(GS/Twoshoot) My Secretary

Tittle : My Secretary

Chapter : 1

( phiphohbie )

Author : Choi Ryeosomnia

Pair : KyuWook

They belong to God, i just borrow them!

Summary :

Kejadian ini bermula ketika Ryeowook secara tak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang tampan. Tapi sebuah takdir mempertemukan mereka pada sebuah konflik yang membuat keduanya akhirnya saling mengenal satu sama lain.

.

.

.

Enjoy!

.

.

.

Gadis mungil itu berlari sambil melihat jam tangan berwarna silver yang bertengger dengan manis dipergelangan tangan sebelah kirinya. Karena ia terlalu terburu-buru ia jadi tak memperhatikan bahwa ada orang lain didepannya. Alhasil, ia pun menabrak orang tersebut dan gadis mungil itu dengan tidak elitnya jatuh terduduk dengan pantat yang mendarat keras dilantai Lobby perusahaan tempatnya ia bekerja.

Gadis mungil bernama lengkap Kim Ryeowook itu meringis kecil dengan tangan yang memegang pantatnya. “Sakit,” desisnya. Ia masih tak mau berdiri karena ia berpikir bahwa orang yang menabraknya seharusnya mau membantunya untuk berdiri. Tapi setelah hampir satu menit, Ryeowook benar-benar tak mendapat pertolongan dari seseorang yang menabraknya itu―atau bisa dikatakan Ryeowook lah yang menabraknya.

Dengan kesal Ryeowook mendongak dan berusaha mengetahui siapa gerangan yang berani-beraninya menabraknya dan tak menolongnya atau setidaknya meminta maaf pun tidak. Ryeowook melihat sesosok pemuda dengan rambut ikal kecoklatan, hidungnya mancung, bibirnya yang penuh, kulit putih pucatnya, dan, oh, jangan lupakan tatapan mata itu. matanya… mata coklat redup itu seolah menyedotnya pada dunia lain.

Ryeowook tak menyangka bahwa ia akan bertemu seorang manusia berwajah malaikat ini. Tanpa sadar Ryeowook membuka mulutnya karena terlalu takjub. Ia bahkan tak berkedip sedikitpun hanya karena tak mau melepaskan pandangan matanya dari sesosok manusia tampan didepannya itu.

Rasa dongkol yang tadi memenuhi hatinya pun kini menguap entah kemana.

“Bisakah kau berdiri? Kau menghalangi jalanku.”

AKH!!

Mata Ryeowook terbuka lebar mendengarnya. Menghalangi jalanku katanya? Cih, dia bahkan tak menolongku untuk berdiri atau setidaknya mengucapkan kata maaf. Kata Ryeowook tentu dalam hati.

Ryeowook yang bahkan tadi sempat bersumpah untuk melupakan rasa dongkolnya mendadak berubah pikiran setelah mendengar kalimat kurangajar dari seseorang yang tak dikenalnya itu. Ryeowook mendecih sebal melihat ekspresi wajah pria―yang tadi menurutnya tampan―yang masih tetap saja datar seolah tak terjadi apa-apa.

Dengan mengabaikan rasa sakit dipantatnya, Ryeowook pun berdiri dengan sedikit menepuk rok span bagian pantatnya guna menghilangkan debu yang menempel. Ryeowook memandang penuh dengan amarah pada pria yang juga masih berdiri didepannya.

Pria itu begitu angkuh dengan tatapan matanya yang begitu arrogant. Bahkan gesture tubuhnya yang tinggi dan cara memandangnya yang mengejek itu tak membantu Ryeowook untuk dapat melupakan amarahnya. Gadis bertubuh mungil itu justru semakin marah dan kesal karena pria itu menatapnya dengan pandangan seolah mengejeknya.

Ryeowook bersendekap didepan dada. “Kau harusnya berjalan dengan benar,” sang pria tampan itu mengerutkan keningnya tak mengerti. Bukankah tadi dia yang berlari dengan tak memperhatikan jalan didepannya, jadi kenapa harus aku yang disalahkan?―pikir sang pria dalam hati.

“Hn.”

Ryeowook mendelik tak suka dengan respon yang diberikan oleh sang pria. Gadis mungil itu menarik bagian dada jaket berwarna biru yang dikenakan oleh sang pria muda lalu mencengkramnya dengan kuat seolah menantang sang pria untuk berkelahi. “Kau! Kau pikir kau siapa? Berbicara irit dengan seseorang yang baru saja kau tabrak, huh?” bertanya kalap dengan amarah yang sudah memuncak.

Sang pria tampak tenang-tenang saja dan justru kini ia masih saja melancarkan pandangan mengejek pada Ryeowook. sang pria tampan itu memegang lengan kanan Ryeowook―yang gadis itu gunakan untuk mencengkram jaketnya―lalu menghempaskannya dengan kuat sampai Ryeowook hampir terpelanting jatuh lagi.

Ryeowook melebarkan matanya melihat reaksi sang pria yang masih tetap datar, padahal pria itu sudah hampir membuatnya jatuh lagi. “Ya! dasar pria tidak punya etika, kasar, tidak tahu diri” maki Ryeowook setengah mati. untung saja di Lobby sudah sepi mengingat para karyawan dikantor ini sudah sibuk dengan urusannya masing-masing.

“Setelah menabrakku, harusnya kau menolongku lalu meminta maaf, bukannya menatapku dengan tatapan mengesalkan seperti itu,” Ryeowook masih terus saja berbicara sekalipun pria didepannya itu tampak tak peduli dengan segala makiannya.

Ryeowook yang semakin kesal karena tak digubris kini memandangi sang pria tampan yang memiliki tinggi menjulang itu dari atas sampai bawah. Pria itu hanya menggunakan celana training sedikit kedodoran berwarna hitam dengan garis-garis putih dibagian samping dan juga jaket berwarna biru sebagai atasannya.

‘Pria ini pasti berusaha mencari lowongan pekerjaan. Ah, ternyata orang miskin. Benar saja tak punya etika’―sinis Ryeowook dalam hati.

Tanpa sadar Ryeowook melebarkan senyumnya yang tampak mengerikan karena seyum itu jauh lebih baik jika dibilang sebuah seringaian. Ia menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Ryeowook kali ini tersenyum mengejek menatap sang pria yang masih berdiri didepannya.

“Aa~ aku tahu, kau… pasti hanyalah seorang pemuda pengangguran yang mencoba mencari lowongan disini, ‘kan?” Ryeowook tersenyum kecil memandang sang pria tampan yang kali ini tampak mengerutkan keningnya.

