(GS/Chapter) Just You! ~01

Just You!

( phiphohbie )

Choi Ryeosomnia

Rate : T

Pair : YesungxRyeowook

They belongs to God Almighty~~ but this story, Just You!” is pure MINE!!

.

.

.

Enjoy~

.

.

.

Pria dengan surai hitam yang sengaja ditata agak berantakan itu memandang lurus kedepan memperhatikan sesosok gadis mungil yang tengah berusaha keras untuk dapat memasukkan sebuah bola basket ke Ring.

Bibirnya yang begitu tipis dan merah itu tersenyum tipis hingga tak ada seorang pun yang dapat melihat senyum itu. Ia tersenyum melihat kegigihan gadis berpostur mungil didepan sana yang begitu semangat dalam mencoba memasukkan bola basket tersebut―sekalipun selalu gagal.

Tak jarang pria ini―Kim Yesung―mendengus kecil memperhatikan wajah cemberut gadis itu―Kim Ryeowook―saat gagal memasukkan bola tersebut ke ring. Mata Obsidian sekelam malam itu tak pernah sedikit pun melepas pandangannya dari setiap gerakan yang dibuat oleh Ryeowook.

“Ya! jangan menertawakanku!” gadis itu―Kim Ryeowook―berteriak lucu kepada teman-teman sekelasnya yang sedaritadi tertawa dan mencibir tentang dirinya yang begitu payah dalam bermain basket.

Memang hari ini adalah jam pelajaran olahraga dikelas Ryeowook dan sang Seonsaengnim yang masih ada rapat bersama dengan para guru-guru lainnya pun akhirnya menyuruh siswa dikelas Ryeowook untuk olahraga sendiri dengan materi Basket.

Yesung terkekeh kecil mendengar suara nyaring dan terkesan sebal yang tadi berteriak. Namja ini menikmati segala ekspresi yang dikeluarkan oleh sang gadis mungil. Terlihat dilapangan Basket itu, Ryeowook kembali mencoba untuk memasukkan bola ke Ring.

Yesung menggelengkan kepalanya ringan dengan semangat 45 yang dimiliki oleh Ryeowook. ia sendiri heran, bagaimana bisa seorang gadis dengan tubuh semungil itu bisa memiliki semangat yang begitu besar? Kkkk~

Terlalu asyik memandangi Ryeowook hingga Yesung tak sadar bahwa sudah ada seorang gadis yang duduk disampingnya sambil memandangi wajah tampannya. “Apa yang membuatmu begitu senang?” celetuk gadis berpipi chubby disamping Yesung.

Secara naluri Yesung pun menoleh kesamping―kepada gadis itu. Wajah cerah Yesung yang awalnya cerah kini kembali datar seperti biasanya. sang gadis berkulit putih bak snow white itu hanya bisa menelan ludah kecut ketika menyadari wajah masam Yesung semenjak kehadirannya.

“Apa dia sebegitu indahnya, sampai kau memandangnya seolah kau takut dia menghilang jika sedetik saja lepas dari pandanganmu?” Kim Kibum―gadis cantik dengan senyum mematikannya tersebut―kembali bertanya.

“Sedang apa disini?” tak mau membalas pertanyaan Kibum, Yesung justru balik bertanya. Kibum tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya yang rapih. “Semua Seonsaengnim sedang rapat dan rasanya sangat bosan dikelas, jadi aku memutuskan untuk mencarimu dan..yeah seperti saat ini, aku menemukanmu yang memandangi gadis istimewa disana” tunjuknya menggunakan dagunya.

Yesung mengangguk pelan. “Ya, kau benar. Dia begitu istimewa” menjawab santai tanpa mau melepaskan pandangannya dari sang gadis mungil didepan sana yang masih saja bersikukuh tak mau melepaskan bola Basketnya untuk teman-teman yang lainnya.

Sayup-sayup Yesung mendengar protesan dari teman-teman Ryeowook yang memintanya untuk bergantian bermain bola Basket. Tak pelak hal tersebut semakin membuat Yesung yang tanpa sadar sudah tersenyum cukup lebar.

Kibum tersenyum kecut melihatnya. “Hanya memandangnya saja kau sudah tersenyum selebar itu” katanya sambil ikut memperhatikan Ryeowook yang saat ini sedang bertengkar dengan teman-temanya berebut bola Basket―karena mereka juga ingin mencoba memasukkan bola basket itu kedalam Ring.

“Apa yang membuatmu begitu mencintainya?” Kibum menyelipkan helaian rambut bagian depannya ke belakang telinganya. Sambil menunggu jawaban dari Yesung gadis ini memposisikan duduknya senyaman mungkin. Saat ini mereka tengah duduk-duduk dibawah pohon yang rindang.

“Dia itu..membuat Dunia yang memandangnya, bukan dirinya yang memandang Dunia” Yesung menatap Ryeowook dengan pandangan yang sulit di artikan.

Kibum merasakan sebuah denyutan sakit diDada bagian kirinya. Ia tak pernah menyangka bahwa Yesung akan mengatakan hal yang begitu menyesakkan untuknya. Pria itu… memuji gadis lain dihadapannya. Sakit rasanya saat mendengar Tunanganmu begitu mengistimewakan gadis lain.

Tapi Kibum tak memprotes sedikit pun. Ia justru hanya mencoba untuk terus tersenyum dan seolah ia baik-baik saja. Ia sadar bahwa menjadi Tunangan Yesung pun sudah berkah untuknya jadi ia tak akan menuntut apa-apa lagi dari pria disampingnya ini. Asal ia masih diperbolehkan untuk terus berada dekat dengan Yesung, itu sudah lebih dari cukup baginya.

Yesung tiba-tiba saja tersentak ketika melihat adegan dihadapannya. gadisnya―Kim Ryeowook―terjatuh tersungkur tepat saat ia hendak memasukkan Bola itu ke Ring dengan melompat. Yesung dapat melihat raut kesakitan yang ditampilkan oleh wajah manis sang gadis.

