(GS/Chapter) Choose Me Or Your Past~ 07

Tittle : Past Or Future?

Chapter 7

Author : Choi Ryeosomnia

Rate : T

Cast  :

_Kim Ryeowook ( yeoja )

_Cho Kyuhyun

_Kim Jong Woon aka Yesung

_Lee Sungmin

And Other Person

Pair : Kyuwook, Yewook, slight Kyumin

Summary :

Aku yang selalu mencintaimu tanpa memikirkan perasaanmu yang sesungguhnya terhadapku..

Aku tak pernah tahu apakah kau benar-benar mencintaku atau tidak..

Tapi saat dia hadir diantara kita, itu membuatku merasa hancur..

Dan saat itu aku sadar, bahwa cinta ini tumbuh hanya dipihakku saja..

Saat ini rasanya ingin pergi saja dari dunia ini..

_Choi Ryeosomnia_

HAPPY READING ^^

 

 

Ryeowook terduduk lesu di rerumputan taman belakang sekolahnya, air mata yang sedari tadi ia tahan pun akhirnya membuncah keluar semua. Sakit, ya ini sangat sakit. Bahkan lubuk hatinya yang terdalam pun terasa di gores benda tajam.

“ Pakailah sapu tangan ini ” seseorang menyodorkan sebuah sapu tangan di depan wajah Ryowook. Ryeowook yang masih menangis pun mendongakan kepalanya untuk melihat siapa yang memberinya sapu tangan.

“ Ye-Yesung Op-paaa ”

Yesung tersenyum lembut sambil mendudukkan tubuhnya disamping Ryeowook yang baru saja menerima sapu tangan darinya.

“ Kenapa tidak dilanjutkan menangisnya? ” tanyanya tanpa melihat Ryeowook.

“ Oppa.. ” gumam Ryeowook lirih.

“ Jika menangis memang dapat mengurangi bebanmu maka menangislah, Oppa akan diam disini siap menampung air matamu ”

Ryeowook tercekat mendengar kata-kata Yesung, bagaimana mungkin Yesung begitu memahami perasaan Ryeowook? bukankah meraka baru saling mengenal?

Ryeowook pun mulai menangis, menangis sampai matanya sembab. Menangisi bagaimana nasib hubungannya dengan Kyuhyun. Ya, dia tak tahu harus bagaimana. Dia merasa menjadi orang ke tiga diantara hubungan Kyuhyun dengan Sungmin. Haruskah ia pergi? Haruskah ia memutuskan perjodohannya? Haruskah ia melepaskan Kyuhyun yang menurutnya hanya mencintai Sungmin?

Sejujurnya Ryeowook pun sangat mencintai Kyuhyun, tapi bagaimana dengan Kyuhyun? Entahlah. Dia tak pernah bicara segara gamblang tentang perasaannya, dan itu sukses membuat Ryeowook bingung akan sikap Kyuhyun.

Banyak pertanyaan yang berkecamuk di otaknya, sungguh dia benar-benar membenci nasibnya yang begitu buruk.

Yesung yang melihat Ryeowook menangis semakin menjadi membuat hatinya tergugah lalu memeluk tubuh mungil itu dalam pelukannya. Dan sepertinya pelukan Yesung membuat Ryeowook sedikit tenang. Hanya tersisa isakan-isakan kecil yang terdengar. Mungkin Ryeowook sudah mulai bisa tenang saat ini.

Dilepaskannya pelukan Yesung, Ryeowook menatap Yesung dengan mata yang sembab membuat Yesung tersenyum pahit melihat gadis pujaan hatinya seperti itu. Dia memang tak tahu apa-apa soal Ryeowook, tapi dia tahu pasti penyebab Ryeowook menangis. Tentu saja itu karena Yesung juga sempat melihat Kyuhyun yang duduk saling berhadapan di kantin tadi.

Yesung senang memang memeluk Ryeowook yang sudah menjerat hatinya, tapi sungguh demi Tuhan yang dia sembah, dia benar-benar tak suka memeluk Ryeowook dalam keadaan seperti ini. Yang Yesung inginkan adalah memeluk Ryeowooknya dengan senyum yang mengembang.

.

.

.

“ Kenapa Wookie tiba-tiba tidak lapar begitu? ” tanya Taemin entah pada siapa.

“ Dan kenapa Yesung Hyung mengikuti Wookie? ” — Donghae

“ Ah sudahlah, biarkan Yesung dengan Wookie, kajja kita makan ” Seru Eunhyuk kelewat semangat.

Sementara Kibum?? Dia hanya diam, Kibum diam bukannya ia tak mau tahu, hanya saja dia jelas sudah tahu apa yang membuat sahabatnya itu pergi begitu saja. Ya, Kibum juga sempat melihat arah pandang Ryeowook yang mengarah pada dua anak manusia yang duduk berhadapan itu. So, sudah jelas Kibum sangat tahu apa yang membuat hati Ryeowook sedih.

.

.

.

“ Mianhe merepotkanmu Oppa ” kata Ryeowook yang sudah mulai agak baikan.

“ Ani, kau tak merepotkan. Oppa justru senang bisa membantumu seperti ini Wook ”

“ Tapi, kenapa Oppa bisa berada disini? ”

“ Oppa tadi mengikutimu ”

Ryeowook mengernyit bingung.

“ Kenapa Oppa mengikutiku? ”

“ Karena Oppa tak akan membiarkan Wookie menangis sendiri. ” Yesung tersenyum hangat membuat Ryeowook juga ikut tersenum. Tapi senyum itu tak bertahan lama, senyum Ryeowook tiba-tiba menghilang.

