(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 13

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 13

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

Hujan malam itu turun tanpa ada seorang pun yang dapat menghentikannya. Angin berhembus menambah kesan dingin malam itu. Semua itu seolah menjadi sebuah perwakilan dari sebuah hati yang bersedih, dirundung duka, ditimpa kemalangan, dan ditenggelamkan oleh rasa penyesalan dalam hati. Adakah yang dapat merasakannya?

Dari sekian banyak manusia yang berada di Rumah sakit ini, mari kita lihat bagaimana keadaan tokoh utama sang gadis dalam cerita ini yang sedang menangis sendiri dengan memeluk lututnya sebaga tameng untuk dirinya yang begitu rapuh.

Kim Ryeowook.

Gadis ini terduduk lemas dengan kedua lengannya yang mengalung pada lututnya, menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya dan menangis sendirian tanpa ada yang peduli. Ia tak berani mendekat pada sebuah ruang rawat inap yang dihuni oleh namjacingunya, ia justru memilih jarak 3 meter untuk dirinya mengawasi kamar tersebut.

Gadis itu sangat takut bahkan hanya untuk lewat sekalipun. Ia sudah mencoba awalnya untuk masuk dan melihat keadaan Donghae, hanya saja kedua yeoja—Eunhyuk dan Henry—itu justru membentaknya, mengusirnya, mencacinya, mendorongnya bahkan sampai memanggil seorang Satpam untuk menyuruhnya pergi dari rumah sakit ini. Dapatkah kalian rasakan bagaimana hancurnya hati gadis ini?

Bahunya bergetar hebat. Gadis itu merasa bersalah. Sangat.

Tapi ia tidak tahu harus begaimana lagi. Ia hanya mampu berdo’a agar Donghae baik-baik saja. Setidaknya tadi dirinya sempat bertanya pada salah stau suster yang merawat Donghae, dan Suster itu mengatakan bahwa Donghae sudah dalam keadaan sedikit membaik, walaupun suster itu juga mengatakan sebuah berita yang membuatnya tampak lemas.

Donghae-ssi belum sadar. Kemungkinan besar ia koma.

Hanya dengan kalimat tersebut, kaki-kakinya dan seluruh organ dalam tubuhnya tiba-tiba saja melemas. Otaknya tak bisa berfikir lebih lama lagi. Semuanya seperti berputar-putar dalam benaknya.

Ryeowook menangis. Sekarang ia tahu kenapa Eunhyuk dan Henry menangis meraung-raung dan bahkan hampir menamparnya tadi. Yah, ini karena Donghae koma.

Koma karena dirinya.

“ Oppa~ ”

Ryeowook berucap lemah. Bibirnya sudah pucat. Ia belum makan sama sekali hari ini. Ditambah dia masih menggunakan baju seragam hingga hawa dingin malam ini dengan mudahnya menelusuk pada tulangnya dan menyebabkan tubuhnya menggigil. Ryeowook keukuh untuk tetap diam disitu saat beberapa orang yang melewatinya menyuruhnya untuk pulang dan memakai pakaian yang lebih tebal.

Ryeowook mendongakkan kepalanya. Bisa kita lihat bahwa wajah gadis itu sangatlah acak-acakan. Matanya sembab dan tampak layu. Ryeowook melirik sekilas pada ponsel yang berada disampingnya. Ia menekan tombol hijau dan mendekatkannya ditelinganya.

“ Yeobseyo ”

Sapanya lemah.

“ Ya! kau dimana, hah? Sungmin Noona bilang kau belum pulang sama sekali ”

Ryeowook tersenyum lembut ketika mendengar teriakan dari arah sebrang sana yang tampak sekali mengkhawatirkannya. “ Kim Ryeowook. jawab aku, kau dimana? ” tanya suara dari sebrang lagi.

“ Kyu~ aku baik-baik saja. Jangan mencemaskan—”

PUK~

Ryeowook tak meneruskan ucapannya saat sebuah jacket tebal menyelimuti dirinya dari atas. Ia mengamati jaket itu sebentar sebelum pada akhirnya ia mengangkat kepala guna melihat siapa gerangan yang sudah memberikan jaket.

Matanya membulat kaget. “ Bagaimana bisa aku tak mencemaskanmu? Kau bahkan sudah seperti mayat hidup seperti ini ”

Kata orang yang ada didepannya yang ternyata adalah Kyuhyun. Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya dengan Ryeowook saat gadis itu sudah lebih dulu menaruh ponselnya kedalam saku seragamnya.

Hah~ Kyuhyun berjongkok dihadapan Ryeowook lalu membenarkan letak jaket yang diberikannya sebatas leher Ryeowook. Kyuhyun menatap lembut gadis didepannya yang sudah setengah sadar. Kyuhyun tahu apa yang terjadi, hanya saja ia tak mau bertanya lagi. Ia cukup mengerti untuk tak membuat Ryeowook kembali terluka. Ia juga sudah mendengar ucapan beberapa siswa yang membicarakan Ryeowook tadi saat sepulang sekolah yang menyumpahi Ryeowook dengan segala sumpah serapah yang kotor.

Kyuhyun menatap tajam siswa-siswa yang menjelek-jelekkan Ryeowook. jujur saja ia sangat tak rela jika Ryeowook dijadikan tersangka dan tokoh Antagonis disini. Karena ia tahu, Donghae melakukan ini karena ingin melindungi Ryeowook. jika ia ada diposisi Donghae, ia pun juga pasti akan melakukan hal yang sama. “ Kau belum makan? ”

Ryeowook hanya membalasnya dengan tatapan yang terluka. “ Donghae Oppa belum makan, mana mungkin aku makan sedangkan dia tidak makan ”

Kyuhyun tersenyum kecut mendengar nada bersalah disetiap ucapan yang keluar dari bibir cherry Ryeowook. Kyuhyun kembali dibuat terkejut saat air mata Ryeowook mengalir.

Gadis itu menangis.

Kyuhyun menyeka air matanya dengan kedua ibu jarinya. “ Jangan menangis, Wookie-ah. Semua akan baik-baik saja. Percayalah~ ”

Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak percaya dengan perkataan Kyuhyun, ia hanya percaya dengan keadaan. Dan keadaan memberitahunya bahwa semua tidak baik-baik saja.

“ Donghae Oppa…Koma ” ujarnya lagi.

Kyuhyun ikut bersedih melihat gadis didepannya ini. Dengan segenap hati yang tulus, ia membawa tubuh bergetar itu dalam pelukannya. Mengusap-ngusap punggung mungilnya dengan lembut, memberi kekuatan lewat bisikan-bisikan lembut yang ia berikan pada Ryeowook.

Kyuhyun tahu. Gadis ini mengalami beberapa goncangan yang begitu berat dalam hidupnya. Kyuhyun bahkan mengerti tentang tekanan-tekanan yang gadis dalam pelukannya alami. Ia tahu semuanya dari Taemin yang tadi menceritakan semuanya pada Kyuhyun.

Bahkan tadi Kyuhyun sempat menitihkan air matanya saat mendengar cerita Taemin tentang Ryeowook yang mengalami beberapa tekanan dari Henry. Kyuhyun tidak tahu lagi harus bagaimana, bahkan seluruh siswa pun membenci Ryeowook.

“ Ssstt..tenanglah~ Donghae Hyung pasti akan sadar ” bisiknya lagi.

Ryeowook mengangguk. “ Terimakasih ” katanya dengan melepas pelukan Kyuhyun. gadis itu tersenyum menatap Kyuhyun yang memandangnya iba. “ Ya! jangan menatapku dengan pandangan penuh kasihan seperti itu. Aku benci tatapan seperti itu ” katanya memekik.

Kyuhyun tergelak. Gadis depannya ini kenapa suka sekali sih berubah-rubah mood. Tapi meskipun begitu dirinya tahu kalau Ryeowook mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia baik-baik saja. Kyuhyun tersenyum miris memikirkannya.

.

.

.

Apa yang kalian ketahui sebagai sebuah kenyataan, belum tentu benar-benar terjadi

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ny.Lee melangkah dengan cepat. Degup jantungnya memompa dengan depat. Ia yang biasa selalu menjaga sikapnya dimanapun ia berada pun kini terlihat tak memperhatikan etika. Ia tak mengucapkan kata maaf sedikit pun setelah menabrak beberapa orang yang juga berlalu lalang dirumah sakit. Yang ada dalam pikirannya hanyalah Putra semata wayang-nya. Putra yang teramat ia banggakan. Putra yang memberinya sebuah harapan kecil untuk tetap bertahan dalam kesepian Duniae.

Ekor mata Ny.Lee menemukan sesosok anak muda yang sepertinya sangat ia kenal. Yeoja paruh baya tersebut mendekati sesosok gadis yang terduduk dengan termenung. Ny.Lee hafal betul siapa gadis ini.

Gadis yang teramat dicintai oleh putra-nya. Gadis yang juga salah satu dari sekian banyak orang yang bisa membuatnya tersenyum. Dahi Ny.Lee mengernyit saat menyadari bahwa gadis ini tertidur. Dan lagi…apa Ryeowook tak menemani Donghae didalam ruang rawat inap-nya.

Ny.Lee tak benar-benar tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Putra-nya, karena yang ia dengar Donghae hanya kecelakaan, dan tak ada penjelasan lanjut dari Eunhyuk yang menghubunginya itu.

“ Wookie ” diguncangnya bahu Ryeowook. gadis itu menggeliat pelan, matanya masih tampak membengkak. “ Ireona~ ” katanya lagi dengan lembut.

Ryeowook membuka matanya dan mengerjap-ngerjap polos. Ia menatap sekelilingnya dan ia baru sadar bahwa ternyata ia masih dirumah sakit. “ Kau baik-baik saja ”

Deg.

Ryeowook mematung ditempat. Matanya bertatapan dengan mata sehitam mutiara yang begitu indah dan mirip dengan Donghae. Ryeowook menggigit bibirnya kuat. Ia bingung. Ia tidak tahu harus berkata apa. Banyak pikiran-pikiran buruk yang sudah memenuhi otaknya.

Ny.Lee pasti akan membenciku.

Ny.Lee akan memisahkanku dengan Donghae Oppa.

Ny.Lee pasti akan menamparku.

Ny.Lee pasti akan…. bla bla bla

Berbagai perasaan takut menyeruak dihatinya.