Dengan gerakan cepat ia berlari menuju ke lapangan Basket.

“Wookie-ah, gwaenchana?” tanya seorang teman Ryeowook yang bernama Siwon. Ryeowook mengangguk pelan. “N-ne, gwaenchana” menjawab sambil meringis memegangi lututnya yang mengeluarkan darah segar. Teman-temannya tampak memandang Ryeowook khawatir.

Siwon membantu Ryeowook untuk berdiri. “A-akkhh~” ringis Ryeowook kesakitan. Siwon melotot melihat tumit Ryeowook yang tampak memerah dan juga membengkak. “Kau terkilir, Wookie” suara Siwon terdengar begitu khawatir. “Sebaiknya aku menggendongmu”

Siwon sudah bersiap untuk menggendong Ryeowook jika saja sebuah suara tak menghentikan niatnya. “Kau pikir kau siapa, beraninya menyentuh yeojacinguku” suara baritone itu terdengar begitu dingin dan mengintimidasi.

“Tapi dia terluka, Yesung Hyung” kata Siwon dengan memancarkan pandangan memohon agar ia diperbolehkan untuk segera membawa Ryeowook ke UKS. Tak tahan juga melihat raut kesakitan sang gadis mungil yang sudah duduk lemas tak berdaya.

Teman-teman sekelas Ryeowook yang menyaksikan dan juga mendengar kejadian saat ini hanya bisa mundur beberapa langkah untuk memberi jarak pada ketiga orang yang saling beradu pandang itu. Kini posisi Ryeowook, Yesung dan Siwon tengah dikerumuni oleh teman-teman sekelas Ryeowook.

Yesung berdecak kesal. “Lepaskan tanganmu dari kakinya” titah Yesung. Siwon hanya bisa mendesah frustasi dan mau tak mau akhirnya menuruti keinginan pria angkuh yang berdiri didepannya. Ryeowook sendiri hanya bisa diam dan memandang sebal pada Yesung.

Yesung menggulung lengan seragam sekolahnya hingga siku. Lalu mendekati Ryeowook yang masih terduduk dengan pandangan sebal yang mengarah padanya. Yesung sedikit menyenggol Siwon seolah memperingati pria gagah itu untuk tidak mendekati yeojacingunya.

Ryeowook terdiam dan tentu saja tak bisa menolak apa yang dilkukan oleh Yesung. Uh-oh, ia masih begitu menghormati Yesung yang memiliki tingkat harga diri setinggi Himalaya. Dan lagi, ia juga tidak mungkin mau mempermalukan Yesung dihadapan banyak siswa lainnya.

Siwon membuang muka kesal melihat pemandangan itu semua. Dengan hati yang dongkol ia pun bergegas meninggalkan lapangan basket outdoor tersebut.

Yesung segera saja membawa tubuh ringkih yang terasa ringan baginya itu menuju UKS. Selama diperjalanan tak ada satu pun yang mau membuka suara. Yesung bahkan masih saja menampilkan wajah datarnya yang terasa begitu menyebalkan bagi Ryeowook.

Dan Ryeowook lebih memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Yesung. Harum maskulin yang menguar dari tubuh pria yang menggendongnya ini begitu membuatnya nyaman. Wajahnya memerah malu karena menjadi sorotan banyak siswa―maklum sekarang ini sedang jam kosong karena para Guru sedang ada rapat.

Tak terasa mereka sudah sampai di ruang UKS. Dengan penuh kelembutan Yesung mendudukkan gadis mungilnya itu pada salah satu tempat tidur yang ada di ruangan bernuansa putih dan biru muda tersebut.

“Apa kau tidak punya mulut?” Yesung membuka suaranya. Ryeowook memandang Yesung kesal. “Gomawo” katanya ketus dengan membuang muka menghindari kontak matanya dengan sang pria yang kini menatapnya intens.

Alis Yesung menukik tajam mendengar nada ketus yang keluar dari bibir Ryeowook. “Apa orangtua mu tidak mengajarimu cara berterimakasih dengan benar?”

Helaan kesal keluar dari bibir mungil Ryeowook. ia menarik nafas dalam dan mencoba menghilangkan sebuah perasaan dongkol yang memenuhi hatinya sejak ia melihat Yesung duduk berdua dengan Kibum tadi.

Ia menarik sudut-sudut bibirnya keatas hingga terciptalah sebuah senyum―yang anak kecil pun tahu bahwa senyum itu bukanlah senyum ikhlas―yang teramat dipaksakan. “Gomawoyo~, Yesung Oppa~” katanya dilembut-lembutkan.

Yesung mendengus mendengarnya. Entah kenapa mendengar nada terimakasih yang dilontarkan oleh Ryeowook menimbulkan sensasi aneh yang menjalar di dadanya. Yesung mendekati Ryeowook yang masih dalam posisi duduk dengan kaki yang menggantung.

Ia mengunci tubuh mungil itu dalam kungkungan kokohnya. Ia mendekatkan wajahnya pada Ryeowook hingga hidung keduanya bersentuhan. Mata Caramel cerah Ryeowook mengerjap-ngerjap polos memandang wajah tampan Yesung yang begitu dekat.

Yesung semakin mendekatkan bibirnya pada bibir menggoda Ryeowook dan saat jarak diantara keduanya sudah semakin menipis dengan tiba-tiba saja Ryeowook memalingkan wajahnya hingga pada akhirnya Yesung hanya bisa mencium pipi gembul Ryeowook.

Kening Yesung mengkerut tak suka karena mendapat penolakan. Hei, seorang Kim Yesung tak pernah mau menerima penolakan, kau tahu?

“Kenapa?” bertanya pelan dan sedikit menjauhkan wajahnya dari Ryeowook. “Kau bisa mencium tunanganmu yang cantik itu, jangan menciumku” ucapan Ryeowook yang bernada cemburu itu tak pelak membuat Yesung mendecih sebal.

