(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 10

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 10

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.


Ryeowook menaki tangga di asramanya dengan pelan, hatinya senang karena semuanya sudah jelas, dan lagi saat ini ia diantar oleh Donghaenya. Yah, ia amat yakin bahwa Donghae masihlah miliknya dan seterusnya akan begitu.

“ Kau satu kamar dengan, Sungmin? ”

Ryeowook mengangguk, “ Eum~ aku bersyukur sekali, karena bisa sekamar dengannya. Sungmin Sunbae orang yang baik ” celotehnya ringan.

Saat keduanya sudah sampai didepan pintu kamar Ryeowook, Donghae mengecup keningnya sayang. “ Oppa, pulang dulu ”

“ Ne~~ hati-hati dijalan ”

.

.

Sekarang semua kesalahpahaman telah selesai

Tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan

Ia masih milikku, dan akupun adalah miliknya ^^

.

.

Yeoja bertubuh kurus itu duduk dengan wajah kesal diatas motor Donghae. Matanya berkali-kali melirik pada arah lorong sekolah dimana tadi Donghae menyuruhnya untuk menunggunya. Tapi berkali-kali juga ia mendesah berat karena orang yang ditunggunya tak kunjung datang. Hah~ ia memutuskan untuk diam dan memainkan ponselnya.

“ Heyoo~ ”

“ Akkhh~ ” Eunhyuk berteriak heboh saat Donghae datang mengagetkannya. Matanya menatap Donghae nyalang. “ Kau!! Kau membuatku hampir mati bosan karena terlalu lama menunggumu ” sungutnya langsung.

Donghae hanya terkekeh kecil melihat wajah kesal sahabatnya ini, “ Mianhae, tadi Wookie benar-benar susah sekali ditenangkan, jadi aku terpaksa membutuhkan waktu lama agar ia bisa mendengarkan penjelasanku ”

“ Penjelasan? Kau ada masalah? ”

Donghae mengangkat bahunya ringan, “ Hanya kesalahpahaman kecil, tak perlu dibahas ”

Eunhyuk diam mematung, memikirkan hal apa yang menjadi permasalahan Donghae dan Ryeowook. ia paham betul bahwa kesalahpahaman ini bukanlah kesalahpahaman kecil, mengingat Ryeowook yang selalu bisa memaafkan Donghae kini seperti marah besar. Dalam pikirannya, ia sudah memikirkan tentang Henry..dan….

“ Kau mau tetap diam disitu?? ”

Suara Donghae menyentak lamunannya. Eunhyuk naik keatas motor Donghae dan memegang sisi kanan dan kiri jacket yang Donghae kenakan.

Motor itu melaju dengan cepat, membuat Eunhyuk mau tak mau kini memeluk Donghae dengan erat. Hah~ hal ini membuat jantungnya berdetak dengan cepat. Ia sangat senang sekali bisa berada sedekat ini dengan Donghae, ia benar-benar mencintai Donghae. Yah~ dan entah sampai kapan.

Mata Eunhyuk meneleng kesamping menghadap Donghae yang memakai helm, ia sadar bahwa hal seperti ini bukanlah apa-apa baginya, karena baginya Eunhyuk hanyalah seorang sahabat kecil yang terus berjanji akan bersama selamanya.

Tak terasa mata Eunhyuk sudah mulai berair. Hatinya sesak saat menyadari bahwa ia benar-benar seperti orang bodoh yang mencintai Donghae diam-diam. Tapi.. bukankah sudah dari dulu ia mencintai Donghae?? Jadi ia sudah kebal dengan sakit yang dirasakannya. Hatinya sudah biasa tersakiti oleh Donghae. ‘Aku mencintaimu~’ — gumamnya dalam hati sambil tersenyum kecut. Yah, hanya inilah batas keberaniannya mengungkapkan cintanya.

.

Aku menemukanmu didunia diam ku

Ketika dunia berhenti bernyanyi untukku, dan aku menemukanmu disisi gelap ku

Kau membawa aku pergi dari mimpi-mimpi burukku

Kau adalah orang yang membiarkanku ‘mendengar’ sesuatu hal…

Kau adalah cinta diamku L

[[ Choi Ryeoosmnia ]]

.

.

.

Ryeowook memakai piama tidur dengan corak ikan nemo dibajunya. Matanya sedari tadi bingung melihat Roomatenya yang sibuk sendiri dengan boneka-boneka kelinci berwarna pinknya. “ Sunbae~ apa yang sedang kau lakukan? ” tak tahan, akhirnya Ryeowook pun bertanya.

Sungmin membalikkan badannya menghadap kesebelah kiri ke ranjang Ryeowook. raut muka Sungmin jelas sekali terlihat kebingungan. “ Aku kehilangan satu boneka kelinciku, kau melihatnya?? ”

“ Ehh? ” mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.

“ Iya, kau lihat tidak? Boneka kelinci paling besar yang memegang sebuah bantal kecil bertuliskan ‘love’?? ” bertanya tidak sabar sambil kembali mengobrak-ngabrik boneka-bonekanya.

Ryeowook mengambil sesuatu dari dalam selimut yang ia gunakan untuk menutupi sebagian badannya sampai dada. Ia merogoh-rogoh..dan…

Wajah Ryeowook memucat. Jinja.. ia baru ingat bahwa tadi saat pulang dari Atap bersama Donghae, ia mengambil boneka paling besar dari ranjang Sungmin dan menjadikannya gulingnya. Uggh~ mati kau Kim Ryeowook.

Ryeowook mengeluarkan sedikit demi sedikit badan boneka itu, lalu saat sudah berada diujung, ia mendorongnya dengan keras.

PLUKK~

Sungmin menoleh, matanya melotot kearah boneka tersebut. Lalu beralih memandang horror Ryeowook dengan mata kelincinya itu. Sedangkan Ryeowook sendiri hanya menampilkan deretan gigi putihnya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“ KAU!! ” pekik Sungmin dengan menunjuk kearah Ryeowook.

“ Ehh..engh..Su-sun..bae.. ” gugupnya.

“ APA YANG KAU LAKUKAN PADA BONEKA KESAYANGANKU, HUH?? ” teriaknya kalap dan mulai turun dari ranjang lalu mengambil boneka kelincinya itu.

“ Beraninya kau menyentuhnya ” nadanya sedikit menurun, tapi masih terdengar jelas nada mematikannya.

“ A-ak— ”

“—Aku benci dengan seseorang yang memegang barang-barang kesayanganku tanpa seijinku ” potongnya.

Ryeowook tampak menyesal, ia hanya diam. Ia sadar bahwa ini salahnya, ia tahu ia bersalah, bahkan ia ingin sekali menangis saat ini. Tapi…. bukankah ia yang bersalah?

“ Mi-mianhae~ ” ucapnya pelan bahkan nyaris tak terdengar.

Sungmin tampak menekan amarahnya. Hah~ marah pada gadis cengeng dihadapannya ini sama sekali percuma, yang ada malah ia yang akan kerepotan.

“ Dengar, Ryeowook-ssi. Kau memang satu kamar denganku, dan kau juga berhak atas kamar ini, tapi satu hal yang harus kau tahu..bahwa aku tak suka jika ada seseorang yang memegang barang-barangku tanpa seijinku ” kali ini Sungmin kembali memanggil Ryeowook dengan embel-embel ‘ssi’ dibelakangnya. Padahal baru saja tadi pagi ia mencoba membiasakan diri dengan sapaan akrab, tapi sepertinya ini akan sulit, karena Ryeowook yang sudah membuatnya marah.

Ryeowook menggigit bibirnya menahan tangis. ia sadar diri bahwa ia bersalah, ia tak berhak menangis dalam situasi ini. Ughh~ kau lancang Ryeowook-ah.

Sungmin keluar dari kamar itu, dan menutup pintu itu dengan keras sehingga menimbulakn suara yang cukup keras. Sepeninggal Sungmin, Ryeowook akhirnya menangis. Ia tak tahu bahwa Sungmin akan semarah ini, padahal niatnya tadi hanya ingin meminjam sebagai guling, tapi sepertinya hal itu benar-benar membuat Sungmin marah besar.

“ Mianhae, Sunbae~ ” ucapnya dengan memandang ranjang Sungmin.

.

Kau harus tahu, bahwa setiap individu itu memiliki beberapa hal yang ia tak suka

.

.

.

Terlihat seorang yeoja berperawakan kurus membawa sebuah rantang makanan yang sepertinya akan ia berikan pada salah satu tetangganya. Tangannya menekan bel rumah itu, tak lama kemudian seseorang membukanya. Nampaklah sesosok yeoja paruh baya yang tersenyum lembut menyapanya dan menyuruhnya masuk.

Yah, Ny.Lee, Umma dari Donghae. “ Wah~ terimakasih nae, Hyukkie~ ”

“ Sama-sama, Ahjumma. Ah~ Umma juga titip pesan, kalau besok malam Ahjumma dan Donghae diundang dalam acara makan malam dirumah ” berucap manis sambil menggunakan tata krama yang benar-benar lembut.

