(GS/Chapter) We Don’t Leave You~ 05

Tittle : We Don’t Leave You!!

Chapter : 5

[[ phiphohBie ]]

Author : Choi Ryeosomnia

Rate : T

Pair : YeWook

Yewook’s NOT MINE!! But, ‘We Don’t Leave You!!’ purely IS MINE..^^

.

.

.

Enjoy!!

.

.

.

“Lepaskanlah dia…”

“Jangan egois, dia sudah tidak mencintaimu lagi…”

“Tidak ada lagi yang perlu dipertahankan…”

“Choi Ryeowook, dia bersamamu hanya karena janji masa kecil…”

“Dia tidak bahagia bersamamu selama ini…”

“Sadarlah Choi Ryeowook…dia hanya kasihan padamu selama ini…”

.

Seperti mimpi buruknya dimasa lalu, dimana ia kehilangan kebahagiaannya. Mimpi yang sudah mengubahnya menjadi seseorang yang tidak berperasaan, tidak memiliki nurani, tidak memiliki emosi yang meledak-ledak.

Mimpi itu….Ryeowook masih bisa mengingatnya dengan jelas dimana saat itu ia hanya seorang diri. Dalam ruangan yang besar dan gelap. Setiap ia berjalan mencari jalan keluar dari ruangan yang pengap itu, ia selalu gagal. Ruangan gelap yang tanpa ujung.

Tidak ada teman.

Tidak ada cahaya.

Kosong.

Sendiri.

Yah, itulah yang dirasakan olehnya saat itu.

Hingga sebuah cahaya kecil menyorotnya yang meringkuk sendirian. Sebuah cahaya kecil yang dengan berturut-turut dapat kembali membuatnya mampu menatap Dunia dengan tegar.

Sebuah cahaya yang dibawa oleh namja tampan.

Sebuah cahaya yang berjanji akan selalu menerangi jalannya.

Sebuah cahaya yang selama ini selalu berada di sisinya.

Hingga ia dapat bertahan sampai sejauh ini.

Tapi….tidakkan dia tahu bahwa cahaya itu hanyalah datang karena cahaya itu merasa kasihan?

Merasa kasihan yang melihatnya sendirian. Merasa kasihan yang melihatnya terpuruk.

Terdengar begitu miris. Tapi, itulah kenyataan.

.

.

.

Gadis bermata Caramel cerah itu berjalan pelan menyusuri jalanan kota Seoul yang tampak lenggang. Kakinya yang berbalut sepatu flat berwarna coklat menemaninya berjalan sendirian ditengah dinginnya malam.

Telinganya mendengar sebuah bisikan-bisikan yang begitu menyakitkan. Bisikan-bisikan yang membuka segala luka lamanya yang selalu ia tutupi selama ini. Gadis ini tahu…sangat tahu dan lebih tahu akan perasaan Yesung kepadanya.

Yah. Yesung memang hanya bersamanya selama ini karena kasihan. Karena rasa simpati melihatnya yang hanya sendirian.

Namun, karena Yesung sendiri sudah berjanji dan terlalu terbiasa berjalan berdua dengan Ryeowook, namja tampan itu menjadi tidak bisa membedakan mana sebuah rasa Cinta dan Kasihan.

Namja tampan ini terus berjalan disamping Ryeowook tanpa mengerti perasaan apa yang sebenarnya menghinggapi hatinya.

Ryeowook tersenyum miring yang terlihat begitu menyeramkan.

Memikirkannya saja membuat hati Ryeowook meringis tidak karuan.

Kasihan.

Kenapa kata-kata itu begitu terdengar menyakiti harga dirinya?

Apa ini Hukuman?

Hukuman karena selama ini terus-terusan membohongi Yesung―yang sebenarnya tidak pernah mencintainya―dengan mengatakan bahwa Yesung mencintainya?

Apa ini hukuman karena selalu memaksa kehendaknya agar Yesung selalu ada disisinya?

Apa ini hukuman karena harus mengekang Yesung selama ini?

Dan apa ini hukuman karena harus menghalangi takdir yang ada? takdir antara Yesung dan Eunhyuk?

.

.

.

Begitu menyakitkan ketika kau harus hidup dalam kepura-puraan dan membohongi hati seseorang

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook jatuh tersungkur didepan gerbang rumahnya. Gadis itu tidak menangis. Hanya tatapan mata kosong yang terpancar dengan jelas dikedua bola matanya.

Ini terlalu sakit hingga ia tidak dapat mendeskripsikan segalanya. Ia tidak dapat menceritakan segala kesakitan yang ada dibenaknya. Sungguh, ia ingin menangis, tapi…seperti biasa. Air matanya tidak mau meluncur.

.

.

.

Heechul meremas poselnya sendiri dengan kuat, tidak mempedulikan tangannya sendiri yang akan kesakitan. Gadis berkulit putih susu dengan body rampingnya ini terlihat ingin menangis. Digigitnya bibir bawahnya dengan kuat.

Tidak.

Tidak mungkin jika ia harus menangis saat ini, karena jika ia menangis pasti yang lainnya akan tahu.

Heechul berpikir bagaimana caranya agar ia dapat pergi sekarang juga? Bagaimana caranya agar ia bisa pergi tanpa diketahui oleh panitia yang lainnya?

Ia ingin cepat pergi darisini untuk menemui Ryeowook. Heechul ingin melihat keadaan Ryeowook.

Memang sih, Siwon sudah pulang beberapa menit yang lalu saat namja berdimple smile tersebut mendapat telephone dari rumahnya bahwa anak bungsu dari keluarga Choi itu ditemukan pingsan didepan gerbang rumah mereka.

Heechul bergerak-gerak gelisah. Ia sudah berulang kali menghubungi Yesung, tapi sepertinya ponsel namja tampan itu dimatikan, karena daritadi yang menjawab panggilannya adalah operator.

Demi Tuhan, Heechul sudah berulang kali mengumpat kata-kata kasar dalam benaknya. Apa sih sebenarnya yang dilakukan oleh Yesung? Hingga disaat-saat genting seperti ini namja itu justru mematikan ponselnya?

Apa ia duduk saja ditenda panitia?

Ah tidak. Itu tidak mungkin, bisa-bisa ia dibilang mesum lagi.

Heechul mengacak gemas rambutnya sendiri yang menyebabkan teman yang tidur disampingnya sedikit terusik. “Chullie~ diamlah. Aku mengantuk” kata orang tersebut dengan nada serak karena masih setengah sadar.

Heechul mendengus.

Tidak ada cara lain.

Mungkin memang hanya Hangeng yang bisa membantunya.

Tidak mau menunggu lebih lama lagi, Heechul pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi Hangeng dan meminta tolong padanya untuk mencari alasan pada panitia dan membawanya ke rumah Ryeowook.

.

.

.

Disebuah ruangan yang didominasi dengan warna ungu tersebut terdapat dua kakak adik yang saling diam. Atmosfir keduanya terasa begitu tidak mengenakkan. Sang namja―Choi Siwon―hanya mampu menatap dalam diam adik kesayangannya yang kini tengah duduk dikepala ranjang dengan pandangan mata yang sayu.

Ia terlihat berulang kali akan memulai pembicaraan, hanya saja ia urungkan karena merasa sepertinya belum saatnya. Siwon tidak mau menambah buruk mood Ryeowook.

“Mian~”

Siwon termenung mendengar suara lirih nan pelan yang keluar dari bibir adiknya.

Onyx hitam Siwon menatap aneh Ryeowook. “Kau bisa mencari jalanmu sendiri untuk bahagia”

Siwon bertambah tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Ryeowook. “Apa maksudmu?”

“Kembalilah bersama dengan yeoja yang kau cintai”

Siwon tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Namja berbadan atletis itu tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa Ryeowook akan melontarkan sebuah kalimat yang sanggup mengubah hidupnya.

Tapi…sisi hati Siwon yang lain memberontak melihat keadaan Ryeowook yang buruk. “Aku..tidak mencintainya”

Ryeowook tersenyum lemah. “Aku tidak memiliki Oppa yang pembohong”

Siwon mengernyit sakit ketika hatinya tertohok dengan ucapan sinis yang keluar dari bibir Ryeowook. sudah semenjak ia memutuskan untuk menjadi Siwon yang dulu, ia bercerita semuanya pada Ryeowook dan berjanji akan selalu memperhatikan Ryeowook.

Dan sekarang saat ia dalam usaha untuk menjadi Siwon yang dulu, kenapa Ryeowook justru menyuruhnya kembali untuk Kibum? Gadis yang sudah mengubah caranya dalam menatap hidup. “Sebenarnya ada apa? Kau bisa bercerita pada Oppa jika kau mau”

Ryeowook menggeleng pelan. “Tidak. Aku hanya merasa terlalu egois jika aku memaksakan kehendak ku untuk terus mengikat Oppa dengan janji masa kecil kita,”

“Ryeowookie~”

“Aku tidak mau membuat orang yang satu-satunya mengerti keadaanku dalam keluarga ini harus menderita karena aku,”

“Wook―”

“―Aku ingin Oppa juga bahagia” potong Ryeowook cepat. “Maaf, selama ini selalu merepotkan Oppa”

Grep~

Siwon dengan cepat membawa tubuh ringkih itu kedalam pelukannya. Memberikan kecupan manis di pucuk kepalanya. “Tidak. Oppa sudah bahagia melihatmu bahagia”

“Pembohong,”

Ryeowook membalas pelukannya pada Siwon. “Aku tahu gadis itu sangat berarti untuk Oppa. Jadi…kembalilah dengannya” lanjutnya dengan nada yang seperti sedang memohon.

“Apa kau akan membenci Oppa?”

Ryeowook menggeleng. “Bolehkan aku meminta sesuatu pada, Oppa? Anggap saja ini sebagai syarat karena aku sudah memperbolehkan Oppa untuk menjaling hubungan dengan gadis itu”

Siwon melepas pelukannya pelan. Matanya mengawasi wajah manis Ryeowook. “Apa?”

Hati Ryeowook berdebar-debar saat ini. Masih ada sedikit keragu-raguan yang melanda hatinya. tapi itu tidak berlangsung lama karena dengan segera ia lenyapkan rasa ragu-ragu itu.

Dengan sedikit menelan ludah dengan keluh, Ryeowook mulai menyebutkan permintaannya. “Bolehkah aku…tinggal di Mokpo?”

Seperti ada petir di siang bolong.

Permintaan Ryeowook benar-benar terdengar tidak masuk akal dalam dirinya. Bagaimana bisa adik satu-satunya ini menginginkan untuk pindah ke Mokpo? Bukankah Seoul seribu kali lipat lebih indah dan segalanya ketimbang kampung kecil bernama Mokpo itu?

“Kenapa?”

“Aku hanya merasa aku menginginkan tempat yang tenang. Aku ingin merubah hidupku dan melupakan segala mimpi burukku yang ditorehkan oleh Seoul,”

“……………….”

“Lagi pula disana ada Haelmoni, aku bisa tinggal berdua dengannya. Dan juga…aku bisa meneruskan sekolahku disana”

Mata Siwon mengembun mendengarnya.

Selama ini, Siwon selalu berusaha untuk meyakinkan Ryeowook akan masa lalu keluarganya atau lebih tepatnya masa lalu Ryeowook yang kelam, tapi sepertinya semuanya nihil. “Apa Yesung Hyung tahu?”

“Aku sudah putus dengannya”

Sekali lagi Siwon dibuat tersentak dengan apa yang dikatakan Ryeowook. “A-apa? Bagaimana bisa? Apa dia menyakitimu?” dengan tidak sabar Siwon bertanya.

Ryeowook mengalihkan pandangannya kesamping dimana jendela kamarnya menampilkan langit hitam malam yang bertaburan dengan bintang-bintang. “Tidak. Aku memutuskannya karena aku sudah merasa tidak cocok dengannya,”

“Tapi, Wookie―”

“―Biarkan aku memilih jalanku sendiri, Oppa” berkata dengan nada yang sedikit tinggi. “Aku juga ingin bahagia, aku ingin benar-benar dicintai, aku benar-benar ingin bersama dengan orang yang sungguh-sungguh mencintaiku dan tidak hanya karena dia ‘kasihan’ kepadaku” nadanya kembali melemah.

Siwon tak memotong ucapan Ryeowook.

Ryeowook menundukkan kepalanya dalam. “Selama ini akulah yang jahat, aku memaksa kehendakku sendiri agar Yesung Oppa maupun Oppa tetap berada disisiku,”

Tangannya mencengkram bedcover erat. “Aku tahu…Yesung Oppa tidak mencintaiku selama ini, dia hanya belum menyadari perasaannya sendiri―bahkan sampai detik ini. Dan itu membuatku memiliki sedikit celah untuk membuat sebuah kebohongan dengan―tanpa sepengetahuan atau kesadaran Yesung Oppa―meyakinkan bahwa ia mencintaiku,”

Siwon terkejut bukan main.

“Aku memaksanya masuk dalam duniaku, membawanya juga turut terasingkan dari dunianya sendiri,” cengkramannya pada bedcover semakin menguat. “Aku yang tidak mau terus berada dalam kegelapan dan kesakitan sendirian akhirnya memutuskan untuk membawanya dalam gelapnya duniaku, karena Yesung Oppa adalah cahaya untuk ku”

Siwon menganga tidak percaya. Benarkah? Benarkah Dongsaengnya yang sangat manis ini bisa melakukan hal semacam ini? Bukankah itu artinya Ryeowook benar-benar kejam, karena sudah membuat Yesung tidak mengerti dengan hatinya sendiri.

