(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 16

Title : Nothing’s Over Than You

Author : Choi Ryeosomnia

( phiphohBie )

Chapter 16

Rate : T

Cast :

Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Kim Jong Woon aka Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Kim Kibum And other person

Pair :

Haewook, Yewook, Kyuwook, SiWook slight EunHae, Kyumin and other

Summary :

Sebuah cerita cinta yang membingungkan

Membuat semua merasa tersakiti, merasakan ketidak adilan terhadap hidup ini

Sebuah persahabatan yang terselubungi oleh cinta sebelah pihak

Dan sebuah kisah cinta yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan

.

.

.

Saat kau masih kecil, kau masih belum mengerti apa itu arti dari cinta. Kau hanya akan merasakan sebuah perasaan nyaman dan senang ketika kau bersama dengan seseorang yang kau cintai.

Saat kau masih kecil, kau bisa dengan begitu mudah menyatakan kata ‘kepemilikian’ terhadap sebuah objek yang kau jaga.

Saat kau masih kecil, kau tidak tahu bagaimana caranya untuk berbohong dan tidak berkata, ‘Aku mencintaimu’ pada seseorang yang kau cintai.

Saat kau masih kecil, kau bahkan belum tahu bahwa perasaan itu perlahan akan tumbuh dengan pesat seiring berjalannya waktu.

Dan saat kau masih kecil, kau hanya tahu apa itu arti dia dan dirimu.

Ya, kau yang selalu menganggap bahwa dia adalah milikmu.

Yesung termenung di halaman belakang rumahnya. Matanya melihat sesosok yeoja paruh baya―sang Umma―yang tengah menjemur pakaian. Kedua siku namja tampan itu diletakkan diatas meja dan jari-jari tangannya membentuk sebuah hufuf ‘A’ yang menutupi bibirnya.

Obsidian kelamnya memandang lirih Ny . Kim yang yang berdiri membelakanginya.

Berulang kali Yesung menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya dengan kasar. Kakinya sering kali bergerak-gerak gelisah seperti terlihat begitu gusar. Ia tidak sabar ingin memulai pembicaraan dengan sang Umma.

Mata Yesung mengerling pada Smartphone miliknya yang bergetar. Namja tampan ini bertambah gusar ketika nama yang tertera di ponselnya menampakkan sebuah nama seorang gadis yang sampai detik ini masih dicintainya.

Baru saja ia akan mengangkat panggilan itu, sebuah suara yang tidak lain adalah Ny . Kim membuatnya justru menekan tombol merah―memutuskan panggilan.

“Umma~” memanggil lembut dan memberi isyarat pada sang Umma untuk duduk didepannya.

Ny . Kim terlihat menurut dan langsung saja mendudukkan tubuhnya. wajah Ny . Kim tidak jauh beda dengan Yesung, yang membedakan hanyalah bibirnya dan jenis kelamin mereka. “Kau mau bertanya apa, hm?”

Yesung sedikit tenang mendengar nada tenang dari sang Umma. Perlahan sebuah perasaan gusar dan tidak tenang yang sedari tadi menghinggapinya menghilang menjauh darinya. “Tidak boleh, kah?”

“Apa?” Ny . Kim terlihat tidak mengerti dengan ucapan anak semata wayangnya ini. “Wookie~”

Deg!

Ny . Kim sedikit tersentak mendengarnya. Ya, meskipun hanya dengan satu kata yang begitu ambigu dan terlebih menyebut nama ‘seseorang’, tapi Ny . Kim tahu apa yang dimaksud anaknya yang paling ia sayangi ini. “Yesung, ini..tidak bisa?” menjawab dengan nada yang menyesal.

“Kenapa? Aku dan Wookie tidak sedarah,”

“……………..”

“Kita berbeda orang tua, tapi…kenapa Umma melarangku?”

Suara Yesung bergetar menahan tangis. namja bermata Obsidian kelam ini sudah sangat lama memendam semuanya, dan mungkin sekarang sudah saatnya ia harus melayangkan semua protesnya selama ini yang selalu ia pendam.

Ny . Kim menggeleng. “Meskipun kalian tidak sedarah, tapi tetap saja hal yang semacam ini tidak boleh terjadi”

Yesung menatap sang Umma pedih. “Kenapa tidak? Aku begitu mencintai Wookie,” lirihnya. “Kau tahu sendiri ‘kan Umma, kalau aku bahkan sudah berusaha keras untuk mencintai gadis lain, dan bahkan aku pergi ke luar negeri hanya untuk menghilangkan perasaanku ini,” jeda sebentar. Yesung menarik nafas dalam.

“Tapi semuanya sia-sia saja”

Ny . Kim meneteskan air matanya saat ini juga. Hatinya begitu sakit melihat anak semata wayang yang selalu ia jaga harus merasakan sakit karena sebuah masa lalu. Tangan yeoja paru baya itu terangkat dan menghapus titik-titik liquid bening yang membasahi pipi Yesung.

“Mianhae, ne~. Umma tidak tahu jika semuanya akan menjadi begini” katanya meminta maaf dengan menangis sedih. Yesung menggeleng. Seperti tidak setuju jika sang Umma meminta maaf. “Ini hanyalah soal takdir, Umma. Ini bukan salah Umma, kedua orang tua Wookie, atau siapapun itu,”

Yesung juga ikut menghapus lelehan air mata Umma-nya. “Tapi, tidak bisakah jika aku melawan takdir yang ada?” tanyanya dengan nada yang begitu terdengar berharap.

Kepala Ny . Kim menggeleng. “Kau tidak bisa melakukannya” berkata dengan nada yang setegar mungkin. Sungguh, jika boleh jujur sebenarnya Ny . Kim sendiri tidak tahan jika harus terus-terusan membuat Yesung menderita.

Yeoja dengan usia yang sudah memasuki kepala 5 itu selalu berharap agar Tuhan memberikan rancangan takdir yang indah untuk Yesung kelak. Bukankah seorang Ibu selalu berharap yang terbaik untuk anaknya kelak?

Yah, itulah yang selalu dilakukan oleh Ny . Kim .

Yesung menundukkan kepalanya. Tangannya yang awalnya berada dipipi Umma-nya perlahan jatuh begitu saja. Hatinya begitu remuk mendengar semuanya, lidahnya keluh tidak bisa berkata sekalipun itu hanya melafalkan satu huruf.

Kepalanya seperti terjatuhi sebuah batako besar. Pusing dan teramat menyakitkan. Sendi-sendi ditubuhnya seperti tidak bisa menopang berat tubuhnya. seluruh tulangnya seolah keluar dari tubuhnya.

Demi Tuhan, tidak ada yang lebih menyakitkan dari ini semua. Tidak ada yang lebih menyesekkan daripada ketika kau tidak bisa menyatu dengan seseorang yang kau cintai sejak dulu.

Yesung tersenyum masam, “Begitu kah?” air mata turun begitu deras. Yesung sudah tidak peduli lagi jika akan ada orang lain yang melihatnya seperti ini, karena saat ini yang terpenting adalah bagaimana agar rasa sesak dihatinya bisa berkurang atau bahkan menghilang.

“Aku begitu mencintai, Ryeowookie~”

“Umma tahu itu, sayang~” Ny . Kim pun tak mampu berkata-kata lagi.

Mata Ny . Kim memburam karena air mata yang menggenang dipelupuk matanya. “Jika saja waktu itu Umma tidak terlalu depresi karena kehilangan adikmu―Kim Jong Jin―mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi,”

Yesung masih menangis dalam diam. Wajahnya sudah ia telungkupkan dengan tangannya yang terlipat. Telinganya sudah tidak bisa lagi mendengar setiap kata-kata yang meluncur dari bibir indah sang Ibu.

Telinganya mendengung kencang menyebabkan kepalanya semakin sakit.

“Ini semua salah Umma, yang memaksa kedua orang tua Wookie agar mengijinkan Umma untuk menyusui Wookie―yang saat itu lahir dengan selisih satu hari dari Jongjin,”

“………………….”

“Umma begitu terpukul saat mengetahui bahwa Jongjin tidak bisa terselamatkan. Sampai pada akhirnya Umma benar-benar memaksa kedua orang tua wookie agar melakukannya. Yah, Umma tahu…ini semua salah Umma”

Yesung tersentak mendengar umma-nya yang menyalahkan dirinya sendiri. Perlahan Yesung menegakkan badannya, mata Obsidiannya menatap lemah dan iba pada Ny . Kim .

“Jika saja..jika saja Umma tidak menyusui Wookie saat itu…mungkin…hikz..mungkin kau tidak perlu mengalami ini semua, kau..hikz..tidak perlu sampai harus mengorbankan hatimu, dan kau…bisa bersama Wookie”

Yesung berdiri dari duduknya dan memeluk Umma-nya sayang. “Umma tidak perlu berkata begitu, ini semua bukan salahmu Umma~. Bukan!”

Ny . Kim menangis dalam pelukan Yesung. Yeoja paruh baya itu benar-benar merasa bersalah. Karena ke-egoisannya dulu, karena masa lalunya dulu, ia jadi membawa dampak buruk untuk anaknya. “Tidak, tidak, tidak. Umma tidak bersalah. Aku yang bersalah disini,”

“Aku…yang terlalu bodoh hingga tidak bisa melupakan Wookie, yang secara tidak langsung sudah menjadi Dongsaengku” saat mengatakannya, Yesung kembali merasakan sebuah perasaan sakit yang menusuk jantungnya. “Aku bodoh. Seharusnya aku sudah menghentikan perasaan suka-ku pada Ryeowook sejak dulu,―Yesung mengelap air matanya dengan tangannya―tapi aku justru tetap memaksa untuk melawan takdir”

Tangis Ny . Kim pecah saat itu juga.

“Dan saat aku mencoba untuk melupakannya dengan cara menyakitinya―dengan berpura-pura memiliki yeojacingu, aku semakin sadar..bahwa itu semua sudah terlambat. Aku terlanjur mencintainya, melebihi dari seorang kakak pada adiknya”

Air mata Yesung menetes tanpa pernah sanggup Yesung cegah. Kenapa? Kenapa rasanya begitu menyesakkan?

Jika ia boleh memilih, ia benar-benar menginginkan untuk menghilang saja dari Dunia ini. Daripada harus menanggung sakit yang tidak ada habisnya, lebih baik ia mati.

Yesung memejakan matanya rapat dengan masih memeluk Umma-nya. “Apa yang harus aku lakukan?”

Ny . Kim terdiam tidak bisa menjawab. Ia tahu bahwa ini semua tidak mudah. Ia sadar bahwa Yesung pasti sangat tersiksa selama ini. Harus mendapat imbasnya atas apa yang terjadi dimasa lalu.

Tapi…demi semua Dewa dan Tuhan yanga ada dimuka Bumi ini, Ny . Kim sendiri pun tidak tahu bahwa pada akhirnya akan menjadi seperti ini. Yeoja paruh baya itu tidak pernah berfikir bahwa Yesung dan Ryeowook saling jauh cinta ketika mereka tumbuh beranjak dewasa.

Dulu-ya dulu, ia berpikir bahwa dengan memisahkan Yesung dan Ryeowook bisa membuat perasaan sukanya―atau mungkin cintanya―pada Ryeowook bisa menghilang. Tapi ternyata ia salah. Justru anak satu-satunya dalam keluarganya itu semakin mencintai gadis mungil tersebut dan perasaan cintanya tidak pernah berubah sekali.

Ny . Kim tidak mengerti dengan Yesung. Bukankah ini sudah berlalu sejak 3 tahun yang lalu? Bukankah seharusnya Yesung bisa mencari penggantinya? Dan lagi Ryeowook sudah memiliki kekasih―yang ia tahu bernama Lee Donghae.

Tapi kenapa?

Kenapa Yesung masih saja tidak mau berpaling?

Kenapa?

Dan sekarang semuanya sudah jelas. Karena perasaan Yesung yang selalu ingin melindungi Ryeowook, menjaga Ryeowook,dan menemani Ryeowook sudah tertanam terlalu kuat dalam ulu hatinya

Ny . Kim tidak menyesal akan ini semua, justru yang membuatnya menyesal adalah dirinya sendiri.

Yah, karena dirinyalah cinta mereka jadi tidak bisa bersatu.

Jika boleh memohon pada Tuhan, yeoja paruh baya ini sangat menginginkan untuk bisa memutar waktu dan kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semuanya. Tapi…bukankah itu adalah seperti ‘menggenggam udara’?

Yah, itu hanyalah sebuah harapan kosong. Bahkan jika kau meminta pada bidadari cantik dan Malaikat Tuhan pun semuanya pasti tidak akan pernah terkabul.

Ny . Kim memeluk punggung Yesung erat. “Haruskan aku mati saja agar perasaan ini berhenti menyakitiku?” namja tampan bermanik Obsidian itu kembali melontarkan kata-kata yang berhasil membuat nafas Ny . Kim tercekat.

Bruk~

Ny . Kim beserta Yesung melepas pelukan keduanya dan secara bersamaan menoleh pada letak suara itu berasal.

Keduanya membelalakkan matanya dengan lebar, sebelum Yesung sudah lebih dulu mengganti ekspresi wajahnya yang awalnya terkejut itu menjadi ekspresi yang teramat sedih dan kecewa. Bibir Yesung tersenyum kecil melihat seorang gadis mungil yang jatuh terduduk ditanah yang dihiasi oleh rerumputan―yang memang dirawat oleh keluarga Yesung―dengan bahu yang bergetar.

Gadis mungil itu menggigit bibir bawahnya menahan isakan yang akan keluar, tangannya mencengkram rumput disampingnya. Air mata sudah bercucuran melewati pipinya dan turun ke dagunya sampai pada akhirnya jatuh ke tanah.

“Hikz~”

Yesung menutup matanya mendengar isakan kecil yang keluar dari gadisnya―Kim Ryeowook.

Sebelah tangan Ryeowook membekap mulutnya sendiri agar isakannya tidak bertambah keras. Kepalanya menggeleng-geleng ke kanan dan ke kiri, “I-itu..hukz..semua..ti-tidak be-benar..’k―hukz―kan?” suaranya benar-benar bergetar.

Oh, Tuhan.

Apa gadis ini mendengar semuanya?

“Ahjumma~ ini tidak benar, ‘kan?”

Ryeowook tidak mendapat jawaban. Lalu gadis manis ini menatap Yesung meminta penjelasan, dan yang didapat hanyalah sorot mata kejujuran. “Oppa~~”

Suaranya terdengar sangat lirih.

Ryeowook sudah tidak bisa lagi untuk tidak menangis lebih keras.

Ryeowook merasa Tuhan begitu jahat padanya. Tuhan selalu memilihkan jalan takdir yang sangat sulit untuk dilaluinya. Kenapa dengan berjalannya waktu begitu banyak masalah yang menghampirinya, kenapa begitu banyak fakta yang sudah lama terkubur baru ia ketahui sekarang?

Lalu kemana saja dirinya selama ini?

Apa mungkin benar apa yang dikatakan oleh Henry bahwa selama ini ia begitu egois. Selalu berputar-putar pada kehidupannya? Dan tidak pernah melihat ke sekelilingnya hingga ia selalu di cap sebagai gadis yang tidak sensitive? Begitukah?

Ryeowook menelan ludahnya sendiri dengan keluh.

‘yah, mungkin benar apa yang dikatakan Henry’ ujarnya dalam hati.

Dalam pikirannya banyak sekali hal-hal yang memuakkan. Gadis manis itu masih mengingat dengan jelas akan setiap perbincangan antara Yesung dan Ny . Kim . Ryeowook tidak menyangka bahwa kenyataan sebenarnya dibalik berubahnya sesosok Yesung dahulu sewaktu kecil―yang mulai mengacuhkannya dengan alasan memiliki kekasih―adalah karena namja tampan itu berusaha keras menghilangkan rasa cintanya padanya.

Dan lebih parahnya lagi Yesung juga pergi ke luar negeri untuk menghindarinya. Akh~ Tuhan, kenapa semuanya bisa serumit ini?

