(GS/TwoShoot) My Secretary ~ 02

Tittle : My Secretary

Chapter : 2

( phiphohbie )

Author : Choi Ryeosomnia

Pair : KyuWook

They belong to God, i just borrow them!

Summary :

Kejadian ini bermula ketika Ryeowook secara tak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang tampan. Tapi sebuah takdir mempertemukan mereka pada sebuah konflik yang membuat keduanya akhirnya saling mengenal satu sama lain.

.

.

.

Enjoy!

.

.

.

“Ya, ireona!” Kyuhyun mengguncang-guncang bahu kecil Ryeowook. pria berkulit pucat tersebut mendengus kesal saat sang gadis belum juga membuka matanya. Gadis itu bahkan hanya mengerang sebentar sebagai bentuk protes karena tidurnya diusik oleh Kyuhyun. Kyuhyun menatap aneh pada Ryeowook.

Jinja… apa gadis itu benar-benar serius dengan ucapannya tadi saat dikantor bahwa dirinya tidak tidur kemarin? Kyuhyun terlihat sedikit berpikir sejenak masih sambil menatapi penuh tanya pada Ryeowook. “Ya, bangunlah!” kali ini Kyuhyun berteriak dengan mencubit hidung bangir Ryeowook. “A-akh~ sakiiiiiittt~” Ryeowook balik berteriak dengan mengusap ujung hidungnya yang memerah karena cubitan dari Kyuhyun.

“Kenapa kau mencubit hidungku, sih?” kesal Ryeowook. mata Ryeowook sudah memerah karena mengantuk dan sedikit berair karena rasa sakit akibat cubitan Kyuhyun dihidungnya barusan. Kyuhyun mengangkat bahunya acuh. “Cepatlah turun.” Perintah Kyuhyun.

Ryeowook celingak-celinguk memandang daerah diluar dari kaca mobil Lamborghini milik Kyuhyun dan ia heran setengah mati karena Kyuhyun justru mengantarnya sampai di flat kecil miliknya. Anehnya lagi bagaimana bisa Kyuhyun tahu alamatnya?

“Kau ingin ikut bersamaku lagi, eh?”

Ryeowook gelagapan melihat smirk licik yang ditampilkan oleh Kyuhyun. dengan cepat Ryeowook menggegeleng-gelengkan kepalanya. “Aniyo~~ tapi… kenapa kau mengantarku sampai disini, dan darimana kau tahu alamatku?”

Kyuhyun berdecak sebal mendengar pertanyaan Ryeowook. “Tidak bisakah kau cukup mengucapkan terimakasih padaku lalu cepat keluar dari mobilku?” Kyuhyun berkata pedas dan itu membuat Ryeowook mulai kehilangan kesabarannya. Dengan menarik nafas yang dalam ia berkata, “Ghamsahamnida atas tumpangannya, Kyuhyun-ssi” ia membungkuk pelan.

Kyuhyun membukakan pintu Ryeowook dan menunjuk menggunakan dagunya seolah menyuruh Ryeowook untuk segera keluar dari mobil mewahnya. Ryeowook mencibirkan mulutnya kepada Kyuhyun dan dengan kesal ia turun dari mobil tersebut.

Dengan pandangan yang kesal setengah mati Ryeowook berusaha meredam amarahnya. “Masuklah!” titah Kyuhyun yang mengetahui bahwa Ryeowook berdiri disamping mobilnya adalah hanya untuk menunggunya sampai pergi dari depan flat kecilnya. “Kau tidak perlu menungguku sampai aku pulang,”

“Ani. Kau pulanglah dulu, sangat tidak sopan jika aku masuk terlebih dahulu.” Jawab Ryeowook asal. Jinja… jika saja Kyuhyun tidak memberinya tumpangan, mana mau dia berdiri disini dengan hawa dingin yang seolah menusuk sampai ketulangnya. Cih.

“Hn. Aku bilang masuk.”

Ryeowook melotot tidak suka. “Kenapa kau suka sekali memerintahku, sih?” Kyuhyun tak menjawab justru melayangkan pandangan yang seolah mengatakan bahwa ia tak mau dibantah. Ryeowook dengan sedikit mengerang kesal akhirnya berbalik badan untuk masuk kedalam flat-nya. Sayup-sayup Kyuhyun dapat mendengar gadis itu berkata, “Dasar Tuan suka memerintah, awas saja kalau aku kaya, aku tidak sudi bekerja dikantornya lagi, huh”

Kyuhyun tersenyum tipis. Gadis itu… bahkan gerutuannya pun terdengar sangat pedas. Apa gadis itu sama sekali tidak tertarik padanya yang tampan ini? Apa gadis itu sebegitu kesalnya padanya? Memikirkannya saja membuat Kyuhyun kembali tersenyum.

Oh, sepertinya Tuan Muda Cho kita yang satu ini akan sering-sering tersenyum untuk kedepannya.

