(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 15

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 15

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

“Oppa~ kau harus mendengar penjelasanku dulu!”

Seseorang yang dipanggil ‘Oppa’ oleh yeoja berkulit putih bak snow white itu terus saja melangkah pergi tak menghiraukan seruan sang yeoja. Namja itu berjalan cepat dengan tangan mengepal erat, mata yang dipenuhi dengan gejolak amarah dan kebencian. Wajahnya tampak memerah karena efek emosi yang ada dalam benaknya.

Kim Kibum.

Begitulah nama yeoja berkulit bak snow white itu. Gadis dengan rambut panjang hitam legam-nya bergoyang seirama dengan langkah kakinya yang cepat mengejar sang namjacingunya. Ia bahkan tidak peduli lagi dengan tatapan semua orang yang mengarah padanya.

Kakinya yang berbalut sepatu pantoefel terus saja mengejar sang namja yang bahkan tak sedikit pun mau peduli akan panggilannya. Ugh~ Kim Kibum, namja itu sedang marah besar padamu.

Mereka benar-benar tak memikirkan pandangan aneh yang dilayangkan oleh orang-orang. Melakukan aksi seperti kejar-kejaran dipinggir jalan raya hingga bisa dilihat oleh banya orang. Jinja….mereka sangat berani dan kuat mental.

Uh-Oh~ orang marah memang suka berpikir keruh.

Grep!

Dapat. Kibum menyekal lengan kekar sang namja.

Sret~

Secepat ia menyekal lengan kekar itu maka secepat itu pula sang namja menghempaskannya hingga secara tidak sengaja gadis berpipi sedikit tembem itu tersungkur ke jalan raya dengan pantat yang mendarat terlebih dahulu.

Tiiinnn….Tiiinnn…Tiiinn..

Brak!!

.

.

.

“KIBUUUMMMMM~!! Hossh…hosshh”

Badan tegak dan atletis itu langsung terduduk. Nafasnya tersenggal-senggal seperti orang yang habis lari marathon. Namja itu memegang dada sebelah kirinya yang terasa begitu nyeri. Ia dapat merasakan denyutan jantungnya yang berdetak begitu cepat bahkan dapat ia rasakan. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Onyx kelamnya yang begitu menawan berputar mengitari sekelilingnya. Seolah mencari-cari sesuatu yang tidak dapat ia lihat.

Merasa sudah sedikit tenang, namja berdimple smile ini akhirnya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara teratur. Ia membenahi cara duduknya lebih nyaman lagi dengan bersender pada mahkota ranjang.

Mata Onyx-nya tertutup rapat dan bibirnya menggumamkan sesuatu yang tidak begitu jelas. Hanya terdengar seperti sebuah erangan kesakitan. “Kibummiie~”

Siwon dengan lembut menyenandungkan nama indah seseorang yang sudah 1 tahun ini pergi meninggalkannya. Kedua tangannya menarik-narik rambutnya sendiri kuat seolah menginginkan sebuah memory yang memuakkan menghilang dari otaknya.

Hn.

Mimpi buruk itu….kembali lagi.

Mimpi yang selalu hadir ditiap malamnya membuatnya begitu frustasi dan semakin merasa bersalah. Kejadian yang sangat mengenaskan yang menimpa yeojacingunya 1 tahun yang lalu terus saja menghantuinya.

“Kenapa kau menyiksaku?” bermonolog sendiri dengan kesepian yang selalu menyergapnya.

Siwon memijakkan kakinya ke lantai kamarnya menuruni ranjangnya yang terasa menyesakkan karena mimpi buruk itu. Dia tidak tahu kenapa ia selalu saja tidak bisa melupakan dan menguburnya dalam-dalam—seperti yang ia ingini.

Kaki panjangnya berjalan membawanya ke beranda kamarnya. Siwon mendongak memandang rembulan indah yang memancar indah malam ini. Tidak jelas apa yang membuatnya tiba-tiba saja turut tersenyum. “Apa mimpi itu adalah pesan darimu untuk aku ikut pergi bersamamu? Hmm?”

Tanpa ia duga air mata itu kembali menetes. Kedua jemarinya mencengkram erat pagar besi yang menjadi batas berandanya. Siwon memejamkan matanya sambil menikmati angin malam yang berhembus menerpa wajah tampannya.

‘Oppa~ berjanjilah untuk tetap bertahan’

Deg!!

Onyx kelamnya refleks membuka saat suara cempreng dari gadis Caramel tersebut seolah menyapa indra pendengarnya. Siwon semakin mengeratkan cengkraman jemarinya pada besi yang dipegangnya.

Ia semakin tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Sebenarnya…ada apa dengannya? Kenapa ia seperti melihat sosok Kibum dalam diri Ryeowook. apa mungkin Ryeowook itu…

Ani!

Kepala Siwon menggeleng-geleng tegas menolak segala pemikiran aneh yang ada dalam otaknya. “Tidak mungkin. Tenanglah Siwon..berpikirlah jernih”     ujarnya pada dirinya sendiri.

.

.

.

Yang satu memberikan hidup, yang lain memberikan arti.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Siang yang sedikit panas itu membuat kedua anak adam ini memilih untuk duduk berdua disalah satu pohon yang rindang dengan sang namja yang menjadikan paha sang yeoja sebagai bantalnya. Sang namja sibuk dengan benda berbentuk persegi panjang ditangannya. Sedangkan sang yeoja hanya menyibukkan dirinya dengan memainkan helaian rambut ikal kecoklatan yang ternyata sangat lembut.

Tidak ada percakapan diantara keduanya. tidak ada suara bahkan tidak ada ungkapan apapun. Mereka hanyalah mengikuti apa yang terjadi. Tidak berusaha mengubah, berlari atau bahkan mengelak dari ini semua.

Jika dapat dikatakan mereka itu seperti orang bodoh.

Kenapa?

Karena mereka menjalin hubungan yang terasa begitu kosong. Jika pasangan lain sibuk dengan sederet kalimat mesra yang begitu memabukkan, maka mereka hanyalah selalu diam. Jika pasangan lain saling memberikan hadiah pada masing-masing pasangan, maka mereka hanya akan tetap diam.

Diam?

Hubungan mereka bahkan didasari dengan sebuha kediam-diaman. Lalu…apa lagi yang diharapkan jika dari awal atau dasarnya saja sudah bertumpu pada satu kata yaitu ‘Diam’?

Tanpa kata, tanpa perhatian, dan bahkan tanpa cinta? Ah ani. Maksudku tanpa cinta yang berbalas. Bukankah ini sangat menyesakkan?. Tentu saja.

Tapi…..apalah yang bisa mengalahkan sebuah perasaan cinta?. Bukankah cinta itu buta?

Meskipun hanya sebatas kediam-diaman pun itu sudah cukup bahagia untuknya—Lee Sungmin.

Yeoja dengan tingkat Aegyo yang berlebihan ini merasa ‘semua akan baik-bai saja’. Ia tidak peduli dengan fakta yang ada karena baginya seperti ini saja sudah cukup untuknya.

Ia juga tidak butuh ungkapan manis dari Kyuhyun, karena dengan adanya Kyuhyun disampingnya pun sudah bisa membuatnya bahagia. Hah~ inilah Cinta.

“Kyu~ apa kau tidak lelah bermain terus dengan PSP mu itu?”

“Ani”

Sungmin menatap wajah tampan Kyuhyun sendu. Jangankan ungkapan manis, menjawab pertanyaannya saja rasanya ia begitu malas. ‘sabar Sungmin..sabar~’ batinnya.

.

.

.

Aku ingin tahu bagaimana perasaan seseorang yang bahkan rela dijadikan pelarian tapi tetap saja bertahan…

Perasaan tersakiti tapi tetap saja berusaha untuk melindunginya….

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Apa aku begitu jahat?”

Tangan lembutnya meremas kedua jemari sahabatnya yang kini tengah menangis. Yeoja berparas tak kalah manis dari Ryeowook itu tersenyum masam setelah mendengarkan semua cerita dari sahabatnya. Sepanjang gadis mungil itu bercerita padanya tak pernah luput butiran air mata jatuh dari mata Caramel indahnya.

Lee Taemin.

Gadis ini baru saja pulang dari acara lomba dance—yang seharusnya diikuti oleh Donghae dan Henry—dengan membawa pulang medali perak. Meskipun tidak bisa membawa pulang medali emas, buatnya itu tidak masalah. Yang jelas ia dan namjacingunya—Choi Minho—sudah bekerja keras ‘kan?

Taemin masih diam tidak menjawab pertanyaan Ryeowook. bibirnya terasa keluh sekalipun hanya untuk menjawabnya. Ia tahu dan teramat tahu hal-hal apa saja yang sudah dialami oleh Ryeowook—gadis yang kini duduk dengan kaki berselonjor seperti orang frustasi.

Taemin benar-benar bingung harus menjawab bagaimana. Haruskah ia menjawab jujur dengan mengatakan bahwa ia memang bersalah dalam kasus Kyuhyun atau justru membelanya yang jelas-jelas juga tidak bisa dibenarkan?

Taemin menelan ludahnya susah. Gadis dengan bibir penuh ini masih mempertahankan tangannya yang melingkupi jemari Ryeowook yang lemas. Ia memberi kekuatan pada Ryeowook agar sahabatnya tetap bisa bertahan dan mengetahui bahwa disini masih ada dia—yang peduli padanya.

“Bukankah disini kau yang paling menderita?”

Setelah menemukan kembali suaranya Taemin menjawab dengan tenang.

Ryeowook mengalihkan padangannya yang awalnya lurus kedepan menjadi menatap lekat wajah Taemin lekat-lekat. “Bukankah kau yang paling tersakiti disini?” kembali menyuarakan jawabannya.

Hah~ menghela nafas berat sambil mengusap kasar wajahnya sendiri. “Kau yang sudah banyak memiliki beban dan masih harus mengurusi perasaan Sungmin Sunbae, Eunhyuk Sunbae, Kyuhyun dan bahkan kau juga memiliki beban dengan kehadiran yeoja sialan dari China itu—Henry—pasti kau teramat tersiksa dengan semuanya”

Ryeowook menunduk. Tak mampu melihat Taemin yang berujar dengan nada yang bergetar menahan tangis. “Jika aku yang berada diposisimu, aku mungkin tidak bisa sekuat ini” lanjutnya sambil menangis.

Taemin memeluk erat Ryeowook dan menangis dalam pelukan tersebut. “Maaf~ aku tidak bisa membantu apa-apa, tapi…setidaknya kau harus tahu bahwa kau masih memiliki aku”

“………….”

“Jangan menangis sendirian terus-terusan, kau harus berbagi denganku. Aku akan dengan senang hati menampungnya. Kita…sahabat ‘kan?”

Air mata itu tak dapat terbendung lagi. Ryeowook menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Taemin. Yah, Taemin adalah sahabatnya dan ia tidak perlu merasa sendiri sekarang. Ia masih punya Taemin, Taemin yang baik dan selalu menemaninya.

“Tolong jangan merasa sendirian lagi, kau masih punya aku, Siwon Sunbae dan kau juga bisa berteman dengan Minho kalau kau mau. Mungkin Kyuhyun sudah tidak mau bicara lagi denganmu…tapi itu tidak masalah. Kau masih punya kita. Apa itu belum cukup?”

Ryeowook menggelengkan kepalanya tegas. “Aku..sangat beruntung masih bisa memiliki kalian. Go..hikz..gomwoyoo..hh..hikz” tangis Ryeowook pecah saat itu juga. Ia tidak bisa untuk tidak menangis.

Ia sangat terharu dengan ucapan Taemin. Ia tidak menyangka bahwa Taemin benar-benarlah sahabatnya. Ryeowook merasa kuat sekarang dan kembali bersemangat. Ia tersenyum dalam tangisnya. Sakit hatinya terasa terobati saat ini. “Ssstt~ berhentilah menangis, sudah berapa banyak air matamu yang keluar beberapa hari in, huh?” katanya sambil mencengkram pundak Ryeowook kuat.

Ryeowook meringis. “Ah..aww~ sakiitt” rengeknya dengan berusaha melepaskan cengkraman Taemin. Taemin tergelak mendengar suara rengekan Ryeowook yang sudah seperti kembali seperti semula. “Nah~ begitu dong. Kau harus semangat yah! Jangan sedih lagi”

“Hu’umb”

“Ya! berhenti memelukku”

“Aniya~”

“Kim Ryeowook. aku akan benar-benar berhenti jadi temanmu jika kau tidak melepaskan pelukanmu”

“Silahkan saja kau tidak akan bisa melakukannya”

“Hah~”

.

.

.

Lihat! Bukankah memiliki satu teman tapi benar-benar mengerti keadaanmu akan jauh lebih baik daripada memiliki beribu teman yang hanya datang dan pergi begitu saja?

Dan…Hei, cerita ini tidak hanya melulu soal cinta, tapi rasa persahabatan, kekeluargaan dan persaudaraan teramat kental dalam kisah ini.

Mari kita ambil contoh dari persahabatan mereka^_^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Hari ini Eunhyuk memutuskan untuk pergi ke sekolah. Sudah 5 hari ia tidak masuk ke sekolah dengan alasan sakit—yang sebenarnya adalah menemani Donghae dirumah sakit.

Ck~

Eunhyuk berdecak kesal saat melihat Sungmin yang mengerling jahil padanya. Tanpa menyapa atau sekedar berbasa-basi ia langsung saja mendudukkan tubuhnya disamping Sungmin. “Aku pikir kau tidak akan sekolah sampai Donghae belum sadar” cibirnya yang tak ditanggapi oleh Eunhyuk.