Selama ini Ryeowook masih berpikir bahwa Yesung tidak pernah sekalipun mencintainya, selalu berpikir bahwa Yesung hanya menganggapnya Dongsaengnya, selalu berpikir bahwa Yesung telah menyakitinya karena mengabaikan perasaannya―yang jelas-jelas diketahui oleh Yesung sendiri.

Dan ternyata…alasannya adalah ini?

Karena Ryeowook meminum ASI dari Ny . Kim?

Hah~ konyol.

Takdir benar-benar konyol. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa takdir bisa membuat sebuah cerita yang menyakitkan hanya karena ‘ASI’?

BAGAIMANA BISA?

Ryeowook masih menangis. Ia masih saja berpikir tentang ‘ASI’. Yah, mungkin benar, bahwa ketika seorang anak kecil meminum ASI dari Ibu orang lain maka secara tidak langsung anak itu juga sudah menjadi anaknya―meskipun itu tidak tercantum dalam perundang-undangan hukum.

Ryeowook menyesal. Sangat menyesal karena selama ini selalu berpikiran buruk tentang Yesung. Jika ia tahu semuanya karena ini, mungkin…Ryeowook juga akan membantu Yesung untuk melupakannya.

Yah, ini semua memang salah.

Ryeowook baru saja tersadar dari segala lamunannya ketika merasakan sebuah tangan yang hangat menangkup kedua pipinya. Mata Ryeowook menatap keatas dimana Yesung yang bertumpu dengan sebelah kakinya yang berlutut membuatnya lebih tinggi dari Ryeowook yang terduduk di tanah.

Yesung mendekatkan wajahnya kepada Ryeowook hingga dahi mereka bersentuhan. Hembusan nafas hangat Ryeowook terasa begitu dekat dengannya. Yesung menutup matanya sejenak, mencoba merasakan kedekatan yang terlihat begitu intim ini berdua.

“Maaf~”

Dan saat itu juga air mata Ryeowook jatuh kembali menuruni pipinya.

Hanya dengan sebuah kata maaf yang Yesung lontarkan, sudah membuat hati Ryeowook nyeri seketika. Gadis mungil itu menutup matanya sedangkan Yesung masih memandangi wajah manis Ryeowook.

Dengan sangat pelan, Yesung memberanikan diri untuk mendekatkan bibirnya pada bibir cherry didepannya. Mengecupnya pelan dan tanpa nafsu.

Ryeowook tidak menolak dan tidak membalas. Gadis itu masih setia menutup matanya dan diam.

Yesung menyudahi acaranya, dengan masih menempelkan kedua dahinya. “Hanya karena aku tidak mengerti Dunia dengan baik, tidak mengerti apa itu kesedihan, mengapa Oppa berbohong? Mengapa dulu Oppa selalu mengatakan semuanya baik-baik saja? Hah?”

“Kau sudah mendengar semuanya,” katanya pelan yang bisa dibilang dengan sebuah pernyataan. “Aku tahu ini salah, tapi aku sudah tak dapat menahan ini semua terlalu lama, aku sudah cukup menderita membohongi perasaanku sendiri wookie-ah”

Yesung mengecup sekilas bibir Ryeowook. Yesung bahkan tidak peduli dengan Sang Umma yang masih mematung disana dengan memperhatikan dirinya dan yeoja manis ini.

“Oppa~”

Yesung tahu bahwa mengucapkannya sekarang sudah terlambat dan sia-sia. Lagipula bukankah cinta mereka terlarang? Bukankah memang dari awal cinta mereka salah?

Hanya saja perbedaannya sekarang Ryeowook sudah tidak lagi mencintainya. “Jika kau mengucapkannya saat dulu, mungkin dengan cepat aku akan menjawab ‘ya’, tapi…sekarang,” Ryeowook menghembuskan nafas pelan.

“Oppa, mianhe. Oppa tahu aku tidak bisa…” Ryeowook tidak sanggup lagi meneruskan ucapannya.

Yesung mengangguk mengerti, “Oppa mengerti itu sayang~. Oppa sudah merelakanmu dengannya, asal kau bahagia Oppa juga pasti akan bahagaia” Yesung mendongakkan kepalanya keatas menghalau air mata yang siap meluncur dari pelupuk matanya.

Hati Ryeowook seperti dicubit oleh sesuatu yang tajam. Tidak hanya meninggalkan sakit ringan tapi juga meninggalkan sebuah sakit yang sangat luar biasa. Gadis manis ini tidak pernah sekalipun melihat Yesung menangis. Bahkan sekalipun Yesung dipukuli oleh Appa-nya, Ryeowook tidak pernah melihatnya menangis.

Dan ini adalah pertama kalinya Ryeowook melihat Yesung―yang selalu menjadi panutannya ketika menghadapi masalah―menangis dan terlebih menangis karenanya.

Ryeowook memeluk Yesung erat. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang Yesung. Rasanya benar-benar menenangkan dan hangat.

Yesung tersenyum tipis. Tangannya membelai lembut helaian rambut coklat madu milik gadis itu, “Aku sudah merelakanmu dengannya, kau harus tersenyum ne?” ujarnya dengan nada yang dibuat selembut mungkin―menyembunyikan tangisnya.

“Opp―”

“―Ssstt~~Saat kau sudah tak bersamanya lagi, kau cukup membalikkan tubuhmu, karena aku selalu berada di belakangmu”

Cukup.

Sudah cukup.

Ryeowook benar-benar tak kuasa dengan semuanya. Perasaannya meledak saat itu juga. Perasaan sakit, dan merasa bodoh karena tidak mengetahuinya semuanya dari awal dan semuanya bercampur menjadi satu.

Isakan Ryeowook bertambah keras. Cengkraman tangannya pada kemeja yang digunakan oleh Yesung dibagian punggungnya ia cengkram dengan erat. Air mata Ryeowook membasahi kemeja depannya.

“Kau tahu, dulu Oppa pernah membaca sebuah novel. Disana tertulis bahwa, ‘menyembunyikan hatimu jauh lebih sulit daripada mengetahui hatimu’,”

“…………………”

“Sejauh ini Oppa mencari tahu tentang kebenarannya dan masih belum dapat menemukan jawabannya. Tapi sekarang, Oppa mengerti bahwa semua yang tertulis disana benar adanya,” Yesung menarik nafas dalam. “Oppa tidak bisa menyembuyikan hati Oppa terhadapmu. Sekarang kau sudah mengerti tentang semuanya,”

Yesung sedikit mengangkat wajah Ryeowook lalu―

Cup~

―mengecup pipinya dengan sayang.

“Maaf ya, dulu pasti kau sangat kesal dan sakit hati karena Oppa ingkar janji untuk mengantarmu ke tempat khursus piano dan beralasan sedang merayakan ulang tahun yeojacingu Oppa―yang sebenarnya adalah teman Oppa. Oppa minta maaf~”

Yesung mengembangkan senyumnya yang menenangkan. Namja ini….meskipun hatinya sudah seperti tak berbentuk lagi tapi masih saja sok tegar dan baik-baik saja.

Ryeowook mencubit perut Yesung sedikit keras menyebabkan sang namja tampan mengadu kesakitan. “Itu sudah tidak penting lagi untukku, karena sekarang aku mengerti kenapa Oppa berbuat begitu” kembali memeluk Yesung erat.

Ryeowook menyamankan tubuhnya dipelukan Yesung. Hatinya teramat lelah, badannya bahkan ikut melemah karena terlalu banyak pikiran dan menangis sejak kemarin. Semua masalahnya semakin hari bukannya semakin habis tapi malah semakin menumpuk.

“Cinta bisa membiarkan orang lain salah paham, karena itu akan bisa mengurangi kepedihan..jika kita sangat mencintai seseorang, bahkan jika kita telah salah mengerti, kita tidak akan menjelaskannya, kita tidak ingin menyakiti orang tersebut lebih dalam,” Ryeowook menarik kedua tangan Yesung dan menyuruhnya untuk memeluk pinggangnya.

“Kita akan lebih memilih untuk tidak melukainya lagi, meskipun itu artinya kita akan terjebak dalam sebuah kesalah pahaman yang berlarut~”

Yesung mendengus mendengar serentetan kalimat yang terlalu bijak untuk diucapkan oleh seorang gadis kekanakan seperti Ryeowook―menurutnya, sih.

“Darimana kau belajar merangkai kata-kata bijak itu? Hm?”

Ryeowook menggumam tidak jelas yang masih terdengar oleh Yesung. “Aku mencontek dari Drama yang sering aku lihat di TV, judulnya 49 days~” berakhirnya dengan itu mata Ryeowook menutup rapat.

Tuh ‘kan benar. Seorang Kim Ryeowook tidak mungkin bisa membuat serangkaian kalimat bijak seperti itu. Memikirkannya Yesung jadi tertawa geli sendiri.

Dilihatnya kebawah mengintip wajah damai Ryeowook. terasa deru nafas Ryeowook begitu tenang.

Akh~ dia tertidur begitu cepat dan bahkan dengan keadaan bersimpun diatas tanah dengan Yesung sebagai penopangnya. Hah~ dia benar-benar lelah sepertinya―batin Yesung.

Yesung menoleh sekilas pada sang Umma yang masih duduk ditempatnya semula. Yesung melemparkan sebuah senyum seperti berkata, semua-akan-baik-baik-saja-

Ny . Kim mengangguk lemah, tangannya mengelap sisa-sisa air mata yang tadi meluncur tak ada habisnya menyaksikan interaksi kedua orang yang berarti untuk hidupnya.

Ny . Kim menghampiri Yesung. Dilihatnya wajah Ryeowook yang terlihat tenang. Lalu tatapannya beralih pada Yesung. Ny . Kim mengmbangkan senyumnya. “Dia begitu merasa nyaman dekat denganmu” berujar sambil berlalu meninggalkan Yesung dan Ryeowook setelah sebelumnya memberikan kecupan hangat dikening yeoja mungil yang tertidur pulas itu.

Yesung tersenyum kecut. Yah, benar. Ryeowook memang selalu nyaman selalu didekatnya, tapi sayangnya ia tidak bisa bersama dengan Ryeowook.

Yesung mencuri sebuah senyuman dibibir Ryeowook, sedikit melumatnya sampai membuat tidur Ryeowook terusik. Cepat-cepat Yesung menjauhkannya lalu menggendongnya ala bridal style sampai dikamarnya.

Yesung tersenyum menatapi wajah yeoja mungil itu. “Tidurlah yang nyenyak~, ketika kau bangun nanti, aku harap kau tidak mengingat lukamu.”

Cup.

Lagi, Yesung mengecup Ryeowook. tapi kali ini di keningnya.

.

.

.

Kau hanya perlu menganggap ini semua hanya mimpi

Maka saat kau bangun, kau tidak akan merasa sakit lagi~

.

.

.

“Noona, dengarkan aku”

“Aku lelah Kyu, sungguh! Kau melihatku hanya sebagai pelampiasan, kau selalu menatapku, tapi dalam matamu hanya ada Ryeowook”

Kali ini keduanya sedang bertengkar hebat disebuah tikungan jalan di kompleks perumahan milik Ryeowook.

Kyuhyun yang memang masih sangat mencintai Ryeowook, diam-diam menjadi stalkernya. Namja berambut ikal kecoklatan miliknya ini memang benar-benar tidak bisa jika hanya menatap Sungmin seorang. Jangankan menatap, untuk melirik perasaan Sungmin pun rasanya sangat mustahil.

Sungmin menahan lelehan air mata yang hampir saja akan meluncur membasahi pipinya. Sekuat tenaga ditahannya tangisnya tersebut. Sungmin tertawa miris melihat keadaannya yang tetap saja tidak pernah bisa dicintai oleh Kyuhyun.

“Aku memang pernah berjanji untuk mau mengerti keadaanmu yang membutuhkan waktu untuk melupakan Ryeowook, tadinya aku mau bersabar menunggumu menyambut hatiku,” jeda sejenak dengan menarik nafas dalam. Mencoba menghilangkah sebuah perasaan sesak yang memenuhi rongga dadanya.

“..tapi ternyata aku tidak bisa lagi menunggumu, karena ternyata aku bukan orang yang sabar”

“Mianhae Noona”

Hanya itu yang dapat keluar dari bibir kissable Kyuhyun. hati Sungmin semakin berdenyut sakit. Tidak adakah kata lain yang dapat sedikit membuat hatinya menghangat?

Dengan sedikit mengangkat kepalanya Sungmin menatap dalam Kyuhyun. “Aku akan benar-benar berusaha keras setelah ini, aku akan melupakanmu” kaki jenjang Sungmin melangkah cepat meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung ditempat.

Sebuah perasaa kosong menampar telak hati Kyuhyun. kenapa?

Kenapa rasanya ada yang kosong saat kalimat terakhir itu terucapkan?

Ada apa dengan dirinya?

Mungkinkah ia sudah mulai mencintai Sungmin? Atau ini hanyalah sebuah perasaan sedih karena sudah tidak memiliki sesosok ‘orang’ yang ia anggap sebagai kakaknya?

Kyuhyun menunduk menatap nanar jalanan yang sudah di aspal itu. Matanya meredup ketika semua beban persoalan hidupnya menghampirinya. Rasanya terasa semakin berat saat ini.

Ia sudah menyakiti Ryeowook dan bahkan bertingkah seolah-olah membenci gadis mungil itu, dan sekarang…

Lee Sungmin.

Ia harus kembali kehilangan satu orang lagi yang dapat mengertinya.

Akh~ Cho Kyuhyun, malang sekali nasibmu.

.

.

.

Sekarang dia sudah benar-benar pergi…

Dan aku juga benar-benar tidak tahu bagaimana cara membuka hatiku yang tertutup rapat~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ceklek!

Pria yang tengah sibuk dengan buku-buku ditangannya itu menoleh ke arah dimana pintu ruangannya dibuka. Sebuah senyum canggung tersungging diwajah tampannya. “Kau terlambat, Kawan” ia memandang jahil sesosok gadis berbalut sepatu flat yang kini berjalan mendekat ke ranjangnya.

Eunhyuk mendengus, “Maaf, tadi Umma menyuruhku untuk menunggunya sampai masakannya selesai―akh ini, Umma menitipkannya untukmu” sebuah rantang kecil berbentuk bulat diangkatnya sampai sejajar dengan dagunya.

Donghae mengangguk mengerti. Ia sedikit membenarkan tempat duduknya agar lebih nyaman. “Apa itu?”

“Soup rumput laut dengan kerang didalamnya, kau suka kerang ‘kan?”

Ia mengangguk. “Nah, ayo makan” Eunhyuk berseru sedikit keras setelah semuanya sudah tertata rapi disebuah meja kecil yang sering digunakan seorang pasien untuk makan. Donghae hanya mampu tersenyum kecil melihat kelakuan gadis kurus itu.

sedikit bahagia juga kalau ternyata hubungan pertemanannya tidak berubah meskipun setelah insiden pernyataan waktu itu, dan tentu saja penolakan yang diberikan oleh Donghae. Mulut Donghae terbuka saat Eunhyuk menyendokkan soup itu kedepan mulutnya.

“Masakan Umma-mu selalu enak, kau harus bisa sepertinya nanti”

“Ya, tentu saja. Lagi pula akhir-akhir ini aku juga sering membantu beliau didapur”

“Benarkah?,” Donghae membuat nada bicaranya seolah-oleh sangat terkejut. “Kemajuan besar”

Eunhyuk kembali mendengus dan tidak menggubrisnya. Ia masih terus saja menyuapi Donghae hingga Soup itu habis dan tak tersisa. “Aku kenyang sekali” ujar Donghae dengan menepuk-nepuk perutnya.

“Aku akan lebih heran jika kau masih berkata lapar” nadanya terdengar sinis dan matanya pun memandang jahil pada Donghae yang tampak tak terima. “Kau menghabiskan semuanya tanpa sisa, tentu saja kau kenyang”

Namja bermarga Lee itu memutar bola mata malas. “Ya, terimakasih sudah mau peduli padaku”

“Apa maksudmu? Kita ini sahabat, tentu saja aku peduli padamu” potong Eunhyuk cepat sambil tersenyum manis. Donghae yang melihatnya mau tak mau pun akhirnya ikut tersenyum meskipun ketara sekali kalau namja itu tersenyum terpaksa.