“ Bagaimana bisa Oppa tahu kalau aku menangis? ” ucapnya sambil menundukkan kepalanya.

“ Karena Oppa punya mata, dan Oppa juga melihat apa yang tadi kau lihat ” terangnya.

“ Jadi Oppa tahu? ”

“ Ne, sangat tahu ” ujarnya mantab.

Perlahan tangan Yesung mengelus rambut hitam panjang Ryeowook yang tergerai indah, mencoba memberi kenyamanan pada sang pemilik.

“ Melihat orang yang kau cintai sedang bersama orang lain pasti sangat menyakitkan. Apa kau baik-baik saja? ”

“ Seperti yang kau lihat Oppa, aku bahkan masih baik-baik saja ” Ryeowook tersenyum mencoba memberi pengertian bahwa dia baik-baik saja.

“ Bagaimana kau bisa berkata baik-baik saja, kalau air mata itu sendiri masih mengalir di pipimu ” Yesung menghapus air mata yang tanpa Ryeowook sadari mengair sendiri dengan ibu jarinya.

‘Sampai sebegitu sakitkah hingga kau tak menyadari bahwa air mata itu keluar dari pelupuk matamu Wook?’ — inner Yesung.

“ Eoh? Jinja? Ah ini hanya sisa yang tadi Oppa ” Ryeowook mencoba mengelak yang dibalas anggukan oleh Yesung.

“ Jadi? Kau tahu siapa yeoja yang duduk bersama namjacingumu itu? ”

“ Ne, yeoja itu adalah kekasih Kyuhyun di masa lalu sebelum aku hadir di hidupnya ” terangnya dengan mata yang memandang ke arah awan diatas sana.

“ Benarkah? Lalu bagaimana denganmu? ”

“ Entahlah, aku tak tahu aku harus apa? Bahkan aku sendiri tak tahu apa Kyuhyun benar-benar mencintaiku ” Ryeowook menundukkan kepalanya mencoba menguatkan hatinya sendiri.

“ Lalu apa yang selanjutny akan kau lakukan? ” tangan Yesung masih setia mengelus surai lembut itu.

“ Apa? Aku sendiri juga masih bingung, aku hanya akan bertahan sampai semuanya jelas ” Ryeowook mati-matian menahan tangisnya yang sudah mulai mau meluncur keluar. Yesung yang menyadari bahwa pertanyaannya seakan menambah luka dihati Ryeowook pun lebih memilih menghentikan pertanyaannya. Yesung tak sanggup untuk melihat tangis Ryeowook lagi, cukup untuk hari ini dia melihat Ryeowook menangis, dan cukup untuk pertama dan terakhir kalinya dia harus menangis Ryeowooknya menangis, yaaah walaupun dia yakin dengan sangat bahwa untuk kedepannya dia sendiri tak bisa menjamin.

“ Jadi, apa bisa kita kembali ke kelas? ” tanya Yesung mengalihkan pembicaraan yang tadi.

“ Ne, kajja ” Ryeowook menarik pergelangan tangan Yesung dengan senyum yang mengembang seolah semua telah baik-baik saja.

‘Ckck, cepat sekali mood nya kembali’ batin Yesung.

 

Bertahan? Ya ku rasa itu kata yang cukup bijak. Tapi apa kau tahu arti dan makna dari ‘bertahan’ yang sebenarnya? Itu berarti kau akan tetap bertahan saat hatimu disakiti, kau akan tetap tersenyum meskipun banyak hal yang dapat memudarkan senyummu. Bahkan saat kau dicampakkan sekalipun. Tapi manusia punya batas kesabaran, jika kau sudah lelah akan kata ‘bertahan’ kau boleh memilih untuk pergi. Bukankah manusia punya hak?

_Choi Ryeosomnia_

.

.

Ring ding dong ― bel pulang sekolah sudah kembali berbunyi.

Semua murid tengah mengemasi barang-barangnya, begitupun dengan yang tengah dilakukan oleh ketiga yeoja manis ini, hari ini tak seperti biasanya. Ryeowook yang selalu berceloteh karena memang sifatnya yang banyak bicara itu mendadak diam seolah mulutnya tengah dikunci rapat-rapat, semenjak dari kantin tadi Ryeowook tak bicara sepatah katapun pada kedua temannya yang tengah memandangnya aneh, ah tidak lebih tepatnya satu dari dua yeoja itu, karena Kibum sudah tahu alasan Ryeowook diam seperti itu. Mata Ryeowook terlihat sedang dalam keadaan kosong, wajah yang selalu nampak ceria kini seperti lesu tak ada semangat. ‘Kemana Ryeowook kita yang dulu?’ begitulah isi pikiran Taemin.

“ Wookie-ah, gwenchana? ” tanya Taemin khawatir, yang disahuti dengan anggukan lemah.

“ Wookie wajahmu pucat, apa kau sakit? Dan sepertinya tadi kau belum makan ” lagi, Kibum mencoba mengajak Ryeowook bicara, dan apalagi dia sangat khawatir akan kesehatan Ryeowook yang memang lemah dan menderita anemia juga maag.

“ Ani. Gwenchana, kalian kenapa bertanya dengan nada khawatir begitu sih? ” akhirnya Ryeowook menjawab pertanyaan kedua sahabatnya itu dengan senyum dan berakhir dengan wajah yang ditekuk karena merasa mereka terlalu berlebihan dalam menjaga kesehatan Ryeowook.

Taemin akhirnya bernafas lega mendengar dan melihat Ryeowooknya yang telah kembali seperti biasanya, tapi tidak dengan Kibum. Kibum hanya tersenyum tipis, ‘buang senyum palsumu itu Wook’ ―inner Kibum.