Ny.Lee itu mengangguk, “ Tentu Ahjumma akan datang. Dan Donghae pasti akan senang, karena ia suka sekali dengan makanan yang dibuat oleh Ummamu, Hyukkie~ ”

Ny.Lee itu mengelus sayang rambut Eunhyuk. Yah, tak dipungkiri bahwa Ny.Lee benar-benar menyukai yeoja bergummy smile itu, Ny.Lee menyukai Eunhyuk yang selalu membuat Donghae gembira kembali setelah kepergian Appa nya dulu. Dan sepertinya ia pun juga berharap lebih akan persahabatan kedua orang itu dulu, iya DULU!! Saat Donghae belum mengenalkan Ryeowook sebagai yeojacingunya.

Baginya, tak masalah Donghae bersanding dengan siapa saja nantinya, asal anaknya bahagia maka ia pun akan ikut bahagia. “ Kau mau menemui Donghae?? ” tanyanya.

Eunhyuk mengangguk. “ Ia dikamarnya, masuklah. Pasti ia senang kalau ada kau disini ”

Tak perlu banyak bicara lagi, Eunhyuk pun berjalan menaiki tangga rumah itu dan menuju kamar Donghae yang memang berada dilantai dua.

“ Hae! ” panggilnya kelewat semangat dengan berlari masuk lalu mendudukkan dirinya diranjang Donghae. Donghae yang memang sedang tidur itupun akhirnya membuka matanya paksa karena merasa terusik dengan suara keras Eunhyuk. Yah, kalau itu suara Ryeowook sih ia akan sangat senang.

“ Banguuuunn, Hae!! ”

PLUK~

“ Kau mengangu tidurku, pergi sana! ” dilemparnya guling disampingnya yang mengenai wajah Eunhyuk.

Eunhyuk mengerucutkan bibirnya kedepan. “ Kau ini benar-benar tak menghargai sahabatmu sendiri yang sudah jauh-jauh datang kerumahmu, Hae ”

“ Apanya yang jauh? Rumahmu bahkan hanya berjarak 3 rumah dari rumahku, jangan mengada-ngada ” menjawab dengan masih mata yang tertutup. “ Yang penting aku merasa ini sangat jauh, karena aku jalan kaki ” kesalnya dengan masih mengerucutkan bibirnya kedepan.

“ Hmm, terserah. Sekarang pergilah~ ”

Eunhyuk mendengus, “ Tidak mau ”

“ Ya sudah, asal kau tak menganggu tidurku, aku tak masalah kau tetap disni ”

Eunhyuk memperhatikan Donghae yang kini masih menutup rapat matanya, ia ingin sekali rasanya memeluk Donghae seperti halnya Ryeowook. ia sangat ingin sekali Donghae memanjakannya seperti halnya ia memanjakan Ryeowook, ia ingin sekali Donghae memandangnya dengan tatapan penuh cinta, ia ingin Donghae bisa mengerti perasaannya. Ia ingin… ah~ banyak hal yang ia inginkan dari Donghae.

“ Hae~ ”

“ Hmm? ”

“ Kau..sangat mencintainya ya?? ”

“ Siapa? ”

“ Ryeowook, kau..Apa kau serius mencintainya? ” bertanya dengan nada lirih.

“ Ya!! tentu saja, aku tak pernah merasakan jatuh cinta yang sedemikian indah ”

Eunyuk meremas dada kirinya sakit, ia duduk membelakangi Donghae yang masih memejamkan matanya. Demi Tuhan, ia tak ingin menangis saat ini. Ia sudah memantabkan hatinya sedari tadi dari rumah, ia bertekad untuk mengungkapkan semuanya, tapi…. kenapa rasanya begitu sulit?

“ Donghae-ah, ada seseorang yang sangat mencintaimu ”

Donghae membuka matanya, manik hitam mutiaranya memadang punggung kurus Eunhyuk, “ Benarkah? Siapa? ”

“ Seseorang yang selalu ada di dekatmu ”

Donghae mengerutkan keningnya tak mengerti. Seseorang yang selalu ada didekatmu?? Siapa? —Donghae berpikir keras. Namun, akhirnya ia tersenyum. Ah~ sepertinya ia mulai tahu siapa orang yang dimaksud sahabatnya ini.

“ Ah~ ya aku tahu, kalau dia sangat mencintaiku ”

Badan Eunhyuk menegang. Donghae tahu, ja-jadi ia tahu bahwa Eunhyuk mencintainya?? Bagaimana ini?? Bingungnya.

“ Ka-kau tahu si-siapa orangnya?? ” terbata. Ia tak bisa berbicara dengan benar.

Donghae membalikkan tubuh kurus Eunhyuk untuk menghadapnya, “ Tentu saja aku tahu..” Donghae menjeda sebentar kalimatnya, “ Ryeowook memang sangat mencintaiku ”

JLEB!!

Nafas Eunhyuk tercekat, seluruh aliran darahnya seolah berhenti karena pemompaan jantungnya pun seperti berhenti saat Donghae menyebut nama ‘Ryeowook’. ia tak menyangka bahwa orang yang dipikirkan oleh Donghae adalah Ryeowook.

Jadi benar.. bahwa sedikit pun Eunhyuk tak pernah ada dalam hati maupun pikiran Donghae. Sakit..kenapa rasanya sakit sekali.

“ Ummh~ aku juga sangat mencintainya, Hyukkie ” paparnya lanjut.

Sekuat tenaga Eunhyuk memaksakan senyumnya. “ Arasseo, semoga kalian selalu langgeng dan bahagia ” bibir Eunhyuk berkata seolah-olah itu adalah sebuah kebahagiaan baginya, tapi siapa sangka bahwa jauh dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia benar-benar telah hancur.

“ Ah, tadi Umma menyuruhku untuk segera pulang. Aku pulang dulu ya~ ”

Berlari, berlari dan berlari sekuat tenaga untuk segera meninggalkan rumah mewah itu. Ia bahkan tak menyahut saat Ny.Lee memanggilnya, sesak didadanya benar-benar membuatnya tak bisa lagi berfikir jernih. Ia benar-benar tak habis pikir.

“ Haha~ bodoh sekali aku, berfikir bahwa Donghae akan mengetahui perasaanku. Ck..kau bodoh Lee Hyukjae ” berceloteh sendiri sambil masih berlari cepat yang entah akan membawa langkahnya kemana.

Ia bahkan seperti orang yang lupa tempat tinggalnya karena justru melewati rumahnya dan berlari terus menembus malam. Tangannya terus saja menyeka kasar setiap air mata yang keluar dari pelupuk matanya. Kenapa? Kenapa harus seperti ini? Bagaimana bisa ia akan menyatakan cintanya pada Donghae, jika Donghae saja tak pernah memandang dirinya sebagai seorang gadis yang mencintainya. Ini konyol, benar-benar konyol.

BRUK~

Eunhyuk jatuh tersungkur di trotoar yang sepertinya sudah sepi. Ia menangis, dan memukul-mukulkan kepalan tangannya pada trotoar itu. Bahkan ia tak menghiraukan tangannya yang sudah lecet dan mengeluarkan darah. Ia sudah lupa bagaimana rasa sakit, karena sakit dihatinya lebih pedih daripada lukanya.

“ Hikz..Hikz.. ” tetap menangis dan pukulan tangannya perlahan melemah dan berhenti. “ Kenapa kau begitu tak adil padaku, Tuhan?? ” ia berujar lirih, meskipun begitu suaranya terlihat sangat marah dan kecewa.

“ Kau memilihkan jalan takdir yang begitu sulit ku lalui. Aku dilahirkan sebagai seorang yang lemah, kau mempertemukanku dengan Donghae, hingga akhirnya aku mencintainya, dan kau pun mematahkan hatiku, menggoreskan banyak luka dihatiku, membuatku merasa membenci diriku sendiri yang lemah ini, menjadikanku seorang munafik dengan cinta yang kau berikan padaku ”

“ Kenapa? Kenapa kau begitu tak adil padaku?. Kau memberikan banyak keistimewaan padanya, haha~ kau menjadikan Ryeowook sebagai seorang yang dicintai banyak orang, gadis lemah itu….ia bahkan tak lebih kuat dariku, tapi…tapi kenapa selalu aku yang kalah? Kau benar-benar tak adil, Tuhan ”

Hancur. Hancur sudah harapannya. Ia bahkan sudah gelap mata sehingga menyalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang menimpanya, ia bahkan sudah bingung harus menyalahkan siapa dalam hal ini. Ia tak mungkin menyalahkan Donghae, karena justru Donghaelah seseorang yang pertama kali menemukannya disisi gelap hidupnya.

Menyalahkan Ryeowook? oh~ ia masih waras. Patutkah ia membenci, menyela atau menyalahkan gadis mungil yang penuh pesona sepertinya? Ryeowook bahkan selalu baik padanya, ia rela membagi Donghae dengannya, ia memahami Eunhyuk yang bersahabat dengan Donghae, sehingga memperbolehkan Eunhyuk pulang-pergi ke sekolah bersama Donghae yang sebenarnya Ryeowook sendiri ingin sekali dijemput oleh Donghae.

Yah~ Eunhyuk sadar, bahwa Ryeowook terlalu baik untuk disalahkan. Ia tak berhak marah pada yeoja mungil itu. Tapi… kenapa rasanya seperti sesak saat melihat ia bermanja pada Donghae? Kenapa rasanya ingin sekali melenyapkannya dari Dunia ini? Kenapa?

“ Aarrgghhh~ AKU LELAH DENGAN SEMUA INI. BUNUH SAJA AKU!! ” berteriak keras ditengah malam yang sunyi senyap.

