjauh ” usirnya. Bohong. Bohong jika Kyuhyun benar-benar ingin Ryeowook menjauh darinya, ia sungguh sangat ingin sekali selalu dan selamanya seperti ini. Tapi apa mau dikata? Saat ini Ryeowook bukanlah miliknya, dan jika ia tetap berdekatan dengan yeoja manja itu, sudah dapat dipastikan bahwa jantungnya pasti akan rusak.

Ryeowook cemberut, “ Memangnya kenapa sih kalau aku dekat? Kau gerogi yaaa dekat dengan gadis cantik seperti ku? ” alisnya terangkat naik turun menggoda Kyuhyun. Demi Tuhan, jika saja Ryeowook bukanlah orang yang dicintainya saat ini, ia pasti tak akan segan-segan menjitak kepala mungil itu.

“ Ciih, kau percaya diri sekali. Sana pergi, bukannya setiap pagi kau akan menemui pangeran playboy mu itu ” wajah Kyuhyun yang terkesan baik-baik saja benar-benar kontras sekali dengan apa yang ada dihatinya. Ingin sekali ia menyobek mulutnya yang selalu berbicara tak sesuai dengan hatinya.

“ Kenapa? ” Kyuhyun bertanya heran saat Ryeowook menggelengkan kepalanya. “ Donghae Oppa nanti akan mencubit pipiku ”

Kyuhyun memutar bola mata malas, “ Memangnya kenapa? Bukannya mencubit pipi itu sudah sering kalian lakukan? ”

“ Hah~ masalahnya semalam aku juga tak membalas pesannya, dan lagi aku ketahuan berbohong ”

Ryeowook menopang kepala mungilnya dengan tanga kananya. Mengingat-ngingat kejadian semalam yang benar-benar membuatnya merasa sangat bodoh. Isshh,, ia malu sekali tahu.

Kyuhyun tersenyum melihat wajah cemberut Ryeowook. gadis ini benar-benar sangat menggemaskan sekali. Kyuhyun meletakkan PSP nya dimejanya. Tangannya kini beralih memegang wajah imut yeoja didepannya dan mengelus lembut pipi gembul itu. “ Kalau begitu minta maaflah, ia kan sangat mencintaimu pasti Donghae Hyung akan memafkanmu ” senyum di wajah Kyuhyun tampak tulus, tapi siapa yang sangka bahwa senyum itu adalah senyum palsu.

Ryeowook memiringkan kepalanya ke samping, “ Benarkah? ”

Gyuutt.. Gyuutt..

“ Aww, yak!! Kenapa mencubit pipiku sih?? ” kesal Ryeowook karena Kyuhyun menarik-narik pipinya gemas.

“ Itu karena kau bodoh baby ” cibirnya. “ Aku tidak bodoh, jadi jangan panggil aku bodoh ” wajah Ryeowook berubah murung saat ia dikatai bodoh oleh Kyuhyun. ciiih, enak saja berbicara bodoh. Ia tahu kalau memang ia bodoh soal matematika, tapi ia tak bodoh menyangkut pelajaran lain. Dumelnya dalam hati.

“ Seseorang yang menghindar dari masalah kalau tidak bodoh lalu apa namanya?? ”

Ryeowook mendengus sebal. Lidah namja didepannya ini sangatlah tajam. “ Lalu kau pikir seseorang yang menyimpan perasaannya sangat dalam pada seseorang tanpa memberitahunya itu juga tak bodoh?? ”

DEG!! Kyuhyun mematung akan omongan Ryeowook. tangannya yang awalnya masih membingkai wajah imut itu kini melemah. Ryeowook tersenyum mneyeringai, “ Kau juga bodoh Kyu ” mengejek dengan lidah yang terjulur keluar menghadap Kyuhyun.

Ya, Ryeowook memang tahu kalau selama ini ia diam-diam menyukai seseorang. Hanya saja ia tak pernah mampu bercerita padanya siapa seseorang yang teramat ia sukai itu. Ia masih cukup waras untuk tak menceritakannya pada Ryeowook, karena memang dialah orang yang dimaksud Kyuhyun selama ini. Kyuhyun menelan ludah keluh.

“ Ya, aku memang bodoh Wookie-ah ” ujarnya lirih tapi masih dengan senyum yang menghias wajahnya.

Ryeowook tertawa senang, “ Kalau begitu kau harus tahu, bahwa seseorang yang bodoh tak berhak memanggil orang lain bodoh ” senyum kemenangan terpatri jelas diwajah ayu itu.

Kyuhyun memandang karamel itu dengan dalam, mencari sumber ketenangan bagi dirinya. Menyelami sebuah sinar semangat dan dapat menghangatkan hatinya yang telah lama membeku.

.

Hatiku sudah kosong dalam waktu yang lama. Bahkan seni pun tidak menyukai sesuatu yang gersang

Tapi kau hadir dalam hidupku, meyirami kegersangan itu dan membuat semuanya kembali tampak indah.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Tak terasa jam menuju pelajaran ketiga pun dimulai. Tapi karena hari ini sekolah Shappire Blue itu akan kedatangan tamu dari salah satu sekolah yang juga cukup ternama di Seoul untuk bertanding basket maka hari itu pun sekolah Shappire Blue membebaskan para muridnya dari kegiatan belajar mengajar. Dan sebagai gantinya mereka harus mendukung para Tim basket mereka dilapangan basket yang juga sudah dipenuhi oleh para murid-murid yeoja yang berteriak-teriak guna memberi dukungan untuk tim mereka. Pertandingan basket akan dimulai 30 menit lagi, dan masih ada waktu untuk yeoja mungil itu menemui namjacingunya.