“Kita sudah membahas ini sebelumnya, Ryeowook-ah. Dan jangan merusak mood ku yang sudah buruk ini” tukas Yesung cepat dengan memandang sinis tepat pada manik Caramel cerah milik sang gadis.

Bukannya takut, gadis dengan helaian rambut cokelat madu miliknya yang sedikit bergelombang ini justru balik menatap tajam Yesung. Well, tak ada seorang pun yang berani memandang balik tatapan penuh Yesung seperti saat-saat ini―selain Ryeowook, tentunya.

Dan inilah yang membuat Yesung juga kagum pada Ryeowook. gadis ini…dia seolah memiliki keberanian dan percaya diri yang begitu tinggi. Ryeowook selalu berani memandangnya saat ia berbicara sekalipun itu dengan nada kesal dan marah.

Bahkan Ryeowook berani menentangnya―hal yang tak pernah dilakukan oleh pacarnya sebelumnya.

“Tapi Oppa tidak pernah memberikan kejelasan tentang ini semua. Aku lelah!” seru Ryeowook kesal. Yesung lebih memilih diam dan mengeluarkan nafasnya lambat-lambat demi mengontrol emosinya. “Kau terlihat tersenyum tadi saat duduk berdua dengannya” lanjutnya lagi.

Oh, Kim Ryeowook~ tak tahukah kau bahwa tadi itu Yesung tersenyum karenamu?

Yesung tak menggubris ucapan Ryeowook dan lebih memilih mengalihkan pembicaraan dengan berkata, “Kita obati lukamu.”

Bibir Ryowook tampak maju beberapa centi. Yah, Ryeowook tidak bodoh. Ia paham betul bahwa Yesung mencoba mengalihkan pembicaraan. Dan Ryeowook sudah muak dengan tingkah Yesung yang acuh tak acuh itu.

Ia seorang perempuan dan ia butuh kepastian. Jujur, selama ini Ryeowook sering sekali menangis dimalam hari jika ia mengingat tentang posisinya. Kim Yesung―namjacingunya yang sudah menjalin hubungan dengannya sejak setahun yang lalu―sudah memiliki Tunangan.

Oh, tidak, jangan tatap Ryeowook seolah dia seorang gadis tak tahu diri dan perebut Tunangan orang. Jadi, begini, Yesung telah dijodohkan oleh orangtuanya dengan gadis bernama Kim Kibum. Perjodohan itu sudah disepakati sejak mereka masih kecil.

Yesung maupun Kibum sebenarnya sudah tahu tentang perjodohan itu sejak kecil. Bahkan mereka saling mencintai. Tapi…sekitar 2 tahun yang lalu sebuah keadaan memaksa Yesung untuk berhenti mencintai gadis itu.

Kim Kibum, gadis yang teramat dicintainya telah berkhianat. Yesung menemukan Kibum tidur berdua dengan seorang pria―kekasih gelap Kibum―yang diketahui bernama Lee Donghae. saat itu… Yesung benar-benar hancur dan memutuskan untuk berhenti mencintainya.

Dalam beberapa waktu Yesung sudah tak percaya akan yang namanya cinta. Tapi…Kim Ryeowook, gadis itu dengan gigih mengejarnya, menyatakan cinta padanya dan bahkan Ryeowook saat itu tak pernah lelah menganggu Yesung.

Yesung pun yang merasa kehadiran gadis gila―Kim Ryeowook―dapat menghiburnya sedikit demi sedikit mulai mau membuka hatinya untuk gadis berpostur mungil itu. Ia berusaha untuk mencintainya meskipun bayang-bayang Kibum yang telah mengkhianatinya masih terpatri jelas dalam ingatannya.

Yesung sudah ngotot ingin membatalkan pertunangannya dengan Kibum kepada orangtuanya, tapi orangtuanya menolak telak keinginan itu. Dan Kibum sendiri, awalnya ia memang menjalin hubungan dengan Donghae, namun seiring berjalannya waktu ternyata Donghae meninggalkannya dan berpacaran dengan gadis lain.

Sungguh, Kibum menyesal bukan main. Dan sekarang inilah mungkin ia mulai menerima karma. Diacuhkan oleh Yesung dan pada akhirnya ia tak memiliki satu orang pun yang dapat mendampinginya.

Bukankah masalah ini terasa begitu kompleks?

.

.

.

Aku tidak tahu banyak hal.

Yang aku tahu, aku hanyalah seorang gadis yang menginginkan kepastian dan ingin terus berada disisimu serta menggenggam tanganmu

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Yesung yang tak menemukan sang penjaga UKS akhirnya memutuskan untuk menangani Ryeowook seorang diri. Toh, ia tak terlalu buruk jika hanya menyangkut luka-luka kecil seperti ini.

Namja bermata sipit ini mengisi sebuah baskom dengan air, lalu mengambil sebuah kasa dan handuk steril didalam lemari penyimpanan. Yesung mulai membasahi handuk itu dan ia sedikit membungkuk saat handuk yang sudah dicelupkan ke air ia usapkan di lutut sang gadis mungil yang terluka.

Ryeowook menggigit bibir bawahnya ketika handuk itu menyentuh lukanya. Perih menjalari lutut itu hingga tanpa sadar matanya sudah mengembun. Caramel cerah itu tampak berkaca-kaca. Ia menahan isakan dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis.

Ia masih mengingat ucapan Yesung saat pertama kali ia membentak Ryeowook dan menyebabkannya menangis. “Menangis dan merengek, itu adalah hal yang dibenci oleh seorang pria.”

Tangan Ryeowook mengepal begitu erat sampai kuku-kukunya memutih. Ia benar-benar sudah tak tahan untuk menahan perih yang semakin menjadi. Dapat Ryeowook rasakan tekanan Yesung pada lukanya terlalu kuat.

Tes..

Satu air berwarna bening itu jatuh saat Ryeowook secara spontan menutup matanya karena sudah tak tahan dengan cara Yesung yang bisa dibilang kurang lembut. Yesung yang melihat air mata itu jatuh tepat diatas luka Ryeowook segera saja mendongak memandang Ryeowook yang menutup matanya sambil meringis.