“ Ryeowook~ ” Umma Donghae kembali menyapa Ryeowook dengan lembut.

“ Ah-ahjumm..ma ”

Kepala Ryeowook menunduk takut tak berani menatap sang yeoja didepannya. “ Kenapa kau disini? Bagaimana keadaan Donghae? ”

Ryeowook menggelengkan kepalanya. “ Kau tidak tahu? ”

“……” gadis mungil itu menangis dalam hati. Entah apa yang akan terjadi setelah ini ketika Ny.Lee mengetahui semuanya. Ia pasrah dan akan menerima semuanya. Karena ia memang pihak yang bersalah disini. “ Ahjumma~ mianhae ” ujarnya pelan.

Ny.Lee bergumam kecil seolah tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Ryeowook.

Ryeowook kembali menarik nafas dalam. “ Opp..oppa~ di-dia kecelakaan ka-karena aku ” mata Ryeowook menutup saat mengucapkan sebaris kalimat tersebut. Demi Tuhan. Ryeowook rasanya sudah benar-benar akan mati ditempat saat ini juga. Umma Donghae diam memperhatikan wajah manis sang calon menantu. Umma Donghae tahu bahwa Ryeowook ketakutan saat ini. Merasa tak tega melihat wajah ketakutan Ryeowook, akhirnya beliau mengelus pipi mulus Ryeowook.

Perlahan caramel cerah itu membuka. Menatap sosok didepannya dengan perasaan bahagia karena sebuah senyum terpatri disana. “ Ahjumma percaya, bahwa semua ini bukan karena-mu. Ini adalah sebuah takdir. Tidak ada seorang pun yang dapat disalahkan dari sebuah peristiwa ini ” katanya bijak.

“ Jadi, sebenarnya ada apa, hum? Kau bisa bercerita pada Ahjumma, sayang ” dengan lembutnya kedua tangan yeoja paruh baya itu membantu Ryeowook untuk berdiri. Mata Ny.Lee memicing tak suka pada sebuah perban yang membalut telapak tangan Ryeowook. “ Kau baik-baik saja, sayang? ” tanyanya cemas.

Ryeowook mengangguk tegas. “ Seharusnya Ahjumma tidak perlu secemas ini, karena Donghae Oppa jauh lebih mencemaskan keadaannya dibanding aku ” tuturnya pelan yang lagi-lagi membuat senyum itu kembali terpatri diwajah cantik Ny.Lee .

Jujur saja bahwa hati Ny.Lee tak setenang mimik wajahnya. Hatinya juga sangat cemas, bahkan ia mungkin lebih cemas daripada Ryeowook. bukankah perasaan seorang Ibu itu jauh lebih kuat dari siapapun?

Ny.Lee tetap memperlihatkan wajah menenangkannya. Dia yang paling dewasa disini, ia tidak mungkin menangis, dan menambah beban Ryeowook juga membuatnya semakin bersalah. Ny.Lee menghapus air mata Ryeowook yang mengalir dipipinya. Ia mendengar semua cerita dari Ryeowook, dan ia paham.

Bahwa ini semua bukan salah Ryeowook.

Bukan salah gadis manis disampingnya ini.

Beliau memeluk Ryeowook dan membiarkan gadis itu menumpahkan segala kesedihannya. Ny.Lee sudah berulang kali memberi penjelasan bahwa ini semua bukan salahnya, melainkan ini hanyalah sebuah takdir. “ Kajja kita tengok, Donghae ” ajaknya dengan menarik tangan Ryeowook.

Ny.Lee mengangkat sebelah alisnya. “ Wae? ” bertanya ketika dilihatnya Ryeowook menarik tangannya dari genggamannya. Ny.Lee tidak mengerti kenapa gadis ini tak mau menengok Donghae. “ Kau tidak mau menengok, Donghae? ”

“ Aniya~ aku…”

“ Wae? ada sesuatu yang tak membuatmu takut untuk menjenguk, Donghae? ”

Ryeowook memandang sedih. “ Eunhyuk Sunbae membenciku. Dia….tidak memperbolehkanku masuk, Ahjumma ” katanya sedih. “ Tapi…itu wajar kalau Eunhyuk-Sunbae membenciku, itu karena aku melukai sahabatnya ” lanjutnya dengan masih menggunkan nada sedih.

Ny.Lee paham bagaimana perasaan Eunhyuk. Bahkan ia juga menyadari bahwa gadis ber-gummy smile tersebut menyukai Putra-nya sejak dulu. Hanya saja….dengan menyalahkan Ryeowook dalam kejadian ini, tak memperbolehkan Ryeowook masuk dan menjenguk Donghae terlebih membiarkan gadis mungil tersebut menggigil kedingingan hanya menggunakan sebuah jaket yang tak terlalu tebal….rasa-rasanya ini cukup keterlaluan.

Ny.Lee menggeleng-gelengkan kepalanya memikirkan sikap Eunhyuk yang begitu kekanak-kanakan. Ia tak menyangka bahwa sikap protektive Eunhyuk begitu kental ketika ada seseorang yang melukai Putra-nya. Hah~ ia menarik nafas lelah dan frustasi. “ Tidak apa-apa. Ahjumma akan bicara baik-baik padanya nanti ” bujuknya yang ternyata masih ditolak oleh Ryeowook.

“ Aniya~ aku tidak mau Eunhyuk Sunbae semakin membenciku. Asal Donghae Oppa bisa kembali sadar itu sudah cukup untuk ku. Dan….bolehkah aku bertanya pada Ahjumma nanti tentang keadaan Oppa? ” melasnya dengan mata yang sudah siap mengeluarkan air mata lagi.

Ny.Lee yang juga punya sikap sama keras kepala-nya dengan Ryeowook pun lebih memilih menggelengkan kepalanya. Ryeowook shock dengan jawaban yang diperoleh. “ Ahjumma…tidak mau ya? ” katanya dengan penuh kesakitan.

“ Kenapa kau harus bertanya pada Ahjumma jika kau sendiri sebenarnya bisa melihat sendiri keadaannya? ”

Mata Ryeowook membulat sempurna. “ Aaa..tapi—” ucapannya terpotong ketika dirinya sudah ditarik oleh Ny.Lee dan membawanya menuju ruang inap Donghae yang sepertinya dijaga oleh Eunhyuk dan Henry. Kedua gadis itu juga sama keadaannya dengan Ryeowook. masih memakai seragam, hanya saja mungkin keadaan Eunhyuk lebih parah. Gadis itu terus-terusan menangis dengan menggenggam tangan Donghae erat.

Eunhyuk sangat terlihat seperti seorang istri yang begitu mengkhawatirkan suami-nya.

Henry hanya diam. Dia juga tak menyangka bahwa hari ini akan berakhir dengan begini. Lomba dance yang sudah ia siapkan sejak awal dengan Donghae kini terpaksa digantikan oleh Taemin dan namjacingunya Minho. Henry tidak mempermasalahkan itu, ia tak mesalah jika lomba dance dibatalkan, kalah atau apapun itu. Karena yang ia sesalkan adalah……kenapa harus Donghae terbujur lemas seperti ini?

Tangannya tak pernah lelah menggosok pundak Eunhyuk, memberi kekuatan untuk gadis yang sedari tadi tak mau berhenti menangis. “ Uljima..eonnie ” ujarnya. Eunhyuk menggeleng. “ Hae..hh..bangunlah..hhh~ ” panggilnya lemah.

Ceklek.

Henry menoleh ke-arah pintu yang dimana disana sudah berdiri Ny.Lee dan….

“ Kau!! Apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah bilang, jangan pernah menginjakkan kaki-mu ditempat ini ”

Henry dan Ny.Lee menatap Eunhyuk yang sedang memandang nyalang pada Ryeowook yang berdiri dibelakang Ny.Lee . Gadis itu menundukkan kepalanya takut. Kedua tangannya sudah meremas ujung rok seragamnya kuat. Ia sudah tahu bahwa pasti Eunhyuk tak akan memperbolehkannya masuk.

“ Hyukkie~ apa yang kau katakan? Bukankah Ryeowook adalah yeojacingu Donghae, seharusnya kau memperbolehkannya masuk ”

Eunhyuk menangis. “ Ahjumma~ yang menyebabkan Donghae seperti ini adala DIA ” tunjuknya kepada Ryeowook. tatapan membunuh tak pernah lelah ia layangkan untuk gadis yang sudah ketakutan dibelakang Ny.Lee . “ Dia yang menyebabkan..hikz..Donghae koma, Ahjumma ” katanya dengan terisak.

Wajah Ny.Lee menegang ketika mendengar kalimat koma, tapi dengan cepat dirubahnya mimik wajah itu menjadi setenang mungkin. Karena ia tahu bahwa menangis pun tak akan bisa membuat Donghae bangun kan? yang dapat dilakukan sekarang ini hanyalah berdo’a. “ Gwenchana~ Donghae pasti bangun. Mungkin saja Donghae ingin Ryeowook ada disampingnya. Jadi…biarkan Ryeowook masuk ne~ ” Ny.Lee berusaha membujuk Eunhyuk dengan lembut.

Ditariknya lengan Ryeowook untuk berdiri disampingnya. Ia memegang dagunya dan mendongakkannya, “ Kau harus menegakkan kepalamu ketika ada seseorang yang berbicara denganmu, arasseo. ” perintahnya yang ditanggapi dengan anggukan kepala.

“ Ahjumma!! ” pekik Eunhyuk sedikit keras ketika Ny.Lee mendekatkan Ryeowook pada ranjang Donghae. Ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Ny.Lee , bagaimana bisa yeoja paruh baya itu tak marah ataupun sekedar membentak Ryeowook—yang menurutnya—sudah menyebabkan Anak-nya terbaring lemas dengan selang-selang yang memenuhi tubuhnya.

“ Hyukkie~ biarkan Ryeowook menemani Donghae sebentar saja. Lagi pula kau pasti lelah, kan? dan juga teman-mu ini juga terlihat sudah lemas ” Ny.Lee mencoba menarik tangan Eunhyuk dan Henry untuk keluar dari ruangan tersebut, membiarkan Ryeowook menemani Donghae.

Eunhyuk menghempaskan tangannya. Ia tidak mau pergi dari ruangan ini. Dia bahkan dengan tegasnya berkata ‘tidak mau’ pada Ny.Lee , tapi Ny.Lee pun juga menarik sedikit kasar Eunhyuk.