Eunhyuk memutar bola mata malas. “Banyak hal yang kau lewatkan akhir-akhir ini”

“Ohya? Apa itu? Aku berharap itu bukanlah kabar darimu yang sudah menjalin hubungan dengan namja Evil Hoobae-mu sendiri”

Kali ini Sungmin yang memutar bola matanya jengah. “Salah satunya juga itu”

“Maaf aku tidak tertarik”

“Ya! teman macam apa kau ini? Seharusnya kau mengucapkan selamat padaku atau apapun itu” sindirnya sedikit keras. “Selamat atas tersampainya cintamu” akhirnya hanya itu yang keluar dari bibir tebal Eunhyuk.

Sungmin tersenyum manis mendengarnya, tapi…tidak dengan hatinya. yeoja berambut sama blonde dengan Eunhyuk itu memang bercerita perihal hubungannya dengan Kyuhyun, tapi ia tidak berbicara bahwa sebenarnya hubungannya ini hanyalah karena keterpaksaan. Yah, cukup hanya dia saja yang mengetahui aib memalukan ini.

Sungmin menepuk pundak Eunhyuk. “Lalu bagaimana denganmu dan…Donghae”

“Memang kau berharap aku bagaimana?”

Sungmin mengerucutkan bibirnya kedepan seolah sedang berfikir. “Umhh~kapan kau akan jujur”

Eunhyuk menghentikan acara membacanya dengan mata yang masih memandang ke-arah bukunya. Tangan kanannya yang memegang sebuah pen berwarna biru ia main-mainkan dengan aneh. “Entahlah” menjawab tanpa kepastian setelah membiarkan Sungmin menunggu jawabannya lama.

Sungmin hanya bisa mendengus. “Kau harus cepat mengungkapkannya. Karena cinta itu…..”

‘…berhubungan dengan waktu’

“…berhubungan dengan waktu” lanjutnya setelah memberi jeda sebentar dengan mengingat-ngingat kalimat yeoja mungil waku itu. Sungmin tersenyum kecil mengingatnya. Akh~ kenapa sekarang jadi dia ikut-ikutan bocah sok tahu sepertinya sih? Kkk~

Wajah Eunhyuk berubah muram mendengarnya. “Donghae belum bangun tapi kau sudah berbicara seperti itu”

“Loh..jadi kalau Donghae sudah sadar kau berniat berkata jujur padanya?” tanyanya kaget dan sedikit penasaran. Eunhyuk mengangguk kalem. “Aku pikir berkata jujur itu tidak ada salahnya” ujarnya mantab yang disetujui oleh Sungmin. “Yah~ kau benar. Setelah mengungkapkannya…hatiku terasa begitu ringan”

“Benarkah?”

“Ya~ kau harus mencobanya”

Eunhyuk mengangguk. “Aku berharap Donghae segera bangun dan membuka matanya” katanya lirih. Sungmin mengikuti arah pandang Eunhyuk yang kini tengah memandang ke arah lapangan dimana Ryeowook berdiri seorang diri dengan bermandikan keringat. Akh~ sepertinya gadis manja itu sedang dihukum.

Bibir Sungmin melengkungkan sebuah senyuman. “Dia itu…tidak pernah berubah ya? selalu saja ceroboh” katanya lembut. “Molla~” Eunhyuk menjawab acuh dan mengalihkan pandangannya dari yeoja dibawah sana yang tampak kelelahan.

Jujur…saat melihat gadis manja itu…ia merasa juga melihat sosok Donghae disana. Donghae yang selalu menjaganya, menemaninya, bahkan memanjakannya. Eunhyuk tersenyum kecut mengingat-ngingat moment-moment memuakkan itu. Ia merasa kesal tapi…juga terkadang terbesit perasaan bahagia saat melihat Donghae tersenyum—meskipun itu untuk Ryeowook.

“Setelah mengenalnya begitu dekat…aku mulai berpikir bahwa Ryeowook tidak sepenuhnya menjengkelkan. Ada kalanya…dia begitu hebat dan membuatku kagum”

Alis Eunhyuk terangkat sebelah mendengarnya. “Kau dekat dengannya?”

“Kita kan satu kamar”

Bibir Eunhyuk membentuk sebuah huruf ‘O’. ‘yah, kadang aku juga berfikir begitu’—ucapnya dalam hati. Well, jika boleh jujur ia sendiri pun juga merasa kagum dengan tingkah tiba-tiba dan sulit ditebak dari Ryeowook, tapi…ia tidak akan dengan senang hati memuji gadis itu. Karena untuknya itu teramat menjengkelkan saat ia harus mengakui keunggulan seseorang yang menjadi rival beratnya.

.

.

.

Jangan membenci seseorang berlebihan, nanti bisa-bisa kau justru menyukainya^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook memasuki kelasnya dengan lemas. Akh~ kakinya terasa mati rasa karena 2 jam berdiri, kepalanya bahkan juga ikut merasakan pening setelah 2 jam dijemur ditengah-tengah lapangan basket yang panas itu. Tubuhnya dipenuhi oleh banyak keringat dan terasa begitu lengket.

“Ya! kenapa kau tidak bilang kalau kau belum mengerjakan PR matematikamu, huh? Seharusnya tadi kau mencotek punyaku” Taemin berucap tidak sabaran dengan mengelap keringat dipelipis Ryeowook menggunakan tissue-nya.

Taemin tak henti-hentinya mengatainya bodoh, tolol, idiot dan apapun itu karena sudah diam saja saat ia tidak mengerjakan PR matematika-nya. Ryeowook hanya bisa tersenyum mendengarnya. Akh~ rasanya senang sekali saat-saat menyedihkan seperti ini ternyata masih ada seseorang yang perduli padamu.

“Tidak apa-apa. Sekali-kali dihukum tidak masalah” katanya dengan cengiran lebar yang menghiasi bibirnya. Taemin hanya bisa mendengus mendengarnya. “Sekali-kali? Kemarin kau juga dihukum berlari keliling lapangan ‘kan?” Onew yang duduk tak jauh dari kedua yeoja itu ikut menimpali.

Taemin mendelik pada Ryeowook. “Benar?”

“Ehehehe~” Ryeowook kembali tertawa dan menggaruk kepalanya yang mendapat jitakan sayang dari yeoja disampingnya itu. “Awww~ kau kasar sekali sih?”. Taemin mengidikkan bahunya acuh. “Agar otakmu kembali waras. Jangan mentang-mentang Donghae Sunbae tidak ada kau jadi bisa berbuat nakal seperti ini” berkata dengan tidak memperhatikan mimik wajah muram Ryeowook.

Ryeowook memainkan tissue yang ada ditangannya. Pikirannya kembali melayang pada Donghae. bagaimana keadaannya? Apa ia sudah sadar? Apa namjacingunya itu tidak lelah terus-terusan tertidur? Dan apa Donghae tidak merindukannya?

Tanpa sadar Ryeowook meremas tissue itu cukup kuat hingga membuat tissue yang ada ditangannya ikut robek karena terlalu kuat digenggam.

Onew menyenggol lengan Taemin seolah memberitahu keadaan Ryeowook. alis Taemin terangkat sebelah melihat Ryeowook. hah~ hanya helaan nafas yang kembali iakeluarkan. Jinja…ia lupa kalau segala yang berhubungan dengan Donghae selalu bisa merusak mood-nya.

Lalu, semuanya menjadi hening. Taemin yang tadinya mau menghibur Ryeowook lagi ditahan oleh Onew dan menyuruhnya untuk diam dan hanya memperhatikan. Mereka membiarkan Ryowook berpikir dan tak berniat mengganggu.

Bahkan hingga jam pelajaran berakhir dan saatnya pulang, Ryeowook belum juga mau beranjak dari tempat duduknya. Hanya tinggal ia seorang disini dan….

“Apa kau akan menghabiskan waktumu sampai nanti dengan berdiam diri seperti itu, Kim Ryeowook”

“Pergilah” tanpa menoleh pun Ryeowook sudah tahu siapa gerangan pemilik suara yang begitu menusuk untuknya. Yah, kalian benar. Tentu saja itu Henry.

Gadis berpipi chubby itu mendengus kesal. Ia mendekati Ryeowook lalu…

Grep!

Tangan kanannya memegang kasar dagu Ryeowook seolah menyuruhnya untuk menatapnya. “Kau pikir kau hebat sampai berani menyuruhku untuk pergi? Hah?”

“Lalu kau pikir kau siapa? Tuhan? Yang menciptakan takdir dan jalan cerita hidupku serta orang lain hingga kau merasa hebat sampai selalu menghakimiku begini?”

Mata Henry melotot mendengarnya. Ia tidak percaya bahwa seorang Kim Ryeowook yang lemah dan manja bisa berujar se-sengit itu. “Jangan karena selama ini aku selalu diam lalu kau bisa dengan seenaknya saja terus-terusan melukaiku, Henry Lau”

Sreet!!

Ryeowook melepas kasar tangan Henry yang tadinya memegang kuat lalu menghempaskannya dengan kasar.

Henry bertambah melotot melihatnya. “Apa? Kau marah? Bukankah harusnya aku yang marah? Hah?” suaranya meninggi tanpa ia duga.

Gigi Henry menggeletuk menahan amarahnya. Tangannya terangkat secara refleks bersiap untuk menampar Ryeowook yang begitu menyebalkan—menurutnya.

Mata Caramel indah itu menutup rapat bersiap menunggu hantaman keras yang pasti akan terasa sangat menyakitkan. Ia tidak bisa melawan lagi, sungguh…yeoja ini bahkan tak pernah sekalipun mengotori tangannya dengan memukul orang lain. Ryeowook selalu berusaha untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Dan sekarang saat ada seseorang yang akan menamparnya…ia bingung harus bagaimana.

Merasa ada yang aneh karena tamparan keras yang sudah ia bayangkan akan mendarat di pipi mulusnya, Ryeowook mencoba mengintip keadaan didepannya dan…..matanya terbuka lebar.

“Jangan pernah menyakitinya”

Henry berlalu pergi begitu saja saat seseorang tadi berkata dingin seolah mengancamnya.

Ryeowook masih diam memperhatikan wajah namja berambut ikal kecoklatan didepannya yang baru saja menyelamatkannya. Hatinya merasa hangat kembali begitu mengetahui bahwa Kyuhyun masih peduli padanya. “Goma—”

”—Jangan salah sangka. Aku bukannya ingin menolongmu, aku hanya tidak suka dengan perkelahian seorang yeoja, itu sangat merepotkan” potongnya cepat sambil berlalu pergi.

Ryeowook mendesah kecewa dengan jawaban Kyuhyun. tapi…ia tidak peduli itu, yang pasti Kyuhyun sudah menolong-nya ‘kan? jadi ia harus mengucapkan terimakasih. “Tidak peduli bahwa itu adalah alasanmu, karena pada kenyataannya kau sudah menolongku. Jeongmal gomawo”

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Mendengarkan dengan seksama apa yang diucapkan oleh Ryeowook. wajahnya yang dingin itu mendadak melembut dan tatapan matanya sedikit melunak.

“Meskipun kau sudah tidak menganggapku teman…tapi…aku akan tetap menganggapmu adalah temanku”

“Terserah” jawabnya sambil kembali melangkah. “Cinta itu bebas ‘kan?. aku akan tetap menjadi temanmu tidak peduli siapa kekasihmu” Ryeowook berteriak ketika mengucapkannya berharap Kyuhyun masih dapat mendengar perkataannya.

Ryeowook tersenyum kecil. “Yah~ aku bahkan tidak peduli meskipun kau membenciku, karena bagiku kau tetap temanku” lirihnya kecil pada dirinya sendiri. Ryeowook mendongakkan kepalanya berharap agar air matanya tidak jatuh lagi. Sudah cukup ia menangis untuk hari ini. Ia tidak mau nati sampai rumah Yesung dengan mata yang sembab.

“Hah~ semangat Ryeowook-ah. Fightiing~” memberi semangat untuk dirinya sendiri dengan mengepalkan tangannya dan menunjukkannya di udara.

.

.

.

Meskipun itu hanyalah sebuah alasan, tapi aku tetap senang.

Setidaknya aku merasa bahwa kau masih peduli padaku.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Sungmin berjalan bersisihan dengan Kyuhyun. yeoja kelinci ini hanya memasang wajah manis seperti biasanya, dan menutupi segala sesuatu yang sebenarnya sangat menyakitkan untuknya. Tangannya mendekatkan dengan jemari Kyuhyun lalu menggandengnya erat. Kedua pipinya bersemu merah memikirkan tentang hal bodoh yang saat ini ia lakukan.

Kyuhyun yang kaget sonta memandang Sungmin aneh dan terkejut. “Setidaknya biarkan aku menggandengmu. Kita ini sedang pacaran” ucapnya cepat menolak protes dari bibir tebal Kyuhyun yang siap meluncur.

Kyuhyun diam tidak menjawab tapi juga tidak melepaskan genggaman tangan Sungmin. Justru sekarang ia balik menggenggam jemari kecil Sungmin.

Sungmin melihat ke-arah Kyuhyun yang ternyata masih tetap memasang wajah dinginnya sambil menatap jalanan didepannya. Sungmin hanya kembali mengulas sebuah senyum manis. “Maaf~”

“Kenapa kau minta maaf, Kyu?”

Kyuhyun masih tetap memandang kedepan tak mau melihat wajah Sungmin. “Kau pasti sedih melihat semuanya”

“Apa?”

“Padahal aku sudah berjanji untuk belajar mencintaimu, tapi tadi justru aku hampir mendorongmu hanya untuk masuk ke kelas dan menahan tangan Henry”

Yeoja bermata bulat itu mengangguk. “Ya, aku memang sedih tapi itu tidak apa-apa. Karena…aku pikir mungkin masih butuh waktu untuk melupakannya” katanya pelan sambil ternyum lagi kepada Kyuhyun.

Tak ada tanggapan dari Kyuhyun.

Keduanya saat ini berniat tidak pulang lebih dulu dan memilih untuk menjenguk Donghae di rumah sakit. Dan sepertinya Kyuhyun juga tidak membawa motor jadilah mereka menaiki Bus hari ini.