Obsidian kelamnya mengerjap-ngerjap polos seolah tak tahu apa-apa. “Sakit kah?” bertanya lembut dengan mulai memelankan tekanannya dalam membersihkan luka lecet itu. Ryeowook membuka matanya. Ia mengangguk pelan. “S-sakit~” keluhnya dengan suara lirih.

Yesung mendengus. “Kalau kau sakit seharusnya kau bilang padaku. Aku mana tahu kalau aku sudah terlalu kasar.” ujarnya. Entah kenapa Ryeowook seperti menangkap maksud lain dari ucapan Yesung tadi.

“Jadi aku boleh bilang pada Oppa jika Oppa sudah terlalu terlalu kasar padaku dan membuatku menangis?” bertanya sedikit girang yang membuat Yesung terkekeh ringan. Ryeowook memajukan bibirnya kedepan saat tak mendapat jawaban dari sang namjacingu.

Yesung mengambil sebuah plester lalu dengan hati-hati menempelkannya pada lutut Ryeowook yang lecet. “Nah, selesai” kata Yesung bangga sambil menatap hasilnya. Yesung berdiri tegak dengan posisi kembali mengungkung gadis berpipi chubby itu.

Kedua lengan Ryeowook tiba-tiba saja mengalung indah dileher Ryeowook. “Jadi boleh?” Yesung mengangkat sebelah alisnya tak mengerti. “Apa?”

Ryeowook mengerang frustasi. “Jadi aku boleh berkata jujur jika Oppa menyakitiku atau kasar padaku?” bertanya ulang. Yesung tersenyum mendengarnya. “Apa Oppa menyakitimu?”

Kepala bermahkotakan cokelat madu itu mengangguk semangat. “Oppa selalu menyakitiku. Oppa tidak pernah memberikan kejelasan tentang hubungan kita. Aku merasa Oppa tidak benar-benar mencintaiku” berkata lancar dan sekenanya.

Yesung tampak terkejut dengan pengakuan dari gadisnya. Selama ini ia selalu berpikir bahwa Ryeowook baik-baik saja dan tak pernah mempermasalahkan sampai sejauh ini. Memang, sih, Yesung tahu kalau Ryeowook ingin kepastian tapi ia tak menyangka bahwa Ryeowook memikirkannya sampai sejauh ini.

“Kadang aku berpikir, ‘aku ini siapa untuk Oppa?’.” Telunjuk Ryeowook memutar-mutar tepat didepan dada Yesung. “Oppa sudah memiliki Kibum, orangtua Oppa bahkan menjodohkannya dengan Oppa. Kalian berasal dari kalangan atas, sedangkan aku…aku ini siapa? Aku bukan apa-apa,

Bisa sekolah di sekolahan ternama seperti ini saja rasanya sudah sangat bersyukur” ujar Ryeowook. ia menundukkan kepalanya tak mau menatap Yesung yang memandangnya intens. “Saat memikirkan semuanya…rasanya seperti ingin mati saja.” Lanjutnya sambil mendongak memandang Yesung dengan senyum yang melebar menampilkan gigi putihnya.

Meskipun bibirnya tersenyum lebar tapi dimatanya… Yesung bersumpah bahwa mata itu memancarkan cahaya kesedihan yang amat kentara. Yesung merasa hatinya kebas mendengar segala penuturan gadis mungil dalam kungkungannya itu.

Sejauh ini Ryeowook memang selalu berusaha terlihat kuat dan baik-baik saja dan tak pernah sedikit pun berbicara seperti yang barusan. “Hn. Kenapa kau berbicara seperti itu?” mati-matian Yesung menyembunyikan sebuah perasaan tak enak yang menyerang hatinya.

“Habisnya memang begitu kenyataannya ‘kan? aku ini bukan siapa-siapa. Jika dibandingkan dengan Kibum-ssi aku jelas tidak ada apa-apanya” tertawa kecil menutupi kesedihan yang melandanya. “Jadi kau berharap aku akan bersama dengan Kibum?”

“ANIYA!” berseru keras hingga membuat Yesung terpaksa menutup kedua telinganya. “Aku tidak bilang begitu” tukas Ryeowook cepat. “Kalau begitu berhentilah berbicara yang seperti itu” titah Yesung cepat. “Tapi―”

“―Mana yang kau mau, hidup bersamaku atau aku hidup bersama Kibum?”

“Yang mana saja, asal Oppa bahagia itu tidak masalah” entah sadar atau tidak Ryeowook menjawabnya dengan begitu cepat dan selisih beberapa detik setelah Yesung mengajukan pertanyaannya. Gadis itu menjawab seperti orang yang tidak berpikir terlebih dahulu.

Yesung mengerling jahil mendengar jawaban Ryeowook. “Kau benar-benar gadis yang berpikiran begitu sederhana” katanya sambil mendengus lucu. Ryeowook tampak menggembungkan pipinya sebelah mendengarnya. Sebuah tawa renyah keluar dari bibi Yesung.

Ryeowook yang melihat Yesung tertawa justru begitu kesal. Dengan cepat dan Yesung sendiri tak bisa mengingatnya tiba-tiba saja Ryeowook menciumnya tepat dibibirnya.

Cup~

Tawa Yesung terhenti. “Aku mencintaimu” ujarnya sambil terkikik geli. Yesung memandang jahil Ryeowook. dengan cepat ia pun juga kembali mengecup bibir semerah cherry itu dan menyesapnya begitu dalam. Kedua lengannya mengalung indah dipinggang ramping Ryeowook.

Keduanya semakin memperdalam ciumannya. Hingga sebuah kebutuhan Oksigen terpaksa membuat tautan bibir keduanya harus terlepas. Terdapat benang-benang saliva yang menghubungkan kedua bibir mereka.

Wajah Ryeowook sudah memerah bak kepiting rebus hingga ke telinganya. Yesung menyeringai melihatnya. “Hn. Ayo Oppa antar ke kelas.”

.

.

.

