(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 12

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 12

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

Cinta.

Apa itu cinta?

Satu kata dengan mempunyai arti begitu banyak makna. Satu kata dengan jutaan definisi. Satu kata yang selalu bisa membuat seseorang terperangkap jauh ke-dalamnya.

Banyak orang berkata bahwa ‘Cinta itu bahagia dan menyenangkan’.

Tapi…kenapa selalu aku disini yang tersakiti?

.

Gadis berambut coklat panjang itu kini menopang dagunya dengan bosan memandang keluar dari jendela ruangan bernuansa biru dengan banyak poster tertempel di dindingnya—khas sebuah kamar yang dimiliki oleh namja muda pada biasanya.

Sesekali bibir itu mengerucut imut ketika ia tak juga mendapati seseorang—namja yang sedari tadi membiarkannya duduk sendirian di sofa kamarnya—tak kunjung kembali. Gadis bernama Kim Ryeowook itu meniup-niup poni atasnya hingga sedikit terbang terbawa angin yang berasal dari mulutnya sendiri itu.

Bibir cherry yang sedari tadi mengerucut lucu itu kini kembali normal seperti pada manusia-manusia pada umumnya. Mata caramel cerahnya yang tadi berkilat penuh amarah mendadak berubah sendu kala ingatannya kembali berputar pada setiap masalah yang kini menghantamnya.

Ryeowook meringis sakit dan pilu dibagian dadanya saat mengingat hal-hal itu. Ia merasakan tekanan yang teramat kuat dalam hidupnya. Rasa bersalah dalam hatinya tak dapat ia abaikan begitu saja. Ini bukan hanya masalah sepeleh, ini adalah masalah serius menyangkut perasaan seseorang. Kalian tidak bisa menyepelekan ataupun mengabaikan orang-orang disekitar kalian.

Hidup itu tidak hanya terdiri dari kita, keluarga dan orang-orang yang kita cintai saja. Melainkan, kita juga hidup berdampingan dengan orang-orang yang lainnya.

Ryeowook merasa kelopak matanya mengembun. Ia dapat merasakan bahwa sebentar lagi air mata itu pasti akan meluncur membasahi pipinya. Sebelum hal itu terjadi, Ryeowook lebih dulu menghapusnya. “ Aku harus kuat ” lirihnya yang ia tujukan pada dirinya sendiri.

Yah. Itu benar.

Ryeowook memang harus kuat. Karena jika bukan dirinya sendiri yang menyemangati, lalu siapa lagi?

Ia sudah tak punya orang lain lagi yang dapat membantunya dalam menyelesaikan hal ini. Ia sudah cukup merepotkan orang banyak, ia sudah cukup melibatkan orang-orang disekitarnya dalam kehidupan yang ia jalani. Dan kini Ryeowook sudah mulai sadar.

Bahwa ia adalah beban bagi setiap orang yang mengenalnya.

Hm.

Sungguh Ironis.

Ceklek.

Pintu kamar itu terbuka. Memperlihatkan seorang namja tampan dengan hanya menggunakan kaos putih tipis dan juga boxer hitam juga handuk kecil yang menggantung dilehernya yang namja itu gunakan untuk mengeringkan rambutnya. Namja itu tersenyum kecil saat mendapati gadisnya yang menatapnya sebal dari sofa yang di duduki-nya.

Donghae berjalan menuju gadisnya dengan masih mengeringkan rambutnya yang basah. Ia duduk disamping Ryeowook yang kini tampak menggembungkan pipi sebelahnya lucu.

“ Kenapa lama sekali~ ”

“ Maaf~ tadi Umma menyuruh Oppa untuk mencicipi masakannya terlebih dahulu ”

Ryeowook membulatkan matanya lucu. “ Mwo? Lee Ahjumma memasak? Kenapa tidak menyuruhku saja? ” wajahnya terlihat ditekuk.

Donghae justru terkekeh dan mengacak gemas pucuk kepala Ryeowook lalu mengecupnya dengan sayang. “ Umma tidak akan memperbolehkan mu memasak. Beliau ingin kau makan malam dengan hasil masakannya ” jelasnya.

“ Tapi kan nanti aku merepotkan Lee Ahjumma ”

Namja itu mengangkat kedua bahunya acuh lalu kembali mengeringkan rambutnya yang masih ada sisa tetes-tetes air.

Ryeowook yang melihat namjacingunya sibuk dengan acara mengeringkan rambutnya akhirnya ikut membantunya dengan mengambil alih handuk kecil yang tadinya ditangan Donghae kini berpindah ditangannya. Ryeowook mengusap-ngusap rambut basah itu dengan telaten, bahkan sangking sibuknya sampai ia tak sadar bahwa namjacingunya itu kini sedang memperhatikan mimik wajahnya yang amat manis.

Donghae hanya tersenyum tipis dan memilih memejamkan matanya menikmati segala sesuatu yang Ryeowook lakukan padanya. Mungkin ini hanyalah sebagian kecil dari perlakuan Ryeowook yang bisa membuat jantungnya terasa ingin meloncat pada tempatnya. Donghae sudah sering mendapat perlakuan begini dari yeojacingu-yeojacingu nya yang dulu, tapi entah mengapa…ketika Ryeowook yang melakukannya, hatinya……berdesir aneh. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutnya, hingga membuat debaran jantungnya berpacu cepat. Ah~ ini benar-benar aneh. Pikirnya Donghae dalam hati.

“ Oppa~ Lee Ahjumma memanggil kita, kita disuruh cepat turun untuk makan malam ”

Suara lembut Ryeowook akhirnya kembali menyadarkannya pada dunia yang beberapa menit ia geluti. Ia melihat wajah manis yeojanya itu sekilas sebelum pada akhirnya ia tersenyum dan mengangguk. Baru saja Donghae akan bangkit dari duduknya, tapi tangan Ryeowook menariknya hingga ia kembali duduk. Donghae mengangkat sebelah alisnya tak mengerti.

“ Aku belum mandi—Ryeowook mengendus bau badannya— dan aku…bau, Oppa ”

Donghae tertawa kecil mendengar penuturan yeoja disampingnya itu. Umh~ bagaimana bisa Ryeowook berkata bahwa badannya bau, jika pada kenyataannya Donghae tak sedikitpun mencium bau tidak sedap yang menguar dari tubuh mungil disampingnya itu. Bahkan Donghae berani bersumpah bahwa wangi sabun Ryeowook masih bisa tercium olehnya. Jadi, apa yang baru saja dikatakan oleh Ryeowook—tentu saja hanyalah perasaan Ryeowook saja.

Dongha menggeleng. “ Tidak bau kok. Sudah, ayo ”

”—Eh? Ta-tap-tapii….”

“ Mau mandi atau tidak. Kau tetap wangi. Dan berhentilah protes, Umma sudah menunggu di ruang makan ”

Final.

Akhirnya Ryeowook pun mau tak mau mengikuti saja langkah Donghae yang membawanya menuju sebuah ruang makan yang dimejanya sudah disuguhi makanan enak siap santap. Ryeowook yang awalnya sangat malu karena belum mandi dan juga masih memakai seragam sekolah yang ia pakai tadi pagi kini justru memandang lapar pada makanan-makanan yang ada di meja makan itu.

Tak bisa Ryeowook pungkiri bahwa kini cacing-cacing yang ada di perutnya itu sudah mendemo minta diisi. Dengan perasaan yang sedikit kikuk karena ditatapi begitu intens oleh kedua manusia disampingnya itu akhirnya ia memilih untuk mendudukkan dirinya dengan hati-hati. Hei, ia sedang berada dihadapan calon mertuanya, jadi wajar-kan kalau gadis yang selalu manja itu harus bersikap sopan? Kekekeke~

“ Nah, makan yang banyak ya, Wookie ”

Ryeowook tersenyum memandang yeoja paruh baya yang duduk disamping kanannya itu. Kemudian ia mengangguk singkat lalu tangannya mulai menyendokkan nasi ke piring Ny.Lee.

Ny.Lee tampak bahagia ketika gadis itu begitu perhatian padanya. “ Jangan banyak-banyak, Chagy. Ahjumma juga harus menjaga bentuk tubuh Ahjumma ”

Ryeowook mengerucutkan bibirnya kedepan ketika ‘Umma dari namjacingunya’ itu masih saja melakukan penjagaan ketat pada makanan-makanan yang akan masuk pada tubuhnya. “ Apa Ahjumma sedang diet? ” bertanya dengan alis yang bertaut.

Ny.Lee itu mengangguk. “ Hu’umbb ”

Ryeowook berdecak kesal lalu kembali mengambil nasi dan menaruhnya kembali diatas piring Ny.Lee.

“ Aigoo~ kenapa kau tambah lagi, Chagya? ”

Ny.Lee itu tampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ryeowook. ia tak mengerti apa maksud Ryeowook yang justru menambah takaran nasi lagi dipiringnya.

“ Ahjumma tidak boleh diet lagi. Ahjumma harus berhenti memikirkan tentang bentuk tubuh. Dan mulai sekarang Ahjumma harus makan yang banyak nae~ supaya Ahjumma tetap sehat ”

Ryeowook menampilkan deretan gigi putihnya didepan Ny.Lee yang tentu saja membuat yeoja paruh baya itu ikut tersenyum. Umh~ sekarang Ny.Lee sudah tahu apa maksud Ryeowook yang menyuruhnya makan banyak. Itu karena Ryeowook tidak mau dirinya jatuh sakit. Oh~ betapa calon menantu yang baik, eh?

Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mulai memasukkan nasi disendoknya kedalam mulutnya, tapi….baru saja ia akan memasukkan nasi tersebut, sebuah suara melengking dari sebelahnya membuatnya membatalkan niatnya.

“ Ya! kenapa Oppa makan terlebih dahulu? ”

“ Waeyo, baby? Oppa sudah lapar ” kata Donghae memelas.

Ryeowook memukul lengan Donghae keras hingga membuat Donghae meringis. “ Berdo’a dulu ” perintahnya mutlak yang hanya ditanggapi dengan tatapan malas dari Donghae.

“ Ya ya ya. mari kita berdo’a ”

Ketiga orang dimeja makan itu berdo’a dengan khusyuk dan diakhiri dengan kalimat ‘Amen’.

Segera saja Donghae menyantap makan malam itu dengan lahap, bahkan ia tak menghiraukan dengan hal apa saja yang dibicarakan oleh kedua yeoja yang berarti bagi dirinya. Ia mungkin juga tak akan mengerti sekalipun mendengarkan, karena menurutnya kedua yeoja itu sedang membicarakan sesuatu yang menyangkut perihal wanita.