 

Kau menutupi semuanya dengan senyum palsumu itu, dan berharap bahwa semua ini takkan membuat para sahabatmu khawatir. Kau seolah seperti batu yang selalu tegar dan takkan pecah, walaupun pada kenyataannya kau itu seperti kaktus, yang dari luar terlihat sangat keras tapi didalamnya penuh dengan air mata

_Choi Ryeosomnia_

 

Jam belajaran yang sudah berakhir sejak 10 menit lagu tak lantas membuat Tuan Muda Cho itu beranjak dari tempat duduknya dan tentu saja itu menarik perhatian seorang yeoja yang duduk disebelahnya yang tengah menatapnya aneh.

“ Kyunnie, kau tak pulang? ” suara Sungmin menyadarkan Kyuhyu  dari lamunannya.

“ Ada apa Min? ” Kyuhyun mencoba setenang mungkin untuk menjawab agar Sungmin tak mengetahui bahwa kini dia tengah gelisah memikirkan seseorang.

Sungmin tampak menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi, dan itu karena Sungmin tahu bahwa saat ini Kyuhyun sedang tidak tenang, ditariknya tangan Kyuhyun untuk mengikuti langkahnya dan Kyuhyun pun sedikit tersentak mendapat perlakuan Sungmin yang tiba-tiba itu.

“ Kau mau membawaku kemana? ” Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“ Ke kedai ice cream, kau tampak ada pikiran. Dan ice cream baik untuk mencairkan pikiran yang sedang kalut ”

“ Aku tak bisa Min, aku― ”

“ Ku mohooooon, hari iniiii saja temani aku makan ice cream ne?? ” ucap Sungmin memelas sambil memasang rabbit icenya yang selalu berhasil membuat hati Kyuhyun luluh.

“ Baiklah ” akhirnya Kyuhyun menyetujui permintaan Sungmin yang kini tengah jingkrak-jingkrak senang dan itu membuat senyum Kyuhyun mau tak mau mengembang.

Heoh? Sekarang apa lagi? Kau dengan mudah mengabulkan permintaannya untuk menemaninya ke kedai ice cream? Bukankah beberapa hari yang lalu kau menolak mentah-mentah ajakan seorang yeoja mungil yang akhirnya berujung dengan dia yang jatuh sakit? Sekali lagi ku katakan ‘KAU BENAR-BENAR TAK ADIL’

“ Masuklah dulu, aku akan menelpon seseorang sebentar ” Kyuhyun mempersilahkan Sungmin masuk ke dalam mobilnya dengan membukakan pintu itu terlebih dahulu dan itu adalah hal yang tak pernah sekalipun dia lakukan untuk yeoja mungil bernama Ryeowook. sungmin tersenyum dan masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

Kyuhyun mengambil ponselnya disaku celana seragamnya lalu mengetikkan sebuah nomor yang sudah hafal diluar kepalanya.

“ Yobseyo ” saut sebuah suara diseberang sana. “ Wookie-ah, bisakah hari ini kau pulang bersama temanmu? ”― Kyuhyun

“ Eh? Memangnya kau mau kemana? ” seorang yang ternyata adalah Ryeowook itu menyauti. “ Aku ada urusan penting “ jawab Kyuhyun.

“ Baiklah, hati-hati. ” Piiipp… Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya lalu memasuki mobilnya dan mulai melanjukan mobilnya keluar dari parkiran.

Setelah mobil Kyuhyun keluar dari parkiran dan juga halaman sekolah, seorang yeoja keluar dari tempat persembunyiannya dengan air mata yang sudah mengalir deras dipipi chubby nya, menatap nanar mobil Kyuhyun yang sudah menghilang dari pandangan matanya. Penglihatan matanya pun memburam karena air mata yang menggenangi pelupuk matanya.

“ Apa dia sebegitu berarti untukmu? Bahkan kau rela menyuruhku pulang dengan orang lain dan mengingkari janjimu sendiri untuk selalu menjagaku dari orang lain. ” gumam yeoja yang kita ketahui adalah Ryeowook itu lirih. Ya, tadi Ryeowook berniat pulang bersama dengan Kyuhyun seperti biasanya dengan menghampiri Kyuhyun dikelasnya, tapi saat dia hampir masuk dia mendengar percakapan Kyuhyun dan Sungmin, jadi Ryeowook putuskan untuk bersembunyi dan menguping apa yang dibicarakan mereka berdua. Dan juga mengikuti mereka sampai parkiran sekolah.

“ Kau mengantarnya ke kedai ice cream yang kau sendiri selalu menolak tiap kali ku ajak, kau menyebut ini urusan penting Kyu. ” Ryeowook masih bergumam lirih sambil sesekali menyeka air matanya kasar.

“ Pabboya, tentu saja Kyuhyun takkan mau, kau kan bukan orang yang dicintainya, cih!! Kau percaya diri sekali Kim Ryeowook ” cibirnya pada dirinya sendiri. Sepertinya Ryeowook dalam keadaan tak baik0bauk saja saat ini.

Diremasnya kuat dadanya, sesak dia merasa sesak menyeruak masuk didadanya, seolah tak dapat menghilangkan sesaknya, dipukulnya dadanya keras-keras dengan air mata yang masih setia mengiringi.