Ryeowook dengan tubuhnya yang terbilang sangat mungil itu berjalan berhimpitan dengan para murid yeoja yang notabenenya memiliki badan yang jauh lebih besar dibanding dirinya. Alhasil ia pun harus pandai-pandai mempertahankan keseimbangan tubuhnya agar tak jatuh. ia mencari celah guna dapat mencapai tempat dimana Siwon CS yang juga termasuk ada Donghae didalamnya untuk memberi semangat pada mereka, ah lebih tepatnya ia memang sengaja untuk menemui namjacingunya itu. Dari tadi pagi mereka kan belum bertemu. Hufft~ ia sudah merindukan Donghae Oppa nya tahu!!

Saat ia sudah mencapai ketempat Donghae dan kawan-kawannya, Ryeowook mempercepat langkahnya. Ia mencari-cari Donghae tapi nihil. Mata karamel itu tak menemukan keberadaan sang namjacingu. Tak mau berlama-lama penasaran akhirnya ia pun berniat menanyakan hal tersebut pada Siwon. “ Oppa~ Donghae Oppa dimana? ”

Siwon tersenyum bahagia saat melihat yeoja itu kini berada disampingnya. Meskipun ia tahu bahwa kedatangannya untuk mencari Donghae, tapi ia sudah cukup senang kok, toh ia bisa melihat yeoja mungil itu kan?

Siwon menggeleng, “ Donghae Hyung sedang ke kamar kecil sebentar tadi ” jawabnya memeberitahu. Ryeowoook mengangguk, dan hampir saja melangkah untuk menuju kamar kecil tempat Donghae, tapi ia berhenti sebentar dan mendongak untuk dapat melihat wajah Siwon yang lebih tinggi darinya itu. “ Wae Wookie?? ”

Ryeowook tersenyum manis, “ Oppa!! Fightiiingg!! Kau harus memenangkan pertandingan ne~ ” memberi semangat dengan tangan yang mengepal keudara membuat Siwon tertawa lebar. Tangannya mencubit pipi gembul itu, “ Ne~ Oppa akan memenangkannya untukmu ”

“ Ekh? Untukku?? ”

“ Tentu saja. Kau tak mau?? ”

Ryeowook menggeleng, “ Bukannya aku tak mau Oppa, hanya saja seharusnya Oppa melaukan ini untuk sekolah ” tertawa kecil saat mengucapkannya. “ Ne~ juga untuk sekolah ” putus Siwon akhirnya.

Ryeowook kembali terkikik dan berlalu meninggalkan Siwon untuk menemui Donghae Oppa nya. Siwon memandang punggung kecil itu nanar, seolah punggung kecil itu adalah seseorang yang teramat ia rindukan selama ini. Mata Siwon memanas dan hampir saja meneteskan sebutir liquid bening tapi akhirnya ia mendongak agar butiran itu tak menetes.

Ryeowook yang tengah berjalan menuju kamar mandi pria guna menemui Donghae itu menghentikan langkahnya saat mata karamel itu secara tak sengaja melihat Donghae yang tersenyum lembut pada….

“ Henry~ ” gumamnya. Ryeowook menyembunyikan tubuhnya agar tak terlihat oleh kedua orang tersebut, matanya memanas saat Donghae menggenggam tangan Henry. Nafas Ryeowook tercekat. Kenapa? Kenapa selalu seperti ini? Ini sudah ketiga kalinya ia melihat secara tak sengaja keberadaan mereka yang bersama itu. Mata Ryeowook memanas melihatnya.

 Tadi Donghae Oppa bilang padaku kalau 2 minggu lagi akan ada lomba dance. Dia memilihku sebagai pasangannya nanti untuk mewakili sekolah kita’

Ingatan itu tiba-tiba saja muncul memenuhi kepalanya. Ingatan beberapa hari yang lalu yang sudah berhasil ia enyahkan karena ia memang berharap bahwa ucapan Henry itu hanyalah sebuah keadaan yang memaksa mereka untuk menjadi partner. Tapi sekarang? Kenapa rasanya ingatan itu begitu nyata? Kenapa ingatan itu begitu menyesakkan dadanya?

Ryeowook menutup rapat matanya, mencoba berpikir positive. Tapi bukannya hatinya tenang, ia justru mengingat memory yang juga terjadi beberapa hari yang lalu. Donghae dan Henry? Lapangan basket? Donghae dan Henry? Ruang Osis? Dan sekarang….

Ryeowook membuka matanya seketika. Tubuhnya menegang saat ingatan-ingatan yang berusaha ia lupakan kembali memenuhi pikirannya. Benarkah? Benarkah Donghaenya mengkhianatinya?

Ryeowook kembali memusatkan perhatiannya pada kedua manusia itu. Sangat terlihat jelas diwajah kedua orang itu bahwa Donghae sangat nyaman dengan kedekatannya dengan Henry dan itu membuatnya sangat tersakiti. Air mata itu sudah mengalir bebas keluar dari pelupuk matanya.

Tidak!! Ia sudah tidak tahan denga semua ini. Ia sudah tak bisa lagi bertahan. Kini Ryeowook menggeser tubuhnya dan tak bersembunyi lagi. Bibir Ryeowook bergetar, ia kalut dan bingung. Ia…ia tak tahu harus bagaimana. Memutuskan Donghae bukan keinginannya tapi sungguh, menjadi pihak yag diduakan itu sangat menyakitkan.