Aku pikir jika aku menangis mungkin ini akan tampak lebih menyulitkan lagi untuk ke depannya

Jadi aku memutuskan untuk tersenyum sekalipun ini begitu menyakitkan

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Yesung duduk termangu dibalkon kamarnya. Tangannya memutar-mutarkan ponsel miliknya yang berwarna hitam. Dari raut wajahnya tergambar jelas sebuah kegelisahan. Yesung kembali memikirkan ucapan-ucapan―atau yang bisa kalian sebut sebagai sebuah keluhan―Ryeowook yang dilontarkannya tadi siang.

Dalam hatinya yang terdalam Yesung benar-benar merasa bersalah kepada gadis mungil itu. Entah kenapa melihat raut wajah Ryeowook yang sendu tadi siang membuatnya tak bisa tidur malam ini. Wajah kecewa itu masih terngiang jelas di ingatannya dan itu membuatnya begitu frustasi.

Tidak hanya tentang Ryeowook saja yang membuatnya tak bisa tidur malam ini, tapi ada satu hal lagi yang semakin membuatnya teramat gelisah. tadi―saat makan malam―ia mencoba mengatakan kepada kedua orangtuanya (lagi) agar membatalkan perjodohannya dengan Kibum.

Bukannya mendapat persetujuan, justru yang Yesung dapatkan adalah kesialan yang berkali lipat. Kedua orangtuanya marah besar dan malah memutuskan untuk menggelar pesta pertunangannya dengan Kibum lusa nanti. Hal ini tak pelak membuat Yesung gelisah.

Sekarang apa yang harus ia lakukan? Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Yesung bukanlah pria pembangkang, pria tampan ini begitu menurut kepada kedua orangtuanya. Sejak kecil ia sudah di didik untuk selalu mematuhi ucapan kedua orangtuanya.

Jadi… apa yang harus dilakukannya?

Ditengah-tengah kegelisahannya yang sudah semakin memuncak sebuah getaran yang berasal dari ponsel pintarnya membuatnya sejenak melupakan kegelisahan itu. Wajahnya yang awalnya datar kini berangsur-angsur cerah ketika mendapati sebuah pesan dari gadis itu.

From : Giraffe girl

‘Sedang apa? Aku rindu pada Oppa’

Yesung mendengus membaca isi pesan dari Ryeowook. gadis itu…selalu saja dapat membuatnya kembali membaik. Dan tak mau membuat gadis itu menunggu terlalu lama Yesung buru-buru mengetik sebuah balasan untuk gadisnya.

To : Giraffe girl

‘Hn. Kenapa belum tidur?’

Yesung mendengus sembari mengirimkan pesan itu. Saat ini Yesung bisa menebak bahwa Ryeowook pasti sedang mengerucutkan bibirnya lucu. Well, Yesung tahu betul bahwa Ryeowook begitu membenci kata-kata ‘Hn’ yang selalu diucapkannya itu. Tapi, toh, Yesung tetap saja tak mau menghilangkan ciri khas-nya itu.

Sebuah pesan kembali masuk di ponsel pintarnya.

From : Giraffe girl

‘Aku sudah tertidur sebenarnya tadi. Tapi aku bermimpi buruk dan akhirnya tidak bisa kembali tidur jadi aku memutuskan untuk mengirim pesan tadi pada Oppa’

Yesung mengerutkan keningnya saat membaca pesan itu. ‘Mimpi buruk? Mimpi buruk apa?’ pikir Yesung dalam hati. Dan ia kembali membalas pesan sang gadis.

To : Giraffe girl

‘Tidak usah di pikirkan. Itu hanya mimpi. Lekaslah tidur besok kau harus sekolah. Oh, bagaimana kakimu?’

Meskipun Yesung penasaran dengan mimpi buruk sang gadis mungilnya tapi pada kenyataannya Yesung tak mau menanyakannya. ‘Biar ku tanyakan besok saja lah~’―kata Yesung dalam hati. Yesung berpikir bahw ini sudah larut malam jika ia bertanya tentang mimpi Ryeowook, sudah pasti gadis itu akan benar-benar menceritakannya sampai tutas. Dan Yesung juga percaya bahwa malam ini pasti ia dan Ryeowook tak akan tidur.

Uh-oh, tolong catat, bahwa Kim Ryeowook adalah gadis yang cerewet dan suka sekali menceritakan segalanya sampai mendetail. Jadi Yesung memutuskan untuk tak bertanya lebih lanjut.

From : Giraffe girl

‘Kaki ku sudah tidak sakit lagi. Ne, aku akan tidur. Sampai jumpa besok pagi, jaljayo Oppa~’

Yesung tertawa kecil membaca isi pesan Ryeowook yang pada bagian akhirnya terdapat emoticons dengan bibir yang maju kedepan―emoticons cium. Ia mendengus kecil dengan tingkah gadis aneh―begitulah Yesung menyebutnya―yang selalu saja berhasil membuatnya kembali baik-baik saja.

.

.

.

Senyum dapat membuat kau keluar dari situasi sulit

Bahkan jika itu adalah senyum palsu sekalipun~

.

.

.

“Semalam aku bermimpi bahwa Oppa akan meninggalkanku. Saat aku bangun entah kenapa air mata itu sudah menjatuhi pipiku. Rasanya… mimpi itu benar-benar nyata”

Ryeowook berceloteh panjang lebar menceritakan mimpinya semalam. Ia bahkan tak memperhatikan sorot mata Yesung yang penuh sendu. “Bahkan sakitnya dihati masih begitu terasa” tuturnya lagi sambil mengerucutkan bibirnya kedepan.

“Mimpi yang sangat menyebalkan. Rasanya mimpi itu seperti mengejekku,” mengatakan dengan sambil menyesap jus lemonnya. Mata Caramel cerah itu memperhatikan keadaan kantin yang cukup lenggang hari ini.