“ Cih!! Air mata tak berguna, kenapa kau menangisi sesuatu hal yang sudah jelas dari awal, kau bodoh Kim Ryeowook, bodoh bodoh bodoh, kau bodoh ” semakin keras Ryeowook memukul dadanya. Seakan sesak dan sakit didadanya tak dapat menghilang Ryeowook pun jatuh terduduk, tubuhnya merosot ke tanah, kakinya sudah tak mampu menahan berat badannya sendiri. Menangis, ya Ryeowook tengah menangis saat ini. Menyedihkan, mungkin itu cocok untuk keadaan Ryeowook. seperti tempat sampah? Mungkin iya.

Ryeowook mulai berjalan melangkahkan kakinya meninggalkan sekolahnya yang mewah itu untuk pulang ke apartementnya. Tatapan matanya datar, tak ada emosi disana hanya ada kekosongan yang terlihat. Kalian bertanya dimana Taemin dan Kibum? Ah mereka tadi awalnya sudah menawarkan tumpangan kepada Ryeowook, tapi Ryeowook menolaknya dengan halus dengan alasan dia takut Kyuhyun marah. Bukankah kalian sudah jelas tahu bahwa Kyuhyunnya takkan membiarkan Ryeowooknya kemana-mana tanpanya? Ah tapi sepertinya itu akan menjadi ucapan angin lalu, karena pada kenyataannya saat ini Kyuhyun malah menyuruhnya menumpang pada temannya. Hei, itu namanya mengingkari janji.

Ryeowook yang sudah menolak ajakan teman-temannya tadi nampaknya menyesal saat ini, dia menyesal kenapa tadi harus menolak, bukankah dia tahu bahwa Sungmin sudah kembali? Sudah jelas Kyuhyun akan mengantar pulang Sungmin atau bahkan akan selalu menghabiskan waktunya bersama Sungmin. Dan hal itu pasti sudah akan mengoyak pertahanan Ryeowook.

“ Kau benar-benar bodoh ” umpat Ryeowook sambil memukul kepalanya keras.

Entah karena sibuk denagn pemikirannya atau bagaimana, tak terasa Ryeowook malah melangkahkan kakinya ke kedai ice cream langganannya.

“ Kenapa aku kesini? ” tanyanya entah pada siapa. Karena memang hanya ice cream yang selalu dapat mengembalikan moodnya, Ryeowook pun akhirnya memutuskan untuk memasuki kedai itu. ‘lumayan bisa sedikit mengurangi kesedihan ini’ ― kata Ryeowook dalam hati.

Ryeowook lebih memilih duduk ditempat yang sedikit jauh dari keramaian atau lebih tepatnya tempat yang jarang digunakan oleh pengunjung.  Menenangkan pikiran? Ya kira-kira begitulah.

“ Aigooo, uri Ryeowookie disini rupanya. Mau pesan apa Noona manis ” sapa seorang pelayan sekaligus pemilik kedai ice cream ini ramah dan sepertinya sudah kenal dekat dengan Ryeowook. itu tentu saja, mengingat Ryeowook selalu menghabiskan waktunya disini setiap harinya.

“ Ehh, ahjussi. Umm aku pesn seperti biasanya ne. ” Ryeowook tersenyum manis yang sudah pasti adalah senyum palsu, mengingat hari ini adalah hari yang buruk untuknya. Tapi inilah Ryeowook, yeoja polos yang sok tegar dan tak mau merepotkan orang lain. Wajib kita tiru.

“ Baiklah, tunggu sebentar ne ” ahjussi tadi pun meninggalkan Ryewook untuk membuatkan pesanan Ryeowook yang ternyata masih sama seperti biasa. Apa lagi kalau bukan ice crem coklat ukuran jumbo?? Kkk~

Ryeowook mencoba menenangkan pikirannya, mencoba mengenyahkan pikirannya tentang Kyuhyun jauh-jauh, namun baru saja dia berusaha memejamkan matanya sejenak, sebuah suara yang teramat familiar ditelinganya tertangkap indra pendengarannya. Ia yakin ia tak mungkin salah, karena Ryeowook hafal betul pemilik suara ini.

“ Ani Minnie-ah, aku tak mau ” Deg.. Deg.. jantung Ryewook mendadak berdetak lebih cepat dari biasanya, dilangkahkan kakinya menuju sumber suara, menob amengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“ Oh ayolah Kyunnie, ini sangat enak, cobalah ” Nyuuuuutttt.. kali ini hatinya serasa terhempas ke jurang tercuram. Kenapa harus bertemu mereka? Kenapa saat Ryeowook mulai ingin membangun kekuatan untuk dirinya sendiri ia harus bertemu kedua orang yang mengoyak hatinya semenjak tadi pagi? Kenapa Tuhan seolah ingin meremukkan hatinya? Mengapa takdir selalu mempermainkan hatinya? Mengapa waktu mereka selalu tak tepat?

“ Ani ” sahut Kyuhyun saat Sungmin menyendokkan ice cream untuk Kyuhyun.

“ Ayolaahh.. aaaa ” paksa Sungmin.

“ Ya!!Minnie ” Kyuhyun mendelik kesal saat sebuah ice cream rasa strawberry masuk ke mulutnya.

“ Enakkan Kyunnie ” Sungmin nyengir ABCD, sambil mengelap sisa ice cream dibibir Kyuhyun, yang sukses membuat hati seorang yeoja disana mencelos.

Lagi-lagi harus Ryeowook? kenapa harus dia lagi yang tersakiti? Ryeowook sudah tak mampu menahan liquid bening itu untuk tak keluar. Ryeowook ingin pergi tapi kakinya serasa kaku, dengan susah payah dilangkahkan kakinya menuju tempatnya tadi ia duduk.

“ Noona, ini pesanan anda ” ahjussi itu menyerahkan pesanan Ryeowook, lalu langsung pergi setelah Ryeowook tersenyum padanya.

