(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 14

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 14

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

Plak!

Namja jangkung itu dengan keras memukul yeoja bertubuh langsing dihadapannya. Jelas sekali terlihat bahwa namja itu dikuasai oleh emosi. Dia bahkan sudah tak bisa lagi meredam amarahnya hingga dengan kerasnya menampar yeoja cantik didepannya yang kini menangis dengan tangan memegangi pipinya yang memerah karena tamparan.

Sedangkan dua yeoja lainnya hanya diam menundukkan kepala. Takut menatap namja jangkung berkulit pucat dihadapannya.

“ Apa itu sakit? Hahh? ”

Cho Kyuhyun.

Pria itu berujar dingin pada Jessica dan kedua sahabatnya. “ Bagaimana bisa yeoja yang terlihat cantik dari luar seperti kalian memiliki hati yang begitu busuk ” cercah-nya kasar. Kyuhyun sudah tidak peduli lagi siapa yeoja-yeoja yang ada didepannya. Meskipun Jessica adalah Sunbae-nya, tak ada sedikit pun rasa takut menggerogoti hatinya. sedangkan Yoona dan Tiffany adalah sama dengannya, sama-sama murid kelas 1.

Kyuhyun sudah merasa cukup kesal dan marah besar. Bagaimana bisa ke-tiga yeoja ini menyakiti seorang gadis yang ia cintai? Cih, mereka benar-benar belum tahu siapa itu ‘Cho Kyuhyun’ eh?

“ Ta-tapi..dia pantas mendapatkannya. Di-dia menyebabkan Donghae kecelakaan ” ujar Jessica agak takut.

Kyuhyun semakin mengeraskan rahangnya. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran orang-orang yang suka sekali melihat masalah dari hasil persepsi mereka sendiri. Kyuhyun benci mereka yang seenaknya saja menyalahkan orang lain. Bagaimana bisa mereka menghakimi Ryeowook seorang diri jika Donghae saja yang kecelakaan belum memberika pernyataan apapun?

Dan lagi….bukankah sudah jelas bahwa Ryeowook tak sedikitpun meminta Donghae untuk menyelamatkannya?

Apa mereka tidak berfikir bagaimana rasanya jika menjadi di posisi Ryeowook? kenapa mereka selalu saja egois? Ck!

“ Kau benar-benar orang paling memuakkan yang pernah aku temui…”

Tangan Kyuhyun terangkat kembali seolah ingin menampar kembali Jessica, tapi seseorang lebih dulu menahannya. Kyuhyun hampir saja juga akan menghempaskan orang yang suka ikut campur itu, tapi niatnya tak terlaksana ketika manik coklat redupnya menatap foxy cantik milik sang yeoja.

“ Noona ” ujarnya sambil menurunkan tangan.

Sungmin memandang sekilas pada Kyuhyun lalu mengalihkan pandangannya pada ketiga yeoja yang menundukkan kepalanya. “ Kalian! Cepat pergi dari sini dan bersiaplah untuk dikeluarkan dari sekolah ”

Mata ke-tiga yeoja itu membuka lebar mendengarnya, baru saja Yoona akan membuka mulutnya untuk bertanya tapi Sungmin sudah lebih dulu mencela. “ Itu adalah urusan kalian. Aku hanya menjalankan perintah dari Kepala Sekolah yang menyuruhku untuk memanggil kalian ” jawabnya santai sambil menarik lengan kokoh Kyuhyun.

“ Ya! kenapa kau menyuruhnya pergi? Aku belum memberi pelajaran pada mereka, Noona ”

“ Kyuhyun!! kau ini seorang namja, jangan pernah bertindak kasar pada wanita ”

Kyuhyun merotasikan bola matanya. “ Mereka menyakiti Ryeowook-ku ”

“ Apa? Hanya karena itu? ” Sungmin bertanya tidak percaya. “ ‘Hanya karena itu’ katamu? Hei, kau tahu sendiri kan apa yang mereka lakukan pada Wookie? Mereka tidak hanya menyekapnya, tapi mereka juga menampar. Itu sudah pelanggaran namanya ”

Kyuhyun tanpa sadar memaki Sungmin yang ada dihadapannya. Sungmin menghela nafas berat. Memang susah menghadapi sifat Kyuhyun yang suka tak terkendali ketika bersangkutan akan Ryeowook. tapi…. dia juga tak mungkin diam saja. “ Lalu dengan kau memukul mereka juga apa masalah ini akan selesai? ”

“ Setidaknya aku membalaskan apa yang Ryeowook rasakan pada mereka ” menjawab masih dengan nada keras. Jinjaa….Kyuhyun masih belum rela jika Ryeowook disakiti sedemikian parah. “ Oh, jadi begitu? ” Sungmin berkata remeh menatap Kyuhyun.

“ Sekarang biarkan aku bertanya. Apa Ryeowook menyuruhmu untuk membalas perlakuan mereka? Apa Ryeowook memintamu untuk memukuli mereka? Hah? ”

Kyuhyun diam membatu.

Sungmin benar. Ryeowook memang tak menyuruh apa-apa padanya. Ryeowook saja bahkan belum bangun dari pingsannya tadi saat ia melihat Siwon yang menggendong Ryeowook menuju ruang Kesehatan. Kyuhyun frustasi melihat keadaan Ryeowook yang mengenaskan saat itu. Dan itu membuat api kemarahan berkobar dalam dirinya.

“ Kenapa kau diam? Ayo jawab! ”

Kyuhyun mendengus keras. Ia lebih memilih berjalan meninggalkan Sungmin dan berniat menuju ruang Kesehatan. Baru lima langkah ia berjalan suara Sungmin menginterupsi langkahnya. Ia pun berhenti tanpa membalikkan badanya. “ Apa hanya karena Ryeowook kau sampai marah sebesar ini? ”

Kyuhyun diam tak menjawab. Yah, dia tahu bahwa tanpa ia jawab pun pasti Sungmin sudah tahu jawabannya. “ Apa hanya ada Ryeowook di matamu? ”

“ Kau tahu tanpa harus aku menjawabnya, Noona ” berjalan meninggalkan Sungmin yang sudah hampir meneteskan air matanya. Namja itu bahkan tak menolehkan kepalanya sedikit pun. Ia tetap melangkah kedepan, membiarkan Sungmin yang kembali harus menangis.

.

.

.

Tetap berjalan ditempat yang sama, berputar-putar dengan rasa sakit-mu sendiri

Berhentilah melukai hatimu sendiri, kau harus berusaha menyampaikan apa yang ada dalam hatimu, jangan hanya diam dan menangis

Karena itu tidak akan dapat menyelesaikan masalah~~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Siwon membersihkan peralatan yang tadi ia gunakan untuk memperban tangan Ryeowook yang terluka. Mungkin itu memang bukan luka yang disebabkan oleh ketiga yeoja iblis itu tadi, tapi karena ikatan tali yang terlalu kuta tadi membuat luka ditangan Ryeowook kembali mengeluarkan darah.

Siwon juga memberikan plester kecil pada sudut bibir kanan Ryeowook yang sobek karena tamparan. Meskipun yang kiri juga tadi sempat ditampar, tapi sepertinya bagian kanan-nya yang paling parah.

Siwon tersenyum senang mendapati gadis yang membuatnya seperti kembali pada masa lalunya itu tersenyum tulus padanya. Gadis itu sudah sadar sejak 10 menit yang lalu. Siwon mendekati Ryeowook lalu duduk disampingnya. “ Bagaimana? Sudah baikan? ” sambil mengelus pucuk kepala Ryeowook sayang.

Yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya kecil. “ Aku…lapar ”

Mata Onyx Siwon membulat mendengar kata-kata yang mungkin tak ia duga. Hei, biasanya gadis yang dirundung duka dan banyak tekanan seperti Ryeowook ini akan lebih memilih untuk tidak makan, lalu mengurung diri dikamar, juga menangis sepanjang hari dan yang terakhir adalah melakukan hal yang sangat tidak baik—seperti dirinya—yaitu bunuh diri.

Tapi, Ryeowook??

Gadis ini benar-benar ajaib dan sangat berbeda dengan gadis-gadis lainnya. Yah, mungkin sifat ini juga yang menjadikkannya begitu istimewa. “ Oppa akan menghubungi Kyuhyun untuk membelikan makanan di kantin ” berkata sambil mulai mencoba menghubungi Kyuhyun.

Siwon kembali mengumbar senyumnya saat Ryeowook memandangnya lembut. “ Apa sudah sangat lapar? Kyuhyun masih baru saja akan ke Kantin ” mencoba menjelaskan pada Ryeowook. “ Gwenchana, Oppa! Aku bisa menahannya kok ”

Siwon mengangguk mengerti. “ Kau ini…berbeda ya? ”. mata Ryeowook mengerjap-ngerjap polos. Berbeda? Apanya?— tanyanya tak mengerti dalam hati. “ Saat seorang gadis sedang bersedih, ia akan selalu menangis sepanjang hari, atau setidaknya ia akan melakukan mogok makan. Tapi kau….”

Ryeowook terkekeh kecil mendegar ucapan Siwon yang tak dilanjutkan olehnya. Ryeowook mengangguk kecil. “ Itu kan mereka, Oppa! Jangan samakan mereka denganku ”

“ Meskipun ada banyak masalah, kita juga tetap harus memikirkan kesehatan kita. Tuhan akan marah kalau kita tidak menjaga apa yang sudah DIA berikan pada kita ” jawabnya yang membuat Siwon tersenyum bahagia.

Yah, Siwon tahu hal itu. Dia pun juga kagum pada Ryeowook yang sepertinya begitu menjaga sekali dengan apa yang  sudah Tuhan beri padanya. Bertambah lagi-lah kekaguman Siwon pada Ryeowook. “ Jadi kau makan hanya untuk tetap menjaga kesehatan yang sudah Tuhan beri padamu? Hm? ”

Kepala Ryeowook menggeleng-geleng mantab. “ Ada lagi? ” Siwon kembali bertanya. “ Yah. Selain alasan itu, sebenarnya jika kita ada masalah akan lebih baik jika kita makan. Makan juga salah satu hal yang dapat menyelesaikan masalah. Dengan makan aku jadi bisa kembali berfikir jernih ”

Ryeowook tertawa agak keras saat mengucapkannya. Gadis itu terlihat senang sekali melihat mimik wajah Siwon yang melongo mendengar penjelasannya. Siwon yang awalnya sedikit Shock akan jawaban Ryeowook perlahan itu tertawa sambil mencubit gemas pipi Ryeowook. “ Ughh~ kau ini benar-benar….”

Keduanya tertawa. Saling mencubit satu sama lain. Well, biarkanlah Ryeowook bahagia meskipun itu hanya 1 menit. Setidaknya Ryeowook masih bisa tersenyum, itu adalah hal yang baik bagi orang-orang yang menyayanginya.