“Mengejek?” Yesung bertanya dengan nada datar. Hatinya memang sedang gelisah tapi ia mencoba sebisa mungkin untuk menutupinya. Ryeowook mengangguk sambil menatap Yesung. “Ya. Mimpi itu seolah mengatakan bahwa aku ini pantas ditinggalkan oleh Oppa yang sempurna ini” suara Ryeowook terdengar begitu kesal.

Yesung tersenyum tipis mendengarnya. Tangannya mengacak gemas rambut Ryeowook. “Kau ini ada-ada saja” Ryeowook tampak menggembungkan sebelah pipinya yang membuatnya terkesan begitu imut. “Oh, ya, apa besok Oppa ada acara?” tiba-tiba saja Ryeowook bertanya.

Yesung sedikit menimang-nimang untuk jawaban yang harus diberikannya pada sang yeojacingunya. Haruskah ia bilang tidak ada? bukankah besok adalah pesta pertunangannya? Tapi… jika ia bilang ‘ada’ sepertinya itupun juga bukan ide yang bagus mengingat Ryeowook adalah seseorang yang memiliki tingkat kepo yang begitu tinggi. Ryeowook pasti akan bertanya ‘ada acara apa?’.

Nah, Kim Yesung, jadi bagaimana jawabanmu?”

“Kenapa?” akhirnya memilih bertanya kembali pada Ryeowook adalah jalan yang dipilih oleh Yesung. “Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?” mata Caramel itu berbinar ketika mengucapkannya. “Sebentar lagi ‘kan liburan, kita pasti akan berpisah dalam waktu yang lumayan lama,” binar-binar bahagia itu mendadak menghilang dari matanya.

Memang sih setiap liburan datang Ryeowook selalu pulang ke rumahnya―di Busan. Dan itu pasti membuat Yesung dan Ryeowook terpaksa berpisah dalam beberapa waktu. Ryeowook membenci liburan sekaligus juga menyukainya.

Karena saat liburan tiba itu tandanya ia bisa pulang ke rumahnya dan bertemu dengan Appa-nya dan yang menjadi berita buruknya adalah karena ia harus berpisah dengan Yesung. “Lagipula Appa sedang sakit-sakitan akhir-akhir ini, aku tidak memiliki banyak waktu luang untuk diam di Seoul lebih lama saat liburan sudah tiba” katanya lebih lanjut dengan nada sedih.

Yesung yang mendengarnya sedikit terkejut dan sedih. “Appa mu sakit?” Ryeowook menjawabnya dengan sebuah anggukan kepalanya. Raut sedih tercetak begitu jelas diwajah Ryeowook. “Mungkin terlalu keras bekerja,” sebuah tawa hambar keluar dari mulutnya.

“Appa selalu berusaha bekerja dengan begitu keras agar mendapatkan banyak uang untuk lalu dikirimkannya kepadaku, aku sudah menasehatinya agar tidak khawatir padaku, tapi Appa terlalu keras kepala” suara Ryeowook semakin lirih saat ingatannya kembali pada saat terakhir kali ia bertemu dengan Appa-nya.

Yesung mendengarkannya baik-baik. “Ia memiliki kekhawatiran yang sangat berlebihan. Padahal aku tidak pernah kekurangan uang disini” ia menghela nafas dalam setelah selesai menceritakannya.

Yesung tersenyum mendengar cerita gadisnya. Ya, ia memang tidak salah telah mencintai gadis mungil ini. Sifatnya yang sangat polos dan selalu mencintai Appa-nya―satu-satunya keluarga yang ia miliki―telah berhasil menjeratnya.

Ryeowook juga gadis yang sangat cerdas. Ia bahkan dapat sekolah disini berkat beasiswa yang diterimanya selama ini. Bertambahlah kekaguman Yesung terhadap Ryeowook.

Yesung memegang dagu mungil Ryeowook dan memaksa sang empunya untuk menatapnya. Mata Caramelnya yang begitu dalam seolah menariknya ke dalam sebuah dimensi yang indah, Yesung tak melepaskan sedikit pun tatapan itu.

“Jangan bermuram durja begitu. Besok kita pergi bermain, ne?”

“Jinja?” Ryeowook membulatkan matanya lucu. Lalu ia menghambur memeluk Yesung yang ada disampingnya. Bahkan Ryeowook tak memperhatikan tatapan iri yang dilemparkan oleh banyak siswa yang ada dikantin saat ini. “Yosh~ besok kita bertemu di taman kota itu, ya?”

Yesung mengangguk pelan. “Hn.”

Dan setelah itu Ryeowook tak pernah sedikit pun melepaskan sebuah senyum dari bibirnya. Seharian ini Ryeowook pasti akan tersenyum.

.

.

.

“Apa yang membuatmu tersenyum begitu lebar, huh?” Siwon mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah Ryeowook yang aneh sejak jam istirahat tadi. Bukannya menjawab Ryeowook justru menampilkan deretan gigi putihnya dengan nyengir selebar mungkin.

“Besok akan menjadi awal liburan yang sangat menyenangkan, Siwonnie?”

Siwon terkekeh ringan. “Oh, rupanya kau benar-benar merindukan Appa mu yang disana, ne?” Ryeowook mengangguk semangat. “Selain alasan itu, besok aku akan berkencan dengan Yesung Oppa” katanya antusias yang membuat Siwon langsung melunturkan senyum dibibirnya.

“Jadi begitu?”

“Ya.” Siwon tak membuka suaranya lagi dan ia lebih memilih diam. Siwon merasa ada sesuatu yang janggal. Ada sesuatu yang sepertinya ia lupakan dan sepertinya hal itu benar-benar penting. Tapi…. apa, ya?

Siwon berpikir begitu lama hingga ia seperti tak mendengar bel tanda pulang sekolah telah berbunyi. “Yo, aku pulang dulu, ya” Ryeowook berlari-lari kecil meninggalkan Siwon yang baru sadar bahwa jam sekolah telah berakhir.

Dan saat ia telah mengingat sesuatu hal―yang tadi ia lupakan―yang ingin ia katakan pada Ryeowook, ia baru saja akan mengejar gadis mungil itu namun sepertinya ia benar-benar sudah terlambat. “Besok… bukankah itu…..