“Hyukkie~”

“Ya,”

Sebuah raut gelisah terlihat jelas diwajah tampan pria yang kini tengah berpikir akan darimana ia memulai pembicaraan―yang terlalu sensitive―menurutnya. “Apa ini soal kemarin?”

Tepat. Tepat sakali jawaban Eunhyuk.

Donghae hanya mengangguk ragu. “Tidak apa-apa, lagipula aku kan sudah bilang kalau aku hanya ingin kau tahu perasaanku, aku tidak menuntutmu untuk membalasnya” jawabnya dengan diselingi sebuah tawa yang terdengar begitu hambar.

Mutiara hitam itu berkilat sendu. “Aku minta maaf,” Eunhyuk sedikit tersentak mendengar nada bicara Donghae yang seperti orang frustasi. Dalam hatinya Eunhyuk berfikir, ‘Apa Donghae terbebani dengan perasaanku padanya?’

“Karena baru menyadari tentang perasaanmu yang sudah lama menyukaiku” lanjutnya dengan membuang muka menghindari tatapan nanar yang dilayangkan oleh gadis bergummy smile didepannya.

Sungguh, Donghae tidak mungkin bisa mengabaikan perasaan sahabatnya ini. Meskipun ia tidak mencintai Eunhyuk, tapi…tetap saja rasanya aneh jika harus menjalani hari-hari seperti biasa tanpa mengklarifikasi hubungan ini lebih dulu.

Eunhyuk menegang seketika. Tapi itu tidak lama, karena setelahnya ia mengubah gestur tubuhnya tampak tenang kembali. “Aku mengerti. Kau tidak perlu terus-terusan minta maaf, kalau melakukannya berulang-ulang justru aku lah yang merasa bersalah karena telah membuatmu jadi memikirkan tentang perasaanku ini”

Bibir tipis milik namja penyuka nemo itu tertarik keatas membentuk sebuah senyum. “Kalau begitu, terimakasih”

“Aa?”

“Terimakasih karena selama ini kau selalu peduli padaku, selalu berusaha untuk mencoba tidak melukaiku, tapi…” tangan Donghae terangkat mengelus dengan sayang pipi Eunhyuk―yang sebenarnya menghapus lelehan air mata gadis itu―yang tanpa sadar sudah meneteskan air asin itu. “…aku terlalu bodoh sehingga tidak menyadarinya”

Kali ini Eunhyuk kembali meneteskan air matanya dihadapan Donghae. gadis ini terenyuh dengan segala kelembutan sifat yang dimiliki olehnya. Bagaimana ia tidak jatuh cinta dengan namja ini, jika sifat lembutnya saja selalu dapat membuat hatinya bergetar. “Setelah ini aku akan memastikanmu untuk selalu baik-baik saja. Carilah namja lain dan berhentilah mencintai namja bodoh sepertiku”

Eunhyuk tertawa pelan mendengarnya. Namja bodoh. Yah, itu benar. Kau memang namja bodoh Lee Donghae. namja yang tidak pernah sedikit pun mengerti bagaimana perasaan sahabatnya sendiri.

Kepala Eunhyuk mengangguk, “Meskipun itu terasa mustahil…tapi aku akan mencobanya”

“Di Dunia ini tidak ada yang mustahil jika kau benar-benar mau berusaha”

“―Akh~ sudah jam 9 malam. Sepertinya aku harus pulang. Nah, Umma-mu bilang dia akan kesini sebentar lagi. Aku pulang dulu yah, jaaa~~”

Donghae menghembuskan nafas pelan. Sedikit banyak ia tahu kalau Eunhyuk hanya berusaha untuk menghentikan atau mengalihkan pembicaraan dengan cara berpamit pulang. Donghae hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Eunhyuk. “Kau harus bisa melupakanku, apapun itu caranya” bisiknya pelan pada dirinya sendiri.

Tapi jujur, Donghae juga akhirnya bisa bernafas lega mengingat keadaan tidak canggung seperti apa yang ada dalam bayangannya selama ini.

.

.

.

Yang dicintai…rasa penasaran…rasa canggung…

Semua akan terasa biasa

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Henry berulang kali memikirkan apa yang dikatakan oleh Zhoumi. Gadis berjuluk Mochi tersebut sedang berdiri di balkon kamarnya sambil sesekali menggosokkan tangannya ke kedua lengannya yang terasa dingin karena terpaan angin malam.

Matanya memejam dan mulai berpikir tentang beberapa hal kejam―menurut Zhoumi―yang ia lakukan pada yeoja kelewat polos dan selalu berpikir optimis. Apa benar selama ini aku kejam?―begitulah kira-kira isi kepala Henry.

“Aku melakukannya untuk Eunhyuk Eonnie~. Dia sangat mencintai Donghae Oppa, jadi apa aku salah kalau aku berusaha untuk menyatukan mereka?”

Ketika Henry bertanya hal tersebut pada Zhoumi, Henry dapat melihat sebuah sorot tajam yang dikeluarkan oleh namja―yang sebenarnya lama-lama bisa membuatnya berpaling dari Donghae. dengan kejamnya saat itu Zhoumi menjawab;

“Tentu saja itu salah. Mungkin, ya-mungkin, niatmu baik. Tapi…apa kau tidak melihat tentang bagaimana perasaan mereka satu sama lain? Apa kau tidak melihat bagaimana perasaan Donghae dan Ryeowook yang saling mencintai? Dan, coba bayangkan jika kau berada diposisi Eunhyuk―yang bertepuk sebelah tangan―yang pasti akan sangat sedih jika mengetahui bahwa ada orang lain yang membantunya dengan cara yang curang”

“……………..”

“Jika aku berada diposisi Eunhyuk, mungkin aku akan mengalah dan pergi. Yang penting sudah mengatakan perasaan baru semua bisa dipikirkan lagi bagaimana kita harus melangkah kedepan”

Henry benar-benar tertohok saat itu juga. Semua yang dikatakan Zhoumi memang benar. Dan lagi…ia kini sadar bahwa sepertinya dirinya juga pasti akan terlihat menyedihkan jika mengetahui bahwa diam-diam ada yang membantunya dengan cara curang.

Helaan nafas kekecewaan dan penyesalan keluar. “Mianhae, Ryeowook-ah” ucapnya parau. Sebuah perasaan yang kebas mampir dihatinya. Henry mengingat dengan jelas segala tekanan, penyiksaan batin dan juga kata-kata serta umpatan kasar yang ia tujukan pada yeoja kecil itu.

Dimana ia mengejek Ryeowook dengan sebutan sampah, tidak berguna, tidak berbakat, tukang perusak hubungan orang lain, tidak tahu diri dan masih banyak lagi. Ajaibnya, gadis itu tidak sedikit pun membalas umpatan kasar serta perlakuannya. Yeoja itu hanya diam dan menerima semuanya, hingga yang terakhir kali Henry dapatkan hanyalah sebuah bentakan keras dari Ryeowook―itupun karena yeoja bermata Caramel cerah itu membela diri.

Dan, oh. Henry ingat. Ia sempat akan menampar Ryeowook. ya, Tuhan. Henry meremas besi pembatas balkon itu. Hatinya merintih kecil saat membayangkan bagaimana jika ia berada diposisi Ryeowook.

Tidak hanya mendapat penyiksaan darinya, Ryeowook pun bahkan sempat di aniaya oleh sekumpulan nenek lampir yang mengaku sebagai fans Donghae.

Henry menggigit bibir bawahnya hingga sedikit mengeluarkan darah. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya ia jika harus menjadi Ryeowook. pasti ia sudah angkat kaki dari sekolah itu. Bagaimana tidak, kau bahkan sudah dibenci oleh orang-orang karena dituduh membuat orang lain kecelakaan, dan lagi harus menerima caci maki dan kebencian dari siswa lainnya. Akh~ itu pasti sangat melelahkan dan menyakitkan.

“Aku mengerti sekarang” bibir Henry membentuk sebuah senyum manis hingga matanya ikut menyipit.

.

.

.

Memahami rasa sakit itu akan membuatmu berusaha bersikap baik pada orang lain~~^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Dahi Donghae mengkerut saat matanya secara tidak sengaja sekilas menangkap sesosok gadis―yang sepertinya mengintipnya. Donghae kembali memusatkan perhatiannya pada buku yang dibacanya sedangkan sang Umma juga sepertinya terlihat lelah hingga yeoja paruh baya yang teramat disayanginya tersebut tertidur di tempat duduk dengan kepala yang berulang kali manggut-manggut.

Sekali lagi. Ini sudah ke-empat kalinya gadis itu―yang entah siapa tapi jika dilihat sekilas rambutnya, bisa Donghae tebak bahwa dia adalah―

Gadis itu kembali mengintipnya dan dengan cepat kembali menyembuyikan kepalanya. Dan kali ini Donghae yakin bahwa ia tidak mungkin salah. Bibirnya membentuk sebuah seringaian tajam yang terlihat jenaka―jika kalian bisa melihatnya.

―Kim Ryeowook.

Donghae meletakkan buku pelajarannya―yang sengaja ia pelajari karena sudah ketinggalan banyak pelajaran―di meja dekat ranjangnya. Lalu Donghae mencoba membangunkan sang Umma dengan lembut. “Ada apa, sayang?” suara yeoja paruh baya itu terdengar serak―efek mengantuk. “Umma, lebih baik Umma pulang”

Ny . Lee menggeleng. “Kalau Umma pulang, kau dengan siapa disini? Hm?”

Donghae terkekeh kecil. “Tenang saja, malam ini sepertinya akan ada seseorang yang menemaniku”

Ny . Lee mengernyitkan dahinya tidak mengerti. Yah, tapi baiklah. Sepertinya dengan begini ia juga beristirahat mengingat ia besok juga harus bekerja. Menjadi single parent membuatnya harus kerja banting tulang sendiri demi menghidupi dirinya dan juga anak semata wayangnya agar dapat hidup dengan nyaman.

“Baiklah. Kalau ada apa-apa hubungi Umma” dikecupnya pelan kening Donghae yang secara langsung mendapat death glare mematikan dari sang anak. “Aigo~ kau bahkan sekarang tidak mau dicium oleh Umma-mu sendiri”

“Aku sudah besar, Umma” elaknya dengan sebal. Ny . Lee tertawa kecil, “Ya sudah, jaga dirimu baik-baik” yang dibalas dengan anggukan kepala olehnya.

Selepas kepergian Ny . Lee, Donghae kini duduk dengan tenang diranjangnya. Tangannya bersendekap didepan, matanya tak pernah sedikit pun lepas dari arah pintu yang sedikit ada sebuah kaca dipintunya.

Donghae mendengus keras melihat gadisnya―Kim Ryeowook―yang kembali mengintipnya. Ck! Ia sendiri tidak habis pikir, sebenarnya apa yang ada dalam otak gadis itu? Kenapa ia selalu saja membuatnya kesal dengan tingkah anehnya.

Mengintip seperti stalker saja.

Mata Donghae mengerling pada jam disampingnya. “jam 10” gumamnya pelan. “Sekali lagi kau mengintipku, ku pastikan hidungmu akan patah karena menabrak tembok” suara Donghae mengeras sehingga dapat didengar Ryeowook yang ada diluar―yang baru saja kembali ketahuan mengintip oleh Donghae.

Ceklek~

Donghae menyeringai. Akh~ akhirnya.

“Tahan, tahan, tahan Lee Donghae. jangan terlihat bahagia saat ia datang”―innernya berkata.

Ryeowook berdiri dengan cengiran lebar menghiasi wajahnya. Ia yang saat ini menggunakan baju tidur bercorak ikan nemo, sandal rumah berbentuk kura-kura dan oh, jangan lupakan boneka Jerapah ditangannya yang kini didekapnya didepan dadanya.

Sungguh, rasanya Donghae benar-benar ingin tertawa keras melihatnya. Gadisnya…sangat terlihat seperti anak kecil yang kehilangan orang tuanya.

“Hentikan cengiran bodohmu itu. Apa yang kau lakukan tadi, huh? Mengintip seperti teroris yang akan mengebom ruanganku”

Ryeowook mengerucutkan bibirnya lucu mendengarnya. Ia melangkah mendekati Donghae dan duduk dipinggir ranjang namjacingunya yang kini tengah diam-diam tersenyum tipis memandangnya. “Habisnya tadi saat aku memaksa Yesung Oppa untuk mengantarku kesini, dia bilang; ‘gadis yang masuk ke kamar atau ruangan pria dimalam hari itu tidak manis’, jadi…errr..aku mengintip saja”

Donghae mengacak gemas rambut Ryeowook. “Mengintip itu jauh lebih memalukan, sayang” tegasnya dengan tersenyum―yang kali ini tidak ditutup-tutupi. “Eh? Jadi…aku masih manis, ‘kan?”

Bola mata hitam itu merotasi malas. “Hn. Terserah” putusnya. Ryeowook tertawa kecil. “Apa Oppa membenciku karena baru bisa menjenguk Oppa sekarang dan…umh..malam-malam begini?”

Disentilkan pucuk hidung Ryeowook yang memerah karena mungkin terlalu lama diluar. “Bagaimana bisa aku membenci seorang gadis yang aku cintai?” tuturnya sambil meniup hidung mancung Ryeowook.

Selama beberapa saat keheningan itu menyergap suasan diruangan VIP tersebut. Hanya ada deru nafas keduanya yang menjadi suara ditengah keheningan. Donghae menyeringai melihat wajah Ryeowook yang memerah. Akh~ sudah lama juga ya, dia tidak menggoda Ryeowook.

Cup~

Dongae mengecup pipi Ryeowook lembut lalu menjauhkan kepalanya.

Mata Ryeowook melebar. Perasaan malu menyergapnya. Tadinya..umh..ia berpikir bahwa Donghae akan mengecup bibirnya, ternyata…

“Kecewa, eh?”

Ah!

“Ti-tidak. Apanya yang ke-kecewa” sungutnya dengan membuang muka menutupi semburat merah tipis dipipinya yang sampai pada telinganya. Donghae tertawa kecil. Well, asyik juga mengerjai Ryeowook. “Hei~baby,”

“hngg?”

“Apa kau tidak kedinginan tadi pergi hanya dengan menggunakan baju tidur?” Ryeowook menggaruk tengkuknya, “Dingin sih, tapi aku tidak punya waktu lagi tadi untuk berganti pakaian, soalnya Yesung Oppa ada urusan penting” bibir Donghae membentuk sebuah huruf, ‘O’.

“Oppa~ malam ini aku menginap disini, ne?”

Great.

Baru saja Donghae akan menyuruhnya untuk melakukan itu, akh~ ternyata Ryeowook sudah lebih dulu menawarkan. “Lee Ahjumma sudah pulang kan tadi ku lihat, jadi Oppa sendirian. Biar aku yang menemani Oppa” berujar ringan dengan riang.

“Memang kau berani? Kau kan takut dengan rumah sakit” ejeknya. Ryeowook mendelik, “Meskipun aku takut dengan rumah sakit, tapi tetap saja aku harus melawannya agar bisa menemani Oppa, yang begini ini namanya aku benar-benar mencintaimu, Oppa,” Ryeowook meniupkan nafas ke atas hingga poninya ikut berterbangan, “Seharusnya aku dipuji, bukan diejek begini”

Donghae mengangkat bahunya acuh. “Itu hanya hal kecil, semua orang juga bisa melakukannya. Lagi pula memberi pujian pada Angsa kecil yang baru saja bisa terbang akan membuatnya jatuh,”

“Jatuh?”

“Ya, jatuh karena kepalanya mendadak besar”

Ryeowook merengut dengan kata-kata Donghae yang lembut tapi bermakna pedas. Apa-apaan itu, bisa-bisanya Donghae membuat kata-kata yang JLEB seperti itu dan lagi, Hei―dia menyamakan ku dengan se-ekor Angsa?