“ Apa Oppa boleh bertanya sesuatu? ”

“ Apa? ”

Siwon membuat pose berpikir yang terlihat lucu dimata Ryeowook. “ Tapi…janji yah jangan sedih atau menangis saat kau mendengar pertanyaan, Oppa ”

Jari kelingking Ryeowook terangkat keatas seolah meminta Siwon untuk menautkan jari kelingking panjangnya pada miliknya. Seolah berjanji bahwa dirinya tak akan memangis. “ Janji ” katanya mantab.

Siwon berdehem sebentar untuk memulai pembicaraan. “ Apa disaat-saat yang begitu berat seperti ini tak pernah membuatmu merasa ingin sekali pergi meninggalkan dunia ini? ”

Pertanyaan Siwon tadi membuat alis sebelah kanan Ryeowook terangkat. Pertanyaan macam apa itu? Apa itu seperti kode untuk mengajakku mati bunuh diri bersama?—inner Ryeowook bermonolog.

Siwon menunggu jawaban apa lagi yang akan keluar dari bibir mungil didepannya. Mata Onyx-nya masih saja memadangi wajah manis Ryeowook. ia benar-benar terpesona dengan gadis didepannya itu.

Bibir mungil berwarna merah menggodanya membentuk sebuah sudut keatas—senyuman. Ryeowook sekarang mengerti maksud Siwon bertanya seperti itu. Setelah hampir 1 menit ia berpikir maksud dari pertanyaan Siwon, ia sekarang memahami. Pertanyaan itu seolah meminta dirinya untuk memberikan Siwon motivasi atau setidaknya Siwon berharap mendapatkan jawaban yang bisa membuatnya bertambah kuat dari godaan iblis yang sepertinya terus menyuruhnya melakukan hal bodoh itu.

Kepala bermahkotakan rambut panjang berwarna coklat madu itu menggeleng. “ Pikiran untuk mati bunuh diri hanya karena putus asa, depresi dan banyak masalah tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku. Sebenarnya jika boleh berkata jujur, aku ini orang yang sangat menyedihkan ”

“ Wae? ”

Ryeowook tersenyum tipis. “ Itu karena aku bermimpi untuk tetap hidup lebih lama lagi. Bukankah aku sangat menyedihkan? Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin. Tapi…setidaknya aku juga sempat berpikir bahwa kalau memang aku harus mati aku sudah harus melakukan beberapa hal yang aku inginkan ”

Siwon mendengarkan dengan cermat kata per kata yang muncul dari bibir cherry yang memabukkan itu. “ Sayangkan rasanya jika kita sudah harus lebih mati dulu sebelum melakukan hal yang kita inginkan ” lanjutnya sambil mengelus punggung tangan Siwon.

Ryeowook mencoba untuk memberikan Siwon semangat baru lagi. Ia ingin Siwon tidak melakukan hal bodoh itu lagi. Tidak menyia-nyikan hidupnya yang indah ini. Dan berusaha menyeret Siwon pada Dunia yang indah. Sama seperti apa yang ia lakukan pada Kyuhyun. gadis ini ingin semua orang yang mengenalnya bahagia.

Kalaupun itu mustahil, setidaknya bermimpi seperti itu juga sudah cukup baik, kok~~!!

Siwon mengangguk setuju mendengar jawaban Ryeowook. ia mengulas senyum percaya diri. “ Gomawo ne~ kau sudah membuat Oppa kembali berdiri ”

“ Aaa~ itu karena Oppa juga selama ini baik padaku, jadi apa salahnya saling membantu, kan? ” berujar sambil tertawa kecil. “ Ah, ya~ ngomong-ngomong apa nanti kau akan menjenguk Donghae Hyung? ”

Ryeowook tampak berpikir sekilas lalu kemudian ia menganggukkan kepalanya. “ Tapi mungkin aku akan kesana nanti malam ” dahi Siwon mengkerut. “ Wae? bukankah lebih enak nanti sore bersama yang lainnya? ”

Mata Caramel cerah itu memandang sendu Siwon. “ Apa mereka masih mau? Aku tidak yakin akan hal itu. Lebih baik pergi sendiri saja daripada kembali membuat keributan ”

Helaan nafas berat Siwon keluarkan. Ah, namja itu sepertinya lupa posisi Ryeowook. ia jadi menyesal sudah mengatakannya. “ Mianhae, Oppa melupakannya. Ah..kalau begitu Oppa akan berangkat bersamamu saja. Eotthe? ”

“ Teman-teman Oppa? ”

“ Itu permasalahan yang gampang. Tapi kau mau kan? ”

“ Tentu saja~ ” menjawab riang dan mengucapkan terimakasih pada Siwon. Well, setidaknya ia tidak sendirian kan malam ini kesana?

.

.

.

Terkadang aku kesulitan untuk melangkah namun dengan adanya kau, aku bahkan percaya dapat berlari lagi..^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Kyuhyun memandangi Ryeowook yang begitu lahap memakan nasi goreng yang tadi Kyuhyun beli di kantin. Namja itu terkadang tertawa kecil melihat Ryeowook terbatuk karena terlalu bersemangat. Hah~ sangat bertolak belakang sekali dengan Ryeowook yang kemaren malam.

Kyuhyun jadi teringat tentang semalam saat dirinya bertanya apa Ryeowook sudah makan? Dan gadis itu justru menangis dengan dalih tidak makan karena Donghae juga belum makan. Tapi sekarang…

“ Kyu~ kau kenapa? ”

Lamunan Kyuhyun buyar seketika saat mendengar suara Ryeowook didepannya yang duduk memangku piring berisikan nasi goreng. “ Ah! Tidak apa-apa? ”

“ jeongmal? ”

Kyuhyun mengangguk. Ryeowook meneruskan makannya, kadang Ryeowook menyodorkan sendoknya kepada Kyuhyun berharap Kyuhyun juga mau makan. “ Tidak, Wookie. Kau saja yang makan. Aku tahu kau kelaparan karena kemaren malam kau belum makan ”

“ I-iya sih ”

Kyuhyun mendengus. “ Aku sangat heran padamu. Bukannya semalam kau menolak makan hanya karena Donghae Hyung yang belum sadar? Jadi…kenapa sekarang sepertinya mood mu kembali bagus setelah di sekap? Benar-benar aneh? ”

Piring Ryeowook yang kosong ia sodorkan pada Kyuhyun. ia sudah menghabiskan dua piring nasi goreng dengan ukuran jumbo. Kyuhyun bahkan kaget bukan main tadi saat Ryeowook meminta tambah lagi. Yah, dia juga senang juga sih sebenarnya. Tapi…tetap saja ia takjub dengan kepribadian Ryeowook yang sering berubah-ubah sesukanya.

“ Itu karena semalam aku tidak bisa berpikir jernih, Kyu? ”

“ Alasan yang aneh ” Kyuhyun mengambil tissue dimeja dekat ranjang Ryeowook duduk. Ia membersihkan sisa-sisa makanya yang menempel di sudut bibirnya. “ Jorok sekali sih ” ejeknya. Ryeowook hanya tersenyum kecil mendapatkan perlakuan seperti ini.

Ah~ ia jadi ingat Donghae. namja itu….selalu memperhatikan Ryeowook. menyuruhnya untuk tidak telat makan, menemaninya saat Insomnia menyerangnya, lalu menyuapinya ketika ia sedang malas makan. Yah, intinya Ryeowook rindu pada Donghae.

Mungkin ini baru hari pertama ia tidak bertemu Donghae sama sekali. Dan ia sekarang sadar bahwa ternyata Donghae benar-benar membuatnya rindu setengah mati.

“ jangan melamun ”

Mata Caramel Ryeowook melihat wajah Kyuhyun. “ Aku tidak melamu, kok ” sanggahnya. “ Oh, ya? kalau tidak melamun seharusnya kau sudah membalas sapaan Siwon Hyung ”

Eh?

Ryeowook menoleh ke sampingnya dimana Siwon duduk dengan memperhatikannya. “ Sejak kapan? ”

“ Sejak kau melamun ”

Tuk!

Kyuhyun memukul tangan Siwon yang saat ini hendak mencubit gemas hidung Ryeowook. “ Ya! apa sih masalahmu? ” Kyuhyun tersenyum meremehkan kepada Siwon. “ Jangan menyentuh Ryeowook sembarangan ” titahnya sok tegas yang dihadiahi death glare oleh Siwon.

Ryeowook melihat wajah Siwon dan Kyuhyun bergantian yang saling melempar tatapan tajam. Jinja… mereka berdua itu benar-benar lucu. “ Ya! jangan mengabaikanku ”

Siwon memutuskan kontak mata dengan Kyuhyun lalu beralih pada Ryeowook. “ Tidak mengabaikanmu, kok ” katanya lembut yang juga di-iya-kan oleh Kyuhyun. “ Apa kau lelah? Kalau kau lelah kau bisa tidur, aku dan Siwon Hyung aku menjagamu ”

“ Eh? Kalian tidak mau kembali ke kelas? ”

Ryeowook melihat aneh wajah keduanya. “ Aku sudah tidak apa-apa. Sebaikanya kalian kembali ke kelas, saja ”

“ Tapi— ”

“ Aniyo! Jangan memperlakukan ku seperti bayi begitu. Aku ini sudah baik-baik saja ” Ryeowook memotong ucapan Kyuhyun yang hendak memprotes. Kyuhyun menghela nafas berat. “ Baiklah. Tapi…seperti biasa, jika ada apa-apa kau tahu siapa yang bisa kau andalkan ”

Siwon mendecih keras mendengar perkataan Kyuhyun yang sok pahlawan. “ Pasti!! ” menjawab semangat sambil mengacungkan jari jempolnya. “ Ne~ kita pergi ” Siwon menarik lengan Kyuhyun yang jika tidak ditarik mungkin tak akan mau pergi.

.

.

.

Berpura-pura tidak apa-apa saat hatimu hancur, terus tersenyum menutupi kesedihanmu, membohongi orang lain dengan tawamu berharap semua percaya kalau kau masih mampu bertahan….

Itu….

Sok jagoan namanya.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Eunhyuk diam dengan masih menggenggam jemari Donghae yang terbebas dari selang infus. Sejak kemarin malam inilah kegiatan terbarunya. Gadis bergummy smile ini hari ini memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah.

Ny . Lee padahal mati-matian memberi pengertian pada Eunhyuk untuk tetap ke sekolah, tapi rasa khawatir yang ada dihatinya memaksanya untuk tetap berada disini. Pikirannya melayang pada pembicaraannya dengan Henry beberapa saat yang lalu ketika Henry menghubunginya.

‘Seluruh siswa menyalahkan Ryeowook dalam permasalahan ini. Bahkan ada 3 siswa perempuan yang menyekapnya di Toilet’

Berita yang disampaikan oleh Henry itu sedikit membuat hatinya merasa kasihan pada Ryeowook. ia tahu bahwa Ryeowook pasti sangat sedih. Gadis manja sepertinya apa lagi yang bisa dilakukan selain menangis?