“ Oppa~ ” lepas sudah. Akhirnya hanya kata itu yang bisa keluar dari bibir yang bergetar itu. Gumaman lirih yang masih bisa didengar oleh Donghae dan Henry memaksa keduanya untuk melihat siapa pemilik suara itu. Donghae membelalakkan matanya tak percaya saat melihat Ryeowook yang saat itu tengah…. menangis. Donghae melihat Ryeowook yang tengah memeluk badannya sendiri dengan menggunakan sebelah tangan kanannya. Wajahnya terlihat dipenuhi dengan jejak-jejak air mata.

Donghae melepas genggaman tangannya pada Henry. “ Wookie~ ”

Donghae sadar bahwa pasti yeojanya itu salah paham. Ryeowook pasti mengira kalau ia berbuat macam-macam pada Henry. Tidak, Ryeowooknya tak boleh salah paham.

Segera saja ia berjalan mendekati Ryeowook yang kini justru membalikkan badannya dan berlari meninggalakan dirinya. Ryeowook menyeka kasar air matanya. Demi Tuhan hatinya sangat sekali. Kenapa Donghae begitu tega padanya.

Donghae yang juga ikut berlari guna mengejar Ryeowook malah menghentikan langkahnya saat suara Siwon menginterupsi. “ Hyung, kau mau kemana? Pertandingan sudah akan dimulai ”

Donghae mengerang kesal. Dijambaknya kesal rambutnya. Meskipun ia begitu ingin mengejar yeojanya yang saat itu tengah menangis tapi ia tetap berjalan menuju lapangan basket. Kepalanya terasa pening saat itu juga. Pikirannya dipenuhi dengan wajah imut gadisnya yang menangis. Hatinya kesal saat tak bisa menjelaskan ini semua pada Ryeowook.

Henry masih diam ditempat. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, tapi yang pasti sedikit bahagia juga melihat yeoja itu menangis. “ Mianhae ” Henry bergumam meminta maaf yang entah ditujukan kepada siapa.

.

Kau tidak tahu rasanya, melihat orang yang kau cintai ada didepanmu bersama dengan orang lain tapi kau tak bisa berbuat apa-apa

Itu…sangat menyesakkan L

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Pemimpin pertandingan yang berada ditengah-tenagh lapangan basket itu tampak mengayun-ngayunkan tangannya guna memberi isyarat pada kedua belah tim itu untuk segera memasuki lapangan basket. Tampak kedua belah tim itu memasuki lapangan basket.

Saat teman-teman Siwon sudah berjalan lebih dulu untuk memasuki lapangan basket, Siwon justru memelankan langkahnya dan menyamai langkah Donghae yang berada disampingnya. Siwon setengah berbisik pada Donghae, “ Tadi Wookie mencarimu ”

Donghae hanya mengangguk sekilas. Lalu berjalan cepat meninggalkan Siwon yang mengernyit heran.

.

Tak ada wanita yang akan memandang serius seorang lelaki jika lelaki itu tidak bisa memandang dirinya dengan serius

.

.

.

.

Ryeowook mendudukkan tubuhnya kasar di atap sekolah tempatnya menangis seperti biasa. “ Hikz.. ” isakan kecil itu lolos begitu saja tanpa ia perintahkan. Matanya sudah sangat sembab karena harus menangis. Tak jarang ia memukul dada sebelah kirinya. Sakit sekali rasanya melihat Donghae tersenyum begitu tulus pada gadis lain. Katakan ia egois, tapi bukankah wajar jika ia cemburu pada Henry? Jelas-jelas Henry itu mantan kekasih Donghae.

“ Kenapa Oppa mempermainkanku?? ” Ryeowook bergumam lirih. Ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Donghae dan Henry, tapi melihat beberapa kebersamaan mereka yang terlihat begitu dekat membuatnya dapat menyimpulkan bahwa Donghae telah kembali pada Henry.

Benarkan apa yang ia pikirkan selama ini, bahwa Donghae pasti akan mencampakkannya. Ia tertawa meremehkan dirinya sendiri. “ Kau bodoh Kim Ryeowook ” tangannya memukul kepalanya secara berulang-ulang. Ia benar-benar merasa dua kali lipat lebih bodoh dari kejadian semalam.

Ryeowook masih terus menangis, meskipun suaranya sedikit teredam karena ia membungkam mulutnya dengan tangannya. Ia masih menangis. Bahkan ia tak peduli bahwa seluruh siswa kini tengah berteriak memberi semangat bagi Tim andalan mereka. Dan Ryeowook? ia masih tak berniat untuk beranjak pergi dari tempatnya saat ini. Ia masih betah menangis.

Lain lagi dengan Ryeowook. Donghae kini justru telah memainkan bola basket itu bersama teman-temannya. Mendribble bola itu lalu memasukkannya pada ring lawan. Meskipun ia tampak baik-baik saja, tapi Eunhyuk tetap bisa membaca raut wajah Donghae yang terkesan terburu-buru dan —seperti tengah mencari seseorang. Itu jelas dapat Eunhyuk baca karena mata Donghae yang terus mencuri pandang pada setiap orang disekitar lapangan basket itu.

Perlahan mata cantik Eunhyuk pun memandang kesegala penjuru penonton disekitar lapangan basket itu, sedetik kemudian ia pun hanya tersenyum pahit. Ya, ia jelas tahu apa yang kini sedang dicari oleh sahabatnya itu. Ryeowook!!kenapa selalu dia yang bisa membuat seorang Donghae kebingungan seperti ini?—Eunhyuk berucap dalam hati.

.

Apa sebegitu sakit melihat orang yang kau cintai tak pernah sekalipun memandangmu?

Jika kau tahu bahwa itu sangat menyakitkan, kenapa kau seolah tak peduli? Dan tetap mencintainya?