“Ketika Yesung Oppa menyukai sesuatu yang tidak sepadan dengan pola pikirku, aku mulai menyudutkannya dengan mengeluarkan kata-kata yang terdengar menyakitkan untuknya dan membuatnya merasa bersalah karena melukaiku, padahal pada kenyatannya…aku hanya tidak mau ditinggalkan…olehnya,”

“Aku…sangat kejam dan jahat, ‘kan? membuat orang lain merasa bersalah akan sesuatu hal yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan” sebuah senyum garing terpatri diwajah imut Ryeowook. “Tapi…sekarang aku mengerti, bahwa hal itu adalah sebuah kejahatan dan hanya akan berakhir sia-sia,”

Siwon masih mendengarkan semuanya baik-baik.

“Aku yang merasa benci dengan kata ‘dikasihani’ akhirnya mulai memberontak. Aku ingin lepas dari kata ‘dikasihani’ yang selalu aku dapatkan darimu dan juga Yesung Oppa. Aku sadar bahwa apa yang sudah aku lakukan selama ini justru membuatku menderita sendiri dengan perasaan kesal, marah, benci karena jauh dalam hatiku yang terdalam aku tahu kalau itu semakin membuatku terlihat semakin menyedihkan”

Siwon meneteskan kembali air matanya. Hatinya ikut merasakan sebuah perasaan sakit yang mendalam yang selama ini dirasakan oleh Ryeowook. sendirian.

Siwon tidak tahu bahwa Dongsaengnya yang paling ia sayangi di Dunia ini telah melewati beberapa hal yang berat.

Perpisahan kedua orang tuanya, kematian Umma-nya, hingga Appa-nya yang memutuskan untuk menikah lagi, ternyata telah membuat sebuah trauma berkepanjangan didalam hidup Ryeowook dan mengubah hidup gadis kecilnya.

Siwon merasa bodoh. Kemana saja selama ini dia? Bagaimana bisa dia tidak mengetahui tentang hidup Dongsaengnya yang menyedihkan ini?

Siwon pikir, selama ini Ryeowook sudah baik-baik saja. Ryeowook orang yang kuat, Ryeowook mampu bertahan. Tapi ternyata….

Ya, Ryeowook tetaplah Ryeowook.

Sakit tetaplah sakit.

Kesedihan tetaplah kesedihan.

Dan itu semua tidak bisa dengan mudah dihilangkan begitu saja.

“Oppa juga bersalah dalam hal ini. Oppa tidak tahu menahu tentang semua kesedihan, kebencian, dan kemarahan yang kau hadapi seorang diri. Maaf~”

Ryeowook tersenyum tulus. Sebuah senyum yang jarang sekali ia tampakkan pada orang lain. “Gwaenchana. Aku juga bersalah pada Oppa. Karena aku…Oppa harus putus dengan yeojacingu Oppa”

Siwon tersenyum. tangannya terangkat mengelus ubun-ubun Ryeowook lembut. “Oppa akan tetap menjagamu, selama Oppa masih sanggup. Itu janji Oppa”

Yeoja manis itu tergelak. “Terimakasih. Tapi…Oppa bisa menjagaku dan menjadikanku yang nomor kesekian setelah yeojacingu, Oppa”

“Tapi―”

“―jangan kasihani aku. Aku sanggup menjaga diriku sendiri” Ryeowook berkata tajam dan dingin. Dengan sedikit menghela nafas pelan, akhirnya Siwon pun mengangguk. “Setelah semua yang telah aku lalui, aku benar-benar ingin meninggalkan Seoul,” Ryeowook menatap datar Siwon. “Jadi…ijinkan aku untuk tinggal disana, Mokpo”

Brak!!

“ANDWAE!!”

Siwon dan Ryeowook mengalihkan perhatiannya pada Heechul yang kini berdiri didepan pintu kamar Ryeowook yang sudah terbuka lebar akibat gebrakan Heechul yang kuat tersebut. Dari sudut mata gadis berkulit putih susu itu terlihat setitik air yang bening. Air mata.

Heechul melangkah dengan cepat menuju Ryeowook yang masih diam memandangnya.

Tap.

Langkah Heechul terhenti. Matanya memandangi wajah manis Ryeowook dari kening hingga dagu. Demi Tuhan, Heechul tidak menemukan sedikit pun wajah sakit pada Ryeowook. wajah manis itu tetap datar seperti biasa. Dan ini benar-benar membuat Heechul justru meringis.

Grep~

Sebuah pelukan hangan diterima oleh Ryeowook. mata gadis Caramel itu membulat sempurna sebelum pada akhirnya ditutup oleh sang empunya. Menikmati pelukan seorang Kim Heechul―sepupunya.

Siwon yang melihat ada Hangeng diluar kamar Ryeowook pun memutuskan untuk keluar dan memberikan waktu untuk Heechul berbicara pada Ryeowook. namja berbadan Atletis itu yakin bahwa ucapan ‘Andwae’ tadi adalah sebuah penolakan akan ide Dongsaengnya yang berniat untuk pindah ke Mokpo.

Ditutupnya dengan pelan pintu kamar Ryeowook, serta mengajak Hangeng untuk pergi ke ruang tamu.

.

.

Keduanya kini saling diam. Menikmati keheningan yang tercipta. Kim Heechul, yeoja itu hanya tersenyum miris melihat keadaan Ryeowook. “Apa dengan pergi meninggalkan Seoul akan bisa membuat semuanya membaik?”

“Setidaknya aku bisa sedikit bernafas dari rasa sesak ini”

Mata Heechul terpejam sesaat. Ia menarik nafas dalam untuk memulai pembicaraan yang lebih serius lagi. “Itu namanya kau pengecut. Lari dari masalah dan meninggalkan semua yang sudah kau perbuat dengan tanpa tanggung jawab,” Ryeowook tampak terpancing emosi ketika kata ‘pengecut’ ditujukan Heechul untuknya.

“Kau pikir kau siapa? Datang dan pergi seenaknya, membuat masalah lalu lari dari masalah!” lanjut Heechul. “LALU AKU HARUS BAGAIMANA? Hh..semua sudah terjadi”

Heechul sedikit terkejut mendengar teriakan Ryeowook yang begitu frustasi. Ia yakin bahwa Ryeowook pasti benar-benar sedang tidak baik-baik saja. “Apa yang terjadi, Wookie?”

Heechul semakin dibuat terkejut dengan melihat Ryeowook yang menggigit bibirnya kuat. Apa Ryeowook menahan tangisnya?, pikirnya dalam hati.

“Mereka…aku melihatnya…berciuman”

Deg!

Akh!

A-apa?

Mulut Heechul ternganga lebar. Tidak perlu menjadi jenius untuk tahu siapa yang dimaksud oleh Ryeowook. yah, sudah pasti kata ‘mereka’ merujuk pada…

“Ti-tidak mungkin. Ka-kau pasti salah lihat, Wookie~”

Ryeowook menelan ludahnya kecut. Gadis dengan pemikiran logis dan realistisnya ini tersenyum hambar. “Saat melihatnya…aku merasa itu seperti mimpi burukku yang kembali. Tapi aku tahu…bahwa ini semua nyata”

Ya, Ryeowook memang melihat semuanya. Ia yang awalnya berniat untuk benar-benar pulang justru harus dibuat terkejut dan merasakan sakit yang teramat dalam di ulu hatinya saat melihat Yesung dan Eunhyuk tengah berciuman.

Dan saat itu pula Ryeowook bertekad untuk mengakhiri semuanya. Mengakhiri segala janji yang dulu dikatakan oleh namja itu padanya. Bertekad untuk memutus segala benang tak kasat mata yang terhubung dengan Yesung.

Karena sekarang ia yakin, cepat atau lambat Yesung pasti sadar akan hatinya. sadar bahwa selama ini ia tidak mencintai dirinya,.

Heechul menggelengkan kepalanya tidak percaya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa ini semua terjadi?

Ia menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya. Menahan isakannya yang mungkin saja akan keluar dan semakin membuat suasana kesedihan itu begitu terasa. Lagipula bukankah kehadirannya disini untuk menghibur Ryeowook?

“Kau pasti sudah tahu semuanya, kan?”

Ryeowook tahu dan sadar bahwa selama ini Heechul diam-diam memperhatikannya. Tanpa ucapan yang panjang lebar pun Ryeowook juga sadar kalau Heechul tahu segala kebusukannya selama ini. Dengan menekan Yesung menggunakan janji masa kecilnya agar namja itu tidak pergi darinya.

Heechul diam. Tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan. Ia bahkan bukan apa-apa dalam kisah ini. Ia hanyalah orang lain yang hanya bisa memandang semuanya dari kejauhan. Tapi meskipun ia hanya orang luar, ia lebih tahu dari orang-orang yang menjalaninya.

Seperti pepatah, ‘hanya orang lain yang bisa menilai dirimu’.

Tak tahan melihat wajah Ryeowook yang terus-terusan memendam kesakitannya dengan menggigit bibirnya, Heechul akhirnya berkata, “Jika kau ingin menangis, kau cukup mengeluarkannya”

Tidak disangka, gadis mungil itu justru menunjukkan sebuah senyum getir kepada Heechul. “Kau tahu Eonnie,” dengan kembali menggigit bibirnya, “Hal yang paling menyedihkan adalah kau tidak menangis saat kau ingin menangis”

Heechul kembali membawa tubuh Ryeowook dalam pelukannya. Mengetahui segala masa lalu tentang Ryeowook membuatnya menyadari betapa ia harus ikut andil untuk menjaga gadis ini. “Aku mencoba untuk menumpahkan segala tangisku, tapi…aku tidak bisa” kata  Ryeowook lagi yang semakin membuat dada Heechul berdenyut sakit.

Mungkin Heechul tidak tahu seberapa banyak dan berapa lama gadis ini menanggung lukanya sendirian, tapi…ia yakin bahwa dengan tidak bisanya ia mengeluarkan air matanya, itu pasti semakin menyulitkan keadaan Ryeowook. itu pasti semakin membuat dada Ryeowook sakit ketika gadis itu tidak menemukan pelampiasan untuk mengeluarkan segala kepedihannya selama ini.

“Disini―mengambil tangan Heechul lalu meletakkannya pada dada sebelah kirinya―teramat sesak, dan aku…tidak tahu bagaimana caranya untuk menghentikan perasaan ini” keluhnya dengan suara yang bergetar.

Tapi, percayalah, meskipun gadis ini bergetar seperti sedang menangis pada kenyataannya tidak ada satu pun air mata yang mau keluar dari pelupuk matanya. “Ini sangat menyiksa, Eonnie~” tuturnya lagi. “Aku tidak bisa menangis”

Heechul terisak. “Tolong bantu aku untuk menghilangkan perasaan ini” sebuah nada memohon kembali keluar dari bibir cherrynya yang tampak mengeluarkan darah karena ia gigit dengan kuat.

.

.

.

Gadis ini memanglah seorang pemeran yang hebat

Dapat menyembunyikan segala kepedihannya sendirian dan melampiaskan segalanya dengan memperlakukan dirinya sendiri dengan kasar

Bertutur kata kasar hanya agar orang lain tidak mengasihaninya~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Aku akan pergi tanpa memberitahu Yesung Oppa”

Heechul terperanjat seketika. “Wae?”. Ryeowook menggidikkan bahunya acuh. “Aku rasa itu tidak perlu. Toh ia sudah tidak peduli lagi padaku”

“Apa maksudmu? Tentu saja ia masih peduli padamu” Alis Ryeowook terangkat tinggi-tinggi, “Oh, ya? dia bahkan tidak menghubungiku sampai pagi ini. Kau tahu kan kalau Yesung Oppa tidak pernah lupa memanfaatkan waktu luang sedikitpun untuk menghubungiku?,” tanyanya. Tangannya mengarahkan ponselnya tepat didepan wajah Heechul, “Dan mulai dari malam hingga detik ini, tidak ada satupun panggilan masuk atau pesan maupun email masuk darinya”

Berujar dengan nada lirih diakhir kalimat. Perasaan sesak itu kembali menguasainya. Hatinya meringis ketika mengingat memori malam kemarin yang teramat membuatnya ingin sekali cepat-cepat pergi dari Seoul. “Kalau begitu, kau coba hubungi dia”

Ryeowook menggeleng. “Itu bukan gayaku”

“Hei, ini bukan masalah gayamu atau apalah itu. Ini menyangkut hubungan, kalau kau selalu menjadi pihak yang pasif dan merasa gengsi untuk menghubungi pasanganmu dulu, lebih baik kau harus belajar mulai NOL lagi tentang cinta” Heechul berkata dengan bara api menyala di matanya. Menekan kata NOL agar Ryeowook sadar bahwa prinsipnya selama ini yang selalu mengandalkan ‘Yesung yang harus lebih dulu menghubunginya’ adalah salah besar.

Ryeowook mendengus dan melanjutkan acara memasukkan pakaiannya ke dalam koper. Semalam Heechul memang menginap disini menemani Ryeowook, sedangkan Siwon sendiri dipaksa oleh Ryeowook untuk kembali ke Sekolah dengan alasan untuk memberitahu pada panitia kalau Heechul ada urusan sampai besok pagi dengan keluarganya.

Well, berbohong sedikit tidak apa-apa kan?

“Kau tahu…aku sering berpikir bahwa sebenarnya selama ini…umh..Yesung itu sangat mencintaimu”

Ryeowook berbalik badan memandang tajam Heechul yang saat ini sedang terlentang di ranjangnya. Yang ditatap hanya bisa menyeringai. “Aku serius, mana mungkin aku berbohong” lanjutnya. Heechul bangkit dan duduk bersila ditengah-tengah ranjang milik sepupunya―Ryeowook.