Eunhyuk menghela nafas berat. “ Hae~ kapan kau bangun? Apa kau suka melihat gadis manja itu terus-terusan disiksa oleh orang lain? ” ia bermonolog sendiri dengan memandangi wajah tampan Donghae yang memakai alat bantu oksigen untuknya bernafas.

Perlahan Eunhyuk meletakkan kepalanya diranjang dekat dengan tangan Donghae. Eunhyuk sengaja tidak melepas genggaman tangannya pada jemari Donghae, ia biarkan tangannya saling bertautan dengan Donghae.

Yah, mungkin hanya kali ini saja ia bisa melakukannya. “ Aku mencintaimu ” berakhirnya dengan perkataan itu mata kucing itu perlahan menutup, menyelami alam mimpi. Ia lelah, sangat. Ingin beristirahat kali ini.

.

.

.

Meskipun kau tidak memperdulikan perasaanku, tapi aku tetap tidak bisa mengabaikanmu.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Sungmin tersenyum manis melihat gadis diseberang ranjangnya yang sedang menyisir rambutnya. Gadis bergigi kelinci itu membaca bukunya tapi diam-diam sebenarnya melirik dan mengawasi hal apa saja yang dilakukan Ryeowook.

“ Unnie-yah~ ”

Sungmin mendongak. Ia menatap Ryeowook yang masih sibuk menyisir rambutnya tanpa melihatnya. Sungmin hendak protes pada Ryeowook karena gadis itu memanggilnya tapi tak menatapnya, itu kan tidak sopan namanya. Tapi, belum sempat protes, suara Ryeowook sudah lebih dulu menginterupsinya.

“ Kalau kau menghindar terus, apa perasaan cinta tak terbalasmu jadi lebih ringan? ”

“ Ne? ”

“ Jika kau tak cukup berani untuk mengakui, kau tidak akan dapat mengekspresikan perasaanmu padanya. Pokoknya…ditolak setelah mengaku itu lebih baik daripada menyesal karena kau belum pernah mengakuinya.

Setidaknya…kau harus menyatakan perasaanmu pada orang itu ”

Sungmin menatap dalam Ryeowook, gadis mungil itu tersenyum tulus padanya. Bibir berbentuk ‘M’ miliknya hanya diam. Ia sangat mengerti apa yang dikatakan oleh Ryeowook barusan, hanya saja yang membuatnya bingung adalah….

“ Apa kau mengetahuinya? ”

Ryeowook mengangguk sambil memasang pita manis dikepalanya.

Deg!

Sungmin berjengit kaget melihat ekspresi Ryeowook yang biasa saja dan bahkan terkesan acuh tak acuh.

“ Itu sangat sulit untuk mengakuinya. Tidak semudah seperti apa yang kau ucapkan ”

Ryeowook kembali mengangguk mengerti. “ Aku tidak tahu seberapa sulit yang kau pikirkan, yang pasti jika Unnie selalu menganggap hal ini sulit, maka selamanya akan terus sulit ”

Keheningan melanda kamar tersebut. Ryeowook sibuk memperhatikan wajah imut Sungmin yang memandang lurus seperti seseorang yang melamun. Ryeowook tahu pasti Sungmin sedang memikirkan perkataannya.

Yah, mungkin benar apa yang Sungmin bilang bahwa semuanya tidak semudah yang ia ucapkan, Eunhyuk pun juga berkata seperti itu padanya. Jadi…Ryeowook dapat menarik kesimpulan dari ini semua, bahwa satu-satunya yang membuat semuanya terasa sulit adalah sugesti dari diri mereka sendiri.

“ Unnie-yah~ aku pernah mendengar seseorang bilang, bahwa cinta itu berhubungan dengan waktu yang tepat. Jika kau tidak mengatakan hal yang benar pada saat yang tepat, tidak peduli seberapa banyak takdir terlibat dalam hubunganmu, semuanya akan hancur. Menyesal pun sudah terlambat ”

Ryeowook berjalan menuju ranjang Sungmin. Gadis Caramel itu menghapus lelehan air mata Sungmin yang membasahi pipi chubby Sungmin. Ia mengangkat dagu Sungmin guna menatap matanya yang bersinar terang.

“ Aku tidak bisa, Wookie. Kyuhyun…dia sudah jelas akan menolak ku ”

Kedua mata mereka beradu. Ryeowook sedikit tersentak melihat sinar mata Sungmin. Ryeowook merasakan sebuah Dejavu. Dimana ia melihat sosok gadis yang hampir sama keadaannya dengan Sungmin. Sinar mata Sungmin sama dengan….

‘Eunhyuk Sunbae~’—lirihnya dalam hati.

Yah, mata Sungmin dan Eunhyuk begitu sama. Memancarkan sebuah keputus asa-an, pesimisme yang tinggi dan juga rasa tidak percaya diri. Ryeowook menelan ludah keluh, haruskah…ia juga memberikan semangat untuk Sungmin? Tapi…jika ia melakukan kesalahan lagi, bagaimana?

“ Tidak, Unnie~ bukan begitu. Kau harus mencobanya, tidak ada yang tidak mungkin ‘kan di Dunia ini? ” suara Ryeowook sedikit bergetar. Ia menggigit bibirnya kuat. Jujur, jauh dalam lubuk hatinya sendiri, ia juga merasa ketakutan. Tapi…ia harus melakukan ini. Ia tidak bisa terus-terusan diam dan membiarkan Sungmin berputar-putar dengan rasa sakitnya. Ia harus menolong Sungmin.

“ Jika kau menyatakan perasaanmu dan Kyuhyun mengetahuinya lalu ia masih mau berteman denganmu, aku yakin..pasti..ada kesempatan dimana Kyuhyun akan jatuh cinta padamu, Unnie.

Kemungkinan-nya memang kecil, tapi itu tidak masalah. Seberapa kecil-pun kemungkinan itu, selama masih ada harapan—meskipun kecil—kau masih berhak untuk berusaha. Karena selama Unnie belum menyerah…maka ini..belum berakhir ”

Ryeowook sekuat tenaga menyembunyikan tangisnya. ‘jangan menangis Ryeowook-ah, kau harus kuat’—inner nya memberi dirinya semangat. “ Hikz..benar..kah?..hikz ” Sungmin menatap harap pada Ryeowook yang dibalas anggukan kepala olehnya. “ Kau harus percaya ”

Ryeowook tersentak saat tiba-tiba saja Sungmin memeluknya lalu berlari keluar dengan membawa jacket tebal yang tersampir di hanger. Sungmin menoleh sekilas pada Ryeowook sebelum ia keluar dari kamar-nya, “ Terimakasih ”

Bersamaan dengan ucapan itu air mata Ryeowook sudah meluncur kuat. Ia menangis dalam keheningan malam ini dikamarnya. Gadis itu bahagia, sangat! Mendapat ucapan terimakasih dari Sungmin. Ia merasa berguna, dan merasa bisa membalas budinya selama ini.

“ Kau harus berusaha, Unnie~ ” bisiknya pelan sambil tersenyum tipis.

.

.

.

Aku sudah banyak melakukan hal bodoh dan aku tidak ingin orang lain menganggapku selamanya bodoh, setidaknya dengan ini aku bisa membantu meringankan beban orang lain.

Meskipun tidak terlalu berpengaruh, tapi selama itu menjadi hasil yang positive tetap saja itu sangat berguna.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Kyuhyun mengendarai motornya dengan kecepatan yang tak bisa dibilang pelan. Namja itu berusaha mencapai tempat tujuan yang baru saja dikatakan oleh Sungmin. Hah~ jika Ryeowook tak menyuruhnya untuk menemui Sungmin, mungkin ia tak akan repot-repot sampai melakukan hal seperti ini.

Motor sport modifikasi miliknya berhenti disebuah taman dekat jembatan. Ia melepas helm hitam yang dikenakannya hingga rambut ikal-nya dan wajah tampan miliknya terlihat sempurna. Setiap orang yang berlalu lalang disana sedikit mengerlingkan matanya genit berusaha menggoda Cho itu.

“ Kyuhyun ”

Seorang yeoja bergigi kelinci melambaikan tangannya menyuruh Kyuhyun untuk mendekat padanya. Kyuhyun tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri Sungmin yang duduk disebuah ayunan sambil memegang kopi ditangannya.

“ Ada apa? ”

“ Kau to the point sekali, sih? ”

Kyuhyun memutar mata jengah. “ Ryeowook menungguku. Hari ini aku dan Siwon Hyung berjanji akan menemaninya ke rumah sakit menjenguk Donghae Hyung ”

Kening Sungmin mebentuk sebuah kerutan. “ Bukannya dia sudah berangkat sejak 10 menit yang lalu bersama Siwon? ”

Mata Caramel redup Kyuhyun membelalak tak percaya. Ia mencoba memastikan perkataan Sungmin dengan mencoba menghubungi Ryeowook, tapi saat ia membuka lock di ponselnya, ia mendapat sebuah pesan dari….

.

.

.

Hah~ Kyuhyun akhirnya menghela nafas berat.

Ternyata benar, Ryeowook sudah berangkat dengan Siwon dan dirinya justru disuruh menemani Sungmin. Kyuhyun melirik pada Sungmin yang masih asyik menyesap kopi-nya. Sekilas bibir kissable miliknya tertarik keatas membentuk sebuah senyuman saat melihat cara Sungmin menyesap kopinya. Ck, benar-benar seperti anak kecil.

“ Noona~ ”

“ Hngg? ”

“ Sekarang kita mau apa? ”

Sungmin mendelik kesal pada Kyuhyun, ah~ setiap kali mereka berdua begini Kyuhyun selalu saja menanyakan hal yang sama. Apa memang Kyuhyun benar-benar tidak nyaman dengannya? “ Kita diam saja, menikmati keadaan malam hari begini itu menenangkan ”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap langit. Ia memandangis bulan yang tampat memancarkan sinarnya terang. Akh! Bulan itu mengingatkannya dengan Ryeowook. gadis yang selalu ada dihatinya. “ Kau memikirkan, Ryeowook? ”

Eh?

“ Kau pernah bilang padaku kalau Ryeowook itu bagaikan Bulan untuk-mu. Jadi aku rasa kau baru saja memikirkan gadis itu ” Sungmin menjawab santai sambil melempar tempat bekas kopi-nya yang sudah habis.

“ Kau memang selalu tahu diriku, Noona ”

‘Dan kau tak pernah mau tahu tentang diriku, Kyu’—Sungmin hanya mampu mengatakannya dalam hati.

Keheningan menyergap keduanya. Sungmin sibuk merangkai kata-kata apa saja yang harus ia ucapkan untuk mengungkapkan perasaannya. Ia sudah menyiapkan semuanya matang-matang sekarang ini. Dan tekad-nya pun begitu bulat untuk membuka perasaannya saat ini juga.