“Biar ku beritahu,” Ryeowook kembali menarik jaket pemuda tampan itu lalu mendekatkan bibirnya pada telinga sang pria yang tadi menabraknya tersebut. “Kalau kau mau melamar pekerjaan, setidaknya kau harus menggunakan pakaian yang jauh lebih baik dari ini, kalau kau datang dengan pakaian yang seperti ini,” Ryeowook mendorong kebelakang tubuh sang pemuda―yang tadi sedikit membungkuk karena mengikuti tarikan Ryeowook―dan itu menyebabkan tubuh tinggi itu kembali berdiri tegap. “Kau akan disangka meminta sumbangan.” Lanjutnya dengan terkekeh ringan.

Ryeowook menepuk-nepuk dada bidang sang pemuda yang kini menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. “Baiklah. Sepertinya aku sudah sangat terlambat sekali karena harus meladeni pemuda tampan sepertimu―yang sayangnya pengangguran.”

Ryeowook berlalu pergi dengan santai tanpa mengetahui bahwa sang pria itu sempat meradang karena ucapan mengejek yang dilontarkan oleh Ryeowook. sang pria itu menoleh kebelakang guna memanggil kembali sang gadis mungil. “Kau!”

Ryeowook menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya kebelakang. Ia mengangkat sebelah alisnya keatas, “Wae?”

“Kau bekerja disini?” suara bass pria itu terdengar begitu dalam. Ryeowook mengangguk angkuh. “Tentu. Wae? kau ingin aku memasukkanmu diperusahaan ini?” mata Ryeowook mengerjap-ngerjap polos. Sang pria itu menatap dengan penuh tepat di Caramel cerah Ryeowook. “Sayang sekali~ aku tidak begitu menyukai pria tampan yang tak punya etika sepertimu.” Ungkapnya dengan tawa kecil. Ryeowook benar-benar mengejek pria tampan disana.

Dengan langkah yang penuh percaya diri, Ryeowook pergi meninggalkan lobby dan menaiki lift guna sampai diruangan kerjanya. Gadis itu masih sempat-sempatnya menjulurkan lidahnya pada sang pria yang memandangnya penuh arti.

Kekanakan.―begitulah pemikiran sang pria tentang Ryeowook.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook menghempaskan pantatnya dikursi kerjanya. Ia menghembuskan nafasnya lelah. “Yo, kau telat lagi, eh?” sapa seorang teman Ryeowook dengan nama Lee Hyukjae. Gadis kelewat ceria dengan gummy smile yang dimilikinya itu duduk seenaknya dimeja kerja Ryeowook. memang mereka bekerja disatu ruangan dengan hanya dibatasi sebuah sekat pembatas yang ada disamping meja mereka.

Ryeowook mengangguk dengan lesu. “Ya, semalam insomnia ku kambuh.” Keluhnya. Eunhyuk―sapaan akrab Lee Hyukjae―memasang wajah prihatin. “Cepatlah pergi ke Doker untuk berkonsultasi,” Ryeowook tersenyum lemah. “Terimakasih.” Ujarnya.

“Hei, kalian semua” seseorang tiba-tiba saja memasuki ruangan kerja mereka dengan nafas yang terengah-engah. Ryeowook dan Eunhyuk pun memandang aneh pada salah satu temannya itu. dan semua pegawai yang ada diruangan itu―yang didominasi oleh gadis-gadis muda―menatap penuh tanya pada Lee Taemin―yang juga salah satu rekan mereka.

“Ada apa Taeminnie~”

Taemin yang berada ditengah-tengah ruang kerja itu dijadikan sebagai pusat perhatian. “Aku mendengar bahwa anak bungsu keluarga ‘Cho’ telah sampai di Korea,” seluruh pegawai yang ada diruangan itu sontak membulatkan matanya―kecuali Ryeowook. “Be-benarkah? Kyaaaa~~” suara riuh pun tak dapat dihindarkan.

Bagaimana tidak, anak bungsu dari keluarga ‘Cho’ yang bernama lengkap Cho Kyuhyun itu adalah pemuda yang sangat tampan. Wajahnya yang mempesona bak Dewa Yunani itu benar-benar maghnet para kaum hawa. Tak ayal hal ini membuat seluruh kantor riuh dan berdecak kagum saat melihat bagaimana tampannya sang anak bungsu dari keluarga Cho.

Ryeowook mengkerutkan keningnya tak mengerti. Ia menyenggol lengan Eunhyuk yang tampak begitu senang dengan berita ini. “Memangnya dia siapa, Hyukkie?” bertanya polos tak mengerti. Eunhyuk yang gemas akhirnya mencubit pipi Ryeowook hingga memerah. “Aww~ sakit, Hyukkie~” rengeknya.

Eunhyuk tertawa kecil. “Ah, ya, aku lupa kalau kau adalah pegawai baru disini jadi kau tidak tahu siapa dia,” Eunhyuk berdehem sekilas “Dia itu adalah anak terakhir dari presdir Cho, namanya Cho Kyuhyun. Sudah tiga tahun ini Kyuhyun-ssi melanjutkan pendidikan S2-nya di Universitas Oxford”

Mata Ryeowook melebar tatkala indra pendengarnya mendengar sebuah kata ‘Oxford’. Oxford? Bukankah itu universitas yang terkenal? “Se-serius? Dia kuliah disana?” tanya Ryeowook tak percaya. Eunhyuk mengangguk semangat. “Asal kau tahu saja dia sekolah disanapun karena mendapat beasiswa, dia begitu pandai―ah, tidak! Tapi dia begitu jenius. Dan tidak hanya jenius tapi dia juga sangat tampan seperti dewa-dewa Yunani. Rahangnya yang tegas, bibirnya yang penuh, rambut kerennya yang sedikit ikal..aah~~ dia begitu sempurna, Wookie-ah”

Eunhyuk bercerita panjang lebar yang membuat Ryeowook sedikit bingung. Namun meskipun masih sedikit bingung Ryeowook masih bisa menangkap segala apa yang diucapkan oleh sang sahabatnya itu. “Sebegitu sempurnanya, kah?”

Eunhyuk mengangguk penuh antusias.

“Aku dengar Kyuhyun-ssi akan mengambil alih perusahaan ini.” Taemin kembali membuka suara. “Jin..jinja?” Eunhyuk semakin histeris. “Sepertinya aku harus berdandan lebih wow mulai saat ini,” pekik Eunhyuk. Ryeowook menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan tingkah sang sahabat. “Hei, hei, kau sudah punya Lee Donghae,”

Eunhyuk nyengir kuda. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Aku hanya bercanda.” Ujarnya. Ryeowook hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Ia kini memfokuskan pandangan matanya pada sang layar komputer. “YA. hentikan keributan ini, kembali bekerja.” Titah Ryeowook pada sahabat-sahabatnya.