Sesampainya diluar ruangan itu, Ny.Lee mengajak Eunhyuk duduk disalah satu tempat duduk yang tersedia disana dan juga tak lupa menyuruh Henry untuk pulang, karena juga sepertinya tidak mungkin kalau Henry harus bermalam disini, bukan?

“ Ahjumma. Kenapa Ahjumma membiarkan gadis jahat itu menjaga Donghae? ” katanya tak terima dengan masih menangis. Ny.Lee tersenyum, ia sedikit bangga dengan Putra-nya yang memiliki banyak orang yang sangat mencintainya.

“ Memangnya kenapa? Bukankah Wookie yeojacingu, Donghae? Dia berhak menjenguknya, Hyukkie. Dan dia bukan gadis jahat ”

“ Tapi dia yang menyebabkan ini semua terjadi, Ahjumma..hikz ” kerasnya lagi.

Ny.Lee memeluk tubuh bergetar Eunhyuk. “ Dia menyelamatkan gadis itu dan membahayakan nyawanya sendiri. Aku membencinya. ” Eunhyuk berkata jujur dan terus terang.

“ Ahjumma mungkin tidak tahu apa yang sudah terjadi dan bagaimana kejadian yang sebenarnya, hanya saja…Ahjumma percaya bahwa Donghae melakukan ini karena dia begitu mencintai Ryeowookie, dia tidak ingin Ryeowookie terluka. Dan itu mungkin saja murni pemikiran Donghae. Jadi…ini semua bukan salah Ryeowookie. Kau tidak berhak menyalahkan siapa yang salah dalam peristiwa ini, Hyukkie ” Ny.Lee memberi penjelasan dengan penuh kasih sayang. Ia berharap agar Eunhyuk sadar dan mau mengerti.

“ Tapi….Donghae menderita karena gadis itu ” Eunhyuk yang belum menerima ucapan Ny.Lee akhirnya kembali membantah. Seolah ini semua memang benar-benar salah Ryeowook dan tak ada kata benar dalam diri Ryeowook. oh, Lee Hyuk jae, kau benar-benar membenci gadis lemah itu, eh??

“ Bukankah Ryeowook yang lebih menderita disini? ”

“ Bagaimana mungkin? ” bertanya dengan nada tidak percaya.

Ny.Lee melepaskan pelukannya, lalu menangkupkan wajah manis itu dengan kedua telapak tangan lembutnya. Kedua ibu jarinya menghapus lelehan air mata yang mengalir dipipi Eunhyuk. Ny.Lee memang sudah menganggap Eunhyuk sebagai anak-nya sendiri sejak dulu.

“ Coba bayangkan jika kau berada di posisinya. Menerima kenyataan bahwa namjacingumu kecelakaan hanya karena ingin melindungimu, lalu semua orang menyalahkanmu, dan seorang sahabat dari namjacingumu tidak membiarkanmu masuk bahkan hanya untuk melihat keadaan namjacingumu sekalipun ”

“ Lalu, tidak ada seorang pun yang berada dipihak-mu untuk menguatkanmu, kau menunggunya sendirian dikoridor rumah sakit yang begitu dingin hanya demi mengetahui keadaan namjacingumu yang dijaga ketat oleh sahabat namjacingumu tersebut, dan yang terakhir kau diburu oleh sebuah perasaan bersalah. Apa kau bisa membayangkannya? ”

Eunhyuk menangis semakin dalam. Air mata itu meluncur bebas tanpa tahu caranya berhenti. Ia memikirkan segala perkataan Ny.Lee barusan. Ia sedikit membuka mata tentang keadaan Ryeowook. mungkin ada sedikit, yah itu hanya sedikit, sebuah perasaan simpati yang menggelayuti hatinya.

Tapi….

Tetap saja ia masih begitu marah pada yeoja mungil itu. “ Kau harus bisa membuka matamu dan melihat segala sesuatu dengan baik-baik. Jangan hanya melihat masalah dari sisi dirimu, tapi kau harus melihatnya dari sisi orang lain. Dengan begitu kau pasti bisa mengerti bagaimana rasanya berada diposisi yang tak menyenangkan ”

Eunhyuk memegang telapak tangan Ny.Lee yang tengah menangkup wajahnya. Ia menganggukkan kepalanya mengerti. Sekarang dirinya sendiri memahami bahwa apa yang diucapkan Ny.Lee itu benar, semua masalah tidak harus dipandang dari segi persepsi kita, tapi juga harus melihat dari persepsi orang lain. Dan sekarang…..

Ia sedikit memahami bahwa menjadi Ryeowook itu—

—sangat tidak menyenangkan.

.

.

.

Kita hidup di-dunia ini bersamaan dengan persepsi orang lain terhadap kita

Tidak ada yang salah pada persepsi setiap orang, itulah mengapa Dunia ini penuh warna

Karena setiap individu selalu memiliki persepsi-nya sendiri ketika menjalani kehidupannya

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook duduk disamping Eunhyuk. Gadis itu baru saja keluar dari ruangan Donghae dan membiarkan Ny.Lee menjenguk Donghae. Ryeowook diam bersandar pada tembok dibelakangnya. Matanya memandang lurus kedepan. Ia tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana dengan Eunhyuk.

“ Apa saja yang kau lakukan tadi di-ruangan? ” Eunhyuk bertanya tiba-tiba tanpa memandang Ryeowook. “ Ne? ” Ryeowook terkejut bahwa ternyata Eunhyuk yang lebih dulu menyapanya. “ Tidak banyak. Aku hanya menyuruhnya untuk cepat bangun. Aku mengatakan pada Oppa, kalau dia sudah membuat Eunhyuk-Sunbae yang kuat ini menangis. Aku mengatakan semuanya padanya, meminta maaf dan..hhh..intinya aku merasa bersalah ” matanya kembali berkaca-kaca ketika mengingat keadaan Donghae yang tak bergerak sama sekali.

Eunhyuk mendengus kesal mendengar ucapan Ryeowook. “ Jadi kau benar-benar mengaku salah, eh? ” sinis Eunhyuk. Ryeowook memainkan tangannya, ia gugup saat ini. Tapi….ia ingat perkataan seseorang padanya, bahwa ; ‘kau harus tetap memberikan jawaban pada seseorang yang bertanya padamu, tidak peduli itu jawaban yang menyakitkan ataupun menyedihkan’ —kata seseorang tersebut.

‘Yesung Oppa’— inner-nya dalam hati.

“ Meskipun aku merasa bahwa ini bukan sepenuhnya salahku, tapi….apa boleh buat, toh sebagian besar memang salahku ya walaupun tidak sepenuhnya ” katanya mencoba kuat. Eunhyuk mendecih, “ Jadi kau merasa tidak bersalah? ”

Mata Ryeowook membulat. “ Bukankah sudah ku katakan tadi, aku sadar bahwa aku juga bersalah. Aku berjalan dengan pandangan kosong, itu adalah kesalahanku ” jujurnya.

Eunhyuk diam tak berniat menimpali ucapan Ryeowook.

Merasa tak mendapat respons dari gadis disebelahnya, akhirnya Ryeowook menghela nafas berat. “ Lagi pula kalau pun aku mengatakan atau membela diriku bahwa aku tak bersalah, itu percuma. Semua orang sudah menjadikanku pihak antagonis dalam peristiwa ini ”

Eunhyuk tertohok akan ucapan Ryeowook. ia merasa bahwa Ryeowook menyindirnya. “ Lagi pula aku juga sadar, bahwa orang-orang itu menjalani kehidupan mereka dengan terikat kepada apa yang mereka lihat dan menurut mereka benar. Begitulah cara mereka semua mengambil persepsi ”

Mata Ryeowook memandang ke atas. Melihati langit-langit atap koridor rumah sakit itu demi menghalau meluncurnya liquid bening yang sudah akan tumpah. “ Lagi pula aku juga tidak tahu apa itu arti sebuah kebenaran, menurutku kebenaran itu hanyalah sebuah hal yang samar-samar, realita yang selalu dipercaya oleh semua orang pun terkadang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi, kan? ”

Telinga Eunhyuk mendengarkan dengan seksama setiap kata yang keluar meluncur dari bibir tipis gadis disampingnya. “ Tidak ada gunanya kita mencari siapa yang salah dan benar. Karena mau dicari sampai kapan pun juga tidak akan pernah ditemui hasilnya ” lanjutnya sambil tersenyum tipis.

Ia menegakkan tubuhnya. Berdiri dari duduknya dan memandang Eunhyuk yang masih saja membuang muka. Ryeowook tersenyum samar, “ Eunhyuk-Sunbae~ ”

“……….”

“ Kenapa kau masih memiliki waktu untuk mengurusi orang lain? Padahal kau sendiri tidak ada waktu untuk mengekspresikan perasaanmu ”

Eunhyuk terlonjak kaget dengan ucapan Ryeowook yang seolah-olah tahu tentang perasaannya. “ Apa maksudmu? ” bertanya dengan nada tak mengerti menutupi kegugupannya. Ryeowook berjalan selangkah dan kini berganti berdiri dihadapan Eunhyuk yang masih duduk. “ Maafkan aku ”

Eunhyuk semakin dibuat tak mengerti dengan perkataan Ryeowook. “ Aku membuat hidupmu begitu sulit. Membuat hatimu terluka, dan….merebut cinta pertamamu ”

Deg!

Jantung Eunhyuk seperti berhenti berdetak detik itu juga. Ia melihat tepat pada Caramel cerah disana, Caramel yang memancarkan sebuah kepercayaan diri yang tinggi, Caramel yang mewakili segala kemantapan hati yeoja didepannya, dan juga Caramel yang selalu bisa memikat siapa saja yang melihatnya. Eunhyuk mneyadari, bahwa Caramel cerah milik Ryeowook benar-benar Caramel yang memberikan sebuah semangat baru bagi siapa saja yang melihatnya, mamaksa setiap mata untuk percaya dengan dirinya sendiri.

“ Aku mengetahui semuanya. Kau….mencintai Donghae Oppa ”

Deg!

Lagi.

Kali ini aliran darah ditubuh Eunhyuk seolah berhenti dari peredarannya. Bumi pun berhenti berputar, sang waktu berjalan begitu lambat, memaksa dirinya untuk diam membeku dalam kungkungan Caramel cerah didepan. Eunhyuk tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, ia sendiri bingung, kenapa?

Kenapa?

Kenapa bibirnya terkunci rapat begini?