Ryeowook dengan kalap langsung menyendok ice cream tersebut dan memasukkan ke dalam mulutnya secara terus menerus tanpa jeda. Buru-buru heoh? Iya, Ryeowook memang buru-buru. Buru-buru dalam artian dia ingin buru-buru menghilangkan perasaan sakit di hatinya. Selama ini Ryeowook selalu bisa mengembalikan mood nya jika ia memakan ice cream coklat ukuran jumbo. Tapi sekarang? Lihatlah yeoja mungil itu, bahkan sampai gelas ke 12 pun sakit dihatinya masih enggan untuk pergi. Dan hei bukankah Ryeowook belum makan sama sekali hari ini? Aku tak menjamin dia akan baik-baik saja setelah ini.

 

Kau melihatnya bersama dengan yeoja lain, tapi apa yang kau lakukan? Kau hanya diam berusaha menguatkan hatimu yang sepertinya sudah hancur tak berbentuk lagi. Kau hanya menangis tanpa menuntut penjelasan, haruskah ku katakan kau adalah yeoja berhati malaikat?

_Choi Ryeosomnia_

 

Kyuhyun sudah sampai di apartementnya, lelah mendera tubuhnya hari ini, terlebih yeoja kelinci itu mengajaknya belanja barang-barang serba pink yang menurut Kyuhyun benar-benar tak berguna.

Tapi rasa lelah itu entah menguap kemana saat dilihatnya kamar yeoja mungil itu tak ada siapa-siapa. Bahkan Kyuhyun sudah mencari keseluruh sudut ruangan di apartement ini, tapi hasilnya nihil. Yeoja mungil itu tak ada. Kyuhyun yang awalnya lelah pun kini malah kelabakan sendiri. Tanpa mengganti baju seragamnya, Kyuhyun pun langsung berlari kembali keluar dan memasuki mobilnya. Tampaknya kejadian beberapa hari yang lalu akan terulang. Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kalap, disamping itu Kyuhyun pun berulang kali mencoba menghubungi Ryeowook, tapi tak ada respons sama sekali. ‘arrrgghhhh, kenapa ini semua terulang lagi’ jerit Kyuhyun dalam hati. Tiba-tiba sekelebat memory menghampiri pikiran cerdas Kyuhyun.

“ Baiklah, aku akan ke rumah Kibum, mungkin Ryeowook disana ” ya, bukankah tadi Kyuhyun menyuruh Ryeowook menumpang temannya, mungkin saja kan Ryeowook dirumah Kibum? Yaa begitulah isi pikiran Kyuhyun.

.

.

Seorang yeoja berkulit bak putri salju membuka gerbang coklat rumahnya setelah Kyuhyun memencet bel beberapa kali .

“ ehh? Ada apa kesini Kyu? ” tanya Kibum langsung, ya Ryeowook dan teman-temannya memang tak pernah memanggil Kyuhyun dengan embel-embel Sunbae meskipun Kyuhyun 1tingkat diatasnya, karena memang umur Kyuhyun sebaya dengan mereka, salahkan saja otak pintarnya itu sehingga dia bisa loncat kelas.

“ Mana Wookie ” tanya Kyuhyun dingin. Ciih, kau ini benar-benar tak tahu etika Kyu.

Kibum mengerutkan keningnya bingung, “ Wookie? ”

“ Ya. ku harap kau tak lupa nama sahabatmu yang cerewet, manja, cengeng dan merepotkan itu ” sahut Kyuhyun dengan gayanya yang angkuh.

“ Dia tidak ada disini ” balas Kibum dengan nada dingin juga.

“ Jangan berbohong, cepat suruh dia keluar atau aku akan menjadikannya babi guling ”

“ Apa sih maksudmu? Terakhir aku bertemu dan mengobrol dengannya adalah ketika aku menawarkan tumpangannya pada Wookie, tapi dia menolak karena dia bilang kau akan marah jika dia pulang denganku ” terang Kibum yang membuat Kyuhyun membelalakkan matanya tak percaya, bagaimana mungkin Ryeowook bisa bicara seperti itu? Bukankah Kyuhyun malah menyuruhnya menumpang tadi siang?

‘Apa ini karenag tadi? Apa dia melihat?’ Kyuhyun mencoba menebak-nebak.

“ Kenapa kau melamun? Apa Wookie tak pulang bersamamu ”

Tanpa menjawab pertanyaan Kibum, Kyuhyun sudah beranjak pergi duluan,

Sreeettt….

“ Apa lagi? ” tanya Kyuhyun ketus karena Kibum menarik pergelangan tangannya yang sudah mau pergi karena mengkhawatirkan keadaan Ryeowook.

“ Kau tahu? Meskipun selama ini Ryewook tak banyak cerita tentangmu padaku, tapi aku tahu jelas jika dia sangat mencintaimu ”

“ Lalu? ”

“ Ku harap kau tak akan menyakitinya. Meskipun dia sangat berisik dan menyebalkan  tapi dia juga mempunyai hati, bahkan hatinya seperti terbuat dari kapas yang tipis, putih, bersih dan mudah terbang saat terbawa angin, dan akan jatuh ke tanah jika sudah tak ada angin ”

“ Jangan bertele-tele, sebenarnya apa maksud ucapanmu itu? ” Kyuhyun yang sudah mulai gerah dengan pembicaraan Kibum yang menurutnya bertele-tele pun akhirnya naik darah.