.

.

.

Pemandangan yang begitu langkah pada malam itu.

Makan malam yang biasanya hanya terdengar bunyi garpu dan sendok yang beradu dengan piring itu kini berubah riuh dan menyenangkan hanya karena kehadiran seorang yeoja mungil.

Meja makan itu tampak ramai, senang sekali rasanya melihat pemandangan itu. Dimana makan malam itu terasa begitu menyenangkan.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Lagi. Malam yang sama akhir-akhir ini selalu terulang. Bunga tidur atau lebih tepatnya kenangan yang terus mendekam selama 1 tahun lamanya itu kembali muncul. Bagai suatu nasib yang memaksa untuk diingat. Entah apa yang Tuhan inginkan, hingga ingatan yang begitu menggores hatinya itu terulang kembali.

1 tahun.

Mungkin waktu itu tak bisa dibilang sudah lama….tapi juga tak bisa dibilang cukup baru.

Mencoba berusaha mengenyahkan masa lalu kelam itu, berusaha tumbuh menjadi namja yang lebih baik lagi. Selalu berfikir bahwa semuanya akan berubah dengan seiring berjalannya waktu. Tapi, pada kenyataannya?

Hm. Ia bahkan tak sanggup meninggalkan waktu yang sudah berlalu itu. Ia selalu terperangkap kembali pada jerat bayang-bayang rasa bersalah dan menyesal pada yeoja itu. Ini bahkan terasa begitu kosong ketika tak ada sesiapapun yang peduli terhadapnya.

Hm. Mungkin ia adalah seorang namja, tapi bukankah namja juga memiliki batas keteguhan? Ia juga manusia. Ia bisa menangis, bahkan ia juga bisa meraung-raung—jika ia mau—ketika sakit dihatinya semakin menjadi.

Choi Siwon.

Namja itu masih setia memandangi langit malam diatas balkon lantai dua kamarnya. Memegang sebuah buku diary yang sudah lusuh karena berulang kali atau entah sudah yang berapa kali namja itu buka dan baca. Ia bahkan tak merasakan sebuah kebosanan ketika mata onyx-nya kembali membaca setiap bait dan baris kata yang sudah sering ia baca.

Ia mungkin muak dengan masa lalunya, tapi…ia tak bisa memungkirinya—bahwa dirinya tak pernah bisa menghilangkan masa lalu itu dari pikirannya.

Wajah tampan bak pahatan Tuhan yang paling sempurna itu kini hanya terdiam dengan meremas buku diary ditangannya. Ia marah, kesal, kecewa. Tapi….ia juga tak benar-benar tahu apa yang membuatnya begitu.

Masa lalu?

Mungkin.

.

.

.

Mungkin kau tak-kan bisa merubah masa lalu, tapi….kau bisa mengubah masa depanmu menjadi lebih menyenangkan dari apa yang kau tahu^^

Percayalah padaku~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“ Aku tak menyangka bahwa Lee Ahjumma mempunyai piama lucu seperti ini ”

Donghae masih tetap fokus pada laptop didepannya tanpa sedikit pun menggubris yeoja yang sibuk berputar-putar didepan kaca besar almari-nya.

Apa kalian bertanya sejak kapan Ryeowook ada dirumah Donghae?

Jawabannya adalah sejak kejadian beberapa jam yang lalu ketika Donghae menemukan Ryeowook yang membeli minum disebuah mesin penjual minuman. Donghae yang mengetahui Ryeowook menangis tanpa alasan yang jelas akhirnya memutuskan untuk membawa Ryeowook pulang ke-rumahnya. Ia tak mungkin menyuruh Ryeowook untuk pulang ke Asrama, karena sudah pasti dirinya khawatir pada yeoja mungil itu.

Dan hingga akhirnya. Donghae memutuskan untuk menyuruh Umma-nya menelpon pihak sekolah untuk mengijinkan Ryeowook tidur dirumahnya—tentu saja Donghae menyuruh Umma-nya berbohong dengan mengatakan bahwa Ryeowook akan tidur dirumah kerabatnya.

Ryeowook masih saja berputar-putar dicermin besar itu. Matanya masih berbinar senang kala mendapati piama yang ia pakai—milik Ny.Lee—bercorak bunga sakura berwarna pink dengan hiasan boneka-boneka bear yang lucu.

Ryeowook mendudukkan tubuhnya disamping Donghae yang masih saja sibuk dengan laptop-nya. Ryeowook memutar bola mata bosan sebelum pada akhirnya lebih memilih naik di ranjang Donghae dan memeluk guling dengan tubuh yang berbaring ke samping guna melihat wajah serius Donghae yang sangat terlihat keren—ah sebenarnya Donghae akan selalu terlihat keren kapan pun dan saat apapun itu.

Ryeowook memainkan kain yang menjadi baju guling yang ia peluk. Ia memilin-milin kain tersebut sambil bibirnya berkomat-kamit tidak jelas. Tapi yang pasti ia sedang mengata-ngatai Donghae.

“ Berhenti menggerutu. Kau menganggu pekerjaan, Oppa ”

Ryeowook mendongakkan kepalanya melihat Donghae yang masih duduk tegak dimeja belajarnya memperhatikan laptop dengan sesekali menyeruput jus jeruk yang ada disamping laptop-nya. Ryeowook mengerutkan keningnya.

Bagaimana bisa Donghae tahu kalau ia sedang menggerutu? Padahal ia berani bersumpah bahwa sedari tadi Donghae itu hanya konsen pada laptop-nya, dan tidak menatap Ryeowook sedikitpun.

“ Aku tidak menggerutu kok ”

“ Jangan berbohong ”

Ryeowook menggembungkan pipinya sebelah. Ia menghela nafas sebentar sampai pada akhirnya ia memilih untuk turun dari ranjang dan berjalan mendekati Donghae yang masih tetap sama pada posisinya tadi.

Donghae yang merasa bahwa Ryeowook ada didekatnya akhirnya mengalihkan padangannya pada Ryeowook yang berdiri disampingnya. Ia menarik nafas dalam sambil menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi belajarnya. Matanya terpejam sebentar untuk menetralisir rasa lelahnya seharian ini.

Puk.

Baru 5 detik mata itu tertutup tapi sudah dipaksa untuk terbuka kembali ketika merasakan pahanya dijatuhi oleh sesuatu yang berat atau lebih tepatnya adalah…

“ Ryeowook ” pekik Donghae sedikit kaget.

Yang dipanggil hanya nyengir kuda lalu mengalungkan kedua tangannya dileher namja yang kini memangkunya.

“ Aku sedang ingin manja pada, Oppa. Jadi…bisakah berhenti mengabaikan aku? ”

Ryeowook merubah nada bicaranya sedikit ketus. Ia benci diabaikan, ia hanya ingin diperhatikan.

Dengan sedikit sisa tenaganya, akhirnya Donghae mulai memeluk pinggang ramping yeojanya. Ia mencium bibir Cherry dihadapannya dengan gemas. Ck, ia gemas karena gara-gara kehadiran yeoja manja dipangkuannya ini, ia jadi tak bisa konsentrasi dengan tugas-tugasnya.

Meskipun sedari tadi ia terlihat mengabaikan Ryeowook dan lebih memperhatikan laptop-nya, tapi….siapa yang tahu bahwa pada kenyataannya Donghae tetap tak bisa mengabaikan Ryeowook.

Umh~ memang siapa yang bisa mengabaikan yeoja manja sepertinya, eh?

“ Kenapa kau suka sekali merecoki hidupku, hmm? ”

Bibir Ryeowook bergerak-gerak lucu seolah sedang berfikir. Tangannya pun juga sudah mulai nakal dengan mulai memlintir-mlintir rambut Donghae bagian belakang. Kakinya yang menggantung dilantai ia ayun-ayunkan. Umh~ persis seperti anak kecil.

“ Karena merecoki kehidupan Oppa itu adalah salah satu hobby-ku. Hihi ”

Donghae mendengus keras. Lalu menggigit hidung bangir Ryeowook hingga memerah.

Baru saja Ryeowook akan protes, Donghae sudah lebih dulu membungkam bibirnya dengan ciuman hangat.

“ Itu hukuman karena kau sudah membuat hidup Oppa berantakan ” katanya sambil melihat dalam caramel cerah dihadapannya.

Ryeowook balik memandang manik hitam dihadapannya. Mata berpupil hitam bak mutiara itu benar-benar membuatnya terjerat semakin dalam pada perasaan cinta yang tak bisa di deskripsikan. Ryeowook ingin sekali tetap berada pada moment-moment seperti ini dimana ia dan juga Donghae selalu tertawa dan saling berbagi kasih dan tentu saja tanpa memikirkan masalah-masalah yang kini sedang dihadapi oleh mereka—lebih tepatnya hanya Ryeowook sih.

“ Oppa~ apa tadi Eunhyuk Sunbae pulang bersama dengan, Oppa? ”

Dahi Donghae mengerut mendengar pertanyaan yeojanya. Pulang bersama Eunhyuk? Hei, bukankah sudah jelas bahwa tadi Ryeowook lah yang pulang bersamanya—oh oke, mungkin lebih tepatnya Donghae secara kalap tadi mencari Ryeowook seusai latihan Dance-nya tanpa mengajak Eunhyuk.

“ Oppa tadi pulang bersama yeojacinguku ”

Mata Ryeowook membulat. Bibirnya membentuk pola lucu bundar yang terkesan sangat imut bagi Donghae.

Cup.

Donghae mencuri ciuman.

“ Apa yang sedang kau fikirkan? ”

“ Tidak ada. Hanya bertanya saja ”

“ Pertanyaan yang aneh ”

Gyut.

“ Aww..yak! jangan suka mencubit Oppa ”

“ Rasakan! ”

Ryeowook turun dari pangkuan Donghae dan membaringkan tubuhnya diranjang milik Donghae. Gadis mungil itu tampak mengejek Donghae dengan menjulurkan lidahnya keluar dengan mata yang tertutup. Benar-benar kekanakan, huh?

“ Oppa! Aku akan tidur, jangan berbuat macam-macam padaku selama aku sedang tidur. Arra? ”

“ Hn. Oppa tak berjanji ”

“ Ya! ”

Donghae hanya mengangkat kedua bahunya acuh lalu kembali berkutat dengan laptop-nya. Namja itu tak mempedulikan dengusan keras atau gerutuan yang keluar dari bibir mungil yang sering ia kecup itu.