Dan…

Angsa yang besar kepala? Ck!!

Whatthepuck!!

“Jadi Oppa menyamakanku dengan Angsa?”

Donghae mengangkat sebelah alisnya keatas memasang wajah polosnya dengan ekspresi heran yang dibuat-buat hingga membuat Ryeowook ingin sekali menjitak kepala namjacingunya itu. “Apa aku bilang begitu?” mata Donghae mengerjap-ngerjap lucu.

Ryeowook mengerang. “Aiissh~ sudahlah” tak tahan karena tingkah Donghae yang semakin lama bukannya semakin membaik tapi justru semakin jahil membuatnya jadi kesal sendiri. Jinja…apa pasca kecelakaan itu membuat kepala Donghae gagar otak hingga membuatnya semakin jahil saja.

Ryeowook menarik sebuah kasur lipat kecil yang ada dibawah ranjang Donghae lalu menariknya dan mempersiapkannya dengan senyaman mungkin. Donghae hanya menatap Ryeowook sebal. “Kau akan tidur disana?”

“He?”

Donghae mendengus kecil, “Aku bertanya, apa kau akan tidur disana?”. Ryeowook menganggukkan kepalanya. “Tentu saja. Apa Oppa menginginkanku tidur satu ranjang dengan Oppa?” mengerling jahil pada Donghae yang balik menampilkan seringaian mautnya kembali. “Sepertinya kau yang jauh terlihat begitu antusias untuk tidur disampingku” ujarnya santai dengan masih memasang wajah cool nya.

Ryeowook cemberut. Ia kesal karena namja tampan itu selalu saja mengembalikan setiap godaannya dengan telak. Tak mau meneruskannya lebih lanjut Ryeowook akhirnya lebih memilih membaringkan tubuhnya di kasur lipat itu dengan sedikit pose lucu seperti anak kecil yang meringkuk dengan boneka jerapah didekapannya. Matanya memandang ke atas dimana Donghae yang kini sedang menatapnya. “Aku tahu kalau aku sangat cantik, jangan memandangku terus nanti Oppa bisa terbawa mimpi loh~~”

“Hn. Naiklah”

“Apa?” gadis manis itu mendudukkan tubuhnya dengan kaki yang bersila. Ia mengkerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan maksudnya. “Naiklah. Tidur bersamaku”

What??

Mata Ryeowook melebar.

Donghae menyuruhnya untuk tidur diranjang yang sama dengannya. Well, ia senang sih. Sangat malah. Tapi… mengingat keadaan Donghae yang seperti itu justru membuatnya prihatin. Bukan apa-apa sih, hanya saja ‘kan dia kalau tidur itu tidak bisa diam. “Err…sepertinya aku lebih nyaman disini saja, Oppa” menolak dengan halus sambil tersenyum, berharap agar Donghae tidak tersinggung dengan penolakannya.

“Dibawah pasti sangat dingin. Kau hanya memakai baju tidurmu yang tipis itu dan juga tidak ada selimut. Ayo, naik” mengajak secara persuasif agar Ryeowook dapat mematuhi ucapannya. Namja ini tidak mau mengambil resiko kalau-kalau Ryeowook jatuh sakit. Sudah cukup ia saja yang sakit dan ia tidak berharap kalau Ryeowook pun ikut jatuh sakit.

“Ta-tapi..a-aku ‘kan..kalau tidur..ummm..”

“Berantakan, maksudmu?”

Ryeowook terkejut bukan main.

Donghae terkekeh kecil melihatnya. “Sekali tidur denganmu sudah membuatku hafal hal-hal apa saja yang kau lakukan saat tertidur”

Ryeowook mendengus kecil. Wajahnya memanas mendengarnya. Ugh~ ia sangat malu. Ryeowook sudah berbaring dikasur berukuran tidak terlalu besar karena memang ini adalah kasur pasien. Dengan cepat dipeluknya tubuh Donghae yang sedikit kurus―efek karena koma―dengan erat. Donghae yang tidak mau kalah pun akhirnya juga ikut memeluk tubuh mungil yang dengan tiba-tiba saja sudah menimpahkan kakinya diatas pahanya. “Kau benar-benar manja”

Ryeowook tidak membalas. Ia lebih memilih menikmati setiap deru nafas Donghae yang menghangatkan yang menerpa keningnya. Bibir Ryeowook tersenyum manis melihat betapa eratnya pelukan Donghae terhadap tubuhnya. rasanya…seperti sudah setahun saja. Meskipun pada kenyataannya baru kemarin mereka berpelukan.

“Aku tidak tahu kalau Oppa menyimpan dendam yang begitu besar padaku hingga sengaja membuatku tidak bisa bernafas”

Donghae tertawa kecil mendengar sindiran Ryeowook yang mengarah akan perbuatannya yang terlalu erat memeluk tubuh gadisnya. “Yah, aku akan memberikan nafasku untukmu agar kau bisa bernafas” balasnya tak dengan diselingi tawa kecil.

Kali ini Ryeowook sedikit tertawa lepas. Namja tampan ini memang selalu bisa membuatnya kesal dan memanas sendiri karena ucapannya yang terlewat romantis atau bisa dibilang menggombal. ‘apa semua playboy sepertinya?’ tanyanya dalam hatinya.

“Oppa~” memanggil dengan masih memeluk Donghae. “Ya?,”. Ryeowook memejamkan matanya sekilas saat mendapat sebuah kecupan manis dikeningnya. “Besok sore Oppa akan pulang, ‘kan?” pertanyaan Ryeowook hanya dibalas oleh anggukan kepala oleh Donghae. “Aku sangat bersyukur karena Oppa bisa bertahan dan kembali membuka mata. Aku sempat patah semangat saat Oppa tidak kunjung membuka mata, rasanya… seperti ingin mati saja”

Senyum tersungging dibibir tipis Donghae. yah, ia tahu bahwa Ryeowook pasti sangat menderita selama ini. Apalagi ia juga sudah mendengar semua cerita tentang apa saja yang dialami oleh Ryeowook selama ia tidak sadarkan diri dari Zhoumi. Rasanya amarahnya benar-benar ada di ubun-ubun, ia ingin sekali mencubiti pipi yeoja-yeoja jahat yang sudah melukai gadisnya menggunakan sekop.

Tapi sepertinya harapannya harus dikubur sia-sia mengingat yeoja-yeoja jahat itu sudah angkat kaki dari sekolah―begitulah yang dikatakan oleh Zhoumi. Dan juga setelah ini ia juga harus mengucapkan beribu-ribu kata terimakasih pada Siwon, Kyuhyun, Taemin dan Sungmin yang sudah mau menjaga Ryeowook selama ia tidak ada.

Well, untuk masalah Zhoumi yang menceritakan semuanya, jujur saja sebenarnya namja berjuluk koala itu menolak mati-matian dan berdusta dengan mengatakan, ‘aku tidak tahu apa-apa’ saat dirinya bertanya soal apa saja yang dialami oleh Ryeowook selama ia koma. Tapi saat itu Donghae yang terlajur penasaran dan juga khawatir terus-terusan memborbardir Zhoumi―yang tadi pagi sebelum berangkat sekolah sempat mampir ke rumah sakit guna menjenguknya―dengan segala pertanyaan-pertanyaannya seputar Ryeowook.

Dan beginilah hasilnya. Akhirnya koala yang diam-diam sangat pervert itu mau buka mulut dengan syarat tidak membocorkannya pada Ryeowook bahwa ia yang sudah menceritakan segalanya.

“Tapi saat ini, aku berpikir betapa beruntungnya kita. Nasib kita bisa berubah karena keajaiban kecil. Ku pikir setelah ini kita seharunya bersyukur akan hal ini. Ne, Oppa?” kepalanya mendongak guna menatap manik mutiara hitam yang juga balik memandangnya intens.

Hati Ryeowook bergemuruh begitu hebat saat matanya menatap bibir tipis Donghae yang tersenyum dengan amat tulus. Dentuman-dentuman yang membuat jantungnya akan copot itu benar-benar membuat wajahnya merona heboh. “Ya, dan aku bersyukur bisa memilikimu”. Rona merah dipipi Ryeowook pun terpaksa harus bertambah mendengar sederet kalimat kecil yang terdengar begitu romatis itu. Akh~ Lee Donghae kau benar-benar pandai bersilat lidah.

“Kau harus tidur, besok kau harus sekolah, ‘kan?” Ryeowook mengangguk. “Besok pagi Yesung Oppa akan menjemputku” kali ini Donghae yang mengangguk mengerti. “Sudah mengerjakan PR?”

“…………….”

Sudut bibir Donghae berkedut memperhatikan wajah kaget Ryeowook yang sudah bisa mewakili jawaban dari pertanyaannya. Yah, sudah pasti Ryeowook tidak mengerjakan PR nya. Gadis ceroboh sepertinya memang sangat cocok jika memiliki namjacingu yang pengertian seperti Donghae. “Lalu bagaimana kalau besok kau di hukum? Huh?”

Ryeowook mengidikkan bahunya sebentar dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Donghae. “Itu sudah konsekuensinya. Aku tidak mengerjakan PR, tentu saja harus berlapang dada untuk dihukum. Oppa kan yang mengajarkanku untuk berani bertanggung jawab”

Ada rasa bangga dalam hati Donghae ketika mengetahui bahwa Ryeowook benar-benar mengingat segala yang sudah ia katakan pada gadis mungilnya. “Ne, sekarang lebih baik tidur. Supaya bisa bertenaga untuk besok”

“Hm. Ya, ya.” menjawab malas-malasan dengan mulai memasuki alam bawah sadarnya.

Cup~

Sekali lagi Donghae mengecup kening Ryeowook dengan sedikit lama. “Aku tidak mengerti apa saja yang sudah kau alami, tapi setelah ini aku berjanji untuk tidak membiarkan orang lain menyakitimu” ucapnya pelan dan menyusul Ryeowook ke dalam alam mimpi.

.

.

.

Ketika kau mau mengerti dan melihat semua masalah dari segi persepsi orang lain, kau akan dapat mengerti kenapa ‘seseorang’ tersebut mengambil jalan itu.

Tidak ada yang salah dengan semua persepsi orang lain, setiap orang memiliki pandangannya sendiri akan masalah yang tampak dihadapan mereka, dan cara menyelesaikannya pun juga pasti memiliki caranya sendiri~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Karena kalian sudah menjadi saudara se-persusuan, dan itu dilarang untuk menjalin hubungan, apalagi menikah”

Kata-kata itu terus saja terngiang dikepalanya. Seperti kaset rusak yang terus terputar berulang-ulang memenuhi otaknya dan merambat menuju dada bagian kirinya yang sudah hancur menjadi semakin tak terbentuk lagi.

Kim Jong Wook atau lebih tepatnya Yesung.

Namja dengan mata Obsidian kelamnya ini terlihat begitu menderita. Duduk sendirian disebuah pantai dimana pantai itu adalah tempat pelarian Ryeowook jika gadis mungil itu sedang sedih atau pun kesal.

Sebelumnya, ia tidak pernah sedikit pun merutukki takdir yang dibentuk oleh Tuhan untuknya. Sebelumnya ia tidak pernah sekalipun membenci nasibnya, sebelumnya ia bahkan tidak pernah membenci Tuhan seperti saat ini.

Kenapa?

Semua yang ada di otaknya hanya ada kata, ‘kenapa’.

Kenapa Dunia begitu kejam padanya?

Kenapa Takdir mempermainkannya?

Kenapa nasib turut meramaikan kepedihan hidupnya?

Kenapa Tuhan tidak pernah sekalipun berpihak padanya?

Kenapa Tuhan tidak pernah memberikannya sedikit saja waktu untuk bahagia?

Kenapa?

Kenapa?

Dan kenapa?

Liquid bening itu menetes entah sudah untuk yang ke berapa kalinya. Tidak pernah sebelumnya ia merasakan sebuah sesak yang teramat sakit hingga seperti akan mencekiknya sampai mati seperti ini. Rasanya sakit di dadanya sudah benar-benar tak tertahankan.

‘Memang apa salahnya aku hingga Takdir membuatkan aku sebuah kisah tragis seperti ini?’

Yesung bermonolog dalam hati.

Pikirannya kacau. Tidak bisa berpikir jernih lagi. Semua yang ada diotaknya hanya berkisar pada gadis bermanik Caramel cerah yang selalu bisa membuatnya semangat.

Ryeowook.

Kim Ryeowook.

Gadis itu… ia sudah benar-benar membuat hati Yesung bergetar hanya dengan melihat senyum manisnya. Tapi ia juga bisa langsung membunuh hati Yesung dengan telak ketika sebuah kenyataan pahit menghantam telak hidupnya.

Yesung yang selalu memiliki jawaban bijak disetiap pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis kecilnya itu kini bahkan tak mampu menjawab segala pertanyaan dari dirinya sendiri. Ia yang selalu tampak berwibawa dengan tutur katanya yang menggunakan kalimat-kalimat kelas Dewa kini justru hanya mampu menangis dan tidak tahu apa jawaban dari segala pertanyaan yang dibuatnya sendiri.

Yah, inilah sosok manusia.

Ia bisa benar-benar bisa terlihat mengagumkan dengan cara mereka menjalani kehidupan mereka, tapi… mereka juga bisa benar-benar terlihat rapuh dalam kesakitan yang tak mampu melawan takdir.

Inilah hidup.

Adakalanya seseorang yang terlihat mengagumkan memiliki batas-batas kemampuan dirinya dalam menahan segala sesak yang selalu dijaganya sendiri.

Kim Jong Woon.

Sudah banyak waktu yang ia habiskan untuk membuatnya berpaling dari gadis mungilnya, tapi semuanya sia-sia. Yah, itu tidak berguna. Ia masih saja tetap mencintai Ryeowook dengan apa adanya. Mencintai gadis itu dengan tulus tanpa memperdulikan hatinya yang semakin hari semakin menyusut karena kenyataan dan takdir yang tak memperbolehkan mereka bersatu.

Bukankah hidup tidak selamanya berjalan berdampingan dengan segala harapanmu?

“Aaarrggghhhh!!!”

Bahkan berteriak sekencang apapun itu, tetaplah tak akan bisa mengubah segalanya, Yesung-ssi. Jangan bodoh. Kau hanya membuang kembali waktumu.

.

.

.

Dia cinta pertamanya~

Cinta pertama memang selalu begitu, itu terlihat seperti sebuah musim yang terus bergulir yang meskipun selalu berubah akan tetapi selalu menyambung dan tidak ada putusnya

Bukankah musim itu terus berlanjut? Tidak ada kata berhenti dalam sebuah musim

Begitu pula dengan cinta pertama, sekalipun berusaha melupakannya pastilah cinta itu akan tetap terkenang di memory otakmu~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Hari ini aku tidak usah sekolah saja, ne Oppa?”

“Ada apa memangnya?”

“Err…aku lupa tidak mengerjakan PR” menjawab jujur dengan pandangan mata memelas menghadap pada Yesung yang kini sedang duduk dibelakang kemudinya. Namja itu menghela nafas bosan. “Kapan kau akan hidup disiplin?”

Ryeowook tersenyum mendengarnya. Meskipun namja ini tidak mengatakannya secara gamblang tapi ia tahu bahwa kata-kata itu sudah pasti menyetujui ajakannya yang berniat membolos sekolah. “Jadi hari ini kita jalan-jalan?”

“Kau suka?” Tanya Yesung dengan tersenyum tipis. Meskipun tubuhnya sedikit lemas karena kurang tidur tapi ia tetap saja memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja. Bahkan ia bersikap seolah kejadian kemarin siang dibelakang rumahnya yang menguak segala kesakitan yang sudah lama terpendam adalah masalah sepele.

Buktinya berulang kali Ryeowook mencoba untuk membicarakannya dengan Yesung tapi namja ini berulang kali pula berusaha mencari topik baru agar tidak mengungkit masalah tersebut.