Kenapa tiba-tiba suaranya menghilang?

Eunhyuk mencoba berkonsentrasi. Ia menutup matanya pelan. Menyadarkan dirinya dari berbagai keterkejutan yang menghantamnya. Lalu, mata kucing itu kini kembali membuka. Menatap datar gadis didepannya yang juga menatap balik datar dirinya.

“ Bagaimana bisa kau berasumsi seperti itu? ”

“ Ini bukan hanya sekedar asumsi, tapi ini sebuah kenyataan. Kau menyukainya, terlihat jelas dari matamu dan sikapmu ” Ryeowook mulai meluncurkan kata-kata yang membuat Eunhyuk membeku ditempat. Dan lagi, juga ia tak akan mengatakan pada Eunhyuk bahwa Henry yang memberitahu-nya.

“ Lalu? ”

“ Kenapa kau tidak mencoba mengungkapkannya dari dulu? Dan…kenapa kau justru lebih menyukai luka? ”

Eunhyuk menyeringai jahat. “ Ck, apa kau pikir begitu mudah mengungkapkan cinta? Terlebih pada seseorang yang sudah menganggap dirimu sendiri sebagai sahabat? ”

“ Jadi aku benar kan bahwa kau memang menyukai, Donghae Oppa? ”

Shit.

Eunhyuk mengumpat dalam hati.

Tapi, sepertinya berbohong pada Ryeowook saat ini pun sudah percuma. Toh, Ryeowook sudah menyadarinya. Tak ada lagi yang perlu di tutupi. Mungkin ini saat-nya ia membuka lukanya, memberitahu pada Ryeowook akan semua lukanya.

“ Kau benar. Aku sudah menyukainya sejak awal aku bertemu dengannya. Sejak awal ketika ia menyelamatkanku dari beberapa siswa yang selalu membully-ku, dan mengajarkanku untuk berani. Aku menyukainya, hingga aku tidak tahu bagaimana cara menghentikannya ”

Eunhyuk menarik nafas panjang untuk memulai bicara lagi. “ lalu, perasaan suka itu perlahan-lahan tumbuh menjadi sebuah perasaan sayang yang selalu ingin bersama setiap waktu. Dan entah sejak kapan, perasaan sayang itu berubah menjadi sebuah perasaan yang bernama ‘cinta’. ”

“ Perasaan cinta itu memaksaku untuk egois. Untuk menjadikan Donghae hanya milikku, memaksaku agar aku selalu ada disampingnya, menatapnya, memperhatikannya, bahkan memimpikannya dan menjaganya. Aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Aku pikir aku sudah gila ”

Ryeowook melihat lekat mimik wajah Eunhyuk yang tengah tertawa hambar. Ia yakin, tawa itu adalah tawa kesakitan, tawa mengejek untuk dirinya sendiri. Eunhyuk kini memusatkan perhatiannya pada Ryeowook, “ Dan perasaan cinta itu terkadang membuatku begitu benci pada siapapun yang merebut Donghae dariku ”

Ryeowook memegang dada kirinya yang berdenyut sakit saat kata ‘benci’ itu diucapkan Eunhyuk. Entah kenapa ada perasaan yang begitu perih ketika merasa dirinya begitu dibenci oleh orang lain. Mungkin selama ini ia tahu bahwa Eunhyuk tak begitu menyukainya, hanya saja ia tak menyangka kalau ternyata Eunhyuk membencinya.

“ Tapi….aku tidak bisa membencimu ”

Ryeowook tergelak. Bibirnya menganga lebar. Ia tidak salah dengar kan?

Eunhyuk tidak bisa membencinya?

“ Ke-kenapa? ” bertanya dengan terbata.

Eunhyuk tersenyum tipis. “ entahlah. Aku juga tidak mengerti. Mungkin…itu karena Donghae benar-benar mencintaimu, jadi aku tidak bisa membencimu ”

Tes~

Air mata Ryeowook kembali menetes. Ini adalah Air mata yang ke sekian kalinya. Hari ini air mata itu seperti sumber mata air yang tiada habisnya keluar. Ryeowook terharu dengan ucapan Eunhyuk yang ternyata tak membencinya, tapi dilain sisi hatinya ia merasa dirinya begitu jahat.

Sekarang ia jadi mengerti tentang ucapan Henry. Ia tahu kenapa Henry begitu menginginkan Donghae bersanding dengan Eunhyuk.

Itu  karena Eunhyuk benar-benar tulus mencintai Donghae.

Ryeowook menatap lantai dibawahnya. Poni-nya menutupi sebagian matanya. Ia sedang berfikir, ia berfikir bagaimana caranya agar Eunhyuk bahagia. Ia tidak mungkin bisa bahagia kan ketika seorang yang lainnya menderita?

Bukankah sudah ku katakan bahwa Ryeowook bukanlah gadis egois. Ia mementingkan perasaan yang lainnya.

“ Dan juga meskipun aku mengatakan cinta pada Donghae, dia pasti akan menolaknya. Dia hanya mencintaimu saja ” Eunhyuk berkata ringan seolah semuanya adalah permasalahan yang mudah. “ Kau pasti terluka? ”

Eunhyuk mengernyit bingung mendengar perkataan Ryeowook yang tidak nyambung dengan apa yang barusan ia ucapkan. “ Apa aku harus menjawab itu? ”

Ryeowook menggeleng pasrah. Gadis itu menutup matanya beberapa detik. Lalu kedua tangannya mengepal erat seperti seseorang yang tengah mengumpulkan kepercayaan dirinya. Lalu, Caramel cerah miliknya membuka lebar dan menegakkan kembali kepalanya menghadap Eunhyuk. Bibirnya tertarik keatas, membentuk sebuah senyum penuh semangat.

Eunhyuk semakin mengerutkan keningnya melihat mimik wajah Ryeowook yang tiba-tiba saja berubah. Wajah gadis itu dipenuhi binar semangat, yang jujur saja membuat dirinya sendiri juga turut semangat.

Gadis itu…… seolah seperti Matahari, memancarkan sinarnya sendiri dan selalu membantu temna-temannya untuk kembali bersemangat. Moodboster.

Ryeowook memajukan kepalan tangan sebelah kanan-nya.

“ Apa? ”

“ Aku hanya mau menantangmu ”

Eunhyuk memutar bola mata malas. Hei, ini bukan saat yang tepat untuk bermain kan?

“ Aku menantangmu untuk mau membuka isi hatimu pada Donghae Oppa ”

WHAT THE FUCK???

Jika ini adalah sebuah tontonan Anime, bisa digambarkan bahwa kini rahang Eunhyuk sudah jatuh ditanah mendengar tantangan konyol dari Ryeowook.

“ Tenang saja. Aku tidak akan memaksa Oppa untuk tetap mencintaiku setelah mendengar pernyataan cintamu, aku juga tidak akan menghalang-halangi kedekatan kalian ”

Mata kucing Eunhyuk menatap nyalang kearah Ryeowook. “ Apa kau sudah tidak waras? ”

“ Tidak Tidak Tidak. Aku justru sangat waras, makanya aku memberi tantangan ini untukmu. Aku tidak mau menjadi gadis egois, aku juga tidak mau menjadi penghalang bagi cintamu pada Oppa—Ryeowook menjeda kalimatnya sebentar—dan juga aku tidak ingin seseorang ataupun orang lain mengecapku sebagai perebut cintamu ”

Eunhyuk mendengus meremehkan. “ Jadi kau melakukan ini hanya sebatas sebagai perbaikan atas nama baik-mu, eh? ” sinisnya.

Hah~ Ryeowook menarik nafas dalam lalu membuangnya lemah. “ Oh, Eunhyuk Sunbae…bisakah untuk sekali saja tidak berpikir negative tentangku. Apa aku terlihat begitu jahat dimata-mu? ”

“………..”

“ Aku hanya ingin semuanya jelas. Setelah Donghae Oppa menjatuhkan pilihannya, maka saat itu juga tantangan ini berakhir. Dan seperti yang aku katakan tadi, aku tidak mau egois ”

“ Kau membuat sebuah tantangan yang mana berat sebelah ”

“ Ehh? ” Ryeowook yang tak mengerti hanya bisa menatap Eunhyuk meminta penjelasan. Eunhyuk lagi-lagi mendengus menjengkelkan. “ Meskipun aku mengungkapkan perasaanku pada Donghae, itu akan sia-sia. Bukankah sudah jelas, bahwa ia mencintaimu? Sudah pasti ia akan memilihmu ”

Mata berpupil Caramel itu membuka secara lebar. Keterkejutan tak dapat ia sembunyikan. Ryeowook berfikir, bahwa ternyata gadis kuat didepannya ini memiliki pemikiran yang begitu pesimis dan tidak cocok sekali dengan sifatnya yang keras yang selama ini diperlihatkan.

“ jadi intinya Sunbae mengalah sebelum berperang? Memilih mundur sebelum mencoba? Dan menyianyiakan kesempatan yang sudah aku berikan? Bukankah jarang sekali ada orang sepertiku? Menyuruh sahabat namjacingunya sendiri untuk mengungkapkan perasaannya pada namjacingunya? ”

“……..”

Bibir Eunhyuk kembali terkunci rapat. Hanya mata kucingnya yang masih bisa berkedip dengan menatap tajam Ryeowook dihadapannya. “ Sayang sekali ya, padahal ini kesempatan bagus untuk kita menunjukkan jati diri kita yang sesungguhnya. Menunjukkan cinta kita pada Oppa ” berkata sedikit menyeringai dibibirnya.

Duk!

“ Akh!! ”

Bibir Ryeowook memekik cukup keras dengan meringis sakit mengelus punggung tangannya yang sudah terbuka dari kepalangan tangannya tadi. Rasa nyeri telah Ryeowook rasakan. Karena Eunhyuk menubrukkan kepalan tangannya dengan keras pada tangan Ryeowook yang terluka “ Aku terima. Tapi jika Donghae sudah benar-benar menjatuhkan pilihannya padaku, aku harap kau tak akan menyesali ini ”

Ryeowook tersenyum datar melihat wajah semangat yang keluar dari Eunhyuk. Ia berhasil. Ia berhasil membuat Eunhyuk menerima tantangannya. Ia juga berhasil membangkitkan semangat dan percaya diri. Bibir Ryeowook melengkung semakin lebar. “ Aku pergi. Jaga Oppa baik-baik dan sampaikan salamku pada Lee Ahjumma ”

Gadis berpostur mungil itu melangkahkan kakinya menelusuri koridor rumah sakit. Ia hanya melambaikan tangannya pada Eunhyuk tanpa menoleh kebelakang. Sebelah tangannya yang bebas membekap bibirnya sendiri.