Batinnya saling berperang. Sisi buruk dalam hatinya selalu membuatnya ingin sekali membenci gadis itu, tapi sisi baik dalam hatinya senantiasa mengingatkan akan segala hal baik tentang yeoja mungil itu. Ini pilihan yang buruk, sangat buruk.

Seorang namja yang secara tak sengaja berjalan dimalam hari itu, tampak mengernyit heran saat melihat yeoja itu yang tengkurap ditrotoar sambil menangis. Ia berjalan mendekati yeoja itu, jangan sangka ia takut akan hal-hal yang berbau misteri, karena ia adalah seorang Christiani yang alim.

Matanya melebar sempurna saat mengetahui bahwa gadis yang tengkurap itu ternyata adalah teman satu sekolahnya, terlebih teman satu organisasinya. Yah, meskipun mereka tak seberapa dekat dan terbilang tak saling mengenal tapi ia tahu betul bahwa gadis itu adalah Eunhyuk.

“ Eunhyuk-ssi?? ”

Yang dipanggil mendongak, matanya yang memerah dan bengkak tampak membuat wajahnya terlihat sangat menyedihkan.

Dengan cekatan, namja itu membantu Eunhyuk berdiri. “ Gomawo, Siwon-ssi ”

Siwon meneliti keadaan Eunhyuk dari bawah sampai atas yang terlihat acak-acakan. Dan lagi, ia juga kaget saat melihat tangan Eunhyuk yang terluka. “ Kau..kenapa? tanganmu berdarah ”

Siwon mengambil sapu tangan dari saku celananya, dan menyeka darah yang keluar dari tangan kanan Eunhyuk yang ia gunakan untuk memukul aspal trotoar itu.

Siwon semakin dibuat bingung dengan tingkah laku Eunhyuk yang diam saja seperti tak merasa kesakitan saat sapu tangan Siwon membungkus tangannya yang terluka. Padahal Siwon sendiri bergidik ngeri melihat luka Eunhyuk. “ Apa sakit?? ”

“ Ini bahkan bukan apa-apa. Disini— Eunhyuk menunjuk dada sebelah kirinya menggunakan tangan kirinya yang masih baik-baik saja— jauh lebih sakit dan perih ”

Siwon akhirnya mengerti. Yah~ ia tahu bahwa orang yang berada didepannya ini pasti memiliki masalah yang membuat hatinya terasa sakit. Ia faham betul itu. Karena ia juga merasakannya, bahkan sampai saat ini sakitnya masih terasa.

“ Mau bercerita? Yah, meskipun kita tak saling mengenal walaupun satu sekolah dan satu organisasi, tapi setidaknya aku bisa mendengarkan ceritamu. Itu kalau kau mau sih ” menawarkan dengan lembut seraya tersenyum memperlihatkan dimple smilenya yang amat menggoda.

Siwon yang dahulu tak pernah ambil pusing dengan kehidupan orang lain, kini nampak tertarik. Ini semua karena yeoja mungil itu. Yeoja mugil yang sok tahu, yeoja mungil yang selalu berperilaku labil layaknya orang dewasa disaat-saat tertentu, dan bertingkah manja saat penyakit manjanya kumat.

Eunhyuk mengamati wajah Siwon dengan detail. Ia bisa melihat sebuah ketulusan dari matanya, ia melihat sebuah pancaran kelembutan disana. Eunhyuk tahu, bahwa Siwon bukanlah orang yang suka menggembar-gemborkan dan membuka aib orang lain, dan mungkin tak ada salahnya jika berbagi cerita dengannya. Toh, ia sudah lelah menyimpannya.

Karena jalan dimana mereka bertemu terlihat sangat sepi, maka Siwon dan Eunhyuk memutuskan untuk duduk disalah satu pinggiran trotoar. Mereka tak mempedulikan celana mereka yang akan kotor nantinya.

Siwon duduk bersampingan dengan Eunhyuk, “ Jadi, ada masalah apa denganmu—”

“ Panggil, aku tanpa embel-embel ‘ssi’ ” sambarnya cepat. Siwon mengangguk, “ Kau juga bisa memanggilku dengan Siwon ”

Kini giliran Eunhyuk yang mengangguk. “ Aku pikir tadi sudah tak akan ada orang lain yang peduli dengan keadaanku lagi ” ia membuka suara dengan pandangan lurus kedepan.

“ Hm? Kenapa? ”

“ Entahlah, rasanya semua terasa begitu tak adil untukku. Tuhan seolah tak menyayangiku, hingga membuat hatiku rasanya sudah mati ”

“…”

“ Tuhan tak membuatku memilikinya, justru ia seolah ingin sekali membunuhku secara perlahan dengan cara menyakitiku terus-menerus ”

Siwon tersenyum, “ Kau salah. Tuhan itu baik, dia tak akan pernah membiarkan anak-anaknya menangis sendiri, ia selalu menakar segala tangis yang kau keluarkan, ia selalu memelukmu dari tempat yang tak kau ketahui, dan…dia tak akan membuat anak-anaknya menghadapi masalah diluar batas kemampuannya ”

Eunhyuk mendesah berat. Ucapan Siwon barusan membuatnya sedikit tenang. Yah, Siwon benar bahwa Tuhan tidak akan mempersulit hidup anak-anaknya.

“ Tapi…kenapa rasanya dada ku selalu sesak? ”

Siwon diam mengamati segala perubahan wajah yeoja kurus disampingnya ini.

“ Saat aku hampir saja meyakinkan, namun aku hanya bisa diam membisu. Melihat kebersamaan mereka yang begitu intim membuat hatiku rasanya sakit ”

“ Kau mencintai seseorang yang sudah memiliki kekasih?? ”

Eunhyuk mengangguk. “ Apa salah mencintai seseorang yang sudah punya pacar?? ”

“ Apa ada aturannya tidak boleh suka seseorang yang punya pacar?? ” Siwon kembali bertanya. Bukannya ia mau membela Eunhyuk yang berada diposisi yang sama dengannya, hanya saja…. bukankah ucapannya ini benar? Bukankah memang tak ada peraturan yang tak mengijinkan seseorang jatuh cinta pada orang lain yang punya pacar??

“ Yah, kau benar… ”

“ Tapi…kenapa begitu menyakitkan, Siwon? ”

Eunhyuk memandang keatas langit, malam ini tak ada bintang yang bertaburan mengelilingi langit gelap itu.

“ Itu sudah menjadi konsekuensinya, berani mencintai berarti berani mengambil resiko ”

Eunhyuk tersenyum miris. “ Tapi aku punya batas kesabaran dan kelelahan, haruskah..haruskah selamanya begini? ”

DEG!!

Ucapan Eunhyuk membuatnya mengatupkan bibir Siwon rapat-rapat. Rahang Siwon mengeras. Tidak, ia tidak marah, hanya saja…ini benar-benar membuatnya tersadar, bahwa tak akan selamanya ia begini. Tangan Siwon mengepal dengan kuat, sebisa mungkin ia berusaha menahan gejolak sakit hati yang memenuhi rongga dadanya.

Hah~ menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Siwon mencoba tersenyum lembut pada Eunhyuk yang memandangnya. “ Aku tahu apa yang sedang kau rasakan, karena ku rasa kita berada pada posisi yang sama ”

“…”

“ Donghae Hyung. Kau mencintainya, bukan? ”

Eunhyuk membulatkan mata kucingnya. Ia tak menyangka bahwa Siwon tahu hal ini, bukankah selama ini ia tak pernah mengenal Siwon dengan dekat? Bagaimana bisa ia tahu?

“ Aku bisa melihatnya setiap kali kau menatap Donghae Hyung, tatapan matamu..menyiratkan sebuah cinta yang begitu murni ”

Eunhyuk menunduk, menyembunyikan tangisnya yang kembali mulai pecah. Apa sebegitu terlihatkah?

Entah dorongan darimana, tapi tiba-tiba tangan Siwon menghapus cairan bening yang tumpah dipipi yeoja kurus itu. Ia ikut merasakan perih saat melihat orang lain yang tersiksa dengan cinta bertepuk sebelah tangan ini. “ Kau harus kuat, sebuah cinta tak pernah membuat kita bersedih, cinta itu menyenangkan. Tinggal kita saja yang harus bisa menempatkan saat-saat dimana cinta itu kita gunakan. Jangan menyesali ini semua dan menyalahkan Tuhan, ia hanya berusaha mengajarimu sebuah keteguhan hati, ia hanya ingin kau kuat. Percayalah~ ”

Siwon dengan tenang berucap sambil menggenggam kedua tangan Eunhyuk, menyatukan kedua belah tangan itu dalam genggaman tangan halusnya. Saling memberi kekuatan dalam setiap kepedihan hati yang saat ini menggerogoti hati mereka.

Mereka sadar sepenuhnya bahwa hari-hari yang mereka lalui tak akan seindah orang lain.

“ Aku bertemu Donghae jauh sebelum Ryeowook, tapi sepertinya Ryeowook lah yang berhasil memenangkan hatinya ”

“ Dan aku bertemu dengan Wookie lebih dulu ketimbang Donghae Hyung, tapi Tuhan memiliki rencana lain. Haha~ Tuhan menyatukan mereka dan membiarkanku sebagai salah satu pelengkap cinta mereka ”

Eunhyuk menganga tak percaya, “ Kau..lebih dulu bertemu dengan Ryeowook? ”

“ Ya. ia menyelamatkanku dari sebuah keterpurukan, ia mirip dengan seseorang yang dulu begitu aku cintai. Dia.. istimewa ” jawabnya terus terang.