Keduanya duduk berdampingan. Senyum tak pernah lepas dari bibir berbentuk ‘M’ itu membuat Kyuhyun sedikit jengah. Jinja…apa Sungmin sebegitu bahagianya sampai-sampai selalu tersenyum?

.

.

.

Belajar menyukai sesuatu yang tidak kau sukai?

Apa kau serius?

Itu memang tidak masalah sih, tapi….itu sangat membutuhkan perjuangan yang keras.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Kau masih berusaha untuk membuatnya melepaskan Donghae?”

Namja tinggi dengan rambut kemerahan itu bertanya pada Henry yang kini sedang menyesap lemon tea yang dipesannya. Henry hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.

Zhoumi, namja yang begitu mirip dengan koala ini mendesah berat mendapat jawaban yang teramat ‘tidak adil’ menurutnya. Well, mungkin sekarang ini memang ia sudah dekat dengan Henry sejak 1 minggu yang lalu dan ia juga sudah mengetahui segalanya dari Henry.

Hanya satu hal yang terlintas dalam pikirannya saat ini yaitu ; Ryeowook. akh~ yeoja itu pasti sangat sedih. Tapi…Zhoumi tidak bisa berbuat apa-apa selain diam. Ia sudah terlanjur jatuh cinta pada gadis keturunan China-Korea ini.

Meskipun tahu bahwa ini semua adalah salah, tapi…..apa boleh buat.

“Apa Oppa keberatan?”

“Bukannya keberatan, hanya saja…apa itu tidak terlalu kejam?”

Henry menggeser gelasnya yang sudah habis itu sedikit menjauh darinya, lalu tangannya ia lipat diatas meja dan matanya menatap tajam Zhoumi. “Tapi Ryeowook jauh lebih kejam”

A-apa?

Lebih kejam katamu? Hei, darimana kau menganggap bahwa Ryeowook itu kejam? Bukankah kau lah yang kejam selama ini?

Apa kau tidak bisa berpikir tentang keadaan dan posisi Ryeowook hingga dengan seenak jidatmu menyalahkannya dalam permasalahan Eunhyuk dan Donghae? ck~

“Dia merebut Donghae Oppa dari Eunhyuk Eonnie” lanjutnya lagi yang semakin menambah kerutan dikening namja koala didepannya. “Merebut? Kau mengatakan bahwa Ryeowook merebut Donghae dari Eunhyuk? Aku tidak setuju dengan ucapanmu?”

“Wae?”

“Daripada ‘merebut’ hal ini jauh lebih masuk akal jika disebut ‘kesalahan’”

Dan sekarang gantian Henry yang mengerutkan keningnya. “Apa maksudmu Oppa?”

Zhoumi menyenderkan punggungnya pada senderan kursi yang tergolong cukup nyaman itu. Kedua tangannya pun ia lipat hingga menampilkan sesosok Zhoumi yang tegas. “Iya, Ryeowook tidak pernah sekalipun merebut Donghae dari Eunhyuk, justru ini semua terjadi karena kesalahannya sendiri yang tidak dari dulu berterus terang”

“……………”

“Sejujurnya…jika Oppa boleh ber-opini, lebih baik kau memberikan motivasi pada Eunhyuk untuk segera mengatakan yang sesungguhnya pada Donghae setelah ia sadar nanti, daripada kau terus-terusan mengecam, menghakimi, dan menekan seseorang yang tidak bersalah”

Bibir Henry bungkam mendengar ucapan Zhoumi. “Ryeowook….dia gadis yang terlalu baik untuk disebut benalu dalam sebuah hubungan”

“Tapi….”

“Meskipun Oppa menyukaimu, bukan berarti Oppa akan selalu membenarkan apa yang kau katakan dan lakukan” interupsinya kali ini berhasil membuat Henry berjengit kaget. Jinja….namja didepannya ini benar-benar tegas.

Ia tidak menjadikan alasan ‘suka-nya’ pada dirinya untuk terus mendukung dan membenarkan setiap ucapannya. Henry menghela nafas lelah. “Aku hanya ingin yang terbaik. Apa itu salah?”

“Semua selalu berkata ‘aku ingin yang terbaik’, padahal mereka melakukannya dengan salah. Berpikiran begitu memang baik, tapi…bukankah apa yang menurut kita ‘baik’ belum tentu ‘baik juga’ untuk orang lain?”

Henry kembali dibuat bungkam oleh pernyataan Zhoumi. “Oppa..”

“Aku hanya ingin semua kembali baik-baik saja seperti dulu” Zhoumi kembali memotong perkataan Henry yang sudah ingin meluncur. Zhoumi mengembangkan senyumnya lalu berdiri dari duduknya. “Nah~ Oppa harus pergi dulu. Maaf hari ini Oppa tidak bisa mengantarmu”

Zhoumi berjalan ke pintu keluar cafe yang baru saja ia datangi bersama Henry. Namja ini pergi dengan menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi. Hah~ permasalahan yang sangatlah rumit. Namja diam bukannya membela Henry, hanya saja ia benar-benar tidak ingin terlibat lebih jauh lagi.

Ia benar-benar tidak mampu jika harus menyaksikan Ryeowook menangis. Gadis itu sudah ia anggap Dongsaengnya sendiri. Ck~ kisah yang membingungkan.

.

.

.

Ketika kau memutuskan untuk menjadi orang yang baik maka saat itu pula kau harus memperlakukan orang lain dengan baik.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Kening Sungmin mengkerut menjadi beberapa lipatan saat dilihatnya Ryeowook yang tengah memberesi barang-barangnya. Terbesit suatu perasaan takut ketika beberapa perkiraan muncul di otaknya.

Apa Ryeowook akan pindah kamar?

Apa ia pindah kamar karena marah padanya?

Atau yang lebih parah Ryeowook akan meninggalkannya dan memutuskan pertemanannya?

“Eonnie~” suara cempreng Ryeowook membuyarkan puzzle-puzzle yang tersusun dengan berbagai perkiraan di otaknya. “Ya?”

Ryeowook mengambil sebuah boneka jerapah kecil lalu memasukkannya kedalam tasnya. “Selamat ne, Kyuhyun sudah mau menerima Eonnie”

Sungmin mengangguk kikuk.

Ryeowook tertawa kecil melihatnya. Tangannya yang kecil itu menutup resleting tas-nya lalu setelah semua beres ia kini duduk diatas ranjangnya dan memandang penuh Sungmin. “Hari ini aku akan pindah”

Mulut Sungmin menganga lebar mendengarnya.

Pi-pindah? Jadi yang ia pikirkan tadi adalah benar?

“Wae?bukankah kau bilang kau akan 3 bulan disini?”

Ryeowook mengangguk setuju. “Awalnya memang begitu. Tapi…aku rasa tinggal di rumah saudaraku akan jauh lebih baik” menjawab sambil menampilkan deretan giginya yang putih dan rapih. “Eoniie~ tenang saja, aku sudah tidak akan mengganggu Eonnie lagi” lanjutnya yang membuat Sungmin sedikit terkejut.

Jadi…selama ini Ryeowook menganggap bahwa ia sangat menganggu dirinya?

Bibir Sungmin terasa keluh saat ini hingga ia tidak bisa lagi berkata-kata. “Sekali lagi Chukkae ne~”

“Ya. aku juga berterimakasih karena ini semua juga berkat kau” jawabnya sambil masih mencoba tenang. Ryeowook tersenyum manis. “Kalau begitu aku akan pergi sekarang. Oppa-ku sudah menjemput ku”

“……………”

Ryeowook mulai beranjak. Tangan-tangannya yang kurus itu menarik koper besarnya yang sudah berisikan barang-barangnya. Gadis mungil itu melangkah menuju pintu dan berhenti sejenak tanpa membalikkan badan.

Ada perasaan yang berat saat harus benar-benar pergi, tapi ini sudah menjadi pilihan bulatnya. Ia bertekad bahwa ia akan tinggal dirumah Yesung selama kedua orang tuanya belum kembali. “Aku harap Eonnie dan Kyuhyun akan langgeng” mengucapkan tanpa membalikkan badannya dan langsung menggapai kenop pintu. “Aku harap kau akan merindukanku”

Blam!

Pintu itu tertutup rapat. Meninggalkan seorang Sungmin yang sendirian. Sendirian lagi dan tanpa seorang Roomate. Hah~ 1 bulan ia tinggal bersama dengan yeoja mungil itu membuatnya sedikit senang dan terhibur meskipun lebih banyak menyebalkannya. Tapi..jauh dalam lubuk hatinya ia benar-benar senang dengan Ryeowook.

Sungmin merasa tak sendirian dengan adanya Ryeowook. tapi sekarang…….

.

.

.

Sekarang semua sudah kembali seperti apa yang kau harapkan

Lalu kenapa kau merasa kesepian?

Bukankah 1 bulan yang lalu kau amat benci dengan keberadaan gadis menyebalkan itu?

Hah~ waktu memang selalu dapat mengubah segalanya.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Sudah siap untuk kembali?”

Namja dengan memakai kacamata hitam yang menghalangi Obsidian kelamnya itu bertanya sambil tersenyum tipis kepada Ryeowook. ia berdiri menyandar pada pintu mobil-nya. “Ya, aku merindukan rumah. Tinggal dirumah jauh lebih menyenangkan aku rasa” bohongnya yang jelas-jelas diketahui Yesung.

Tak ada jawaban lagi dari Yesung, karena tanpa ia tanya lebih jauh pun ia sudah bisa menebak bahwa semuanya adalah kepura-puraan. Yesung berjalan menuju bagasi mobilnya lalu membukanya lebar-lebar mempersilahkan Ryeowook untuk menaruh koper besarnya kedalam.

Brak!

Ryeowook menepuk-nepuk tangannya seolah menghilangkan debu yang menempel ditangannya. Yeoja itu menyengir lebar kepada Yesung yang dibalas dengan acakan gemas di poni depannya. “Hm~masuklah” titahnya lembut. Tak mau membantah lagi segera saja yeoja mungil itu masuk dan duduk disamping kemudi.

Bugh!

Pintu mobil itu tertutup saat Yesung menutupnya sedikit keras. Tanpa menunggu lama ia mulai melajukan mobilnya.

Yesung sibuk memandangi wajah Ryeowook yang datar. Yesung teramat tahu kalau yeoja yang duduk disampingnya ini pasti sedang memikirkan banyak hal. Ia ingin membantu..tapi ia sendiri juga bingung harus membantu bagaimana.

“Aku sudah keluar dari klub Dance” suara lembut itu memecah keheningan yang menyergap hampir 20 menit berjalan. Yesung tersenyum tipis. “Mengembangkan hal yang sudah kau kuasai itu jauh lebih baik daripada harus belajar sesuatu yang baru dan jelas-jelas amat bertolak belakang dengan dirimu”

Ryeowook mengangguk lemas. “Ne. Oppa benar. Sepertinya aku memang tidak berbakat dalam dance, dan juga seharusnya aku tidak memaksakan kehendak ku”

“Apa untungnya menyesal? Daripada menyesal lebih baik memperbaiki, ‘kan?” ujarnya dengan bijak. Yesung memang selalu begini. Namja tampan dengan mata Obsidian itu sering sekali berterus-terang. Karena prinsip hidupnya adalah lebih baik berkata terus terang daripada harus bermulut manis didepan tapi dihati mendumel. Kkk~

Sekali lagi Ryeowook hanya mampu mengangguk lemas. Ia tidak pernah bisa menang jika harus ber-agument dengan namja tampan yang dulu sempat ia cinta. Gadis mungil itu menyenderkan punggungnya, tangannya yang sebelah kiri ia gunakan untuk memijat pelipisnya.

Hah~ berat sekali persoalan yang harus ia hadapi saat ini. ‘Semangat Ryeowook-ah’—kata hatinya mencoba untuk menyemangati. “Oppa~ aku akan tinggal dirumahku saja”

Alis Yesung terangkat. “Kau serius? Bukannya kau memutuskan untuk tinggal di Asrama karena kau benci kesepian dirumah? Tapi kenapa sekarang—”

“—Manusia bisa saja berubah ‘kan? jadi tidak perlu kaget jika saat ini dengan tiba-tiba aku berubah” ucapnya memotong omongan Yesung dengan wajah yang ia buat cemberut.

“Tidak usah memaksakan diri begitu. Kalau benci kesepian yaa benci saja. Kenapa harus berkelit?” Yesung berujar dengan nada sarkatis yang terdengar begitu kejam ditelinga Ryeowook.

“Saat ini….yang aku butuhkan hanya kesendirian. Aku ingin berfikir dan sendiri dulu” akunya sambil menundukkan kepalanya melihat pergerakan jemarinya yang memlintir-mlintir ujung bajunya yang sedikit panjang. “Ne~ baiklah. Tapi…jika kau merasa kesepian kau bisa datang pada Oppa”

Tangan Yesung terjulur membelai halus kepala bermahkotakan coklat madu yang tergerai indah itu. “Gomawoyo~”

Sebuah tawa tertangkap indra pendengaran Ryeowook yang membuatnya menautkan alisnya bingung. Ia menoleh kesamping dimana dilihatnya Yesung yang sedang menahan tawanya mati-matian. Ryeowook benar-benar tidak mengerti. “Apa yang Oppa tertawakan?”

“Ah..hh..haha..tidak ada..haha” menjawab dengan masih terkadang diselingi dengan tawanya. Ryeowook mendengus jengkel. Gadis ini tidak mau bertanya lagi dan memilih untuk memainkan ponselnya dengan sesekali mengetik sebuah pesan untuk seseorang.

“Kau itu sejak kapan berubah menjadi melankolis begini. Tenanglah~ semua pasti akan membaik dan kembali seperti semula” Yesung sudah bisa mengendalikan tawanya dan mengucapkan beberapa kalimat penyemangat untuk Ryeowook.