Ryeowook bukan gadis bodoh yang tidak tahu apa-apa. Meskipun ia polos dan juga kurang peka, tapi ia akan menjadi sesosok gadis yang dapat mengerti keadaan jika itu menyangkut Yesung. Bukan karena apa, hanya saja ia sudah terbiasa bersama Yesung sejak kecil, jadi ia sudah jelas hafal dengan benar tentang hal-hal yang menyangkut Yesung.

Sekarang pun yeoja itu tahu kalau Yesung pasti sedang dalam keadaan buruk. Maka dari itu ia mengajak Yesung untuk jalan-jalan saja. Siapa tahu dengan begini ia bisa sedikit mengurangi sakit hati Yesung―dan juga dirinya sendiri.

Ryeowook tersenyum lebar. “Tentu aku suka. Sudah lama sekali ‘kan kita tidak jalan-jalan?”

“Ya”

Ryeowook menatap lurus kedepan. kedua tangannya bertautan. Bibirnya bergerak-gerak lucu seolah meminta pada Tuhan kelancaran untuk acaranya dengan Yesung. “Apa yang kau lakukan?” interupsi Yesung menghentikan aksi konyol Ryeowook. “Eh? Tidak apa-apa kok” ujarnya dengan tertawa kecil.

Yesung mendengus.

Yesung meminggirkan mobilnya. Pandangan matanya lurus kedepan dimana disana terdapat sebuah padang ilalang yang teramat indah dan luas. Yesung ingat ini. Tempat ini adalah tempat dimana ia dan Ryeowook serta kedua keluarga besar mereka melakukan piknik bersama.

Dimana disana terekam dengan sempurna segala senyum kegembiraan, tawa, dan juga saat-saat terindah mereka. Hn. Yesung dan Ryeowook.

“Tempat ini….” Ryeowook menoleh kesamping dimana Yesung yang sudah bersiap untuk keluar dari mobil. “Ya, ayo turun” ajaknya. Dengan cepat dilepasnya sabuk pengaman yang tadi belum sempat dilepasnya.

Ryeowook berlari-lari kecil mengikuti jejak langkah kaki Yesung yang sudah berada sekitar lima langkah didepannya.

Grep~

Yesung membalikkan badannya kebelakang ketika tangan halus dan hangat milik Ryeowook menggenggam tangannya. “Oppa~ jangan memendamnya sendirian”

“……………..”

“Aku tahu Oppa orang yang sangat hebat dan kuat. Oppa bisa bertahan sejauh ini sendirian dan menyimpan semuanya rapat-rapat, tapi…meskipun Oppa kuat bukan berarti Oppa bisa menanggungnya sendiri,” Ryeowook tertunduk tidak berani menatap Yesung.

Tangan sebelah Ryeowook mengepal kuat. Berusaha mencari kekuatan untuk dirinya sendirian. “Berbagilah sedikit padaku. Meskipun aku tidak bisa mengerti Dunia dengan baik, tidak sekuat dan sehebat Oppa yang selama ini selalu membuatku―dan juga orang-orang disekitar Oppa―kagum pada Oppa,―Ryeowook menghapus kasar air matanya dengan cepat―tapi setidaknya aku bisa berusaha belajar dari ini semua”

“…………..”

“Oppa bisa bersandar padaku saat Oppa lelah. Selama ini…selama ini..hikz..Oppa selalu menunjukkan dada Oppa padaku untuk menyanggahku yang sedang menangis, Oppa selalu menunjukkan punggung Oppa padaku ketika beberapa orang menyakitiku, Oppa selalu berdiri didepan saat aku tidak bisa bertahan,”

Masih dengan posisi menundukkan kepala, Ryeowook meneteskan air matanya. “Dan sekarang..hh..ijinkan aku sekali saja..hikz..untuk bisa berguna bagi Oppa. Ijinkan aku memberikan pelukan ku pada Oppa..hikz..” isakan kesedihan tidak bisa dihentikan.

Yesung masih diam termenung mendengarkan segala ucapan gadisnya. Gadis yang teramat ia cintai. Ryeowook menatap Yesung dengan matanya yang berair. Dalam pancaran Caramel cerah itu terlihat jelas sebuah ketulusan. “Tidak peduli sehebat apa dirimu, tapi kalau Oppa hanya berjuang sendirian… maka semuanya pasti akan tetap menyakitkan”

Tes!

Yesung menutup matanya. Yesung tidak mengerti dengan ini semua. Kenapa? Kenapa hanya dengan sederet kalimat sederhana yang terucap dari bibir gadis polos dan terkesan tidak mengerti apa itu ‘sakit’ bisa membuatnya menangis seperti ini.

Kalimat barusan padahal tidak lebih hebat dari seorang anak SD yang pandai mengarang cerita, tapi…kenapa Yesung bia meneteskan air matanya?

Dug!

Refleks Ryeowook memegang pundak Yesung yang dengan tiba-tiba saja menumpukkan kepalanya dipundak mungil Ryeowook. gadis manis itu akhirnya memeluk Yesung dengan erat. Tidak ada ucapan lagi yang keluar dari bibir Ryeowook. ia hanya diam dan ikut menangis bersama Yesung.

“Aku mencintaimu”

Dua kata yang sanggup membuat jantung Ryeowook sakit seperti terhantam sesuatu yang besar. “..sangat mencintaimu”

Ryeowook terisak semakin keras. Jantungnya…ada apa dengan jantungnya? Kenapa sesakit ini? Ini bahkan lebih sakit dari luka lamanya. Luka salah paham yang ditorehkan oleh Yesung.

Sakit ini terasa lebih dalam. “Tapi..hhh.. kita tidak bisa bersatu, Wookie..hhhh..” lanjutnya lagi dengan masih menangis dipundak Ryeowook. Ryeowook hanya mampu diam dan mendengarkan segala rangkaian kata cinta yang sudah lama disimpan oleh Yesung.

Perasaan kesal dan merasa diabaikan akan masa lalunya―yang berpikir bahwa selama ini Yesung tidak pernah sekalipun mau mengerti tentang hatinya―telah menghilang entah kemana. Yeoja dengan usia yang belum genap 17 tahun tersebut merasa kesal dengan Takdir.

Yah, Takdir.

Dia kesal dengan satu kata yang selalu bisa membuat manusia menjadi terombang-ambing tak tentu arah.

.

.

.

Ryeowook memandang Yesung yang sedang menatap lurus kedepan. mata Ryeowook menjelajahi setiap lekuk wajah tampan sang namja yang terlihat menatap kosong padang ilalang yang begitu luas didepannya. “Jangan memandangiku terus, nanti kau bisa jatuh cinta padaku”

Ryeowook berjengit mendengar suara Yesung yang terdengar begitu jahil. Kening Ryeowook mengernyit memperhatikan perubahan wajah Yesung yang kembali ceria seperti biasanya. “Oppa sudah tidak sedih” seolah mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran Ryeowook, namja bermata sipit itu kembali mengeluarkan suaranya.

“Pembohong. Mana mungkin perasaan sakit yang terlalu lama dipendam sendirian itu bisa menghilang begitu cepat? Bahkan luka yang tampak oleh mata pun butuh beberapa waktu yang cukup lama untuk sembuh total,” Ryeowoook mengambil sebuah tali rambut berwarna merah darah lalu digunakannya untuk mengikat rambutnya. “Jangan jadi pembual. Oppa sendiri ‘kan yang mengajariku untuk selalu jujur?” mata Ryeowook memicing memperhatikan mimik wajah yang ditampilkan oleh Yesung.

Yesung tertawa kecil. Tangannya mengacak gemas rambut Ryeowook yang sudah terkuncrit sempurna. “Kau semakin dewasa sekarang, sepertinya kau sudah tidak membutuhkan Oppa lagi” nada suara Yesung berubah sedih yang tak pelak membuat Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya. “Apa yang Oppa katakan?”

Ryeowook berpindah tempat menjadi berdiri didepan Yesung dengan tangan yang berkacak pinggang. “Meskipun aku sudah dewasa tapi tetap saja aku selalu membutuhkan, Oppa” lanjutnya.

Yesung tersenyum dan kali ini tangannya mengelus sayang pipi gembul Ryeowook. “Ya, dan Oppa akan selalu ada untukmu. Sampai kau benar-benar menyuruh Oppa untuk pergi dari hidupmu”

Grep~

Gadis kecil itu kembali menghambur kedalam pelukan Yesung.

.

.

.

You can’t fight Destiny

The only sad things is when you’re not in line with your Destiny~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Selama ini Ryeowook selalu ada disampingmu, selalu membelamu saat orang lain menjelek-jelekkan sifatmu. Dan sekarang, apa yang kau lakukan? Kau justru diam saja saat Ryeowook dalam kesulitan,”

Dengan wajah garangnya yang terlihat menyeramkan, Taemin memarahi Kyuhyun habis-habisan tanpa peduli bahwa jika Kyuhyun sudah marah, maka ia akan terlihat lebih menyeramkan. Taemin hanya ingin mendengar penjelasan dari Kyuhyun akan perlakuannya yang kasar selama ini pada Ryeowook. “Kalau kau mencintainya, seharusnya kau melindunginya. Bukannya marah tidak jelas seperti ini hanya karena masalah sepele”

“Masalah sepele katamu? Ini tentang perasaan seseorang. Kau tidak bisa menyepelekan perasaan orang lain”

Alis Taemin terangkat sebelah. “Perasaan Sungmin Sunbae dan dirimu, maksudmu?”. Kyuhyun membuang muka, malas menjawab pertanyaan yeoja manis yang ternyata diam-diam cukup garang juga. “Jika kau hanya berpikir Ryeowook egois karena ia tidak memberitahumu tentang perasaan Sungmin Sunbae terhadapmu, lalu kau marah karena Ryeowook memaksa kau untuk berusaha mencintai Sungmin Sunbae. Lalu bagaimana menurutmu tentang perasaan Ryeowook sendiri?”

“………….”

“Apa kau pikir Ryeowook baik-baik saja?,” bentaknya kepada Kyuhyun. “Oke, aku mengakui bahwa dalam konteks Ryeowook yang memaksamu untuk mencintai Sungmin Sunbae adalah salah, tapi…apa dengan menyalahkan Ryeowook kau bisa membuat semuanya kembali membaik?”

“…………”

“Apa dengan menjauhi Ryeowook dan bertingkah seolah-olah kau tidak peduli padanya akan membuat Ryeowook baik-baik saja?,” Taemin menyeka air mata yang hampir saja meluncur bebas dari sudut matanya. “Kenapa kau tidak memikirkan perasaan Ryeowook juga?”

Kyuhyun menegang mendengarnya. Hatinya seperti dijatuhi sebuah batako besar. “Kenapa kau justru bertindak yang membuat Ryeowook semakin terbebani dengan rasa bersalahnya padamu?” suara Taemin parau. Menceritakan semuanya justru ikut membawanya kembali menitihkan air mata.

Kyuhyun menutup air matanya.

Apa yang dikatakan Taemin benar. Selama ini…ia tidak pernah berpikir tentang perasaan Ryeowook yang ternyata amat tersiksa dengan rasa bersalahnya. Ia yang selalu mengucapkan bahwa Ryeowook egois justru yang patut mendapat gelar ‘egois’ adalah dirinya.

Kyuhyun sebenarnya tidak benar-benar marah pada Ryeowook. ia mungkin hanya terbawa emosi. Dan lagi ia sekarang baru menyadari dampak dari perbuatannya yang hanya di dasari oleh emosi adalah…

―ia membuat Ryeowook-nya sakit.

―ia membuatnya kehilangan sesosok Noona yaitu Sungmin.

Namja dengan tinggi menjulangnya itu mengerang tanpa sadar. Tangannya merogoh pada bagian kiri dadanya. sesak, perasaan sesak dan sendiri itu kembali hadir menyapanya. Sekarang ia seperti sebatang kara. Ia merasa sepi meskipun banya orang di sekelilingnya.

“Maaf”

Taemin hanya tersenyum tipis―teramat tipis―hingga Kyuhyun tidak dapat melihatnya. Tidak perlu berbicara lebih lanjut lagi, gadis dengan dance memukaunya ini pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian terdiam didalam kelas dengan segala pemikirannya.

Bahkan hingga kelas itu sepi―karena jam sekolah sudah berakhir―Kyuhyun masih terduduk pada posisi yang sama. Pikirannya sedang memutar mencari sebuah cara bagaimana agar hubungannya dapat membaik.

.

.

.

Apa yang bisa kau harapkan untuk di lindungi, jika satu-satunya senjata yang kau punya hanyalah sebuah Emosi?

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook meminum jus labunya dengan semangat. Hanya butuh waktu 2 menit hingga jus labu yang berada di gelas besar itu tandas. Ryeowook mengelap bibirnya menggunakan ujung seragamnya. Tersenyum kikuk saat Ny . Lee―Ibu Donghae―tertawa kecil melihat tingkahnya.

“Benar-benar tidak ingin masuk?”

Ryeowook menggeleng. “Aniyo. Eunhyuk Sunbae pasti sedang berbicara serius dengan Oppa, aku tidak mau menganggu mereka” bibir tipis berwarna merah bak cherry itu tersenyum tipis. Ny . Lee hanya bisa mengangguk mengerti. “Ahjumma harus pergi ke Minimarket sebentar, persediaan di dapur sudah habis. Ahjumma tinggal dulu tidak apa-apa, ‘kan?”

“Tentu saja.” Jawab Ryeowook dengan semangat.

Ryeowook duduk termenung di ruang tamu keluarga Lee. Matanya menelisik ke seluruh penjuru ruang tamu itu. Dinding bercat putih dengan gadis berwarna biru muda dibagian tengahnya itu membuat nuansa rumah mewah itu terasa begitu nyaman.

Mata Caramel cerah miliknya berulang kali membulat lucu saat secara tak sengaja matanya berhasil menemukan beberapa objek photo keluaraga besar Lee yang mana saat itu Tuan Lee masih ada. Donghae yang saat itu masih kecil terlihat begitu lucu dimata Ryeowook.

Dulu pipi Donghae begitu chubby dan sinar bahagia dimatanya begitu terlihat sekali. Berbeda dengan sekarang. Memang sih, saat ini Donghae juga terlihat bahagia, hanya saja tidak seceria dulu.

Ryeowook menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan pelan. Kakinya ia selonjorkan dan tangannya memijat-mijat bagian tumitnya yang terasa begitu pegal. Ugh~ gara-gara berlari ke Halte karena takut ketinggalan bus ia jadi harus rela kakinya pegal-pegal.

Suara langkah kaki yang turun dari arah tangga membuat Ryeowook menolehkan kepalanya ke belakang. Matanya memandang datar sesosok Eunhyuk yang juga memandangnya datar. Ryeowook segera melemparkan senyumnya pada Eunhyuk yang dibalas dengan dengusan keras oleh gadis kurus itu.

“Sejak kapan kau disini, dan dimana Lee Ahjumma?”

“Sejak 20 menit yang lalu. Lee Ahjumma sedang pergi ke Minimarket.” Jawabnya. Alis Eunhyuk terangkat sebelah, “20 menit yang lalu? Kenapa kau tidak segera masuk ke kamar Donghae?” tanyanya heran dengan mendudukkan di sofa single yang berada didepan Ryeowook.

Ryeowook tersenyum kecil. “Akh~ aku tidak mau menganggu kalian. Pasti kalian sedang membicarakan hal yang penting.”

Ryeowook menautkan kedua alisnya saat secara tiba-tiba Eunhyuk mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Mata Ryeowook memandang gadis bergummy smile itu penuh tanya. Seolah mengerti dengan pertanyaan Ryeowook, Eunhyuk akhirnya buka suara. “Selamat! Kau menang.” Ujarnya dingin.

Pupil mata Ryeowook mengecil seketika. “Maaf”

“Kenapa kau meminta maaf?”

“Apa kau membenciku karena ini?” Ryeowook menundukkan kepalanya. Eunhyuk menghembuskan nafasnya kasar. “Hanya perlu mengucapkan terimakasih apa belum cukup?,”

“………….”