Eunhyuk hanya mengangguk kecil. “ Aku tahu itu. Semua orang selalu mengatakan bahwa yeoja mungil itu istimewa ”

Siwon terkekeh kecil mendapati wajah Eunhyuk yang sekarang sedang cemberut. “ Hei, sudahlah. Jangan iri dengan kelebihan seseorang, setiap orang itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing ”

Mendengus. Eunhyuk hanya memutar bola mata bosan. Oh..sepertinya ia sudah lupa akan sakit dihatinya. Yah, kalau begitu lebih baik ia sering-sering saja bercerita pada namja atletis disampingnya ini, toh Siwon ternyata orang yang baik.

“ Boleh aku bertanya sesuatu? ”

Siwon menoleh kesamping, “ Apa? ”

Eunhyuk tampak berfikir sejenak, “ Umh~ sebenarnya apa yang membuatmu mencintai, Ryeowook? ”

Siwon tampak berfikir, tentang hal apa saja yang telah membuatnya jatuh cinta padanya, dan..wajah Kibum terbayang-bayang kembali dalam memory otaknya. “ Entahlah, yang pasti ia mengingatkanku pada seseorang yang dulu sangat aku cintai. Dan disaat aku begitu lelah dengan dunia ini, dia datang dan mengajariku arti kebahagiaan. Eng..yah kurang lebih seperti itulah ”

Sebegitu hebatkah seorang Ryeowook bagi Siwon? Membantunya bangkit dari keterpurukan. Waw, bukankah ini hebat?— Eunhyuk membatin.

Satu lagi. Satu hal lagi yang telah Eunhyuk dapat. Ia mendapat sebuah alasan, kenapa seseorang begitu mencintai yeoja mungil itu. Senyum itu terasa pahit jika dapat dirasakan. Yah, tentu saja ia tak ada apa-apanya dibanding Ryeowook, itu sudah jelas dari awal.

“ Mau kuantar pulang? ” tawar Siwon.

Eunhyuk mengerjap-ngerjap bingung, tapi selanjutnya ia mengangguk ragu. “ Ne~ ”

.

.

Ketika kau mempunyai harapan yang tergantung setinggi langit, Lalu harapan itu pupus begitu saja..

Rasanya pasti akan sakit sekali

Apalagi, jika harapanmu itu dipupuskan oleh orang yang kau cintai.

‘Bahkan, bolehkah aku berharap kalau kau bisa mencintaiku suatu saat nanti?’

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Namja dengan tinggi yang berlebih serta hidung yang mirip koala itu kini mendesah pasrah. Berkali-kali ia memejamkan matanya, tapi selalu gagal. Bayangan yeoja berpipi Chubby mirip kue Mochi itu selalu berlalu lalang dalam otak dan ingatannya.

Ugh~ ini sudah berhari-hari sejak kejadian ketaksengajaan mereka yang saling tabrakan, dan berlanjut hingga sekarang, yang membuat seorang Zhoumi selalu gagal memusatkan konsentrasinya. Huh, beginikah rasanya jika sudah jatuh cinta?

Zhoumi bangun dari tidurnya dengan wajah yang acak-acakan. Diliriknya jam di ponselnya. Ia mengusap wajahnya kasar saat menyadari bahwa ini sudah menjelang pukul 1 malam dan tentu saja ia belum juga mau tidur. Perlahan ia membalikkan bantalnya dan mengambil sebuah foto.

Yah, foto Henry Lau yang tengah tersenyum manis. Jangan tanya dia mendapat darimana, karena seorang Zhoumi memiliki beberapa anak buah disekolah, jadi sangat mudah baginya untuk mendapatkan foto Henry, jangankan foto, alamat pun pasti sangat mudah ia dapatkan.

Zhoumi memandang lekat-lekat foto yang diam-diam selalu ia sembunyikan dibawah bantalnya itu.

“ Ck, bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu? Ini benar-benar aneh ” celotehnya dengan menunjuk-nunjuk foto Henry. “ hah~ bahkan ketika aku makan atau pun tidur, aku selalu memikirkanmu ” sambungnya sambil meremas rambutnya.

“ Kau tahu, aku seperti orang Amnesia yang menyukai segala sesuatu tentang dirimu dan melupakan segalanya ”

Ohh..oke! bahkan sekarang Zhoumi sudah lupa bahwa ia tak hanya seperti orang yang Amnesia, tapi juga seperti orang yang tidak waras. Kkk~

Lelah menyerang dirinya, hingga akhirnya tanpa sadar Zhoumi sudah tidur dengan posisi setengah duduk yang menyender pada kepala ranjang sembari membawa foto itu kedalam pelukannya. Sebegitu jatuh cintanya, eoh?? ^^

.

.

.

Ketika kau mencintai seseorang, maka jantungmu akan berdetak lebih cepat saat melihatnya ^^

.

.

.

Gadis itu berjalan dengan linglung melewati koridor yang masih gelap, kepalanya terasa sangat pusing dan sulit bernafas tak seperti biasa. Tangan kirinya terus menopang tubuhnya di dinding agar ia tetap bisa berjalan menuju kelasnya.

Pagi ini ia ada jadwal piket kelas. Dan seperti yang selalu namjacingunya katakan, bahwa menjadi kekasihnya haruslah bisa menjadi siswa yang disiplin. Namjanya tak mau jika terus-terusan melihat dirinya yang terlambat dan sering melalaikan tugas sekolah. Huft~ susah rupanya menjadi yeojacingu seorang ketua Osis.

Ryeowook. keadaan gadis itu memang tak seburuk yang baru saja aku gambarkan. Hanya saja, wajahnya memang terlihat pucat hari ini, semalaman ia tak tidur karena menunggu Sungmin yang tak kunjung kembali ke kamarnya. Ryewook duduk didepan pintu kamar mereka dengan menekuk lututnya, berharap bahwa Sungmin mau memaafkannya. Tapi ternyata, ia malah ketiduran dan terbangun masih sama pada posisinya semalam, dan lagi… Sungmin tak kembali.

Rasa bersalah mulai kembali menyerang perasaannya. Andai saja ia tak lancang saat itu, mungkin sekarang ia bisa berjalan bersama dengan Sungmin Sunbaenya.

Ryeowook yang memang sedari tadi berjalan sambil menundukkan kepalanya sekarang berhenti melangkah saat matanya yang masih setengah terbuka mendapati sebuah sepatu. Yah, sepatu seseorang dan—

Ryeowook mendongak saat menyadari bahwa ternyata ada seseorang didepannya. Matanya membulat lucu saat wajah namja yang tak asing lagi bagi dirinya sedang berdiri melipat tangan dengan tubuh yang bersender di dinding serta sebuah cengiran lebar yang menghiasi wajah tampannya.

Ryeowook menarik nafas kesal. “ Kau benar-benar mengagetkanku, Kyu ”

Yang dibentak hanya mengangkat bahunya sebentar, lalu menarik tangan kanan Ryeowook supaya berjalan agak cepat agar segera sampai dikelas mereka. Tapi baru saja ia ingin melangkah, Kyuhyun kembali menghentikan langkahnya.

Sebelah tangannya yang tadi ia masukkan ke saku kini ia tempelkan ke kening yeoja mungil itu. Mata Kyuhyun membulat. “ Kau demam! ” paniknya.

Ryeowook mendongak, “ Aku hanya merasa tak enak badan sedikit, Kyu. Tenang saja, aku masih bisa ”

“ Tidak, tidak. Kau seharusnya tak perlu masuk sekolah hari ini, suhu badanmu benar-benar panas, Wookie-ah ”

“ Kyu~ tenanglah. Aku baik-baik saja ”

Baru saja Kyuhyun mencoba bicara tapi sudah dipotong oleh yeoja itu. “ Kau bisa antarkan aku ke UKS—”

Kyuhyun hampir mengangguk. “—nanti jika aku sudah merasa tak kuat lagi ”

Kyuhyun mendengus sebal mendengar kelanjutan ucapan Ryeowook. issh, dasar yeoja keras kepala. Ia hanya tak ingin Ryeowooknya sakit. Tapi.. ya sudahlah, toh ia juga tak bisa menolak. Kyuhyun dengan berat hati mengangguk. “ Kau sudah berjanji, jadi tepati janjimu. Jangan menahan sakitmu jika kau sudah tak mampu, dan—”

“ CUKUP!! Sejak kapan sih kau berubah cerewet begitu? ” lagi-lagi Ryeowook memotong ucapan Kyuhyun.

“ Ya! kau juga sedari tadi memotong ucapanku ” Kyuhyun kini juga ikut berteriak.

Ryeowook mendengus menahan tawa melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang jarang sekali ia lihat. Umh~ ia sangat suka jika Kyuhyun sudah berteriak seperti itu. Ini benar-benar menyenangkan.

Ryeowook menarik lengan Kyuhyun, “ Daripada kau terus melotot seperti itu, lebih baik kita cepat ke kelas dan kau juga harus membantuku melakukan piket kelas ”

“ Kau selalu seenaknya saja. Menyuruhku menemanimu ikut serta membersihkan kelas, sudah jelas ini bukan jadwal piketku. Lagian kau juga tak pernah membantuku piket ” sungutnya yang semakin membuat Ryeowook yang masih menarik lengan Kyuhyun terkikik kecil.