Baru saja ruangan itu senyap tapi sebuah suara ketukan pintu membuat semua pegawai yang ada disana menoleh ke arah pintu dimana Shindong-ssi―orang kepercayaan Presdir ‘Cho’―berdiri disana. Semua pegawai membungkuk hormat padanya. “Ryeowook-ssi, kau dipanggil oleh Presdir Cho,”

Ryeowook mengangguk mengerti. Tak mau membuat atasannya itu menunggu lebih lama lagi akhirnya Ryeowook pun segera berdiri dan menuju ke ruangan Presdir Cho. Sesampainya didepan pintu ruangan yang ditujunya Ryeowook pun mengetuk pintu itu dengan sopan.

“Masuklah~” ucap Presdir Cho kalem. Inilah yang Ryeowook suka dari atasan nomor satunya dikantornya, meskipun orangnya begitu tegas tapi ia tetap memiliki sisi lembut. Ryeowook membuka pintunya dengan pelan dan Ryeowook sedikit melebarkan matanya tatkala disana―diruangan Presdir Cho―terdapat sesosok makhluk yang menurut Ryeowook begitu menjengkelkan.

Sesosok pemuda yang tadi pagi beradu argument dengannya. Pemuda yang duduk didepan Presdir Cho itupun juga tak kalah terkejutnya. Pemuda itu juga melebarkan matanya, namun itu hanya sekilas sebelum pemuda itu kembali bersikap biasa-biasa saja.

Ryeowook mendekati meja Presdir Cho dan menerima sebuah Map berwarna biru muda yang diberikan padanya. “Selesaikan itu, nanti siang berikan laporan itu padaku.” Perintah Presdir Cho. Ryeowook mengangguk mengerti. “Baik Presdir,” jawabnya. Sebelum ia sempat keluar dari ruangan sang Presdir, Ryeowook masih menyempatkan diri untuk memelototi pemuda itu yang dibalas dengan senyum mengerikan olehnya.

‘Siapa dia, sampai berani-beraninya duduk didepan Presdir?’ batin Ryeowook bertanya-tanya. Sang Presdir yang mengetahui bahwa Ryeowook tak kunjung juga keluar dari ruangannya kini menatapnya aneh. Setelah mengetahui kemana tatapan mata Ryeowook, Presdir Cho hanya bisa tersenyum maklum.

“Ah, kau pasti belum mengenalnya, ya?” Ryeowook berjengit kaget. “Ne?”

“Dia adalah anak bungsuku yang bernama Cho Kyuhyun.” memberitahunya dengan ramah tanpa mengetahui bahwa Ryeowook rasanya ingin pingsan saat ini juga. Mata Ryeowook membelalak lebar mendengarnya. Demi Tuhan, ia ingin sekali mengalami sebuah gangguan telinga saat ini. Cho Kyuhyun? anak bungsunya? Pemuda yang dibicarakan oleh sahabat-sahabatnya itu? jadi dia…

“Kenapa masih disini? Cepat pergi sana!” pemuda kurangajar―Cho Kyuhyun―berkata malas-malasan dengan ucapannya yang cukup menjengkelkan bagi gadis mungil yang kini masih menundukkan kepalanya kesal. Ryeowook membungkukkan badannya sebagai formalitas untuk undur diri dari ruangan itu.

Ryeowook berjalan keluar dengan langkah kaki yang lemas. Rasanya… ia hampir mati saja. Yang benar saja, bagaimana bisa pria itu adalah anak bungsu dari Presdirnya. Dan, oh, Ryeowook masih ingat dengan jelas bagaimana tadi pagi ia memaki, mencaci dan bahkan menghina Kyuhyun―yang sebenarnya adalah anak atasannya, seseorang yang memiliki perusahaan ini.

Ryeowook merasakan hidupnya akan berakhir saat ini juga. Ia yakin bahwa setelah ini dirinya pasti akan diusir atau parahnya ia akan ditendang dengan tidak hormat oleh pria bernama Cho Kyuhyun tersebut.

“Aiisshh~~” Ryeowook mengacak gemas rambutnya ketika sebuah pemikiran-pemikiran buruk memenuhi hatinya. “Tenang Ryeowook, tenang. Kau tak harus gugup, kau hanya perlu meminta maaf dan dia pasti akan memaafkanmu,” Ryeowook tersenyum lega. “Ya, aku yakin dia pasti akan memaafkanku.” Ryeowook mencoba berpikir positive thinking.

.

.

.

“Appa, aku ingin dia yang menjadi sekretaris-ku”

Presdir Cho memandang aneh sang anak. “Kau yakin kau baik-baik saja?” kali ini giliran Kyuhyun yang memandang aneh. “Kenapa?”

“Ah, tidak, hanya heran saja dengan tiba-tiba kau menginginkan seorang sekretaris seorang perempuan. Bukankah dari jauh-jauh hari kau sudah memutuskan bahwa yang menjadi sekretarismu seorang pria saja? Jadi.. kenapa tiba-tiba berubah pikiran begitu?”

Kyuhyun tersenyum kecil mendengarnya. Memang, sih, dia awalnya menginginkan sekretaris seorang pria karena dia pikir seorang pria itu tak akan mengganggu pekerjaannya berbeda dengan para perempuan yang pasti akan merepotkannya.

Dan semua pemikirannya begitu saja berubah saat melihat gadis bernama Kim Ryeowook itu. entah kenapa dia begitu menginginkan Ryeowook untuk menjadi Sekretarisnya. Entah kenapa juga tiba-tiba saja ada sebuah perasaan penasaran yang muncul dalam dadanya. rasanya ingin sekali mengenal lebih jauh gadis―yang menurutnya aneh itu.

Gadis itu bahkan tak segan-segan menghinanya dan memakinya―yang tak pernah ia dapatkan dari gadis manapun. Hampir setiap gadis yang bertemu dengannya pasti akan memujinya dan takjub, tapi dia… Kim Ryeowook… gadis itu justru dengan beraninya memanggilnya pria kasar, tak punya etika dan parahnya pengangguran?

WTF!!

Kyuhyun tak percaya dengan ini semua. Harga dirinya diinjak-injak oleh gadis mungil itu. ah, tapi sepertinya ia akan membalasnya. ‘Tunggu pembalasanku, Kim Ryeowook.’ bibir Kyuhyun menampilkan sebuah smirk khas miliknya yang dapat membuat siapa saja yang melihatnya bergidik ngeri.