Dalam hati Donghae benar-benar bersorak gembira. Karena pada akhirnya malam ini ia bisa juga tidur satu atap atau bahkan satu kamar dan….Satu Ranjang?

Oh..yeah~ Donghae benar-benar bersyukur pada Tuhan karena hal ini. Beruntungnya dirinya karena Umma-nya memperbolehkan yeojanya itu untuk tidur dikamarnya. Well, ini juga karena ide usilnya juga sih yang menakut-nakuti Ryeowook dengan mengatakan bahwa dikamar tamu didepan sana selalu ada kecoa, jelas saja dengan tegas Ryeowook tak mau tidur dikamar tamu tersebut.

Donghae mengalihkan pandangannya melihat yeoja yang ternyata sudah terlelap tidur diranjangnya dengan memeluk boneka Nemo yang mungkin Ryeowook ambil dari bufet meja belajarnya tadi. Ck, gadis itu cepat sekali tidurnya? Padahal baru saja 10 menit yang lalu gadis itu menggerutu tidak jelas.

Melihat wajah damai sang yeojacingunya membuat rasa kantuk secara tiba-tiba juga menyerangnya. Donghae juga tak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya, entah karena gadis itu atau karena memang dirinya yang sudah mengantuk, tapi yang jelas saat ini Donghae merasa kantuk itu semakin menyerangnya, hingga seolah menyuruhnya cepat berbaring disamping tubuh mungil itu, memeluknya dan menjadikan gulingnya. Lalu bangun di pagi hari disambut oleh senyuman menawan yeojanya. Uhh~ ini adalah hal yang paling Donghae dambakan sejak dulu saat ia berfikir soal pernikahan. Menyenangkan bukan ketika kau bangun dan kau disambut oleh senyuman manis yeojamu. Kekeke~

Donghae membaringkan tubuhnya hati-hati disamping Ryeowook, lalu mengamati garis indah wajah manis itu dan menurunkan sebuah kecupan selamat malam di keningnya.

Tangannya perlahan ia tenggerkan dipinggang langsing Ryeowook, mempersempit jarak antara keduanya, dan membuang boneka Nemo yang menghalangi penyatuan dirinya dengan Ryeowook. merasa gulingnya hilang, Ryeowook dengan dahi yang mengerut tapi mata masih tertutup dan kesadaran yang masih bisa dibilang masih tidur dan belum sadar mencoba mencari-cari gulingnya dengan menjulurkan tangannya mengrepe-nggrepe sampingnya. Donghae yang melihatnya hanya terkekeh dan meraih tangan yang masih mencari-cari guling itu lalu menaruhnya dipinggangnya.

Bingo!

Hasil kerja seorang Lee Donghae adalah—

—Ryeowook yang memeluknya erat dengan kaki yang juga bertumpu pada badannya.

Oh..My!! aku berani bertaruh bahwa jantung Donghae pun kini solah ingin loncat dari tempatnya. Benar-benar…..

—Ah, sangat sulit untuk dikatakan dan di-deskripsikan.

Donghae menyentil pelan hidung mancung Ryeowook. “ Dasar manja. Saat tidur pun kau tetap manja, eh? ” gumamnya sambil membenarkan letak bantalnya agar lebih nyaman memeluk Ryeowook.

Baru saja mata itu akan terpejam sekelebat ingatan memenuhi otaknya. oh, Donghae baru sadar kalau ia masih belum tahu jelas mengenai masalah Ryeowook tadi sore yang tiba-tiba saja menghindarinya dan terlebih yeoja itu menangis dipelukannya, hingga akhirnya Donghae membawanya pulang ke-rumah.

Donghae kembali meneliti wajah manis Ryeowook. “ Sebenarnya ada apa denganmu, umm? ”

.

.

.

Tatapan itu seolah memberikan beribu kenyataan yang belum aku ketahui.

Aku berusaha mengerti dirinya, tapi aku masih belum mampu memahami semuanya.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Malam sudah sangat larut, tapi sepertinya namja berkulit pucat ini tak ada niatan sedikit pun untuk tidur. Dirinya masih saja sibuk duduk di meja belajarnya dengan penerangan lampu belajar bernyala terang tersebut. Satu tangannya menopang kepalanya, dan tangan yang lainnya ia biarkan mencoret-coret kertas kosong yang entah sudah berapa kali ia coret.

Kyuhyun, masih setia diam dan berharap agar pagi tak cepat datang. Ia masih ingin seperti ini, ingin saat-saat dimana kesendirian menemaninya, ingin terbang sendiri bersama dunia khayalannya. Tidak salah kan jika ia menghayalkan sedikit tentang yeoja bernama Ryeowook itu?

Bibir kissable miliknya terkadang tersenyum tipis saat mengingat-ngingat kejadian awal saat mereka bertemu. Ia masih ingat dengan jelas, akan senyum gadis itu. Senyum yang mengajaknya bangkit dari keterpurukan, senyum yang membuat dirinya merasa dibutuhkan dan juga senyum yang mengajarkannya untuk kembali membuka hatinya yang sudah tertutup cukup lama.

“ Tidak salah kan jika aku mencoba? ”

Gumamnya pelan.

Setelah itu, Kyuhyun mulai beranjak berdiri dari tempat duduk belajar tersebut dan mulai membaringkan tubuh kurusnya di ranjangnya. Menarik selimut tersebut hingga sebatas pinggang, lalu tersenyum sesaat sebelum pada akhirnya mata itu benar-benar tertutup rapat.

.

.

.

Aku pikir menyukai seseorang bukanlah sesuatu hal yang menyenangkan

Tapi, aku akan tetap mencoba!

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Donghae mengucek matanya sebelum dirinya benar-benar akan membuka matanya. Kesadarannya perlahan berkumpul dan kini ia sudah mulai sadar sepenuhnya. Ia mencoba menolehkan kepalanya kesamping, dimana gadis yang ia cintai itu kini terlelap dengan damai. Melihat bagaimana ekspresi wajah Ryeowook yang bagaikan bayi itu mau tak mau membuat bibirnya mengulum senyum dipagi hari. Ah~ semua yang menyangkut soal yeojanya ini selalu bisa membuat dirinya tersenyum dan bahagia.

Tangannya perlahan semakin ia eratkan untuk memeluk pinggang gadisnya. Bibirnya mencium lembut bibir cherry didepannya.

Morning kiss.

“ Ungghh~ ”

Donghae merasakan pergerakan badan yeoja mungilnya. Ia mendekatkan wajahnya kembali didepan Ryeowook yang kini mulai perlahan membuka matanya. Donghae sudah tahu betul bahwa sebentar lagi karamel indah itu akan nampak.

“ Kyaaa~ ”

Ryeowook mendorong tubuh Donghae cukup keras hingga namja berjuluk Prince Charming tersebut jatuh terjungkal kebelakang yang dengan sukses punggungnya mencium lantai kamarnya.

Ryeowook menutup bibirnya rapat saat sudah sadar sepenuhnya bahwa ia telah menyebabkan Donghae terjatuh dari ranjang. Dengan cepat ia akhirnya ikut turun dari ranjang dan membantu Donghae yang sudah menggerutu kesal.

“ Oppa, mianhae ” sesalnya.

“ Ah, punggung Oppa sakit, baby~ ”

Aduh Donghae pada Ryeowook sembari mencoba meraba-raba punggungnya yang sedikit nyeri. Segera saja Ryeowook ikut turun membantu Donghae untuk bangun. Namun saat tangannya berusaha menarik tubuh Donghae, tangannya tiba-tiba saja ditarik kasar oleh Donghae hingga menyebabkan keduanya jatuh dilantai kamar itu dengan posisi Ryeowook yang menindih Donghae.

Ryeowook membeku ditempat. Matanya mengerjap-ngerjap polos. Sedang Donghae hanya menyeringai puas melihat yeojanya yang tak bisa berbuat apa-apa.

Merasa gemas karena Ryeowook masih saja diam dengan tampang polosnya, akhirnya Donghae memutuskan untuk mencium Ryeowook.

Cup.

“ Akhh~Oppaaa~ ”

Benarkan.

Rengekkan tak suka yang terdengar begitu manja itu terdengar jelas ditelinga Donghae. Dirinya terkekeh kecil dan membalikkan keadaan hingga kini Ryeowook-lah yang ada dibawah.

“ Ya! lepaskan aku ”

Donghae menggeleng-geleng tegas. “ Poppoo duluu~ ” katanya dengan bibir yang dibuat mancung kedepan.

Ryeowook bergidik ngeri melihat tingkah Donghae yang berubah menjadi kekanakan. Ck, sejak kapan namja-nya itu menjadi manja seperti ini. Haruskah ini karena-nya?

“ Chagiya~~ ”

Ryeowook benar-benar risih dengan Donghae yang masih saja memancungkan bibirnya kedepan akhirnya mencium bibir tipis namjanya.

“ Sudah. Sekarang aku mau mandi ” ketusnya.

“ Ne~ kajja kita mandi ”

Ditariknya tangan kurus Ryeowook hingga kini keduanya sudah berdiri. Ryeowook yang masih belum sadar dengan perkataan Donghae barusan hanya bisa mengikuti langkah Donghae yang membawanya masuk ke kamar mandi.

Sesampainya di Kamar mandi Ryeowook masih saja memasang tampang polosnya yang menggemaskan. Donghae mencubit pipinya gemas. “ Apa yang kau lakukan? Cepat buka bajumu ” titahnya dengan menyeringai. Well, Donghae sudah tahu sih bahwa gadisnya itu masih belum tahu akan rencananya yang laknat itu.

1 detik…

5 detik..

10 detik..

15 detik..

Hingga……

“ Kyaaa~ Oppa MESUUUUUUMMMMM~~ ”

Braakkk~

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Donghae berulang kali mengelus telinganya yang memerah karena mendapat jeweran gratis dipagi buta. Salahnya sendiri yang membuat keonaran dengan membuat Ryeowook—kekasinya sendiri—itu memekik keras sampai Umma-nya mendengar dan berakhir dengan pintu kamar mandi yang dibuka secara kasar oleh Ny.Lee

Donghae menatap sebal pada yeoja mungil yang kini justru tersenyum mengejek padanya. Bahkan lidahnya terjulur kedepan guna meledek Donghae.

Ny.Lee hanya dapat tersenyum kecil melihat interaksi kedua orang manusia dihadapannya ini. Ia sangat senang bahkan kelewat bahagia akan kehadiran Ryeowook di rumahnya ini. Ia merasa tak kesepian dan rumahnya jadi lebih berwarna meskipun itu dengan teriakan-teriakan memekakkan yang dilakukan yeoja itu.