“Meskipun aku tahu semuanya tentangmu dan Yesung, tapi aku yakin kalau Yesung memang benar-benar mencintaimu seiring berjalannya waktu. Ia yang selalu berdiri disampingmu pasti sudah terbiasa dengan adanya dirimu,” tangan Heechul membentuk pola bulat-bulat diranjang Ryeowook dengan jari telunjuknya. “Seperti kata pepatah, ‘cinta hadir karena keterbiasaan’. Aku benar, ‘kan?”

Ryeowook kembali membalikkan badannya, menata kembali baju-bajunya yang ia masukkan ke koper. Gadis itu terlihat tidak tertarik dengan apa yang dibicarakan oleh Heechul. Tapi…hei, lihat! Ryeowook sedang memejamkan matanya.

Berdo’a kah dia agar apa yang dikatakan oleh Heechul adalah sebuah kenyataan?

Maybe!

“Sekali mengasihani, selamanya akan begitu” kata Ryeowook dengan nada datar khas seorang Choi Ryeowook. Heechul memutar bola mata bosan. Oh, ia lupa rupanya kalau Nona muda dari keluarga Choi yang terhormat ini tidak terlalu suka dengan apa itu namanya ‘Perubahan’. “Aku tahu kau sangat benci dengan perubahan, tapi kau harus sadar satu hal bahwa Bumi itu selalu berputar, setiap hari berpindah posisinya…dan itu juga termasuk perubahan,” jeda sebentar, “Sama seperti hidup, perasaan seseorang  dan nasib. Semua bisa berubah”

“Dan aku benci hal-hal yang seperti itu” celetuk Ryeowook dengan bengis. “Yah, aku tahu. Kau bisa membenci sebuah ‘perubahan’ sampai titik darah penghabisanmu, itu hak mu. Tapi, adakalanya kau harus menerima sebuah perubahan”

“Kenapa harus? Takdir sudah mengatur segalanya dan itu sudah tidak bisa diubah. Sia-sia saja berusaha mati-matian untuk mengubah nasibmu dan apapun itu jika pada akhirnya takdir tak akan pernah bisa berubah”

Heechul tersenyum kecil mendengar jawaban Ryeowook. Gadis berbibir kisabble ini menyadari betapa sangat kekanak-kanakannya sifat Ryeowook. seseorang yang tidak menerima perubahan? Haha~ itu sangat kekanak-kanakan.

Itu sama saja memaksa benda yang sudah pecah untuk tetap utuh. Bukankah itu mustahil dan terdengar menggelikan?

“Aku tahu saat ini kau menertawakanku, tapi aku bersumpah bahwa aku tidak peduli tentang itu” suara kecil Ryeowook yang terdengar tajam menghentikan semua pikiran Heechul. “Ya, kau benar. Saat ini aku memang menertawakanmu yang begitu takut akan perubahan”.

“Aku . tidak . takut .” menjawab dengan penuh penekanan disetiap katanya. Heechul tersenyum tipis, lagi. “Kau takut, Wookie. Terlihat jelas sekali dari caramu memandang sebuah perubahan”

“……………”

Ryeowook masih memunggungi Heechul meskipun baru saja terdengar suara resleting koper yang tertutup―pertanda pengepakkan barang-barang sudah selesai.

“Kau yang merasa bahwa hidupmu sudah cukup menyedihkan benar-benar tidak menginginkan perubahan lagi karena kau takut bahwa perubahan itu semakin membuat hidupmu sulit, kau takut kesulitan itu akan membuat orang-orang mengasihanimu”

Tepat. Sekali lagi ucapan Heechul tepat pada sasaran.

Ryeowook menghela nafas berat. Gadis ini tidak mau lagi mengungkit-ngungkit semuanya lebih dalam. Biarlah dia yang menyimpan segala alasan kenapa ia begitu membenci sebuah perubahan. “Ingat Wookie, tanpa perubahan maka semuanya akan sangat membosankan”

“Hn. Terserah.” Putusnya akhirnya sebelum ia keluar dari kamarnya dengan diikuti Heechul yang melangkah dibelakangnya menuju ruang makan―untuk sarapan.

.

.

.

Mungkin beberapa orang memang membenci perubahan, tapi…bukankah ketika kau tidak menyukai sesuatu kau juga memiliki sebuah alasan?

Yah, semuanya pasti memiliki sebuah alasan

Bahkan mencuri dan membunuh pun ada alasannya~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Yesung memperhatikan langit biru yang tampak cerah hari ini. Akh~ tentu saja, Matahari nya saja berpijar sangat terang.

Mata sipitnya semakin menyipit saja saat ingatannya kembali pada tadi malam. Dimana ia dan gadis bergummy smile itu….err….

Tanpa sadar wajah Yesung memanas. Kenapa ia jadi seperti remaja labil yang masih duduk ditingkat SMP? Yang berbunga-bunga ketika mendapat pernyataan cinta dari seorang gadis?

Hei, seorang Kim Jong Woon adalah namja idaman bagi setiap gadis disekitarnya. Ia sudah sering dan bahkan sudah kebal dengan yang namanya pernyataan cinta. Tapi ini..kenapa? kenapa rasanya begitu berbeda?

Seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik pinggangnya, hatinya tiba-tiba saja bergetar hebat seolah dilanda gempa berkekuatan tinggi hingga menyebabkan jantungnya terus berdetak cepat sampai-sampai akan copot dari tempatnya.

Yesung mengulas senyum indahnya tanpa henti. Hingga ia tidak sadar kalau seseorang sudah duduk disampingnya. “Yesung!!”

Yesung berjengit kaget seketika. “Aissh~ ada apa Chullie?”

Plak!

Heechul menggeplak kepala Yesung sedikit keras. “Panggil aku ‘Noona’. Aku ini lebih tua darimu”

“Tapi kita satu tingkat” protes Yesung yang kembali dihadiahi geplakan sayang dikepala..err..besarnya. “Aish~ Arasseo~Chullie Noona” ucapnya dengan nada yang tidak rela. Heechul tampak tersenyum puas mendengarnya. “Jadi, ada apa Noona sampai repot-repot menemuiku?”

Heechul berdehem sekilas sebelum memulai pertanyaan. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada seorang pun yang akan mendengar pembicaraannya. “Boleh aku tahu bagaimana hubunganmu dengan Ryeowook?”

Tubuh Yesung menegang seketika saat mendengar nama yeojacingunya di sebut. “A-apa? Bagaimana yang seperti apa maksudmu, Noona?”

Mata Heechul terlihat merotasi malas. “Apa kau putus dengannya?” kali ini Yesung sudah tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. “M-mwo? Apa maksudmu?”

Heechul mengangkat bahunya acuh. “Aku ‘kan bertanya, kenapa kau terlihat kaget begitu. Memangnya benar apa yang aku tanyakan?”

“ANI” berteriak sedikit keras menyebabkan Heechul menutup telinganya rapat-rapat. “Aku dan Wookie tidak putus dan tidak akan pernah putus,” jelasnya mantab. “Lagipula gosip darimana itu sampai kau bisa mengatakan kalau aku dengan Wookie putus?” Yesung menatap Heechul dengan tatapan mengintimidasi.

“Seseorang mengatakan bahwa akhir-akhir ini kau dekat dengan gadis yang berasal dari stand permainan,” Heechul menyenderkan tubuhnya dan menghembuskan nafasnya lelah. “Jadi aku berpikir mungkin saja kau putus dari Ryeowook”

Yesung terlihat mendecih pelan. “Meskipun aku dekat dengannya bukan berarti aku putus dari Ryeowook”

“Ya, kau benar. Mungkin sekarang kau bisa berkata seperti itu, tapi…siapa tahu suatu saat nanti kau akan meninggalkan Wookie demi gadis itu”

Yesung terdiam membuat Heechul menyeringai tipis memperhatikan mimik wajah Yesung yang terlihat sedang berada dalam sebuah dilema. “Kau tahu, terkadang kau tidak bisa memahami hatimu sendiri” Heechul bangkit dari duduknya dengan sedikit menepuk-nepuk bagian pantatnya yang terkena debu. “Dan jangan bermain api jika kau tidak ingin terbakar”

Mata sipit Yesung menatap punggung Heechul dengan pandangan yang sulit diartikan. Otaknya masih mencerna dan mencari tahu apa maksud dari kalimat Heechul tadi. Mungkinkah ini ada hubungannya dengan Ryeowook?

Tanpa sadar kini tangan Yesung mengepal erat hingga kuku-kuku jarinya memutih. Kepalanya menunduk dalam memikirkan segalanya.

Ryeowook!

Eunhyuk!

Ryeowook!

Eunhyuk!

Hatinya seolah berperang menyebutkan kedua nama gadis tersebut. Ia tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Selama ini ia selalu nyaman berada di dekat Ryeowook, hanya saja entah kenapa ketika ia berdekatan dengan Ryeowook jantungnya tidak pernah berdetak cepat―seperti yang orang-orang katakan ketika mereka sedang jatuh cinta atau berdekatan dengan orang yang mereka cintai.

Ia hanya merasa bahwa Ryeowook adalah satu-satunya orang yang dapat menemaninya dalam kesendirian. Gadis itu…hanya dengan Caramel cerahnya saja sudah dapat menenangkan hatinya jika ia dalam keadaan gundah.

Senyumnya yang tipis dan tulus tak jarang dapat membuatnya ikut tersenyum. cara bicaranya yang pelan dan terkadang tegas―pedas―bisa membuatnya tertawa sendiri. Entahlah~ semuanya terasa begitu menenangkan saat ia berada didekat Ryeowook.

Berbanding terbalik dengan Eunhyuk.

Gadis yang memiliki gummy smile nya ini selalu dapat membuat jantungnya berdetak tak karuan. Semburat merah tipis yang selalu terlihat jika sedang dekat dengannya itu terkadang menjadi hiburan tersendiri untuknya. Mata Hazelnya yang memancarkan sebuah semangat tinggi juga turut membuatnya semangat kembali.

Jadi…sekarang ia tidak mengerti siapa yang sebenarnya benar-benar ia cintai.

“Wookie~” tanpa sadar bibir tipisnya menyuarakan sebuah nama sang yeojacingunya dengan nada yang sedih.

Apa kau menyesal Yesung-ssi?

Drrt..Drrt..Drrt..

Ponsel Yesung bergetar menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Tanpa sadar bibir Yesung melengkungkan sebuah senyum manis saat mengetahui siapa gerangan yang mengirim pesan untuknya.

From : Hyukkie~

‘Sedang apa dan dimana? Jangan lupa makan siang’.

Tak mau membuat sang gadis menunggu lama, segera saja jari-jarinya yang lincah itu menekan-nekan ponsel touch screen miliknya, membalas pesan singkat yang dikirimkan oleh Eunhyuk―gadis yang sepertinya sudah mulai merebut hatinya.

To : Hyukkie~

‘Tidak sedang apa-apa. Aku sudah makan siang. Kau jangan lupa makan siang juga’

Senyum Yesung semakin lebar saja ketika pesannya sudah sukses terkirim pada Eunhyuk. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan ringan memutari stand-stand yang ada.

Drrtt..Drrtt..

Yesung merogoh saku celananya dengan cepat mengingat saat ini sedang saling mengirim pesan dengan Eunhyuk. Bibirnya yang sudah melengkung sempurna―karena begitu yakin bahwa pesan tersebut berasal dari Eunhyuk―kini memudar seketika.

Nama yang tertera dilayarnya bukanlah seperti yang ia harapkan. Tapi justru…

From : My Lovely

Oppa! Bisa kita bertemu nanti sore? Di cafe seperti biasanya.

Baru saja ia akan membalas pesan singkat dari Ryeowook tapi sudah ada pesan baru yang masuk lagi. Ia membatalkan untuk membalas pesan itu dan lebih memilih untuk membuka pesan yang baru masuk. Mungkin ia bermaksud untuk membalasnya nanti setelah ia membaca pesan yang baru masuk barusan.

Kali ini bibirnya tersenyum lebar kembali.

From : Hyukkie~

Nanti sore ada lomba menangkap ikan lagi di stand-ku, mau melihatnya?

Tanpa berpikir panjang Yesung pun meng-iya-kan ajakan Eunhyuk. Entah ia lupa atau memang terlalu senang karena Eunhyuk mengajaknya untuk melihat perlombaan itu bersama dengannya, yang pasti sekarang ini ia melupakan satu hal. Satu hal yang bisa saja membuat orang itu tersiksa.

Hn.

Choi Ryeowook.

.

.

.

Mungkin ini hanya sebuah kesalahan kecil, tapi kau akan tahu seberapa besar dampak itu untuk hidupmu selanjutnya

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Ta-tapi kenapa?, apa ini karena adanya Umma dan Kyuhyun?” yeoja paruh baya bersuara dengan nada kaget dan sedikit bergetar seperti menahan tangis. mata dark brown miliknya yang begitu mirip dengan anak laki-laki semata wayangnya tersebut kini terlihat berkaca-kaca memperhatikan wajah sang anak tiri―Choi Ryeowook―yang masih saja tetap datar.

Yah, memang benar bahwa Kyuhyun adalah saudara tiri Siwon dan Ryeowook. Tuan Choi yang sudah bercerai dan bahkan kehilangan Ny . Choi untuk selama-lamanya―setelah 4 tahun sendiri―kala itu memutuskan untuk menjalin sebuah komitmen dengan yeoja paruh baya tersebut.