Sang Appa―Presdir Cho―menggelengkan kepalanya ringan melihat sang anak yang tampak tersenyum sendiri. ‘Ada apa dengannya?’ batinnya tak mengerti.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook menunduk takut. Ia tak berani memandang Kyuhyun yang saat ini sedang menatapnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. “Kenapa kau menunduk?”

“Ma-maaf,” cicitnya kecil yang membuat seringaian tajam Kyuhyun semakin terlihat. Sayang saat ini Ryeowook sedang menunduk hingga ia tak bisa melihat bagaimana raut puas dan kemenangan yang terpancar jelas diwajah tampannya.

“Apa? Kau berbicara apa?” Kyuhyun bertanya seolah ia tak mendengar ucapan Ryeowook yang padahal dengan jelas ia bisa mendengarnya. “Maafkan aku.. enggg~ soal kemarin pagi” katanya lembut. Kyuhyun tertawa iblis dalam hati. “Kenapa kau meminta maaf? Bukankah kemarin kau bertingkah seperti seekor Singa bergigi taring sepuluh?”

Ryeowook meneguk ludahnya gugup. Sial! Ucapan Kyuhyun yang menyamainya dengan seekor Singa, tolong catat! Seekor Singa! Membuatnya merasa kesal setengah mati.

Shit.

Ryeowook mengumpat dalam hati. Bisa-bisanya ia menjadi sekretaris Raja Tega seperti Kyuhyun.

“Itu… aku…”

“Jika saja aku bukanlah Cho Kyuhyun―anak seorang pemilik perusahaan tempatmu bekerja―mungkinkah kau akan meminta maaf seperti ini?”

Ryeowook mendongak menatap Kyuhyun yang saat ini juga tengah menatapnya. Ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya begitu polos dan itu sanggup membuat Kyuhyun gemas sendiri. “Aku…” Ryeowook tak mampu berkata-kata dan hanya bisa menggaruk pipinya yang tak gatal.

Kyuhyun mendengus. “Sudahlah!” Ryeowook bernafas dengan lega sesaat setelah Kyuhyun menghentikan pembicaraan mengenai kekurangajaran Ryeowook kemarin pagi. “Terimakasih~” katanya dengan senyum yang lembut.

Sejenak Kyuhyun terperangah dengan senyum itu. lalu ia membuang mukanya menolak menatap lebih lama senyum sang gadis mungil. “Hn. Ambilkan aku air minum” perintahnya. “Aku?” Ryeowook menunjuk hidungnya sendiri menggunakan jari telunjuknya. Kyuhyun menjawabnya hanya dengan anggukan kepala.

“Kenapa harus―”

“―Karena kau sekretarisku.” Jawaban mutlak Kyuhyun membuat ucapan Ryeowook tertelan bulat-bulat. Ryeowook mendesah kesal namun ia sekuat tenaga berusaha sabar. Dengan langkah yang sedikit menghentak ke lantai ia keluar dari ruangan Boss barunya―karena perusahaan kini sudah berada ditangan Kyuhyun.

Beberapa saat kemudian Ryeowook membawakan secangkir kopi untuk Kyuhyun.

“Kenapa rasanya begitu manis? Aku tak suka manis.”

Ryeowook mengelus dadanya berusaha manahan amarah yang sudah tertahan dikepalanya. “Baiklah, Kyuhyun-ssi, aku akan menggantinya dengan yang baru.” Kyuhyun mengangguk dengan pandangan yang terpaku pada sebuah benda persegi panjang berwarna biru ditangannya―PSP.

Ryeowook mendecih sebal namun ia tetap membuatkan Kyuhyun kopi yang baru. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya ia kembali membawakan Kyuhyun secangkir kopi. “Cih, kau berniat membunuhku? Kau mengisi cangkir ku hanya dengan kopi dan air,”

“Tapi… tadi anda bilang ingin kopi yang pahit, ‘kan?”

Kyuhyun melotot. “Bukan berarti kau tak memberinya gula sama sekali, bodoh”

Ryeowook mengepalkan tangannya erat mendengar Kyuhyun memanggilnya bodoh. Seumur-umur hanya Kyuhyun lah satu-satunya boss nya yang memanggilnya dengan sebutan bodoh, dan Ryeowook benci itu. “Buatkan aku teh,” Kyuhyun kembali memerintah dan Ryeowook hanya bisa pasrah menuruti perminataan Kyuhyun.

“Kenapa manis sekali? Berikan aku teh yang tak perlu dicampur gula sama sekali”

“Tiba-tiba aku ingin teh hijau,”

“Aa~ aku ingin es teh hijau,”

“Aku baru ingat bahwa aku dilarang mengkonsumsi teh, ambilkan aku air putih saja,”

“Air putih yang hangat. Cepat ambilkan.”

Cukup! Ryeowook sudah tidak tahan. Ini sudah keterlaluan, Kyuhyun menyuruhnya bolak-balik dari pantry ke ruangannya berulang kali. Bahkan yang lebih kejamnya Kyuhyun tak memperbolehkannya menggunakan lift dan menyuruhnya menggunakan tangga darurat.

Kaki Ryeowook seperti mati rasa karena terlalu sering bolak-balik dari pantry ke ruangan Kyuhyun dan ruangan Kyuhyun ada dilantai ke-tiga. Bisa kalian bayangkan bagaimana tersiksanya dia? Dia benar-benar ingin pingsan saat ini juga.

“YA! APA KAU MEMPERMAINKANKU?” Ryeowook berteriak kesal dengan menggebrak meja kerja Kyuhyun. gadis ini sudah teramat kesal sehingga sudah tak peduli lagi sekalipun meja yang baru saja menjadi korban gebrakannya adalah meja boss-nya.

Kyuhyun menatap Ryeowook datar. “Menurutmu?”

Ryeowook menarik nafas dalam. Satu tangannya berkacak pinggang sedangkan tangannya yang lain masih ada diatas meja kerja Kyuhyun. Ryeowook mengeluarkan nafasnya dengan keras menandakan bahwa dia benar-benar lelah. Jinja… ini hari pertamanya menjadi Sekretaris pribadi Kyuhyun, tapi pria itu sudah menyiksanya sedemikian rupa. Ryeowook tak yakin bahwa hidupnya akan baik-baik saja untuk kedepannya.

“Meskipun aku pernah bersikap kurangajar pada Anda, bukan berarti Anda bisa mempermainkanku begini, Kyuhyun-ssi~” ucapnya dengan menekankan kata ‘Kyuhyun-ssi’ diakhir ucapannya. Kyuhyun mendengus dan sudut bibirnya berkedut menahan tawa karena melihat ekspresi wajah marah Ryeowook yang tampak begitu imut dimata Kyuhyun.