“ Ck, Berisik. ”

Meskipu begitu, tapi Kyuhyun tersenyum senang dan bahagia. Ia memang sengaja selalu datang pagi saat jadwal piket yeoja mungil itu. Umh~ ia ingin membantunya. Lagi pula ia juga tak tega jika harus melihat Ryeowook yang sudah terlambat dan dihukum oleh Eunhyuk harus mendapat hukuman lagi dikelas karena tak piket. Bisa-bisa badan Ryeowook yang mungil akan bertambah kecil.

.

.

Hanya dengan hal sederhana begini, aku merasa menjadi orang paling bahagia sedunia…

Aku mensyukuri keadaan ini bersamanya. Yah~ sejauh ini aku merasa bahagia ^^

.

.

Sungmin berjalan mendekati sahabatnya yang kini tengah duduk-duduk santai di atap dengan earphone yang menyumpal telinganya. Ia memicingkan matanya saat secara tak sengaja menemukan tangan Eunhyuk berbalut sebuah perban.

Sungmin menarik salah satu earphone itu membuat Eunhyuk membuka matanya. “ Minnia! Ada apa? Jangan mengangguku ” ketusnya dengan kembali memasang earphone itu. Tapi Sungmin juga kembali melepasnya. Eunhyuk berdecak sebal. “ Ada apa sih? ”

“ Kau yang ada apa? Tanganmu itu kenapa? ”

Eunyuk memutar bola mata bosan. Ugh~ ia bosan menjawab pertanyaan yang sudah berkali-kali harus ia jawab dari setiap siswa yang menanyainya. “ Aku terkena pecahan kaca ”

Mata foxy Sungmin memandang selidik Eunhyuk yang sepertinya memalingkan wajahnya. Hei, mereka ini sahabat, sudah pasti Sungmin tahu mana ucapan bohong dari Eunhyuk dan mana yang jujur.

“ Kau.. bohong! ”

“ Aku tidak bohong ”

“ Bohong. Kau pembohong ”

“ Sudah ku bilang aku tidak bohong ”

“ Seorang sahabat tak akan membohongi sahabatnya sendiri ”

Hah~ Eunhyuk menghela nafas bosan. “ Baiklah, aku berbohong ”

Sungmin tertawa kecil. Dirinya ikut mendudukkan tubuhnya dipinggiran atap. Memandang kebawah dimana banyak para siswa yang sibuk dengan urusan masing-masing. Pohon-pohon rindang yang mengelilingi sekolahnya ini selalu dijadikan objek merumpi bagi gadis-gadis penggosip. Terkadang Sungmin tak habis pikir, bagaimana bisa seorang gadis begitu suka menjual omongan seperti layaknya Ahjumma-Ahjumma dipasar yang mendagangkan sayurannya??

“ Jadi? ” tanyanya.

Eunhyuk menunduk, “ Aku memukul aspal trotoar semalam ”

Mata foxy Sungmin membuka lebar. “ Mwo?? ”

“ Aku tahu ini gila. Tapi aku benar-benar tak bisa bertahan lebih lama lagi, Min. Aku mencoba mengungkapkannya, tapi Ia malah menyinggung soal Ryeowook. hah~ susah sekali rasanya ”

“…”

“ Padahal aku sudah berusaha sekuat mungkin untuk tidak terluka dan menangis…tapi nyatanya..”

Eunhyuk tak meneruskan kalimatnya. Matanya terasa sudah mengembun.

“ Aku tahu apa yang kau rasakan ”

Sungmin memeluk tubuh kurus Eunhyuk yang bergetar. Ia mengusap punggung itu dengan lembut. “ Aku memang bukan Peri, jadi aku tak bisa berbicara terlalu besar seperti akan menyembuhkan lukamu. Tapi..aku juga bukan manusia yang rendah, yang membiarkan sahabatku menangis sendiri seperti ini. Aku..merasa bercermin ketika memandangmu. Yah..kita adalah sama. Sama-sama tak terlihat oleh orang yang kita cintai ”

Mata foxy itu kini juga telah berair. Meneteskan kembali butiran kristal bening. Ia menutup matanya erat saat secara tak sengaja melihat Ryeowook dan Kyuhyun yang tengah berjalan beriringan menuju ruan TU.

Kenapa saat-saat seperti ini ia harus melihat Kyuhyun dan Ryeowook? saat dimana dirinya berusaha menguatkan sahabatnya.

.

.

Yang paling indah adalah pertemuan dengan seorang sahabat yang seperti ‘Sapu Tangan’

Karena Sahabat yang seperti ‘Sapu Tangan’ itu selalu menghapus keringat saat lelah dan menyeka air mata saat menangis

.

.

Bel jam istirahat itu berbunyi, membuat Ryeowook dan seluruh siswa dikelas 1 ekselerasi itu mendesah lega. Pasalnya pelajaran guru yang terkenal killer itu akhirnya selesai. Berkutat dengan pelajaran Sejarah selalu membuat kepala mereka pecah. Memikirkan tentang masa lalu dan selalu membahas kehidupan jaman dahulu. Issh~ jadul banget kan? kkk~

Ryeowook menoleh kesamping memandang Kyuhyun yang sudah bermain PSP. “ Kyu~ pelajaran sejarah itu membosankan yah? ”

“ Matematika kau anggap sebagai pelajaran yang tak kau kuasai, Ilmu Ekonomi juga kau anggap pelajaran yang matre karena membahas uang terus-menerus, Olahraga kau bilang melelahkan, dan sekarang kau bilang Sejarah adalah mapel yang membosankan. Ck, sebenarnya apa yang kau bisa dan kau sukai sih? ” berkata jahat dengan masih sibuk bermain PSP.

Ryeowook mengerucutkan bibirnya kedepan. “ Ya! jangan bicara seperti itu. Kau seolah-olah mengataiku bodoh ”

“ Aku tak bicara begitu ”

“ Kau menyindirku ”

“ Ak—”

“ Secara halus ” lanjutnya memotong perkataan Kyuhyun.

“ Iya..iya..aku tahu kalau aku ini bodoh dan tak sepandai dirimu. Tapi setidaknya jangan frontal begitu dhong ” sungutnya dengan menaruh pucuk dagunya dimejanya.

Kyuhyun tampak mendengus menahan tawa. Mati-matian ia berusaha menyembunyikan tawanya karena melihat ekpresi Ryeowook yang kini tengah memajukan bibirnya kedepan, alisnya bertaut dan tangan yang menggesek-gesek kursi didepannya. Kyuhyun bahkan brfikir bahwa Ryeowook benar-benar seperti anak Idiot. Kkk~ yah.. anak Idiot yang ia cintai.

Ryeowook menegakkan badannya, dan melihat Henry yang tengah duduk berdua dengan Taemin. Mereka sepertinya bertukar kotak bekal bersama. Melihat kedekatan Taemin yang dengan Henry membuatnya kembali bersedih. Hah~ sepertinya akhir-akhir ini mood nya sedang diuji.

“ Ryeowook-ah~ kau tak makan? Ayo kesini~ ” Taemin memberi isyarat untuk mendekat. Mata Ryeowook berbinar. Ugh~ akhirnya Taemin memanggilnya.

“ Mau makan? ” tawar Taemin saat Ryeowook sudah berada dibangkunya. Ryeowook menggeleng, “ Aniya~ aku sedang tidak lapar. Umh~ aku ke Toilet sebentar nae~ ”

Ryeowook berjalan meninggalkan Taemin dan Henry. Tadi.. ia sempat melihat ekspresi wajah Henry yang terlihat bingung. Umh~ ia sedang memikirkan apa?— tanyanya pada dirinya sendiri.

Ia masuk ke Toilet tersebut dan mencuci tangannya serta membasuh wajahnya yang sepertinya terlihat kusut sekali. Badannya sepertinya memang benar-benar sedang tak baik-baik saja. Suhunya masih terasa panas.. tapi ia tak boleh mengeluh. Ia harus kuat, lagi pula ia sudah bertekad bahwa nanti pulang sekolah ia akan pergi ke toko boneka untuk membelikan boneka kelinci untuk Sungmin.

Wajahnya bersinar kembali ketika memikirkan bagaimana wajah bahagia Sungmin nanti jika tahu bahwa dirinya mendapatkan boneka kelinci baru. Tak sadar bahwa ia sudah tertawa kecil saat ini.

“ Kau kenapa? ”

“ Eh? ”

Henry mengangkat sebelah alisnya, “ Kau tertawa seperti orang gila ”

Ryeowook membulatkan matanya lucu. Ia terkejut bukan karena perkataan Henry, melainkan karena nada suara Henry yang terdengar dingin. Ada apa? Bukannya mereka tak ada masalah apa-apa? Masalah yang kemarin saja ia tak mempermasalahkannya dengan Henry kan? jadi ini kenapa?

“ Tidak ada. Aku hanya sedang bahagia. Hehe ”

Henry semakin bingung dengan sikap yeoja mungil didepannya ini. Bukan karena apa, hanya saja setahunya kemarin ia kan melihat Ryeowook bertengkar hebat dengan Donghae dan sekarang kenapa Ryeowook tampak bahagia? Aneh.