Sungmin mencuri pandang ke arah Kyuhyun yang tengah memejamkan matanya dengan bibir yang bergerak-gerak lucu menyenandungkan sebuah nada gumaman yang meskipun begitu tetap terdengar merdu.

Melihat Kyuhyun yang menutup matanya, ia pun mengikuti langkah namja disampingnya tersebut. Sungmin turut memejamkan matanya dan mendengar seksama gumaman yang Kyuhyun keluarkan. Entah apa yang Sungmin rasakan, tiba-tiba saja sebuah perasaan membuncah memenuhi ruang hatinya. Perasaan meledak-ledak yang seakan memuntahkan segala sesuatu yang bersarang dihatinya.

Mata kelinci itu membuka menampilkan sepasang foxy indah yang membuatnya tampak imut. Sungmin menoleh pada Kyuhyun, menghadapkan tubuhnya ke arah Kyuhyun. “ Kyuhyun-ah~ ”

“ Ya? ”

Sungmin tersenyum sekilas menatap Kyuhyun yang juga tengah memandangnya. Sungmin menggelengkan kepalanya lalu kembali pada posisi semula. Memandang lurus kedepan melihat-lihat sepasang—akh! Ani! —maksudku beberapa pasangan kekasih yang saling berbagi kasih.

Kyuhyun mengangkat bahunya seolah acuh dan kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasanya.

“ Manusia itu terkadang bodoh, ya? ”

Kyuhyun membuka matanya sambil menoleh kesamping memperhatikan lekuk wajah imut Sungmin dari samping. Gadis itu tidak memandangnya dan justru menatap lurus kedepan. “ Maksudmu? ” tanya Kyuhyun tak mengerti.

“ Terlalu sibuk mengejar Bulan yang tak tergapai sampai-sampai lupa pada Matahari yang selalu meneranginya ” melanjutkan ucapannya tanpa menggubris sedikitpun omongan Kyuhyun. kali ini Sungmin memusatkan perhatiannya dengan penuh pada sosok ciptaan Tuhan yang teramat ia cintai.

“ Maafkan, aku ”

Kyuhyun tersentak mendengarnya, dengan ditambah lagi Sungmin mengucapkannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Kyuhyun yang tidak mengerti hanya bisa diam dan mencoba mendengarkan lagi ucapan Sungmin.

“ Maafkan aku, Kyuhyun-ah ”

“…….”

Sungmin menahan laju air matanya yang sudah berada dipelupuknya. Ia tidak boleh menangis sekarang, ia harus mencoba menahannya. Setidaknya untuk pembicaraan diawal seperti ini ia harus kuat.

“ Aku bersalah padam… karena… ”

Kyuhyun memandang cemas kearah Sungmin. Namja itu tidak mengerti apa yang membuat Sungmin dengan tiba-tiba berbicara tidak jelas begitu padanya. “ Karena….sejak dulu…aku menyukaimu secara diam-diam ”

Jleb!

?

?

?

Ekpresi wajah Kyuhyun begitu sulit ditebak. Namja itu mengalihkan perhatiannya menatapi bunga-bunga lili putih yang tertata apik ditaman dekat jembatan ini. Tak ada suara yang keluar dari bibir kissable itu yang semakin membuat air mata Sungmin meluncur keluar dari tempatnya.

Dengan cepat diusapnya air mata itu. Sungmin memaksakan senyum aneh yang terlalu dipaksa. “ A-aku tahu, kau pasti kaget mendengarnya dan menganggap ini…seperti sebuah lelucon, tapi…aku benar-benar serius, Kyu ”

“…….”

Sungmin menyeka lagi air matanya yang terjun bebas membasahi pipi putihnya. Ia tak kuasa berada di situasi sulit seperti ini. Tapi….ia akan tetap mencoba. Semua sudah terlanjur, dan akan sayang sekali jika harus menyatakannya secara setengah-setengah, ‘kan?

“ Aku sudah tertarik padamu..hhh..sejak awal. Dan sepertinya rasa itu berubah menjadi suka. Tidakkah, kau menyadarinya dari cara mataku menatapmu? ”

Sungmin kini sudah tak sanggup lagi menyembunyikan tangisnya. Air mata itu semakin membanjiri pipinya yang putih bersih. Kyuhyun tak menyahut sama sekali, bahkan sedikitpun tak memandangnya. Apa perasaannya begitu tidak penting hingga untuk memandang pun Kyuhyun begitu segan?

“ Kau pasti membenci—”

“ —Jangan teruskan ”

Kyuhyun akhirnya bersuara. Dengan mata yang memandang datar, Kyuhyun memotong perkataan Sungmin. “ Tolong jangan katakan itu lagi ”

Bibir Sungmin terbuka. Ia tak benar-benar mengerti apa yang dimaksud Kyuhyun dengan kata ‘jangan katakan lagi’ itu. Apa yang dimaksud adalah ‘pernyataan cintanya’?

“ Aku tidak mungkin membencimu ”

Bibir berbentuk ‘M’ itu kembali menganga lebar. “ A-apa? ”

Kyuhyun menutupi wajahnya menggunakan kedua belah telapak tangannya. Ia sedikit membungkukkan badannya dari ayunan yang ia gunakan duduk. Entah apa yang sedang Kyuhyun lakukan yang pasti ia berusaha untuk tidak memandang Sungmin yang sedang menangis.

“ Bagaimana mungkin kau menyukai-ku? Kau bahkan sudah jelas tahu siapa orang yang aku sukai. Dan sekarang…dengan percaya dirinya kau memberitahukan perasaanmu padaku. Apa kau tidak takut mendapat kesedihan setelah ini? ”

Sungmin tersenyum samar dalam tangis-nya. Yeoja ini merasakan sebuah kehangatan yang menjalar dihatinya. Mengetahui bahwa Kyuhyun ternyata masih memikirkan tentang perasaannya. Meskipun tidak secara gamblang mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perasaannya, setidaknya sekarang Sungmin tahu kalau Kyuhyun takut dirinya akan sedih.

“ Asal kau sudah mengetahui perasaanku, aku sudah cukup senang ”

Kyuhyun menegakkan tubuhnya mendengar nada suara yang ringan itu. Ia memandangi wajah Sungmin secara intens. Wajah tersebut memancarkan sebuah ketulusan. Kyuhyun tak sanggup menyakiti hati Sungmin, tapi…..

“ Setidaknya pikirkan dulu jawaban apa yang akan kau berikan padaku. Ditolak secara langsung itu….sangat menyakitkan ”

Sungmin tertawa kecil melihat wajah Kyuhyun yang kebingungan dengan perkataannya. “ Maksud-ku, kau tidak harus menjawabnya sekarang, yah~ aku juga tahu sih mau kau berfikir sampai seribu kali pun pasti jawabanmu tetaplah sama, yaitu menolak ku.

Tapi…aku berharap bahwa kau masih mau mempertimbangkannya. Well, anggap saja ini sebagai alasanku agar sekali-kali kau memikirkanku ” terkekeh kecil menutupi kesakitan yang ia rasakan dihatinya.

Omongannya barusan benar-benar seperti orang idiot saja.

“ Aku….akan memikirkannya ”

Sungmin kaget dan tubuhnya langsung menegang mendengar pernyataan Kyuhyun. jadi….Kyuhyun masih mau mempertimbangkannya? Jinja…..

Tes!

Sungmin menangis sekali lagi. “ Jeongmal..gomawoyo ” katanya lirih sambil menangis terharu.

Kyuhyun menanggapinya hanya dengan sebuah senyuman kecut. Dalam hati Kyuhyun membatin, ‘Oh Tuhan, apa yang aku lakukan? Apa aku melakukan kesalahan jika bertindak seperti ini? Tapi…aku benar-benar tak bisa melihatnya menangis’

.

.

.

Apa ini yang mereka katakan dengan ‘Pemberi Harapan Palsu’?

Aku pikir ini tidak seperti yang mereka semua katakan, disini tidak ada yang namanya harapan palsu

Melainkan disini hanya ada sebuah cinta dan ketulusan, karena jika kau benar-benar mencintainya dan kau berharap dia masih mau mempertimbangkannya, kau tidak akan menganggapnya sebagai ‘Pemberi Harapan Palsu’. Justru kau malah berusaha mengerti bagaimana keadaannya.

Bukankah manusia itu memiliki sebuah perasaan yang tak dapat dijangkau oleh orang lain?

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook mendekatkan telinganya menuju dada sebelah kiri Donghae dimana jantung itu berdetak. Ryeowook cemberut mendengar detak jantung Donghae yang berdetak teratur. “ Kenapa tidak berdetak kencang seperti biasanya? ” bertanya pada Donghae dengan bibir yang mengerucut imut.

Ah~ Lee Donghae! andai saja saat ini kau melihat gadismu yang begitu manja dan melihat bagaimana mancungnya bibir cherry milik Ryeowook, sudah pasti kau akan berulang kali mengecupnya. Ck~ cepatlah bangun!

“ Oppa~ kenapa kau tidak bangun juga? Kau masih marah padaku? Mianhae..”

Wajah cemberut itu berganti dengan ekpresi sedih. Yah, meskipun Ryeowook berusaha untuk tetap tersenyum dihadapan orang lain, tapi jika sudah dihadapan Donghae yang menyedihkan seperti ini, Ryeowook benar-benar tak kuasa melihatnya.

Jinja… yeojacingu mana yang tak akan sedih melihat namjacingnya terbujur lemas diranjang rumah sakit. “ Kau tahu..banyak hal berat yang aku lalui akhir-akhir ini. Sayang sekali kau tidak melihatnya. Hikz..padahal..hhh..aku melakukan beberapa hal yang keren ”

Tangan kecilnya menggenggam erat tangan Donghae, memainkan jari-jarinya dengan jari-jari milik Donghae—kebiasaan mereka berdua ketika sedang tidak ada pekerjaan.

Ryeowook menghapus kasar air matanya. “ Maafkan aku. Aku jadi cengeng begini ”

Jari-jari Ryeowook masih saja memainkan jari milik Donghae lalu kemudian ia menggenggam tangan Donghae dan menciumnya sekilas. “ Bangunlah~ Oppa harus melihat aku yang sudah mulai dewasa, bukankah Oppa berharap bahwa aku akan mandiri?

Aku sudah melakukannya. Aku bahkan sudah berani mengambil keputusan. Kau…hikz..harus cepat bangun, Oppa ”

Berkata sambil menangis dengan sesekali menyeka air matanya. “ Dan saat Oppa sudah bangun nanti, berjanjilah..hh..kalau Oppa akan tetap mencintaiku, tidak peduli dengan beberapa orang yang mencintai Oppa. Yang pasti, Oppa cukup menghargai perasaan mereka dan jangan pernah meninggalkan aku…hukz ”

Ryeowook menangis sejadi-jadinya saat ini juga. Kenapa? Kenapa rasanya begitu sulit sekali untuk tidak menangis? Selalu saja air matanya jatuh ketika mendapati keadaan Donghae yang masih belum bangun dari koma-nya.