Kyuhyun meletakkan PSP kesayangannya dilaci bawah mejanya. Lalu ia menyenderkan kepalanya disandaran kursi kebanggaannya. Ia pun juga menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Mata Caramel redup miliknya menatap Ryeowook dengan pandangan yang mengintimtidasi. Dan hal itu membuat nyali Ryeowook menciut.

“W-wae? ke-kenapa kau menatapku begitu?” bertanya takut sambil mulai menurunkan tangannya yang awalnya berkacak pinggang bahkan kini Ryeowook sudah menarik tangannya dari meja Kyuhyun. tak mendapat jawaban apa-apa dari Kyuhyun, Ryeowook pun lebih memilih pergi dengan sebelumnya menunduk hormat pada Kyuhyun.

Sepeninggalannya sang gadis dari ruangannya, Kyuhyun benar-benar melepaskan senyum yang sudah ditahannya sejak tadi. Ia menggelengkan kepalanya ringan. Jujur saja ia cukup terhibur dengan adanya gadis mungil itu. ia jadi merasa hidupnya cukup berwarna terlebih ia bisa menjahili gadis itu kapanpun ia mau.

Oh, Cho Kyuhyun, kau benar-benar Iblis.

Kyuhyun tersenyum aneh ketika memikirkan sebuah rencana baru untuk sang gadis mungil yang sudah menarik perhatiannya itu.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook menelungkupkan wajahnya diantara lekukan kedua lengannya. Ia berulangkali menghembuskan nafas lelah. Saat ini ia sedang berada di kantin bagian belakang yang ada di perusahaan Cho Kyuhyun tersebut. Ia sesekali menggembungkan pipinya kesal saat mengingat bagaimana kejamnya Boss barunya tersebut.

Ryeowook berjengit kaget ketika seseorang menepuk bahunya dari belakang. Matanya melotot dengan jahat pada seseorang yang tadi menepuknya. Seseorang itu justru terkekeh geli melihat ekspresi kesal Ryeowook.

“Wohoo~ baru sehari kau menjadi sekretaris Kyuhyun-ssi sudah sombong begitu,” ujar Eunhyuk―orang yang ternyata menepuk pundak Ryeowook tadi. Perkataan Eunhyuk barusan memancing tawa dari sahabat-sahabat Ryeowook yang lainnya. Kini Eunhyuk, Kibum, Taemin duduk dikursi masing-masing yang melingkari meja bundar tersebut. Ryeowook tampak menghembuskan nafasnya lagi dan bahkan poni depannya pun ikut berterbangan karena helaan nafasnya.

“Kalau begini, rasanya lebih baik aku jadi bagian tukang pel saja.” Kata Ryeowook dengan frustasi. Kibum, Eunhyuk dan Taemin saling berpandangan dalam beberapa detik lalu setelahnya ketiga gadis itu tertawa keras yang membuat hampir seluruh Karyawan yang sedang makan siang hari ini menatap aneh ke arah mereka.

“Pelankan tawa kalian, bodoh” Ryeowook berusaha mengingatkan. Ketiga gadis itu menutup mulut mereka guna meredam tawa mereka. “Maaf, habisnya kau terlihat sangat tertekan, sih” celetuk Kibum. Ryeowook kali ini mendesah kesal. “Ini lebih dari tertekan, aku hampir depresi tahu!” dengusnya. “Dia benar-benar Iblis.”

Eunhyuk mengangguk. “Apa ku bilang, kan? dia itu meskipun tampan tapi benar-benar sedikit jahat. Apalagi kau pernah menginjak-nginjak harga dirinya waktu itu.” Eunhyuk kembali tertawa kecil saat mengingat bagaimana frustasinya Ryeowook saat pertama kali bercerita padanya mengenai kejadian yang menimpanya dipagi hari itu yang juga melibatkan Kyuhyun.

“Bukan hanya sedikit, tapi itu sudah sangat banyak, Hyukie.” Ryeowook mengoreksi perkataan Eunhyuk. “Memangnya seberapa jahatnya dia, sih?” kali ini Taemin―yang sedaritadi sibuk dengan keripik kentangnya―ikut bergabung dalam pembicaraan. Ryeowook memutar bola matanya malas. Jinja…ia sebenarnya malas sekali bercerita mengenai kelakuan Kyuhyun yang sangat keterlaluan itu, tapi mau bagaimana lagi, toh, teman-temannya ingin mendengar ceritanya.

“Bayangkan saja, pria gila itu menyuruhku bolak-balik dari pantry menuju ruangannya hanya untuk membuatkannya sebuah minuman. Tolong catat! Sebuah MI-NU-MAN,” ujarnya menggebu-nggebu dengan tangan yang menggebrak meja bundar yang saat ini menjadi tempat mereka berbincang. “Oh, dan kalian harus tahu bahwa dia melarangku menggunakan lift!”

Ketiga sahabat Ryeowook itu langsung melotot tak percaya. Tidak boleh menggunakan lift? A-apa itu tidak keterlaluan? Pikir mereka masing-masing. “Se-serius?” Taemin bahkan hampir memuntahkan semua isi keripik kentang yang ada dimulutnya saat mendengar ucapan Ryeowook yang terakhir. Kibum yang termasuk golongan gadis tak banyak bicara hanya mampu menatap Ryeowook tak percaya.

“Di-dia mengerikan.” Komentar Eunhyuk dengan wajah yang ketakutan. “Aku tidak percaya bahwa dia bisa sejahat itu, Wookie-ah”

Ryeowook mengangguk lemas. “Ya,” kembali diletakkannya kepalanya diantara lekukan lengannya “Aku pikir dia akan memaafkanku setelah aku meminta maaf padanya, ternyata…” Ryeowook tak melanjutkan kalimatnya dan justru hanya bisa menenggelamkan wajahnya yang sendu itu.

Ketiga sahabatnya pun tak bisa melakukan apapun lagi selain memberikan semangat pada Ryeowook.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“MWOOOO???” Ryeowook berteriak kaget saat mendengar keputusan Kyuhyun―yang saat ini masih santainya bermain dengan PSP yang ada digenggaman kedua tangannya. “YA! apa kau sudah gila?” berteriak lagi dengan wajah yang sudah memerah kesal. “Apa-apaan ini, seenaknya saja memindah tempat dudukku menjadi satu ruangan denganmu?” ucapnya protes.

Kyuhyun tak menggubrisnya dan masih saja meneruskan kesenangannya. “Aku tidak mau. Pokoknya tidak mau!” ketusnya. Kyuhyun mem-pause- gamenya dan memandang Ryeowook datar. “Apa hak-mu menolak keputusanku? Memangnya kau siapa?”