“Aku tidak butuh maafmu. Kau cukup mengucapkan terimakasih saja padaku karena aku sudah akan benar-benar pergi dari hubungan kalian.” Lanjut Eunhyuk dengan nada dingin. “Tapi….”

“Apa kau ingin menjadi orang baik untuk selamanya?” Eunhyuk menata lurus Ryeowook tepat pada Caramel cerahnya yang memancarkan penyesalan. “Dengarkan aku Ryeowook-ah. Saat kau hidup kau hanya perlu mempertahankan apa yang menjadi milikmu, jika kau ingin menjadi orang baik bukan berarti kau harus menjadi orang lemah, mengalah, hanya bisa menangis, meminta maaf atau apapun itu namanya. Yang jelas kau hanya perlu memperjuangkannya”

Eunhyuk membuang wajahnya kasar ketika Ryeowook membalas menatapnya dengan pandangan terkejut. “Kau…hanya perlu memperjuangkan ini semua. Kau sudah memberikan aku kesempatan untuk jujur pada Donghae saja itu sudah kebaikan. Jadi…jangan bertingkah bodoh dengan memandangku penuh penyesalan begitu,” Eunhyuk menggigit bibirnya kuat.

“Jika kau tetap seperti ini, itu…sama saja dengan kau mengasihaniku. Tidak ada orang di Dunia ini yang mau dikasihani. Jangan menatap orang lain dengan belas kasihan karena itu akan menyakiti harga diri orang tersebut”

Eunhyuk berlari keluar dari rumah mewah itu. Air matanya sudah tak mampu lagi untuk dibendung dan ia tidak mau menangis dihadapan Ryeowook. dengan beberapa kali menyeka air matanya Eunhyuk akhirnya sampai didepan pintu rumahnya.

Tak mau membuang waktu, dengan segala kekuatan miliknya ia membuka pintu bercat kecoklatan tersebut dengan kuat hingga menimbulkan bunyi bedebum keras yang tak dapat dielakkan. Tanpa mau mendengar sang Umma yang bertanya tentang keadaannya, Eunhyuk terus saja berlari menuju kamarnya yang ada di lantai dua rumahnya.

Gadis bergummy smile ini menghambur ke ranjang miliknya. Tangisnya tumpah seketika. Tangis yang menjadi bukti betapa perasaan kuatnya yang selama ini selalu membentenginya yang lemah akhirnya pecah. Perasaan lemah yang ia miliki kembali keluar.

.

.

.

“Wookie~”

Bagaikan sebuah adegan slow motion, Ryeowook menoleh ke belakang dengan perlahan. Pipinya yang sudah basah karena air mata membuat Donghae langsung menuruni tangga yang terbuat dari kayu tersebut lebih cepat. Ia langsung memeluk Ryeowook dan membawanya kedalam pelukan yang menghangatkannya.

“Oppa, dia mencintaimu” ujarnya dengan suara yang parau. Gadis manis ini balik memeluk Donghae dengan erat. Mata Donghae terpejam mendengar ucapan Ryeowook. ia mengerti apa maksud gadis manis dalam pelukannya ini. Dan lagi ia juga mendengar percakapan Ryeowook dan Eunhyuk barusan.

“Tapi aku mencintaimu”

“Dia sahabatmu, Oppa”

“Dan kau yeojacinguku”

Ryeowook melepas pelukannya. Tangannya menangkup wajah Donghae. menempelkan kedua kening mereka dengan erat. “Aku akan jadi perusak persahabatan kalian” ujarnya lagi dengan menutup kedua matanya. Ryeowook tidak mampu memandang manik mutiara hitam yang begitu pekat dihadapannya. “Tidak akan”

Jawaban Donghae yang terdengar begitu mantab tentu saja membuat Ryeowook kaget dan langsung membuka matanya. “Oppa…”

“Kita sudah menceritakan segalanya tadi. Dan dia menangis, itu…membuat perasaanku juga ikut sakit. Sudah lama sekali Oppa tidak melihatnya menangis, tapi akhir-akhir ini dia sepertinya sering menangis,”

“……………” mata Ryeowook tidak berkedip sama sekali. Gadis bertubuh mungil ini memperhatikan setiap ekspresi dari wajah tampan didepannya. “Dia bercerita bahwa selama ini ia kuat karena Oppa. Tapi sekarang ia menangis justru karena Oppa juga. Haha..ironis” terdengar nada sumbang dari tawa yang dikeluarkan oleh Donghae.

Ryeowook kembali menutup matanya. “Maafkan, aku”

“Hey, kenapa kau meminta maaf? Ini semua bukan salahmu, baby~” ujarnya dengan menghapus air mata yang mengalir melalui pelupuk matanya. Donghae tersenyum miris. “Ini salah Oppa yang tidak peka” katanya dengan kepala yang kali ini ditumpukkan dipundak kecil Ryeowook. keadaannya persis sekali dengan apa yang Yesung lakukan tadi pagi.

Ryeowook menggigit bibir bawahnya menahan isakan. Ia menutup matanya dengan kedua tangan yang memeluk punggung Donghae. ia balas menumpukkan kepalanya dipundak Dongha pula. Bibir keduanya sama-sama terkunci. Keheningan di sore itu begitu terasa menyayat hati mereka.

Hubungan mereka seperti sebuah duri yang menancap kaki siapa saja yang berada disekeliling mereka. Ibarat sebuah paku yang dapat melubangi hati siapapun yang berani mencintai salah satu diantara mereka berdua.

Hubungan mereka adalah sebuah rasa sakit.

Rasa sakit yang selalu ditorehkan pada setiap hati yang mencintai Ryeowook maupun Donghae.

Hingga pada akhirnya Ryeowook dan Donghae lah yang paling tersiksa. Tersiksa akan rasa bersalah yang mendalam karena menyakiti orang-orang yang mencintai mereka―Ryeowook dan Donghae. Tersiksa karena harus menyaksikan berapa banyak air mata yang tumpah karena hubungan mereka. Bahkan mereka amat tersiksa karena harus menanggung beban yang sejujurnya bukanlah milik mereka.

Yah, beban.

Cinta adalah beban. Jika kau dicintai oleh orang banyak maka akan semakin banyak beban sakit yang akan kau terima. Bukankah Dunia selalu berkonspirasi?

.

.

.

Dimana kau menerima banyak cinta, disitu pula kau akan merasakan banyak luka~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC!!

 

 

Author Note :

Halo Minnnaaaaa~~~

Saya hadir kembali membawa updaten NOTU chapter 16. Akh~ rasanya sangat lega saat mengeluarkan satu chap yang begitu berat ini. Jujur, saya sempet depresi untuk melanjutkan nih cerita. Beberapa kali saya merombak ulang chapter 16 ini hanya karena takut kalian kecewa. Apa lagi soal permasalahan Yesung dan Ryeowook. duh..ini tuh bener-bener konflik berat buat batin saya.

Ada yang belum paham nggak sama permasalahan Yesung-Ryeowook?

Disini Ibu Yesung itu sempat melahirkan seorang anak lagi yaitu adik Yesung, Kim Jong Jin. Hanya saja Jongjin itu meninggal dan menyebabkan Ibu Yesung jadi depresi. Nah disatu sisi Ibu Ryeowook yang juga melahirkan Ryeowook mempunyai inisiatif untuk memberikan Ryeowook kepada Ibu Yesung untuk di susui. Hanya di susui, bukan berarti diambil jadi anak. Kkk~

Seperti sebuah hukum alam, dimana saat Ryeowook sudah menyusu pada Ibu Yesung maka secara tidak langsung Ryeowook sudah menjadi sudara Yesung. Saudara sepersusuan dan itu artinya mereka dilarang menikah.

Ini serius loh reader, dari awal aku emang udah membuat jalan ceritanya begini. Jadi harap dimaklumi yah kalau aneh. Tapi soal Saudara sepersusuan itu beneran loh. Soalnya sebelum ngebuat cerita ini aku juga tanya-tanya sama orangtua ku mengenai suadara seper-susuan.

Udah ya segitu aja cuap-cuap saya. Semoga kalian mengerti.

Yang udah baca harap meninggalkan jejak.

 

Sign,

 

Ryeowook’s Wife

47 thoughts on “(GS/Chapter) Nothing’s Over Than You~ 16

  1. mau numpang nangis dulu…huhuuuu…
    kamu ini seneng banget deh buat ryeowook sma donghae ku sedih gitu, jahat kamu saengie….#pout. kasian mereka…padahal mereka gak salah..cuma karena saling mencintai, haahh…#helanafas panjang.

    aaa…jadi karena itu yesung gak mungkin sama wookie ya, kalau mereka egois atau yesung yang egois waktu seblum pergi ke luar negeri tetep aja takdir gak bisa di ubah, apalgi pasti bakal di tentang habis2an sama org tua mrka….huwaa…yewookku..T.T

    ini mah dilema semua orang jadinya, ya hyuk, ya yesung…kyu, paling tersakiti my baby haewook, tapi haewook yang nyempil diman-mana buat hati umma sedikit lega…#plukhaewook…=*

    ya sudahalah saengie…. ini mau lanjut mewek dulu, lanjutin cepetan…#bawahaewook.

  2. ku puass saeng bacnya ..
    aku gk bisa komen apa2 lg slin bilang ‘ffmu selalu keren saeng’ ..
    fighting !

  3. feels like it hurtt~~~ #Nyanyi
    ah yesung oppa pity for you~..
    mungkin ini bukan peruntunganmu… ayo mencoba yang lain oppa~ bersama ku!! #NgilapIdung #EmutLoli
    ahhh… unnie kau kejam #Peace
    ok selanjutnya aku menunggu mu #NodonginTongkat
    ihihihi~

  4. akhirnya update juga^^
    Oohhhh..jadi slma ini yesung gk nyktin wook?? dia jstru sgat mncntainya..
    omo!! mrk sdra sesusu..emg kl sdra sesusu itu gk bleh nikahh..
    kasian yesungg!!!!

    Hyuk!! jgan sedih..kmu sma siwon aja ya sana!
    henry yes! dia udh mlai2 tobat kyak.a!
    ryeowook!! byangin dia ngintip2 gtu! wkwkwkw lucuuuuu…
    gemeess wookie ihhh

    yuhuuu haewook moment suka suka suka. .slalu romantis..haha

    kyuhyuuunnn jgan cuekin wook lg😦

    yewook..HAEWOOK!!
    kyuhyuunn..ayo dong mnta maf *bkn spnuh.a slh kyu jga sih..kkk
    kyuwook moment nya dong ya..kkkk

    ahhhh lannjuttt!!
    dtggu chap slnjutnya..
    fighting🙂

  5. EONNIE SEPERTINYA DICHAP INI CAPS KU JEBOL LAGI DAN PANJANG-___-v
    OH MY……….KIRAIN INI YESUNGNYA NYESEL GARA2 NGABAIIN PERASAAN RYEOWOOK DULU, GATAUNYA KONFLIKNYA TERNYATA GARA2 ASI, JLEB!
    YESUNG YESUNG YESUNG!!! T___T JADI NGERASA BERSALAH JUGA KAYA WOOK/?.___.
    KYU! CIAT~ MULAI ADA PERASAAN SAMA MING, NE?
    EH IYA SERIUS DICHAP INI BACA SAMBIL DENGERIN LAGU SHE’S GONE NGENA BANGET UNN, SAMPE KE UBUN-UBUN/?
    BTW BTW BTW HAEWOOKNYA KURANG BANYAK /EH.__.v
    LANJUTAN JAN LAMA2 UNN.___.
    SEKALI LAGI MAAF CAPSNYA U,U
    DITUNGGU FF SELANJUTNYAA~~:D

  6. hiks hiks terharu banget baca chap ini saeng,,
    yesungie kasian, hyuk juga kasian..hiks hiks😥
    haewook moment nya suka suka..

    lanjut lanjut saeng
    keep writing🙂

  7. Oh God… jd yesung ninggalin wook dulu karna masalah itu.. sodara persusuan dan ga boleh bersatu… unni bru tau itu… unni pikir itu cuma mitos ternyata bener ya… ironis banget yewook nya… ga kebayang gimana perasaan yesung yg udah tau dr dulu…
    apalagi sekarang wook udah ma hae… pasti hatinya yesung udah patah.. hancur.. dan ga bisa di sambung(?) lg tuh..

    sepertinya hub. haewook banyak banget rintangan tp ttp harus bisa bertahan.. mesti itu akan menyakiti org yg mencintai mereka.. jd org egois ga di larang kok..
    hwoo… henry sadar jg.. thanksGod.. sepertinya unni hrs banyak berdoa bareng abang siwon agar semua dapat yg terbaik…🙂

  8. fuihhhhh…akhirnya ni ff dpublish juga …
    sangat panjang banget eon …hahhaa…like thissss ….
    mian kalo sblumnya ga comnt d wp ini …saeng comntnya d ff.net eon …
    akhhhh…rumit bgt masalahnya eonnii…smga haewook ga putus eon. …
    aku suka kata2 ini ‘menyembunyikan hatimu jauh lebih sulit
    daripada mengetahui hatimu’,” …keren bgt kata2 nya ….
    banyak ff yg msti eonni lanjutin nich critanya ….yg spoiled juga ea eon ….penasarAn ending ff eon smuanya ….
    aku suka ff eon …suka bgt …ampe nangis ni baca ….hwaitingggg eonnnnn ……jgn lama2 publish nya ea eonnnnn … :))
    *saeng ovie ^^

  9. sampek nangis wakttj tau alasan yesung kenapa ninggalin wook,,,
    bener bener kasian sama yesung,,,
    hihi wook pakek acara ngintip2 segala,hae walaupun sakit tetep suka godain wook
    ah akhirnya hae tau apa aja yang terjadi sma wook selama dia gk ada tp kyakna soal henry hae blom tau,,???
    taemin bener t2 marain aja kyu,ea emang wook ug slah tp kyu jga kebangetan ma wook eag seolah” semua karena wook,,,
    eunyuk ma yesung dah berusaha buat ngerelain haewook,,,
    moga haewook selalu bahagia ,,,,!!!!!!!!!!!!!

  10. Uhh,, rupanya itu alasan YeWook nggx bisa bersatu.. Sedih juga,, melihat cinta mereka berdua tidak bisa bersatuu.. T_T
    .
    .
    hmm,, mudah2an Kyuwook bisa bersatu..walaupun hanya sebatas sahabat!!🙂
    .
    .
    aku suka di chap ini unnie,, karena kebingungan aku tentang hubungan YeWook couple terjawab sudah,, dan henry yang sudah sadar akan perbuatannya..
    .
    .
    Jadi nggx sabar liat kelanjutan HaeWook moment lagi,, walaupun masih ada genre sedihnya!!😥
    tapi sayang aku nggx bisa baca chap seterusnya sampai tamat…😥
    mianhe unnie jika review dari aku mengecewakan,, dan tidak sesuai dengan harapan.. Karena aku hanya bisa buat review kyak gini..
    .
    .
    oke unnie,, gomawo atas semuanya.. Dan gomawo atas pwnya..🙂 mian kalau selama ini saeng sudah mengecewakan unnie..🙂
    #Bow~

  11. Uhh,, rupanya itu alasan YeWook nggx bisa bersatu.. Sedih juga,, melihat cinta mereka berdua tidak bisa bersatuu.. T_T
    .
    .
    hmm,, mudah2an Kyuwook bisa bersatu..walaupun hanya sebatas sahabat!!🙂
    .
    .
    aku suka di chap ini unnie,, karena kebingungan aku tentang hubungan YeWook couple terjawab sudah,, dan henry yang sudah sadar akan perbuatannya..
    .
    .
    Jadi nggx sabar liat kelanjutan HaeWook moment lagi,, walaupun masih ada genre sedihnya!!😥
    tapi sayang aku nggx bisa baca chap seterusnya sampai tamat…😥
    mianhe unnie jika review dari aku mengecewakan,, dan tidak sesuai dengan harapan.. Karena aku hanya bisa buat review kyak gini..
    .
    .
    oke unnie,, gomawo atas semuanya.. Dan gomawo atas pwnya..🙂 mian kalau selama ini saeng sudah mengecewakan unnie..🙂
    #Bow~ ###

  12. yesung? ryeowook? minum ASI yang sama? yesung, tak apalah wook tdk bersama mu xang ptg dy selalu membtuhkan mu mjadi gadis yg bijak.
    hae bisa aje bikin wook blushing >.<
    apa itu? unyu banget bju tidur wook, aku mau….

    di tunggu WDLYnya~

  13. Woah update . Yeppa kasian deh hiks.. Mendingan yeppa sama aku aja ya , aku bisa bahasa korea kok #dikeroyok clouds , me: heh mianhae # . Haewook.a sweet eonnie , ukh jadi iri aku kalau ngebayangin.a . Apalagi eonnie yang habis jalan2 , cie… #abaikan# .akhir.a henry nyadar juga , jangan jahat ne . Lanjut ne , bagus kok ff eonnie , no bad . Fighting!!!!!!!