Bahu kecil itu bergetar. Hanya ada ia dan Donghae di ruangan ini.

Dengan sedikit keberanian yang ada ditangannya, Ryeowook mencoba melepas alat bantu oksigen Donghae dan…

Cup!

Setelahnya Ryeowook mengembalikan alat bantu oksigen itu seperti biasanya. hanya menempel sebentar tapi itu cukup membuatnya tenang. “ Oppa selalu minta ku cium ‘kan kalau Oppa akan tidur, maaf aku tidak bisa melakukannya terlalu lama ” katanya dengan wajah menunduk.

“ Aku harus pulang, jaljayoo Oppa! Saranghae ”

Ryeowook langsung berjalan cepat meninggalkan tempat itu saat Donghae tak membalas ucapan Cinta-nya. Biasanya, ia akan marah dan cemberut ketika Donghae tak membalas ungkapan cinta-nya, tapi kali ini…..

.

.

.

Ada saatnya dimana sebuah kata-kata sudah tak sanggup lagi mewakili segala perasaan yang ada

Dimana kata-kata itu sudah tak berfungsi lagi, maka gunakan air mata mu sebagai alternatif mengurangi bebanmu~

Menangis itu hak mu, jangan malu untuk menangis ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Siwon berjalan mengitari seisi rumah sakit mencari keberadaan Ryeowook yang tiba-tiba menghilang. Ia tadi sedang mengantarkan Eunhyuk ke kantin yang ada di gedung bagian selatan dari rumah sakit utama.

Namja berbadan tegak atletis itu percaya bahwa Ryeowook tentu belum pulang karena Ryeowook sudah berpesan padanya bahwa ia akan minta diantar pulang malam ini. Iya, pulang ke rumahnya atau mungkin lebih tepatnya ke rumah Kim Jong Woon a . k . a Yesung.

Mata Siwon menelisik jauh ketika samar-sama matanya menangkap bayangan seseorang yang berbadan atau bahkan memakai baju yang persis mirip Ryeowook dibawah pohon apel yang bisa dibilang berada dibagian depan gedung rumah sakit tersebut.

Namja berdimple smile itu mencoba mendekat sedikit untuk memastikan. Dan langkahnya terhenti ketika ia juga menangkap sosok lain dihadapan Ryeowook.

“ Kyuhyun? ” gumamnya tanpa sadar. Ia tak mencoba mendekat kembali, karena sepertinya keduanya sedang berbicara serius. Tidak perlu menjadi pintar untuk mengetahuinya, karena dari cara keduanya berbicara pun Siwon bisa menebak bahwa kedua orang itu sedang berdebat.

Siwon hampir saja menghampiri Ryeowook saat melihat Ryeowook menangis, tapi akhirnya ia urungkan.

.

.

.

“ Sungmin Noona yang kau maksud? ”

“ Apa? ”

“ Seseorang yang menyukaiku ”

Ryeowook terdiam. Ia memandang jauh pada mata caramel redup dihadapannya. “ Dia sudah mengatakannya. Barusan ”

Kali ini terdapat setitik wajah bahagia pada paras imut gadis mungil itu. “ Lalu apa jawabanmu? ”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “ Kau belum menjawabnya? ”

Lagi.

Kyuhyun kembali menggeleng. “ Aku sudah akan menjawabnya, tapi Sungmin Noona menyuruhku untuk mempertimbangkannya lagi. Ditolak secara langsung itu menyakitkan baginya ”

“ Apa kau berniat menolaknya, Kyu? ”

“ Apa aku harus menjawabnya? ” Kyuhyun berkata tidak sabar dan terlihat sangat gusar sekali. Matanya menatap tajam Ryeowook.

“ Aku tidak mencintainya. Aku bahkan tidak tahu sedikit pun tentangnya. Karena…karena yang aku tahu hanyalah tentangmu ”

Ryeowook meremas ujung baju blue shappire-nya kuat. Kenapa harus begini lagi?. “ kalau begitu kau harus belajar untuk mengetahui tentangnya ”

“ Kenapa harus? Aku bahkan tidak tertarik sama sekali dengannya ”

“ Kyuhyun!! ”

Memekik kencang dihadapan Kyuhyun saat itu juga. “ Kau harus belajar membuka hatimu untuk orang lain. Kau tidak boleh terus-terusan seperti ini. Kau akan lebih terluka lagi ” ujarnya dengan suara yang sudah agak serak.

Kyuhyun tersentak karena pekikan Ryeowook dihadapannya. Selama ini Ryeowook tidak pernah memekik jika keduanya sedang berbicara serius. Tapi sekarang gadis itu memekik dan itu hanya karena urusannya dengan Sungmin? Apa-apaan itu?

“ Baiklah. Aku tarik kata-kataku yang tadi, dan aku katakan sekali lagi padamu bahwa Sungmin Noona bukanlah tipe ku. Penampilannya berbeda jauh dengamu, dan…aku tidak suka itu ”

Ryeowook semakin meremas kuat ujung bajunya. Ryeowook menggelengkan kepalanya kuat. ‘Tidak, Kyuhyun bukanlah orang yang seperti itu’. Ryeowook tahu bahwa Kyuhyun mengucapkan itu hanya untuk dijadikan alasan agar dirinya tidak memaksa Kyuhyun untuk terus mencoba menjalin hubungan dengan Sungmin.

Menarik nafas dalam lalu menghembuskan nafasnya perlahan. “ Kyu, jangan berkata seperti itu. Tidak baik menilai sesuatu berdasarkan penampilannya. Jika kau mau menolaknya, lakukanlah setelah kau melihat apa yang ada didalamnya.

Menilai sesuatu berdasarkan penampilan…itu…terlalu kejam, Kyu ”

Mata Kyuhyun memerah mendengar perkataan Ryeowook. dirinya tahu bahwa Ryeowook bukan gadis bodoh yang akan menerima alasannya begitu saja. Dan…sekarang justru Kyuhyun sendiri yang bingung harus menjawab apa.

“ Ryeowook-ah~ apa kau tidak pernah memikirkan perasaanku sedikit pun? ”

Deg!

Ryeowook shock mendengar nada bicara Kyuhyun yang begitu tersakiti.

“ Kau memaksaku untuk mencoba menjalin hubungan dengan Sungmin Noona, aku tahu kau melakukannya mungkin bukan hanya karena alasanmu yang tidak ingin melihatku tersakiti lagi, tapi….itu lebih banyak untuk Sungmin Noona, ‘kan? ”

Mata caramel cerah itu meredup, cahaya-nya tiba-tiba saja menghilang begitu saja. Perasaan kebas memenuhi ulu hatinya. yah, ia sekarang sadar bahwa ia melakukan kesalahan lagi. Dan ia tahu betul dimana letak kesalahannya.

Kyuhyun benar! Saat ia memikirkan tentang hubungan antara Sungmin dan Kyuhyun, memang yang ada didalam otaknya hanya ada ‘Sungmin’ dan tak sedikit pun memikirkan bagaimana perasaan Kyuhyun. ugh~ Ryeowook kembali menangis.

“ Aku tahu, kau memang tidak akan pernah bisa mencintaiku dan membalas perasaanku ini…tapi setidaknya, kau tidak perlu berbuat sejauh ini. Melakukan banyak hal seolah-olah kau mengerti perasaanku. Menyuruhku melakukan ini dan itu tanpa sedikitpun berpikir bagaimana berada diposisiku ”

Kyuhyun melepaskan cengkraman tangan Ryeowook pada ujung bajunya dan menggenggamnya kuat. “ Kau….kau adalah orang yang membuatku melupakan apa itu arti kesepian..ya aku telah melupakannya sampai pada saat itu kau datang padaku—Kyuhyun menutup matanya mengingat-ngingat awal-awal masa mereka bertemu saat itu—

Jika saja kau tidak pernah datang, mungkin aku tidak akan pernah merasakan harapan apapun, dan jika saja kau tidak muncul dihadapanku saat itu, mungkin Dunia-ku masih akan tetap tenang. Kenapa…kenapa kau mengganggu ku? ”

Jleb!

Ryeowook menutup mulutnya yang sudah terisak kuat menggunakan sebelah tangannya yang bebas. Ia tidak menyangka kalau kata-kata seperti itu bisa keluar dari bibir Kyuhyun. Ryeowook tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya.

Gadis itu bahkan hampir saja jatuh terduduk ditanah jika ia tidak ingat bahwa masih ada Kyuhyun yang menggenggam kuat tangannya hingga terasa begitu sakit. “ Hikz..hhh..hikz..” isakan itu keluar memasuki gendang telinga Kyuhyun. terasa sangat menyayat hatinya.

Kyuhyun melepas genggaman tangannya pada Ryeowook. ia mundur selangkah menjauhi Ryeowook yang masih menangis. “ Jika itu bisa membuatmu bahagia, maka akan ku lakukan seperti yang kau mau. Aku akan menerima Sungmin Noona, anggap saja bahwa ini adalah bentuk rasa cintaku padamu ”

Hati Ryeowook berdenyut sakit mendengar ucapan Kyuhyun. ia seperti orang jahat saja sampai harus mengorbankan hati Kyuhyun hanya untuk memenuhi keinginannya yang menginginkan Sungmin bahagia.

“ Tidak, Kyu! Aku…aku tidak akan memaksamu untuk melakukan itu…aku..” Ryeowook tak kuat untuk meneruskannya lagi.

Bruk!

Gadis mungil itu jatuh terduduk sembari memegangi dada bagian kirinya. Ia menangis sesenggukan dan menunduk dalam tak mampu menatap wajah tampan Kyuhyu. “ Mianhae~ aku..memang egois. Hhh..gadis jahat sepertiku…kau terlalu bodoh jika harus mencintaiku yang begitu banyak melukaimu..hikkz.. ”

Kyuhyun tak menjawab, namja dengan tinggi menjulang tersebut justru pergi dari hadapan Ryeowook dan tak sedikitpun menolehkan kepalanya menghadap Ryeowook yang masih menangis. Jujur, hatinya yang begitu dalam sangat ingin sekali memeluk gadis mungil yang ia cintai itu, tapi….perasaan sedih dan kecewa karena sikap Ryeowook lebih mendominasi hingga ia akhirnya mengambil jalan bodoh.

Hn.

Jalan pergi dan meninggalkan Ryeowook menangis sendirian.

.

.

.

Mungkin Ryeowook memang bersalah dan sedikit egois dalam hal ini, tapi….tidakkan kalian melihat sebuah ketulusan pada sinar matanya saat ia benar-benar ingin membantu Sungmin?

Haruskah kalian membencinya karena sifatnya yang tak memikirkan perasaan Kyuhyun?

Jika kalian bertanya padaku, maka aku akan menjawab : Ya! Ryeowook memang bersalah, tapi….bukankah manusia memang sudah wajar jika melakukan kesalahan?