“ Kau tak sedih jika sedang marahan dengan, Donghae Oppa? ”

Ryeowook mengkerutkan keningnya tak mengerti. “ Marahan? Maksudmu? ”

“ Kemarin—”

“ Aa..aku sudah baikan dengan Oppa. Lagi pula aku tak mempermasalahkannya lagi kok ”

Henry semakin dibuat tak mengerti dengan perkataan Ryeowook. baikan? Jadi semudah itukah?

Mata Henry berkilat tajam. Ada perasaan benci dan tak rela mendengar ucapan Ryeowook barusan. “ Aku akan memberitahumu sesuatu hal. Sesuatu hal yang penting ”

“ Apa?? ”

Henry menyeringai sekilas. Yah~ mungkin lebih baik dimulai dari sekarang saja permainannya. “ Aku..adalah mantan yeojacingu Donghae Oppa ” katanya datar.

Ryeowook mengangguk. “ Aku sudah tahu kok. Lagi pula aku juga tak mempermasalahkan ini lagi. Kalau kau mau dekat dengan Oppa seperti dulu, aku tak keberatan. Oppa bilang kau berusaha memperbaiki hubungan kalian seperti dahulu lagi. Engh~ layaknya seorang Oppa dan Dongsaeng ”

Ia berucap dengan ceria, tak menyadari bahwa Henry sudah menggeretakkan giginya kesal. Rahangnya sudah mengeras. Apa-apaan ini? Jadi Donghae sudah menceritakan semuanya? Batin Henry kesal.

Hei, kau tidak tahu saja Henry-ah. Bahwa yang memberitahu Ryeowook semua kebenarannya adalah orang yang ingin kau tolong. Kkk~

“ Nah~ aku pergi dulu. Oppa menyuruhku untuk menemuinya ”

Ryeowook hampir saja melangkah, jika saja tak dihadang oleh Henry. “ Ada apa lagi? ”

“ Kau ini..sebenarnya polos atau licik? ”

Ryeowook kembali terkejut dengan ucapan Henry. “ A-apa maksudmu? ” tanyanya tak mengerti.

“ Kau pasti tahu tentang seseorang yang mencintai Donghae Oppa secara diam-diam selama ini ”

“… ” Ryeowook diam. Hei, yang mencintai Donghaenya secara diam-diam itu banyak. Gadis-gadis diluar sana banyak sekali kan yang mengidolakan namjacingunya itu.

“ Aku yakin, kau pasti tahu tapi berpura-pura tak tahu bahwa Eunhyuk Eonnie mencintai Donghae Oppa. Iya kan? ”

DEG!!

Mata Ryeowook melebar sempurna kali ini. Keterkejutan kembali menghampirinya. Sungguh, ia berharap bahwa saat ini ia kehilangan indra pendengarannya. “ M-mwo? ”

Henry mengepalkan tangannya kuat. “ Jangan berpura-pura bodoh. Kau pasti bisa melihat bagaimana selama ini Eunhyuk Eonnie memandang Donghae Oppa, kau pasti melihat bagaimana selama ini Eunhyuk Eonnie memberi perhatian lebih padanya. Kau pasti bisa melihatnya kan? atau jangan-jangan kau memang seolah menutup matamu pada kenyataan itu? Huh? ”

Ryeowook menutup bibirnya rapat menggunakan kedua tangannya. Kepalanya menggeleng-geleng tegas.

“ Kau tidak tahu? Jangan berbohong ”

“ A-aku benar-benar tidak tahu. Aku bahkan tak pernah berfikir bahwa Eunhyuk Sunbae menyukai Oppa ” lirih. Suara itu terdengar lirih ditelinga Henry.

“ Itu karena kau tak pernah mau tahu tentang perasaan orang lain. Itu karena kau merasa bahwa hanya kau yang patut bahagia, itu karena kau terlalu mementingkan perasaanmu sendiri. Kau selalu menutup matamu ”

JLEB!!

Ucapan Henry menusuk hati Ryeowook begitu dalam. Rasanya begitu sakit..dan sesak. Benarkah? Benarkah bahwa selama ini ia tak memperhatikan sekelilingnya dan sibuk dengan perasaannya sendiri? Jadi benar bahwa ia menutup matanya akan penderitaan orang yang sudah dianggap sahabat oleh namjacingunya?

Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak! Apa yang diucapkan Henry tidak benar. Selama ini ia tak pernah sekalipun mengedepankan perasaannya sendiri, ia juga tak mau jika hanya dia yang bahagia. Ia ingin orang-orang yang berada didekatnya juga bahagia ketika ia bahagia.

“ Aku memilih pergi dari kehidupan Oppa karena aku ingin menyerahkan Donghae Oppa pada Eunhyuk Eonnie. Kenapa? Itu karena aku merasa malu pada diriku sendiri yang tak bisa mencintai Donghae Oppa setulus dan sedalam Eunhyuk Eonnie ”

Ryeowook kehilangan nafasnya. Dunianya berputar, segala sesuatu yang menjadi pemikirannya tentang persahabatan antara Donghae dan Eunhyuk ternyata salah. Yah, ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang tak ia ketahui selama ini.

“ Tapi kau… kau menghancurkan semuanya. Menghancurkan segala kepercayaan diri Eunhyuk Eonnie, membuatnya kembali menderita, kau memberikan luka lagi padanya. Kau membuatnya menangis. Dan…” Henry menarik nafas dalam sembari mengusap kasar air matanya, “ Kau merebut Donghae Oppa darinya ”

TES.. TES.. TES..

Ryeowook menangis. Air mata itu sudah deras mengalir membasahi pipi chubbynya. Ia menggigit bibir bawahnya hingga berdarah. Jantungnya tertohok sesuatu yang tak kasat mata, membuat dirinya meringis sakit.

“ Aku tak pernah sekalipun merebut Donghae Oppa darinya. Aku..aku tak tahu kalau Eunhyuk Eonnie juga mencintai, Oppa..hikz ”

Henry menggelengkan kepalanya. “ Dan sekarang kau sudah tahu. Jadi….seharusnya kau melepaskan Donghae Oppa ”

Ryeowook mendongakkan kepalanya. Ia menatap Henry tak percaya. Melepaskan Donghae? Apa dia gila? Ryeowook tak akan bisa berbuat begitu.

“ Kau tidak mau? Hei, sadarlah Nona manja. Kau ini bukan siapa-siapa. Kau hanyalah seorang tamu yang tak diharapkan. Kau itu bagaikan angin Tornado yang menghancurkan segalanya yang indah. Kau itu orang ketiga diantara kedua orang yang seharusnya bersatu ” Henry menatap remeh Ryeowook.

Bahu Ryeowook bergetar. Ia seperti seseorang yang ketakutan saat ini. Tangannya meremas ujung rok seragamnya dengan kuat, menyalurkan segala sakit yang mendera hatinya.

“ Aku..aku tak bisa ”

Henry mendecih. “ Cih, kau benar-benar tak tahu malu. Kau itu sudah merampas kebahagiaan orang lain, tapi masih saja bersikukuh untuk mempertahankannya. Apa kau tak punya hati? Huh? ”

“ Justru karena aku punya hati Henry-ah… ”

“ … ”

“ Aku juga mempunyai perasaan, sama seperti Eunhyuk Sunbae maupun yang lainnya. Aku juga ingin bahagia, dan.. kebahagiaanku ada pada Donghae Oppa. Jadi..hikz..apa aku salah jika aku mempertahankan kebahagiaanku? ” suara Ryeowook bergetar. Nafasnya tak beraturan. Ia bahkan seperti orang habis lari marathon. Sangking sesaknya nafasnya saat ini.

Henry memandang Ryeowook nanar. Bocah mungil ini…. berbeda dengan dirinya.

“ Tapi Donghae Oppa akan bahagia jika ia bersanding dengan Eunhyuk Eonnie ” tukas Henry.

“ Ia lebih pantas dengan Eunhyuk Eonnie. Mereka sama-sama mandiri dan tegas ”

Ryeowook kembali menunduk. Ia memikirkan ucapan Henry barusan. Mereka adalah SAMA! Yah, Henry benar, mereka adalah SAMA. Dan pasti akan cocok jika saling bersanding. Pasti akan melahirkan sebuah benih yang indah suatu saat nanti jika mereka sudah berkeluarga. Tapi…apa ia sanggup melepas Donghae Oppa?

“ Aku..hikz..aku tak bisa..hikz ”

Kini giliran Henry yang menggigit bibir bawahnya. Ia hampir kehilangan semangat untuk membuat Ryeowook mau meninggalkan Donghae. Henry bahkan sudah pesimis akan berhasil.

“ Maaf. Aku bukan kau, yang rela menyerahkan cintaku untuk orang lain. Aku bukan seorang munafik yang menyakiti perasaanku sendiri juga kekasihku hanya karena merasa tak pantas dan merasa tak bisa menandingi seseorang yang mencintai kekasihku lebih besar dari pada aku ”

JLEB!

Perkataan Ryeowook benar-benar seperti tamparan keras bagi Henry. “ Kau..kau tak tahu bagaimana Eunhyuk Eonnie begitu mencintai Donghae Oppa. Makanya kau berkata seolah-olah aku ini hanyalah pengecut yang meninggalkan kekasihku tanpa penjelasan ” Henry mulai tersuliut emosi. Ia bukan marah karena Ryeowook, tapi ia marah karena memikirkan ucapan Ryeowook.