  14. hiks……
    prsaan qw bner” ikut sakit
    qw sprt bz ngrasin ap yg yesung alami😦
    rsanya sesak….sprt ad bnda tajam yg kasap mata tp mampu mnusuk hati
    sebuah takdir yg sngt kejam
    yewook tdk bz brsatu hanya krn mreka saudra sprsusuan..ck sngt sulit di mngrt

    haewook slalu ngbuat qw snyum
    klo wook udh am hae pzt ba ktawa lepaz krn kta” ha yg klewt romantiz..kk

    qw hrp kyuwook bz jd shabat lg..
    henry jg mau minta maaf ke wook
    hyuk bz jd baik ke wook
    yesung oppa dpt pnggnt wook n bhagia🙂

  15. Oh jd itu alasan yesung ngehindar dr wookie. miris dan nyesek bngt liat yesung kya gtu.. trnyta yg aku pikir selama ini, yesung nyakiti wookie itu Salah, justru yesung lh yg pling tersakiti..
    dan jleebb , ada rsa sedih, terharu dsb pas yesung bilang kya gini “saat kau sdh tak bersamanya lagi kau cukup membalikkan tubuhmu, karena aku selalu berada dibelkangmu” haduuh pngen meweek >< kemana aja selama ini eoh?

    nah setuju bngt yg dibagian akhir itu, hubungan haewook kesan nya adalah sebuah rasa sakit, yg mencintai mreka selalu tersakiti,
    yg pda akhir nya haewook sendiri yg pling tersiksa . hhuhu

  16. kyanya ada komen aku yg kepotong:/ nah ini sambungan nya😀

    dan jleebb , ada rsa sedih, terharu dsb pas yesung bilang kya gini “saat kau sdh tak bersamanya lagi kau cukup membalikkan tubuhmu, karena aku selalu berada dibelkangmu” haduuh pngen meweek >< kemana aja selama ini eoh?

  17. kyanya ada komen aku yg kepotong:/ nah ini sambungan nya😀

    dan jleebb , ada rsa sedih, terharu dsb pas yesung bilang kya gini “saat kau sdh tak bersamanya lagi kau cukup membalikkan tubuhmu, karena aku selalu berada dibelkangmu” haduuh pngen meweek , itu persis apa yg di katakan kyu ke ryeowook dlu kan eon?

    aa selalu suka sma moment2 haewook, manisss bngt , wookie klo udh sma donghae selalu bisa tersenyum , ketawa2 gtu.. dan ryeowook klo udh sma donghae tingkah nya lucuuu bngt, pngen Gigit deh kkk
    Ck. sedikit bnyk henry sma kyuhyun sdh mulai sadar kemana aja selama ini eoh?

  18. ternyta itu yg bkin yewook dlu psah dan dr yesung yg mbuat sprti itu tanpa tau alasan di balik dia nggak bleh brhbungan dgan wookie. krena merka saudara sepersusuan. nggak trtebak kalo alasannya krena itu,kirain yesung emng cma nganggap wookie dongsaeng.
    henry akhirnya sdar, syukur lah. kyu yg di sadarkan taemin jg syukur banget, hyuk yg sdah ikhlas jg bagus deh. ktwa deh ngbyangin wook yg ngintip2 kamar inap hae cma gr2 kata2 yesung :)). kekeke
    mudah2an haewook makin jaya deh#plak

  19. yuhuu.. akhir’a yg lama kutunggu2 datang juga, panjang pula,,
    whuaa bener2 puas baca’a,,,
    achh.. ternyata yesung ke LN sengaja untuk mencoba ngelupain wookie,
    bukan krna punya pacar lain? aigoo…
    sepersusuan?? itu yg jd masalah yesung dan wookie ga bisa bersatu,
    tragis bgt sih nasib mereka.. dan knapa juga wookie harus mendengar’a langsung
    kasian bgt sich, disaat wookie lg down dg segala masalah yg berhubungan dgn Donghae
    eh harus ditambah masalah ini.. hiks *hug wookie
    Hyukkie.. kamu mmg harus berbesar hati menerima takdirmu, krna Donghae
    ga akan mungkin membalas cintamu, apalagi dengan melepas wookie.
    bersyukurlah wookie krn henry dan kyu dah mulai sadar tuh, dan semoga
    udah ga ada lagi yg mengganggu hubungan HaeWook…
    Ah Hae.. kamu memang super duper romantis, beruntung’a kau Wookie…

  20. *Huwaaaa~~ chap ini adlah chap terpanjang di ff NOTU, tp bagus. Yg selanjutnya di panjangin lagi yah? Kkk~*

    OMO~~ kenapa takdir yewook bsa sekejam ini? Mereka saudara sesusuan? Mmang bnar sih, klo sdara ssusuan itu gk bsa mnikah krna mrka bsa d ktkan sodara kandung. Ksihan skali nasib mreka. Apa lgi Yesung, bban hdup yg dia pikul berat bangeett. Klo wook mgkin bsa sdkit terobati krna adnya donghae. Tp Yesung??? *TT__TT* semoga nnti kmu bsa bhagia tnpa wookie, wlaupun agk mstahil sih-menurutku-.

    /Akhirnya sungmin prgi, bguslah *evilLaugh*, Klo kyu gk sma wook, jgan kyumin yah~🙂 /

    /Smoga sja kyu sadar dan cpat baikan sma wook, eon kngen sma moment kyuwook, di chapter in gak ad >,< /

    Antara sahabat dan cinta. Hah~~ sulit mmang mmlih kduanya, tp bgaimna pun jg hrus mmilih slah stunya-kan? Ksihan jg sih si Hyuk, tp mau ap lgi, cinta itu tak bsa di paksakan. Posisimu hanya sbtas seorang shabat, jdi bersabar sja yaa~🙂
    Chukkae Baby wook~ Finally, donghae choose you~ keep your relation, and don't make a mistake which can disturb your love. Kkk~🙂🙂

    Oh, yaa ada yang kelupaan. Si henry noh, akhirnya kmu sadar juga mochi. Nah gtu dong, itu bru the real mochi. Haha.

    #Chapter favorite, ff favorite, author favorite, smuanya favorite :)#

    Nah~ di tggu chap dpannya ya~ n gomawo ats pw nya. Chap dpan bagi2 pw nya lgi ya~ heheh. Keep writing saeng~~~ v^.^v

  21. krain yeppa mank gk ad rsa cnta dlu m wook..mk.a sring blg “knp gk blg cnta dri dlu,skrg nyesel kn akhir.a?” oh~trnyta aq slah sngka, mf yeppa…aduh~ aq ksian bget sma yeppa d chap ini..biasa.a sdih.a gk trllu amt..tpi skrg krna smw.a dh jelas..aq jdi sdih bgd liat yeppa.. aq jdi galau mkrin ka cnt mrka smw.. kra” ap yg trjdi ne d akhir crta? henry akhir.a insaf jga..gomawo pw.a april

  22. Akhirnya bisa baca juga #loncat2…
    .
    .
    .
    Ku emng pernah dengar soal saudara sepersusuan,tpi ga nyangka jdi msalah buat Yewook d’sini.
    .
    Henry akhir x kau sadar juga.
    Buat Kyu,cepat baikan ama Umin gieh supaya ga tersiksa k’hilangan Nona dan jdilah shbat yg baik lgi buat Wookie.
    Hyukie figthing,kau pasti bisa kuat lgi.
    .
    .
    Cpat buat Haewook x bhagia,ksian Wookie yg sllu mnangis.
    .
    Buat author~
    d’tunggu NOTY17 x…
    Fighting..

  23. omo.omo bca ff ini nguras emosi&air mata
    di sni konflik ny bner2 brat g bsa byangin lo q jd ryeowook udah putus asa x
    pril udah dong konflik nya kasian kan hewook g bahagia2 hikz..hikz..hikz
    #ĺap ingus dulu#
    trus gimana ma kyu? dya bakal baean ma sungmin gk? ko suami q siwon gk muncul di chap ne.huuf lo bang yesung gd pasangan ma aku ajah.kkkk
    smoga chap depan udah gk sedih2 lg .
    tpi kn tinggl siwon yg lom ngungkapín prasaanya .
    haah y udah lah dí tunggu chap dpan nya .faiting april .
    oh ea makasih ea buat pw nya .

  24. sebelumnya aku minta maaf ya saeng, aku klau review emang gg bisa sepanjang kereta api, entah kenapa *hal2 yang mau ketulis jadi kaburrr😀

    Di chap 16 ini, gg tau mesti ngomong apa lagi, udah makin okeee aja saeng. Ternyata hal yang selama ini belum terungkap satu per satu mulai kelihatan. Aku suka banget saeng moment YeWooknya walau sedikit tapii ngena banget *sumpehh* Yah walaupun mereka tidak ditakdirkan bersama setidaknya mereka menyayangi satu sama lain dan menumbuhkan perasaan satu sama lain ^^
    Akhienya Henry sadar juga apa yang dilakukan selama ini salah. Dan buat Eunhyuk,, semoga mendapatkan yang lebih baik dari Donghae.

    Memang bener saeng kalau mendapatkan banyak cinta dari orang lain, itu juga sebanding sama rasa sakit yang diterima orang2 yang mencintai kita -_- Buat HaeWook kalian keren bertahan sejauh ini,, dan hubungan kalian benar2 berwarna dan berliku-liku.

    Masalah YeWook iya, emang komplekss banget. Rasanyaaaa duhhhh *gg tega ma Yesungnya* *ngek*

    Buat Kyu,, aduhh sadarr bang Kyu,, lihatlah orang yang mencintaimu eohhh….

    makin gg sabar sama chap 17’nya saeng..😀
    Yang iniii jempooollll 4dehhhh ^_^

    Semangat terus ya buat kedepannya, hihihihi🙂

  25. fiuuuh~ akhirnya selese jg bacanya#lapkringet

    aargghhhh aq pusing mikirin hub kyuwook#abaikan

    oh~ jadi ini. alasan yeppa ninggalin wook,, krna ummanya menyusui wookie waktu.kecil ,,, ny.kim tau kalau yewook saling mencintai(waktu kecil) & karna yewook g’ mungkin bersatu sehingga mereka membuat yeppa seolah-olah nyakitin wook,,,tp hasilnya yeppalah yg sangatttt teerluka#hugsyeppa
    mwo??!! wookie mendengar semua percakapan yeppa ma ummanya,,wookie sabar ne?!!
    akhirnya kesalh pahaman yewook berakhir(?)🙂
    yah walaupun jd tambh menyakitkan,, ;-(
    *baru comment yewook napa dah panjang.gini*

    yeyyy kyumin putus #jingkrak2*digamparUmin
    minnie cinta kyu ke wook.tuh terllu dalam,, so pergilah!! kyu tuh cuma bisa liat wook,ini sudh takdr
    saeng jgn kyumin dong!!! kalau kyu.beneran g’ bisa.ma wook.mending keluar dari ff ini,,aq g’ sanggup liat kyu ma yg lain,, ,.umin ma yeppa aja

    kkkk~ zhoumi ember deh#getokmimi
    eh itu mimi bilang g’ sih kalau suami keduaq jahat???

    kyakya suami keduaq dah sadar#cipokhenry

    taem marahin kyu ,,,kkkk~
    semoga kyuwook baikan#amienn
    jgn acuhkan istrimu lagi!!!

    haehyuk mewek mulu-_-

    haewook ;-)#napaAqSelalug’commentEoh??!!

    pai pai,,,
    chu~wookie

  26. Akkh kisah cinta yang rumit, tp seenggak nya eunhyuk, yesung, dan kyu sudah mulai merelakan haewook.

    Eh siwon mana siwon, lg libur ya. Gak keliatan tu simba di chap ini.

  27. dari atas nangis. Tapi pas baca bagian Yesung nyium Wook waktu tidur itu ngingetin aku waktu camping 2 minggu yng lalu. Aku ngebantu temen namja aku…….,#eetdah malahcurhat

    Tapi pas baca bgian HaeWook senyum2 gaje. Terus nangis lagi. Uuuugh,eonni stelah sekian lama menunggu kelanjutan ff ini aku deg2an loh pas mau baca ni ff. Wook kamu yng tabah aja,aku rasa sebentar lagi kau akan bahagia^^ jadi tahan,tahan sdikit lagi rasa sakitmu. Mereka 1per1 mulai menyadri perbuatan meraka pdamu,
    dan Kyu kau….neol jeongmal pabbo. Kau telah menyia2kan 2 orang sekaligus, tapi pasti masih ada seX ksempatan untukmu. Aku yakin itu^^

    eonni,fighting!!!!! Ditnggu kelanjutannya^^

    aaaaaaaaaaaaaaah,kelupaan. Itu tadi kok Jong Wook sih?? Itu memang d sengaja yaah eon??

  28. Hukss~ nangis baca chap ini~ ;-(
    kasian yeppa yg ternyata mengalami nasib seperti itu…menjauhi wook pdhal sngat mencintai.a…mencoba melupakan dan pda ahir.a ttap tdak bisa T.T, wook merasa sngat bersalah..huks~
    nasib cinta haehyuk juga sma dgan yewook begitu menyakitkan dan sukses membuat ku menangis ;-( hukss~

    syukur henly sekarang sadar..jika wook tdak bersalah akan posisi.a mnjadi kekasih haepa… Kyuhyun dia sekarang juga udah sdar..hukss~ tpi dia juga tersakiti karena nona yg sayangi.a pergi untuk melupakan nya…
    Nn.choi buat lah yekyuhyuk berjuang untuk mendapatkan pasangan nya… Meskipun itu tdak mudah…

    Bnar ksah cinta haewook itu seperti duri yg akan melukai siapa saja yg melewati.a~ hukkss~

    uggg~~ lanjutt nn.choi … Ff mu semakin keren ..emosi.a kenakk banget… Yoshhh hwaiting nn.choi \(^o^)/

  29. ahh kasian yeye ny😦
    astag, pasti yeye frustasi bngt tuh ,
    lah trus ntar kyuhyun nyadar gak klo dia cinta ma umin?
    atau ntar ending cuma ada haewook??