Setidaknya dengan ini, gadis itu jadi lebih belajar lagi untuk mengambil langkah yang baru ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Siwon terus diam sejak keduanya duduk bersanding didalam mobil mewah miliknya ini. Siwon tak mencoba untuk membuka suara sedikitpun, karena ia takut kalau-kalau dirinya semakin menambah beban pikiran Ryeowook.

“ Berhenti disini saja ”

Siwon mengernyitkan dahinya. Setahunya rumah Ryeowook hanya tinggal beberapa meter atau bisa dibilang tinggal melewati satu rumah lagi disamping rumah Ryeowook, tapi kenapa gadis ini justru lebih memilih berhenti dirumah sebelah rumahnya?

“ Ini rumah Yesung Oppa ”

Siwon bertambah mengernyitkan dahinya lucu. “ Namja yang waktu itu mengantarku ke sekolah, Oppa ” berusaha menjelaskan lagi yang kali ini berbuah dengan Siwon yang mengangguk mengerti. “ Kau akan tidur dirumahnya? ”

“ Hu’um. Keluarga Yesung Oppa sudah menganggapku sebagai anaknya dan juga Umma dan Appa ku juga menitipkanku pada mereka ” ceritanya lagi. Siwon mengacak rambutnya gemas. “ Ya sudah, cepat masuk sana ”

Ryeowook tersenyum dan mengucapkan terimakasih padanya. Saat ia baru saja akan membuka pintu mobilnya, lengannya ditahan oleh Siwon. Alis Ryeowook terangkat sebelah seolah bertanya ‘ada-apa-lagi’.

“ Salamkan pada Yesung Oppa mu itu, ne? ”

“ Ha? ”

Siwon tersenyum kecil. “ Oppa baru ingat kalau ternyata namja itu adalah namja yang banyak mengajarimu untuk menjadi gadis yang suka mengurusi orang lain dan berkata-kata bijak ” ucapnya sembari membukakan pintu mobilnya untuk Ryeowook.

Sedikit lama berpikir akhirnya Ryeowook sadar apa maksud Siwon. ‘Ah, tentu saja itu karena awal pertemuannya dengan Siwon, ia sering menyebut-nyebut nama Yesung Oppa’ kkkk~

“ Oke. Hati-hati dijalan ya, Oppa ” melambaikan tangannya saat mobil mewah itu sudah melaju bersama sang pengendara.

Ryeowook menghela nafas ketika baru saja akan memencet bel rumah yang juga mewah yang bersebelahan dengan rumahnya sendiri. Walaupun Ryeowook bisa saja pulang ke rumahnya, tapi sepertinya ia akan lebih memilih menginap dirumah Yesung.

Selain karena dirumahnya hanya ada Maid dan tidak ada orang lain, ia juga benci dengan kesunyian. Jadi, ia memutuskan untuk tidur dirumah Yesung. Disana akan ada Yesung yang pasti dengan setia mendengarkan setiap masalah-masalahnya.

Yesung orang yang sangat dewasa dan juga mengerti bagaimana caranya untuk mengatasi sifat kekanak-kanakannya yang sering muncul. Kata-kata Yesung bahkan selalu menjadi patokan untuknya dalam berpijak menjalani kegiatan hari-harinya.

Jangan bertanya dimana buktinya, bukankah kalian dengan jelas tahu dan membaca bahwa Ryeowook sering mengingat Yesung saat ia dalam keadaan yang mendesak, lalu mencoba mengingat-ingat perkataan Yesung dan melakukannya dengan baik.

“ Wookie ”

“ Oppa! ”

Grep~

Ryeowook menghambur memeluk sang namja yang sudah ia anggap seperti Oppa-nya sendiri, meskipun dulu ia sempat menaruh hati juga sih pada namja berkepala besar itu.

.

.

.

Bercerita mengenai masalahmu pada orang lain juga tidak salah kok.

Justu itu akan membuatmu merasa sedikit rileks, dengarkan nasehat dari orang-orang yang menyayangimu, karena mereka senantiasa memberimu nasehat yang baik ^^~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah sambil berdecak kesal. Tangannya kembali menarik selimut tebal yang menyelubungi tubuh seorang yeoja mungil. Kali ini Yesung menariknya dengan sekali sentak sampai Ryeowook hampir saja terjatuh dari ranjangnya jika tidak dengan sigap duduk.

“ Ya!—”

“ Kau tidak berniat membolos ‘kan hari ini? ”

Pertanyaan Yesung memotong semua ucapan sumpah serapah yang akan keluar dari bibirnya. Ryeowook kembali membaringkan tubuhnya dan Yesung juga sedang sigap menarik lengannya untuk kembali duduk atau bahkan sekarang berdiri.

“ Aku malas sekali untuk sekolah, Oppa ”

Yesung berkacak pinggang dan menatap tajam gadis mungil dengan piama kebesaran yang ia pakai. “ Malas? Yah, inilah yang paling Oppa benci dari sifat manusia. Selalu saja mengeluarkan kata ‘malas’ sebagai alasannya untuk lari dari masalah ”

Ryeowook tak mengindahkan perkataan Yesung dan lebih memilih menuju kamar mandi. Mungkin ia sekarang sedang tidak berniat untuk membalas atau membantah perkataan Yesung, ia sudah terlalu lelah.

Yesung mengikuti langkah Ryeowook masuk ke kamar mandi. Namja berkepala besar itu memandangis refleksi wajah Ryeowook dicermin besar depannya. Ia hanya bisa menghela nafas berat. Meskipun ia terkesan keras dalam membentuk kepribadian Ryeowook yang lembek untuk menjadi kuat, tapi tetap saja ia juga sangat khawatir pada gadis itu.

“ Ya, Ryeowook-ah ”

Ryeowook tidak menjawab ia meneruskan acara menggosok giginya.

“ Dengan lari dari masalah, apa kau pikir semuanya akan cepat selesai? Dengan memilih diam dan menghindar apa kau pikir semuanya akan baik-baik saja? ”

“ Aku akan berangkat sekolah ”

Yesung kembali mendesah pasrah saat Ryeowook dengan cepat pergi dari kamar mandi dan juga keluar dari kamar tersebut. Yesung menggelengkan kepalanya frustasi, “ Kau harus bisa memilih jalamu, sendiri ” gumamnya pelan.

.

.

.

Masih sama seperti hari kemarin. Hari ini pun tidak ada satu pun siswa yang menyapanya, jangankan menyapa tersenyum pun tidak. Ryeowook berjalan sambil menunduk, ia baru saja akan masuk ke kelasnya jika saja ekor matanya tidak menangkap sesuatu yang membuat matanya ingin copot dari tempatnya.

‘Sungmin dan Kyuhyun duduk bersama dan tertawa’

Ryeowook tersenyum tipis, teramat tipis atau bahkan itu hanyalah sebuah senyum penyesalan. “ Jadi kau melakukannya, Kyu ”

Ryeowook menyeret kakinya sampai ia duduk ditempat duduknya seperti biasa. Dan kembali ia dibuat terkejut lagi. Kursi disampingnya yang seharusnya adalah milik Kyuhyun kini berganti menjadi Onew.

“ Halo, Wookie ” sapanya sambil tersenyum. “ Kau…duduk disini? ” bertanya ragu dan menunjuk kursi yang diduduki oleh Onew. “ Tentu. Ini karena Kyuhyun yang meminta pindah tempat, ia memutuskan untuk duduk dengan Jonghyun ” jelasnya.

Ryeowook mengangguk ragu lalu ia mendudukkan dirinya disamping Onew. Tangannya mengeluarkan sebuah buku dan membacanya. Ia tidak memperhatikan Onew yang sedang menatapinya aneh. Ia juga tidak ambil pusing.

“ Kau sudah mengerjakan PR Matematika? ”

Mata Ryeowook membulat kaget. Pr?

Ah! Ia lupa. Semalam ia tidak sempat mengerjakannya karena semalam suntuk ia hanya bisa menangis didalam pelukan Yesung. Onew yang melihat ekpresi terkejut dari Ryeowook hanya tersenyum lucu. “ Kau minta saja contekan pada, Kyuhyun. aku rasa dia sudah selesai mengerjakannya ”

Ryeowook tampak berfikir, lalu menggeleng. “ Tidak usah ”

“ Wae? ”

“ Aku harus bertanggung jawab karena keteledoran-ku yang tidak mengerjakan PR. Sekali-kali aku juga harus punya malu untuk tidak merepotkan Kyuhyun ” tersenyum aneh sambil menggaruk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal.

Onew mengernyit aneh. Jinja…hari ini baginya terasa sangat aneh. Dimulai dari Kyuhyun yang secara tiba-tiba memintanya untuk pindah tempat, lalu secara tidak sengaja melihat Kyuhyun yang tertawa lepas dengan yeoja lain selain Ryeowook—yang ia ketahui adalah Sunbae-nya bernama Lee Sungmin.

Dan sekarang, Ryeowook mendadak menjadi seorang pahlawan yang siap menerima hukuman. Onew hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah dan lebih memilih berkutat dengan ponselnya.

“ Kyu ”

Onew menoleh ke samping dimana Ryeowook sedang berdiri dan menghalangi jalan Kyuhyun untuk duduk. Ia dapat melihat sorot mata terluka yang terpancar dari dua mata Caramel. Mungkin….yang lebih jelas adalah mata Caramel redup Kyuhyun yang terluka, sedangkan Ryeowook lebih mengarah pada rasa penyesalan.

Onew bangkit dari duduknya dan berjalan keluar. Hah~ memberi privasi rupanya.

“ Mianhae~ seharusnya kau tidak perlu melakukannya..aku—”

“ Jangan salah sangka dulu, aku melakukan ini karena semalam aku sudah berfikir. Aku rasa…membuka hati untuk seorang gadis lain yang sanggup mencintaiku apa adanya juga tidak buruk ”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kelas ini masih belum sepenuhnya ramai mengingat ini juga masih pagi. “ Aku…hanya ingin mencoba ”

“ Lalu…kenapa kau pindah tempat duduk? Kau..membenci—”

“ —Mana mungkin aku masih tetap duduk dengan yeoja lain saat aku sudah memiliki yeojacingu ”

Deg!

Ryeowook membelalak tak percaya akan ucapan Kyuhyun. ia tidak percaya bahwa orang didepannya ini adalah Kyuhyun. yah, mungkin jika semua yang dikatakan oleh Kyuhyun adalah sebuah kejujuran, ia memang akan sangat bahagia. Tapi…haruskah Kyuhyun menjauhinya hanya karena ia sudah punya pacar?

“ Sungmin Noona akan cemburu kalau aku dekat dengan yeoja lain selain dirinya ”

Bruk!

Ryeowook menyingkir dan langsung duduk dengan lemas. Matanya menatap kosong kedepan. ia mencoba menstabilkan nafasnya yang terengah-engah. Sakit! Rasanya sangat sakit sekali mendengar perkataan itu keluar dari bibir Kyuhyun yang sudah ia anggap sahabatnya sendiri.