“ Tidak peduli seberapa besar cinta orang lain terhadap kekasihku, selama aku dan kekasihku masih saling mencintai dan bahagia..maka aku akan sekuat tenaga memperjuangkannya. Aku akan membuktikan pada Eunhyuk Sunbae dan semua orang, bahwa aku juga bisa mencintai Donghae Oppa lebih dari Eunhyuk Sunbae. Aku akan menjadikan diriku sebagai seseorang yang pantas bersanding dengan Donghae Oppa. Dan aku juga akan memberitahumu, bahwa cinta itu bukanlah sesuatu yang perlu dikorbankan..tapi cinta itu adalah perjuangan. Kau juga harus tahu, bahwa tindakanmu dahulu adalah tindakan paling pengecut yang pernah aku ketahui ”

Henry mematung mendengar penjelasan Ryeowook. bahkan air mata berulang kali menetes dari pelupuk matanya.

“ Jika dahulu kau menyerahkan Donghae Oppa pada Eunhyuk Sunbae dan membiarkan Donghae Oppa terluka karena keputusanmu yang sebenarnya tak diketahui oleh Donghae Oppa, maka aku..aku akan mempertahankan cintaku untuknya. Aku tak akan menyakiti Donghae Oppa. Aku tak akan membiarkannya maupun diriku menangis karena sesuatu hal yang bodoh. Jadi..jika kau memintaku untuk melepasnya..maka jawabanku adalah TI-DAK ” memberi penekanan pada akhir kalimat. Wajah Ryeowook yang tadi terlihat ketakutan dan kusut karena sedikit sakit, kini justru dipenuhi binar percaya diri dan senyum yang merekah. Oh~ tampaknya ucapan Donghae benar, bahwa Ryeowook adalah seseorang yang memiliki tingkat optimis yang tinggi.

“ Aku tak akan membenci Eunhyuk Sunbae, karena aku tahu bahwa perasaan cinta itu tak bisa kau atur pada siapa akan terjatuh. Lagi pula Eunhyuk Sunbae adalah orang yang baik. Aku tak akan mampu membenci seseorang yang manis sepertinya. Dan aku juga tak membencimu, karena kau satu-satunya orang bodoh yang pernah aku temui yang rela menukar kebahagiaanmu demi orang lain. Ummh~ aku menaruh sebuah kekaguman padamu Mochi ”

Sebuah cengiran lebar terpatri jelas diwajah Ryeowook. ia seolah tak punya beban sedikit pun ketika mengucapkannya.

“ Ah~ satu hal lagi yang harus kau tahu ” Ryeowook mendekat, dan sedikit berjinjit karena tinggi Henry melebihinya. “ Terkadang menjadi Egois itu perlu, karena manusia berhak mempertahankan kebahagiannya. Saat kau bersikap Egois, bukan berarti kau orang jahat. Karena kau hanya berusaha mempertahankan hak mu ”

Henry melongo dan masih memproses segala sesuatu yang diucapkan yeoja mungil yang kini sudah berbalik meninggalkannya sendiri di Toilet yang untung sepi itu. Henry merasa bahwa dirinya seperti orang bodoh ketika berhadapan dengan Ryeowook.

Detik berikutnya ia tersenyum..ah lebih tepatnya menyeringai.

“ Kau lihat sendiri kan? sahabatku itu orang yang sangat mengagumkan ”

Henry menoleh cepat kearah pintu. Dan disana.. ia melihat Taemin yang berdiri tegak dengan senyum meremehkan yang ia lempar pada Henry.

Henry mengidikkan bahunya acuh, “ Well, kau benar. Dan sepertinya aku harus lebih bekerja ekstra ”

Ia mendekati Taemin dan mengajaknya keluar Toilet kembali menuju kelas.

.

.

Manusia optimis sepertinya, selalu mempunyai alasan untuk setiap langkah yang ia ambil ^^

.

.

Gadis mungil itu mengerucutkan bibirnya kedepan saat namjanya yang menyebalkan itu tetap saja berkutat dengan kertas-kertas bodoh dimeja kekuasannya tanpa memperdulikannya. Namja berstatus Ketua Umum Osis itu tampak serius dengan kertas-kertas yang ia baca lalu ia tanda tangani.

Ruang Osis yang kali ini hanya dihuni oleh Ryeowook dan Donghae itu seperti kuburan yang sunyi dan senyap. Hanya denting jam detik yang berputar lah pengisi kekosongan itu. Ryeowook hampir mati bosan jika saja tak ada Donghae disini. Oh..Demi Tuhan, ia tahu bahwa Donghae sengaja mengacuhkannya. Ia sadar bahwa Donghae sedang membalas dendam pada dirinya karena terlambat datang.

“ Oppa~ ” panggilnya manja. Ryeowook yang duduk di depan Donghae yang hanya terhalang meja kini mengerucutkan bibirnya imut. “ Aku kan sudah minta maaf. Jangan mengacuhkan aku begini ” mohonnya yang hanya ditanggapi gumaman oleh Donghae.

Kesal dengan sikap Donghae padanya, akhirnya ia berinisiatif untuk merebut bulpoin milik Donghae.

Sreettt…

Tangan kecil dan kurus itu menyembunyikan bulpoin Donghae dibalik badannya. Donghae mendongak dan menatap tajam Ryeowook. sedangkan yang ditatap tajam hanya pura-pura tak tahu sambil mengalihkan mata karamelnya kemanapun asal tak bersibobrok dengan manik mutiara hitam menakutkan itu.

“ Kembalikan!! ” katanya ketus.

“ Tidak mau ”

Donghae diam, ia kembali membuka laci mejanya dan mengambil bulpoin lainnya lalu melanjutkan kegiatannya. Ryeowook merengut kesal, isshh~ rupanya Oppanya itu menyimpan banyak bulpoin dilaci mejanya.

Sreettt..

Ryeowook kembali menyaut bulpoin itu. Kali ini Donghae tak ambil pusing dan kembali mengambil bulpoin simpanannya dilaci mejanya yang tadi. Hampir saja ia akan menandatangani kertas itu tapi Ryeowook lebih dulu merebutnya kembali. Bahkan sekarang posisi Ryeowook sudah berdiri disamping Donghae yang masih duduk.

Donghae yang sudah marah, kesal dan lelah akhirnya berdiri dari duduknya dengan menggebrak mejanya menakutkan. Tapi aneh, kali ini Ryeowook tak takut sama sekali, biasanya ia sudah menangis jika sudah begini. Dan sekarang, yeoja bertubuh mungil itu melihat wajah Donghae sambil mendongak dengan mengeluarkan cengiran khas miliknya yang benar-benar menyebalkan bagi Donghae.

“ Sudah puas membuat Oppa kesal, hmm? ”

Donghae menarik tubuh kecil mungil itu hingga kini tubuh Ryeowook memepet pada mejanya. Ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya lucu. “ Maaf~ tadi aku ada masalah kecil, jadi terlambat sebentar ” ucapnya manja, berusaha meredahkan amarah Donghae, eoh?

“ Sebentar? Kau terlambat 15 menit. Itu tidak disiplin namanya ” katanya dengan menghela nafas berat. Donghae menyingkirkan kertas-kertas dimejanya dan selanjutnya ia mengangkat tubuh Ryeowook lalu mendudukkan tubuh itu dimejanya. Ia sendiri pun duduk dikursinya, sehingga posisi mereka sekarang ini adalah saling berhadapan tapi lebih tinggi Ryeowook karena ia duduk dimeja.

Donghae mengerling nakal pada Ryeowook yang membuat yeoja mungil itu sedikit gugup. Heoh? Memang siapa yang tak gugup jika sedang ditatapi oleh Cassanove itu? Kkk~

“ Apa?? ”

“ Memang kau mau apa? ”

Donghae membalik pertanyaan sambil mencubit gemas paha Ryeowook yang terekspos karena memang rok seragamnya pendek. “ Aww~ dasar mesum ”

Donghae sekuat tenaga menahan tawa. “ Pahamu lumayan bersisi, seperti paha Ayam ”

Ryeowook mendelik sebal. Apa? Seperti paha Ayam? Apa-apaan itu? Dia pikir dia siapa berani mengatainya seperti itu? Dasar kurangajar. Desis Ryeowook dalam hati.

“ Ya! ” pekiknya kesal yang kali ini sambil memukul kepala Donghae. Yeah, tapi sepertinya Donghae tak membalasnya karena kini ia tengah berdiri dan memeluk yeoja bertubuh mungil itu erat.

“ Umh~ kau demam? ” tanya Donghae sambil menelisik wajah sedikit pucat Ryeowook sembari menempelkan punggung tangannya dikening Ryeowook.

“ Aku memang sedikit tidak enak badan. Tapi aku masih sanggup kok, Oppa ” kembali ia memamerkan deretan gigi putihnya. Meskipun begitu Donghae tetap saja khawatir, bagaimana bisa ia akan biasa-biasa saja jika kekasihnya yang manja dan kerap sakit itu kini justru terserang demam?

“ Benar? ”

Ryeowook mengangguk. “ Oppa harus percaya padaku ”

Cup.

Bibir Donghae mengecup sekilas bibir bak bunga mawar itu. “ Sekarang ceritalah, ada apa sampai kau tak datang tepat waktu, eum? ” berkata sangat lembut seolah gadis didepannya ini adalah gadis yang akan menangis jika berkata sedikit kasar saja padanya.

“ Ak—”

Ceklek.