  30. ooh,,sepersusuan ya,i see…dlm islam mmg dilarang,,tp sampe sgtunykah umma yesung sampe hrz mnyusui wookie,,
    itu kyu knp bz gtu seh,kasian minnie kn?buatlah dia sdr,,
    trus tu wookie,,y ampun masa k rmh skit pake baju bgtu,,tpi psti lucuu bgt

    sgni ne,ckp brbo2tkah?yg psti q sdh mnlis ap yg ad d hti q,trsrh kau blg apa
    gomawo dah ksh pw ne

  31. Hhhuuuwwaaa akhir’a chap16 update jg,, └(^o^)┘

    Y ampn pril knp ksah hbngan mrka kbnyakn sdih’a aknkah kbhagiaan akn mnyertai mreka kelak,? #I hope,🙂

    hheeuuummm,,btpa istimewa’a hti seorang wookppa,bak mlaikat,,apakh kau bru mngetahui’a Henry-ssi
    apkh kau bru mnysal stlah slma ni apa yg kau perbuat trhdap wookppa sngtlah kterlluan,,,???
    Jika bkan krna prktaan Zhoumi oppa,apa kau tak akn prnh sdar bhwa prbuatn mu itu slah & kterlluan,,,
    Ckckck…😦

    y ampuuunnnn q bru tau pemslhan yewook itu sprti itu,,smpai” yeppa sngja mnghindar & mmbohongi prsaan’a sndri,,,aiggoooo sngguh sngt mnghrukn…🙂
    smoga yeppa mndptkan yg trbaik,krna org yg baik akn mndptkan pndmping yg baik kelak,,,🙂

    apprrriiillll knp HAEWOOK moment’a cma dkit….😦 :(tp wlaupn dkit moment’a romntis” lucu…bkin ktwa ngakak pas,wookppa dteng pke bju tdur sndal kura” and bnka jrpah’a y ampun bnr kta haeppa sperti ank hilng
    Wkwkwkwk..🙂🙂

    q sllu comment loh klo bca ff mu jdi jgn rgu yh ngsih PW untk Q…
    Hhheeee…
    Krn ff mu itu Daebbaaaakkk.
    Krna crta yg kmu buat itu,dr feel,emosi smua itu dpttt bersaaa gtu…
    Hhheeee… ^_^V
    wookeeehhh q tunggu yh Chap slnjut’a smoga HAEWOOK momnt’a bnyk d’chap slnjut’a…🙂🙂

    Fighting…
    ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  32. FINALLY!!!!!!!!!! Setelah sekian lama akhirnya update fufufu. As always, as usual, seperti biasa wkwk reviewku telat datang padahal bacanya udah dari kapan tau😄 Eh, enggak ding nggak dari ‘kapan tau’ juga, baru lewat 2 hari doang kok._. Wkwkwk. Eh tapi asli ya aku telat baca banget, kan? -_- Maaf kak aku dari tanggal 8 itu bener-bener sibuk (ceileh😄 wkwk) Tapi ini serius jadi anak sma itu beneran jarang ‘nyantainya’ ditambah lagi bulan puasa, bangun pagi-sahur-mandi-solat-berangkat pagi-pulang sore terus buka puasa-solat tarawih-ngerjain tugas-tidur jadi jarang megang hape (kok jadi curhat?-_-) Back to the story, AS ALWAYS INI KEREN BANGET CETAR MEMBAHANA BADAI LALALYEYEYE(?) B) Nggak bermaksud lebay, tapi emang bener._. Aku cuma mau tanya, kapan selesainya ini kalo masalah ryeowook yang satu belum kelar udh ada masalah baru? Belum lagi masalah dari pov kyuhyun sungmin yesung eunhyuk itu gak bisa dibilang gak rumit. Terlalu rumit. Tapi, seenggaknya disini henry mulai sadar, akhirnya… Next story? ASAP :p

  33. anyeong chinnggu, mian ne telat comment ny,,
    di chap ini kykny hub haewook mulai goyah nihh,,
    mslh tmbh rumit aja,, yeppa ny kasihan bgt, trnyta dia cinta bgt ama wook,
    tp krn mslh ASI, ye dan wook ga bs saling mencintai, hikshiks,,
    gmn dgn hae? knp mreka trlihat sgt mnyedihkan, sm2 menangisi kisah cinta mreka.
    hmmm, berharap mreka ga akn lemah mghadapi mslh..
    Hwaiting HAEWOOK!!!!
    Hwaiting Chinggu, ASAP nae,, Gomawo PW ny^_^

  34. ahhhh jd.a yewook gag mgkn sma.an ne…
    T.T
    gag nyangka klo yewook sodara sesusu…
    kasian yesung…
    gmn cra.a dy lupain wook?
    wook bner2 udh gag cinta lg ne ma yesung..
    hnnn haewook sling cinta…
    salut ma eunhyuk yg tegar bs lepasin hae…
    hmmm…apkh ntr ad pair sihyuk???
    kyumin…kyu ngrsain tnda2 suka ma ming ne…
    kasian ming…
    dy udh gag kuat lg…
    T.T

  35. ooh jadi gitu alesan yesung dulu pergi ninggalin wookie,, aah itu emang bener saudara sepersusuan tidak boleh menikah, bahkan jika nanti yesung punya anak & ryeowook punya anak, anak mereka tidak boleh menikah,, kata guru aku🙂 ..
    miris bgt yesung kaya gitu huhuhu #pelukYeye..
    April ayo bikin yesung move on & berikan dia wanita terindah ciee ciee hehe..
    dan eunhyuk juga buat dia move on dari hae, biar dia sama siwon ajah..

    haewook momentnya so sweet deh , suka bgt.. itu juga henry mulai tobat deh kayanya,, n kyu juga mulai ada perasaan kayanya sama minie,, oia req kyuwook moment n sihyuk momentnya chap depan yah wkwkwkw😀 fighting

  36. Huwee T.T yesung oppa hiks..bner2 ksian hiks.. Trnyta itu kebenaran’na,suka bgt pas dmn wookie dnger prckapan kim ahjuma sma yeppa, Aku kira dy bner2 gk sadar sma prsaannya dlu,tp trnyta sengaja di tutupi😥 knp hrus gnii., disini yeppa yg paling tersiksa dri smua2’na.. Menahan berthun2,huweeeeee T.T Yesung oppa aku harap kau bahagia, smoga ending’na memuaskan.. Aku harap yewook couple bersatu eon.. Bner2 sedih ch ini,gk kuat liat yeppa hiksss.. Lanjut eon,jng lupa update wdly’na ya😀

  37. Huwee T.T yesung oppa hiks..bner2 ksian hiks.. Trnyta itu kebenaran’na,suka bgt pas dmn wookie dnger prckapan kim ahjuma sma yeppa, Aku kira dy bner2 gk sadar sma prsaannya dlu,tp trnyta sengaja di tutupi😥 knp hrus gnii., disini yeppa yg paling tersiksa dri smua2’na.. Menahan berthun2,huweeeeee T.T Yesung oppa aku harap kau bahagia, smoga ending’na memuaskan.. Aku harap yewook couple bersatu eon.. Bner2 sedih ch ini,gk kuat liat yeppa hiksss.. ,jng lupa update wdly’na ya eonni😀

  38. Lanjut dong eonnie ,, please .. Alurnya bagus feelnya pun bikin terbawa suasana . Yesung oppa sabar ya , benar si walaupun bukan anak yg lahir dari rahim ibu nya tapi kalau meminum asi ibunya udah di cap anak kandung . Kau dengan ku saja yesung oppa . Kyuhyun putus dengan sungmin?😦 ,, aku jadi senang deh =)) . Haewook moment bbbaagguuss …. (y) .. So sweet bgt . Henry menyesal ne ..

  39. Hii, aku reader baru disini… Dan well, kamu berhasil bikin aku nangis *lagi* karena cerita kamu huhuhu tragis banget ya jadi HaeWook mereka harus bahagia diatas penderitaan orang lain padahal mereka sendiri lebih menderita karena memendam perasaan bersalah yang amat amat banyak sekali… Mulai dr Wook ke Kyu, Won, Ming, Henry, dan paling nyesek nya itu ke Eunhyuk… Aku kalau jadi Eunhyuk pasti udah milih pergi jauh jauh deh TAT dr awal aku baca aku lebih pure ke Siwon kasian dia Ya april! kenapa kau buat kibum meninggal? huhu /plak/ Aku berharap SiHyuk disini happy ending, KyuMin juga, ZhouRy dan semua berakhir happy ending ya TaT

    Yesung sini sama aku yuk? Kamu merana banget disini sayang… mending nikah sama aku TAT *ditendang* nyesek banget lihat YeWook moment seandainya aja bisa diundur lagi mungkin YeWook gak akan seperti ini ne, ah tapi nanti kasian sama Hae TAT ah entahlah… semua disini aku rasa merasakan kesakitan yang sama dan aku cuma bisa nangis dan berharap mereka nanti bahagia TAT

    Oh iya, sempat ngakak pas baca + bayangin yang “Ia yang saat ini menggunakan baju tidur bercorak ikan nemo, sandal rumah berbentuk kura-kura dan oh, jangan lupakan boneka Jerapah ditangannya yang kini didekapnya didepan dadanya. ” HAHA gemes banget sama wookie disini >< dia polos nyerempet ke baboo ne… *face palm* ups hahaha bener bener suka HaeWook ya salah satunya karena ff kamu ini saeng dapet banget feel nya sama HaeWook mereka sweet banget disini aaaa TAT

  40. Hadeuh gak tau ini mau komen apa,,
    jadi yesung udah suka sm wook dari awal?? Smpe segitu tersiksanya nyimpen perasaan ke wook selama itu dan harus menerima kenyataan gak bisa memiliki wook,, sedih ngliat yesung disini,, harus mencintai adiknya sendiri *pukpuk yesung*
    henry baru sadar?? Kenapa baru sekarang?? Setelah menghujam wook dengan segala caciannya??
    Kyu menjadi stalker wook?? Salah sndri knpa bersikap sok acuh sm wook padahal hati dan pikirannya gak bisa lepas dr wook dan sekarang pun sungmin sudah benar benar pergi dari hidupmu,, semoga kyu gak stress berlebihan setelah semua ini,,
    wook dan hae emg menjadi yg paling tersakiti disini,, harus menghadapi satu persatu masalah yg menghadang mereka,, semoga mereka bisa bertahan dengan semua cobaan didalam hubungan mereka,, dan salut sm hubungan mereka, meskipun cobaan melanda sana sini tp mereka menyatu dan saling memeluk satu sama lain, bener bener bikin iri kkk…

  41. HAIIIII *lambai2 tangan* KANGEN AKU GAK ???😄
    MAAFKAN AKU BARU KOMEN TAT *sujud sujud*
    Oke komen yakkk~~~
    ……oke….. speechles……. jadi itu alasannya ? Alasan kenapa yesung dulu jauhin wook ? Padahal dia dari dulu emang udah cinta wook? Hanya karena wook minum ASI umma yesung dulu ? Dan itu beneran ya kalo minum ASI yg sama itu brarti mereka jadi sodara ? Aigo pantes aja ;;;; umma yesung ngerasa bersalah banget pasti sekarang… aiiih malah wook juga denger pembicaraan mereka T^T aiih oke yewook kissing untung hae gak lihat -_-)b hahaha
    Tapi ya………walau wook udh tau semuanya mereka tetap gak bisa bersama kan ? :””” wook sudah milik hae :”’
    Dan oke……KYU……….GUA GREGET AMA ELU OAO Aahhh kasian sungminnie TAT aahhh terlalu lelah ya nunggu kyu ? :””
    Jadi sungmin nyerah buat kyu ? Dan kyu sekarang ngerasa kehilangan ? Oke owe gak tau kyu ngerasa kehilangan karena dia udah cinta ke min apa karena kehilangan sosok kakak ? KAN KAN IIHHH KESELLL OAO HUEEHHH TAT
    Ahh hyuk :”””” tapi lega kan pasti udah ungkapin semuanya ??… jadi mereka gak canggung kan ? Hae juga merasa bersalah pasti ;;;__;;;
    Gak peka sih ╮(╯_╰)╭
    Tapi ya…….terlambat juga hae udah cinta ke wook kan ? Dan gak mungkin bisa bales cinta hyuk ? Aigo ;;;
    Dan now uri mochi…. NAHKAN AKHIRNYA SADAR JUGA ;;;;
    Aiihhh sekian lama nunggu dia sadar akhirnya dia sadar juga TAT
    Dia sadar dia salah nyiksa wook kayak gitu OAO kasih kata2 kasar bahkan hampir mukul kan ? Aiihh kenapa lama banget sadarnya
    Tapi gak apa dhe daripada gak sama sekali ;;;;
    Nyaho kan dia kena ama kata2 zhoumi ╮(▔▽▔”)╭
    Tapi bagus dhe setidaknya itu bisa buat mochi sadar T^T
    Hihihihi haewook moment (≧ω≦) aiih gemes masa ama semua moment nya (≧ω≦) wook cute banget sih TAT piayamanya gemesin aduuh wkwkw
    Oke jadi hae tau ya selama ini wook kesiksa ? Bagus mimi ! Elu ceritain ke ikan ini xD HAHAHAHA
    Aiih haewook bobo bareng hihihi xD sweet and cute moment :””3
    oke typo oke ? Kim jong wook hahaha
    Yewook lagi ya.. hmm oke wook bandel gak mau sekolah karena gak kerja pr (―˛―“)
    Aiih yesung TAT ungkapan cinta yg selama ini tertunda sekarang terungkap juga ya ? Aiih takdir udah memutuskan kan T3T) hwaiting for yesung TAT)9
    NAHKAN SEKARANG KYU DICERAMAHIN(?) AMA TAEMIN TAT aiihh kyu pe’a sih kek gitu amat gak liat dari sisi wook yg kesiksa
    Jadi teman it’s okay kan ? Aigoo T^T pura2 gak peduli segala macem ckckc
    Sekarang dia kehilangan teman kek wook dan kakak kek sungmin kan ? Aiih TAT
    Dan hyuk… hmm mengaku kalah atau gimana itu ? Kkk arraseo dia juga beri nasihat ke wook :”’3 aiih tulus banget ya ;;w;;
    Hyuk nangis lagi :”””” wook juga nangis aiihh
    Oke hae ternyata nguping
    Wook bener hyuk emang cinta hae banget T^T
    Kenapa kisah cinta mereka semua begini rumitnya TAT takdir kejam (lirik author) aahh T^T
    DAN OKE INI COMMENT BUAT CHAPT INI TAT
    Pendek kan ? HAHAHA
    Ini nangis lho ciyusly
    Chapt ini paling miris soalnya perasaan mereka semua tergambar jelas..
    Dan ini chapt 16 publis bulan juli…dan owe comment bulan oktober….MAAF YA -_-v 2 kendala dapet pass telat HAHAHA terus baru sempet baca ama comment malah -oo-)b
    Maapkan sekali lagi ya *sujud sujud*
    Siip dha ini ajaa~~
    Ditunggu ya chapt selanjutnya TAT jangan lupa kasih tau aku juga </3
    keep writing and hwaiting !! ^^

  42. kyaaa…trnyata reader di chap”sblum y pd slh pham ma bang yeye. d kira yesung ga prnh mncintai wook dan mlh ningglin wook ke luar negri, tp trnyta slh. *huhuhu
    jd bgitu kak jika ssorang mnum ASI yg sma mskipun tdk sdarah tdk blh mnikah..*ooh..
    pas yeppa blang*saat kau sdh tak brsma y lg,kau ckp mmblikan tubuhmu krn q sll brada d blakang mu*hihi ..kya y kyu jg prnh mengatakan hal itu.klo ga slh sih.

    yeah..akhir y mochi sdr akan pebuatan y .dan tu krn bang koala,,xixi
    moment haewook y suka bgt.

    cerita mu bnar”ssh d tbak kak mmbuat reader mu sslu pnasaran dg crita slanjt y. dan mmbuat bnyk teka teki. pokoke DAEBAK !!

  43. untung saya sudah sedia tissue. kkeke🙂
    huhuhu aku gak bakal nyangka jalan ceritanya smpe ke sini yesung dg wookie saudara? ommo, sama sekali gak terpikir oleh ku.
    yesung oppa yang tabah ya,
    untuk HaeWook yang sabar ya.
    hyuk, jangan sedih.😥
    aduh gak bsa komen banyak. (emg biasanya komen dikit xD) pokoknya ceritanya maikin seru, feelnya kerasa banget. dan seperti biasa this is daebakk ff. keep writing ^^

  44. Annyeong eonie,,Li datang lgi,,
    yeyyy HaeWook bersatu di ff ini,, sempat frustasi krna di ff WDLY haewook is dead,, ni akn berlanjut gx eon??? Aku tunggu ne,, aku mau bca ff haewook lgu ne WD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s