“ Aku hanya ingin kau menjaganya dengan baik, jangan sakiti dia. Tapi jika kau masih belum siap untuk menerima Ryeowook atau mungkin ada orang lain yang menempati hatimu selain Wookie, lebih baik lepaskan dia mulai detik ini ” Kibum berucap bijaksana, dan sedikit banyak menyinggung akan perasaan Kyuhyun sendirinya.

“ Apa maksudmu? Kau pikir aku selalu menyakitinya? Kau pikir aku selingkuh darinya? ” nada Kyuhyun mulai meninggi.

“ Kalaupun kau menyakitinya, aku yakin kau takkan sadar. Kalaupun dia menangis karenamu aku pun yakin kau juga tak akan tahu. Wookie terlalu suci untuk disakiti ”

Kibum pergi begitu saja saat selesai mengucapkan kata-kata tersebut. Kyuhyun diam sebentar mencoba mencerna setiap perkataan Kibum tadi.

‘Apa aku selalu menyakitinya?’ batin Kyuhyun.

.

.

Ryeowook masih terus memakan ice cream entah sudah gelas yang keberapa kalinya. Tapi sungguh, kali ini adalah kali pertamanya sebuah ice cream tak dapat membekukan sakit dihatinya.

“ Ahjussi, tambah ice cream 1gelas lagi ”

“ Noona, tolonglah berhenti, ini sudah gelas ke 24. Kau bisa sakit Noona ” bujuk ahjussi itu.

“ Aku janji ini akan  jadi gelas terakhir ahjussi ” Ryeowook memamerkan senyum lagi.

“ Baiklah Noona ” dengan berat hati ahjussi tersebut mengabulkan permintaan Ryeowook.

Ryeowook masih tetap menyendokkan ice cream itu kedalam mulutnya, tak peduli sudah berapa banyak gelas yang telah ia habiskan.

“ Apa ini caramu menghilangkan patah hati eoh? ” sebuah suara baritone menginterupsi kegiatan Ryeowook.

“ Yesung Oppa? ”

“ Boleh aku duduk disini? ”

“ Tentu ”

~ Hening ~ tak ada pembicaraan diantara mereka.

“ Sudah berapa yang kau habiskan hemm? ” Yesung membelai pipi chubby Ryeowook.

“ Entahlah, tapi hari ini ice cream yang selalu berhasil membuatku kembali baik tak dapat mebantu apa-apa, bahkan menurutku ice cream hari ini rasanya hambar ” tutur Ryeowook yang dihadiahi gelak tawa oleh Yesung.

“ Kenapa Oppa tertawa? ”

“ Kau ini ada-ada saja, mana ada ice cream hambar? Yang ada hatimu iyu yang tengah hambar ” cibir Yesung yang akhirnya membuat Ryeowook cemberut.

“ Hah~ sudahlah jangan ngambek, Oppa bercanda ”

“ Aku tahu ” timpal Ryeowook.

“ Wookie, kau belum pulang? Apa Kyuhyun tak pulang denganmu? ” selidik Yesung.

“ Haahh~ bukankah kekasihnya sudah kembali? Jadi wajar jika Kyuhyun bersama dengan kekasihnya ” Ryeowook menghembuskan nafas lelah. Yesung lebih memilih diam tak mau meneruskan lagi, dia tahu jika dia terus melanjutkan pertanyaan-pertanyaan yang menyinggung Kyuhyun pasti hasilnya akan membuat yeoja mungil didepannya itu cemberut.

“ Aku mau pulang ” Ryeowook bangkit dari duduknya. Dan Yesung yang berniat mengantar pulang Ryeowook pun ikut bangkit.

Bruuuukkk..

“ WOOOKKKiieeee ” seru Yesung.

.

.

.

Yesung memandangi wajah damai Ryeowook yang kini terlelap di rumahnya. Entah mendapat keberanian darimana, perlahan Yesung mendekatkan wajahnya ke wajah Ryeowook. hembusan nafas Ryeowook yang hangat dapat dirasakan oleh Yesung, bahkan kini hidung mancung keduanya pun saling menempel, perlahan tapi pasti Yesung mulai menghapus jarak antara mereka.

Chuuupppp.. Yesung mengecup bibir cherry Ryeowook yang terasa manis. Hanya menempel, tak lebih dari itu.

“ Eungghh.. ” Yesung buru-buru menjauhkan wajahnya setelah mendengar lenguhan dari Ryeowook.

Sumpah demi apa saja, aku berani bertaruh bahwa jantung Yesung kini tengah berdetak sangat cepat. Cemas? Tentu saja. Dia cemas bagaimana jika Ryewook sadar bahwa tadi Yesung mencuri ciumannya? Alasan apa yang harus diberikan? Demia Tuhan yang dia sembah, dia pun juga pasti tak akan mau jika harus dibenci Ryeowook hanya karena kecerobohannya yang tak dapat ia kendalikan.

“ Oppa?? ” Degg.. Degg.. Degg..

“ engg, Ya ” Yesung mencoba menetralisir detak jantungnya yang berdetak kian kencang.

“ Aku dimana? ”

“ Ehh? Kau dirumah Oppa Wookie-ah? Kau tadi pingsan. Kau ingat? ”

Ryeowook mencoba menerawang jauh, mengingat kejadian sebelumnya hingga ia bisa berakhir dirumah Yesung.

“ Akkhh., aku ingat. Mianhe merepotkan Oppa lagi ” sesal Ryeowook.

Haah~ bersyukurlah kau Kim Jong Woon, setidaknya Ryeowook tak sadar akan kelakuan mesummu itu.

“ Omooo~ jam berapa ini Oppa? ” Ryeowook berteriak heboh.