“ Baiklah. Aku mengerti ”

Mengucapkan dengan mata yang tertutup sambil memegang ujung bukunya kuat.

Kyuhyun menunduk dan duduk tepat dibelakang kursi Ryeowook karena mejanya memang berada dideretan belakang Ryeowook.

.

Tanpa mereka ketahui sepasang mata foxy dari kejauhan sana memandang sedih interaksi keduanya. “ Tidak apa jika kau menjadikan hubungan ini sebagai pura-pura dihadapannya. Aku bahkan juga tidak peduli bahwa hubungan ini hanyalah sebuah kepura-puraan.

Teruslah berpura-pura Kyu, sampai….aku lupa bahwa ini hanyalah sebatas kepura-pura’an ”

.

.

.

Betapa menyedihkan ketika kita menjadi orang yang diabaikan begitu saja

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“ Meskipun kau sekarang ini ada dalam masalah, tapi bukan berarti kau bisa lepas dari kewajiban-mu ”

Sebuah suara menginterupsi datang dari ujung koridor sekolah itu. Ryeowook melihat Henry yang sedang berdiri angkuh dengan dagu yang terangkat. “ Kau akan membolos lagi dari klun Dance, eh? ”

Henry yang saat ini menjadi penguasa penuh karena Eunhyuk memberikan tahta-nya padanya sementara ini terlihat begitu memandang rendah Ryeowook. “ Kau itu tidak bisa apa-apa dalam melakukan gerakan Dance. Kalau memang tidak berbakat dan niat lebih baik enyah saja dari klub ini. Orang yang tidak serius sepertimu sama saja dengan Sampah ”

Ryeowook masih tetap diam tak menjawab. Hatinya sepertinya sudah mati rasa. Gadis itu dapat merasakan hatinya terasa begitu hampa. Seperti sudah tidak ada lagi kata sakit, karena menurutnya luka dihatinya sudah begitu banyak, hingga tak mampu lagi untuk sebuah goresan luka baru.

“ Hei, AKU SEDANG BICARA DENGANMU ” Henry membentak Ryeowook dengan keras. Wajah Henry sudah memerah dan melihat tajam Ryeowook. “ Kau benar. Aku memang sampah, dan tidak punya bakat dalam melakukan gerakan Dance ”

Henry menyeringai senang. Sepertinya ia sudah berhasil membuat Ryeowook yang patah semangat itu menyerah. “ Aku…mengundurkan diri ” putusnya sambil melangkah menjauh. Ryeowook sudah tidak bisa lagi berlama-lama untuk diam disini.

Henry menatapi kepergian Ryeowook. punggung gadis itu bergetar. Ah~ dia menangis lagi rupanya.

.

.

.

Ryeowook berjalan pelan. Matanya menatap lurus kedepan. rambut panjangnya yang kali ini ia urai bergoyang dengan seiring angin laut berhembus. Kaki-kaki telanjangnya menapaki pasir yang putih bersih.

Jari-jarinya bergerak mencoba merasakan lebih dalam lagi tekstur pasir putih. Ia menghentikan langkahnya, melihati Matahari yang sudah akan tenggelam di ufuk barat. Matanya menyipit saat sinar itu menembus retina matanya. “ Indah ” katanya tanpa sadar saat melihat Matahari itu tenggelam secara perlahan.

Ryeowook memutuskan untuk duduk dengan kaki yang menekuk. Sudah 4 jam sejak pulang sekolah ia termenung sendirian di pantai. Ia seperti orang yang tak punya rumah, berjalan sendirian seperti orang ling lung lalu tiba-tiba menangis, dan berikutnya tersenyum.

Hah~ apa gadis ini sudah tidak waras?

Ombak air pantai itu seolah berlari beramai-ramai mendekatinya. Hanya sebatas jemari kakinya yang basah karena ombak-ombak itu. Ryeowook tersenyum miris melihatnya. “ Apa aku harus tenggelam saja? ” bisiknya pada lautan jauh didepan sana.

Tes!

Air matanya kembali turun. Entahlah, seperti mata air saja sampai tak pernah habis. Ryeowook sendiri bahkan sudah tidak tahu ini sudah yang keberapa kalinya ia menangis. Akhir-akhir ini banyak sekali hal-hal mengejutkan juga menyedihkan untuknya.

Sekarang, sepertinya sudah tidak ada lagi yang peduli dengannya. Gadis ini menumpukan kepalanya diantara lututnya. Kembali menangis dan menangis sampai ia terlelah. Sudah tidak ada lagi yang membutuhkannya, bahkan sekarang gadis berpostur mungil tersebut sadar, selama ia hidup ia benar-benar menjadi manusia yang tidak berguna sama sekali.

Grep!

Ryeowook merasakan sebuah kehangatan ketika sebuah lengan melingkari dirinya, memeluknya dalam dan membisikkan sebuah kata-kata menenangkan. Ia menoleh kebelakang, “ oppa~ ” menyapa lemah dan tak berdaya. Memang, ia sudah tidak makan dengan baik akhir-akhir ini.

“ Oppa tahu aku disini? ”

“ Seorang gadis yang menangis karena dipukul oleh Umma-nya pernah berkata pada Oppa, bahwa ketika ia kabur dari rumah kebanyakan pasti pergi ke pantai. ia mengatakan, jika ia melihat garis horizontal yang panjang, ia seakan berada diujung Bumi ”

Ryeowook menghapus air matanya lalu memukul bahu Yesung sedikit keras. “ Ah~ ternyata anak kecil yang saat itu masih juga berfikir begitu sampai saat ini ” berkata terkekeh dan mengulurkan sebuah tissue pada Ryeowook.

“ Oppa juga ternyata masih mengingat perkataanku waktu itu ” katanya dengan masih membersihkan sisa-sisa bekas air matanya dipipinya. Well, memang dulu Ryeowook juga sempat pergi dari rumah karena dimarahi oleh Umma-nya, dan ia kabur menuju pantai ini.

Dan hanya Yesung yang mengetahui alasannya mengapa Ryeowook akan selalu pergi ke pantai saat ia sedang depresi atau ada masalah.

“ Kau tidak menjenguk namjacingumu? ”

Ryeowook menggeleng pelan. Semalam ia sudah bercerita semuanya pada Yesung. tentang masalahnya, tentang Kyuhyun, Sungmin, Henry dan bahkan Eunhyuk. Ryeowook nyaman bercerita pada Yesung, karena namja itu tidak pernah sedikitpun berkomentar dan lebih banyak mendengarkan.

Yah, Yesung memanglah orang yang selalu ‘tanpa kata-kata’, tapi namja itu selalu bisa memahami hatinya.

“ Hahh~ menyesalpun juga sudah percuma ”

“ Aku bukannya menyesal, aku hanya sedang ingin menenangkan diri. Kalau aku menjenguk Donghae Oppa, pasti….aku merasakan bebanku bertambah berat ”

“ Oppa mengerti ” tangannya terangkat mengacak sayang rambut Ryeowook. “ Oppa~ ”

“ Ya? ”

“ Kyuhyun menerima Sungmin Unnie ”

Yesung mengangguk. “ Oppa tahu ”. Ryeowook refleks menolehkan kepalanya kesamping berusaha melihat wajah Yesung. “ Menjadi Kyuhyun itu sangat sulit. Kau yang memintanya, sudah pasti dia yang mencintaimu akan mengabulkannya ”

“ Tapi…aku sudah bilang kalau dia tidak perlu melakukan itu ”

“ Apa anak panah yang sudah meluncur bisa kau tarik kembali? Tidak ‘kan?. itu sama saja dengan perkataanmu ”

Ryeowook menunduk dalam saat dilihatnya Yesung menghela nafas jengah dan merentangkan kedua tangannya keatas. “ Kau adalah gadis yang buruk ”

Deg!

Jantungnya berhenti berdetak saat mendengar perkataan Yesung. Ia mengangat tak percaya dan kini menatapi intens Yesung tepat pada matanya. “ Kau menolak cinta namja bernama Kyuhyun itu, lalu dengan seenaknya menyuruhnya membuka hati untuk gadis lain—yang ternyata adalah Sungmin—yang menurutmu baik dan cocok buat Kyuhyun ”

Yesung menjeda kalimatnya sebentar, “ Kau begitu jahat ”

Sesak!

Ryeowook membutuhkan Oksigen saat ini. Udara berlimpah disekelilingnya seolah tak berguna, bahkan hidungnya saja sudah seperti tidak berfungsi lagi meskipun hanya untuk menarik nafas. Gadis itu bernafas melalui mulutnya.

Bahunya kembali bergetar hebat. “ Oppa..hh..tidak tahu..hikz..yang terjadi ”

“ Apa yang Oppa tidak tahu? Disini Oppa sudah cukup memahami. Dan Oppa melihat seorang gadis Sok tahu yang dengan seenaknya sendiri memutuskan mana yang baik dan mana yang buruk bagi seseorang.

Berlagak menjadi Tuhan yang maha mengetahui segala rancangan yang paling pas untuk orang lain, seperti menciptakan takdir bagi orang lain. Apa kau pikir yang seperti itu adalah Keren? ”

Yesung.

Namja ini tanpa kita duga mengeluarkan beberapa kalimat yang amat pedas. Demi Tuhan, ini adalah kali pertamanya Yesung berujar dingin dan tampak jahat pada Ryeowook. namja ini seolah benar-benar benci dengan Ryeowook.

Jangan tanyakan lagi keadaan Ryeowook. yeoja bermata Caramel itu sudah menangis sesenggukan. Tidak berani membantah atau membela diri. Yah, mungkin ia merasa bahwa apa yang diucapkan oleh Yesung adalah sebuah kebenaran.

Dirinya memang begitu Sok Keren yang mengambil keputusan hanya berdasarkan pikiran dan hatinya sendiri.

“ Kau tidak seharusnya bertindak seperti itu, baby~ ” Yesung seolah sudah menemukan suara lembutnya dan memanggil Ryeowook dengan panggilan kesayangannya.

“ Kau boleh ber-opini, tapi….kau tidak bisa menentukan pilihan seseorang, karena yang tahu antara buruk dan baik bagi seseorang tersebut..ya hanya seseorang itu sendiri ”

Tangis Ryeowook pecah saat itu juga. Seperti ditenggelamkan dalam lautan yang dalam dan ditemani oleh banyak Hiu. Ryeowook sesak, nafasnya terputus-putus. Ia ketakutan dan hancur. Perasaannya mungkin sudah tak berbentuk lagi.

Yesung tersenyum tipis melihat Ryeowook. namja ini sebenarnya tak benar-benar jujur saat mengatakan bahwa Ryeowook adalah gadis jahat. Karena Yesung sendiri tahu, bahwa Ryeowook hanyalah terlalu polos dan manja, hingga setiap langkah yang ia ambil selalu menekankan pada pendapat dirinya sendiri.