Jleb!

Ryeowook terdiam membatu ditempatnya. ‘memangnya kau siapa?’ ucapan itu seolah membawa Ryeowook ke jurang terdalam. Kyuhyun benar, dia memang bukan siapa-siapa selain hanya seorang sekretaris yang bekerja diperusahaan Kyuhyun dengan gaji yang bisa dibilang lumayan besar. Jadi, apa hak-nya untuk protes?―sisi hati Ryeowook berkata demikian.

Tapi, tidak! Meskipun dia hanya seorang Sekretaris bukan berarti Kyuhyun bisa seenaknya saja pada diriku ‘kan?―dan sisi hatinya yang lain turut bersuara. Ryeowook menggigit bibir bawahnya kuat. Kedua tangannya mengepal. “Kalian, diamlah” kata Ryeowook pelan yang ditujukan untuk inner-nya sendiri yang saling mempengaruhi Ryeowook.

Namun Kyuhyun masih samar-samar mendengarnya. “Kau menyuruhku diam?” kata Kyuhyun dengan nada tak percaya. Refleks Ryeowook pun menggelengkan kepalanya dengan cepat. “A-aniyo~ bu-bukan begitu” katanya dengan cepat.

“Hn.”

Ryeowook kembali menghela nafasnya keatas yang menyebabkan poninya berterbangan. Bahkan kini sebelah pipinya menggembung lucu yang mau tak mau membuat sudut bibir Kyuhyun berkedut menahan tawanya. Kyuhyun berdehem sekilas, “Tidak ada yang bisa memprotes apa yang sudah ku tetapkan. Sekarang kau cukup bekerja dan selesaikan tugasmu” titah Kyuhyun dengan dagu yang menunjuk sebuah meja dan kursi lengkap dengan komputer LCD serta barang-barang milik Ryeowook yang dulu ada diruangannya.

Well, memang saat jam makan siang tadi Kyuhyun sudah menyuruh petugas bagian pengangkatan barang untuk memindahkan barang-barang gadis mungil itu diruangannya. Singkat cerita Kyuhyun sudah memindah ruangan Ryeowook menjadi satu ruangan dengannya. “Kau tidak digaji hanya untuk menghela nafas, Nona~” Kyuhyun berkata santai sambil kembali bermain dengan PSP kesayangannya.

Ryeowook mendengus dan langsung memulai melaksanakan pekerjaannya. Dia sudah kesal setengah mati dengan Kyuhyun. bisa-bisanya pria itu melakukan hal seperti ini, memindah tempat kerjanya menjadi satu ruangan dengannya. Oh, apa pria itu tidak tahu bahwa Ryeowook sudah ingin sekali melempar vas bunga yang ada dimejanya guna menghancurkan otak liciknya itu. ck!

“Nanti malam aku akan lembur” kata Kyuhyun yang membuat Ryeowook mengerutkan keningnya tidak mengerti. ‘lalu apa hubungannya denganku?’―heran Ryeowook dalam hati. “Kau harus menemaniku!” ungkap Kyuhyun yang seolah menjawab pertanyaan heran Ryeowook.

W-WHAT??

Ryeowook mendelik saat mendengar kalimat seenak jidat Kyuhyun itu meluncur. Ia menoleh cepat kearah Kyuhyun dengan pandangan yang tidak mengerti sekaligus was-was. Kyuhyun sendiri kini juga ikut menatap Ryeowook dengan pandangan datar khas dirinya. “Tentu saja karena kau Sekretarisku”

Glup!

Ryeowook menelan ludahnya dengan susah payah. Jinja… yang benar saja, meskipun Ryeowook Sekretarisnya bukan berarti Kyuhyun bisa seenaknya saja ‘kan, dan lagi hari ini sudah cukup Kyuhyun membuat kakinya seperti mati rasa, lalu masih saja Kyuhyun ingin menyiksanya. Ryeowook menggeram kesal dengan nada yang cukup frustasi. Ia melirik Kyuhyun dari ekor matanya.

“Arasseo.” Menjawab datar dengan suara yang sinis. Kyuhyun tersenyum kecil mendengar suara Ryeowook yang tampak begitu kesal padanya. Namun entah kenapa bukannya marah dia justru merasa terhibur dan begitu suka sekali melihat ekspresi-eksprsi wajah lucu yang ditampilkan oleh Ryeowook. Kyuhyun rasanya masih ingin melihat lebih banyak lagi ekspresi yang ada pada diri Ryeowook.

.

.

.

Ekspresi wajahnya yang lucu itu entah kenapa selalu dapat membuatku tersenyum.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Bisakah kita pulang sekarang?” Ryeowook bertanya memelas dengan mata yang sudah memerah karena menahan kantuk. Wajahnya yang selalu tampak sinis jika didekat Kyuhyun tersebut kini terlihat begitu lemas dan polos. Kyuhyun sendiri hampir setiap detik selalu curi-curi pandang guna melihat ekspresi wajah Ryeowook yang lucu.

“Hn.”

Ryeowook tidak mengerti apa maksud dari kata ‘Hn’ yang dilontarkan Kyuhyun. pria itu selalu saja menjawab segala pertanyaan dengan jawaban ‘Hn’. Entah ‘Hn’-nya itu berarti ‘iya’ atau ‘tidak’, Ryeowook juga tidak tahu. “Aku lelah~”

Kyuhyun menatap terkejut pada Ryeowook. mata coklat redupnya itu sedikit terbelalak saat mendengar suara manja Ryeowook yang begitu kentara. Ia bahkan sudah tak lagi curi-curi pandang melainkan langsung menatap pada Ryeowook.

Kyuhyun tersenyum kecil melihat Ryeowook yang tengah menguap. “Kau mengantuk?”

“Apa aku harus mengucapkannya?”

Kyuhyun mendengus. Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri meja Ryeowook yang berada didekat meja Kyuhyun namun menghadap kearah selatan, meja Kyuhyun menghadap barat. Kyuhyun berdiri disamping Ryeowook yang masih duduk didepan computernya yang masih menyala. Tiba-tiba saja Kyuhyun memutar kursi Ryeowook menjadi menghadapnya.

Ryeowook yang sudah lemas tak mampu untuk memprotes atau berteriak memaki seperti biasanya. gadis mungil dengan matanya yang sudah tinggal lima watt tersebut hanya bisa berkedip-kedip polos. “Waeeee?” tanyanya lagi dengan merengek. Kyuhyun tersenyum memandang gadis mungil itu. kedua tangan Kyuhyun sudah mengkungkung tubuh Ryeowook diantaranya dan diantara kursi yang didudukinya. “Kau seperti anak kecil saja,”

“Mwo?”