“Hah~ aku juga berharap begitu, Oppa. Setidaknya jika Donghae Oppa ada disini..aku..hh..aku bisa sedikit tenang” kristal-kristal bening itu sudah menggenang menjadi titik-titik sungai yang siap meluapkannya dan membasahi pipinya.

Namun sebelum kristal-kristal bening itu jatuh ia sudah lebih dulu menghapusnya cepat.

Yesung tersenyum masam mendengarnya. Ada sebuah perasaan sakit yang menusuknya. Kata-kata yang baru saja keluar dari bibir cherry itu sangat membuatnya merasa tak dibutuhkan. Yesung merasa tidak berguna, merasa kehadirannya dalam hidup Ryeowook adalah yang nomor dua setelah namjacingunya—Lee Donghae.

Tapi…tidak ada yang bisa ia salahkan selain dirinya sendiri. Yah, ia mungkin menyesal dengan keputusannya yang dulu dan pergi meninggalkan gadis yang teramat ia cintai. Tapi…ia tidak punya pilihan lain lagi saat itu. Hingga jalan pergi ke luar negeri dengan berbagai alasan yang ia buat.

Dan sekarang hasil yang ia dapat adalah, sosoknya sudah mulai tergantikan. Ryeowook yang dulu teramat mengaguminya, Ryeowook-nya yang polos yang dulu selalu menatap kagum pada dirinya kini sudah berubah.

Yesung mencengkram erat kemudinya. Meluapkan segala kekesalan yang bertumpuk dihatinya.

“Tapi…dengan adanya Yesung Oppa, aku juga bisa bertahan sampai sejauh ini”

Yesung melirik kaget memandang Ryeowook yang tengah tersenyum manis padanya. “Setidaknya aku masih punya beberapa orang yang peduli padaku, itu sangat berarti untukku” katanya dengan polos yang membuat Yesung ikut tersenyum manis.

Hah~ meskipun Ryeowook sudah berubah—menurut Yesung—tapi baginya terkadang ia juga masih suka terlihat begitu polos dengan pemikirannya yang terkesan sederhana dan tidak neko-neko. “Hn. Jika kau kelelahan nantinya, kau tahu dimana tempat kau bersandar”

Ryeowook terkekeh kecil mendengarnya. ‘Tempat kau bersandar?’

Ryeowook mengangkat kedua bahunya acuh dan memasang earphone dikedua telinganya. Mungkin mendengarkan music-music yang menenangkan bisa sedikit melegakan. Tanpa sadar matanya tertutup rapat.

Namja tampan dengan kepala jumbo itu menggelengkan kepalanya lucu. “Dasar.”

.

.

.

Semua hal yang menimpamu itu selalu berhubungan dengan waktu

Selalu ada waktunya kapan kau akan berada dibawah dan kapan roda itu akan membawamu ke-atas

Tidak peduli bagaimanapun kau selalu mengeluh atau tersenyum dalam menghadapi segalanya

Karena pada akhirnya, waktu hanya akan menyediakan 2 jawaban;

Kebahagiaan dan Kesedihan ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Gadis mungil itu tersenyum kecil sambil membolak-balik sebuah album photo kecil yang setiap lembarnya selalu berisikan fotonya dan Donghae. Ia sangat merindukan Donghae dan tak pernah lelah untuk berdo’a agar Donghae segera bangun dan sadar.

Meskipun ia terlihat tenang-tenang saja dan terlihat begitu santai ketimbang keadaan Eunhyuk yang selalu terliat menggalau, tapi sebenarnya ia jauh lebih menderita dari apa yang ia lihat. Bukannya ia tidak mau mempertunjukkan kesedihannya pada orang lain. Hanya saja…………

—Rasanya begitu menyedihkan. Memang apa perlunya memberitahukan keseharian maupun kesedihan kita pada Dunia?—begitulah Ryeowook berkata.

Tangan Ryeowook membalik pada lembaran terakhir pada Album photo tersebut. Tidak ada satu foto sekalipun. Semuanya kosong sama seperti hatinya yang terasa hampa.

Ia menarik nafas dalam untuk mulai tegar dan tidak meneteskan air matanya lagi. Tangannya terangkat sedikit keatas mengambil salah satu pena yang berada di sebuah tempat alat tulis yang terletak dibagian atas meja belajarnya.

Tangannya yang mungil itu mulai perlahan menggoreskan tinta-tinta hitam itu menghiasi satu lembar kertas sobekan yang ia ambil dari buku dengan motif Sinchan. Jemarinya dengan lincah menulis seolah ia sedang mengarang sebuah cerpen dengan karangan bebas. Akh~ tapi sepertinya kalian salah.

Lihat!

Gadis mungil itu terkadang berhenti sejenak untuk menutup matanya. Entah apa yang ia sedang pikirkan tapi yang pasti itu ada hubungannya dengan sesuatu yang ditulisnya.

.

.

.

Ryeowook berlari kencang melewati koridor rumah sakit yang sudah sedikit lenggang karena memang ini sudah menginjak pukul 10 malam, seluruh pasien sudah diharapkan tidur. Gadis mungil ini terus saja berlari dan tidak peduli jika derap langkahnya akan membuat pasien terganggu.

Ryeowook menghapus kasar lelehan air matanya yang terus saja bercucuran tanpa henti. Ia menghapusnya tanpa sedikit pun mengurangi langkah cepatnya. Yang ada dipikirannya sekarang adalah sampai pada salah satu ruangan yang sering ia kunjungi dan sesegera mungkin melihat keadaan namja yang sudah satu Minggu ini tertidur.

Nafas Ryeowook terengah-engah. Ia sudah berada didepan pintu bercat putih. Kedua tangannya bertumpu pada kedua lututnya mencoba menstabilkan nafasnya yang memburu. Sebelah tangannya terangkat menghapus keringat dipelipisnya yang membanjir.

Setelah nafasnya sudah teratur ia mulai menegakkan badannya dan tangannya terjulur kedepan untuk meraih gagang pintu. Ryeowook membukanya dengan perlahan takut-takut jika seseorang didalam sana mungkin saja sudah tertidur dan mengganggunya.

“ 9 Tahun”

Ryeowook kembali menutup sedikit pintu yang ia akan buka dan hanya menyisahkan cela kecil guna menguping pembicaraan didalam sana. Dadanya berdesir aneh melihat kedua orang didalam sana yang sedang saling memandang.

“9 tahun aku menyukaimu”

Deg!

Jantung Ryeowook mencelos mendengarnya. Ia tidak mengerti mendapat kekuatan darimana untuk terus berdiri tegak menguping pembicaraan kedua orang yang bersahabat tersebut.

“9 tahun aku memendam perasaan ini, 9 tahun sudah aku selalu berpura-pura baik-baik saja ketika melihatmu dengan gadis lain, 9 tahun ini aku berusaha untuk terlihat olehmu…” gadis blonde yang diketahui adalah Eunhyuk itu menjeda kalimatnya dengan sedikit menghapus air matanya.

Ryeowook diam membatu. Gadis itu mengalihkan perhatiannya pada wajah namja tampan yang sudah sangat ia rindukan. Dari wajahnya, dengan jelas Ryeowook dapat melihat bahwa namja itu amatlah terkejut dengan pernyataan Eunhyuk.

“….dan 9 tahun sudah cinta ini tak berbalas”

Tes!

Air mata itu jatuh begitu saja.

Tidak hanya Eunhyuk dan Donghae yang menangis, tapi yeoja yang berdiri didepan pintu yang sedang menguping itu pun turut menangis dan ikut merasakan sebuah perasaan kebas yang sangat begitu terasa dihatinya.

Ryeowook memandangi sorot mata Donghae pada Eunhyuk yang tampak menyesal. Entah kenapa munculah sebuah perasaan takut. Ia sungguh takut bahwa tatapan mata Donghae yang menyesal itu sebuah pertanda bahwa karena Eunhyuk baru mengungkapkan segalanya sekarang.

Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak, ini semua tidak mungkin. Selama ini Donghae hanya mencintainya ‘kan? tidak mungkin’kan jika namja ini akan berbalik mencintai Eunhyuk dan meninggalkannya?

Pikiran-pikiran negative muncul begitu saja dalam benaknya. Ia tidak mengerti bagaimana bisa ia memiliki sifat yang egois seperti ini. Bukankah memang ini tujuannya waktu lalu yang memang berniat memberi semangat dan dorongan untuk Eunhyuk berkata yang sejujurnya pada Donghae?

Akh~ ayolah Kim Ryeowook, kau harus berpegang teguh pada pendirianmu, jangan jadi pengecut yang hanya berani memulai tanpa tahu cara mengakhirinya.

Ryeowook menggigit bibirnya kuat menahan isakan.

Didalam sana Donghae pun kini hanya diam seribu bahasa dengan pandangan kosong yang mengarah pada pupil dark brown dihadapannya. Eunhyuk balik memandang Donghae. gadis blonde itu menunggu jawaban apa yang akan keluar dari bibir didepannya.

Merasa tidak mendapat jawaban dari Donghae, ia kembali membuka suara. “Aku menyukaimu. Walaupun kau selalu menganggapku sebagai temanmu dan terkadang kau tidak mempedulikanku, tapi..aku tetap menyukaimu”

Helaan nafas keluar dari bibir tipis Donghae. seberapapun Donghae terlihat tenang, pada kenyataannya hatinya pun saat ini sedang tidak setenang wajahnya. Namja itu mati-matian menyembunyikan perasaan sesak yang mengumpul dalam dadanya.

“Kau adalah orang yang paling baik dan lucu yang aku tahu, tapi…maaf. Aku..tidak bisa mencintaimu”

Seketika itu pula tangis Eunhyuk pecah. Kedua belah tangannya menutupi wajahnya yang menangis. Eunhyuk tidak kuat mendengarnya. Donghae bahkan tidak membutuhkan waktu 10 menit untuk menjawabnya. Eunhyuk merasa bahwa mungkin dirinya memang bukanlah orang yang berharga untuk Donghae.

Buktinya, balasan dari perasaannya yang sudah bertahan 9 tahun ini pun hanya dihargai waktu yang tidak lebih dari 10 menit. Tenggorokan Eunhyuk tercekat, nafasnya terputus-putus, dan jantungnya berdenyut sakit.

“Mianhae~ aku tidak bisa mencintaimu. Tapi percayalah, aku sangat menyukaimu sebagai sahabatku” lanjutnya lagi dengan suara yang lembut dan lirih.

Eunhyuk masih saja menenggelamkan wajahnya dengan kedua belah tangannya. Rasanya begitu pedih mendengarnya. Sangat pedih ketika seseorang yang sudah lama kau sukai menyukai orang lain. Eunhyuk mungkin sudah tahu akhir jawabannya akan begini, tapi….ia benar-benar hancur seketika.

Donghae menggeser duduknya yang awalnya duduk dimahkota ranjangnya menjadi semakin dekat dengan Eunhyuk. Kedua tangannya terbuka lebar lalu memeluk tubuh bergetar itu dalam rengkuhan hangatnya.

Jujur, Donghae sendiri masih belum percaya dengan apa yang ia dengar. Semua terasa begitu mengejutkan hingga hampir membuatnya pusing. Ia yang baru sadar 4 jam yang lalu dan menemukan Eunhyuk tertidur disampingnya dengan tangan yang menggenggam jemarinya.

Saat itu, Donghae hanya bisa tersenyum karena ternyata Eunhyuk begitu perhatian. Tidak lama setelah ia siuman sang Umma dengan tiba-tiba masuk kedalam kamar inapnya dan terkejut mendapati keadaannya yang sudah bangun.

Segera saja Umma-nya memanggil Dokter yang menangani Donghae.

Suasana tangis dan haru tidak dapat dihindarkan saat itu juga. Kedua yeoja yang berada disamping Donghae tersebut memeluknya erat bersyukur karena pada akhirnya ia sadar juga. Merasa ada yang kurang karena ada satu orang gadis yang belum dilihatnya sejak ia siuman, dengan berani Donghae menyuruh Umma-nya untuk menghubungi yeoja mungil yang sangat ia rindukan yang bahkan sampai detik ini belum juga menunjukkan batang hidungnya.

Sampai pada akhirnya sekarang ini, ketika Umma-nya berpamitan untuk mencari makan malam untuk Eunhyuk karena memang sepertinya Eunhyuk belum makan, lalu terjadilah hal demikian—Eunhyuk menyatakan perasaannya.

Dengan masih memeluk erat Eunhyuk, Donghae mengelus-ngelus punggung Eunhyuk lembut dan menenangkan. “Ssstt…uljima”

.

.

.

Bersahabat itu memang tidak mudah, didalamnya selalu ada kata cinta

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ny . Lee tersenyum memandangi yeoja mungil yang duduk dengan kepala menunduk disampingnya ini. “Kau sudah mendengar semuanya ‘kan? jadi kenapa menangis?” bertanya lembut sembari mengelus surai coklat madu milik Ryeowook.

Keduanya saat ini sedang duduk dikursi yang tidak jauh dari ruangan Donghae. tadi bersamaan dengan Ryeowook, Ny . Lee pun juga mendengar semuanya. Yeoja paruh baya tersebut berdiri dibelakang Ryeowook dan ia tahu bahwa Ryeowook tidak menyadari keberadaannya.

Saat mendengar semuanya Ny . Lee hanya mampu diam dan memandangi ekspresi wajah ketiga orang itu. Ny . Lee tidak bisa memihak siapapun dintara Ryeowook atau Eunhyuk, karena menurutnya untuk masalah seperti ini biarkanlah Donghae yang memilih.

Memang, Ny . Lee juga sempat meneteskan air mata mendengar semua penuturan Eunhyuk tadi. Setelah Donghae memeluk Eunhyuk, Ny . Lee menarik tangan Ryeowook—yang saat itu juga kaget—dan membawanya menjauh dari ruangan Donghae.