Bukankah ini bodoh??

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Tangis Ryeowook sudah berhenti. Kini hanya isakan-isakan kecil yang terdengar dari bibir mungil itu. Posisinya masih tetap sama seperti tadi. Duduk dilantai atap sekolah sambil menyenderkan tubuhnya pada tembok pembatas yang ada disana. Ia bahkan tak berminat sekali untuk mengetahui hasil pertandingan basket itu.

Mata karamel itu begitu sayu seolah kehilangan separuh jiwanya. Ia diam mematung seperti mayat hidup. Heoh? Sebegitu kah berdampaknya kah seorang Lee Donghae untukmu Wook?

Perlahan mata karamel itu menutup. Tidak! Tentu saja ia tak mengantuk, ia hanya ingin sekedar menenagkan pikirannya, ia ingin menghapus segala sesuatu yang menyakitkan untuknya dan akan bersikap baik-baik saja seperti ini. Ia tak mau orang lain tahu bahwa ia sedang sedih. Yah, bukankah seorang Kim Ryeowook adalah orang yang kuat dan ceria? Bukankah Donghae Oppa membenci orang yang cengeng eumh?

Saat ia masih sibuk menetralisir sakit dihatinya, tanpa sepengetahuannya ada seseorang yang kini sudah berdiri tak jauh darinya, mengamatinya sambil tersenyum tipis. Seseorang itu akhirnya memutuskan untuk berjalan mendekati Ryeowook yang masih menutup rapat matanya sambil memegangi dada kirinya.

Donghae menarik tangan Ryeowook yang memegangi dada kirinya dan langsung memeluknya possessive. “ Mianhae, jeongmal mianhae ”

Mata Ryeowook langsung terbuka lebar. Ia yang masih shock dan tak percaya bahwa Donghae telah berada disini pun masih diam. “ Maafkan Oppa, semua yang kau lihat itu tak seperti kenyatannya baby ” terang Donghae kembali saat tak mendapat jawaban dari sang yeojacingu.

Ryeowook berontak dari pelukan Donghae. Ia baru sadar bahwa ini benar-benar nyata. “ Lepaskan aku..uggh~ lepaskan aku Oppa ” pekiknya dengan tangan yang memukul-mukul dada bidang Donghae didepannya. Namun nihil, Donghae tak sedikit pun melepaskan pelukan itu, malah semakin kencang memeluknya dan membisikkan beberapa kata cinta pada Ryeowook. donghae yang masih dalam posisi berjongkok itu perlahan melepaskan pelukannya saat dirasa sudah tak ada penolakan dari yeojanya.

Tangannya menangkup wajah imut itu, “ Oppa bisa jelaskan semuanya Chagy! ” katanya lembut sambil mengusap lelehan air mata yang entah sudah keluar berapa kali. Padahal baru saja ia bisa menghentikan tangisnya, tapi sekarang ia sudah harus menangis lagi.

“ Oppa..Henry..kenapa? kenapa kalian— ”

“ Heii~ tenanglah sayang, Oppa bisa jelaskan semuanya ” Donghae memotong kalimat Ryeowook cepat. Ia tak sanggup lebih lama lagi terjebak dalam kesalah pahaman ini. Ia tak mau membuat air mata yeojanya terbuang sia-sia.

Ryeowook menggeleng, “ Oppa berselingkuh. Oppa sudah tak mencintaiku lagi ” ucapnya dengan kepala menunduk.

Donghae mendesah pasrah. Ia sudah memperkirakan bahwa semuanya akan seperti ini. “ Oppa tak berselingkuh, Henry hanyalah Hoobae Oppa. Tadi kita hanya sedang membicarakan hal penting, jad— ”

“ Apa bicara penting harus dengan berpegangan tangan? Apa berbicara penting harus dengan tersenyum lembut selayaknya orang yang sedang pacaran, apa berbicara penting harus ditempat sepi..apa..apa..hikz ” Ryeowook tak sanggup meneruskan ucapannya.

Donghae kembali memeluk yeoja itu dalam rengkuhannya. “ Ssstt~ biarkan Oppa menjelaskan semuanya ”

“ Tidak perlu. Aku sudah tahu semuanya Oppa. Aku tahu Henry adalah mantan yeojacingu Oppa—seseorang yang juga sudah membuat Oppa menjadi seorang playboy, dan aku tau kalau Oppa masih mencintainya. Iya kan? ”

Donghae melepas pelukannya, matanya memandang dalam karamel yang berair itu. Ia tak menyangka bahwa gadisnya itu tahu sampai sejauh ini.

“ Benarkan Oppa? ” Ryeowook kembali bertanya saat Donghae tak menggubris pertanyaannya. Sejujurnya ia ingin sekali mendengar penyangkalan akan pertanyaannya yang kedua. Ia tak sanggup, sungguh tak sanggup jika harus mendengar jawaban ‘iya’ dari Donghae. Dan ia tak mau jika harus gagal lagi dalam mempertahankan cintanya.

“ Jawab aku Oppa~ ”

Oh Tuhan, apa yang kau lakukan Hae? Kenapa kau diam saja? Apa kau tak melihat gadismu yang tampak kalap karena kau diam saja? Apa kau tak bisa melihat sorot mata yang penuh pengharapan padamu? Lakukanlah sesuatu Hae~ jangan membuatnya menangis.