“ Hae, apa kau sudah bilang pada Hyukkie kalau hari ini kau berangkat dengan Wookie? ” Ny.Lee bertanya dengan mengunyah roti didalam mulutnya tak memperhatikan raut wajah Ryeowook yang langsung berubah muram. “ Sudah. Dia bilang hari ini dia berangkat dengan temannya ”

“ Ah~ sudah hampir terlambat. Kajja kita berangkat ” Donghae menyambar tas sekolahnya lalu menarik Ryeowook lengan Ryeowook untuk segera berangkat. “ Sebentar—cup—aku berangkat dulu ne, Ahjumma ”

Ny.Lee hanya bisa tersenyum dengan mengelus sayang pipi kirinya yang baru saja dikecup oleh gadis yang sudah ia harapkan untuk menjadi menantunya kelak. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lembut, “ Gadis yang menarik ” katanya lirih dengan senyum kecil diwajahnya.

.

.

.

Saat kau mendekati seseorang, kau harus lebih dulu menaklukan hati keluarganya~^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Kening Kyuhyun mengerut, ia kini memandangi Ryeowook dari kejauhan yang ternyata baru saja turun dari motor bersama dengan…….

Kerutan dikeningnya menghilang dan kini justru sudut bibirnya yang membentuk sebuah senyum miris. Ia tahu bahwa ia tak berhak cemburu dengan apa yang kini ia lihat saat ini. Bukankah Ryeowook bukan miliknya? Bukankah Ryeowook tak pernah melihat cintanya?

Ia berusaha tersenyum dengan sebiasa mungkin ketika Ryeowook memandangnya dari kejauhan sana. Ia tak mau terlihat sedih didepan gadis itu. Kepalanya mengangguk sekilas seolah memberikan isyarat pada Ryeowook bahwa ia meminta ijin untuk lebih dulu masuk ke kelas.

Selama ia berjalan menuju kelasnya kepalanya dipenuhi beberapa pertanyaan tentang Ryeowook. bagaimana bisa Ryeowook satu motor dengan Donghae, bukankah Ryeowook itu tinggal di asrama sekolah? Dan lagi sejak kapan Donghae tak berangkat dengan sahabatnya—yang menurut Kyuhyun—sangat jahat dan kejam itu?

Kyuhyun terus berjalan dengan pandangan lurus, tapi meskipun begitu pikirannya melayang jauh hingga ia tak sadar bahwa ia hampir saja menabrak seseorang jika saja orang tersebut tak lebih dulu menghindar dan mencekal tangannya. Kyuhyun langsung menoleh kaget karena sesuatu mencekal tangannya.

“ Kau kenapa? ” seseorang itu bertanya khawatir melihat tatapan Kyuhyun yang kosong. Kyuhyun menggeleng, “ Aku baik-baik saja, Sungmin Noona. Memangnya kenapa? ” tanyanya balik. “ Aniya~ tadi kau hampir menabrakku jika aku tak menghindar terlebih dahulu ”

Mata Kyuhyun melebar. “ Jeongmal? Ah~ mianhae aku tak memperhatikan jalanku ” sesalnya yang membuat Sungmin tersenyum. “ Kau melihatnya? ”

Kyuhyun tak mengerti apa yang diucapkan Sungmin, “ Apa? ”. Sungmin menunjuk arah belakang Kyuhyun menggunakan dagunya. Kyuhyun pun menoleh kebelakang untuk mengerti apa yang dimaksud Sunbae-nya ini. Dan setelah tahu apa yang dimaksud oleh Sungmin, ia kembali menoleh pada Sungmin dan tersenyum samar lalu mengangguk. “ Aku harus ke kelas, anyyeong ” ia membungkuk sebentar sebelum pada akhirnya melangkah masuk ke kelasnya.

“ Semalam ia tak pulang ke kamar ”

Tap.

Kyuhyun menghentikan langkahnya tanpa menoleh pada Sungmin. “ Aku tidak tahu Wookie kemana, hanya saja….aku rasa semalam dia tidur di-rumah Donghae ”

Mata berpupil karamel gelap itu menutup sebentar, menetralisir sakit dihatinya. “ Selama dengan Donghae Hyung, aku yakin dia baik-baik saja ” katanya sembari kembali berjalan.

Hah~ gadis bergigi kelinci itu membuang nafas berat. Ia sangat lelah dan tidak tahu harus bagaimana lagi. Ia ingin membantu namja itu untuk bangkit dari bayang-bayang Ryeowook….tapi ia sadar bahwa dirinya tak akan mampu.

“ Apa aku harus mati dulu agar kau menyadari cintaku, Kyu? ” gumamnya pelan yang hanya dapat didengar oleh angin dan dirinya.

.

.

.

Cinta itu ada hubungannya dengan waktu

Jika kau terlalu lama menunggu, maka cinta itu akan pergi

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Satu luka baru lagi.

Gadis berparas manis itu menggoreskan luka lagi bagi Kyuhyun dan yang lainnya. Gadis itu menangis dalam hati. Meskipun terlihat baik-baik saja tapi siapa yang sadar bahwa gadis itu menanggung beban pikiran yang berat.

Ryeowook. dia menundukkan kepalanya. Memikirkan hal apa saja yang harus ia lakukan agar tak banyak hati yang harus ia lukai. Ia merasa begitu jahat. Hanya dengan satu hal kecil yang ia lakukan, maka banyak hati yang pasti akan terlukai.

Seperti tadi pagi. Berangkat sekolah bersama dengan Donghae Oppa-nya, bukankah hal itu hanyalah masalah sepele?

Tapi….tahukah kalian? Gadis manis ini tak hanya memikirkan kesenangannya saja yang akhirnya tercapai yaitu bisa berangkat sekolah menaiki motor bersama namjacingunya, tapi….ia juga memikirkan beberapa hati—yang menurutnya—pasti sangat terluka melihat ini.

Ia tidak mau egos. Ia ingin semua bahagia. Ia ingin orang-orang itu tak terluka. Tapi….melepaskan Donghae? Itu adalah hal yang akan sangat tak mungkin. Lalu….ia harus bagaimana?

“ Kau melukainya ”

Ryeowook semakin menunduk dalam menyembunyikan tangis. suara dingin yang begitu menusuk gendang telinga itu mencabik-cabik hatinya. ia seolah tak bisa berbicara apa-apa saat ini. Ia kembali menangis dengan satu kalimat dari teman baru-nya. “ Kenapa kau begitu tega melukai, Hyukkie Eonnie? ”

“ Lalu aku harus bagaimana? ” desisnya lirih. Ryeowook menyeka air matanya pelan. Bahunya bergetar dan air mata itu seolah tak mau berhenti keluar. Ryeowook ingin menjadi gadis kuat yang bisa menyembunyikan butiran air asin….tapi…jika kalian diposisinya, bisakah kalian lakukan itu? Ini sangat sulit.

“ Bukankah sudah berulang kali aku katakan? Kau cukup meninggalkan Donghae Oppa ” gadis yang berdiri dihadapan Ryeowook itu menyeringai iblis. Ryeowook menjawab dengan gelengan kepalanya berulang kali. “ Tidak bisa ”

Gadis yang diketahui bernama Henry itu menggeram kesal menghadapi sifat Ryeowook yang keras kepala. “ Kenapa kau tidak bisa? Kau cukup memutuskan Donghae Oppa. Apa itu terlalu sulit? ” geramnya kesal.

“ Ini tak semudah dengan apa yang kau ucapkan, Henry. Aku mencintainya. Sangat ”

Henry mendecih pelan. “ Cih, gadis manja yang merebut namja orang lain sepertimu tahu apa tentang cinta, eh? ”. Kepala Ryeowook mendongak guna melihat wajah Henry. “ Apa? Memang begitu kenyataannya kan? ” tantang Henry saat melihat tatapan tajam dari Ryeowook.

Ryeowook hampir saja membuka mulutnya guna menjawab omongan Henry, tapi seseorang lebih dulu muncul dan mencelanya. “ Bisakah kau tidak usah ikut campur dengan urusan Ryeowook, Henry? Sepertinya kau begitu banyak waktu hingga kau repot-repot memperhatikan setiap gerakan Ryeowook ” cibir seseorang yang baru saja datang tersebut. Seseorang yang ternyata adalah sesosok yeoja itu bediri angkuh disamping Ryeowook.

“ Taemin ” gumam Ryeowook lirih.

Henry mengangkat sudut bibirnya menyeringai. “ Wooww~ membela sahabatmu, eoh? ” katanya sinis. Taemin hanya bisa memutar bola mata bosan, “ Kau itu suka sekali ikut campur urusan orang lain. Daripada waktumu tersita oleh cinta sepihak Eunhyuk Sunbae-mu itu, lebih baik kau memikirkan bagaimana caranya mencari namjacingu untuk dirimu sendiri ”

Taemin beralih menfokuskan pandangannya pada Ryeowook yang masih duduk lemas dilantai atap sekolahnya. Tadinya ia ingin mengajak Ryeowook untuk ke Kantin karena dirinya juga baru saja mendapat pesan dari Donghae untuk menyuruh Ryeowook ke kantin. Hanya saja, seseorang teman memberitahunya kalau Ryeowook sedang diatap bersama Henry.

Dan Taemin yang merasa tidak tenang akhirnya memutusakan untuk menyusul sahabatnya. Dan sampai disini, ternyata perkiraannya benar. Ryeowook kembali menangis. Dan Henry kembali mencoba merobohkan kepercayaan diri Ryeowook. ia bahkan tak habis pikir, bagaimana bisa Henry sebegitu inginnya Ryeowook memutuskan Donghae. Ia bukannya tak tahu alasannya, hanya saja….apa Henry benar-benar tak punya hati ketika melihat ketulusan cinta yang terpancar di mata caramel milik Ryeowook?

“ Bangunlah, Wookie. Kajja, kita ke Kantin. Donghae Sunbae menyuruhmu kesana ” Taemin membantu Ryeowook berdiri dan tanpa sekalipun memperhatikan raut muka Henry yang tersenyum masam.  “ Seharusnya kau tak memaksakan kehendakmu. Biarkan Eunhyuk Sunbae yang menuntaskan sendiri masalah hatinya ” nasehat Taemin sebelum pada akhirnya ia menghilang bersama dengan Ryeowook.

Henry mendengus jengkel. Ia kini membalikkan tubuhnya melihat keadaan halaman sekolahnya. Dari atap sini semua terlihat begitu jelas.