Gadis itu berjalan tertatih dengan masih membekap bibirnya sendiri. Ia tidak ingin pasien-pasien yang ia lalui ruangannya menjadi terganggu hanya karena suara isakannya.

Yah, gadis itu menangis lagi.

Ia tidak tahu kenapa sekarang justru ia menangis. Menyesal-kah?

Bukankah Ia sendiri yang menawarkan hal bodoh itu pada Eunhyuk? Lalu kenapa sekarang ia menangis?

Tangannya merambati dinding koridor. Menyanggah tubuhnya yang sepertinya sudah ingin oleng tak kuat membawa beban. Gadis itu seperti hilang arah. Matanya sudah buram tertutupi air mata. Hatinya bahkan merasakan sebuah ketakutan besar. Ketakutan akan apa yang sudah ia buat sendiri.

Ryeowook tidak munafik.

Jika boleh jujur, ia memang sedikit ketakutan tadi saat Eunhyuk menerima tantangannya dengan semangat. Nyali-nya menciut sebentar, tapi ia segera tampik pemikiran-pemikiran bodoh tentang ini. Yah, ia percaya bahwa Donghae Oppa-nya akan selalu mencintainya. Ia percaya itu.

.

.

.

Kekuatan yang membuat hal tak mungkin menjadi mungkin adalah Cinta

Tidak ada yang tahu kan kapan cinta itu akan pergi darimu?

Tolong, jangan bermain-main dengan perasaan

Itu….sangat menyakitkan nantinya.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Tidak terasa kakinya sudah berdiri tepat didepan kamar Asrama-nya. Setelah meminta maaf pada Kepala Asrama, dengan berbagai alasan yang diberikannya karena pulang terlambat dan terlalu malam akhirnya Kepala Asrama itu memberikan Ryeowook maaf dan menyuruhnya untuk segera masuk ke Kamar-nya.

Ryeowook tidak segera masuk. Seperti sekarang ini, gadis ini justru memlintir-mlintir jacket Kyuhyun dan menundukkan kepalanya. Ia ingin masuk tapi ia takut. Tapi jika ia tidak masuk, maka dia akan menjadi patung es yang membeku malam ini.

Ah~ Ryeowook menggaruk-garuk rambutnya asal. Dengan segenap keberaniannya akhirnya Ryeowook mulai mengetuk pintu kamar itu.

Tok.. Tok.. Tok..

Terdengar suara sedikit berisik seperti orang yang turun dari ranjang. Ryeowook berani bertaruh bahwa itu adalah Sungmin. Tak perlu menunggu lama, karena hanya butuh waktu beberapa menit akhirnya seorang gadis dengan piama lucu bergambar kelinci pink muncul membukakan pintu.

Sungmin mengawasi Ryeowook dari bawah sampai atas. Lalu menyingkir sebentar satu langkah dari tengah-tengah pintu seolah memberi Ryeowook akses untuk masuk. “ Maaf membangunkan Eonnie malam-malam begini ” berkata dengan sambil melepas jaket yang diberikan Kyuhyun tadi tanpa menatap Sungmin yang masih mengawasinya. “ Tidak apa-apa. Aku juga belum tidur ” ujarnya dengan lembut.

Ryeowook mengangguk sebentar sebelum pada akhirnya ia mengambil setelan piama dari almari-nya dan pergi menuju kamar mandi guna mengganti bajunya.

Sungmin memandang punggung Ryeowook yang perlahan menghilang dengan sendu. Kurang lebih gadis itu juga tahu tentang persoalan yang dialami-nya. Ia sedikit simpati dengan keadaan Ryeowook yang pucat pasih. “ Apa kau baik-baik saja? ” bertanya setelah Ryeowook sudah muncul kembali.

Mata Ryeowook menatap Sungmin lalu kembali mengangguk. “ Aku akan tidur. Dan Eonnie juga harus tidur, ne? ” senyum mengembang seolah tak ada masalah apa-apa Ryeowook berikan pada Sungmin. Ryeowook mulai masuk bergelung dengan selimut tebal-nya yang di-ikuti oleh Sungmin juga.

Ryeowook tidur memunggungi Sungmin yang juga memunggunginya. “ Eonnie-yah ” panggilnya pelan. “ Hm? ”

Ryeowook tersenyum getir dari balik selimutnya. “ Gomawo ne~ ”

Tes.

Mengucapkan dengan air mata yang turun membasahi pipinya. ‘Sudah mau bertanya keadaanku…’ lanjutnya dalam hati. Matanya tertutup rapat. Belum sempat Sungmin bertanya maksud dari gadis itu, Ryeowook sudah lebih dulu menyela dengan mengucapkan. “ jaljayoo ”

Sungmin menahan nafas mendengar suara Ryeowook yang bergetar. Sungmin yakin bahwa saat ini Ryeowook pasti sedang menangis. Ingin sekali rasanya memeluk yeoja rapuh itu. Ingin sekali juga menenangkannya. Bukankah Donghae berpesan untuk menjaga Ryeowook sebelum kejadian tak terduga ini terjadi?

Ryeowook menghapus kasar air matanya. ‘Padahal aku selalu berusaha keras agar tak dibenci oleh orang lain. Tapi sekarang…aku justru membenci diriku sendiri. Payah!!’ —rutuknya dalam hati pedih.

.

.

.

Eoh, kau membenci dirimu sendiri karena merasa menyesal dengan tantangan itu, Ryeowookie~??

Jangan pernah menyesal, kau sudah berbuat baik

Ingat, akan selalu ada hadiah manis untuk sebuah kebaikan dan keihklasan hati

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Rambut coklat madu panjang Ryeowook dikucir tinggi dan terjuntai hingga sampai punggungnya. Dalam setiap langkahnya rambut panjang menawan-nya itu terayun indah. Walau ia tak memiliki body yang cukup tinggi atau sexy yang selalu dielu-elu kan oleh para kaum Adam, setidaknya ia memiliki paras yang cukup menawan dan imut.

Langkah kakinya yang kecil yang selalu membuat setiap siswa memandangnya dan menyapanya kini berubah. Tak ada seorang pun yang mau menyapanya, jangankan menyapa untuk memandangnya pun terasa begitu jijik. Ryeowook diam, gadis itu menundukkan kepalanya dalam. Tangannya memegang beberapa buku tebal yang ia peluk itu dengan erat.

Ia sudah tahu bahwa pasti hal ini akan terjadi padanya.

Ryeowook menghela nafas berat saat beberapa siswa yang melewatinya mencomooh-nya. Menyalahkannya bahkan ada yang secara sengaja menubrukkan tubuhnya ke tubuh mungil Ryeowook hingga gadis berpenampilan rapih itu sedikit terhuyung dan hampir oleng.

Ryeowook menghentikan langkahnya ketika ada tiga orang gadis yang dikenal sebagai mantan-mantan Donghae menghalang langkahnya. Ryeowook menatap mereka datar. “ Ada apa? ” bertanya pelan dengan masih menatap mereka.

Ketiga gadis yang diketahui bernama Yoona, Jessica dan Tiffany itu menyeringai iblis. Salah satu dari mereka yaitu Jessica, dengan tiba-tiba menjambak rambut Ryeowook yang hari ini ia kucir menjadi satu. Ryeowook sontak saja memekik keras. “ Akkh!! ”

“ Cih. Kau masih berani menampakkan wajahmu disini rupanya, eh? ” Jessica berkata sinis dengan masih menjambak rambut Ryeowook kuat. “ Akhh! Sakiit. Sakiit ” pekiknya kuat. Tiffany justru tertawa mendengar teriakan sakit dari Ryeowook. gadis ber-eye smile itu kini memegang rahang Ryeowook menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya, memaksa Ryeowook untuk menatap kearahnya.

“ Sakit? Hanya begini saja kau sudah berteriak kesakitan begitu. Ck~ dasar anak manja ” Tiffany menyentakkan rahang itu kuat hingga kepala Ryeowook tertarik kebelakang dengan ditambah masih ada Jessica yang menjambak rambutnya. Kedua rahang Ryeowook memerah karena cengkraman kuat kedua jemari Tiffany tadi. Mata Caramel itu sudah berkaca-kaca. Ia tidak tahu harus bagaimana. Menantang pun tak ada guna-nya. Dia pasti akan kalah telak. Lagi pula memangnya apa yang bisa gadis manja sepertinya lakukan?

“ Girls~ sepertinya kita harus memberi pelajaran untuk anak manja ini ”

Ryeowook membelalakkan matanya lebar. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya menolak tarikan kasar ketiga gadis itu yang menyeretnya menuju Toilet khusus perempuan. Dengan sekali sentak Ryeowook terjatuh ke lantai dan tersungkur karena dorongan ketiga gadis jahat tersebut.

Sekarang giliran Yoona yang menarik kasar rambut Ryeowook. “ Kau tahu, bahkan rasa sakit yang kau terima ini tidak lebih sakit dari yang Donghae-Sunbae ‘kita’ rasakan sekarang ” katanya jahat. Yah, meskipun Yoona adalah salah satu mantan Donghae dan sempat memanggil Donghae dengan sebutan ‘Oppa’, tapi setelah mereka putus, Donghae memperingatkannya untuk tak memanggil-nya dengan ‘Oppa’. Tak hanya pada Yoona, tetapi juga kepada semua mantan-mantan kekasihnya.

Tiffany mengambil sebuah tali yang entah ia dapat darimana lalu dengan bantuan dari Jessica ia mengikat kedua tangan Ryeowook ke belakang. Mengikat tali paten yang sulit untuk dibuka. Ryeowook sudah tak bisa untuk tak menangis. Dalam hati ia memanggil-manggil nama Donghae, meminta sebuah keajaiban agar namja yang sedang terbujur lemah di Rumah Sakit itu ada disini dan membantunya lepas dari gadis-gadis jahat ini.

“ Kau sudah membuat Cassanova sekolah ini terbaring Koma. Kau pantas mendapatkan ini, gadis sialan ” Yoona kembali berucap sinis dan penuh dengan amarah. Tidak diketahui dengan jelas sebenarnya apa maksud ketiga yeoja ini melakukan hal jahat pada Ryeowook, bisa saja sekarang mereka menjahati Ryeowook dengan alasan ‘kecelakaan’ yang menimpa Donghae—

Atau….