Ryeowook menggigit bibir bawahnya cukup keras. “Seharusnya kau bahagia Chagy, karena ternyata Donghae memilihmu”

Kepala mungil Ryeowook menggeleng tidak setuju membuat Ny . Lee mau tak mau tidak mengerti jalan pikiran Ryeowook. “Wae?”

“Eunhyuk Sunbae pasti sedih”

Senyum lembut pun mengembang dibibir yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik tersebut. Ny . Lee sangat kagum dengan sifat Ryeowook yang bahkan masih menaruh rasa simpati pada seseorang yang mencintai namjacingunya.

Sangat jarang kan ada seorang gadis sepertinya?

“Tidak apa-apa. Perlahan, pasti Hyukkie akan mendapatkan seseorang yang lebih pantas untuknya”

“Tapi…”

“…Ssstt~ sudah jangan menangis lagi. Cepatlah masuk, Donghae pasti menunggumu” suruhnya dengan lembut.

Mata caramel cerah Ryeowook mengerjap-ngerjap lucu membuat Ny . Lee terkekeh kecil. “Cepat masuk, Hyukkie sudah keluar barusan” tuturnya.

Ryeowook mengangguk. “Ahjumma tidak masuk juga?”

Ny . Lee tertawa kecil. “Tidak. Ahjumma tidak mau menganggu kalian”. Wajah Ryeowook bersemu merah dan menunduk malu. Dengan gemas Ny . Lee mengacak rambut Ryeowook. “Ayo masuklah~” diulangnya kembali ucapannya. Kali ini tanpa menunggu waktu Ryeowook berdiri dan berjalan menuju ruangan Donghae.

Entah kenapa hati Ryeowook dengan tiba-tiba berdetak dengan cepat. Gugup kah? Oh, Kim Ryeowook, apa seminggu tidak bertemu dengan Donghae membuatmu benar-benar gugup? Kkk~

Dengan sedikit menyemangati dirinya sendiri, akhirnya Ryeowook memantapkan tangannya untuk bergerak memutar knop pintu bercat putih itu.

Ceklek~

Pintu itu terbuka. Ryeowook tidak segera masuk dan justru menyembulkan kepalanya hingga yang terlihat oleh Donghae hanyalah kepala mungil yeojanya.

Manik Caramelnya memandang lekat pada wajah tampan Donghae yang saat ini juga memandangnya rindu. “Oppa~” panggilnya dengan masih pada posisi menyembulkan kepalanya.

Demi Tuhan, Donghae sangat merindukan wajah manis yeojanya, dan bahkan suara imut dan manja itu benar-benar membuatnya ingin cepat-cepat memeluknya saat ini juga. Donghae masih memandangi wajah Ryeowook yang terlihat sebagian saja karena memang ia hanya menyembulkan kepalanya saja.

Bibir Donghae berkedut kesal karena Ryeowook tidak kunjung juga masuk. “Kalau tidak ingin masuk lebih baik keluar saja” katanya dengan nada yang dibuat tegas. Ryeowook yang mendengarnya langsung saja masuk dan berdiri tegak didepan pintu yang ia tutup.

 

Bibir bawah Ryeowook maju beberapa centi karena menahan tangisnya. Gadis ini tidak kuasa menahan lelehan air matanya ketika mendapati keadaan Donghae yang benar-benar sadar dan kini tengah memandangnya dalam. “Hikz..hh..Oppa~” isaknya kecil.

Donghae menghela nafas berat melihat Ryeowook menangis. Untung saja saat ini ia dalam keadaan yang masih sedikit lemas, jika tidak mungkin ia sudah akan turun dari ranjang dan memeluk tubuh mungil itu erat hingga membuat Ryeowook tidak bisa bernafas. Jinja….ia sangat merindukan Ryeowook.

“Ya! apa ini yang ingin kau berikan pada Oppa setelah seminggu tidak bertemu dengan Oppa” ujarnya tegas membuat Ryeowook menghentikan tangisnya. “Mianhae~”

Donghae mendengus kecil. “Bukan Mianhae, tapi cepat kemarilah” terdengar nada memerintah yang amat kental dari suara falsetto Donghae yang sangat ia rindukan. Tangannya terulur seolah menyambut Ryeowook untuk datang padanya.

Ryeowook kembali menangis dan berlari kepada Donghae, menubrukkan tubuh mungilnya pada Donghae yang duduk menyandar dikepala ranjang. Memeluk tubuh Donghae dengan erat sambil menangis.

Donghae tersenyum mendapati respons Ryeowook yang menurutnya sangat berlebihan itu. Namun ia tidak menolak, tangannya yang bebas dari selang infus berbalik membalas pelukan gadisnya. Akh~ ia sangat merindukan harum tubuh gadis mungil ini. “Hikz..”

Bibir Donghae semakin melebarkan senyumnya mendengar isakan kecil Ryeowook. “Wae? kenapa menangis? Kau tidak senang Oppa sadar” tanyanya menggoda. Hah~ Lee Donghae, bahkan saat-saat seperti ini pun kau tetap saja menggoda yeoja mungil itu. Apa kau tidak tahu bahwa akhir-akhir ini ia dalam keadaan yang sangat terpuruk?

“Anio! A-aku senang” menjawab cepat dengan suaranya yang serak karena menangis. “Ck~ kalau begitu berhentilah menangis, kau membuat bajuku basah” berkata jahat sembari melepas pelukannya.

Ryeowook otomatis berdiri dengan tegak karena pelukannya dilepas dan dipaksa berdiri oleh namjacingunya tersebut. “Hapus air matamu itu. Ck! Oppa heran, bagaimana bisa kau terus-terusan mengeluarkan air mata” sindirnya dengan mengamati tubuh Ryeowook mulai dari bawah sampai atas.

Ryeowook menundukkan kepalanya karena tatapan Donghae yang seolah mengintimidasinya.

Alis Donghae mengernyit kesal. Bukan, ia bukannya kesal akan Ryeowook yang menangis, tapi melainkan ia kesal setelah mendapati tubuh mungil yang berdiri disampingnya ini terlihat semakin kurus.

Pipi chubby-nya yang dulu sering ia cubiti pun terlihat sangat tirus, bibir merah cherry yang selalu terlihat lembab bahkan tanpa memakain lipsgloss pun kini terlihat kering dan pecah-pecah seperti terkena sariawan dan oh jangan lupakan lingkaran matanya yang terlihat sangat hitam.

Donghae menggeram kesal melihat keadaan Ryeowook yang sangat terlihat tidak baik-baik saja. Jinja…ia sangat benci melihat keadaan Ryeowook yang seperti ini. Dan apa itu? Kenapa sudut bibir Ryeowook terdapat luka kering?.

Memang sih luka itu sudah hampir hilang, tapi….jangan pernah remehkan ketajaman mata Donghae. lagi pula Donghae juga tidak mungkin meluputkan pandangannya dari tubuh yeojanya. Karena bagaimana pun juga hebatnya Ryeowook mencoba menyembunyikan segalanya, maka semua pasti akan sia-sia.

Hn. Itu karena Donghae sangat memperhatikan setiap detail yang ada dalam diri Ryeowook.

“Apa yang terjadi denganmu?”

Ryeowook mendongak memandang Donghae yang menatapnya datar. Ryeowook dapat merasakan sebuah aura suram yang ada dalam diri Donghae. bahkan telinganya yang selalu menangkap suara lembut dari Donghae pun kini mendadak kaget saat nada yang Donghae gunakan sangatlah dingin.

Ryeowook bingung, memangnya ada apa?

Apa yang salah dengan dirinya?

“Apa?” bertanya takut-takut dan kembali menundukkan kepalanya tak berani melihat Donghae.

Sret. Grep!

Ryeowook oleng karena tarikan cepat dan kasar Donghae hingga akhirnya Ryeowook jatuh terduduk disamping Donghae. wajah Ryeowook sejajar dengan wajah Donghae. manik sehitam mutiara milik namja penyuka ikan itu mengamati dengan seksama dan teliti Ryeowook.

Ibu jarinya menelusuri lingkaran hitam mata Ryeowook. “Apa yang terjadi, hm?”

Ryeowook tidak menjawab. Gadis itu menutup matanya menikmati jemari Donghae yang sudah lama tidak membelainya. “Tubuhmu terlihat sangat kurus dan lingkaran matamu sangat hitam seperti panda” lanjutnya lagi. “Kau tidak makan dengan benar selama Oppa tidak ada disampingmu, hm?”

Ryeowook membuka matanya. “Mianhae~” hanya itu saja yang sanggup keluar dari bibi cherry yeoja mungil tersebut.

Cup.

Donghae mengecup bibir Ryeowook dan sedikit menjilatnya. “Bibirmu bahkan kering sekali” Donghae terus mengungkapkan hal-hal apa saja yang membuatnya kesal. “Pipi ini….kenapa sekarang begitu tirus?” katanya lagi menambahi dengan menusuk-nusuk pipi gembul sang gadis.

hah~ Donghae membuang nafas berat. Percuma saja sepertinya marah pada Ryeowook. toh semua sudah terlanjur ‘kan? ck~

Gyuuuttt~

“A-aaawww” ringisnya sedikit keras yang karena tiba-tiba mendapat cubitan keras dipipinya dari sang ketua umum Osis di sekolahnya itu. Donghae terkekeh kecil melihat ekspresi kesakitan Ryeowook namun ia tahan.

“Ternyata kau benar-benar mengabaikan pesan Oppa, eh?”

“Pesan?” tanyanya tak mengerti. “Iya pesan. Sebelum kejadian ini semua terjadi. Bukankah Oppa sudah menyuruhmu untuk tidak telat makan dan menjaga dirimu baik-baik selama Oppa pergi?”

a-ah?

Ryeowook membuka mulutnya untuk menjawab tapi ia tidak tahu harus menjawab apa. Sehingga hanya bibirnya saja yang menganga tak mengeluarkan suara sedikit pun. Persis sekali seperti ikan yang membutuhkan air.

Pletak~

Kali ini kepala mungil itu yang menjadi sasaran empuk tangan jahil Donghae. “Apa saja sih yang ada dalam otakmu selama Oppa jauh darimu, huh?” masih berbicara dengan nada kesal.

Tangan Ryeowook terangkat mengelus pucuk kepalanya yang berdenyut sakit mendapat jitakan dari namjacingunya. “Mianhae~” ucapnya dengan bibir yang mengerucut imut.

“Ya! berhenti terus-terusan meminta maaf. Oppa bosan mendengarnya. Aigooo~ kau ini..aiisshh” rutukny frustasi. Donghae menyenderkan kembali punggungnya pada kepala ranjang dengan sedikit keras akibat frustasi terlalu berlebihan.

“Aku tahu aku salah. Tapi…aku sudah hidup dengan baik selama Oppa koma”

“Kau pikir Oppa akan percaya?”

“Sekalipun Oppa tidak percaya tapi tetap saja Oppa harus berpura-pura percaya dihadapanku”

Alis Donghae terangkat sebelah mendengar jawaban—yang menurutnya sangat bodoh—dari Ryeowook. “Kau ini, selalu saja punya banyak alasan untuk membuat Oppa tidak marah padamu”

Mata Ryeowook berbinar mendengarnya. “Jadi Oppa tidak marah?”

“Hn”

Ryeowook menampilkan deretan gigi putih rapihnya lalu dengan cepat kembali memeluk Donghae. “Oppa~”memanggil manja dengan kepala yang bersandar pada dada bidang Donghae. “Hng?”

Ryeowook diam sejenak untuk memulai pertanyaan. “Mianhae ne~ gara-gara aku Oppa jadi seperti ini. Coba saja saat itu aku tidak ceroboh, pasti sekarang Oppa tidak sedang duduk dan saki seperti sekarang dan juga Oppa pasti bisa pulang dengan mendapatkan medali emas” tuturnya lirih.

Matanya sudah kembali berkaca-kaca tapi ia tahan agar tak terjatuh lagi.

Donghae mengecup pucuk kepala Ryeowook sayang. “Tidak Baby~ ini bukan salahmu. Yah…mungkin ini sudah jalan takdirnya begini ‘kan? lagi pula sekarang Oppa sudah baikan”

Ryeowook semakin menenggelamkan wajahnya di dada Donghae. “Tapi kau membuat Oppa kecewa, karena kau tidak benar-benar makan dan tidur teratur”

Ryeowook mendongak. Ia terperangah dengan penuturan namjacingunya itu. Kecewa? Dan hanya karena dirinya tidak makan dan tidur dengan baik?

Ryeowook merasa sangat bersalah. Air mata kembali mengalir melalui pelupuk matanya yang bening. Ia terharus dengan apa yang Donghae katakan. Hei, disini keadaan Donghae lah yang paling memprihatinkan, tapi….kenapa justru Donghae yang sangat prihatin padanya?

Ini sangat tidak lucu—Inner Ryeowook berbicara.

“Hei, jangan menangis lagi” Donghae segera menghapus lembut air mata Ryeowook. “Oppa yang membuatku menangis”

“Wae?”

“Seharusnya Oppa tidak sekhawatir ini padaku, karena sekarang ini justru keadaan Oppa lah yang sangat buruk dan parahnya lagi itu karena aku. Hukz…hh..Oppa..hhh…semakin membuatkuh…merasa bersalah..hukz..”

Donghae mendekatkan wajahnya pada Ryeowook dan menempelkan keningnya hingga hidung keduanya yang mancung pun ikut menempel. Dengan lembut digesek-gesekkan lah hidung mancungnya pada hidung Ryeowook.

Mata keduanya beradu dan saling memandang dalam. “Jangan merasa bersalah hanya karena itu, Oppa tidak merasa kau bersalah. Dan lagi jika kau merasa bersalah seharusnya rasa bersalahmu itu ada karena kau tidak ada disamping Oppa saat Oppa sadar”

Ryeowook membulatkan matanya lucu. Akh~ benar juga, ia baru ingat kalau saat Donghae sadar ia bahkan sedang tertidur dimeja belajarnya saat ia menulis tadi. Dan ia baru tahu saat ia tiba-tiba saja terjaga dan melirik ponselnya yang bergetar mendapat panggilan dari Ny . Lee .