“ Jam 7.30 ”

“ Oppa, aku mau pulang ” rengek Ryeowook bak anak kecil. Yesung terkekeh menyadari bahwa sepertinya Ryeowook sudah mulai melupakan sakit hatinya.

“ Baiklah, Oppa akan mengantarmu ”

“ Ne, gomawo ”

.

.

.

Kyuhyun masih tetap mencari Ryewoook, dan sesekali mengumpat pada dirinya sendiri. Eoh hanya mengumpat? Bukankah itu sudah hal yang selalu kau lakukan jika Ryeowook mu itu kau sakiti tanpa kau sadar?

 

Cinta tak membutuhkan janji, yang cinta butuhkan hanyalah setia dan memahami.

_Choi Ryeosomnia_

 

“ Oppa? Orang tua Oppa dimana? ” tanya Ryeowook yang kini tengah berada dimobil Yesung.

“ Mereka sedang diluar negri, waeyo? Mau berkenalan? ”

“ Eumm, lain kali kenalkan Wookie dengan ahjussi dan ahjumma ne? ” pinta Ryeowook dengan nada ciri khas nya.

“ Mempekenalkanmu sebagai calon istri Oppa ne? ” goda Yesung yang membuat Ryeowook mencubit lengannya.

“ Ya!! jangan bicara sembarangan ” Ryeowook memajukan bibirnya kedepan.

“ Lalu Oppa kalau mau makan bagaimana? Apa Oppa memasak sendiri? ” Ryeowook bertanya dengan menatap lekat Yesung yang kini tengah menyetir.

“ Ani, Oppa tak bisa memasak, Oppa hanya bisa masak Ramyun kalau tidak begitu yaa Oppa akan makan diluar ” papar Yesung.

“ Aigooo? Apa hanya itu? ”

“ em!! Waeyo? Mau memasakkan untuk Oppa yaa?? ” canda Yesung yang kali ini ditanggapi serius oleh Ryeowook.

“ eh? Apa boleh? ” Ryeowook memasang tampang polos, yang malah membuat Yesung ikutan tersenyum melihat kepolosannya. Bagaimana tidak bisa Ryeowook bertanya hal bodoh seperti itu?

“ Kau ini, tentu saja sangat boleh. Lagipula Oppa bosan harus makan-makanan yang itu-itu terus ”

“ Ahh, baiklah. Besok Wookie bawa bekal untuk Oppa ne? ” Ryeowook tertawa renyah, membuat Yesung bertambah gemas untuk tak menyubit pipi chubby nya itu.

Hah~ sepertinya Ryeowook benar-benar bisa melupakan kesedihannya jika bersama Yesung.

“ Nah sudah sampai ”

“ Eoh? Cepat sekali ” gumam Ryeowook yang masih terdengar oleh Yesung.

“ Haeyo? Jadi kau mau bersama terus dengan Oppa Wookie-ah? ” Yesung menaik turunkan alisnya yang membuat Ryeowook benar-benar bersemu merah.

“ Ya!! jangan macam-macam, sudah ah aku mau turun. Oppa hati-hati dijalan ne? ”

“ Tidak dipersilahkan mampir? ” Yesung mengubah mimik wajahnya menjadi sedih dan itu sukses berat membuat Ryeowook hampir tertawa lepas dengan ekspresi pabbonya itu.

“ Tidak!! ” jawab Ryeowook mantab.

“ Ciih, tidak tahu terimakasih sekali ” cibir Yesung.

“ Bweekkk.. sudah aku mau masuk, nanti Kyuhyun marah padaku ” Ryeowook mengejek Yesung ala anak kecil lalu pergi meninggalkan Yesung setelah mencuri cubitan kecil di tangan Yesung.

Kkk~ sepertinya mereka benar-benar serasi. Dewasa dan kekanak-kanakan?? Mungkin akan ada yang mengalah setidaknya.

Ryeowook yang baru memasuki apartementnya dengan senyum pun akhirnya senyum itu meluntur seketika ketika tak didapati Kyuhyun di apartementnya.

‘Apa kau benar-benar melupakanku Kyu’ lirih Ryeowook. tak mau terlarut dalam kesedihan lagi, Ryeowook lebih memilih masuk ke kamarnya dan membersihkan badannya dan langsung tidur. Ryeowook tak mengungkiri bahwa hatinya pun masih amat terasa sakit saat ini, tapi setidaknya dia cukup terhibur akan adanya Yesung di sampingnya.

 

Kau dapat menyatakan kebaikan dalam berbagai cara, dan engkau belum tentu jahat ketika engkau seang tidak baik ^^

 

 

Kyuhyun yang sudah mulai putus asa pun akhirnya memutuskan kembali ke apartement, dalam hati ai selalu berdo’a agar saat dia sudah sampai di apartement, Ryeowook sudah ada disana. Sesampainya ia di dalam apartement, Kyuhyun menghela nafas lega, karena mendapati sepatu Ryeowook yang ada. Itu tandanya Ryeowooknya sudah pulang. Dilangkahkannya kaki panjangnya menuju kamar Ryeowook, Kyuhyun sungguh merindukannya saat ini, bukankah seharian ini dia belum melihat Ryeowook sama sekali??

Sebuah senyum tulus melengkung saat mendapati yeoja mungil yang selalu behasil membuyarkan pikirannya itu kini tengah terlelap dengan damai menggunakan piyama bercorak Winnie the pooh, rambut hitam lurusnya yang tergerai pun memberi kesan ‘Kyeopta’ bagi siapapun yang melihatnya. Lihatlah, yeoja mungil itu tertidur dengan tubuh yang menguasai hampir seluruh tempat tidur. Sesekali suara menggretak dari gigi Ryeowook membuat Kyuhyun tertawa geli mendapati kebiasaan Ryeowook saat tidur. Dibenahinya tidur Ryeowook, tak lupa juga menyelimutinya.