Merasa tak mendapat jawaban dari Donghae, Ryeowook pun memutuskan untuk berdiri dan berniat pergi dari tempat itu. Saat ia hampir saja berdiri sempurna tiba-tiba saja Donghae menariknya kembali hingga ia terduduk kembali dihadapan Donghae. Sekejap kemudian ia mencium bibir Ryeowook dengan lembut. Sangat lembut seolah ia ingin Ryeowook mengetahui bahwa didalam hatinya hanya ada dia, bahwa cintanya hanya untuk dirinya, dan semua yang ada pada dirinya adalah milik Ryeowook.

Ryeowook diam tak membalas ciuman itu. Matanya pun masih terbuka saling bertukar pandang dengan manik hitam didepannya ini. Entah kenapa, rasanya begitu menyakitkan melihat tatapan itu.

Donghae melepas ciumannya dan mengelus pipi gembul itu. “ Siapa yang memberitahumu umh?? ”

Ryeowook menggeleng, “ Itu tidak penting, cukup jawab pertanyaanku ”

Donghae tersenyum manis, ahh~ ia sedikit lega sekarang karena akhirnya Ryeowook mau sedikit tenang dan memberinya kesempatan berbicara. Betapa beruntungnya ia mendapatkan seorang yeojacingu yang begitu berbeda dengan gadis-gadis lainnya yang akan langsung kalap dan pergi serta meninggalkan kenangan bercap merah dipipinya, yeaahh tamparan maksudku.

“ Oke~ Oppa mengaku. Henry memang mantan yeojacingu Oppa. Dan apa yang kau katakan semua itu memang benar ”

“ Hikz..” Ryeowook kembali menangis. Donghae langsung menghapus lelehan liquid bening itu. “ Ssstt~~ dengarkan dulu penjelasan Oppa, baby ”

Hah~ menghela nafas berat terlebih dahulu sebelum ia akan menjelaskan semuanya. “ Maaf! Oppa tak bermaksud menyembunyikan ini semua darimu, Oppa hanya ingin kau tak memikirkan hal ini. Bukankah semua yang sudah berlalu biarlah berlalu? Jadi Oppa memutuskan untuk tak mengatakannya padamu. Dan..Oppa sudah tak mencintainya lagi. Hanya kau baby ”

CHUU~ mengecup sekilas bibir merah itu.

“ Lie ”

Donghae menggaruk kepalanya yang bermahkotakan rambut hitam sedikit kecoklatan karena dicat dengan sedikit keras. Uggh~ ia pusing bagaimana caranya membuat gadisnya berhenti berfikir yang tidak-tidak tentangnya.

“ Oppa masih mencintainya. Kalau Oppa sudah tak mencintainya lagi setidaknya Oppa tak memilihnya sebagai partner dance Oppa untuk mewakili sekolah kita minggu depan ”

Donghae kembali dibuat melongo. Bagaimana bisa yeojanya tahu tentang hal ini? Setahunya ia belum menceritakan semuanya pada dia kan? dan ia jug akan menceritakannya nanti sebenarnya.

“ Bagaimana bisa kau tahu soal ini? ”

“ Aku juga anggota klub dance, tentu saja aku tahu. Oppa berharap aku tak mengetahuinya ya? iya kan? ”

Lagi, air mata itu menetes tanpa ia mau. Jinja.. Donghae kembali mengerang keras dalam hati. Banyak sekali hal-hal yang harus ia jelaskan rupanya.

“ Kenapa Oppa memilihnya? Kenapa tak memilih Eunhyuk Sunbae? Atau setidaknya Taemin? ” tanyanya lirih dan miris. Yah, ia ingin tahu kenyataan yang sesungguhnya.

“ Oppa tak bermaksud menyembunyikan ini semua padamu. Oppa hanya belum sempat memberitahumu? ”

“ Benarkah? ” tanyanya mengejek ucapan Donghae.

“ Percayalah pada Oppa, baby~ Oppa hanya mencintaimu, tak ada yang lain ”

Ryeowook menggeleng, “ Berikan aku alasannya. Aku sudah sering melihat Oppa begitu dekat dengan Henry, bahkan aku sempat melihat Oppa mengelus lembut pipi chubby Henry saat Oppa dilapangan basket beberapa waktu yang lalu. Demi Tuhan, jika Oppa sudah tak mencintaiku, Oppa bisa memutuskan hubungan kita saat ini juga ”

DEG!!

Donghae membelalakkan matanya tak percaya. Bagaimana bisa semudah itu Ryeowook mengucapkan kata yang menurut Donghae begitu ‘tabu’ dalam hubungannya dengan Ryeowook?.

Tidak!! Tidak bisa!! Ia tak mungkin bisa melepaskan Ryeowook semudah itu. “ Tidak. Oppa sangat mencintaimu Wookie. Jangan pernah mengucapkan hal itu lagi ” perintah Donghae.

“ Kalau begitu jawab pertanyaanku, Oppa!!! ” nada Ryeowook meninggi.

“ Baik, akan Oppa jawab. Pertama, kenapa Oppa memilih Henry sebagai partner dance? Jawabannya adalah karena Henry bisa berbahasa Inggris, kau tahu kan kalau juri diacara nanti adalah seorang yang berasal dari negara Amerika? Yah, kau juga tahu sendiri kalau Eunhyuk begitu bodoh soal bahasa Asing. Taemin? Ku rasa ia pun juga begitu karena dia sendiri yang berbicara pada Oppa. Dan masalah dilapangan basket itu, saat itu Oppa hanya sedang membersihkan kotoran yang menempel dipipinya, dan untuk yang tadi kau lihat…Oppa hanya memberinya semangat dan meyakinkannya bahwa ia pasti sanggup menari dengan baik diacara nanti dengan Oppa ”

Ryeowook mendengarkan baik-baik semua yang diucapkan oleh Donghae. Ia memandang mata bermanikkan mutiara hitam itu lekat, mencoba mencari kebohongan didalamnya, tapi yang ia dapat adalah…nihil. semuanya terasa begitu tulus adanya. Ryeowook menunduk, “ Lalu saat diruang Osis waktu itu? ” masih bertanya dengan lirih.