Jika ia boleh berkata jujur, sebenarnya diam-diam dia menaruh perhatian juga sih pada Ryeowook. maksudnya, ia diam-diam mengagumi kepolosan dan kepercayaan diri yang membaluti hatinya. biasanya jika seseorang sudah terkena semburan kata-kata tak berperasaannya itu, pasti orang tersebut sudah Down dan mengalah. Tapi Ryeowook…??

Henry terkekeh kecil membayangkan wajah Ryeowook. dirinya tak menyangka tentang sikap Ryeowook yang benar-benar pantang menyerah.

Tiba-tiba Henry mengingat masa lalunya. Saat ia begitu bodohnya meninggalkan Donghae. Melepaskan namja yang sangat ia cintai, mengalah hanya karena merasa tak pantas dengan Donghae, berlari pergi menjauhi kenyataan, dan sekarang….dirinya bahkan bersikap bak malaikat yang menolong Eunhyuk. Well, ia seperti orang idiot, bukan??

Henry membuang nafas beratnya. Ia tertawa kecil mengingat kebodohannya dimasa lalu.

.

.

.

Mungkin aku salah, tapi itu tidak masalah karena memikirkan ingin membantu orang lain pasti tidak salah ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“ Kau harus mencuci wajahmu dulu tahu. Ish~ kalau kau terus-terusan menangis begini kau terlihat semakin jelek ” Taemin terus saja berceloteh didepan cermin mengamati sang sahabat yang tengah membasuh wajahnya. “ Jadi menurutmu aku jelek selama ini, huh? ” balas Ryeowook dengan menatap Taemin dari pantulan dikaca.

Taemin tersenyum manis dengan mengedipkan sebelah matanya membuat Ryeowook bergidik ngeri. “ Setidaknya meskipun kau jelek kau masih lebih mending daripada Mochi China yang gila itu. Hiih ” mengakhiri ucapannya dengan seolah memberikan ekspresi jijik ketika menyebut nama Mochi. Kekeke              ~

Ryeowook hanya mendelik tajam pada Taemin. “ jangan berkata seperti itu. Bukankah dia juga sahabatmu? ” Taemin kembali mendengus kesal. “ Awalnya aku pikir dia bisa menjadi anggota baru dalam persahabatan kita, tapi ternyata…” Gadis berwajah kalem itu tak meneruskan kalimatnya membuat Ryeowook merengut. “ Tapi apa? ”

“ Pokoknya dia tak jauh lebih baik darimu. Sudah jangan bahas dia, aku tidak suka gadis jahat sepertinya. Dan lagipula—OMOOOO~ ”

“ Wa-waeyo, Taemin-ah? ” Ryeowook yang kaget karena pekikan Taemin langsung saja bertanya. “ Wookie, sepertinya kita lupa bahwa Donghae Sunbae sekarang sedang menunggu kita di Kantin ”. mata caramel itu membuka lebar. “ Omoo~ kkajja kita ke kantin ” ditariknya Taemin untuk keluar dari kamar mandi siswa putri tersebut.

Keduanya berjalan beriringan dengan langkah cepat. 10 menit lagi bel masuk pelajaran ke-empat akan dimulai, dan mereka masih belum menemui Donghae. Ryeowook merutukki keteledoran-nya. Salahkan saja Taemin yang seenaknya saja mengajaknya menggosip di kamar mandi. Well, awalnya memang bermaksud untuk membasuh muka Ryeowook saja sih agar tak kelihatan habis menangis, tapi sepertinya jiwa-jiwa penggosip mereka melupakan fakta bahwa masih ada seseorang yang menanti kedatangannya.

“ Oppa ”

Yang dipanggil hanya mendengus kesal dan malah berdiri dari duduknya. Ryeowook sedikit berlari untuk menghalau langkah Donghae yang sepertinya akan kembali ke kelasnya “ Oppa ” panggilnya lagi dengan kali ini yang sudah berdiri disamping Donghae sembari menggenggam jemari Donghae. “ Apa? ” menjawab ketus dengan mengalihkan pandangannya kesembarang arah. Donghae yakin, jika dirinya mentap wajah manis dihadapannya kini, ia pasti tak akan sanggup marah.

“ Mianhae, ne~ ”

“ Hmm ”

“ Oppa, Mianhae~ ”

Shit.

Donghae mengumpat dalam hati. Suara manja yang dikeluarkan Ryeowook benar-benar membuat iman Donghae goyah. Akhirnya dengan wajah malas ia menundukkan kepalanya mengamati wajah manis Ryeowook. “ Alasan apa lagi sekarang, eoh? ”

Bibir Ryeowook tertarik lebar hingga memunculkan gigi putihnya yang sangat rapih. “ Aku dari Toilet, jadi sedikit lama ”

“ Apa mungkin selama itu? ” selidiknya. “ Umh~ tadi ada sesuatu hal yang tidak bisa aku kerjakan sih, jadi aku harus berusaha keras agar hal tersebut bisa ku selesaikan ”

Mata Donghae memincing dan terlihat mengintimidasi. “ Ya! jangan tatap aku seperti itu, Oppa! ” pekiknya kesal. “ Masalah apa memangnya? ” selidiknya lagi.

Ryeowook menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Matanya melirik pada Taemin yang ada dibelakangnya seolah meminta bantuan agar Taemin bisa membebaskannya dari Aura tak menyenangkan Donghae. “ Hanya masalah seorang gadis yang beranjak dewasa kok, Sunbae ” akhirnya Taemin membuka suara. “ Benarkah? ”

“ Iya itu benar. Apa Oppa berniat mencari tahu tentang hal-hal yang dilakukan wanita di kamar mandi? ” tantangnya dengan menyeringai jahil.

Pletak~

“ Hentikan omong kosong ini. Sekarang Oppa mau kembali ke kelas. Kau juga harus kembali. 5 menit lagi bel berbunyi ” perintahnya mutlak. “ Kenapa cepat sekali? Aku belum memeluk, Oppa ” sungutnya tidak suka. “ Memang kau pikir ini salah siapa, heoh? ”

Ryeowook menghentak-hentakkan kakinya dilantai. Beruntung pengunjung kantin sudah sepi mengingat jam masuk kelas sudah akan dimulai lagi. Issh~ Ryeowook benci waktu yang begitu singkat ini. Bibirnya maju beberapa centi kedepan yang membuat Donghae mendengus menahan tawa, bahkan Taemin dibelakangnya saja menutupi bibirnya menggunakan tangannya agar tawanya tak meledak.

Srek..srek..srek..

Donghae mengelus pucuk kepala Ryeowook lembut. Mata Ryeowook berkedip-kedip polos. “ Cepatlah kembali ke kelas. Dan juga, kau haru menjaga dirimu selama Oppa tidak ada. Setidaknya jangan bertindak ceroboh dan makanlah tepat waktu, lalu jangan membolos latihan dance seperti kemarin itu ” titahnya.

Ryeowook yang memikirkan ucapan Donghae barusan seolah-ola merasa bahwa namjacingunya ini akan pergi jauh darinya. Matanya sudah kembali berkaca-kaca. “ Oppa mau kemana? ” tanyanya lirih.

Tuing~

Disentilnya dahi Ryeowook hingga sang pemilik meringis. “ Jangan berpikir macam-macam. Oppa kan sore ini akan mengikuti lomba dance. Kau melupakannya? ”

Caramel cerah itu membelalak. Lalu detik berikutnya telapak tangan sebelah kirinya terangkat dan…

Plak.

Ryeowook memukul sedikit keras keningnya. “ Ah~ aku lupa ” jujurnya. “ Kau memang sudah pikun ” cibir Taemin dibelakangnya. Ryeowoo menoleh menghadap Taemin, “ Dan kau bodoh karena tidak mengingatkanku ”.

“ Kau yang tak mau bertanya ”

“ Ya mana ku tahu ” jawab Ryeowook santai. Donghae lagi-lagi dibuat terkekeh oleh pertengkaran gadis manis didepannya itu. “ Hm~ tadinya Oppa ingin bersamamu hari ini di Kantin, ternyata kau sangat terlambat. Ya sudah, apa boleh buat ” kedua bahunya terangkat.

Ryeowook memanyunkan bibirnya lagi. “ Mianhae, Oppa ”

Donghae menggerakkan bibirnya. Membuat ekspresi berpikir yang sangat tampan. “ Kau harus dihukum ”

“ Mwooo? ”

“ Akan Oppa pikirkan nanti untuk hukumannya. Yang pasti selama 3 hari Oppa pergi, kau harus bersikap hati-hati dan jangan membolos latihan. Dan….jangan lupa makan. Oppa tidak mau mendengar keluhan Sungmin yang kewalahan mengurusi kenakalanmu ” katanya dengan tegas. Ciri khas seorang Ketua Osis.

“ Sungmin Eonnie? ”

Donghae mengangguk. “ Oppa sudah menitipkanmu padanya ” jelasnya. Namja tampan itu menyampirkan beberapa helaian anak rambut Ryeowook di telinganya lalu ia mengecup sekilas pipi Chubby sang yeoja. “ Kau harus mematuhi perintah Oppa ” katanya pelan tapi terdengar begitu mutlak sampai Ryeowook pun hanya bisa mengangguk patuh. “ Nah, kembali ke kelasmu ”

Donghae mendorong punggung Ryeowook untuk segera kembali ke kelasnya. Ia melambaikan tangannya ketika gadisnya sedikit menoleh padanya dengan pandangan yang seolah mengatakan : jangan-pergi-terlalu-lama. Donghae mengangguk dengan senyum menghiasi bibirnya.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Kyuhyun memandang Ryeowook dengan pandangan yang begitu lembut, seolah mewakili segala perasaannya selama ini. Ia berharap sekali agar yeoja yang kini berdiri di depannya ini dapat mengartikan tatapannya ini atau yang lebih baik lagi yeoja itu bisa mengerti perasaannya dan Kyuhyun malah akan bersyukur kalau Ryeowook juga bisa membalas perasaannya.

Ryeowook merasakan sebuah aura tak menyenangkan berada disekelilingnya. Bukan. Ini bukan karena ia merasa tak senang dekat dengan Kyuhyun, hanya saja ia begitu takut saat ini. Ketakutan yang ia alami bukannya menyangkut tentang hal-hal mistis atau takut pada Kyuhyun, melainkan ia takut jika mungkin hal ini akan menyakiti hati namja didepannya ini.

“ Aku mencintaimu ”

Deg.