“Anak tetanggaku dirumah saja tidur jam sebelas malam,”

“Kenapa kau menceritakan hal tak penting ini padaku?” tanya Ryeowook dengan heran. Ryeowook mengucek-ngucek matanya berharap dengan begitu rasa kantuknya akan hilang. Kyuhyun yang melihatnya dengan cepat menarik kedua tangan Ryeowook tersebut. “Hei, matamu bisa sakit jika kau menguceknya seperti ini” katanya. Entah sadar atau tidak ucapan Kyuhyun barusan seperti sebuah perhatian.

Kyuhyun menghela nafas sebentar. “Ani. Hanya heran saja, ternyata gadis sepertimu memiliki jam tidur yang lama dan melebihi seorang anak kecil” mendengus kecil menahan tawa. Ryeowook menggembungkan pipinya sebal. “Semalam aku tidak tidur sama sekali karena Insomnia, Kyuhyun-ssi. Jadi wajar bahwa malam ini aku mengantuk berat ditambah dengan kau menyiksaku sejak tadi, huffht~”

Kyuhyun terkekeh kecil dan itu mengundang sebuah alis Ryeowook untuk terangkat sebelah. Ryeowook heran, ternyata pria jahat seperti Kyuhyun masih bisa terkekeh seperti itu, ya? pikirnya.

“Hn. Ayo pulang.”

Ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya bingung mendengar keputusan mendadak tersebut. Bahkan sangking bingungnya sampai dia tidak sadar bahwa Kyuhyun sudah bersiap untuk pulang. “Kau mau tidur disini?”

a-akh!

“Aa~ ma-maaf~” dengan cepat Ryeowook berdiri dan membereskan segala barang-barangnya lalu berlari-lari kecil menyusul Kyuhyun yang sudah lebih dulu pergi. “Tu-tunggu aku~” Ryeowook memekik kecil dan berlari mensejajari langkah Kyuhyun. “Kenapa?”

Ryeowook terlihat menggaruk pipinya yang tidak gatal. “Errr…aku…aku takut~” cicitnya lemah. Oh, Tuhan! Rasanya Kyuhyun ingin sekali tertawa lepas. Gadis mungil disampingnya ini tidak hanya lucu dan pemberontak, tapi ternyata dia juga seseorang yang penakut.

“Aku sering melihat di film-film horror..eng~ ka-kalau dikantor i-itu… pada malam hari suka ada…..” Ryeowook tak mau melanjutkan ucapannya. “Hantu, maksudmu?”

“Y-ya! kau tidak harus menjelaskannya, na-nanti dia akan datang.” Ryeowook merapatkan tubuhnya pada Kyuhyun. gadis itu tanpa sadar juga mengamit lengan Kyuhyun ketakutan. Kyuhyun sendiri tak merasa terganggu dengan itu semua. “Bodoh.”

Ryeowook kembali menggembungkan pipinya. Pria disampingnya ini suka sekali, sih, mengatainya bodoh. “Ini bahkan masih jam sembilan malam dan kau sudah ketakutan seperti itu. lagipula tidak ada hantu disini.”

Ryeowook tak mau memperpanjang semuanya dan ia juga tak akan mungkin menang melawan Cho Kyuhyun. pria itu… entah kenapa selalu memiliki banyak kata-kata menyebalkan bagi Ryeowook.

Keduanya kini telah sampai didepan gedung perusahaan. Ryeowook menatap punggung Kyuhyun yang berjalan menuju mobil lamborghini miliknya yang ada di area parkir. Ryeowook sedikit menimang-nimang apakah dia harus meminta pertolongan kepada Kyuhyun untuk mengantarnya pulang ke rumah?

Tapi… mana mau dia menolongku? Aku bahkan sudah memakinya saat pertama kali aku bertemu dengannya.

Ryeowook mengerang frustasi dalam hati. Bibirnya tanpa sadar ia gigiti karena gelisah. Sudah jam sembilan malam begini dan jalan menuju halte itu sangat sepi. Itu membuat Ryeowook takut dan berpikir sepuluh kali untuk berjalan sendiri melalui jalan tersebut.

Tidak ada jalan lain.

Ryeowook berlari menyusul Kyuhyun. Ryeowook tak peduli jika Kyuhyun akan menganggapnya merepotkan, yang penting ‘kan dia bisa sampai di halte. “Kyuhyun-ssi!” teriak Ryeowook yang membuat Kyuhyun membuka jendela kaca mobilnya. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya tinggi-tinggi. “Hn?”

Tuh, ‘kan, ‘Hn’ lagi jawabannya. Ck!

“A-aku….aku..nggg~”

Hening beberapa saat. Kyuhyun masih menunggu kelanjutan ucapan Ryeowook. namun setelah hampir tiga menit sebuah hening menyelubungi atmosfer keduanya, Kyuhyun yang tak tahan pun akhrinya mendesah kesal. “Kau mau apa sebenarnya?” bertanya tidak sabar dengan sedikit berteriak.

Ryeowook berjengit kaget. “Akuinginmenumpangsampaidihaltebisdipersimpanganjalanitu… tolong aku~ aku mohooonn~~~” Ryeowook berkata tanpa titik dan koma dengan mata yang menutup erat karena takut setelah mendengar Kyuhyun berteriak padanya. Gadis itu bahkan meremas tas kerjanya yang ia dekap didepan dada.

Kyuhyun cengo mendengar Ryeowook yang bisa berbicara sebegitu banyaknya hanya dengan satu tarikan nafas. Setelah mengerti apa maksud Ryeowook, pria dengan rambut ikal kecoklatan yang dimilikinya itu berdecak sebal.

“Hn.”

Ryeowook membuka sebelah matanya mengintip Kyuhyun. “Jadi?”

“Masuklah!” perintah Kyuhyun dengan mengamati wajah imut Ryeowook. Ryeowook melebarkan senyumnya hingga gigi putih dan rapihnya terlihat jelas dibola mata Kyuhyun. “Ghamsahamnida~” ujarnya ramah dan membungkuk beberapa kali lalu berjalan berputar arah untuk masuk ke mobil Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan?”

Eh?

Ryeowook mengedipkan matanya. “Memang apa?”

“Duduk didepan, kau pikir aku sopirmu, huh?”

Ryeowook mengangguk patuh dan turun dari mobil Kyuhyun untuk berpindah tempat disamping Kyuhyun. “Terimakasih, Kyuhyun-ssi, aku pikir kau tidak akan menolongku”

“Hn.”