Donghae yang sedari tadi berjongkok akhirnya memilih untuk ikut mendudukkan tubuhnya. Peduli setan dengan seragam basketnya yang memang sudah kotor karena tadi juga sempat terjatuh.

Donghae tampak berfikir sejenak, mengingat-ngingat hal yang ditanyakan sang yeoja. Tak butuh waktu lama karena akhirnya ia mengingatnya, “ Ah, waku itu. Ummh~ Henry meminta maaf pada Oppa soal kejadian dimasa lalu, dan—”

“ Tapi Henry mencium pipi, Oppa ”

Donghae kembali menganga tak percaya. Jadi..jadi Ryeowook juga melihatnya?? Uggh~ apa mungkin itu alasan Ryeowook yang menangis di UKS waktu itu?? Isshh~ gadisnya ini suka sekali sih memendam kecemburuannya sendiri. Kalau ia mau bercerita pastilah ia akan menceritakan semuanya lebih awal pada Ryeowook, hingga tak perlu ada salah paham berkelanjutan seperti ini kan? kkk~

Tangan Donghae menarik kedua kaki Ryeowook hingga tubuh Ryeowook mendekat padanya, dan kaki yeoja itu ia lebarkan hingga berada disisi pinggangnya, lalu selanjutnya ia sedikit menggendong tubuh mungil itu dan menjatuhkannya dipangkuannya. Bisa dibilang posisi ini adalah posisi yang sangat bahaya(?).

Donghe menangkupkan kedua tangannya pada wajah mungil kekasih manjanya itu. Menggesek-gesekkan kedua hidung mereka, lalu menggigitnya gemas hingga Ryeowook sedikit memekik sakit.

“ Appoo~ ”

GLUP~

Donghae menelan ludahnya susah. Suara manja Ryeowook selalu bisa membuatnya hilang kendali.

“ Dia hanya meminta ciuman dipipi sebagai tanda perpisahan, dan lagi Oppa dan dia mencoba membuat hubungan yang baik lagi seperti dulu….”

Mata Ryeowook melebar sempurna. Seperti dulu? Maksudnya berpacaran lagi?—pikirnya nelangsa.

“…tentu saja dalam ikatan seorang Dongsaeng dan Kakak ” lanjutnya setelah sedikit memberi jeda pada ucapan. Donghae tersenyum bahagia dalam hati saat mendapati wajah gadisnya yang ummhh~ memerah padam.

GREEPP~ Ryeowook memeluk tubuh Donghae erat dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang namjanya itu. Isshh~ ia sudah salah paham, ia sudah menuduh Oppa nya yang tidak-tidak. Kim Ryeowook kenapa kau begitu jahat. Uggh~ jahat..jahat..!!

“ Kau kenapa heoh? ” goda Donghae sambil berusaha melepas pelukannya tapi gagal karena Ryeowook tak mau. Kepala mungil itu menggeleng-geleng membuat sang empunya dada bidang terkekeh kecil. “ Kau malu karena ketahuan cemburu buta, eh?? ”

“ Aku tidak cemburu. Aku hanya mencari kebenaran. Apa salahnya? ” elaknya dengan masih memeluk Donghae.

Kkk~ kali ini tawa Donghae terdengar sangat keras. Ia benar-benar merasa seperti seorang Ayah saat ini, yang sedang mendiamkan putrinya karena tak berhenti menangis. Issh, tapi ia tak mau menjadi Ayah Ryeowook, yang ia mau ia akan menjadi Ayah dari anak-anak Ryeowook. kekekeke~

Ryeowook sudah melepas pelukannya dan menatap wajah Donghae yang kini masih tertawa. “ Jangan tertawa. Tertawamu jelek tau!! ” sungutnya tak suka.

“ Tapi kau mencintaiku ”

Ryeowook mebuang muka. Dalam hati ia mencibir, ‘Dasa menyebalkan. Seenaknya saja membuatku cemburu sampai terlihat bodoh seperti ini’.

Gyuutt..Gyuutt..Gyuutt..

Kedua tangan Donghae mencubit gemas pipi gembul kekasihnya itu hingga sang kekasih memekik sakit minta dilepaskan.

“ Makanya, lain kalau jangan seperti ini lagi. Kalau kau cemburu yaa mengaku saja dan tanyakan pada Oppa, jangan tiba-tiba menghindari Oppa lalu menyuruh Oppa menjauhi seluruh yeoja. Itu kekanakan tau ”

“ Masa bodoh ” jawabnya tak peduli.

GYUUTT..

“ Aww..yak! sakiiit Oppa ”

Hidung Ryeowook seketika berubah merah karena mendapat cubitan dari Donghaenya.

“ Jerapah jelek~ berhenti bersikap tidak sopan begitu pada namjacingumu ”

Pipi Ryeowook menggembung lucu,  “ Ikan sok keren~ berhentilah mengatai Jerapah jelek, karena Jerapah itu jauh lebih bagus dari Ikan ”

“ Kata siapa? Ikan itu memang keren tau. Dia memiliki kecepatan berenang yang hebat, tidak seperti jerapah yang berkulit tutul-tutul seperti terkena penyakit kulit ” godanya.

“ Yak!! Berhenti menjelekkan Jerapah. Ikan jelek, gila, sok keren, bodoh, dan playboy ” Ryeowook benar-benar kesal pada Donghae, issh dia tak pernah mau mengalah pada Ryeowook.