Dibelainya rambut Ryeowook dengan rasa sayang.

CHUUUUPPPP~      Kyuhyun mengecup kening Ryeowook sayang “ Mianhe, hari ini aku tak menemuimu sama sekali ”

CHUUUPPPP~    sebuah kecupan hangat lagi-lagi Kyuhyun berikan kepada kedua kelopak mata Ryeowook yang kini terpejam “ Mianhe, aku selalu membuatmu marah dan kadang menangis ”

CHUUUUUPPPPPPPPPP~    terakhir dikecupnya bibir merah cherry Ryeowook yang begitu manis bagi siapapun yang mencicipinya. “ Mianhe atas semua kesalahanku yang selalu menyakitimu tanpa aku sadari, Tidurlah yang nyenyak. Jaljayyo My Princess. ”

Entah kenapa, semua perkataan Kibum tadi membat Kyuhyun sadar bahwa mungkin selama ini Ryeowook tersakiti akan sifatnya, terlebih saat ini dia dekat kembali dengan yeoja masa lalunya, dan itu semakin membuat Kyuhyun merasa bersalah.

 

_Choi Ryeosomnia_

Pagi ini matahari bersinar begitu terang, seakan memberi cahaya baru bagi makhluk-makhluk yang hidup di dunia yang keras ini.

Ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba membiasakan diri dengan sinar matahari yang mengusik tidurnya melalui celah jendela kamarnya. Masih dalam posisi tidur, tiba-tiba terdengar di telinga Ryeowook sebuah suara derap langkah seseorang.

Tap.. Tap.. Tap.. BRUUUUUUUUUKKKK …

Pintu kamar Ryeowook dibuka kasar oleh namja jangkung yang kini menatapnya tajam seolah mengintimidasi.

 

 

 

*TBC*

8 thoughts on “(GS/Chapter) Choose Me Or Your Past~ 07

  1. ouuww.. suka banget ma yesung oppa.. begitu dewasa..
    kenapa wook ga jatuh cinta ma yesung aja sih..
    masih aja mau bertahan ma kyu..
    aigoo.. wook sebenarnya hatimu terbuat dr apa.. masih kuat aja nerima siksaan kyk gtu dr kyumin gelo.. klo aku digituin cukup deh pisah aja, makan ati bisa gila ntar klo maksa di terusin..
    dan lg sumpah ya si kyu katanya udah sadar tp ntar nya di lakuin lg.. nyakitin wook lg..
    huh.. minta di jeblosin ke neraka nih kyu..

    April.. cepetan di post dong lanjutan.. unni suka banget ma ni epep.. *suka maki-maki kyu* wkkk..

  2. CHO KYU HYUN knp kau tdk peka skali?? ato mgkn kau trlalu pabbo smpai” tdk mnydari klo kau mnykiti yeojaMU sndri.CK
    Aish jinjja aku sangat membnciMU MINNIE(bkn SUNGMIN OPPA XD) sungguh smua tngkahlaku KYUMIN dsni mmbuat aku muak
    #mianhae*bow
    Huh untng sja da Yesung oppa yg mnghbur baby Wook.
    Yesung oppa kau baik skali , tp syang ini FF KYUWOOK jd kau tdk mgkn brstu dgn Wook T^T
    Tp chapt ini bnyk YEWOOK MOMENT’nya
    kya kya aku suka..
    Gomawo April udah nyempilin YW moment🙂

  3. hah.. knapa nasibmu sial bgt sih Wookie.. punya tunangan kaya Kyuhyun
    yang ga punya hati gitu.. eh masih juga km cinta ampe begitu’a ama dia..
    ayo dong berontak Wookie, selingkuh aja gituh ama yesung yang jelas2
    suka ama kamu, malah begitu baik ama kamu..
    sebel bgt deh ama si Minnie, udah tau Kyuhyun udah punya tunangan
    maish juga nempel kaya gitu, ga tau malau banget sihh…
    Eh, itu Kyu mulai nyadar po kalo sering nyakitin Wookie, jgan2 mulai
    nyadar juga tuh kalo mulai suka ama wookie..
    ihh, gemes deh..
    moga aja disaat Kyu mulai sadar, Wookie udah mulai jauh n mulai suka ama
    Yesung, biar tau rasa deh tuh kyuhyun..

  4. yewook disini sweet yaaa ,,,
    tapi kyuhyunnya pabo banget sih gak peka apa yg wook rasaiin ,,,
    knp malah asik asikan ma minnie sih ,,,,
    kyu juga mulai lupa ma wook , tolong donk kyu jangan buat wook menderita krna kau , bukankah di yeoja yg kau cintai knp malah kau sakiti dia ,,,
    minnie masa lalu kyu dan wook masa depan mu , jangan sia-sia kan itu ,,,

  5. Yesung oppa selalu ada di saat wook sedih , sementara kyu ? Kau lebih mementingkan yeoja di masa lalumu dan menyakiti yeoja yg mencintamu dengan tulus ? Aargghh bodoh T_T , minnie kenapa kau selalu bertingkah manja? Kau yeoja pasti mempunyai perasaan yg sedih kan jika berada di tempat wook saat ini ? Berhentilah mendekati kyu , berhentilah menyakiti wook ~ , YeWook momentnya romantis banget yesung oppa terlihat dewasa sebagai seorang peria yg melindungi gadisnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s