Yesung berusaha keras mengatakan kata-kata kasar tersebut. Ia hanya ingin agar Ryeowook sadar bahwa apa yang sudah ia lakukan adalah tak sepenuhnya benar.

Grep!

Yesung memeluk sayang tubuh Ryeowook, mengecupi puncak kepala itu sayang dan ikut menangis dalam hati. Yeah, beginilah seorang Yesung. Dia tak akan banyak berkata-kata, tapi ia akan bertindak.

“ Oppa..hh..hikz..hikz..hh ” Ryeowook menangis meraung-raung dengan menekan dada kirinya yang sesak. Ia tidak tahan, hatinya seperti dihujam ribuan pisau secara bersamaan. Terasa sangat perih dan menyakitkan sekali.

.

.

.

Terkadang kita memang pernah berfikir bahwa kita mengetahui semuanya

Berfikir bahwa pendapat kita adalah yang paling benar

Hanya memusatkan semuanya pada diri kita sendiri

Tapi…tidakkan kalian sadari, bahwa yang begini ini justru membawa masalah baru lagi?

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC!!

24 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 14

  1. aq gregetan bgd liat mrka brtga.. aq jg mw mrka d ksi pljran..tpi jgn d tmpar donk kyu..uh~gk kbyang cwe d tmpr gtu..gk kuat ngbyngin.a
    minnie akhir.a nmbk kyu jga gra” smgt dr wookie.. tpi ksian minnie kna tolak gt.. aq glau bca crta ini.. aq ska sma haewk..tpi aq jg gk rela kyuwook psah.. kyu sgtu.a amt.. knp hrus nghindrin wookie yk gtu?? ksian kn wookie.a gk ad yg bsa nghbur dy lge..henry kuq mlut.a pdas amt?? cuma yeppa yg bsa ngrtiin wookie..tpi smpt shock jg dngr kta” yeppa k wookie

  2. terkadang wook tu annoying banget deh… suka banget ikut campur permasalahan orang… memaksakan pemikirannya… meski wook ga nyuruh kyu nerima sungmin tp dy berharap kyu mw ma sungmin… itu kan terserah kyu mw cinta ma sp… klw dah gitu jd dijauhin kyu kan..
    hufff.. padahal ga banyak yg mendukung wook saat ini… ehhh… kyu ny malah menjauh…
    unni sedih liatnya tp setiap apa yg di lakukan selalu ada konsekuensi.. dan itu yg di dapat wook…
    setidaknya ada yesung yg ada di sisi wook saat ini,jg siwon..

    masih nunggu hae sadar.. setidaknya klw hae sadar satu masalah wook bs ilang…

  3. wook dsne dy sok twu ne..
    dy gag mqir gmn byangn jd org laen..dy trllu pduli ma org ampe jd kyk gt…
    dlm mslah kyuminwook, yg mnderita it sungmin..
    hub. kyumin ats dasar pura2..
    kyu jg yg slah…yahh wlpn tju kyu it cmn truti ap kta wook..
    hrs.a wook jgn sruh kyu bwt ma ming..
    kasian kyumin..
    ad tnd2 kyu suka ma ming..^^

    haewook…~

  4. neomu johaeyo saeng yewook moment…
    yesung bs nenangin wook..

    ahh wook…dy sok twu prasaan kyu ne..
    itu kn mnrut dy pi blm tntu ap yg mnrut dy baek sma kyk mnrut kyu..
    emnk cie ming it syg ma kyu..sngat mlah…
    tp tndkan wook yg nyuh it nyaqtn hti.a kyumin…
    ahh wook enk aek n peduli ma org pi cara.a itu salah..
    moga kyu cpet ilang marh.a ma wook..

    oia seng bklan pair.a sihyuk gag?
    kn mrka lmyan dket t..

  5. neomu johaeyo saeng yewook moment…
    yesung bs nenangin wook..

    ahh wook…dy sok twu prasaan kyu ne..
    itu kn mnrut dy pi blm tntu ap yg mnrut dy baek sma kyk mnrut kyu..
    emnk cie ming it syg ma kyu..sngat mlah…
    tp tndkan wook yg nyuh it nyaqtn hti.a kyumin…
    ahh wook emank baek n peduli ma org pi cara.a itu salah..
    moga kyu cpet ilang marh.a ma wook..

    oia seng bklan pair.a sihyuk gag?
    kn mrka lmyan dket t..

  6. Huwaaa~ di chap ini asli nyeseekk bangettt.. Apa lgi pas moment kyuwook.. Hah~ benar2 menguras emosi. Kyu itu udh trlalu skit wookie, dan kau mnambah kesakitannya. Apa kau tdk sadar? Ksihan kan Kyuhyun, udah merana eh skrg mlaah di tambah.

    Kata2nya Yesung sungguh pedas, tp ap yg di ktakan nya itu mmang bnar. hah~~ kau mmbuat ksalahan lagi wookiee~~

  7. hukzzz……takut skli kalo akhirnya pas hae sdar trjdi hal yg nggak di inginkan. apa wookie bakal bsa brthan??penopangnya saat ini berkurang satu, bhkan henry yg msh blm sdar kslahannya makin mbuat wookie ptus asa. bhkan wookie sampai brpkir sdah tdak ada yg peduli dngannya

  8. huksss~ tetep aja aku nangis lgi kl baca part ini… huks~
    udh hae blum bgun …
    wook yg keluar dri club dance..
    memaksa kyu bersama ming.. sungguh suasan yg kacau…

    hukss haepaa tolong wook jeball cpat bgun.a~

  9. hueeeee……ini bnran tulisan anak 17 tahun????ckckckk…..kau hebat saeng,setiap kta yg mengalir bgitu brmakna,membuat q bisa mrsakan yg mreka rasaka,,,yaaah walauupun q krg suka wookie djdkan yeoja,tp critamu buat q lupa itu smua,,,10 jempol untukmuuuu

  10. Aprilll..eonni sedih..nangis..berasa berat bgt jd wookie..😦 hooo..jd slma ni yg jd inspirasi wookie itu yesung oppa..kereeen…
    Wookieee..SEMANGAT…🙂

  11. nyesek banget bacanya ,,, berasa ikut kesedihan wook ,,,
    wookie pasti ada jalan untuk org baik kaya kamu ,,,

    kata-kata yg kamu munculin itu bener-bener mengandung makna yang dalam ,,
    semangat ne …..
    kamu debak bikin ff ini ,,,, like it

  12. di chap ini,, wokie bnr2 mnyedihkan,,
    dah jatuh ktimpa tangga lg,,
    sabarr nee wokie,, pnantian mu pasti ga sia2,,
    Chingu,, Hwaiting nee,, aku suka ff yg kmu bikin,, slalu brkesan,,

  13. dsni kyu sma minnie ksian bget ya..tpi hrus gmn lgi cinta kn gk bsa d pksain..cinta yg tulus cuma bisa tuk 1 hti #mnrut aq sih hehe..yesung oppa mank co2k jdi oppanya wookie. bsa ngrtiin wookie.. kyu gk asyk deh skapnya. knp mlah ngehindari wookie

  14. Aq tau sih wook nggak salah dalam hal donghae.dan wook juga suka tolong temannya.tapi,jangan asyik ikot cara mu doang baby.itu bakal bikin orang laen marah jika keadaan memburuk.iya,itu lumrah.manusia akan berterima kasih kepada orang yang menolong jika keadaan membaik namun marah-marah jika keadaan memburuk.jadi apa sebaiknya berdiam diri?cihh.itu yang bagus bagi wookie.tetap aja nolongin orang.aq sih yakin sungmin akan pacaran sama kyu terakhir kalinya nanti.dan eunhyuk,ceihh.sebal banget.aq tau dia mencintai hae yang amat,tapi apanya mencintai jika dia biarin aja kekasih orang yang dicintainya menderita.ya iya,hae pasti marah kalu ketahuan tuh.yesung oppa keren!~karakternya matang sih di sini.thumbs up! >,< hwaiting!

  15. hikz.. gga bisa ngebayangin berada di posisi ryeowook😦
    sakit , sesak , puyeng (?)
    hadeeeeuuuuhhh
    #hugbaby
    Fighting baby~
    Hae cepet sadar donkk kesian baby ngadepin sendirian.
    palagi kyu marah’a Over lagi..😦
    *kekepan panci

  16. Benerkan kyu akhirnya tau dan… Tp knpa hanya ditampar harusnya dkasih pelajaran yg lebih menyakitkan biar mrka jg merasakan apa yg dirasakan wook,,
    satu persatu perasaan mereka udah terbongkar semua, kali ini sungmin yg nyatain cinta ke kyu tp harus diterima kyu dengan terpaksa karna wook,, poor umin~
    makin kesini wook makin menderita aplgi tanpa ada hae,,
    hae kapan bangunnya??

  17. hyaaaa jessica pabbo apa yg kau lakukan pada baby ku eoh #pelukWook

    Yah atas dasar apa jessica blang ryeowook yg nyebabin hae kecelakaan
    Ckckckckk dasar -.-

    Wookie tidakkah seharusnya kau jga memikirkan perasaanya kyuhyun , kan kasihan jga kyuhyunnya #pelukKyu

    Itu juga nanti bakal nyakitin perasaan sungmin kan kalo tau kyuhyun nerima cintanya sungmin gara” permintaan ryeowook yg scara ga langsung ,,
    Kau jangan trlalu egois ryeowook-ah
    Sekarang kyuhyun nya malah nghindarin wookie kan,,

    Haiissshhh gregetan lah jadinya ,,,

  18. akhir y 3 semprul *jesica yoona tifany . kena jg hukuman .

    wook mkn nasgor ampe 2 pring busyet dah..
    ga tw hrs ngomong gmana ttng wook yg mnyuruh kyu mmbuka hati tuk gadis lain, mnurut q jg sgtlah sulit jka brada di posisi wook jd serba slh..
    kyu y jd ngindarin wook si, q tw tu krn kyu kecewa ma wook ,beban wook stiap hri y brtambah trs. kasian..^^
    yeppa you…daebak lah pokoke. bingung mo ngomong pa lg.

    dan kakak yg pling keren ,crita y bner”ngena bgt . mata ku sembab kebanyakan nangis breng wook…kkk .

  19. hiks, nagis lagi.😥
    wookie bodohh!!! selalu gegabah dan memikirkan hanya 1 pihak orang lain, sedangkan yg lain yeahh kamu abaikan. uuuhh kamu bodoh.😦
    feelnya dapat banget apalagi pas kyuwook moment, yewook moment juga yg gak kalah sukses bikin bantal basah gegara air mata.
    yesung keren banget, tapi lebih keren wookie,atau mungkin lebih keren si author.😀
    aku gak habis pikir gmana cara kamu bikin nih cerita yg emhh menurutku sulit ditebak. dan entah kenapa semua ff mu itu membingungkan karena ga tau siapa pihak yg bsa disalahkan.😦
    tpi ff mu lah yg terkeren. xD
    keep writing!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s