Kyuhyun baru pergi dari tempat tersebut setelah ia benar-benar memastikan bahwa Ryeowook sudah masuk dengan aman kedalam flat kecilnya. Disepanjang perjalannya menuju kerumahnya, Kyuhyun selalu saja tersenyum dan terkadang menggelengkan kepalanya ringan. Terlihat jelas sekali bahwa dia sedang memikirkan sesuatu yang indah.

.

.

.

Dan dalam hitungan hari ia mendominasi ruang pikirku. Seolah ada antena yang tumbuh dikepalaku khusus untuk mendeteksi frekuensinya.

.

.

.

Ryeowook mematut dirinya didepan cermin. Ia memandangi wajahnya yang tampak lemas dan sedikit berantakan. Yang benar saja, semalam ia memang langsung tidur saat pulang tapi ketika jam tiga dinihari ia terbangun dan berlanjut sampai pagi ini. Ia tidak tidur dan itu membuat wajahnya terlihat berantakan.

Ryeowook menyikat giginya dengan mata yang setengah tertutup. Aissh~ jinja… ia sangat mengantuk hari ini. Rasanya tubuhnya masih merindukan kasur. Tapi semua pemikiran itu ia buang jauh-jauh mengingat hidupnya akan berubah. Ya, tentu saja berubah dan itu semua berkat Boss barunya yang sialan itu.

Ryeowook tanpa sadar menyikat giginya dengan cepat dan kesal ketika otaknya tiba-tiba saja mengingat wajah Boss barunya tersebut. Akh~ pria itu… hanya dengan mengingat wajahnya saja sudah bisa merusak mood-nya. “Akh!” Ryeowook menghentikan acara menyikat giginya dan berteriak sakit saat sikat giginya melukai gusinya.

Aish~ karena terlalu kesal ia jadi meluki dirinya sendiri. Poor Kim Ryeowook.

.

.

.

Ryeowook sudah dibuat mengkerutkan keningnya puluhan kali untuk hari ini. Well, tentu saja penyebab utamanya adalah Cho Kyuhyun, memang siapa lagi? Kkk~

Ryeowook menghembuskan nafasnya pelan dengan mata yang tertutup karena sangking kesalnya. Ia bahkan mengelus dadanya dan berkata, “Sabar, Ryeowook-ah, sabar…” tuturnya pada dirinya sendiri. Kyuhyun tersenyum kecil melihatnya namun buru-buru ia sembunyikan senyum itu saat Ryeowook berbalik menatapnya.

“Arasseo, aku akan mendampingi Anda dalam rapat siang nanti” putus Ryeowook dengan suara lembut tapi mencekam. Ia berdesis kesal ribuan kali karena tingkah pria itu. Ryeowook… gadis berpostur mungil itu merasakan sebuah kerutan telah bertambah diwajahnya. Dan ia bersumpah bahwa ini semua terjadi karena ulah Kyuhyun.

Boss barunya itu sering sekali membuatnya kesal dan itu mempengaruhi kerutan diwajahnya. “Kau terlihat mengerikan.”

Shit!

Sekarang apalagi? Oh, apa tidak bisa mulut itu berhenti bebicara yang menyebalkan? Setidaknya satu jam saja. Ryeowook tak menimpali dan sibuk dengan tugas-tugasnya. Namun Kyuhyun tak berhenti begitu saja, pria itu masih gencar mengeluarkan kalimat-kalimat yang pedas. “Wajahmu yang jelek itu semakin terlihat buruk hari ini, apa kau tidak memakai make up dengan baik?”

Oke, Ryeowook mulai heran. Sejak kapan Boss barunya yang irit bicara itu menjadi banyak bicara begini, bahkan sampai repot-repot mengkritik sola make up-nya. Apa pria ini berpindah profesi menjadi pengamat penampilan orang lain? “Itu tidak ada urusannya dengan Anda, Presdir” Ryeowook menekankan kalimat ‘presdir’.

“Tentu saja ada. kau tahu, aku ini sangat sempurna dan tak memiliki kekurangan sama sekali, tentu saja kau sebagai Sekretarisku juga harus terlihat menonjol. Jangan mempermalukanku”

Ryeowook melirik tajam Kyuhyun dari ekor matanya. Ia meletakkan pena miliknya dengan keras diatas meja kerjanya. Lalu ia memutar kursinya menghadap Kyuhyun yang saat ini sedang memandangnya juga. “Jika kau berpikir bahwa kau tidak memiliki kekurangan sama sekali, maka kau salah besar,”

Kyuhyun memandang Ryeowook penuh tanya. Ryeowook yang mengetahui arti tatapan penuh tanya itu akhirnya melanjutkan kalimatnya, “Karena kau memiliki satu kekurangan,” menjeda kalimatnya sejenak “Yaitu sebuah kerendahan hati.” Ryeowook kembali membalik kursinya dan berkutat dengan tugasnya.

Gadis berambut coklat madu itu bahkan tak mau repot-repot melihat ekspresi yang ditampakkan oleh Kyuhyun sesaat setelah kalimat frontal tersebut diucapkannya. Kyuhyun sendiri sempat menegang dalam beberapa saat. Namun pria itu dengan cepat menguasai dirinya sendiri. ia menggigit bibir bawahnya karena kesal tak bisa membalas kalimat frontal Ryeowook dan Kyuhyun benci itu.