— juga bisa saja kan kalau mereka sebenarnya hanya iri pada Ryeowook yang berhasil mendapatkan cinta Donghae seutuhnya? Ckckck~ siapa yang tahu?

“ Ta-tapi..itu tidak sepenuhnya..hh..salahku..hikz ” belanya.

Yoona yang mendengarnya pun langsung menjambak rambut panjang itu semakin kuat. “ Apa? Bukan salahmu kau bilang? Hahaha ” tawa khas seorang penjahat keluar dari mulut Yoona. “ LALU SALAH SIAPA LAGI KALAU BUKAN KAU, HAHHH? ” Teriaknya lantang yang sedikit memancing keributan.

Ryeowook yang tidak pernah dibentak itu pun kini kaget setengah mati mendengar suara lantang Yoona yang membahana di Toilet. Ryeowook menutup matanya rapat meliahat wajah seram Yoona. Ia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Percuma jika ia berteriak, itu tak akan membantunya.

Hello, memang siapa yang mau membantunya?

Seluruh siswa disana pun sudah membencinya dan menyalahkannya kan? jadi, percuma saja meminta bantuan, yang ada ia pasti akan justru menjadi bahan ledekan. Ck, malang sekali nasib-mu Ryeowook-ah.

“ Ini semua salahmu, Kim Ryeowook ” desis Jessica tajam.

Plak!!!

Pipi putih Ryeowook mendadak memerah setelah mendapat tamparan keras dari Jessica.

“ Kau penyebab terjadinya ini semua ” timpal Tiffany yang kembali melontarkan kalimat pedas. Ryeowook kembali menggeleng-gelengkan kepalanya dan menutup rapat matanya.

Plak!!

Lagi, kini pipi sebelah kanan-nya yang menjadi santapan tampar bagi Tiffany.

Itu tidak benar.

Ia tidak sepenuhnya salah.

Ini bukan karena-nya. Ini karena Takdir.

Yah, Takdir! Seperti apa yang Ny.Lee ucapkan.

Ketiga yeoja iblis itu menyeringai semakin lebar saat menyadari bahwa Ryeowook ketakutan. Dengan gencar-nya mereka melontarkan kata-kata kasar dan menyalahkannya. “ Cukup!! ”

“ Cukup? Ini tak semudah yang kau katakan dengan kata Cukup, bahkan ini kurang dari kata cukup ” jawab Yoona. “ Cukup, hikz.. aku bilang cukup ” Ryeowook menangis keras. Gadis ini sudah lelah disalahkan. Kondisi mentalnya tidak kuat jika harus terus-terusan ditekan seperti ini dan sial-nya yeoja-yeoja jalang itu menyadari keadaan Ryeowook.

Semakin picik-lah otak ketiga yeoja ini. “ Kau seharusnya tak disini, kau lebih pantas di neraka ” Jessica tersenyum miring yang lebih mirip dengan senyum meremehkan. Sayang sekali Ryeowook tak bisa melihat senyum itu. Gadis itu masih saja menutup rapat matanya. Bahkan kedua tangannya pun sudah terikat sempurna sejak tadi.

Dengan saling memberik kode satu sama lain, Jessica, Yoona dan Tiffany tertawa kecil sebelum pada akhirnya Yoona mendorong Ryeowook masuk pada salah satu kamar kecil di Toilet perempuan lalu mendudukkan tubuh Ryeowook di kloset yang tertutup, dan yang terakhir Yoona menyumpal mulut Ryeowook menggunakan sapu tangannya.

Great!!

Kerja bagus untuk ketiha yeoja jalang seperti mereka. Dengan segala kepicikan yang dimiliki oleh mereka, mereka juga mengunci kamar kecil itu lalu menempelkan sebuah papan kecil dengan tulisan :

‘ Toilet Rusak ’

Ketiga yeoja itu saling berhigh-five lalu pergi begitu saja dengan senyum mengembang dibibirnya. Senyum kemenangan tersunggung jelas di wajah mereka. “ Hah~ biar gadis tidak tahu diri itu tahu rasa ” umpat Yoona. Sedangkan dua temannya yang lainnya mengangguk menyetujui ucapan Yoona.

“ Kajja, kita ke kelas ” ajaknya sambil berjalan bersama. Saat diperjalanan, Jessica membuka pembicaraan “ Eh, kau tahu sahabat baik yeoja sialan itu yang bernama umhh…Lee..Taem..Taminnie..Arrghhh~ pokoknya itu namanya. Kalian tahu? ”

Yoona dan Tiffany mengerutkan keningnya sebentar, mencoba mengingat-ngingat seseorang yang dimaksud Jessica. “ Aaa…maksudmu anak yang juga ikut Dance itu? ” kata Tiffany yang dibalas anggukan kepala oleh Jessica. “ Wae? ” kini giliran Yoona yang bertanya.

Jessica mengangkat bahunya acuh. “ Kita beruntung karena gadis itu tak ada disini sekarang. Jika ada…ah~ aku jamin pasti acara kita akan diganggu oleh sahabat-nya itu ”

“ memang dia kemana? ”

Jessica tersenyum tipis. “ Dia dan namjacingunya yang juga kelas Satu itu pergi menggantikan Henry si yeoja pindahan itu dan Donghae Sunbae mewakili sekolah kita dalam lomba Dance. Well, aku dengar mereka akan pergi selama tiga hari. Itu artinya……….”

Jessica menggantung kalimatnya dan melirik kedua sahabat yang sama iblis-nya dengan dirinya sambil menyeringai. “ Kita aka bersenang-senang dengan gadis sialan yang manja itu ” mereka berucap bersamaan seperti kelompok paduan suara yang mengundang beberapa siswa yang berlalu lalang di lantai koridor menatap mereka bingung. Tapi tak ada satu-pun yang berani menegus mereka.

Memang siapa yang berani cari gara-gara pada ketiga yeoja jalang yang sudah terkenal akan kebrutalannya ini? Ckckck ==”

.

.

.

Jika kau berbuat jahat, kau juga harus tahu batasannya

Menyakiti hati seseorang secara berlebihan itu tindakan yang sangat menyedihkan

Tuhan tidak pernah tidur, dia tak akan membalas perbuatanmu pada gadis malang yang sudah kau siksa

Karena Tuhan juga menyayangimu, tidak peduli seberapa jahat-nya dirimu

Tapi….

Tuhan akan mengajarimu untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, melalui beberapa hal yang akan kau dapatkan dari-NYA ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Suasana kelas yang ramai dan riuh karena seorang Seonsaengnim yang seharusnya mengajar pada jam pertama ini tidak bisa datang membuat murid-murid dikelas yang berjumlah 40 siswa itu riang bahagia. Yah, memang murid mana yang benci jika ada kesempatan yang jarang-jarang seperti ini?

Tapi, seperti biasanya. Namja jangkung berambut ikal kecoklatan itu selalu lebih memilih mengabaikan keadaan sekitarnya dan sibuk bermain dengan PSP-nya dengan sesekali melirik tempat duduk kosong disampingnya.

Wajah Kyuhyun terlihat tenang, tapi sebenarnya wajah itu hanyalah topeng. Karena pada faktanya, kini jantung Kyuhyun berdetak cepat seolah dikejar hantu. Kyuhyun merasakan sebuah firasat tidak menyenangkan yang hinggap di benak-nya. Entahlah, ini hanyalah sebuah perasaan atau bagaimana, yang pasti saat ini ia ingin sekali mengetahui dimana sosok yang menghilang yang seharusnya sudah duduk disampingnya sejak jam pelajaran pertama di mulai.

Kyuhyun mengerutkan keningnya ketika mendapati namja bermata sipit yang tak lain adalah sahabatnya. “ Ada apa? ”

Namja ber-name tag Lee Jinki atau yang lebih sering dipanggil Onew tersebut justru balik menatap aneh Kyuhyun. “ Kau yang ada apa? ” Kyuhyun mendengus sebal. Sahabatnya ini memang sangat mengesalkan kadang-kadang, well meskipun juga terkadang baik juga sih. “ Apa kau tahu dimana Ryeowook? ”

Onew mengangkat bahunya. “ Kau saja yang dekat dengannya tidak tahu, lalu apa lagi aku? ”

Kyuhyun mendesah berat. Menekan tombol power mematikan PSP nya lalu menaruhnya disaku celananya. “ Kau tahu? ” Kyuhyun merubah posisi duduknya menjadi menghadap Onew yang duduk disampingnya mengisi tempat yang tadi sebenarnya kosong. “ Aku mengkhawatirkannya, akh, maksudku aku memang selalu mengkhawatirkannya, tapi…untuk kali ini rasanya aku benar-benar khawatir pada Ryeowook ” ia meralat ucapannya sebelum Onew lebih dulu mencela-nya.

“ Aku juga ” jawab Onew mantab.

Mata Kyuhyun membuka lebar mendengar jawaban Onew. “ Kau khawatir? ” Onew mengangguk lagi. “ Meskipun mungkin tak sekhawatir dirimu, tapi…aku ini juga temannya. Melihatnya yang sedang ada masalah cukup sulit seperti ini membuatku bersimpati padanya ”

“ Yah. Kau benar. Semua orang sedang menyalahkannya. Dan lagi….nenek lampir dan gadis disana—Kyuhyun menunjuk sebuah tempat duduk yang tak jauh darinya yang sedang diduduki oleh Henry—tidak memperbolehkan Ryeowook untuk masuk menjenguk Donghae Hyung ”

Mulut Onew terbuka lebar. Shock dengan berita yang dikabarkan oleh Kyuhyun. “ Serius? ” bertanya dengan tak percaya. Kyuhyun merenggangkan otot-otot tangannya dan melirik Onew sekilas seolah menjawab pertanyaan Onew hanya dengan lirikan tersebut.