Umma Kyuhyun yang saat itu sudah menjadi janda karena sang Suami yang sudah meninggal pun akhirnya bersedia untuk membangun komitmen bersama dengan Tuan Choi. Jujur saja, mungkin awalnya ia bersedia untuk menjadi istri Tuan Choi karena sebuah alasan klasik.

Ekonomi.

Hei, hidup di kota Seoul itu tidak mudah. Segala keperluan, sandang dan pangan amatlah mahal. Dan Umma Kyuhyun yang saat itu sudah dipaksa untuk menjadi janda oleh sebuah Takdir tak pelak harus membanting tulang demi membiayai Kyuhyun untuk melanjutkan sekolah.

Tapi mungkin memang waktu adalah sebuah kasus yang bisa mengubah segalanya. Umma Kyuhyun pun lambat laun mulai benar-benar mencintai Tuan Choi. Tidak hanya karena ingin menggantungkan hidup padanya melainkan karena ia mencintai namja duda beranak dua tersebut.

Kyuhyun yang saat itu berusia 13 tahun pastilah sudah cukup mengerti dengan semuanya. Namja bermata sama dengan sang Umma itu awalnya menolak mentah-mentah untuk menerima Tuan Choi sebagai Appa barunya. Ia sempat merasa kecewa dengan sang Umma yang harus setuju dinikahi oleh Tuan Choi.

Kyuhyun yang sebagian besar sifatnya mirip dengan sang Appa yang begitu egois pun berulang kali memberontak. Tapi seiring dengan berjalannya waktu akhirnya ia pun mau merestui hubungan sang Ibu dan Ayah barunya―Tuan Choi.

“Jangan menyebut dirimu dengan sebutan ‘Umma’ untukku” potong Ryeowook dengan tegas. Gadis mungil itu duduk santai dan sibuk dengan ponsel miliknya sendiri. Tak memperdulikan sang Umma tiri yang kini menatapnya sedih. “Jika kau memang benar-benar membenciku dan juga Kyuhyun, aku akan meminta Appa untuk membelikan kami rumah lain―yang bahkan kecilpun tidak masalah―asal kau tidak pergi dari rumah ini”

Ryeowook berdecak kesal. Ia memlintir-mlintir rambutnya yang kali ini dibuat bergelombang kecil-kecil. “Kenapa tidak pergi untuk selamanya saja” sindirnya pedas membuat jantung Ny . Cho―yang kini sudah menjadi Ny . Choi itu tertohok.

Bibir Ryeowook menyunggingkan sebuah senyum meremehkan pada yeoja paruh baya yang duduk didepannya.

Selama ini mereka hidup terpisah. Umma Kyuhyun dan juga Kyuhyun tinggal di sebuah rumah yang juga tak kalah mewahnya yang berada dua blok dari rumah ini. Ini semua dilakukan oleh Tuan Choi karena ia sadar bahwa Ryeowook amatlah membenci Kyuhyun dan istri barunya itu.

“Akh~ sudahlah. Lagipula aku juga tidak berniat untuk berbicara banyak denganmu” tangannya menggapai sebuah jus jeruk yang tadi dibuatkan oleh pembantu yang bekerja dirumahnya ini.

Akh~ ngomong-ngomong tentang Ny . Choi―yang baru ini, sebenarnya ia jarang sekali kesini apalagi jika jam-jam yang kiranya ada Ryeowook dirumah, hanya saja tadi pagi yang teramat suntuk sekali, Tuan Choi menguhubunginya bahwa ia akan pulang hari ini.

Yeoja paruh baya itu tentu saja tersentak. Tidak biasanya suaminya yang gila pekerjaan ini tiba-tiba saja pulang dengan pekerjaan yang sebenarnya masih belum selesai. Ia bertanya tentang apa tujuan Tuan Choi hingga ia memutuskan untuk pulang?

Dan setelah mendengar jawabannya, hatinya seperti tersentak. Ia merasa bahwa mungkin ini semua ada kaitannya dengan dirinya. Dan jadilah seperti ini, ia datang dan mendapati Ryeowook dikamarnya―yang sedang duduk santai memandangi keluar jendela kamarnya―dengan beberapa koper yang ada dilantai seperti siap untuk dibawa pergi kapan saja.

“Maaf―

“―ini semua tidak ada urusannya denganmu. Lagipula selama ini aku bahkan tidak pernah menganggapmu dan anak sialanmu itu ada, jadi berhentilah meminta maaf” Ryeowook memotong dengan cepat permintaan maaf Umma Kyuhyun.

Yeoja paruh baya tersebut hanya bisa menghela nafas berat. Ia sudah terbiasa dibeginikan oleh Ryeowook. dan seperti biasa juga ia hanya mampu diam dan tidak dapat melawan.

Ceklek~

Bunyi pintu utama dirumah mewah itu terbuka.

Ryeowook tersenyum tipis melihat siapa gerangan yang telah sampai. Tangannya meletakkan kembali gelas berisi jus jeruknya yang sudah tersisa setengahnya dimeja.

Tuan Choi berjalan menuju anak bungsunya dan sang Istri. Tuan Choi mengecup kedua kening yeoja yang paling disayanginya itu bergantian. “Menunggu Appa?” bertanya kepada Ryeowook dengan sebuah senyum manis.

“Seorang Anak selalu menunggu kepulangan Ayahnya” jawaban datar dari Ryeowook tak pelak membuat hati Tuan Choi sedikit menghangat.

Sudah lama sekali ia tidak mendengar kata-kata lembut yang menenangkan dari sang Anak bungsu. Selama ini―lebih tepatnya semenjak ia menikah dengan Istri barunya―hubungannya dengan Ryeowook tidak seberapa baik.

Anak bungsunya yang memang memiliki perangai keras kepala itu selalu berbicara seadanya. Ryeowook sudah tidak pernah lagi bertingkah layaknya anak kepada sang Ayah. Ryeowook tidak pernah minta dibelikan ini, itu, kepadanya. Intinya Ryeowook benar-benar sangat jauh dari jangkauannya.

“Jadi…bolehkah?”

Tuan Choi kembali mengulas senyum tipisnya. Dan satu hal lagi yang perlu kalian tahu bahwa gadis ini sangatlah tidak bisa berbasa-basi. “Sebenarnya ada apa? Kenapa tiba-tiba ingin tinggal di Mokpo, hm?”

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin”

Alis Tuan Choi mengkerut. Terasa begitu aneh saat Ryeowook bertindak sesuatu tanpa ada alasannya. “Ya, mungkin aku memiliki beberapa alasan. Tapi yang pasti Appa tidak perlu tahu itu”

“Bagaimana bisa kau tidak memperbolehkan Appa untuk mengetahuinya?”

“Memang apa peduli Appa? Bukankah selama ini Appa tidak pernah peduli tentangku dan perasaanku?” Tuan Choi tertohok mendengarnya. “Jadi aku pikir, sekarang pun Appa juga tidak akan peduli, ‘kan?”

Tuan Choi Menggeleng. “Tidak. Bukan begitu maksud Appa. Appa hanya―”

“―aku hanya meminta ijin. Diperbolehkan atau tidak itu urusan Appa. Yang jelas aku akan tetap tinggal di Mokpo”

Ryeowook berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Tuan Choi yang kini tengah mendesah berat karena kata-kata Ryeowook yang tajam. Sedangkan sang Istri hanya bisa mengelus punggung Tuan Choi dengan lembut, seolah meminta untuk tetap sabar menghadapi sifat Ryeowook yang sedikit kelewatan.

.

.

.

Terkadang keluarga itu seperti sebuah hal yang bisa menyembuhkan lukamu tanpa adanya kata-kata penghiburan

Tapi terkadang, Keluarga juga mampu membunuh perasaanmu tanpa mereka tahu bahwa kau begitu tersiksa dengan semuanya

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Malam ini penutupan pesta pembukaan musim panas, ya?” Kibum berujar lirih dengan mengaduk-ngaduk segelas jus lemon ditangannya menggunakan sedotan. Matanya memperhatikan pusaran jus lemon didalam gelasnya yang berputar ke kanan searah dengan putaran sedotan miliknya.

Puk~

Kibum mendongak dan tubuhnya langsung menegang kaku begitu mengetahui seseorang yang menepuk kepalanya adalah…

“Hai,”

Kibum mendengus lalu membuang muka. Ia baru saja akan berdiri dari duduknya jika Siwon tidak kembali memaksanya untuk kembali duduk. Kibum yang awalnya membuang muka kini justru terkaget-kaget dan memandang Siwon terkejut begitu mengetahui sang mantan namjacingu kini sedang berlutut dibawahnya.

“A-apa?”

Siwon tersenyum tipis. “Maaf~”

“Apa maksudmu?” Kibum bertanya tidak sabar kepada Siwon. “Maafkan aku karena sudah menyakitimu kemarin” wajah Kibum berubah sendu begitu Siwon kembali membahas waktu lalu. “Sudahlah, toh semua sudah berakhir, ‘kan?” katanya ketus dan berbanding terbalik sekali dengan wajahnya yang sendu.

“Justur itu aku ingin memulainya lagi dari awal” namja berdimple smile tersebut langsung mengutarakan maksudnya dan tidak mau berbasa-basi. Hn. Tipikal keluarga Choi sekali. “Sebenarnya apa maksudmu?” Kibum berujar tegas dan menatap tajam Siwon.

“Beberapa hari yang lalu kau memutuskanku, menyuruhku untuk berhenti mencintaimu, dan mengatakan bahwa kau harus melakukan itu semua untuk Dongsaengmu,” tangannya menghentakkan dengan kasar genggaman Siwon padanya. “Lalu sekarang saat aku sudah mencoba untuk belajar melupakanmu, kau justru kembali lagi dan meminta untuk mengulang semuanya dari awal,”

“………………..”

“Kau pikir aku APA? Barang, yang bisa kau ambil dan kau buang sesuka hatimu? Mobil-mobilan yang bisa kau hancurkan sesuka hatimu? Aku ini manusia, Choi Siwon. Aku juga punya perasaan” berteriak dengan kalap dihadapan Siwon. Matanya menyorotkan sebuah tanda yang teramat kesal dan sedih dalam waktu yang bersamaan.

“Maafkan aku. Aku tahu aku bersalah, tapi…aku benar-benar ingin semuanya kembali seperti semula” nada suara Siwon yang memohon mirip seperti tempo hari yang lalu ketika ia meminta Kibum untuk tidak bersedih karena diputusnya.

Kibum menundukkan kepalanya dalam-dalam. Menyembunyikan tangisnya yang sudah keluar dan membasahi pipinya. Gadis berjuluk Snow White itu bingung. Ia bingung dengan tingkah laku Siwon yang suka seenaknya saja padanya.

Apa dia pikir Kibum orang bodoh yang mau mengikuti segala kemauannya saja? Ini bukan kali pertamanya Siwon berlaku seperti ini padanya. Ini bahkan sudah berulang kali. Dan kali ini Kibum benar-benar sudah lelah.

Ia lelah dengan semuanya.

Ia mencintai Siwon, tapi Siwon selalu memperlakukannya layaknya seorang Idiot yang jika disakiti akan kembali mencintainya setelah melihat wajah terluka Siwon. Hei, bukankah selama ini aku yang tersakiti―kata Kibum dalam hati.

Tapi, kenapa?

Kenapa ia masih saja mencintai laki-laki brengsek macam, Choi Siwon?

“Jebal~~aku berjanji tidak akan melukaimu lagi setelah ini”

“Jangan berjanji jika kau sudah berulang kali mengingkarinya. Aku lelah Oppa. Sangat lelah kau beginikan” jelasnya dengan jujur. “Kau selalu saja mengorbankan hubungan kita demi Ryeowook. kau selalu menyuruhku untuk mengalah. Apa kau pikir aku baik-baik saja selama ini?”

“……………………”

“Tidak Oppa. Aku sebenarnya kesal dan merasa kau jauh lebih mencintai Adikmu itu dibanding aku”

Siwon membulatkan matanya tidak percaya. Mencintai  Adikmu?. “Apa maksudmu? Tentu saja aku mencintai Ryeowook, tapi itu dalam batas kewajaran sebagai seorang Kakak terhadap Adiknya. Yang aku cintai itu, kau” akunya dengan tangan yang kini menangkup wajah cantik Kibum.

Kedua jempol Siwon menghapus lelehan air mata yang sudah seperti anak sungai. “Aku tahu, selama ini kau sudah berkorban banyak. Maka dari itu, untuk kali ini…aku akan benar-benar mencintaimu dan tidak melukaimu”

Air mata Kibum menetes semakin banyak. Ucapan-ucapan manis itu sudah sering ia dengar dari bibir joker sang mantan kekasih. Tapi entah kenapa…rasanya kali ini lebih memiliki arti yang mendalam. Seperti ia berkata yang sungguh-sungguh. Dan entah kenapa juga, ia sendiri tidak bisa mengabaikan segalanya―jika itu menyangkut soal Siwon.

Tanpa sadar kepalanya mengangguk.

Siwon tersenyum puas. “Jadi…kau memaafkanku? Mau memulai segalanya dari awal lagi?” Kibum kembali mengangguk. Tak sanggup untuk berkata-kata. Bahkan sampai ia jatuh dalam pelukan sang mantan kekasih, errr..maksudku kekasihnya―karena mereka sudah baikan―pun ia tidak sadar.

Siwon mengecup dengan sayang ubun-ubun Kibum. Membisikkan beberapa kalimat cinta yang teramat begitu memabukkan bagi Kibum.