.

.

.

Sesuatu hal yang tak berjalan sesuai dengan apa yang kau harapkan…

Yah, itulah kehidupan.

Mau tak mau kau pun harus tetap menerimanya,

Siap tidak siap kau pun harus menghadapinya.

Jadi, mari berjuang lebih keras lagi ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC!

 

 

Author Note :

Maafkan saya jika ff ini abal dan aneh. Saya benar-benar terburu-buru mengetiknya. Reader yang berteman dengan saya di FB maupun Twitter pasti tahu dengan pasti bahwa hari ini benar-benar hari yang berat buat saya. Bahkan saya sudah frustasi dengan ff ini.

But… yeah, aku memaksa untuk mengupdate ff ini. Tenaaaaang~~ chap depan nggak akan update lama kok^^!! Soalnya udah aku siapin. Kalau yang review banyak yakin pasti bakal cepet updatenya~

Yosshh~~ terimakasih buat yang udah ngasih dukungan. Saya benar-benar kurang tidur akhir-akhir ini. Jadi… berikan saya komentar dikolom bawah sana agar saya dapat sedikit kembali semangat (^___^)

please forgive me if a lot typo. I’ll fix it tomorrow.

Ah, ya, mau ngucapin makasih buat temenku yang udah bantuin aku dalam ngebuat nih ff^^ haha

Last, Happy Anniversary buat YeWook. Makin langgeng ya and bias ngelahirin banyak anak-anak YWS. Kkk~ *lol

 

 

Sign,

Ryeowook’s Wife

90 thoughts on “(GS/Chapter) Just You! ~01

  1. akhirnya kelar baca chap baru ini, stlah dr pagi halangan dan gangguan slih berganti datang#plak
    pngen blang kibum egois susah jg, karna emang orang tua mereka dan kibum yg nggak mau sama sekali membatalkan. mau blang yeye egois juga susah, yeye terlalu sayang dgn ortu dan wookie.
    takutnya pas di chap dpan wookie bakal bnar2 jatuh dalam kesedihan karena yeye yg nggak bsa memprthankan dan menegaskan hub mereka b2. roman2nya siwon bakal jadi penghibur sementara nih…hehehe
    keep writing pkoknya pril, ff yewook berchap yg palng aku tggu ya ff2 buatan kamu. udh jatuh terlalu dalam sm ff buatan april#ceilebahasanya🙂

  2. bisa baca ff yewook lg hhe gomawo saengi🙂
    waktu pertama baca ni ff aku kira yeye itu penggemar rahasia wookie ternyata namjachingunya toh ..sempet kecewa jga sih kok yeye malah ngegantungin hubungan dia sama wookie, kalau wookie ninggalin yeye kaya di “we don’t leave you” eotte ??
    tapi aku yakin yewook bakal bersatu kk (maunya)
    hh..pkonya ff saengi paling bisa deh ngaduk2 perasaan ku hhe..hwaiting saengi aku tunggu next chapnya🙂

  3. uh,i really did thought yesung is just another fan of wookie.turns out he is his boyfriend.omo,he’s soooo possesive!what is wrong with letting others take wookie to UKS?Oh,what does UKS stands for actually?in indonesian?but still,how can a possesive boyfriend becomes passive when it comes to publicizing their relationship to their family?if i’m wookie,i would feel so insecure and it did feel like i’m ruining others relationship.hope yesung will be able to clarify his relationship.thanks for writing!

  4. baru bisa kunjung kesini dan ada ff baru…yeayyy…
    ini baru chapter pertama tapi konfliknya udah panas gini saengie *pukpuk wookie* T^T
    wook sama yesung disini kebalikan bgt ya dari yg we don’t leave you…
    dan aku selalu g nyangka yang kamu jadi’in orang ketiga diantara yewook saengie…bener2 g nyangka itu kibum ternyata tunangannya yesung..tak pikirnya itu cuma suka aja sama yesung…
    yesungnya pliss lebih tegas sii..tapi klo urusannya sama ortu emang susah T^T
    kibum g bisa gtu ngebatalin acara tunangannya,toh dia jg yg salah udah bkin yesung g cinta sm dia lagi..relain ke wook aja yesungnya…abis dah ceritanya klo kibum udah batalin dari awal..kkk…
    chapter depan roman2nya wook dikecewain sm yesung😥
    itu si bang kuda suka wook kah??? *dukun mode on* hahaha…
    seperti biasa km slalu sukses klo msalah mangaduk perasaan(?) saat baca ff km…
    dtunggu chapter dpannya saengie (meskipun selalu ketinggalan updatenya) hihihi…
    semangat!!!!

  5. new ff!!!!! yewoookkk!!
    ah aku baru ngecek blogmu lagi unn><
    itu yesungnya jangan janji2 deh klo bsk gak bisa ketemu sm ryeowook! aduh jadi ngabayangin gimana chap depan…hurrr hrskah siapin tisu? /oke lebay/
    yaudah ditunggu unn chap selanjutnya!!!
    fighting!!!^___^ /telatt/

  6. Wa…crta’ya sperti’ya menarik…
    Ya wookpa msa ngak bsa2 msukin bola basket’ya smpai diketawain gtu.
    Bumi egois amat si kn km sndri yg selingku knpa skarang ngak mau meleps yeye utk wook pa…… Pa pertunangan yeye ma bumi jadi trs bgmana dong nasib wookpa’ya aq

  7. satu sisi seneng jdi wookie krn pnya yesung yg sayang sama dia….
    tp satu sisi jg sedih jd wookie, krn swaktu waktu pasti ketauan sama orng tua yesung trz gk tw dehh klo itu terjadi…

    #aku pngn baca yg d PW in dong!

  8. wa..sperti’ya crita ya akn menark ni.
    yeye knapa diam ja si liat wookpa kesusahan masukin bla basket mla senyum2 lgi….wa trnyata yeye protektif jg yg ampe siwon ngak dibleh in bw wookpa ke uks.
    bumi egois knapa ngak mau lepasin yeye utk wookpa kn bumi sndri yg da selingku…
    yeye tegas dong jd namja.