Dan Ryeowook tak melanjutkan lagi untuk banyak bicara karena sepertinya Kyuhyun bukanlah tipe orang yang suka dengan orang yang banyak bicara.

.

.

.

Kyuhyun itu kekanakan… dan dia membenci kekalahan.

Ryeowook juga kekanakan, dan dia pun juga benci kekalahan.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC!

 

 

 

Author Note:

Anyyeong~~ duuh~ entah kenapa saya jadi hobby banget numpuk utang ff akhir-akhir ini. /plak/

Serius saya bikin ini karena iseng-iseng aja, sih, dan juga memenuhi permintaan para reader yang ingin suasana baru dan nggak cuman berkisar di dinding sebuah sekolah. *grin* tenang, ini cuman twoshoot kok, awalnya pengennya, sih, cuman OS tapi kok saya udah tepar ya hari ini? *innocent face* ini saya ngetiknya barusan―setelah berulangkali menghapus we dont leave you chapter delapan yang menurut saya nggak sesuai /sigh/

Kalau ada typo silahkan kasih tau, nanti saya benahi, soalnya nggak sempet ngedit, udah tepar.

Saya lagi ujian semester dan bukannya belajar malah sibuk mikirin ff *frustasion* untuk yang nungguin NOTY, ma’aaaaff banget, tuh ff saya hiatusin dulu, lagi fokus ke we dont leave you~ soalnya we dont leave you udah mau finish, nih~ semoga aja yah /pray/

Okelah, cukup sekian aja, hujan-hujan gini enaknya sih bobok ciank ajah~~ nyiahahaha *evil laugh* So, gemme ur comment, readerdeul~~ *smiled softly*

 

 

Sign,

Ryeowook’s Wife

150 thoughts on “(GS/Twoshoot) My Secretary

  1. Ahh sdh lma q tdk brknjung k’blog mu april….kngen dgn FF mu

    wah kyu kjm skli dgn ryeong…tpi lma klamaan kekejaman itu akn brubah mnjadi klmbutan trhdap ryeong….kyaaaa…kyuwook miss them so much….wah NOTU hiatus yh pdhl q dh nunggu lma tp gpp asl ttap d’lnjut….jinjja??? We don’t leave uudh mw finish??? Wah g krasa yh udh mw finish jja…hmmm pnsaran ending’a sprti apa yh???? Ok biar g pnsaran q tunggu yh klnjutan’a…FIGHTING!!!!🙂🙂

  2. anaknya presider cho teernyata kyuhyun namja yang udh baby wook ledek. aigoo.. baby wook yang sabar ya karena dijahilin sama titisan evil itu.. nanti lama lama jadi suka . lanjut author

  3. annyeong.. aku baru baca ff inih… chingu aku boleh pinta pw yg chap 2 gag ceritanya aku suka… aku udah follow kamu chingu… heehe
    lwat pm yah chingu jebbalyooo~… @hyoin585 gumawo chingu…

  4. Waaah cerita seru bangeeeet.. Pasti nanti wookie bakal dikerjain sm kyunie jd makin penasaran nih.. Aku minta pasword buat lanjut ke chap2
    dong eonni mention aku ya? @isyarahfeni. Gomawo~

  5. Kyu karakterny nyebelin bgt ya , wookie smpe marah2 hehehe

    Tp walaupun nyebelin kyu perhatian sma wookie walaupun ga secara langsung🙂

    Pasti bntar lg benih2 cinta akan bersemi diantara mereka ber2 hehehe ;D

  6. Aduuh…. Wookie sampe segitunya yg memaki tuan cho, makan klu jalan jgn buru-buru dong..
    Dan bgtu tau klu tuan cho itu anak boss dan akan menjadi boss baru diperusahaannya beneran jadi frustasi kan?? Hahaha…. Pukpuk wookie…
    Kyu emg bukan tipe yg suka bentak-bentak atau ngomong panjang lebar, tapi dia cukup membalas semuanya dengan tindakan, nyuruh bolak-balik buatin minuman dan gak boleh naik lift, gak kebayang menderitanya itu…
    Modus bgt deh si tuan cho itu, pake nyuruh-nyuruh wookie nemenin dia yg lembur, kasian wookie hiihihi..

  7. kk wookie kau yg nambrak knp kamu yg marah” kkk bner” kekanakan …
    ternyata yg ditabrak m wookie tuh kyu toh n kyu ada lah anak presdir cho ..
    ckck sungguh sial nasib mu wookie …

    kasian ya wook disuruh bolak balik ke dapur cuma bikinin minuman n akhir nya cuma bikin air putih anget . #gubrak ..

    kya nya kyu jg uda mulai tertarik ma wookie ..
    penasran ma kyuwook apa chap 2 masih suka berdebat kya chap 1 .. kkk

  8. hahahakkk kyu sadis behh😀
    baby ampe bolak balik pantry pake tangga pula, lengkap sudah :3
    si kyu mah suka seenak jidat ajin ye, mindah ruangan wook, haha iyalah orang kaya mah bebas :3
    ciiee akhir’a pulang’a wook dianter kyu, wohooo semoga semakin deket

  9. aduuhh itu si ryeowook pasti malu banget udah maki2 anak bos kkk
    pas ngebayangin muka ryeowook yg udah ngantuk berat itu lucu banget iiihhh gemes
    ini lagi si kyuhyun ngomong cuma bisanya ‘hn’ doang, ckck
    aku minta pw yg chap 2 dong thor, boleh kan? ^^

  10. aduuhhh pasti malu banget itu si ryeowook udah maki2 anak bos kkk
    karakter mereka cocok kalo disatuin, aku suka😀 lucu
    pas ngebayangin ryeowook lg ngantuk kaya gitu jadi gemes sendiri iiihh
    si kyuhyun apa coba ngomong bisanya cuma ‘hn’ doang ckck
    author aku boleh minta pw yg chap 2? ^^

  11. aduuuhh pasti ryeowook malu banget udah maki2 anak bos kkk
    karakter kyuwooknya cocok, aku suka😀 lucu
    pas ngebayangin ryeowook ngantuk berat kaya gitu aku jadi gemes sendiri iiihhh
    kyuhyun apa coba ngomong bisanya cuma hn doang? ckck
    author, aku boleh minta pw yg chap 2 nya?😉

  12. keren chingu. karakter kyuwook nya sweet banget ^^ Ryeowook kasihan dikerjain kyuhyun -.- author boleh minta pw chapt 2 nya?

  13. hai onnie q reader baru dan q baru baca ff onnie yg my secretary bgss bngettt and klau bleh minta pw yg my secretay chapter 2 gomwo onnie🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s