Tebakan Ryeowook benar.  Ini adalah saatnya. Hal yang baru beberapa hari yang lalu ia ketahui ternyata kini ada didepan matanya.

Kyuhyun mengajaknya ke ruang aula sekolah yang sepi, memandangnya dengan lembut, lalu memegang kedua tangannya.

Beberapa saat ruangan itu hanya diisi oleh keheningan. Hingga…..

Kyuhyun menyatakan cintanya.

“ K-kau be-bercanda kan? ”

Dengan suara yang tercekat Ryeowook memberanikan diri untuk bertanya. Dalam hati ia berharap agar Kyuhyun akan berkata ‘iya aku sedang bercanda’. Tapi…tatapan mata itu seolah menjawab bahwa ini semua adalah sebua kejujuran. Kejujuran yang sudah saatnya Kyuhyun buka. Kejujuran yang seharusnya sudah sedari dulu diketahui oleh Ryeowook.

Semalam, Kyuhyun sudah memantabkan hatinya untuk ini. Ia berbekal sebuah ketegaran dan kelapangan hati untuk menyatakan ini karena ia tahu bahwa sekeras apapun ia mencoba maka hasilnya akan tetap sama.

Hn.

Ryeowook tetaplah tak akan mencintainya. Sama sekali tidak akan.

Tapi meskipun begitu Kyuhyun tak akan menyerah dan tetap saja diam dengan cinta terpendamnya ini. Ia ingin mencoba, ia ingin mendengar suara itu, ia mendengar jawaban itu, dan ia juga ingin sebuah kepastian. Kepastian yang secara langsung akan keluar dari bibir cherry menggoda didepannya ini.

Hah~ gadis mungil didepannya ini menghela nafas berat.

“ Hidupku hanyalah berkisar pada dua warna, hitam dan putih. Tak banyak yang aku ketahui tentang dunia ini. Tak banyak yang aku mengerti tentang kasih sayang seorang saudara. Tak banyak yang dapat aku pahami tentang sebuah persahabatan. Aku bahkan lebih banyak diam selama hidupku, hingga tiba-tiba saja kau hadir dalam hidupku ”

Kyuhyun bertutur pelan, menjeda kalimatnya dengan mengambil nafas untuk meneruskan kalimatnya. “ Kau memperkenalkanku pada dunia baru. Dunia yang dipenuhi sebuah keindahan dan kesenangan. Dunia yang sebelumnya tak pernah aku bayangkan. Kau mengajariku beberapa arti cinta dan kasih sayang, hingga aku mengerti apa hidup itu ”

Tes.

Satu tetes air mata itu meluncur dipipinya.

Seorang Cho Kyuhyun menangis.

Dan ini adalah kali ke-dua nya Kyuhyun menangis dihadapan gadis mungil itu. “ Aku bahkan mengubah segala aspek dalam kehidupanku. Membuka hatiku untuk beberapa orang dan membiarkan mereka masuk dikehidupan-ku. Dan itu karenamu. Kau membuat hitam dan putih menjadi beberapa warna yang indah. Hingga aku mulai menyadari satu hal…” Kyuhyun kembali menggantung kalimatnya.

Tangannya menghapus lelehan air mata yang membasahi pipi Ryeowook. ia menggeleng sembari menatap Ryeowook seolah menyuruh Ryeowook untuk tak menangis. Kyuhyun tidak suka ketika Ryeowook harus menangis karena-nya—karena cintanya. “ Aku sudah mulai menggantungkan hatiku padamu ” lanjutnya dengan tersenyum lembut.

Ryeowook menangis semakin dalam. Air matanya tak mau berhenti. Ia tak menyangka bahwa dirinya sebegitu berartinya untuk namja jangkung dihadapannya. Sungguh, ia benar-benar tak bermaksud membuat Kyuhyun menderita dengan cintanya selama ini, ia awalnya hanya ingin Kyuhyun membuka hatinya dan bersosialisasi dengan lingkungan. Menyuruh Kyuhyun untuk memandang dunia dengan sisi positive, lalu tegar dalam menghadapi setiap masalah.

tapi—

—ia tak menyangkah kalau apa yang dilakukannya selama ini begitu berdampak bagi Kyuhyun.

“ Aku bodoh. Aku begitu bodoh karena aku baru menyadari bahwa seharusnya aku mengungkapkannya dari dulu. Dari sebelum kau masih belum menjadi milik orang lain ”

Kyuhyun tersenyum miris mengingat kebodohannya selama ini. Kebodohan yang membuatnya harus rela menekan hatinya selama ini. Dan sekarang, hatinya bahkan berdenyut semakin sakit saat yeoja didepannya tak mau mengeluarkan suaranya dan justru menangis. “ Mianhae~ aku membuatmu menangis karena cintaku ”

Ryeowook mendongak melihat Kyuhyun yang tersenyum ramah dan polos padanya. Tangannya menggenggam erat ujung rok-nya. Kegelisahan hatinya saat ini sudah berada pada puncaknya. Ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Yang bisa ia lakukan hanyalah menangis dan memandang Kyuhyun dengan pandangan seolah meminta maaf.

“ Aku yang seharusnya meminta maaf, Kyu~ ” ucapnya pada akhirnya dengan suara yang serak karena menangis. “ Aku membuatmu bergantung padaku, membuatmu menitipkan hatimu padaku, tapi tak sekalipun aku menyadari tentang perasaanmu ” bahu Ryeowook bergetar karena menangis.

“ Jeongmal….mianata ”

Mulut Kyuhyun mengangat tak percaya.

Bagaimana bisa?

Bagaimana mungkin?

Ryeowook yang meminta maaf, bukankah ini salahnya yang terlalu mencintai Ryeowook?

“ Ini bukan salahmu. Lagi pula aku juga tidak akan memintamu untuk menerima hatiku, aku hanya ingin kau tahu bagaimana perasaanku. Karena dengan begitu perasaanku terasa ringan, bebanku juga menghilang ”

Nada bicara Kyuhyun yang kelewat ceria itu justru menambah rasa bersalah dihati sang yeoja manis. Uh~ kau jahat Ryeowook-ah. Kau jahat!! Serunya pada hatinya sendiri. “ Dan sekarang aku merasa lega ” katanya lagi dengan nada yang masih ceria.

Ryeowook menundukkan kepalanya. “ Kenapa kau menyukaiku, Kyu~ ”

Kyuhyun memikirkan sejenak pertanyaan Ryeowook. matanya memutar seolah mencari alasan. Dan akhirnya Kyuhyn hanya bisa mengidikkan bahunya memberitahu bahwa ia tidak tahu alasannya. “ Kau tidak memiliki alasan? ”

Kyuhyun mengangguk. “ Jika tidak ada alasan kenapa aku menyukaimu, tapi aku masih tetap menyukaimu, bukankah itu artinya aku benar-benar menyukaimu? ”

Ryeowook terperangah dengan jawaban Kyuhyun. ia tak menyangka bahwa Kyuhyun bisa memiliki pemikiran yang begitu simple tapi cukup membuatnya begitu kagum.  “ A-aku…aku tidak tahu harus bagaimana ” Ryeowook menyeka air mata dipipinya. Mencoba untuk tak menangis lagi walah rasanya itu tak mungkin.

Hei, saat-saat seperti ini gadis mana yang tak akan menangis? Mendapatkan ungkapan hati dari seorang sahabatnya sendiri yang terlebih begitu mencintai dirinya. Jujur saja Ryeowook begitu tersanjung tapi……

Kyuhyun mengelus pucuk kepalanya sayang. “ Kau cukup bersikap seperti biasanya saja. Meneruskan tali hubunganmu dengan Donghae Hyung. Tapi—Kyuhyun menunjukkan jari telunjuknya dihadapan Ryeowook seolah-olah mewanti-wanti yeoja itu— jika dia melukaimu, kau cukup membalikkan tubuhmu. Karena aku selalu ada disitu. Oke!  ”

Ryeowook menangis lagi tapi bibirnya juga nampak mengembangkan senyum. Kali ini tangisannya bukan hanya karena tangisan sedih. Melainkan sebuah tangisan haru. Ia begitu terharus dengan ucapan Kyuhyun, ia tak menyangka bahwa namja evil itu begitu memperhatikannya.

Grep~

Ryeowook menghambur memeluk Kyuhyun. mengucapkan beribu-ribu ucapan terimakasih dan kata maaf secara bergantian. Ia tahu mungkin pelukan ini tak akan berarti apa-apa bagi luka dihati Kyuhyun yang sudah ia goreskan. Tapi….setidaknya ia bisa sedikit membuat Kyuhyun mengerti kalau Kyuhyun juga salah satu dari banyak orang yang sangat berarti untuknya.

“ Jadi? ” Kyuhyun melepas pelukannya dan menangkupkan wajah manis itu menggunakan telapak tangannya yang lebar dan selanjutnya ia mensejajarkan wajahnya dengan wajah manis Ryeowook yang tampak memerah karena memangis tadi. Alis Ryeowook terangkat. “ Jadi? ”

“ Aissh~ ” pekik Kyuhyun sedikit keras karena Ryeowook tak mengerti maksudnya. “ Ada apa Kyu? ”

Kyuhyun membuang muka. Ia bingung harus bicara bagaimana lagi. “ Jadi apa jawabanmu? ”

“ Mwo? ” bibir Ryeowook membulat lucu.

Jawaban?

Kyuhyun meminta jawaban? Bukankah tadi Kyuhyun bilang ia tak membutuhkan jawaban. Lalu sekarang apa?

Mata berpupil caramel cerah itu memandangi Kyuhyun dengan berkedip-kedip polos. Kyuhyun mendengus menahan tawa melihat ekspresi muka Ryeowook yang menggemaskan itu. Ia bahkan sering bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana bisa Ryeowook memiliki wajah yang sangat menggemaskan?

“ Meskipun tadi aku bilang aku tak butuh jawaban, setidaknya berikan aku alasan kenapa kau tidak mau menerimaku selain itu karena adanya Donghae Hyung yang menjadi namjacingu-mu ” jelasnya yang membuat Ryeowook mengangguk mengerti.

Ryeowook menarik nafas dalam. Dalam hati ia membenarkan pertanyaan Kyuhyun. lagipula memang sudah seharusnya begini kan, saat seseorang itu kau tolak kau juga harus mempunyai alasan. Benar, kan?

Dengan pelan Ryeowook mulai membuang nafasnya, mencoba menenangkan degup jantungnya.