Dimajukannya bibirnya kedepan hingga beberapa centi. Donghae yang melihatnya hanya tersenyum geli. “ Jangan memajukan bibirmu, kau mau Oppa menciummu, eoh? ” lagi, Donghae menggoda.

Ryeowook segera mengatupkan bibirnya rapat. “ Jangan harap ” ketusnya.

“ Hmm?? ” Donghae menaik-turunkan alisnya menggoda yeojanya yang masih setia duduk dipangkuannya tersebut. Kedua tangan Ryeowook menutupi bibirnya. “ Jangan macam-macam ”

Donghae terkekeh, “ Ne~ ne~ sekarang cepatlah turun dari pangkuanku Chagy, kau berat dan kaki Oppa lelah tau ”

“ Ekkh?? ” sontak saja Ryeowook memandang kebawah dan wajahnya memerah saat menyadari bahwa posisinya benar-benar rawan(?) kekeke~

Ryeowook otomatis melepas kedua tangannya yang sedari tadi melindungi bibirnya dan kini berganti memegangi bahu Donghae guna turun dari pangkuannya, tapi belum sempat ia beranjak bangun Donghae lebih dulu menariknya duduk kembali dan mencium bibir merah cerry itu dengan err…ganas.

“ Mmphh~ Mpphh~ ” sia-sia saja Ryeowook berteriak, karena Donghae sudah lebih dulu membungkamnya dengan bibirnya. Ck, mesum dan licik, huh??

Ciuman itu berlangsung panas hingga Ryeowook sudah kehabisan oksigen. Ia memukul-mukul dada Donghae memberi isyarat bahwa ia sudah kehabisan oksigen, dengan berat hati Donghae pun melepaskan tautan bibir keduanya. ugghh~ wajah Ryeowook memerah padam ketika dirasa Donghae sedang memandanginya dengan pandangan errr mesum.

“ Apa liat-liat?? ” katanya jahat.

“ Sudah ku beri ciuman tapi masih saja mengomel, tak ku beri ciuman selama 1 minggu tahu rasa kau Chagy ”

“ Yak! Bicara yang jelas, jangan aneh-aneh seperti itu ”

Ryeowook hendak turun dari pangkuan itu tapi ditahan oleh Donghae, “ Mau kemana? ”

“ Aku mau turun, aku kan berat nanti Oppa tambah lelah karena terlalu lama memangkuku yang berat ini ” menjawab dengan polos yang berhasil membuat Donghae mati-matian menyimpan hasratnya untuk tak menerkamnya.

“ Aniyaa, siapa bilang kau berat? ”

“ Tapi, tad— Yakk!! Oppa sengaja, eh?? ” berteriak keras ketika menyadari bahwa dirinya menjadi korban kemesuman kekasihnya sendiri. “ Hm? Baru menyadari? ” dengan santainya Donghae mencium tengkuk Ryeowook itu.

Dijauhkannya wajah Donghae, “ Issh, menyebalkan ”

“ Hn. ”

.

Yah beginilah yang disebut cinta yang sesungguhnya

Memberi waktu pada pasangannya untuk memberikan dan menjelaskan tentang apa yang membuat diri mereka cemburu

Saling percaya dan memahami karakter masing-masing

Contohlah kedua pasangan ini, yang saling memberi kesempatan pada masing-masing kekasihnya ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

.

.

.

TBC ^^

24 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 09

  1. huh.. unni kaga jd ngedukung bang yeye.. abis bang yeye nyakitin wook ky gitu sih..
    bang yeye *coret
    bang hae *50:50
    kyu berpotensi nyakitin wook
    ky ny cuma abang siwon yg ga akan nyakitin wook.. jd unni dukung SiWook aja deh..
    ehh.. posisi rawan gimana sih?? unni kaga ngerti kaga bisa ngebayangin.. kkkkkk.. *sok polos

  2. Eonni,aku udah baca chap ini d screenplays. Jadi aku bingung mau koment apa,yang pasti cepet ne buat update. Kepengen baca kelanjutan dari chap terakhir yng d screenplays^^

  3. wookie mank krs kpla.. skli lge tnpa d sngja qmu dah nyakitin wookie hae..tpi gk pa” krna mslah klian(haewook) dh slsai.. kyu pke ngmbek sgla gra” email.a gk d blas wookie ~kkk

  4. Yesung nyesel kan krna ydh buat Wookie skit hati,rasakan #ditendng

    ksin Kyu,kurng tidur gara2 nunggu sms #getokWookie

    akhir x smua x jelas juga buat Wookie,cemburu x d’pendam smua jdi skit hati kan.
    Ckckck

  5. MAYGAT!!!!!!!! MAAF DI PART INI CAPS JEBOL LAGI.___.V
    SERIUS INI CHAP FAV AKU UNN!!!!!!! SETIAP NGEBACA ULANG FF INI PASTI YG PERTAMA DIBUKA YA PART INI HEHEHE. KENAPA? SOALNYA SENENG PAS HAE NGASIH PENJELASAN KE WOOK, UMMHH~~~~~
    JUJUR INI FF PERTAMA YG BIKIN AKU SADAR KLO HAE ITU RO-MAN-TIS>< SELAMA INI SUSAH DAPET FEEL FF YG CASTNYA HAE, TAPI PAS BACA NOTU, SIAL SEMPET MIKIR HAE MASUK DAFTAR LIST BIAS TAPI AKHIRNYA AKU MEMUTUSKAN UNTUK TETAP SETIA SAMA WONHYUKYUWOOK/? NGAHAHA ABAIKAN.
    ASDFGHJKL POKOKNYA INI CHAP BIKIN MESEM-MESEM, AH ANI BUKAN CHAP ATAU FF INI AJA TAPI SEMUA FF MU UNN~~
    OKE MAAF LEBAY WKWKWWK