Onew menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi. “ Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan jika ada diposisi Ryeowook. dia pasti sedang tertekan, Kyu ”

Kyuhyun tak menimpali ucapan Onew. Ia lebih memilih menundukkan kepelanya mengamati meja tempatnya dia menulis jika sedang pelajaran. Pikirannya melayang memikirkan bagaimana keadaan Ryeowook. namja itu sudah mengirim pesan pada gadis mungil tersebut, tapi tak ada satu-pun yang dibalas. Mencoba menghubunginya pun juga percuma. Ryeowook juga tak mengangkatnya.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Dalam hati ia benar-benar merutukki sikap Ryeowook yang tak dapat ia baca. Kyuhyun menoleh pada Onew yang masih setia duduk disebelahnya. “ Apa kau lihat-lihat? Sana pergi. Jangan ganggu aku ” berkata jahat pada Onew yang dibalas dengan geplakan dikepala yang ia dapatkan dari Onew. “ Dasar tidak tahu terimakasih. Sudah bagus aku mau menemanimu ”

“ Hm. Aku tidak butuh ”

Onew semakin dibuat kesal dengan jawaban Kyuhyun akhirnya memilih pergi dengan sekali lagi menggeplak kepala namja jangkung itu. Kyuhyun men-Death Glare Onew dan sial-nya lagi Onew justru berpura-pura tak melihatnya dan terus berjalan menuju sebuah bangku dimana yeojacingunya sedang duduk dengan memegang sebuah cermin. Well, gadis bermata sipit yang punya nama Key itu memang dijuluki ‘Diva’ dikelas-nya.

Kyuhyun hanya mendengus geli melihat sahabatnya yang mendapat cubitan kecil dipinggangnya saat tanpa perasaan mencium pipi Key yang baru saja dipoles oleh Blush On. Kkkk~

Mengingat soal cubitan….

Kyuhyun kembali tersadar akan eksistensi Ryeowook. dirinya yakin dan teramat yakin bahwa Ryeowook tidak akan membolos tanpa memberi keterangan seperti ini. Dan lagi semalam Sungmin juga mengirimi-nya pesan kalau Ryeowook sudah pulang ke Asrama. Tadi pagi pun saat ia bertanya kembali tentang keadaan Ryeowook, Sungmin juga menjawab bahwa Ryeowook sudah tak ada ditempatnya ketika Sungmin bangun.

Dan juga, seragam, tas, sepatu dan buku-buku pelajarannya hari ini tidak ada. Itu sudah cukup membuktikan bahwa Ryeowook berangkat sekolah. Lalu apa yang jadi masalahnya sekarang?

Kenapa Ryeowook tidak ada dikelas?

Apa Ryeowook bersembunyi disuatu tempat karena mendapat cemooh-an dari siswa-siswa yang lainnya?

Tapi, itu adalah hal yang mustahil.

Ryeowook gadis yang kuat. Dia tidak akan lari dari ini semua. Kalaupun ia takut, hal utama yang dilakukannya adalah menangis. Jadi……

Apa mungkin Ryeowook menangis di suatu tempat?

Atau jangan-jangan ada yang menjahilinya sampai Ryeowook tidak masuk ke kelas?

Tebakan-tebakan itu memenuhi otak Kyuhyun.

Kyuhyun mendesis tajam sambil menajamkan pikirannya. Tangannya mengepal erat memikirkan tebakannya yang terakhir. Jika memang ‘benar’ ini adalah ulah dari seseorang maka bisa dipastikan bahwa ‘seseorang’ tersebut tidak akan bisa lepas dari Cho Kyuhyun.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Tangan-tangan kekar itu mengepalkan tangannya erat mendengar pembicaraan ketiga yeoja yang Siwon tahu telah menyekap Ryeowook di kamar mandi. Siwon yang awalnya mau pergi ke ruang perpustakaan untuk meminjam sebuah buku dan melewati salah satu koridor menuju kamar mandi justru berhenti hanya karena mendengar nama ‘Ryeowook’ si yeoja sialan—begitu ketiga yeoja itu menyebutnya.

Siwon menahan amarah yang sudah memenuhi rongga dadanya. namja bertubuh tegak atletis tersebut masih mencoba bersabar untuk mendengar semua apa yang dikatakan oleh Jessica, Yoona dan Tiffany.

Dan ketika amarah sudah tak mampu ditahannya, akhirnya Siwon keluar dari tempat persembunyiannya menghampiri ketiga yeoja yang masih terkiki geli tak menyadari keberadaan Siwon. “ Jadi kalian menyekap Ryeowook di kamar mandi, eh? ”

Deg!

Ketiga yeoja itu tak berani membalikkan badannya ketika mendengar suara tegas yang mereka hafal. Nafas mereka tertahan begitu saja. Bahkan hanya untuk mengais udara saja rasanya begitu susah. Keringat dingin mengucur dipelipisnya. “ Benarkan? ”

“……….”

“ JAWAB PERTANYAANKU!! ”

Ketiga yeoja itu menutup rapat matanya mendengar seorang Siwon yang selalu terlihat ramah dan tenang itu kini berteriak kencang. Beruntung koridor tempat dimana saat ini mereka sedang berada jauh dari kelas-kelas sehingga tak ada yang bisa mendengar teriakan sangar Siwon.

Jessica, Yoona dan Tiffany membalik tubuh mereka dengan Slow motion. Mereka mematung ditempat saat didepannya kini telah berdiri sosok Choi Siwon yang rahangnya mengeras dan mata memerah menahan amarah. Wajah Siwon yang tampan itu kini dipenuhi dengan gurat kemarahan yang amat kental. Siapa saja pasti akan lebih memilih pergi dari hadapannya.

“ Si-siwon..Su-sunba-bae ” kata mereka terbata.

Siwon masih tetap sama. Masih menatap tajam dengan mengepalkan kedua tangannya. “ Jadi benar apa yang tadi aku dengar? ”

“ I-itt-tuu..ti-tidak seperti ya-yang Su-sunbae de-dengar…ka-karena—”

“ Jangan mengelak lagi ”

Dingin.

Suara dingin itu membuat suasana terasa begitu mencengkam dilantai koridor. Ketiga gadis itu sudah menyebut kata Tuhan berulang kali untuk menyelamatkan diri mereka dari amukan Siwon yang baru pertama kali dilihatnya. “ Dimana dia? ”

Tak mau berlama-lama berbasah-basih akhirnya Siwon memutuskan untuk melupakan amarahnya dulu dan menyelamatkan Ryeowook. saat ini keselamatan Ryeowook jauh lebih penting ketimbang memarahi yeoja-yeoja jalang didepannya. Toh, kalau hanya untuk memberi pelajaran pada ketiga yeoja jalang ini, itu perkara gampang bagi seorang Choi Siwon.

“ Di-di toilet perempuan ” menjawab dengan menundukkan kepala takut.

Tanpa banyak-banyak berkata-kata lagi, Siwon segera melesat pergi dengan berlari menuju Toilet perempuan. Ia sudah tidak peduli lagi jika saja Toilet itu ada orang-nya. Yang ada diotaknya hanya Ryeowook. Siwon menarik nafas lega karena tidak ada siapapun di Toilet. Wajar saja, karena memang ini jam pelajaran ketiga, dimana jam masih menunjuk ke angka 9. Semua siswa pasti masih berkutat dengan pelajarannya masing-masing dikelas.

Mata Siwon mengelilingi Toilet itu sebentar, mencari sumber suara yang kali saja terdengar suara rintihan minta tolong. Tapi..ia sadar bahwa ketiga yeoja jalang itu pasti sangat licik dan tentu saja tak akan membiarkan siapapun menolong Ryeowook. sudah pasti bibir Ryeowook dibekap menggunakan kain atau apapun itu yang sering Siwon tonton di film-fil favorite-nya.

Dengan cekatan Siwon membuka satu per satu bilik kamar kecil yang ada disana.

Pintu pertama—Kosong.

kedua—Kosong.

ketiga—Juga kosong.

Dan untuk yang ke-empat Siwon berdo’a bahwa disanalah Ryeowook berada karena menurutnya ini adalah pintu terakhir. Pintu ke-lima terdapat tulisan rusak, jadi mana mungkin Ryeowook ada disana. Iya kan?—inner Siwon.

Oh Siwon! Kenapa kali ini pikiranmu begtiu dangkal. Apa sih yang tidak mungkin di dunia ini, apa lagi jika sudah menyangkut yeoja-yeoja jalang yang memiliki hati jahat seperti mereka.

KOSONG!!

Mata Siwon melebar. Pintu ke-lima juga kosong.

Siwon semakin mengeraskan rahangnya. Ia merasa dobohongi. Dengan segala amarah yang sudah ada diubun-ubunnya, Siwon melangkah keluar dari Toilet tersebut, tapi baru 3 langkah ia berjalan, samar-samar ia mendengar suara rintihan yang tak begitu jelas. Siwon menajamkan pendengarannya.

Dan tidak salah lagi.

Itu memang benar suara rintihan.

Siwon berjalan pelan mengikuti suara itu berasal. Kakinya berhenti tepat didepan pintu bilik kamar kecil yang bertuliskan ‘Toilet Rusak’. Siwon menggedor pintu itu. “ Ada orang didalam? ”

“ Mmmphh…Mmpphh..Mmpphh ”

Siwon mendengarnya. Namja itu mendengar betul maksud dari rintihan tidak jelas yang pasti berarti meminta tolong. “ Ryeowook!! ” teriaknya yang kembali dijawab dengan rintihan tak jelas itu. Tapi kali ini rintihan itu terdengar sedikit keras.

Siwon mencoba membuka pintu itu, tapi nihil

Shit.

Siwon mengumpat. Gadis jalang itu benar-benar licik menurutnya. “ Tenanglah. Oppa akan menyelamatkanmu ” ujarnya berusaha menenangkan.

Sudah tidak ada cara lain lagi.

Siwon mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu bercat putih didepannya. Dengan sekali dobrak, akhirnya pintu itu terbuka. Siwon memelototkan matanya melihat keadaan Ryeowook.

Siwon duduk bersimpuh dibawah Ryeowook yang duduk di kloset yang tertutup. Mata Siwon mendadak buram karena tertutupi air mata yang sudah akan meluncur. Siwon tidak tahan untuk tak sedih melihat keadaan Ryeowook yang….

Lihat itu.

Bibir Ryeowook sobek mengeluarkan darah karena tamparan keras Jessica dan Tiffany. Rambutnya acak-acakan. Pipinya yang putih mulus itu kini memerah mengecap sebuah tangan. Siwon bersumpah bahwa ketiga yeoja itu akan mendapatkan balasan yang setimpal. Air mata juga tak ada habisnya meluncur dari pelupuk mata berpupil caramel cerah Ryeowook.