“ Maaf Kyu, aku bukanlah yeoja yang tepat untukmu, diluar sana ada seorang yeoja yang selalu setia menantimu tanpa rasa lelah, bersedia menampung tangismu saat kau bersedih, menghiburmu ketika kau merasa putus asa, dan selalu menahan sakit hatinya sendiri ketika kau tak pernah mencoba menyadari perasannya terhadapmu ”

Dahi Kyuhyun mengkerut mendengar jawaban Ryeowook. ‘seseorang’ yang Ryeowook maksud itu siapa?

“ Dia orang yang dekat denganmu. Seharusnya kau juga memperhatikan sekelilingmu. Dia benar-benar mencintaimu, Kyu ”

Seolah mengerti bahwa Kyuhyun bingung dengan ‘seseorang’ itu, Ryeowook kembali menjelaskan. Ryeowook hanya bisa tersenyum kecil melihat raut muka keruh Kyuhyun yang menatapnya tajam. “ Kau bohong ”

“ Bohong? ”

“ Ne. Mana mungkin ada orang yang seperti itu padaku? Aku bahkan tak pernah kenal dengan gadis lain sedekat dengan dirimu ”

Kini giliran Ryeowook yang memandang sebal Kyuhyun. “ Ya! kau saja yang tak merasa. Sebenarnya kau itu dekat dengan dua orang gadis. Aku dan..umhh~ ” ia tak meneruskan ucapannya dan lebih memilih menggumam tak jelas yang menyebabkan Kyuhyun semakin menambah kerutan kesal di dahinya. “ Jangan berbelit-belit. Katakan saja siapa orangnya ” ketus Kyuhyun.

Ryeowook menyeringai. “ Itu akan kau ketahui suatu saat nanti jika waktunya sudah tiba, Kyu. Yang pasti kau harus mulai membuka hatimu untuk orang lain lagi ”

…yah, untuk Sungmin Sunbae…—lanjutnya dalam hati.

“ Apa aku bisa? Aku bahkan tak berniat untuk melihat orang lain lagi selain dirimu ” ungkapnya jujur yang kembali mengarah pada pembicaraan serius. Ryeowook membuang muka. “ Kau harus ”

Tak mau kembali terjebak dengan omongan yang menyakiti hati Kyuhyun itu, akhirnya Ryeowook memutuskan untuk pergi berlari dengan sebelumnya mencubit perut Kyuhyun, sampai sang empunya meringis dengan memberikan umpatan, ‘gadis gila’ pada Ryeowook.

“ Yaissh~ dia itu suka sekali sih mencubit orang ” gumamnya pelan dengan menggosok-gosok perutnya yang sepertinya memerah.

Wajah Kyuhyun kembali murung memikirkan hubungannya dengan Ryeowook. hah~ jadi benarkan kalau Ryeowook memang tak akan bisa menerimanya?

Hum~ jangan sedih Cho Kyuhyun. setidaknya kau sudah berusaha jujur dan terbuka pada Ryeowook, kan? —inner nya.

.

.

.

Mengungkapkan cinta itu tak perlu memikirkan hasil akhir yang akan kau capai

Yang terpenting adalah ketika kau mengungkapkan cintamu, kau sudah bisa merasakan kelegaan dalam hatimu

Setidaknya, orang itu jadi mengerti tentang perasaanmu, kan?

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Sore ini Donghae dan Henry akan pergi untuk mengikuti lomba dance selama 3 hari. Sebenarnya hanya sehari saja sih, hanya saja untuk dua hari kedepan mereka berdua mendapat beberapa arahan dari panitia disana, dan lombanya diadakan hari terakhir mereka disana.

Ryeowook menghembuskan nafasnya. Gadis itu berhenti tepat didepan gerbang sekolahnya. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku rompi sekolahnya. Ia bingung harus bagaimana. Ia ingin sekali mengucapkan salam perpisahan dan memeluk Donghae, tadikan ia belum sempat.

Tapi….disana pasti ada Henry.

Ah~ ia jadi berpikir-pikir ulang untuk melakukannya. Bukannya ia takut pada Henry, ia hanya tak mau kalau tingkahnya ini menjadikan dirinya semakin dibenci Henry. Ia juga tak mau melukai hati Eunhyuk Sunbae. Nanti kan pasti Eunhyuk Sunbae juga ikut mengantar kepergian mereka. Huft~ memikirkannya saja membuat Ryeowook menelan ludah keluh.

Gadis itu menoleh-noleh disekitar, para murid banyak yang melaluinya dengan sesekali menyapanya yang dibalas senyum juga oleh Ryeowook. gadis itu memang ramah kan, jadi wajar jika banyak yang mengenalnya. Meskipun terkadang menjengkelkan tapi tetap saja setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Ryeowook yang memang sudah putus asa menunggu Donghae yang tak juga keluar dari gedung sekolah akhirnya lebih memilih untuk berjalan keluar gerbang. Ia ingin masuk ke kamar Asrama-nya, tapi ia masih tak punya cukup keberanian untuk bertemu Sungmin. Ia masih tak enak dan rasanya begitu kikuk ditambah dengan kenyataan bahwa ia mengetahui rahasia besar Sungmin. Ck!

‘Aigoo~ kenapa rasanya sulit sekali menjadi diriku?’

“ Mungkin memang tak ada waktu agar aku bisa bertemu dengan, Oppa ” bisiknya pelan dengan berjalan meninggalkan gerbang menuju keluar sekolah yang didepannya sudah merubakan jalan raya. Ia akan pulang nanti sedikit sore, setidaknya ketika Sungmin sedang sibuk dengan PR-nya dikamar, jadi kan Ryeowook sedikit bisa bernafas lega.

Ia masih saja berjalan lemas tanpa memperhatikan jalanan didepannya. Ia bahkan beberapa kali menguap dengan sedikit mata yang tertutup. Meskipun begitu gadis itu tetap saja berjalan kedepan dan tak memperhatikan bahwa didepan sudah jalan raya. Entah Ryeowook yang melamun atau sedikit mengantuk atau apalah itu, yang pasti gadis itu terus melangkah tanpa memperhatikan kanan kiri.

Langkahnya terhenti ketika teman-temannya berteriak ke-arahnya. Ryeowook yang kaget reflek ingin menoleh kebelakang, tapi belum sepenuhnya menoleh ke-belakang matanya sudah membulat sempurna menatap kesamping kanan.

“ RYEOWOOOOKK~~ ”

Sret—

—Bruk.

Badan itu terjatuh tepat didepan mobil hitam yang menabraknya. Namun detik berikutnya mobil mewah itu memacu kecepatan tinggi hingga siswa-siswa atau pun orang yang berlalu lalang disitu tak sempat menghafal plat nomornya.

Banyak darah yang mengucur dari daerah kepalanya yang terbenur aspal kasar. Sang pemilik tubuh sempat tersenyum singkat sampai akhirnya mata itu tertutup sempurna.

Siswa-siswa yang melihatnya langsung berteriak histeris tak terkecuali Eunhyuk dan Henry yang langsung berlari mencoba melihat keadaan tubuh yang sudah tak berdaya disana. “ HAE~~ LEE DONGHAE~ BANGUN HAE…BANGUUUNN ”

Eunhyuk mengguncang-guncang tubuh yang ternyata adalah tubuh Donghae dengan keras. Gadis blonde itu menangis sambil terus memanggil-manggil nama Donghae. Ia bahkan membentak Henry untuk segera menghubungi Ambulance. “ Hae~ jebal..jabalyoo~ kau harus bertahan, Hae~. Bukankah hari ini kau harus mengikuti lomba dance? Jebalyo~ bangunlah Hae..BANGUUUNN ” Eunhyuk menangis keras dengan dikerubungi orang-orang yang melihat kejadian itu.

“ Hikz ”

Mata Eunhyuk berkilat tajam ketika melihat seorang yeoja yang bertanggung jawab penuh—menurutnya—tentang insiden yang dialami oleh sahabat sekaligus orang yang dicintai-nya. Gadis itu menggretakkan gigirnya kuat seolah ingin sekali memakan gadis ‘lemah’ dihadapannya. “ Puas? Kau sudah puas? ”

Ryeowook menggeleng-geleng dengan tangan yang menutupi mulutnya. Gadis itu kini menjadi objek tatapan oleh orang-orang disana. Bahkan seperti tak ada yang memperhatikannya hingga ia bangun sendiri dan mendekat kepada Donghae yang sudah dipenuhi oleh darah dikepalanya. Gadis itu menangis dengan mencoba mendekat pada Donghae namun keburu didorong oleh Eunhyuk sampai dirinya jatuh terjungkang ke-belakang.

“ INI SEMUA GARA-GARA KAU GADIS SIALAN…KAU ITU BENAR-BENAR PEMBAWA SIAL. PERGI DARI SINI….AKU BILANG PERGI ”

Ryeowook seolah tuli terhadap seruan Eunhyuk, ia kembali mendudukkan dirinya dengan masih menangis. “ Mianhae~ jeongmal..hh..hikz ”

Suara sirine yang terdengar sontak membubarkan kerumunan itu. Eunhyuk ikut membantu mengangkat Donghae kedalam Ambulance. Ia bahkan turut masuk menemani Donghae. Ryeowook baru saja akan ikut masuk tapi tangannya dicekal oleh Henry dan dihempaskannya Ryeowook sampai kembali terjatuh ke aspal. Tangannya yang tadi terluka sampai mengeluarkan darah, kini harus kembali terluka. Telapak tangannya yang dirinya gunakan untuk menahan tubuhnya pun sobek sangking kerasnya ia terjatuh ke Aspal.

Ryeowook menangis keras. “ Oppa~ hikz..hh..mianhae..hh..hikz ”

‘jinja, ini semua karena-nya’

‘Ah~ dia memang suka sekali menyusahkan orang lain’

‘pasti sekolah kita di Disqualifikasi karena tidak ada yang mewakili’

‘dasar gadis tidak berguna. Awas  saja kalau sampai Donghae-Sunbae kenapa-kenapa’

Hati Ryeowook semakin terasa begitu pilu mendengar umpatan-umpatan dan segala bentuk penyalahan untuknya. Ia mencoba berdiri tapi kakinya terasa begitu sakit. Meskipun begitu, ia sadar bahwa saat ini sudah tak ada yang bisa menolongnya.

Ia sendiri.

Tidak ada Donghae Oppa, bahkan ia tak melihat Taemin ataupun Kyuhyun disekitarnya.

Ah~ ia hanya bisa menunduk dalam ketika matanya menatap sekeliling yang memandangnya jijik, mengejek, menghina bahkan tatapan membunuh. Ryeowook benci ini.