Well, hingga akhirnya ia baru sampai di rumah sakit ini pukul 10 malam. Itu pun dengan memaksa Yesung untuk mengijinkannya pergi.

“Apa jangan-jangan karena kau merasa bersalah, jadi selama seminggu Oppa koma kau sama sekali tidak menengok, Oppa?” selidiknya dengan menatap tajam Ryeowook. yang ditatap pun gelagapan ingin menjawab.

“A-anio. Mana mungkin aku begitu” jawabnya dengan cepat dan tak terima. “Meskipun aku merasa bersalah dan seperti tidak punya muka lagi untuk bertemu Oppa, tapi…aku tidak bisa jika harus diam saja”

Donghae menjauhkan wajahnya setelah sebelumnya meniupkan nafas hangat pada Ryeowook. issh, namja ini jahil.

“Jangan berbicara begitu lagi. Bagaimana pun juga kau tidak perlu punya perasaan ‘tidak punya muka lagi untuk bertemu dengan Oppa’, karena Oppa sama sekali tidak menyalahkanmu”

“Tapi—”

”—Kau memang ceroboh saat itu, tapi bukan berarti kau bersalah. Oppa menyelamatkanmu karena Oppa mencintaimu”

Ryeowook menegang sebentar mendengarnya. Ini….adalah kata cinta pertama Donghae semenjak ia datang kemari. “Oppa…aku…” Ryeowook tidak sanggup meneruskan kalimatnya dan justru menundukkan kepalanya.

“Hah~ sudahlah lupakan yang sudah berlalu. Jadikan saja ini sebagai pelajaran agar kau tidak ceroboh lagi. Arasseo?”

Ryeowook mengangguk. “Arasseoyo”

Ryeowook menautkan alisnya lucu melihat tangan Donghae yang merentang. “Apa?” bertanya tidak mengerti pada Donghae. “Peluk Oppa”

Tanpa menunggu lebih lama lagi Ryeowook pun memeluk erat Donghae.

Keduanya saling tersenyum mengumbar tawa.

Terkadang Ryeowook berfikir, bagaimana bisa Donghae bersikap biasa-biasa saja seolah tidak ada apa-apa? Padahal jika mau Donghae bisa saja memarahinya, atau bahkan memutuskannya karena sudah membuatnya jadi seperti ini lalu memilih jadian dengan Eunhyuk—yang terlihat sangat serasi dengannya.

Hah~ bukankah baru saja Donghae juga mendapat pernyataan cinta dari Eunhyuk? Tapi…kenapa Donghae bersikap biasa-biasa saja dan tetap hangat pada dirinya? Setidaknya ‘kan Donghae sedikit merasa bersalah karena menolak Eunhyuk dan menyakiti hatinya?

Eoh, Donghae Oppa aneh!!—pikirnya.

Aigoo~ Ryeowook-ah. Jangan samakan Donghae denganmu. Meskipun kau juga sangat pandai menyembunyikan masalah, tapi Donghae itu jauh lebih ahli ketimbang dirimu. Namja penyuka ikan itu memanglah lebih terlihat santai dalam menanggapi masalah yang ia hadapi.

Berbeda denganmu, kau memang santai dan selalu berkata ‘baik-baik saja’, tapi semua orang bisa melihatnya lewat tatapan matamu yang redup.

“Hei, Baby~ kau ingat ‘kan apa perjanjian kita dulu waktu awal kita pacaran?” suara Donghae mengembalikan yeoja mungil dalam dekapan Donghae tersadar dari monolognya. “Tentu. Tidak boleh ada rahasia diantara kita, dan harus selalu mempercayai pasangan masing-masing jika ada gossip tidak jelas yang mengganggu”

Pukpuk~

Tangan Donghae menepuk-nepuk pucuk kepala Ryeowook seolah berkata ; kau-memang-pintar-nak. Kkk~

“Hmm…memangnya kenapa?” Ryeowook balik bertanya. Tangan mungilnya ia gunakan untuk bermain dengan kancing baju pasien yang dikenakan Donghae dan sebelahnya lagi digunakannya untuk mengelus infus dipunggung tangan Donghae.

Dalam hati Ryeowook membatin, Apa Oppa akan menceritakan perihal Eunhyuk Sunbae?

“Boleh Oppa berbicara jujur?” dari nadanya terlihat sekali bahwa Donghae mengucapkannya dengan hati-hati. Ryeowook tersenyum. Akh~ inilah yang ia suka. Donghae selalu memegang penuh prinsipnya dan benar-benar menjaga hubungannya.

“Tentu saja” menjawab mantab dan memberi sedikit kecupan pada dagu Donghae. kali ini tangan Ryeowook terangkat keatas menyentuh luka dikepala namjacingunya yang  dibalut perban putih dengan lembut. “Apa ini sakit?”

“Sedikit. Jadi bagaimana, apa Oppa sudah boleh berbicara sekarang?”

Donghae kembali membawa arah pembicaraannya serius dan membiarkan Ryeowook menyentuh setiap jengkal tubuhnya yang membuat Ryeowook penasaran. Risih sih, tapi tidak apa-apa karena ia juga cukup menikmati.

“Hu’umb”

.

.

.

Aku tidak berusaha berjalan kepadanya, hanya hatiku yang berjalan sendiri ke hatinya~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Eunhyuk duduk sendirian disalah satu taman yang ada di rumah sakit tersebut. Sebelah tangannya menyangga kepalanya dan memandang lurus kedepan dimana ada beberapa anak kecil yang saling berlarian. Bibirnya melengkungnya senyum indah.

“Benar juga apa yang dikatakan Sungmin. Sekalipun sangat sakit tapi ini membuatku lega” katanya dalam hati sambil menegakkan tubuhnya menyandar pada sandaran kursi dibelakangnya, kedua tangannya ia lipat dan kakinya tertumpu pada sebelah kakinya yang lain.

Mata yang awalnya menatap lurus kedepan itu kini memandang keatas memperhatikan langit biru yang tampak cerah dengan ukiran awan sebagai hiasan langit yang membuatnya semakin terlihat indah.

Gadis blonde tersebut mendesah berat dan menghembuskan nafasnya berat. Akh~ jadi benar ya? bahwa cintaku memang tak akan sampai?. Bermonolog sendiri dalam hati dengan tersenyum miris.

Mata kucing itu mengerling kearah jam tangan yang dipakainya, tidak terasa waktu berjalan dengan cepat. Ugh~ ia bahkan hanya duduk-duduk sejak 1 jam yang lalu tanpa langsung menjenguk Donghae. bahkan ia juga belum sempat mengganti seragam sekolahnya.

Eunhyuk kembali mendesah berat. Jinja…mau sampai kapan ia harus seperti ini. Ia ingin sekali melihat keadaan Donghae, tapi ia masih enggan karena sepertinya ia sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu dengan sahabatnya.

Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya. Ugh~ bagaimana mungkin ia bisa seperti ini? Seharusnya ia tidak perlu malu ‘kan hanya karena insiden pengakuan perasaan saat itu? Seharusnya ia tetap bersikap layaknya sahabat seperti biasanya ‘kan?

Eunhyuk mengangguk-nganggukkan kepalanya membenarkan sisi hatinya yang mendukungnya. Namun, belum sempat ia berdiri untuk segera menjenguk Donghae, seseorang duduk disampingnya dan menarik tangannya hingga ia jatuh terduduk kembali.

“Ya, apa-apaan kau in—Siwon??” Eunhyuk membungkam bibirnya yang baru saja akan memaki orang yang sudah berani menyentuhnya tapi ia urungkan karena ternyata Siwon lah yang melakukannya. Eunhyuk kembali mendudukkan tubuhnya. “Ada apa?”

Siwon diam dan menundukkan kepalanya.

Eunhyuk mengernyit tidak mengerti akan sifat Siwon, namja ini terlihat lesu sekali berbeda dengan Siwon beberapa waktu yang lalu ia temui. Ada apa dengannya? Pikirnya.

“Kau kenapa?”

“Aku hanya sedang merindukan seseorang”

Eunhyuk semakin dibuat tidak mengerti akan sifat Siwon. Eunhyuk mendesah keras. “Ryeowook maksudmu? Cih, ku rasa sekarang gadis itu sedang ada di ruangan Donghae” jawabnya dengan diakhiri dengusan pada akhirnya.

Siwon menggeleng. “Bukan. Bukan dia. Tapi…seseorang yang berharga”

“Nugu?”

“Kibum”

“Siapa dia?”

“Yeojacinguku”

Eunhyuk menganga lebar. Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Siwon. Yeojacingu? Hei, dia sudah punya yeojacingu tapi kenapa seperti masih mengejar Ryeowook, eoh?

“Tapi dia sudah tidak ada didunia ini”

a-apa?

Eunhyuk yang sebenarnya akan bersuara dan mengejek Siwon kini justru menutup rapat kembali bibirnya. “Me-meninggal?” bertanya hati-hati agar Siwon tidak tersinggung dengan pertanyaannya. Siwon mengangguk membenarkan. “Ya, dan itu semua karena aku”

Kini tidak hanya bibirnya yang menganga lebar, tapi mata kucingnya pun melotot tidak percaya. Dalam pikiran Eunhyuk, ia sudah berfikir bahwa mungkin Siwon melakukan pemerkosaan, dan dilanjutkan dengan pembunuhan. Ah, atau mungkin Siwon membunuh gadis bernama Kibum itu karena ia tidak mau menjadi seorang Appa untuk anak yang Kibum kandung, dan oh…ini hanyalah sebuah asumsi seorang Lee Hyukjae yang sangat berlebihan.

Siwon mendengus kecil memperhatikan Eunhyuk yang beringsut menjaga jarak darinya. “Kau berpikir bahwa aku membunuhnya?”

Eunhyuk mengangguk ragu dan takut.

Siwon tertawa kecil. “Yah, memang benar juga sih. Kibum…dia memang meninggal karena aku……

.

Flashback on

Jemari namja tampan berbadan tegak atletis itu mengepal erat seperti bersiap menghancurkan sebuah benteng besar penjajahan. Ia berjalan cepat menuju seseorang, akh ani, maksudku dua orang berbeda gender yang tengah menjajal sebuah cincin dengan sang namja yang memasangkan cincin tersebut dijemari sanga yeoja berkulit bak snow white.

Onyx-nya semakin menatap horror dan tajam kejadian didepan sana yang membuatnya urat-urat dilehernya muncul secara sendirinya karena menahan amarah. Namja berdimple smile—Choi Siwon—itu mendecih kesal ketika sang yeoja—yang sebenarnya adalah yeojacingunya—justru tersenyum senang dengan memainkan cincin yang terpasang dijemarinya.

Sudah cukup!

Siwon sudah tidak mampu lagi lebih lama berdiam diri menyaksikan hal-hal memuakkan yang ada dihadapannya.

Dengan langkah tegak pasti dan penuh dengan aura membunuh, Siwon berjalan mendekati keduanya. tak mau berlama-lama lagi setelah Siwon sampai dibelakang kedua orang yang berdiri membelakanginya, tangan Siwon membalikkan tubuh sang namja dan..

Buagh!

“Brengsek kau” umpatnya dengan kembali melemparkan pukulan-pukulan telak diwajah sang namja yang sudah berani mendekati yeojanya.

“Oppa, hentikan” Kibum memekik kencang dan juga meneteskan air matanya saat itu juga. “Diam, bitch. Kau pun ternyata sama Jalangnya dengan yeoja-yeoja yang sering menggodaku dipinggir jalan” umpatnya kesal dengan masih mendaratkan pukulannya.

Hati Kibum berdenyut sakit saat itu juga. Harga dirinya sebagai seorang perempuan seperti diinjak-injak. Hei, jangan lupakan mereka sedang berada dimana, mereka ini sedang ada di mall yang ramai dengan orang-orang. Bahkan sekarang pun ketiganya kini dikerubungi oleh orang-orang disana.

“Oppa, hentikan~” lirihnya dengan menangis. Air mata sudah tidak mampu lagi ia tahan. Siwon sudah tidak mempedulikannya lagi dan kini giliran kaki panjangnya yang menendang perut sang namja.

Kibum yang tidak tahan langsung saja menarik lengan Siwon dan jatuh bersimpuh melindungi namja yang tadi memasangkan cincin itu pada jemarinya. “Sudah cukup, Oppa~ hikz” isaknya kecil dan mengangkat kepala sang namja untuk ditidurkan dipangkuannya.

Siwon menggeram marah melihatnya. Ia baru saja akan kembali memukul tapi tangannya ditahan oleh dua orang satpam yang sudah sampai ditempat perkelahian berlangsung.

Siwon semakin kesal saja saat ini. Dengan keras ditepisnya kedua satpam yang memegang lengannya seolah ia adalah pencuri yang harus diamankan. “Cih, aku bisa pergi sendiri” ujarnya kejam dan berjalan keluar.

Namja berbibir joker itu berjalan dengan masih mengepalkan kedua tangannya.

Sedangkan sang yeoja mencoba membantu namja tadi untuk berdiri. “Kejarlah~” namja bertubuh tinggi itu pun berujar lembut. “Tapi..Oppa…”

“Gwenchana. Kau harus mengejarnya dan menjelaskan semuanya bahwa aku ini adalah sepupumu yang meminta bantuanmu untuk mencarikan cincin yang cocok untuk yeojacinguku” tuturnya dengan mengelap sudut bibirnya mengeluarkan darah.