  6. haaaaah~ di chap ini smuanya sudah jlass. Wookie cuma slah pahamm. Hihhi, senangnyaaaa~
    Yesungku kini meranaaa~ hukz, kasihaan. Slah sndri sihh dlu gk mghiraukan prsaannya wook, skrg sdah mnyesal kan. Ya sudahlaah, terima nasib aja yah yeppa. Kkk~

  7. bang yeye ,,,, huks huks #hugs
    yah walau aq belum.tau apa alasan bang yeye ninggalin wookie ,,, aq yakin itu semata-mata untuk kebaikan kalian,,
    tapi knp sekarang menyesalinya ? apa karna wookie terlihat lebih bahagia sama hae dibnding sama kamu ??
    dan sekarang aq yakin bang yeye sakittt tapi pasti lebih sakit saat melihat wookie tdak bhgia ,,right???

    aishhhh ,,,napa sih setiap baca part kyu aq selalu nanggis#huweeeee
    kyu~ah ,,, aq binggung mau bilang karna terlalu sakittt,,huks huks
    cintamu ke wookie terllu dlm hingga kau tak melihat oh,, lebih tepatnya tak mau melihat pada cinta yg lain ,, kau bodoh kyu~ah ,,, tapi itu yg buat aq kagum akan cintamu ,,, wookie andai kau tahu begitu dlm cinta kyu,,,prff

    kkkk~ suami yg berbakti pada istrinya,,,,lol
    disuruh pulang langsung nurut,,,kkk~

    wookie kau buat suamimu marah#cipokwook,,,lol
    yah~ walau dia tak akan bisa marah ma kamu

    hae ckckck
    aq comment haewook’s moment kapan2 aja ne,,aq agy males#slap
    kkk~~
    pai pai~~
    chu~~wookie

  8. wkwkwks kasian bgt si kyupa haha demi smsan sma wook jja smpe ga tiduur…

    hahhh~ sudahlah yeppa biarkan wook memilih jlan.a sendiri…

    hahhh untung aja mslah keslahpahaman ini usai~ *pelukhaewook
    kyaaaa haewook moment suka suka…

  9. Moment haewook ny manis…donghae sll bs nenangin hati wookie walau terkadang donghae pula yg bikin hati wookie gelisah kekeke..

  10. chappiiee ini cukup mghibur,, bikin ngakak,,
    si wookie itu,, mlm bknnya tidur malah smsan ama kyu,, boong lg ama hae,,
    hae oppa makin hari makin manis + romantis,
    Hwaiting chingu,,

  11. akhirnya smua kslahphman ini trungkap..mknya wookie lw ada mslah blang lgsung aja jgan di pndam. nyesek bget t rsanya

  12. aaww yesung, sini aku peluk, huks,, biarkanlah yesung sama aku ajah hehe #dilemparcangkangddangkoma..
    aduh aduh itu posisi rawan?? wkwkwk tdk bisa d.bayangkan,,😀 akhirnya salah pahamnya selesai dengan sangat romantiis n lucu wkwkwk,, donghae jgn mesum* dong wkwk😀

  13. hae’y selalu selalu selaluuuu saja buat wook cemburu, salah paham dan nangis gara” kedekatan’y sama henry ,,,
    Stoop buat wookie menangis karenamu ooppaaaaaaaaaa,,!!!!!

    akh ak suka pas donghae ngejelasin hubungan’y sama henry ,, ughh hae’y bener” romantis 🙂

  14. Masih salah paham lagi.. Donghae jg sih ketemu henry pake sembunyi sembunyi begitu, kan wook jd salah paham terus..
    Eh tp itu roomate nya wook sungmin ternyata.. Semoga jd roomate yg akur dan sungmin betah sm wook yg manja cerewet dan cengeng kkk…
    Hadeuh.. Knpa semua cast cwok begitu menyimpan perasaan yg bgtu dalam sm wook,,
    wook bener bener special skali..

  15. dasar wookie blang dah tdr tp msh bsa blz email.kkk
    haah..akhir y jelas sdh kesalah phaman y.*ksihan wook y nangis terus

    wook skmar ma ming,,lo d pkr”bgaimana crita y ya ming ma kyu ..scara kyu wgt ssh di dekati.*slain wook pst y

    wat yeppa kasian tp mo bgaimana lg wook mlk hae.kkk
    kau yg meninggalkn y dulu.
    yaah…pnyesalan lh yg di dpt pd akhir nya. ^^

    next part kajjaa..

  16. suka banget dg sifat pengertian wookie..
    ming kenapa kau bodoh sekali, kenepa nggak langsung kataka yg sebenernya tentang perasaan mu, padahal itu adalah waktu yg tepat.😦
    ommo, ming dg wookie sekamar. hohoho hati2 ming nanti dia tau perasaan mu loh. kkeke😄
    yesung oppa itu adalah karma. haha

    daebakk ff april, keep writing !
    ^^

  17. Chap ini feelnya dpt bgt,, diawal cerita berasa ikut terbang saat adegan HaeWook kencan, diakhir cerita seperti dihempaskan begitu saja saat wook menangis diatap sekolah,, wahhh saya suka

  18. feelnya dpt bgt,, diawal cerita berasa ikut terbang saat adegan HaeWook kencan, diakhir cerita seperti dihempaskan begitu saja saat wook menangis diatap sekolah,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s