Ryeowook benci tatapan mata seperti ini. Ryeowook benci ketika eksistensi dirinya seolah seperti sebuah sampah, seperti bunga yang layu bahkan seperti bintang yang kehilangan sinarnya. Ryeowook menggigit bibirnya kuat hingga berdarah. Meskipun luka dilutut dan tangan serta telapak tangannya begitu perih, tapi sekarang ini—

—di hatinya jauh lebih sakit dan perih.

Ia berjalan kecil melewati sekumpulan orang yang membisikinya dengan ucapan-ucapan kasar. Tapi ia tetap berjalan mengabaikan siswa-siswa yang sepertinya membencinya. Ia berniat akan menyusul Donghae ke rumah sakit. Ia ingin melihat keadaan Donghae. Ia ingin memastikan kalau Donghae Oppa-nya baik-baik saja. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya saat pikiran negative hinggap di otaknya.

Tangannya melambai kepada sebuah taksi yang melintas. Ia segera memasuki taksi tersebut saat sang sopir mempersilahkannya. Ryeowook menyebutkan nama rumah sakit yang akan ia datangi, karena pada Ambulance tadi tertera jelas itu dari rumah sakit mana.

Ryeowook duduk dengan memandangi keluar. Matanya masih saja menangis. Gadis itu seolah tertekan saat ini.

Ingatannya tiba-tiba saja kembali pada kejadian tadi. Saat Donghae yang sebenarnya tanpa sepengetahuannya sudah ada dibelakangnya mengikutinya pergi, Donghae mendorong Ryeowook sampai terjatuh ke pinggir jalan hingga dirinya-lah yang akhirnya tertabrak.

Ryeowook menangis sedikit keras bahkan ia sesenggukan. Sang Sopir sudah menanyainya berulang kali tentang masalahnya, tapi Ryeowook tetap saja diam dan tak mau menjawab. Akhirnya sang Sopir hanya bisa menghela nafas dan diam.

“ Seharusnya aku yang tertabrak…kenapa..hh..kenapa Oppa menyelamatkanku…hukz..hh ”

Ia berbicara lirih dengan sesekali menyeka air matanya kasar. Meskipun saat kejadian dirinya tak berteriak sehisteris Eunhyuk dan Henry, tapi…bukankah kalian semua pasti tahu bahwa gadis itu tampak yang paling Shock disana, hingga untuk berteriak pun tak mampu.

Ia bahkan tak berkedip sedikitpun saat itu karena sangking terkejutnya, ia baru saja sadar saat melihat senyum Donghae yang terakhir kali menatapnya hingga akhirnya matanya tertutup rapat.

.

.

.

Pernah mendengar sebuah pepatah tentang orang yang mencintaimu?

Jadi begini, mereka sering berkata :

Bahwa jika dia mencintaimu, maka ia akan melindungi, membahagiakan dan selalu membuatmu tersenyum^^

Mungkin itu yang sedang ia ajarkan pada kita, bahwa kita harus melindungi orang yang kita cinta~

Termasuk Ibu~~^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC ^^

23 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 12

  1. abang siwon galau mulu deh.. cari gantinya kibum dong bang…

    hey wook ga tau yah kalau hae tu punya sixth sense,makanya hae tw apa yang wook lakukan..
    Aaaaa!!! modus nih modus,bang hae cari2 kesempatan tidur ma wook untung wook kaga di apa2in.. tp apa tu poppo2 wook mulu.. bikin jealous.. haaahhhh…
    wkwkwkz… rasain tuh bang hae dapat jeweran lembut(?) sp suruh godain wook..

    kyu.. kyu.. kyu.. aku ga bs ngomong apa2.. sini aku peluk…

    aisshhh sebel ma hyuk.. hae kecelakaan tu kan bukan salah wook.. itu kan naluri hae sbg namjachingu wook.. jg sebagai manusia sosial yg hrs saling membantu..
    knp wook harus kena intimidasi org..
    wook yg kuat baby…

  2. kyu akhr.a nyatain ne k wook..pi kyu it gag ngrti knp wook nolak dy..ahh kyu…
    lg2 msti ksel ma henry…
    krg lg2 wook yg slah n henry manfaatn itu…

  3. sebuah keluarga yg harmonis…
    hae klo mkan itu berdoa dlu ya biar berkah…..
    siwon ga mve on move on……
    henry berhentilah manfaatin sifat lemahnya wookie,krena wokie ga selemah yg kmu pikirkannn…

  4. ha~~~~ momen haewook.a romance skali?? wook udah gak usah dngerin kta henry lge.. qm gk egois kuq..kta kn cma mw mmperthnin cinta kta,, jgn sdih lge ea, le qm sdih ntr henry tmbh ngmg mcam”.. ah kyu jgan nngis.. aq jdi bimbang dg crita ini.. ntr end.a msh haewook kah??? tpi aq jga gk rela kyu hrus sdih yak gtu,,, siwon oppa kau hrus bngkit..haaaa itu bkan slah wookie,, jgn ngebenci wookie donk..sbar ea wook.

  5. aku suka cnget moment haewook romantis banget,wook manja banget ya,aduh hae seneng banget bisa tidur sama wook,,,
    henry kamu ni bener bener ya,wook kamu harus kuat,,,,,
    kasian wook selalu dapet tekanan ditambah hae mau pergi,
    haaa donghae kecelakaan,,!!!!!
    hae rela berkorban buat wook

  6. aku suka banget moment haewook romantis banget,wook manja banget ya,aduh hae seneng banget bisa tidur sama wook,,,
    henry kamu ni bener bener ya,wook kamu harus kuat,,,,,
    kasian wook selalu dapet tekanan ditambah hae mau pergi,
    haaa donghae kecelakaan,,!!!!!
    hae rela berkorban buat wook

  7. Acie ciee~ wookie makan bareng ibu mertua. Kkk~
    Henry gk ad kpok2 nya yah bkin wookie down, bnar2 nnek sihir. Untung ad si Taemin yg akhirnya bsa kmbali ke wookie lgi. Hehe, snag mlihat prshabatn mreka berdua.

    Kyu akhirnya mngtakn prsaannya sma wook, sdih bnget yaah. Kasihan kmu kyuu~ tp aku salut kok stidknya kmu sdh brani blang sma wook, yah mskipun pda ujungnya sbuah-penolakan-.-

    OMO~ donghae ditabraakk~ kyaa, henry enhyuk jahat, knpa klian mmrahi uri wookie. Smoga Hae baik2 sjaaa.

  8. ommo~~ wook kau bnar” polos ehh diajak mndi bareng gak nyadar kk~

    ne kyu kan lbh baik mengungkan persaanmu dri pda terus dipendm… haha …

    aigoo~ hyukk kau kasar sekali eoh itu kan bukan kesalahan wookie tpi kau mengatainya pembawa sial… huh*emosi

  9. Moment kyuwook ny haruuu tp manis..kyu sgt perhatian sm wookie baby..kyu gentle bgt..kyu akhirnya brni mengungkapkan perasaanny tp dia jg tdk memaksa wookie utk menerimanya..hanya sbagai guardian angel utk wookie..
    Omooo..itu hae nyelamatin wookie y..wookie harus kuat utk donghae ne..🙂

  10. awalny moment haewook ny romantis chingu,, manis bgt,,
    tp smakin ke blakang wookie smakin mndrita,,
    mulai dari mslh kyu sampe hae yg nylametin wookie,,
    tp ujungnya wookie hrs lbh sakit lg krna omongan orang,,
    sabar ne wookie,, Hwaiting!!!!

  11. haha moment haewooknya lucu+romantis.. henry knp msh gk kpok2 sih nekan hatinya wook. udh tau wook orgnya optimis. untung ad tae yg ngebela. kyu~~ jgn sdih.. aq jdi ikut nngis liat kyu~ huh, itu gk slah wookie.. hyuk knpa mrhin wookie

  12. kyaaaaaa Hae ketabrak??
    dan semua nyalahin wook??
    OMOOO ! *peluk baby
    haiiiiiissshhh semua’a jangan mojokin wook gitu donk..
    itu kan bukan murni salah wook..
    itu takdir !!
    TAAKKKDDDIIIIRRRRR WOOYYY #plaak😀

  13. Jiaaaahh apa nih? Kyu menyatakannya cintanya pada wook? Hae kecelakaan? Huwaw😮
    Nasib dongee selanjutnya gimana? Kasiaan wook kasian. Tersiksa batin teruuuss.. Dimana ye kyu won? Kasiaan wooknya😦

  14. suka suka suka sama moment haewook disini^^ romantis bingiiit masaa ,, 😀😀😀

    Lah itu sih modusnya hae ajah biar bsa tdur satu ranjang sama wookie ,,, kkkkk
    Tapi tapi untung ajah wookie nya engga di grepeh” sama hae
    Huehehehh
    aigoo ryeowook nya seneng ttuh bisa makan bareng sma camer nya #toelWook

    Huh
    Knapa smakin ksini ryeowook nya smakin miris sih ,, ga tega liatnya sumpah ehh 😦

    Ryeowookie fighting ne

  15. annyeng aku read baru , mian baru riview sekarang , salam kenal ne ,,
    yaa ampun kyu nyatain semuanya ke wook sekarang ,,, tapi dapat tolakan dari wook ,,,
    si henry ko malah cari ribut ma wook ya , nyebelin banget ,,,

    yaa hae jangan macam” ma wook diakan masih polos ,, kekeke modus ,,

    yaa wook kasian banget jadinya

  16. bang won msh lom bsa move on ya. ska y ma wook sih wook kan dah pnyq hae .xixi^^
    suka moment haewook y sweet n romantis bgt.

    slt ma kyu akhir y ngungkapin prasaan y jg. saat kyu ngungkapin prasaan y kata”y itu lho bikin q ikutan nangis.

    hae yg ketabrak..trharu hae rela trtabrak demi melindungi wook. tp kasihan jg smua y mnyalahkan wook. pdhal tu kan murni kecelakaan~~

  17. ya ampun, makin nyesek aja wookie. haish,, pasti kamu menanggung beban beraaaatt banget, di salahkan karna hae yg tertabrak karena ingin menyelamatkanmu, dimusuhi banyak org-mungkin- belum lagi perasaan2 org yg tersakiti karna hal yg dilakukan wookie.
    waahh kyu udh ngungkapin perasaannya, lega kan kyu? kkeke
    tapi maaf anda belum beruntung. xD
    cari yg lain lagi.😀
    daebakk daebakk daebakk!!!
    kya greget banget dg wookie.
    keep writing ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s