Kibum mengangguk. “Jaga diri Oppa baik-baik. Aku akan menemui Oppa dirumah”

Kibum berlari sekuat tenaga demi mengejar Siwon dan menjelaskan semuanya. Memang benar bahwa namja tinggi bernama Seunghyun tadi itu adalah sepupunya, dan Siwon sudah salam paham.

…………….

Flashback off

.

Eunhyuk tersenyum kecut mendengarkan semua cerita yang keluar dari bibir Siwon. Haha, lucu sekali. Hanya karena sebuah salah paham, dan akhirnya berakhir dengan kematian. Ini konyol. “Kau sangat brengsek”

Siwon tersenyum kecil. “Semua orang yang mengetahui kisah ini selalu mengatakan hal seperti itu” jujurnya. “Tapi…hanya Ryeowook-lah yang mengatakan ‘tidak apa-apa. Jangan bersedih, ini memang sudah jalan takdirnya’.”

“Tapi tetap saja, kau brengsek. Kau tak memberikan waktu Kibum untuk menjelaskan semuanya yang sebenarnya dan kau justru mendorongnya hinga….” Eunhyuk tidak meneruskan perkataannya merasa bahwa mungkin ini akan menyakiti hati Siwon.

Siwon mengangguk. “Ya, dan saat aku mengetahui yang sebenarnya, aku benar-benar merasa bersalah dan menangis sepanjang hari. Bahkan aku seperti kehilangan sebagian dari hidupku”

Hah~ Eunhyuk memandangi wajah tampan Siwon. “Apa itu kejadian saat kau selama 1 bulan Absent dari sekolah 1 tahun yang lalu?”

“Ya kau benar. Saat itu Kibum masih berada ditahun akhirnya di sekolah menengah pertama”

Eunhyuk membulatkan mulutnya. “Kalau aku jadi kau, mungkin aku akan berpikir ulang untuk mempercayai apa yang aku lihat saat itu. Jelas-jelas Kibum masih SMP dan kau sudah berpikiran bahwa namja itu berniat menikahi Kibum” tuturnya dengan nada mengejek.

Siwon mendengus. “Saat kau melihat orang yang kau cintai sedang berdiri bersama orang lain dan orang lain tersebut memasangkan cincin dijari manis orang yang kau cintai, apa yang kau rasakan dan pikirkan?”

“…………..”

“Meskipun kau tidak berpikir bahwa itu bukanlah cincin pernikahan karena orang yang kau cintai itu masih sekolah, tapi tetap saja kau pasti merasakan sebuah perasaan sedih, kesal, marah dan kecewa yang memenuhi hatimu. Hingga pada akhirnya kau tidak bisa lagi berpikir jernih”

Siwon menjelaskan panjang lebar dan penuh dengan emosi. Siwon merasa bahwa Eunhyuk seolah-olah berpikir bahwa hal yang ia alami itu hanyalah kecerobohannya. Padahal jika gadis itu yang berada diposisinya bisa saja ia mungkin akan lebih melakukan hal gila yang melebihi dirinya.

Siwon menyeringai kecil memperhatikan ekspresi wajah keruh Eunhyuk. “Kau membayangkan ini semua menimpamu, eh?” kembali mengejek Eunhyuk. “Baiklah~ kau benar. Mungkin…aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu”

Siwon tersenyum. Akh~ akhirnya Eunhyuk mau melihat masalahnya dari sudut pandang dimana Eunhyuk menjadi Siwon. “Jadi…kenapa sekarang kau tidak masuk?”

Eunhyuk memutar bola mata malas, “Nanti saja, disana masih ada Ryeowook. aku…jadi tidak enak jika harus mengganggu mereka”

Siwon mengangguk mengerti. “Baiklah, aku akan menemanimu disini”

.

.

.

Donghae memandang penuh wajah manis Ryeowook. namja penyuka ikan itu masih setia menunggu jawaban dari yeojacingunya. “Jadi benar kau sudah mengetahui semuanya?” ulangnya lagi. Ryeowook mengangguk. “Kenapa kau tidak bilang pada, Oppa?”

Ryeowook mengerutkan keningnya. “Aku tidak berhak mencampuri perasaan orang lain, Oppa”

“Tapi ‘kan setidaknya kau memberitahu Oppa semuanya, kalau mendadak begini Oppa benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Semalam..pasti Hyukkie sedih”

Ryeowook mengangguk. “Dia mencintai Oppa sudah sangat lama, apa Oppa benar-benar tidak menyadarinya?” gantian Ryeowook yang bertanya menyelidik. “Tidak, selama ini Oppa hanya menganggapnya teman. Tidak lebih”

Donghae menggenggam tangan Ryeowook erat.

Ryeowook tersenyum maklum. “Oppa tidak melihatnya karena Oppa terlalu dekat dengannya, atau mungkin ini karena dia selalu berdiri disampingmu” ujarnya dengan menumpukkan dagunya pada ranjang Donghae yang berwarna putih.

Donghae memikirkan kata-kata Ryeowook sejenak.

Akh~ mungkin benar apa yang dikatakan oleh Ryeowook. memang, selama ini ia sepertinya terlalu dekat dengan Eunhyuk, hingga segala bentuk perhatian yang diberikan oleh yeoja blonde itu seolah makanan pokok dalam hidupnya dan ia anggap sebagai bentuk rasa sayang pada seorang sahabat.

Donghae jadi merasa bersalah.

“Kau tahu, Oppa? Seorang pria tidak akan pernah bisa mengabaikan gadis yang tengah jatuh cinta padanya”

“Maksudmu?”

“Yah, meskipun Oppa tidak mencintainya, tapi…tetap saja Oppa pasti masih memikirkan perasaannya, iya ‘kan?”

Donghae memainkan helaian rambut Ryeowook yang dibiarkan tergerai indah. Mata Donghae menerawang jauh kembali memikirkan ucapan gadis kecil disampingnya. Bibirnya membentuk sebuah senyum tampan saat mulai mengerti maksud Ryeowook.

“Hm..mungkin Oppa memang tidak bisa mengabaikan Eunhyuk, tapi Oppa juga tidak bisa mengabaikan seseorang yang Oppa cintai”

Cup~

Dengan sedikit merunduk dikecupnya bibir cherry dihadapannya.

Wajah putih mulus milik yeoja penyuka Jerapah itu memerah seperti tomat matang. Bahkan rona merah yang membuat Donghae gemas itu pun sampai merambat ke telinganya.

Donghae terkekeh pelan dan membelai pipi Ryeowook. “Issh~ Oppa tetap saja suka menggombal”

“Tidak gombal kok, Oppa serius. Mana bisa Oppa mengabaikan orang manis sepertimu”

Blush~

Wajah yang belum sepenuhnya sembuh dari warna merah merona itu kini kembali dibuat merona karena ucapan Donghae. tidak tahan terus-terusan digoda oleh Donghae akhirnya Ryeowook melesakkan wajahnya pada ranjang yang ditempati Donghae, menyembunyikan wajahnya yang sangat memerah.

Donghae semakin tidak bisa menahan tawanya saat ini juga. “Hei, jangan tutupi wajahmu”

“Tidak mau” ucapnya dengan masih mempertahankan posisinya. Tak tahan dengan aksi Ryeowook, akhirnya namja tampan itu pun hanya mampu mengacak gemas rambut Ryeowook. “Dasar.”

Setelah sekian lama diam dalam keheningan, akhirnya Ryeowook mau menampakkan kembali wajahnya yang sudah normal seperti biasanya. bibirnya mengerucut imut. “Jangan menggodaku lagi”

“Iya,iya”

“Oppa~”

“Hng?”

“Kapan Oppa pulang?” Ryeowook berpindah duduk menjadi ikut duduk diranjang Donghae dan ikut menyandarkan tubuhnya di mahkota ranjang. “Mungkin 3 hari lagi. Wae?”

“Aniyo~ aku hanya rindu pada, Oppa”

Kembali diacaknya gemas rambut Ryeowook. “Tenanglah, secepatnya Oppa pulang. Lagi pula Oppa juga bosan disini” akunya sambil mendekap tubuh mungil itu dalam pelukannya. Ryeowook menganggukkan kepala mungilnya. “Oppa~ aku…sudah keluar dari club dance”

What?

Mata Donghae melotot mendengarnya. Dengan cepat dilepasnya pelukannya dan memaksa Ryeowook untuk menghadapnya. “Kau bercanda?”

Donghae menyelami mata coklat caramel didepannya mencari-cari celah kebohongan, namun nihil. Hanya ada sebuah sorot kejujuran.

Nafas Donghae memberat. “Wae? apa ada sesuatu yang terjadi?”

Ryeowook kembali menggeleng. “Aku..aku rasa..aku benar-benar tidak berbakat dalam club itu. Ja-jadi aku memu-memutuskan untuk keluar”

Yah, mungkin itu hanya alasan Ryeowook. tapi pada kenyataannya, Ryeowook melakukan ini karena ia benar-benar merasa bersalah dengan peristiwa yang Donghae alami. Dan lagi, ia masih ingat dengan jelas ucapan Henry tempo lalu yang mengatakan bahwa dirinya tidak lebih berharga dibandingkan dengan sampah.

Ryeowook menarik nafas dalam. “Aku…aku akan mengikuti club vocal saja. Menyanyi mungkin, karena orang-orang bilang suara ku tidak begitu buruk juga” Ryeowook nyengir menampilkan deretan gigi putihnya menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya.

Donghae mau tak mau pun juga ikut menghela nafas berat. “Baiklah~ jika itu memang keputusanmu. Dan…Oppa berharap kau tidak berbohong padaku”

Ryeowook tercekat. Dadanya bergemuruh.

Apa Donghae Oppa tahu kalau aku berbohong?—innernya bertanya.

“A-aniyo~” sergahnya cepat dan membuang muka.

Donghae tersenyum tipis melihat Ryeowook yang sepertinya menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi toh, ia lebih memilih diam dan tak bertanya lagi. Mungkin, Ryeowook masih belum ingin menceritakan yang sesungguhnya padanya. “Baiklah, ayo peluk Oppa lagi”

Grep~

Tanpa mengulang ia langsung memeluk Donghae. hidungnya mencoba menyesap wangi tubuh namja itu yang sudah lama tidak ia rasakan. Ugh~ rasanya tidak ingin melepaskan pelukannya.

.

.

.

Gadis yang sederhana dengan hati hangat dan jujur, akan membuat Pria merasa nyaman bersamanya~^^

Pria itu suka dengan kejujuran.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC~

40 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 15

  1. ah~ moment kyumin yak jga ne..ap nnti d akhir crta kyu bkalan buka hati spnuh.a buat sungmin..knpa seh henry sllu ja cari mslah ma wookie.. wokie kn udh sring trskti tpi dy sll aja cri kslhan wookie..ah~ aq bngga liat zoumi oppa..mank hrus kyk gtu..wlawpun kta suka ma ssorg kta gk hrus sll ngebla dy.. lw slh ne ttp slah..jdi jga hyukie nytain cnta.a..sihyuk tmbh dkat aja ne..humm..apa nnti donghae bkal bnci ma henry gra” dy tw pnyebab wookie kluar dri group dance?? n slma ini henry sllu menekan wookie????.

  2. Aprill~ ini FF sudah lama banget hiatusnya. Kpan kamu akan lanjutkan?? Eon sudah berjamur nunggunyaa. Haha. Suerr deh. Stiap hri eon slalu ngecek loohhh. >.< jebaall, cpat di lanjutin yaaa~🙂 aprill kece dehh.. Heheh.. eh, mian ya kalo komentnya eon gk nyambung. Hihihihi..

  3. sumpah henry bener2 minta di getok tu kpalanya… jd org kok kejam bnget… pake mw ngegampar wook lg untung ada kyu yg nolongin…
    jd kibum kecelakaan karna siwon.. siwon jg sih salah paham ga mw dengerin penjelasan kibum.. karna itu siwon ampe sekarang msh merasa bersalah..
    tu kan knp tiap kali hyuk galau sendiri selalu ada siwon ya??

    yeyy..🙂 hae sadar.. dan yg di cari wook.. ada ya org bru sadar koma tp pervert nya ga ilang doyan amat kisseu2 wook.. #tunjukbanghae

  4. siwon mimpi kejadian buruk itu lagi dan berniat bunuh diri hah untung aja inget ucapan wook,
    disini wook paling menderita dan selalu dapet tekanan beruntung ada taemin ,,kyu apa kamu akan terus bersikap seperti itu kewook,min wook sekarang bener bener pergikan kamu juga sih sikapnya gitu sama wook gara cemburu kyu suka wook walaupu dlam hati kamu kamu suka wook tapi wook terlanjur ngagep bahwa dia udah ngerepotin kamu,,
    yesung dia dewasa banget ya beruntungnya wook,ntar yesung sama sapa ya,,??
    aaa hae sadar .,
    eunyuk bener bener nyatain perasaan dia ke hae ” dag dig dug takut bgt hae plih eunyuk”
    kasian wook harus denger semuanya,,,,,
    yosh hae pilih wook,aigoo umma hae bijak banget,,moment haewook so sweet
    gimana ya reaksi hae kalau tau henry yang udah bikin wook keluar dari club dance dan tertekan,,,??????