Tubuh gadis itu bergetar didalam pelukan Siwon setelah Siwon selesai melepas segala ikatan ditangan Ryeowook dan membuang sapu tangan yang ia yakin milik Yoona, karena di sapu tangan itu terdapat ukiran huruf ‘Y’.

“ Oppa..hh..hikz..”

Siwon mengelus punggung Ryeowook yang bergetar. Gadis itu benar-benar rapuh. “ uljima~uljima~ ” berulang kali Siwon melontarkan kata itu, menyuruh Ryeowook untuk tak menangis lagi. “ Aku takut..hikz..hikz..”

Siwon menyumpahi ketiga yeoja jalang itu dalam hatinya. bahwa mereka pasti akan menyesal sudah berbuat sedemikian jahatnya pada Ryeowook. “ Ada Oppa. Tenanglah, jangan takut. Kau memiliki Oppa disini ” masih berusaha menenangkan dengan mengelus punggung Ryeowook sayang.

.

.

.

Kebaikan  itu selalu bisa mengalahkan kejahatan

Semua akan mendapatkan balasannya masing-masing

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC

26 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 13

  1. hahahahaha #pletak kyuuuu kurang ajaaarr sekaliii dirimuh, mencuri pegang2 dadanya baby… kalo baby bangun sy yakin udah di jadiin babi guling si tuan muda cho it.. hahahaha… author-ssi td smpt kaget wkt ada Yesung dlm crtanya, soalnya kl boleh jujur ff kyuwook yanh dimana jadi saingan kyu it Yesung kuraaang dapet bgt feelnya.. lbh brat ke Yesung, krn ttbiasa liat Yewook moment x ya.. uhhh untungnya dsni sungie jadi oopanya baby.. jadi ttp bagusss n luucuuu… sukkka liat kyuwook yang sukka brantem2 manis kaya gini~

  2. hahhh… hae eomma jempolan… ga ikut2an menyalahkan wook… padahal kan perasaan seorang ibu biasanya akan lebih menuruti emosinya jika dalam keadaaan seperti itu…

    miris liat wook di koridor RS sendirian,kedinginan,kelaparan(?) ya.. kan wook blm makan…
    wook.. kenapa malah bikin taruhan ma hyuk.. jadi takut sendiri kan klw2 hae justru milih hyuk.. tp tenang aja cinta hae cuma buat wook kok..
    bang yeye kemana?? knp dalam keadaan wook saat ini justru ga ada di samping wook…

    ckckck… tu 3 yeoja klw marah menakutkan… mana maennya keroyokan lg… untung ada siwon yg nyelametin wook.. fiuhhh.. unni lega..

  3. Omo umma donghae bijaksana bgt kya anak’y. .
    Pantes z anak’y jd pemimpin.
    Wookie kshan bgtz. .
    Cep cep y oppa, sini anis peluk. . .
    *kkkee ngarep

  4. Eon nae jongmal mianhae nde…
    Akun usaha’in akan review ff yg eonni buat🙂
    Disini wook kasian bget bnyk tertekan, kdang” smpek terbawa emosi nae sm hyukkie hehehe
    ff’a daebak lanjt nde…
    Fighting…:)
    skali lg jongmal mianhae…

  5. ksel.a d chap ne ma henry…dy it racunn pkiran hyuk ne seolah2 dsne wook yg slah…
    ahh wook…dy itu kdang sok tahu n kepo ne…
    kptusan.a yg k hyuk it, dy gag xdar klo hal itu bs bwt dy khlangn hae…
    hae cpt lh sdar..ksian wook..
    aiiissshhh 3 yeoja sialan…
    untng ad sikyu yg jga wook jg..
    inget yesung..dy gag bxk mncul ne..
    eoma hae..neomu johaeyo n gamsahamnida udh dkung wook..

  6. aku ngebut bacanya, dan efeknya bercucuran air mata di part ini. nyesek sma apa yg trjdi dgan wookie…mmng dia slah, karena jalan dgan pkiran ksng. tp itu nggak harus mbuat wookie jd phak yg brslah smpai di cemooh dan di sekap gtu….donghae mnyelamatkan wookie, karena wookie adlah hal yg palg brharga di hdup dia. aishhh….pkoknya bnci dh sma org2 itu. eommanya hae aja nggak menyalahkan wookie. takutnya, di saat hyuk mnrma tantangan dr wookie dan trnyta krna kjdian ini smsal hae amnesia…sprtinya wookie bakaln tambah menderita😦😦

  7. kasian wookie,di salahin sma smua orang,udh waktu dirumah sakit ga bleh masuk lge….
    sabar wookie,kyu itu slalu ada buat wookie ya,haha
    wookie kmu harus bisa ngadepin teman”mu yg kurang ajar itu,kan ada siwon dan kyuhyun yg slalu menjagamu…..
    jangan menyerah untk menegakkan kebenaran…..

  8. ah~~ksian babywook qu d slhin byak org.. dy kn gk slah.. kn bkan dy yg nyuruh hae bwt nylmtin dy… untuk calon mertua.a gk slahin wookie,.. hyukie kuq jhat lge seh ma wookie… mereka krang ajar skli nyiksa wookie yak gtu.. untung ad siwon oppa yg bntuin.. syukur deh..cpat ksi pljaran tu mreka bertiga.. biar tw rsa.. gregetan deh aq liat mrka nyksa wookie yak gtu.. haaaaaaa

  9. SEPERTINYA PART INI CAPS AKU JEBOL LAGI UNN, MIANHAE~~~
    CIAT~~ WOOK CALON MERTUA BAIK BET*,*
    HYUK JANGAN JAHAT JAHAT KENAPA HYUK-________-
    WEH ITU NENEK SIHIR KURANG ASEM. DON’T TOUCH RYEOWOOK!!!!! UNTUNG ADA SIWON UMMHH WONNIEEE<3<3<3
    MAAP UNN CAPS JEBOL:D

  10. Kasihan wookie, eunhyuk henry jahat bnget sihh. Inikan bukan slahnya wookie spenuhnya. Donghae mlakukan itu krna mmang dia cinta bnget ma wook. Hae, cpat bngun dongg.

    Huu~ dasar tiga yeoja laknaatt. Aishh, gue jdiin ste guling tau rasa luhh. Untung nya ad siwon, hah~ klo hae smpe tau. Mati kalian..

    Pkoknya wook hrus smngat, psti hae bkal mlih kamu! Fighting wookie baby~~

  11. aigoo kasian bgt wookie ku.. huwaaa~ wonpa hkum ketiga yeoja itu dgn stimpal… biar kapok!!!*tersulutemosi

    huwaaaa haepa juga koma… gmn ini??! oppa cpat sdar tlonglah yeojachingumu!!!

  12. Wookie daebak..🙂
    Berusaha kuat menghadapi segala duri kehidupan walau harus tergores dan berdarah tp sll mencoba bangkit utk tidak menyerah..😀
    Itu trio penyihir (jessica,yoona,dan tiffani..)Fufufufu..lht ja klo pangeran evil tw..kalian ga kan bs slamat.. :p

  13. kasiannya wook sendirian ,,,
    apalagi ada jesicca bikin kesel aja deh ,,,,
    lagian itu bukan kesalah wook juga kan , bukankah donghae yg berusaha melindungi seseorang yg dicintainya ,,,

    semangat wook , donghae oppa membutuhkan dirimu ,,,,
    fighting wook ,,,
    jgn biarkan mereka merajalela menindas mu

  14. si enhyuk disini nyebelin bgt,, jahatt,,
    wookie kan ga slh,, donghae yg bnr2 cinta ama wook makany dia rela ngorbanin nyawa bt wokie,,
    n wookie ga sndiri krn byk yg syg ama dia,, kyu, siwon ,n yeppa,,
    Hwaiting ne wookie,, kamu psti bisa,,
    Hwaiting chingu,,

  15. wookie knp buat truhan kyk gt.. ntr nyesel loh..ap yg mrka lkukan k wookie? jhat bner.. siwon oppa ksi pljran t mrka udh nyiksa wookie

  16. Salut dah buat omma nya hae yg gak ngikut nyalahin dan membenci wook, justru malah memeluk dan menghibur wook..
    Ktiga yeoja itu bener bener cari mati sm siwon, apalgi klu smpe kyu tau, hadeuh gak tau lg deh gmna keselamatan mrka..

  17. miris bgt keadaan wook mkin ksini. sabar ne baby wook^^
    hyukie egois..!! salut ma hae omma yg bgitu bijaksana.

    wook hati y trguncang jg sgt trtekan. q ga bsa ngebayangin seandai y kejadian yg ada d crita ni trjadi d dunia nyata ,apakah bsa brthan tw tidak..^^

    yaisssh…3 iblis kurangkerjaan.
    wonppa sllu jd dewa penyelamat y wook stiap x wook trkunci,pst wonpa yg sllu mmbkakan pintu y.*inget wkt wook trkunci d perpus dlu.

  18. umma donghae emang sangat2 baik dan berwibawa, selalu bisa mengerti keadaan.
    donghae-ya!!! cepet banguunn tuh yeoja-MU di siksa orang.
    ga kebayang kalau aku ada diposisi wookie, mungkin aku udh bunuh diri. xD
    daebakk thor, aku heran dg ff mu yg keren ini? kamu dapat ide darimana kok bsa bikin ff sekeren ini dg feel yg luarbiasa terasa.😀
    nice good best best ff.
    keep writing ^^

  19. Jangan menyalahkan wook lagi , justru wook lah yg paling sedih di sini , hikkss donghae oppa T_T cepatlah bangun kasihan wook selalu di salahkan , cepatlah bangun agar kau bisa selalu membela dan melindungi wook ~ eomma hae bijaksana sekali ~ siwon oppa gomawo sudah melindungi wook dari serangat jahat yeoja” kejam itu , arrgg Kyu benar” kesempatan T_T , hyuk tidak bisa berkata lagi setelah di tanya oleh wook hmm hyuk kebongkar rahasia cinta pertama mu adalah hae ~ aarrgghh wook fighting ^^

  20. sumpah q udh nangis baca chapter ini kasian wookie dia kan gk salah 😥 donghae oppa cpt sadar y biar bsa lindungin wookie😥 hikz!!!

  21. Heiiiiiii apa yg kalian lakukan pda my baby wook eoh?
    Kata2 Ny. Lee itu sangat menghiburku saat saat suasana hatiku kacau saat ini,, *kiss outhor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s