Tsk. Memang siapa yang bisa melawan pesona seorang Choi Siwon?

.

.

.

Gadis bersurai coklat madu itu mengalihkan tatapannya keluar jendela. Suasana kota begitu ramai, terlihat lampu-lampu menghiasi sepanjang jalan Seoul yang dipenuhi oleh pasangan-pasangan mesra atau bahkan keluarga yang berjalan-jalan menikmati Seoul City saat sore begini.

Ryeowook menatap itu semua dengan tatapan nanar.

Selama ini ia tidak pernah melakukan itu semua dengan Yesung―namjacingunya―dan bahkan ia juga tidak pernah merasakan jalan-jalan sore bersama keluarganya. Rasanya begitu sesak saat melihat orang-orang disana tersenyum bahagia. Sejauh ini Ryeowook tidak pernah sedikitpun mempedulikan hal-hal kecil semacam ini. Tapi entah kenapa sekarang ini rasanya Ryeowook sangat ingin melakukannya. Meskipun tidak dengan keluarganya setidaknya ia bisa melakukannya dengan Yesung.

Ryeowook menggigit bibir bawahnya saat matanya mengerling pada jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore. Yesung tidak kunjung datang juga. Ini sudah lewat 1 setengah jam dari awal janji bertemu. Sebenarnya kemana Yesung?

Ryeowook menyenderkan punggungnya. Jari-jari tangannya mengetuk-ngetukkan pada meja. Hatinya gelisah mendapati Yesung yang tak kunjung datang. Dan, Oh, dia baru ingat bahwa Yesung bahkan belum membalas pesannya sama sekali. Jadi….

“Apa dia sibuk dan tidak bisa datang?” menggumam pelan dengan nada penuh heran serta kekecewaan. Ia menghela nafas berat sebelum akhirnya lebih memilih menyeruput jus jeruknya.

1 jam…

2 jam…

Cukup!

Ryeowook sudah tidak bisa lagi menunggu. Gadis ini bangkit dari duduknya setelah menyerahkan beberapa lembar uang pada sang pelayan dan berjalan keluar. Pandangan matanya menajam selama beberapa menit sampai akhirnya ia ubah kembali dengan pandangan datar khas seorang Choi Ryeowook.

Kenapa disaat-saat penting seperti ini Yesung justru mengabaikannya? Padahal ia hanya ingin menyelesaikan ini semua, mengakhiri semuanya sekaligus berpamitan untuk pergi.

.

.

.

Menunggu itu pekerjaan yang memuakkan

Jadi jangan membuat orang lain menunggumu

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Mata bermanik mutiara hitam itu merotasi malas melihat kedua orang yang berbeda jenis yang saling ikut bersorak bersama penonton lainnya―yang sedang lomba menangkap ikan. Lagi.

Donghae yang bosan dan juga cemburu karena kedekatan Eunhyuk dan Yesung memilih menyibukkan dirinya dengan bermain ponsel. Tatapannya sesekali mengarah pada stand-stand lain yang ada di wilayah sekolah ini.

Saat matanya sedang sibuk melihat-lihat―entah ini karena kebetulan atau memang suatu takdir―ia menemukan seorang gadis mungil bernama Choi Ryeowook yang memandang nanar dan sendu ke arah Yesung dan Eunhyuk.

Donghae menelan ludahnya mendapati pandangan sang gadis yang kali ini benar-benar terlihat sangat sedih. Yah, memang gadis mana yang tidak sedih jika melihat namjacingunya sendiri sibuk dengan yeoja lain? Cih, jangan bodoh.

Donghae menarik nafas dalam. Ia ingin sekali menghampiri tubuh mungil gadis itu dan mengajaknya pergi dari sini agar ia tidak kesakitan, tapi karena stand miliknya saat ini benar-benar sangat ramai dan tentu saja karena ini malam penutupan Festival, dengan sangat menyesal ia harus rela membiarkan Ryeowook sedih.

Kali ini Donghae menarik nafas lega melihat Ryeowook yang membalikkan badannya dan berjalan menjauh. “Setidaknya begini jauh lebih baik, dia tidak harus melihat lebih lama lagi” ucap Donghae, tentu hanya sebatas dalam hati.

Ryeowook berjalan pelan. Lagi, lagi harus begini. Selalu begini dan berakhir dengan begini. Ini sudah ke-tiga kalinya ia melihat yang begini. Melihat Yesung yang tertawa bahagia bersama gadis blonde itu, membuat hatinya terasa teriris-iris.

Ryeowook menyanggah tubuhnya dengan sebelah tangannya yang menjadikan pohon Sakura sebagai penopangnya. Ia memejamkan matanya erat. Rasanya tidak kuat jika terus-terusan harus seperti ini. Mungkin keputusannya yang akan pergi meninggalkan Seoul benar. Jika ia pergi dari Seoul ia tidak harus repot-repot merasakan sakit yang seperti ini.

Grep.

Ryeowook tersentak kaget merasakan sebuah lengan yang mendekapnya dari belakang. Dengan cepat dibaliknya badannya dengan menyentak kasar kedua lengan yang sangat kurangajar sudah memeluknya itu. Matanya kembali melebar saat mengetahui siapa gerangan yang sudah berani memeluknya.

“KAU!” kesalnya dengan berteriak tajam. Seseorang tersebut tidak menjawab teriakan Ryeowook dan justru memandang Ryeowook dengan pandangan yang sendu―seperti seseorang yang tidak rela jika Ryeowook harus pergi. “Orang rumah bilang kau akan tinggal di Mokpo setelah ini,” Ryeowook membuang muka. “Apa itu benar?”

“Semuanya tidak ada kepentingannya denganmu”

Seseorang itu―Cho Kyuhyun―hanya bisa tersenyum kecut. “Kau benar-benar tidak menganggapku ada, ya?” Ryeowook masih diam tidak menyahut. Hati gadis ini masih terasa panas dengan pemandangan yang ia dapatkan, dan sekarang namja sialan ini justru hadir dihadapannya dengan cara yang tidak elit―memeluknya.

“Aku sangat berharap awalnya bahwa aku bisa dekat dan berteman denganmu”

“Aku tidak tertarik”

“Aku tahu itu,” jawab Kyuhyun cepat. “Saat pertama kali bertemu denganmu, aku merasa bahwa aku harus menjadi temanmu. Waktu itu aku masih kecil dan tidak mengetahui apapun. Tapi, melihatmu yang selalu duduk sendirian di taman dekat SMP kita, membuatku menyadari sesuatu hal,”

Ryeowook mendengarkan baik-baik perkataan Kyuhyun. yah, setidaknya sebelum ia benar-benar menghilang dari Seoul ia bisa memberi kesempatan pada Kyuhyun untuk berbicara. “Bahwa kau pasti sangat kesepian”

“Jangan sok tahu”

“Dan dimulai dari itu semua, diam-diam aku memperhatikanmu. Melihatmu dan―mungkin kau bisa menyebutku stalker―mengintipmu yang selalu duduk sendirian di Ayunan,”

“Tahu apa kau tentang ku?”

“Kau yang tidak memiliki teman sejak awal masuk di SMP terkadang membuatku bingung sendiri,” Kyuhyun tertawa kecil mengingatnya. “‘Bagaimana bisa orang kaya dan cantik sepertimu tidak memiliki teman?’ kita-kira itulah pikiranku saat itu” akunya jujur yang sama sekali tak menggubris omongan Ryeowook.

Ryeowook mengepalkan erat kedua tangannya.

“Dan sampai pada akhirnya aku baru mengetahui bahwa calon saudara tiri ku adalah kamu, sejak itu aku baru mengetahui siapa dirimu―dari cerita Appa yang menceritakan tentangmu kepadaku dan Ummaku”

Kyuhyun memandang remeh Ryeowook. “Ternyata kau hanya seorang anak yang kesepian dan kurang kasih sayang. Cih”

Dada Ryeowook bergemuruh mendengar ejekan Kyuhyun.

“Ternyata benar segala Asumsiku selama ini tentangmu. kau . memang . anak . yang . kesepian .”

PLAK!!

“Tutup mulutmu” desis Ryeowook tajam setelah memberi Kyuhyun sebuah tamparan keras dipipi kanannya. “Kau tidak tahu apa-apa tentangku” ujarnya dengan nada tajam. Kyuhyun tertawa kecil mendengarnya. Tangannya mengelus pelan pipinya yang baru saja mendapatkan tamparan dari Ryeowook.

“Ya, ya, aku memang tidak tahu apa-apa. Tapi soal kau yang kesepian, aku…benar, ‘kan?” bertanya santai seolah ini hanyalah masalah sepele. Ryeowook menggeram kesal. “Sebenarnya apa mau mu, Cho?”

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya acuh. “Ingin melihatmu menderita”. Ryeowook tertawa miring yang terlihat sangat menyeramkan. “Kau tidak akan bisa melakukannya” sombongnya dengan nada sinis. Kyuhyun kembali tertawa kecil yang teramat menyebalkan bagi Ryeowook.

“Well, mungkin aku memang tidak bisa, tapi ‘dia’ tentu saja bisa”

Ryeowook mengangkat sebelah alisnya tinggi-tinggi. Tidak mengerti dengan kata ‘dia’ yang diucapkan oleh Kyuhyun. “Kalau kau penasaran kau bisa bertanya”

“Tidak” dengan kata singkat itu Ryeowook berjalan lagi meneruskan niatnya yang akan kembali ke rumah.

Grep!

Kyuhyun menarik lengan Ryeowook sampai sang gadis terhuyung dan berhadapan dengan Kyuhyun. “Tentu saja Yesung Hyung”

Mata Ryeowook membulat seketika mendengarnya. Kyuhyun tertawa sinis. “Dia sudah meninggalkanmu”. Ryeowook melontarkan sebuah tatapan tajam. “Dia terlihat begitu bahagia saat bersama dengan Eunhyuk Noona”

Kyuhyun menarik nafas ringan. Tangannya yang awalnya memegangi lengan Ryeowook kini ia silangkan di depan dada bidang miliknya. “Tidak seperti saat bersamamu yang membosankan ini. Akh~ aku juga sangat setuju jika Yesung Hyung bersatu dengannya. Dia…meskipun tidak secantik dirimu tapi dia sangat menyenangkan dan tidak sombong, tentunya” lanjutnya lagi.

Perkataan Kyuhyun yang begitu tajam dan menusuk tak pelak membuat kepala Ryeowook menunduk dalam. Caramel cerahnya menyapu setiap kerikil-kerikil kecil yang ada di tanah yang sedang ia tatapi. Tangannya kembali mengepal erat.

Ucapan Kyuhyun yang seperti itu membuatnya teringat kembali dengan segala bisikan-bisikan yang ia dengar―yang mungkin dari hatinya―beberapa hari ini.

Jika Kyuhyun saja berpikir begitu, maka mungkin apa yang bisikan-bisikan itu katakan padanya tentu saja benar. Akh~ kepala Ryeowook terasa pening memikirkannya. Tanpa sadar Caramel cerahnya itu berkaca-kaca hingga sebuah lelehan liquid bening mengalir dari sudut matanya.

Kyuhyun yang melihatnya terseyum tipis. “Oh, ya, aku juga mau mengaku kalau yang mengirim foto itu adalah aku”

Aah~ jadi kau Tuan Cho yang sudah merusuh hubungan Ryeowook dan Yesung?? Ckckck.

“Apa sebenarnya tujuanmu?” kepala Ryeowook masih menunduk. Ia sendiri sebenarnya agak kaget saat mengetahui sebuah air mata meluncur dari matanya. Selama ini ia sudah tidak menangis tapi entah kenapa ucapan kasar Kyuhyun barusan sanggup membuat air matanya keluar. “Bukankah sudah jelas?” Kyuhyun berbalik bertanya dengan mata mengerjap-ngerjap polos.

Oh, Kyu. Meskipun kau ber-Aegyo pun Ryeowook tidak akan melihatnya.

“Jadi begitu, ya? kalau begitu sekarang ku ganti pertanyaanku,” dengan mengelap lembut air matanya, kini Ryeowook mendongak memandang nyalang Kyuhyun yang berdiri tegak didepannya. “Kenapa kau ingin melihatku menderita?”

“Hanya ingin saja”

Ryeowook mendesis tajam memandang Kyuhyun. ia tidak mengerti dengan arah pembicaraan namja tampan dan tinggi didepannya. Namja ini penuh dengan kemisteriusan menurut Ryeowook. Well, sebenarnya ia sendiri juga sudah tahu bahwa Kyuhyun diam-diam memperhatikannya dulu saat SMP, hanya saja ia tidak ambil pusing. Toh, ia juga tidak tertarik dengan Kyuhyun.

“Baiklah, dengan begini aku jadi tahu kalau kau membenciku. Dan itu jauh lebih baik menurutku” Ryeowook kembali bersuara saat beberapa menit keheningan menyapa keduanya. “Aku tidak bilang begitu” elak Kyuhyun merasa tak terima dengan perkataan saudara tirinya tersebut.

Ryeowook mengangkat bahunya acuh. “Terserah” Ryeowook membalikkan badannya dan baru akan melangkah jika saja Kyuhyun tak lebih dulu mengucapkan sebuah kalimat yang membuat Ryeowook berhenti langsung.

“Jangan pergi”

Tap.

Ryeowook berhenti ditempatnya. Gadis mungil itu merasa pasti ada sesuatu yang salah dengan pendengarannya. A-apa katanya? Jangan pergi? Jinja…seorang Cho Kyuhyun menahannya untuk tidak pergi?

Akh. Pasti itu halusinasi.