  9. waah…wook bkal kecewa donk nntinya..hri d mna dy brkencan dng yesung mlah mlamnya yesung tunangan sma kibum..cinta segitiga nih, kibum sma siwon sma2 brtepuk sblh tngan..jdiin aj mreka..lanjut deh yewooknya..

  10. waaa onnie .. Ffnya bagus .. Hiihihi giraffe girl ~~ so sweet onnie .. Yesung oppa mending sama wookie aja dari pada kibumm .. Ehhe😀 saeng tunggu ff berikutnya ya onnie🙂 gomawo onnie udah update ff ini🙂

  11. omo!!kibum ketauan tidur dgn donghae???sayang bgt berarti kibum gak perawan lg #plaak.pst rumit rasa cinta wook k yesung,d tambah lg yesung bgtu ank penurut.

  12. kisah yewook sibum……yesung plih kencan pa tunangan y???
    moga sja bkan genre hurt deh.,kasian ryeowook_nya AuthorT.T.
    yosh fighting¡¡¡¡¡(kibarin bendera Yewook)~~^^

  13. akhirnya ada jg ff yewook!!
    alur ceritanya bagus! tp kyknya perlu persiapkan tissu nih, soalnya ceritanya bikin sakit hati…kibum egois bgt yah, udah nyakitin yesung tp tetep ngejar2 dia, semoga masalahnya cepat selesai trus yewook berbahagia ^^

  14. yeey..ada new ff yewook..krakter wook dsni ceria, suka aja gtu
    ciri khas ff mu kak yg krakter wook y ceria & ada manja”y dkit. kkk

    yeppa dah di jdohin ma kibum ??
    aah..chap brikut y pasti yeye bkin sedih & kcewa wook*pukpuk wook
    siapin tissu wat chap brikut y . kkk

    ttp smangat dan jga ksehatan tentu y..ampe krang tdr gtu kak..
    FIGHTING !!

  15. entah knp aku suka ff pair yewook🙂

    hueeee ff nya sedih mulu dahhh .yg yewook huee hueee..😦

    baca dr awal aku pikir yeye bukan pacar nya wookie.. eh ternyata pacar nya…

    hmmmm
    yeye d jodohin sama kimbum ?

    hhoho ku pikir wookie ngrebut tunangan kibum..
    ternyata kibum selingkuh …
    ckckkck udh nyelingkuhin masih aja ngarep yeye bakal balik …

    pantes aja yeye cuek ama kibum.. yess yesss seneng deh🙂

    itu siwon suka sama wookie ya !?

    seneng dech moment yg di uks …
    kyaaa yesung mesum -_- maen kissing kissing anak orang kekeke
    tp gw ko seneng ya \(^=^)/

  16. huuuwaaaa kereeennn…
    yeppa bener🙂
    “wookie membuat dunia memandang’a bukan dia memandang dunia”
    owh begituu istimewa’a kamu ryeowookie… ^_^
    buat April tetep semangatt
    haha
    Li terlambat review’a !!😦

  17. weitss, sepertinya harus sedia tissue di chapter selanjutnya.😄
    yah, yesung kok gitu, seharusnya jujur aja terus jelasin yg sebenernya bahwa dia tetep cinta wookie. eh malah bohong, itu kan justru buat wookie ambah galau.😦
    aku suka konflik seperti ini.
    keep writing april.🙂

  18. Yesung oppa dijodohin sama kibum? Dan ryeowook tau? Bahayaaaaa!! Kasian wookie, dia gmanaa ya-_- Semoga batal yaa, kita jadikan yewook bahagiaa haha

  19. Huaaaaa akhirnya aku menuntaskan membaca ini~~~ Deh terharu:’) Maaf ya kak aku ngerasa jahat banget gitu tiap komen telat mulu huhuhu abis entah kenapa semenjak SMA mood makin kacau kaya roller coaster, bentar bagus banget eh dalam hitungan menit bisa jadi buruk, banget. Dan itu terjadi pas aku setengah jalan baca ini… Yesung sih(?) -,- Habis pas baca ini pemikiran yang terlintas tuh satu : YESUNG EGOIS! Aduh Yesung plis banget ya jangan gantungin ryeowook kaya gitu! Ryeowook tuh walaupun disini ceria tapi kebaca banget dia itu rapuh didalem, duh Yesung… Udahlah kibum moveon aja, percuma juga ngarepin yesung, dia cintanya sama Ryeowook kok, gak aus ngarep mulu? /emosi sendiri/ /okesip-_-/ Atau enggak…ryeowook aja yang moveon😐 sama Kyuhyum aja /Kyuwook feel on XD/ Bagus tuh wook, liat deh kamu kan so sweet sama kyuhyun di OSnya kak april X3 /kedip unyu ke ryeowook/ Huahahahaha bercanda kok bercanda…eh sebenarnya serius sih😀 Yowes, Untuk yang terakhir, seperti biasa : Keep writing eon! ^o^)9

  20. cerita ny seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu … menyenth hattttttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii akuuuuuuuuuuuuuuu🙂 teruslah berkarya yaaaaaaaaaaaaah🙂

  21. yewook pcrn trus mau kencan..
    yesung sama kibum dijodohin trus mau di gimanain siwon sama babywook. semoga gak jadi pair yebum. yewook bersatulah kalian.. baby wook semangat ya di ch dpn . lanjut .. fighting go ggo

  22. Woow yesung pacaran ama wookie tp tunangan ama kibum… kaya’nya mimpi wookie sebuah pertanda deeh, apa yg yesung lakuin besok? Dteng kecan apa tunangan ama kibum ? huaaaa pnasaran…. tp kayanya ada nnti ada sngkutanya ama siwon ya? Mngkinkah siwon suka ama wookie? Aaah pnasarn, kereeen ceritanya aku suka semnagat trus nulisnya fightiiiiiing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s