Pintu ruangan Osis itu terbuka sehingga membuat Ryeowook yang masih duduk dimeja terpaksa membalikkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang. Dan mata Ryeowook membuka lebar serta wajahnya kini berubah pucat pasih. Wajah yang sudah terlihat letih itu kini bertambah terlihat pucat.

Eunhyuk tersenyum kaku. “ Maaf, aku menganggu kalian ”

“ Aniya. Ada apa, Hyukkie? ” Donghae menurunkan Ryeowook dan menyuruhnya duduk dikursinya sedangkan ia sendiri berjalan mendekati Eunhyuk yang masih berdiri diambang pintu.

Ryeowook menggigit bibirnya kuat saat melihat mata Eunhyuk yang nanar dan sayu. Demi Tuhan, sekarang ia baru memperhatikan mata itu. Dan ia sadar, bahwa sesuatu yang menyakitkan terlihat jelas dari mata itu.

“ Mianhae ” gumamnya pelan, teramat pelan hingga kedua anak Adam yang lainnya tak dapat mendengar suara itu.

.

.

Sekarang aku tahu itu

Bagaimana perasaanmu, perasaan tak terlihat oleh orang yang kau cintai

Aku mengetahuinya

Maafkan aku ~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

.

.

.

TBC ^^

22 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 10

  1. ihhhhh…. sebel.. sebel.. sebel.. sebeeeeellll.. banget ma henry..
    setuju ma wook.. cinta harus di perjuangkan..
    lagian jika wook ninggalin hae belum tentu hae bkl jadian ma hyuk..
    bukankah haewook saling mencintai..
    jika alasannya krn cinta hyuk lebih gede dr wook.. tp jika cinta hae cuma buat wook.. meski haewook berpisahpun tetep aja haehyuk tidak akan pernah bersatu..
    sumpah bener2 ga ngerti ma pemikiran henry.. cukup dy aja yg bodoh *di amuk strings.. jgn maksa wook ku jd bodoh…
    taemin akhirnya kau kembali ke sisi wook..

  2. Omo! Ni wookpa knp keras kepala si kya cangkang’y ddangkoma!
    *d’death glare ma abang yesung
    hehe
    pantesan d’bilang istimewa ma stiap org yg dket ma wookie, dia bsa mencairkan suasana yg beku.
    *q gk ngerti -.-

  3. hah~~ knp henry hrus gmg gt seh ma wook??
    jdi.a kn wook jdi byak pkiran dan sllu sdih liat wjah hyukie..
    wook mank pnya sft optimis yg tnggi.. smpe” henry melongo gra” jwban wookie.. trnyta taemin msih simpati bgd ma wookie

  4. Masa gara2 boneka Ming mrah2 ama Wookie #getokMing

    Henry membuat ku emosi,ku ga suka Henry d’sini.dasar mochi #getokHery

    Wookie mrasa berslah krna sudh tau Hyukie suka ama Hae..
    Hyukie aja Siwon aja gieh dan Henry ama Mimi kan adil.🙂

  5. Astaga sungmin nyantai dongg, gk usah mrah2 gtu. Ckck.
    Sperti biasa, Kyuwook nya so sweet. Hihihi.
    Henry benar2, aishhh~ kejam banget sih diaa, kerjanya cuma bkin wookie nangis. Hah~ tp aku ska sma skapnya wookie, benar2 optimiss! Salut dehh~

  6. haishhhhh henly jahat bgt sumfee ngmong kyak gitu~ dasr …
    kgum sma wook yg tegar begini dlm menghadapi sebuah masalah…
    wook emng bner” polos kan ya pantss saja dia ngga tau apa” ..
    taemin shbat wook yg baik…

    aigoo wook-ah berhati” lh dengnn namjamu ituu~~ kkk

  7. umin jgn marah dong ma wookie ,,, dia kan g’ sengaja ,,#hugswookie ,,, uljima wook~ah

    kkkk~ kau emang suami yg daebak ,, lop u dah ,, kau sellu ada saat wook butuh bantuan dan kau selalu tau kedaan wook ,,,
    wook look at kyu’s love,,,jebalyo #huweee

    henly~ah wae ???
    kau kejm bgt ma wook , nyuruh wook ninggalin hae seprti yg dulu kau lakukan,,,but aq mendukungmu ,,LOL

    henly lop u pull dah#ditalakwook

    taem~ah kau emng the best deh ,,, yah walau awalnya kau rerlihat jahat

    pai pai,,,
    chu~~~wookie

  8. Wookieeee daebak…kereeeen…eonni suka kata2 ni..
    “ Tidak peduli seberapa besar cinta orang lain
    terhadap kekasihku, selama aku dan kekasihku
    masih saling mencintai dan bahagia..maka aku
    akan sekuat tenaga memperjuangkannya. Aku
    akan membuktikan pada Eunhyuk Sunbae dan
    semua orang, bahwa aku juga bisa mencintai
    Donghae Oppa lebih dari Eunhyuk Sunbae.
    Aku akan menjadikan diriku sebagai seseorang
    yang pantas bersanding dengan Donghae
    Oppa. Dan aku juga akan memberitahumu,
    bahwa cinta itu bukanlah sesuatu yang perlu
    dikorbankan..tapi cinta itu adalah perjuangan.
    …”
    Wookie…HWAITING…aprill jg HWAITING..🙂

  9. wew umiin slow down beybeh,,🙂
    kan kesian wook nya d.marah*n kaya gtu, namanya juga manusia tempatnya salah & khilap hehe.. uh-oh henry perkataanmu pedes bgt kaya sambel haha tapii lihatlah wookie membalas perkataan mu dengan luar biasa bgt uuhh aku suka gaya bicaramu wook..
    uuuhh haeee kerlinganmu membuatku tersipu maluu eehh?? hehehe buat hyuk sudahlah jangan ganggu haewook lagii,, oke okeee..🙂

  10. issshhhh,, si umin itu resek dehh,,bru boneka doankk..
    blum lg si henry jelek,, nyalahin wook lg, prasaan dulu dia yg yakitin hae,, knp skrg sok perhatian?? nyebelin,,
    tp seneng terselip sdikit kemesraan haewook chingu,, + sdikit sedih liat wook yg nyimpen rapat smua rahasia hati ny,, nangis sndiri,, smoga hae lebih peka lg,,

  11. tmbah sebel ya ma henry.. hyukkie yg ska sma hae knpa henry yg repot ngurusin hub. haewook.. bkin wookie sdih..jahatt

  12. isssss dasar henry #tabokhenry kkkk😀
    weew nae wookie kata”mu optimis sekali, kau memang orang yg istimewa,🙂
    kau benar terkadang kita harus menjadi egois demi mempertahankan kebahagiaan kita, tetaplah optimis wookie..
    Fighting *apasih😀

  13. Sedih banget kisah sihyuk._.
    Huhuhu terpana ketika wook berfikir rasional dan bijaksana. Sependapat pokoknya. Daaann konfliknya hadir lagi-_-

  14. Sungmin mengerikan ketika marah smpe wook ketakutan huhu..
    Apa henry sm taemin sedang menguji wook??
    Tp henry ngmongnya kasar untung aja wook gak terpengaruh smpe nangis,,
    siwon dan hyuk bisa jadi partner yg cocok untuk tempat curhat kkk
    wook akhirnya tau dan sadar dengan perasaan hyuk ke hae yg bgtu dalam, trus gmn sm wook yah..

  15. hyaaaa sungmin kenapa ngebentak wookie sampe seperti itu ,, kan kasian ryeowook nya jadi ketakutan #jitakMing

    Heenrrrrryyyyyy aku benar benar membencimu dsiniiiiiii #getokPalaHenry
    Kenapa jahat banget sih sama ryeowook
    Eh suka sama kata”y ryeowook yg ini “cinta bukan sesuatu yg perlu di korbankan tapi cinta itu ada untuk di perjuangkan ” siip lah sama kata”nya

    Muahahahahhhhh aku ngakak pas hae blang paha ryeowook itu seperti paha ayam ,, aigoo oppa tega sekali:/:/

    Tetaplah semangat memperjuangkan cintamu Ryeowookie ^^

  16. haha..hyuk dah hrap”cemas trnyata yg da dlm pkiran hae hanya ryeowook dan ryeowook sja* pukpuk hyuk

    hyuk da tmn bru*siwon bsa jd tmn yg baik wat curhat.kkk

    yaissh..henry bner”mnyebalkan. wat apa cba dy repot”ngurusin msalah org. uru sj dri mu sndri dan cri namjacinggu..ksel sy.~
    wook bkn henry . yg rela mlepaskn cinta y tuk org lain. pd knataan y hae ga jdan ma hyukie.
    bnar kta wook cinta hrs d prjuangkan !!l

  17. yes, tebakan ku benar kalau wookie nggak sebodoh henry yg ngorbanin cintanya demi -mungkin- kebahagiaan orang lain.
    wookie punya penyakit serius kah? kok alhir2 ini selalu sakit kayaknya.
    SiHyuk moment ya ampun para orang penggalau oh dan 1 lagi sungmin.
    mereka saling curhat tapi ga ada 1 pun yg dapat kebahagiaan walau setitik.😦
    ming lagi marah ya dg wookie, serem.
    daebakk ff april, feelnya dapat banget apalagi pas wookie dg henry adu mulut, ikut tersulut emosi.😄
    keep writing ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s