“Ku mohon jangan pergi”

Oke. Kali ini Ryeowook percaya bahwa ini semua bukanlah halusinasi. Ini semua nyata. Kyuhyun memintanya untuk tidak pergi. Tapi kenapa? Apa Kyuhyun sengaja tidak memperbolehkannya pergi karena Kyuhyun masih ingin membuatnya menderita?

Suara Kyuhyun yang terdengar memelas seperti mimpi bagi Ryeowook. selama ini ia jarang dan hampir tidak pernah berbincang-bincang dengan Kyuhyun, tapi Ryeowook yakin dengan sangat bahwa telinganya masih normal dan tidak mungkin salah mendengar nada permohonan yang keluar dari bibi kissable itu.

“Apa maksudmu? Seharusnya kau senang jika aku pergi meninggalkan Seoul, kau dan ibumu itu bisa merajai rumahku”

“Kenapa kau berpikir bahwa kami mengincar harta keluargamu?”

Ryeowook menolehkan kepalanya dan tidak sampai kebelakang. Hanya kesamping saja tapi matanya melirik tajam kepada Kyuhyun dibelakangnya. “Orang-orang miskin seperti kalian memangnya selain harta apa lagi yang kalian pikirkan?”

Kyuhyun menggeram kesal dengan ocehan Ryeowook yang sangat pedas dan cenderung meremehkan kalangan orang bawah. “Meskipun kami miskin, bukan berarti kami selalu mengejar materi. Kami orang miskin juga memiliki tujuan lain selain menjadi kaya”

“Oh, ya?” bertanya polos dengan kali ini kembali membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun.

“Orang-orang kaya sepertimu memang tidak mengerti apa itu hidup dan bahagia, karena hidup kalian hanya berputar-putar pada bagaimana cara kalian menjaga harta kalian agar tidak jatuh ke tangan orang yang salah, agar harta kalian tetap utuh, agar harta kalian bisa bertahan lama ditangan kalian,”

Ryeowook menatap lurus tepat pada dark brown manik Kyuhyun.

“Kalian melupakan tentang kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang seharusnya di-isi dengan kebahagiaan, senyum dan kebersamaan. Kapan kau mau bercermin? Huh?”

Ryeowook seperti tertohok sesuatu yang tajam ketika mendengarnya. Ia mengernyit tidak suka dengan cara Kyuhyun menyampaikan definisi tentang orang kaya. “Apa kau tidak ingin bahagia?”

“Tidak ada seorang pun di Dunia ini yang tidak ingin bahagia” jawab Ryeowook datar.

“Kau tahu tentang itu, tapi kau tidak tahu bagaimana caranya agar bahagia. Kau memang sangat menyedihkan”

Ryeowook mendengus geli dengan segala Asumsi yang diucapkan oleh Kyuhyun. “Lalu setelah kau pikir bahwa aku adalah manusia yang menyedihkan, lantas kau mau apa?” tantang Ryeowook masih dengan nada datarnya. “Aku…aku hanya ingin membantumu. Aku ingin berteman denganmu”

Deg!

Ryeowook membulatkan matanya kaget saat seutas kalimat sederhada itu muncul dari mulut Kyuhyun. kalimat yang bahkan pernah di ucapkan oleh Donghae padanya. Kalimat itu…

Teman?

Ryeowook sudah merasa asing dengan kata ‘teman’. Ia sudah tidak bisa mengerti apa itu teman.

.

.

.

Teman…??

Adalah salah satu orang yang bisa menyapa kita dengan senyuman~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Sungmin menutup rapat mulutnya menggunakan sebelah tangannya agar isakannya tidak keluar. Matanya sudah berkaca-kaca dan siap untuk meluncurkan liquid bening. Kepalanya terasa begitu pening melihat semuanya. Nafasnya tercekat, ia seperti kehilangan nyawanya dalam seperkian detik. Bibirnya bergetar tidak mampu menahan isakannya.

Suaranya…

Kemana suaranya, kenapa tiba-tiba menghilang.

“Ya! apa yang kau lakukan? Berdiam diri menatapi ponselmu sedangkan aku dan Hangeng sibuk mengurusi pembe…SUNGMIN?” Heechul menghentikan ocehannya dan langsung berlari menuju Sungmin yang kini menangis dengan keadaan jatuh terduduk didalam stand.

Tatapan mata Sungmin mengarah pada ponsel miliknya―akh tidak, tapi itu milik Kyuhyun―dimana disana terdapat sebuah folder yang berisikan seorang foto gadis manis yang sangat ia kenal.

Heechul ikut membungkam mulutnya yang menganga dengan sebelah tangannya. Heechul terperangah melihatnya. Disana terdapat banyak sekali foto…

“Jadi selama ini aku benar? Aku benar…kalau Kyuhyun mencintai…Ryeowook? hikz~” isakan itu keluar dengan segala kesakitan yang begitu menyesakkan dalam hatinya. kenyataan yang membuatnya kini yakin dengan Asumsinya dulu. Yah, dulu dan bahkan sampai detik ini―sebelum Sungmin melihat foto Ryeowook di ponsel Kyuhyun―ia sangat percaya bahwa Kyuhyun mencintai Ryeowook.

Tatapan mata Kyuhyun yang selalu memandang Ryeowook aneh sering sekali mengundang tanya dibenak Sungmin. Tapi Kyuhyun selalu menyangkalnya dan mengatakan bahwa namja jangkung yang sangat ia cintai itu hanyalah mencintai dirinya. Semua ucapan manis Kyuhyun berhasil merobohkan tembok curiga yang terbesit dibenak Sungmin.

Dan sekarang….

“I-ini..hikz..seperti mimpi..hh..hikz”

Heechul membawa Sungmin kedalam pelukannya. Mengelus punggung Sungmin dengan sayang lalu mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan untuk gadis kelinci ini. Heechul menaruh jari telunjuknya didepan bibir saat Hangeng datang dan baru akan membuka suara. Hangeng yang mengerti akhirnya hanya mengangguk lalu kembali bekerja melayani pembeli.

Sungmin mencengkram ujung baju Heechul kuat melampiaskan segala kesakitannya. Air matanya tidak mau berhenti. “Kau..pasti tahu semua ini, ‘kan Chullie? Hikz..” Sungmin merancau sambil menangis. Meskipun umur Sungmin jauh dibawah Heechul tapi yeoja kelinci ini memang lebih suka memanggil Heechul dengan panggilan ‘Chullie’.

“ke..hikz..kenapa kau tidak menceritakannya padaku..hhh”

Heechul semakin menguatkan pelukannya pada Sungmin. “Mianhae, Minnie”

“Kenapahh..hikz?” tangis Sungmin semakin menjadi-jadi. “Aku..hhh..sangat mencintainya..hh..hikz..tapi, kenapa??” masih saja merancau tidak jelas dengan jari telunjuknya yang mengarah pada foto Ryeowook.

Dalam hati Heechul begitu mengumpat keteledoran Kyuhyun yang meninggalkan ponsel miliknya. Usahanya selama ini yang berusaha menutup-nutupi segalanya dari Sungmin sia-sia jika begini akhirnya.

.

.

.

Satu per satu rahasia muncul dipermukaan

Semua hal yang disembunyikan itu pasti tidak akan selamanya menjadi rahasia

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Yesung tertawa lebar dengan sesekali membawa gadis blonde itu kedalam pelukannya. Mata sipitnya bertambah sipit saat tertawa. Ia sudah seperti seseorang yang berpacaran saja dengan Eunhyuk.

Mereka berdua bahkan sudah tidak peduli lagi dengan segala gunjingan atau omongan siswa-siswa lain yang menganggap mereka bermain dibelakang Ryeowook. yang mereka tahu adalah mereka bahagia dengan hubungan tanpa status mereka. Tanpa ikatan akan tetapi begitu menyenangkan.

“Oppa, ayo kita membeli barang yang sama”

“Sama?” tanya Yesung tidak mengerti. Eunhyuk mengangguk mantab. “Ne, couple~. Bagaimana?” wajah Eunhyuk terlihat berseri-seri dan penuh harap saat melihat tampang Yesung yang sedang berpikir.

Bibir Eunhyuk tertarik ke atas saat melihat Yesung yang menganggukkan kepalanya. “Ne, kajja” ajaknya sambil menarik tangan Eunhyuk menuju stand milik Yunho dan teman-temannya. Mereka saling bergandengan tangan dan terkadang bercanda. Pipi Eunhyuk yang merona heboh pun tak luput dari cubitan sayang dari Yesung.

Semua mata yang melihat mereka saling bertanya-tanya.

Apa mereka pacaran?

Lalu bagaimana dengan Ryeowook?

Akh~ Ryeowook sudah putus dari Yesung, ‘kah?

Kira-kira begitulah bisik-bisik dari orang-orang sekitarnya.

Yesung yang mendengarnya langsung terdiam dan menghentikan langkahnya. Bibirnya yang sedari tadi tersenyum mendadak tertutup rapat. Sinar bahagia di matanya menghilang digantikan dengan sebuah tatapan yang begitu sulit di artikan.

Pegangan tangannya pun dilepas, membuat Eunhyuk jadi bingung sendiri dengan tingkah Yesung yang aneh. “Oppa, kena―”

“Yesung Hyung!” seseorang menginterupsi ucapan Eunhyuk. Yesung dan Eunhyuk menoleh kepada seseorang yang sedang berlari menghampiri mereka. “Kyu,”

Kyuhyun berdiri dengan wajah memerah. Entah karena marah atau menahan tangis. Yesung tidak bisa menebaknya. Yang jelas jika dilihat dari wajahnya ada sesuatu yang penting. “Ryeowook,” mata sipit Yesung membulat mendengar nama yeojacingunya disebut. Sebuah perasaan was-was muncul dalam hatinya.

“Kenapa dengannya?” bertanya tidak sabar pada Kyuhyun yang kini sedang memikirkan bagaimana caranya untuk menyampaikan semuanya pada Yesung. “Kau…tidak mencegahnya?”

Akh!

“Apa maksudmu?” kening Yesung mengkerut akan kalimat yang dilontarkan Kyuhyun. “Menahan bagaimana?” ulang Yesung bertanya pada Kyuhyun. kali ini Kyuhyun lah yang mengkerutkan keningnya. “Kau tidak tahu?”

“Jangan bertele-tele, Kyu. Bicaralah yang jelas” berujar dengan tegas bahkan tanpa sadar berteriak. Eunhyuk yang mendengarnya sedikit kaget. Pasalnya ia tidak pernah sekalipun mendengar Yesung yang berteriak sekencang ini pada seseorang. Hatinya…hatinya juga sedikit sakit mengetahui Yesung yang amat tidak sabaran jika menyangkut tentang Ryeowook.

“Dia…” Kyuhyun menggantung kalimatnya. Tangannya mengusap kasar wajahnya yang memerah. “…memutuskan untuk pergi dari Seoul”

a-apa??

Kenapa?

Yesung menganga lebar mendengarnya. Tidak!tidak mungkin Ryeowook pergi dari Seoul. Dan lagi kenapa tiba-tiba? Kenapa gadis manis itu tidak memberitahunya?. Tidak, tidak, tidak. Pasti Cho Kyuhyun ini membual dan hanya ingin membuatnya panik. Selama ini ia kan senang sekali usil.

Yesung tertawa hambar berusaha menertawakan Kyuhyun―yang menurutnya berbohong.

Kyuhyun menggeram kesal. “Aku benar-benar tidak berbohong”

“Aku tidak percaya padamu. Kalau dia pergi dari Seoul, mana mungkin dia tidak memberitahuku dulu? Dia selalu berbicara terbuka denganku”

Kyuhyun mendecih pelan. Matanya kini beralih memandang Eunhyuk yang sedari tadi hanya bisa diam mendengarkan. “Kenapa tidak? Kau jalan-jalan dengan Eunhyuk Noona saja kau tidak memberitahunya, jadi apa gunanya Ryeowook memberitahumu kalau dia akan pergi dari Seoul.”

Yesung mematung mendengarnya. Kalimat barusan berhasil membuatnya sadar akan satu hal. Satu hal yang terlupakan.

“Oppa! Bisa kita bertemu nanti sore? Di cafe seperti biasanya”

Tubuh Yesung menegang kala otaknya memproses ingatannya tentang pesan yang dikirimkan oleh yeojacingunya itu. Akh~ ia baru ingat bahwa tadi Ryeowook mengajaknya bertemu. Tapi ia menolaknya, akh tidak..lebih tepatnya mengabaikannya. Ia sadar bahwa tadi dan sampai detik ini pun ia belum membalas pesan itu.

Dengan telapak tangannya yang berkeringat karena merasa bersalah dan juga ketakutan akan ucapan Kyuhyun yang mengatakan bahwa Ryeowook benar-benar pergi, ia mengambil ponselnya. Dan ekspresi terkejut pun tak dapat ia sembunyikan.

Ada 23 panggilan tak terjawab dan juga beberpa pesan dan email yang berasal dari gadisnya. ‘Kau menungguku?’ innernya dalam hati.

Eunhyuk memegang lengan Yesung. “Gwaenchana, Oppa?” bertanya lembut sambil menatap Yesung dengan lembut. Yesung mengangguk lemah. Gadis blonde itu hanya bisa tersenyum tipis melihat ekspresi Yesung yang sepertinya tidak baik-baik saja.

Secara perlahan perasaan bersalah tiba-tiba saja hinggap dalam hati Eunhyuk. Perasaan bersalah saat ia mendengar omongan Kyuhyun yang mengatakan bahwa Ryeowook pergi. Kenapa ia harus merasa bersalah? Bukankah selama ini ia berharap agar Yesung menjadi miliknya?