  5. a,a,a,a,a,a,a,a,a,a,a,a,a Yasalammmm Berasa udah lamaaaaaaaaa banget nunggu update’tan FF kamu yang ini saeng😀😛 ^_^ . Astagaaaaa. Aku rindu kisah merka “HaeWook” yasalammmm uhhhhh mereka tu bener2 ya pasangan romantis, so sweet, baik hati, Akhhhh mabook *haeWook* againnn ><

    Huaaaa saeng, hahah *berbinar* akhirnya baca chap baru FF ini,, sudah lama aku menantikan updatenya. hihihi *keren*
    Semangat ya ^_^ ditunggu karya yang lain. Faighting ^_^

  6. Wwaaahhhh chap 15 dah updte,,,brrti dkit lg chap 16 nih ug updte…..
    Yyyyyeee…. ↖(^▽^)↗

    Wlupn dh bca chap ni d’screenplay,ttp jj mta aku ngembeng …. ;(

    waaahhhh q slut sma hti’a wookppa bak Malaikat…
    Yh wlaupn ada yeoja lai yg ska sma nmjachingu’a brthun” tp typ jja wookppa mlron prsaan yeoja itu…

    Y ampun slut dah sma ktbhan hti wookppa,,,mw d’ksarin bgaimnapun tp dy enggan tuk mmblas’a lgi dgn kkrasan….
    Wookppa daebakkk…🙂🙂

    yh smga henry lau g ganggu” hbngan’a Haewook stlah hyukppa ngunglapin prsaan’a sma haeppa

  7. gila nich ff daebak bgt. aku udah baca berkali-kali tapi tetep gk bosen”. Hbis ini langsung update chap 16 y.. d’tnggu

  8. ksel lg ma henry…
    astgaaa..jahat.a org itu~
    hyuk yg lbh dlu saqt aj gag bner2 benci ma wook n gag brusha bwt pisahn haewook..

    sneng.a ma sikap.a kyu..wlwpn du mrah ma wook pi dy ttep jd stalket bwt jaga wook..johaeyo kyu~

    sibum..ahh trnyta gt crita.a..
    emnk bner siwon yg slah pi dy jg wkt itu emosi .. gag pkir klo tndakan.a it bwt dy khilangn kibum slma.a..
    wajar siwon ampe saat ini ngrsa brslah..
    moga rasa brslah.a prlhan ilang…

    haewook moment…
    hae pervert…kkk~
    pi salut ma hae yg ttep lbh mlih wook…
    pi eonni msh hrapn enda bklan ma yesung..
    kyk.a kecil kmgkn.a ne..

  9. huuuu……hal yg aq pkirkan nggak trjadi, akhirnya satu mslah trslsaikan dan mudah2an dgan slsainya mslah ini jd awal yg baik bagi smwnya..siwon sama hyuk aja udah sna, kekeke

  10. aigoo henly brani”.a mau ngegampar wook…untung ada kyupil.. kkk~ ^^

    kyaaaa taemin itu shabt sejati.a wook nee.. aigoo saling melengkapi satu sma lain…persahabatan yg indah ^^

    kyaaaaa hae udah sadar… ommo haewook moment bkin envy~ !!!! and ngefly gitu klo baca.a~ ^^…

  11. haaaiiiiii chingu.. aku slalu ngikutin ff mu yg satu ini,,
    trnyta update di blog,,,
    aku pengen tau lg gmn hub haewook akhirnya??? dan nasib yesung?? wkkk..
    boleh donk pw NOTY 16 ny chingu,,,
    Hwaiting nee,,,

  12. aishhh aq tiap.baca kyuwook napa masih nanggis mulu #lapingus

    kyu cintamu ke wook emang g’ bsa hilang,,walaupun alasanmu.nolong wook kau bilang g’ suka yeoja berantem tp aq tau itu bohong ,,bahkan kau.dorong umin demi nolongin wook,,, yah walaupun sampe saat ini kau belum bisa maafin wookie n tetap brsikap dingin ma wookie ,, aq harap cepet membaik,,aq g’ tega liat wook kau jauhi,,
    wlaupun aq suka nyiksa kyu tp aq bner2 dah g’ tega ma dia saeng#huweee

    kkkk~ poor umin ditinggalin ma wook #pukpukumin
    g’ punya roomate again eoh??!!

    bang yeye ma umin aja noh jgn gangguin wook mulu#getok yeye

    zhoumi~ah #hugs gamawo dah.berusaha ngebatalin rencna suami keduaq yg mau nyelkain wook

    henly~ah please stop it!!!

    enhyuk dah lega kan?? hwaiting!!! don’t give up!!!

    aishhh haewook so sweet,,

    pai pai,,,
    chu~wookie

  13. syukurlah hae sadar,,,dan syukurlah hyuk dah mau jujur,,,
    hah,,bnr2 melelahkan,
    nah next chap dah d pw,,oen blh kn minta pwny nanti saenggi???

  14. Hooray..akhirnya donghae sadar kekeke…momen haewook ny manis..donghae bener2 the one utk wookie baby..hihihi..bkn hanya dgn kata tp jg perbuatan donghae nunjukin klo donghae sayaaaang dan cintaaa wookie baby…😉
    Heummm penasaran..klo donghae tw apa yg terjd k wookie slm dia koma gmn y??

  15. hy chingu aku leeta , aku baru tau ternyata kamu update ff nya di blog yaa , mian baru comment sekarang ,,
    rassa pengen gampar tu henry dsini ,,,
    akhirnya hae oppa sadar juga ne , haewook momentnya so sweet ,,,
    lalu bgaimana dengan hyukkie selanjutnya , dia tiddak akan misahin haewook kan ???

  16. yey… Hae Oppa siuman,,,,
    Eunhyuk ditolak ma Hae,, makin cinta deh ma Hae, tegas walaupun tetep evil ma Wookie,,, Makin so sweet….
    Thor, ko di protect c??? pasword wat chap 16 ne…

  17. hah ~~ donghae’y udah sadar
    aakh aku kira donghae bkal ilang ingatan dan ga bakal ingat sama wookie ,,
    Suka sama moment’y haewook dsini ,,
    Maniiiiiisssss 😀

    Huh ga suka sama henry disini ,, berasa pend getok tuh kepala gara” selalu jahatin wookie

  18. yey..hidup wookie..gtu donk wookie..kta hrus brni nglwan org yg sllu nylhin kta yk gt..itu kn gk slah kta..biar ngelongo tu henry.. akhirnya hae sdar jga..bru sdar udh dpt prnytaan cinta..pi ksian hyukki.. moment sihyuk bnyak jga..ap mrka bkal jdoh d ff ini

  19. Saengi knp rasa’a sakit bgt yaaaa….T_T
    Semoga ajah Hae emg bnr2 mencintai wookie n g bakal berpaling ke Eunhyuk…
    Eunhyuk sama Siwon ajah saengi….
    Hehehehehehe…
    Sebenernya aku uda pernah comment pas masih di fn saengi…

  20. chingu..
    Q boleh minta PW-y gak???hee
    Q ada review d screen nma hyunmin..hihihi
    chingu Q suka bgt bca ff mu yg ini al-y bwt Q mpe ngis gt tlalu menghayti abiz hae ppa perfect bgt sc jd cwo syg bgt ma pcr-y Q kn jg pgen pny namja chingu kya gt..hihihi
    Q udh coba tmenan ma chingu d fb tp blm d trima.. chingu krim PW-y d email Q ini aja yc..
    mkasii yc chingu.. U’re the best of Author..hihihi
    Semngat chingu.. cm ff mu yg slalu d nantikan n membuat pensaran..

  21. Apa kibum meninggal gara-gara berantem sama Siwon?siwon pasti menyesal banget deh.taemin benar.ryeowook udah banget menjaga perasaan orang laen.tapi bisa aja sih kalau dia curhat sama orang lain.setidaknya ringan dikit bebannya.ryeowook bukanlah superhero yang perlu menjaga perasaan semua orang.dia juga berhak menjaga dirinya sendiri.meski eunhyuk suka sama donghae,udah lama sekali,tapi tetap aja donghae kan memilih ryeowook.merelakan eunhyuk untuk donghae sama aja seperti ryeowook tidak menjaga perasaan donghae.aku pasti sih,lama kelamaan kyuhyun pasti suka deh sama sungmin.haihh,nggak sanggup ngelihatnya.aku kan fansnya kyuwook.ekekekeke.dan lagian wookie,jangan bohong deh sama donghae.cerita aja semuanya.toh bakalan rumit lagi jika nggak cerita semuanya sekarang.fighting!

  22. uwaaa nemuu FF yg isine wookiee . seneng2😀
    hyyy. aku reader baru ni .
    cerita bagus .. mpe nangis bacanyaa .
    henry tega banget yaa sama wookie . kasihan wookienyaa .
    itu eunhyuk sama siwoon ajaa . hhaha
    kyu beneran mau membuka hatinya buat sungmin ?
    eh eh btw boleh minta PW yang chap selanjutnya g ????
    Jebaaallll . kepo ama lanjutannya niii .:D😀
    gomawooo .

    lanjut terusss neee , fighting

  23. salam kenal aku reader baru kkkk~
    ff yg satu ini jalan cerita seruuuuuu
    kayaknya nanti hyuk sama siwon ne? kkkk /sok tau/
    btw boleh minta pw next chap nya gak.. penasaraaaan kkkk~ fighting buat cerita selanjutnya ya😀

  24. Aduh henry gak ada habis habisnya mengganggu wook,,
    kyu kenpa jadi dingin gt sm wook tp diam diam msih memperhatikan wook,,
    kyumin pacarannya juga datar aja, beginilah krna efek keterpaksaan *sok tau*
    aku kira wook lari lari dirumah sakit karna hae kenapa kenapa ternyata hae udah sadar, syukurlah,, tp wook harus menghadapi satu masalah lg saat dger hyuk ngungkapin cintanya ke hae, walaupun ditolak hae dan memilih dia tp ttp aja wook gak tega sm hyuk, baiknya hatimu wook~

  25. akhirnya haeppa siuman!
    Ne, eonnie jgn buat wookie umma bersedih eoh!…

    Ugh, henry dasar odong ‘?’ sukanya ngerusuh aja!

    Eonnie, pw chap 16 please #puppy_eyes

    Fighting eonnie!

  26. huwaa..tragis bgt .kisah SIBUM ,,slh pham berakhir maut..:-(

    akhir y haeppa sdr jga *kangen haewook moment.
    omo .!! hyukie mendam prasaan ampe 9 thun wah-wah..^^

    salut deh ma mimi, ya meskipun mnyukai bahkan mncintai henry tp dy ttp pd pndrian y~~
    henry mkn nyebelin..*huuh..
    kyu mskipun sperti ngindarin wook tp msh peduli ma wook* jjiahh…kyu ^^
    bang yeye Oppa yg bijaksana..

  27. Mianhe baru review di chap ini karna kenyataan memang bukan sengaja menjadi sider tapi karna baru kemarin naega ngebut baca semua ff neo ..

    Ff ini lebih rumit dari ff yang lainnya, banyak banget cinta yang bertepuk sebelah tangan dan semua namja terpaku hanya pada sosok polos yang begitu ceria, wookie bisa mencairkan suasana yang beku #seneng banget sama jalan ceritanya, naega tidak bisa mengkritik karna kenyataan nya semua ff neo sempurna🙂

    hah… Perasaan nae campur aduk antara marah, benci, kesel, sedih, kecewa dan masih banyak lagi dalam satu waktu karna ngebut baca ff nya, syukurlah donghae oppa udda siuman, semoga ini awal yang baik untuk semuanya, oh iya.. Suka sama sikap zhoumi gege #Bangga gege🙂

    dan semoga ajj haeppa tau kejahatan orang” yang sealu membully wookie ..

    Semangat april-ssi, hanya itu yang bisa naega berikan sebagai bentuk rasa terimakasih, begitu beruntung menemukan blog ini secara gga sengaja🙂

    Jangan marah karna naega sangat telat banget reviews ff nya #KecupBasah :*

  28. haha, baca flashback siwon dg kibum bikin aku jengkel banget sama siwon, masa iya segitunya. -_-
    tpi bener juga apa yg dikatakan siwon.😦
    henry dengerin tuh gebetanmu. gebetanmu yg ehm hanya tau sekilas aja udh bicara yg seolah tau permasalahannya dg baik.
    aaaa, kyu? waeyo? kamu gak bsa gini, tapi entahlah jika kamu kecewa dg wookie, jika aku ada diposisi mu mgkn aku juga saaaangat kecewa dengannya.
    april, aku suka Haewook momentnya. love it. ^^
    wook jangan selalu berbohong akan perasaanmu. karena orang2 yg mencintaimu sebenarnya tau hanya saja (?)
    hyuk udh deh jadi aja dg siwon. ehehe xD
    nice ff april. keep writing ^^

  29. Hiks.. aku udh coment tapi malah gk bisa. Jadi ngetik ulang deh. Kya.. kenpa hyerin melawatkan ff haewook ini. Hyerin baru selesai dari tugas sekolah yang banyak. Ff haewooknya menguras air mata hyerin.. udh seember tau un. Mianhae aku coment di ch ini . Itu kenpa wook yang disalahin atas kecelakaan hae? Padahal kan hae ppa sendri yang nyelamatin wook. Trus henry knp kau menjadi yeoja jahat yng ingin memisahkan wook dari hae..ugh untung tadi si kyu nyelamatin wook dari tangan henry yang mau nampar baby wook.. yah walaupun si kyu pura pura gensi padahal masih cinta sama wook. Oh tuhan akhirnya haeppa sadar dari komanya jadi baby wook gk sedih lagi. Haewook hyerin harap kalaian teap bersatu. Eunhyuk oppa kau dengan sih kuda saja.. kalian cocok loh..lanjut un.. fighting

  30. akhirnya stlh lma koma hae sadar jg,sneng lyt haewook moment lg🙂
    kyu knp ttp mrah am wook,ap kyu ga bza maafin wook n kmbali brtman lg….hyuk ngungkpin prsaan.a ke hae…untng hae ttp mlh wook,tp ksian jg hyuk brthan 9th ttp cinta am hae walau cinta.a ga trblskan..mga hyuk dpr namja yg lebih dr hae🙂

    blh mnt pw cap17??

  31. kyaaaaaaa chukkae hae udah sadar, cepet sembuh ne?
    hehe hae kau melewati kejadian” menakjubkan yg ryeo-baby lakukan kkk~ , bener” woow fantastic..
    hmm emang lbh baik baby keluar dr klub dance, dia lebih cocok di klub music ,kkk suara baby kan baguuus bgt,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s