Eunhyuk mencoba menghilangkan perasaan bersalah itu dalam hatinya. “Oppa bisa pergi mencari Ryeowook jika hati Oppa sedang tidak tenang. Aku…tidak apa-apa” ujarnya dengan lembut. Lagi.

Yesung tersentak mendengarnya lalu menggeleng. “Tidak. Ayo kita lanjutkan mencari gelang yang sama. Lagipula, Oppa yakin kalau Kyuhyun pasti berbohong” tak mau mendengar protes dari Eunhyuk namja bermata sipit itu langsung saja menarik tangannya melanjutkan jalannya.

Selama perjalanan menuju stand milik Yunho CS, mereka berdua saling diam. Keheningan yang seperti ini membuat Eunhyuk benar-benar semakin yakin kalau Yesung sebenarnya pasti sedang memikirkan Ryeowook.

“Oppa?”

“Ya,”

Eunhyuk terlihat sedang menimang-nimang tentang pertanyaan yang akan ia ucapkan pada Yesung. Jika ia menanyakannya pada Yesung ia takut kalau Yesung akan marah, tapi jika tidak menanyakannya, rasanya…seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam benaknya.

“Ada apa?” ulang Yesung lagi yang kali ini semakin mengeratkan pegangan tangannya pada jemari yeoja yang berjalan disampingnya ini. Eunhyuk mengatur nafasnya sebentar sebelum bertanya. “Bagaimana perasaan Oppa saat berada disampingku?”

Refleks Yesung langsung menolehkan kepalanya menghadap Eunhyuk. “A-ah~~aku hanya bertanya. Jika tidak mau menjawab juga tidak apa-apa” berkata dengan cepat-cepat, takut jika Yesung marah. Tapi sepertinya semua perkiraan Eunhyuk salah. Ternyata namja bermata sipit ini justru tersenyum manis padanya.

“Hah~ rasanya…masih sama dengan apa yang Oppa ucapkan padamu”

“Huh?”

“Saat dekat denganmu, Oppa seperti merasakan sesuatu yang tidak pernah Oppa dapatkan dari Ryeowook. kau sangat menyenangkan dan asyik”

“Apa itu artinya Ryeowook membosankan―oppss”

Akh! Keceplosan lagi dia.

Yesung mengacak gemas poni depan Eunhyuk. “Tidak juga. Ryeowook tidak membosankan seperti yang ada dalam pikiran orang-orang. Dia sebenarnya orang yang sangat lembut dan pendengar yang baik, tapi ia tidak mau memperlihatkannya pada orang lain”

Eunhyuk menunduk sedih dengan jawaban Yesung. Ohh~ jadi begitu ya? aku hanya sebatas menyenangkan baginya.―suara hati Eunhyuk memelas.

“Oppa menyukaiku, tidak?”

“Tentu saja Oppa menyukaimu”

“Kalau mencintaiku?”

Hening sejenak. Baik Yesung maupun Yesung tidak berani bersuara.

Mencintaiku?

Kalau cinta, jujur saja Yesung sendiri masih ragu. Ia tidak mengerti cinta yang bagaimana yang Eunhyuk maksud. Karena selama ini pun saat ia bersama dengan Ryeowook ia hanya merasa nyaman dan selalu ada perasaan yang memaksanya untuk selalu berada disisi Ryeowook.

Bukan.

Ini bukan masalah janji masa kecilnya dulu. Tapi…ini memang murni. Sejak ia bertemu dengan Ryeowook pertama kali, saat ia menatap dalam Caramel cerah milik yeoja mungil itu, sejak ia melihat air mata Ryeowook, tiba-tiba saja muncul sesuatu dihatinya yang memaksanya untuk selalu menjaga gadis mungil itu. Untuk selalu berada didekatnya dan tidak menyakitinya.

Jadi….sekarang ia bertanya-tanya, apa ini Cinta?

Lalu bagaimana dengan Eunhyuk?

Jantungnya berdetak dengan cepat. Ada sebuah rasa senang saat dekat dengannya, seperti menemukan sesuatu hal yang baru yang tidak ada dalam diri Ryeowook. saat bersama Eunhyuk, ia pun cenderung sering tertawa.

Dan….ia kembali bertanya, apa ini Cinta?

“Aku…tidak tahu, Hyukkie”

Eunhyuk menghela nafas berat mendengar jawaban Yesung. Ia yakin bahwa Yesung sendiri pasti juga galau akan perasaannya pada Ryeowook. “Jujur saja, jika kita terus begini pasti siswa-siswa yang lain menganggap aku sebagai perusak hubungan kalian”

Mengaggap? Apa maksudmu Eunhyuk-ssi? Jelas-jelas kau memang merusak hubungan mereka. Dasar tidak tahu malu.

“Apa omongan yang seperti itu dapat membuatmu tidak nyaman?”

Mata Eunhyuk mendelik pada Yesung. “Tentu saja tidak. Aku ini gadis tangguh, kalau hanya gunjingan-gunjingan tidak berarti seperti itu aku tidak pernah goyah dan peduli”

“Aku tahu itu, kau juga satu-satunya gadis yang tidak mempan dengan kata-kata kasar dari Ryeowook”

Keduanya tertawa bersama. Mereka kini telah sampai didepan stand milik Yunho CS. Disana banyak sekali aksesoris yang dijualnya. Salah satunya adalah sebuah kalung berbentuk hati yang terpecah menjadi dua. Eunhyuk memandangnya dengan mata penuh harap. Entah kenapa ia merasa begitu menginginkan kalung itu.

Yesung yang sejak tadi sibuk memilih-milih gelang―untuk dijadikan gelang couple bersama Eunhyuk―tersenyum mendapati mata Eunhyuk yang menatap kalung couple yang tergantung didepan stand Yunho CS.

Yunho CS menatap Eunhyuk dan Yesung penuh tanya. “Apa kalian berpacaran?” begitulah kalimat kecil yang diungkapkan oleh Jaejoong kepada Yesung dan Eunhyuk.

Jaejoong menyipitkan matanya demi memastikan sebuah semburat merah tipis yang menghiasi pipi gadis kurus ini. “Tentu saja tidak”

Semburat tipis itu langsung hilang dalam sekejap saat mendengar suara tegas Yesung. Jaejoong mengangkat bahunya acuh. “Aku pikir berpacaran, habisnya sampai mencari barang yang couple-an sih, dan lagi kabar-kabar yang aku terima hubunganmu dengan Ryeowook merenggang” ucap Jaejoong santai.

“Hanya kabar burung begitu tidak usah digubris”

“Aku memang tidak menggubrisnya, aku ‘kan hanya bertanya. Lagipula kalau pun benar, mungkin satu-satunya penyebabnya adalah gadis ini” melirik judes kepada Eunhyuk yang saat ini sedang menelan ludahnya gugup.

“Boo~ jangan ikut campur urusan orang lain” Yunho menyela. Jaejoong mengerucutkan bibirnya lucu. “Aku hanya bertanya Yun” merajuk manja pada Yunho.

Yesung memandang Eunhyuk sekilas. “Aku ambil kalung itu” tunjuknya pada sebuah kalung yang tadinya ditatapi oleh Eunhyuk. Yunho mengangguk dan mengambil kalung yang dipilih oleh Yesung. Alis Yunho mengkerut melihatnya. Sepertinya ia mengingat sesuatu, tapi…apa ya?

Sambil membungkus kalung yang dipilih oleh Yesung menggunakan plastik, otak Yunho mencoba mengingat-ngingat kembali. “Hei, ini kalung yang saat itu ditatapi oleh yeojacingumu yang sombong itu” celetuk Jaejoong.

Akh, iya juga ya. pikir Yunho yang baru mengingat.

Alis Yesung menyatu. Tidak mengerti dengan maksud Jaejoong. “Beberapa hari yang lalu Ryeowook sempat berdiri disini selama beberapa menit sambil memandangi kalung ini” Yunho mencoba menjelaskan kepada Yesung yang seolah tidak mengerti dengan maksud kekasihnya itu―Kim Jaejoong.

“Benarkah?”

Jaejoong dan Yunho mengangguk.

Yesung tersenyum tipis mendengarnya. Lalu ia mengambil lagi dua buah gelang yang sama berwarna coklat dengan ukiran bunga matahari dipinggirnya. “Aku ambil ini juga”

Eunhyuk baru saja akan bertanya untuk siapa gelang itu, tapi Yesung sudah lebih dulu menjelaskannya. “Gelang itu untuk kita, sepertinya kau lebih cocok memakai gelang” ucapnya sambil tertawa kecil.

Yesung sama sekali tak menyadari ekspresi wajah Eunhyuk yang kecewa berat. Padahal ia menginginkan sekali kalung itu.

Jaejoong yang menyadarinya hanya bisa tertawa puas dalam hati melihat Eunhyuk. “Ayo, kita kembali” ajak Yesung setelah Yunho menyerahkan barang yang dibelinya tadi.

“Yesung!”

“Ya,” menoleh sekilas pada yeojacingu Yunho tersebut. “Jangan bermain api kalau tidak mau terbakar”

“Hn”

Tak mau memikirkan lebih lanjut lagi maksud terselubung dari perkataan Jaejoong, ia kini justru melanjutkan jalannya yang akan kembali ke stand milik Eunhyuk―mengantarnya.

“Boo~ kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau tidak suka dengan gadis blonde yang bersama dengan Yesung itu?”

Jaejoong menerima uang dari salah satu pembelinya yang baru saja membayar. “Bukannya tidak suka dengannya, hanya benci dengan caranya”

“Maksudmu? Kau lebih menyukai gadis sombong itu?”

“Aku tidak suka keduanya, Yun!”

“Lantas?”

“Yah~~ intinya gadis yang merebut pacar orang dengan tidak tahu malu itu sangat menyedihkan. Meskipun aku sangat membenci gaya tengik Nona Muda Choi itu, tapi tetap saja sebagai sesama perempuan aku bisa merasakan bagaimana sakitnya saat kekasih kita direbut oleh perempuan lain”

Yunho mengelus dengan penuh cinta kepala Jaejoong. “Aku mengerti maksudmu”

.

.

.

Sebagai sesama perempuan seharusnya kau bisa belajar untuk tidak merebut pacar orang lain

Rasakan bagaimana jika kau ada diposisinya, coba bayangkan bagaimana perasaannya saat mengetahui kekasihnya direbut oleh orang lain

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Wookie~” Ryeowook sekali lagi menoleh dan matanya melebar saat melihat seseorang yang memanggilnya menuju ke arahnya. Dengan cepat dihapusnya sisa-sisa jejak air matanya.

Ck! Kenapa disaat-saat seperti ini selalu ada saja yang menghentikan langkahnya. Tadi Kyuhyun, dan sekarang….

TBC!!

Author Note :

Halooo~~

Bagaimana dengan Chapter ini?

Apa ini terlihat membingungkan?

Nah, sedikit penjelasan dari saya.

Jadi begini, selama ini Yesung itu sebenarnya belum atau tidak menyadari tentang perasaannya yang sesungguhnya, sedangkan Ryeowook sendiri dia lebih memiliki sifat yang Egois. Ryeowook tidak mau sakit sendirian jadi dia memutuskan untuk membawa Yesung―yang notabenenya belum mengerti sepenuhnya tentang perasaannya kepada Ryeowook―untuk ikut masuk dalam sakit yang Ryeowook rasakan.

Secara perlahan-lahan dan tanpa sepengetahuan Yesung, Ryeowook itu sering sekali menampakkan sisi lemahnya pada Yesung ( contohnya seperti ; Ryeowook yang sok tegar atau sering menahan tangis. dengan begitu ‘kan Yesung yang sensitive akhirnya merasa bahwa Ryeowook itu sebenarnya rapuh), dan itu adalah caranya agar Yesung merasa simpati atau kasihan padanya. Hingga pada akhirnya Yesung―yang mungkin sudah termakan dengan acting Ryeowook―memiliki perasaan yang ingin selalu menemani Ryeowook sampai mati, menjaga Ryeowook dan melakukan apapun agar Ryeowook bahagia. Lalu seiring berjalannya waktu, Yesung pun merasa bahwa mungkin, inilah cinta.

Dan sebuah perasaan yang sebenarnya adalah ‘Kasihan’ telah dianggap oleh Yesung sebagai Cinta.

Nah, tapi seperti sekarang ini. Ternyata Ryeowook sudah sadar bahwa hal yang seperti itu―seperti yang telah sudah-sudah ia lakukan―ternyata semakin membuat marah dan benci dengan dirinya sendiri karena dikasihani bukan dicintai.

Kekeke~ pada bingung nggak sih nih? Kalau bingung bisa ditanya, nanti akan saya jawab.

Tentang KyuWook, semuanya sudah terjawab lah ya~~

Chapter depan sepertinya mengekspose tentang perasaan Yesung ya. soalnya disini Yesung tuh galau banget, nggak ngerti sama perasaannya sendiri. *getokkepalayeye*

Btw..Sibum juga udah balikan tuh. *tebarbunga*. Buat KyuMin? Omo~~~ maafkan saya Umin, saya terpaksa menjadikanmu korban disini. Kekeke *digeplaksungmin*

Nah udah panjang ‘kan ya? udah dong, yang bilang pendek mending check matanya ke tukang bangunan deh *buagh*

Sign,

Ryeowook’s Wife~

130 thoughts on “(GS/Chapter) We Don’t Leave You~ 05

  1. hiks…hiks….saeng…..tnggung jwab krn udh buat eonni nangis ( ?)

    emosi liat yeppa sama hyuk, tega bener sama wookie. bisa2 nya yeppa enak2n beduaan sama hyuk sedangkan wookie gak di anggap
    *huuweeeee kasian baby wookie

    ommooo……jadi kyu itu sodara tiri nya wookie, terus kyu cinta juga sama wookie? ?
    aigooo….bener2 masalah percintaan yang rumit!

    dan untuk abg yeye liat aja ntar kalo wookie itu udah pindah k mokpo….baru tau rasa.
    sebel banget liat yeppa. . . .-_-

    dan sekali lagi maksih untuk p.w nya y saeng ^^

  2. disini banyak yang tersakiti! Sungmin yg harus menerima kenyataan kalo Kyu gak cinta ma dia! Eomma nya Kyu! Kyunya juga! Tapi yang plg tersakiti itu Ryeowookku! Kenapa Yesung-Enhyuk bener bener jahat ma Wookie! Dasar Yesung raja tega! Mengkhiatnati Wookie! Mengabaikannya! Kau benar benar yah!
    Dan kau kunyuk -enhyuk- gak punya malu! Muka tebel! Bersenang senang diatas penderitaan orang lain -menyedihkan! Perasaan bersalah yang amat besar pasti kan menghampirimu!

  3. omoooo~ makin akhir chapternya makiiin nyeseeeg.
    aaaah, jadi kyumin cuma boongan yaaa, moga ajah mreka kmbaliiii.
    sabaar yaa uminnn *pukpuk mesrah.
    untuk wookie, aigooo kapan berubah neng, aku wlopun tertutup tapi aku slalu berakting seCERIA mungkin, kalo aktingnya kaya eneng itu malah tambah di kasiani sama semua orang eneng ganteng/?
    buat choi-ssi, aduh eneng ini paling bisa ya bkin ff hurt bgini, pertama choose me or your past.-tarik nafas- bisakah bikin ff chapter yang selalu bhagia??? -request yng konyol-
    pregnant sequel dong, lanjutin selama wookie ngidam, masa hamil, melahirkan dan punya anak *oke ini udah ngelantur*
    Ecuuuung-ah youre b*st*rd, kmu udah nykitin dua cewe sekaligusss, hell yaaaa~
    Sibum chukaeeee^^
    Eunhyuk, aaaaah unyuk-ah knpa kmu jahat humm??
    yuuuk ah cuuus ke chap 6 duyuuuu^^

  4. huwee nangis lagi saya.😥 ff nya feel-nya dapat banget.
    hyuukk sadarlah yesung itu tidak mencintaimu.. yesung sadarlah bahwa kamu itu mencintai wookie.
    kkeke tebakan ngayal aku benar pada kyuhyun kalau kyuhyun yg ngirim foto hyuk dg yesung.
    lanjuut april, keep writing.🙂

  5. hiks… bingung mau kmen ap skit bnget rasa.y

    bang yeye jngan lm2 kmu nykitin prasan uri wook, cpet lah sadar bhwa yoja yg kmu cinta adlh uri wook.
    Kyuh kmu jga nykitin prasan umin sdrlah kyuh,
    hyuk kmu knp si gatau malu, brsenang2 datas pnderitaan ornglan pdhal kmu taukn bang yeye sudah punya yojachingu dsar cri krempatn dlm ksempitan

  6. 😥 baby kamu pasti sakit banget ya sayang~ !! namjachingu-mu mengabaikanmu dan malah bersenang” dengan gadis barunya😥 gara” kata” kyu kamu akhir’a bisa meneteskan air mata baby~😥
    dan ternyata..😮 Kyu adalah saudara tirimu dan dia juga mencintaimu

  7. #bener” rumit😥
    kesian baby~
    apa yesung membeli kalung itu u/ baby
    Cih !
    apa baby sudah berangkat ke mokpo ??
    #semoga chap depan yesung yg MENDERITA
    #amiiinn hahaha😀

  8. knp jdi sedihh bgt gni??

    aigoo…
    wookie liat yesung & hyukie kissing???
    OMG!!!!
    ini bner2 parahh…
    yesung jg emg kykny secara gk sadar nglupain wookie dan mlah milih si cwek rusuhh yg se enakny suka sama cwok orng…
    #sungguh gadis yg menyedihkan

    ooooo ternyata gtu ta hbungn wookie sma kyu #sodara tiri
    trz apa itu tadi
    kyu suka sama wookie??

  9. Yesung bikin kecewa-_- sebenernya gmna sih? Kenapa harus sama hyukie, wookie jd tersisihkan-_-Ah dasarrrrrrr-_-kenapa jadi hurt gni ya-_-Bener kasian sama wookienya looh, yesung kok sifatnya gtu ya? Ga bisa milih-_-

  10. yang pertama aku ngucapin makasih untk pw nya …

    penasaran air muka yesung waktu tau bahwa ryeowook benran ninggalin dya???
    ditunggu kelanjutannya HWAITING!!!!!!

  11. Gak sanggup bacanya.
    kok Yeppa gk percaya sih kalo ryeong oppa itu mau pergi. salah sendiri lebih menting’in hyukki oppa dari pada yeoja chigu-nya sendiri. kasihan kan ryeong oppa udah nunggu 2 jam ,,malah mereka enak2an …

    kyuhyun kok egois sih. kasian tuh minni oppa ..

    Gomawo Pw-nya yaa eon🙂

  12. Waw. Suatu pengkhianatan yg luar biasa Kim Jongwoon-ssi. Kalau anda masih ragu dgn persaan anda, lbih baik jgn prnah memutuskan sesuatu. Saran saya ‘ Jangan pernah melakukan sesuatu yg tidak tahu kepastiannya’. Anda bnar-bnar mlakukan penyesatan yg bgitu jauh, anda tidak mncintai sosok seorang Lee Hyuk Jae, tpi anda bisa dgn mudh mncampakkan gdis yg anda cintai, anda sndiri mngtkan ini ttg perasaan bkan ttg jnji msa kcil. Anda itu hnya ingin Sosok Eunhyuk yg periang dn brsmngat, ada pda diri Ryeowook krna Ryeowook yg sma ini anda knal hnyalah seorang gdis egois, dan tidak akan pernah menyukai perubhan, gdis yg selalu kuat dn ytegar tpi nyatanya dia hnyalah gdis yg tkut hidup sendirian. Saat anda mnemukan gdis unik sperti Eunhyuk anda mrsakan perasaan yg amat trsa aneh, prsaan yg hmpir sma sperti cinta nmun itu bkan cinta.

  13. sumpah chap 5 bikin nyesek😥 aku sampe nangis d buat ny ??? kasihan wookie oppa d khianati sama yesung oppa … huweeeeeeeeeeeeeeeeeeeee😥 baca ff ini seakan aku ikut serta d dalam ny iiiiiiiiiiiih hehehe

    chayo buat ff ny🙂 lanjutan chap 6 sma 7 ny ko gk ada siiiiiiiih ??? d adain donk biar kita puas ngebaca kelanjutan cerita ny !!!

  14. kenapa disini banyak hati yang tersakiti,

    sesek ngeliat wookie yg sangat” sedih, sampai” gak bisa nangis untuk mengutarakan kesakitan hatinya,

    oh kim jong woon tidakkah kau merasa jahat sekali, wookie yg waktu itu sms ingin betemu malah kau lupakan, dan malah memilih membalas sms dari hyukkie yg jelas” bukan yeojachingumu,
    #Pabboya

    dan juga hyukkie tidakkah kau merasa bersalah, karena kau telah merebut namjachingu orang,,

    oh ya sekali lagi gomawook eon karena udah dikasih tau pw.na😀
    #PoppoEonnie :*

  15. Wookie ah…..andwae…..knpa harus memilih jalan untuk pergi ke mokpo, lalu meninggalkan semua org yg menyayangimu di seoul..tidak berniat memnta izin pada yesung?? Oh lupa,, yesung kan mengabaikan pesanmu yg meminta bertemu, jika aku yg ada diposisimu gak yakin bisa sekuat kamu..
    Kyuhyun sebenar nya apa maksudmu?? Merendahkan dan mengejek ryeowook dgn tidak berperikemanusiaan dan tiba-tiba meminta wook untuk tidak pergi?? Kau mencintainya kan?? Tapi kenapa harus seperti itu?? Kau juga tidak memikirkan sungmin sama sekali yg bgtu tersakiti olehmu..
    Rasanya pengen ngegeplak yesung, walaupun kau masih ragu tp bukan brrti harus mengabaikan wook dan lebih memilih bersenang-senag dgn gadis lain yg kau anggap lebih menyenangkan drpada wook, kau bahkan tidak percaya dgn yg dikatakan kyu klu wook akan meninggalkan seoul dan dirimu, justru lebih memilih untuk melanjutkan kesenanganmu sm gadis itu…kau akan benar-benar menyesal yesung, pasti menyesal karna tidak mempercayai perkataan kyuhyun..

  16. akhirnya wook oppa nangis jugaa😥 biarlah ~ yg psti sakitnya udh berkurang🙂
    ternyata kyu saudara tiri wook ya ? kirain yg bakalan gantiin ye oppa😦
    ye oppa plinplan nihh ~~ kan wook oppa udh sempurna :p
    makin greget sama crtanya😀

    makasih ya thor password nyaa🙂

  17. bad ye oppa !!!
    kenapa malah lebih mentingin hyuk oppa siiih???
    wook sama kyu aja lah. kayanya kyu tulus sama wook oppa, walau caranya rada sadis… (afgan_bingit)

  18. ah aku uda ngerti skrng sbnernya jahat jg ya pemikiran wookie tpi aku jg berpikir wookie ngelakuin itu karna dya ngk mau sndri .
    pasti sulit menjadi wookie yg dari kecil harus nya butuh kasih sayang n kebahagian mlh harus sendirian kesepian n kurang kebahagia an ..
    akhirnya terungkap siapa yg ngirim tuh fto ..
    ternyata kyu ma wookie saudra tiri n kyu cinta ma wookie itu jg artinya knp kyu ngk mau ngerubah marga nya ..
    yesung oppa bner” keterlaluan knp sih sikap nya yesung oppa plin plan gtu ..
    n knp denger wookie pergi masih biasa” aja ..
    seharusnya setidak nya hubungin wookie apa bner dya uda cinta ma eunhyuk n mau ngelupain wookie ..
    spa lgi ya yg nahan wookie jgn pergi itu pasti bukan yesung soalnya dri diatas yesung msih ma eunhyuk apa yg ngedatengin wookie tuh donghae soalny waktu di stand donghae khawatir ma wookie ..
    ah penasaran lanjut ma lanjutan nya apa yesung msih plin plan jg ttg perasaan nya …

  19. huuuuaaaaa ryeowooknya ngeliat T.T
    sedih banget sih, penderitaan ryeowook jadi ++ (?) kan itu..
    mewek mewek deh baca ini T.T
    si yesung jahat banget sih ih tega banget mengabaikan ryeowook kaya gitu😦
    si kyuhyun juga jahat banget kata2nya, tp bagus loh bikin ryeowook jadi nangis kkk
    yang terakhir itu apakah itu donghae?
    pokoknya di chap2 depan yesung harus menderita bhuahahaha *ketawa jahat

  20. kyaaa wookie liat smua ny bner2 tu yesung nyakitin bnget ntar klau di tnggal bru dech nyesel dan eunhyuk tu bner2 perebut prc orng gk tau malu bnget brharap di chapter slanjut ny yesung bner2 menderita !!!

  21. Hwee setiap baca ff ini airmata dimata aku tumpah semua😥
    yesung!! kau benar * jahat.. kau bahkan sudah mulai melupakan wookie demi yeoja itu
    kalo udah kayak gini jiwa KWS ku bangkit..
    kyuhyun kau menyampaikan cintamu dgn hal beda🙂 tapi kasihan sungmin sih yg harus tersakiti oleh kyu
    semoga yesung cepet mengetahui kalau wookie pergi dan cepat sadar ..

  22. hampir nangisssss baru hampir keburu emosi sama karakter yesunggggg ish jinjja!!!! selingkuh terang terangan ck pabbo jeongmal!><
    menguras emosiiiii huhu

  23. Haisssh ku pukul kepala besar mu itu yesung… knp kau tega sekali dng ryeowook. rasain tuuh gmna rasanya ditinggal wookie siapa suruh main api. dan wooo kyuhyun suka ama wookie duuh gmna nnti hbungannya dng sungmin. Dan sibum smga hbunganya membaik kekeke. Klau donghae gmna ya ?
    Makin seru ceritanya kereeeen… pnasaran next chap, fightiiiiiiing

  24. 😥😥😥
    sepertinya mulai chapter ini smpai bbrp chapter ke depan akan penuh dengan air mata…

    lihatkan yesung apa yg sudah kau perbuat..??!!
    karena satu kesalahan kau kehilangan gadis mungilmu itu…
    menyesalkah…??!! bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu??
    hanya waktu yang bisa menyembuhkan luka itu…
    dan semoga suatu saat nnti wookie masih mau menerimamu kembali setelah apa yg kau lakukan padanya…

  25. oh em jihhh kau kim jong woon (emosi) .
    kau jahaaat.. akn mu pastikan kau m dapatkan balasan atas kelakuanmu ke wookie (nangis) .

    lanjud chapter selanjutnya

  26. Tuh kan benar Handsome Cho yg mengirim fto pda my baby Wook.. Aishhh Yeppa au tega sekali mengabaikan pesan baby Wook,, jadi penasaran next chap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s