Kyuhyun tak pernah membiarkan oranglain menang akan dirinya. Kyuhyun adalah sosok orang yang benci kekalahan dan ia tak akan membiarkan oranglain mengalahkannya. ‘Kim Ryeowook, bisa-bisanya kau mengucapkan kalimat tidak sopan itu padaku’―batinnya.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ruangan meeting itu tampak dihadiri oleh beberapa orang penting yang menanaman saham diperusahaan Cho. Diruangan itu terdapat banyak sekali para wajah-wajah kaku yang menampakkan bahwa mereka adalah tipe-tipe orang yang ambisius mengejar materi. Sekilas melihat wajah-wajah mereka saja, Ryeowook sudah dapat mengerti bagaimana karakter mereka.

Ryeowook sendiri sejak dimulainya meeting siang ini hanya bisa diam. Diam maksudnya tidak diam dan duduk saja melainkan dia diam disamping Presdir Cho yang baru―Cho Kyuhyun―dengan keadaan yang berdiri. Tolong garis bawahi, BER-DI-RI, pemirsa.

Ryeowook ingin menangis saja rasanya. Kakinya… ia tidak tahu bagaimana rasa kakinya karena ia pikir kakinya sudah benar-benar mati rasa. ‘Tega sakali dia ini, membiarkanku berdiri begini’melasnya dalam hati. Ini sudah dua jam dan masih belum ada tanda-tanda kalau Kyuhyun akan mengakhiri meeting―yang bagi Ryeowook adalah sebuah Neraka.

Ia berusaha menggerak-gerakkan kakinya kecil untuk mengurangi rasa pegalnya dan pergerakan itu tertangkap mata oleh Kyuhyun yang ada disampingnya. Pria yang hari ini menggunakan jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih tersebut menampilkan sebuah senyum tipis―teramat tipis hingga tak ada yang bisa melihatnya.

Ia menyadari bahwa gadis itu pasti sudah sangat lelah. Dan timbul sebuah perasaan kasihan dalam dirinya. Kyuhyun menyadari bahwa mungkin saja kali ini ia sudah cukup memberi Ryeowook pelajaran tentang ucapannya yang mengesalkan tadi. Tiba-tiba saja Kyuhyun membuka suara, “Baiklah, meeting kita hentikan sampai disini. Akan kita lanjutkan lusa.”

Ryeowook menarik nafas lega mendengarnya. Ia mengikuti Kyuhyun yang langsung saja bangkit dari duduknya setelah selesai menutup rapat. “Hah~ akhirnya kau mengakhirinya” ujar Ryeowook dengan lega. Ia memijit-mijit betisnya sebentar saat ia sudah kembali ketempat duduknya. Kyuhyun memandangnya dengan menyeringai kecil.

“Aigoo~ kakiku sudah seperti mati rasa” keluhnya. Bibir Ryeowook manyun kedepan beberapa centi dan bagi Kyuhyun itu benar-benar menggemaskan. “Hn” Ryeowook mendongak melihat Kyuhyun yang ternyata sudah berdiri didepannya. “Wae?” bentak Ryeowook.

“Makan siang.”

Ryeowook memutar bola matanya malas. Oh, ia yakin bahwa raja Iblis ini pasti akan menyuruhnya untuk membelikannya makan siang. Well, raja Iblis sepertinya memang tak akan ada puasnya jika tidak menyiksanya setiap detik. “Hn. Akan ku belikan.” Jawab Ryeowook cuek dan berdiri. Ryeowook hampir saja terjengkang kebelakang saat Kyuhyun menarik pergelangan tangannya dengan kuat.

“Ya!”

“Makan siang denganku” kata Kyuhyun singkat yang membuat Ryeowook bingung. “Kau ini berbicara apa, sih?”

“Kau benar-benar bodoh, ya? aku bilang makan siang denganku” Ryeowook tertawa mengejek. “Aku tahu kau mengajakku makan siang, maksudku… apa kau benar-benar mengajakku makan siang atau hanya akan menjahiliku lagi?” tanya Ryeowook serius.

Kyuhyun mendesah berat. “Apa hanya ada hal-hal buruk tentangku didalam otakmu, itu, huh?”

Ryeowook mengangguk semangat dan tanpa ragu. Kyuhyun yang kesal akhirnya mencengkram kuat pergelangan tangan Ryeowook yang akhirnya membuat Ryeowook meringis. “Akh..akh..sakiiiitt~” rengek Ryeowook berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman kuat Kyuhyun. “Rasakan itu” berkata dengan nada kesal yang seperti anak kecil.

Ryeowook menggembungkan sebelah pipinya. “Maaf..maaf~” ujarnya dengan nada menyesal yang dibuat-buat. “Aiish~ sudahlah lupakan. Jadi kau mau ikut apa tidak?”

Ryeowook langsung tersenyum lucu. “Asal kau mentraktirku, aku akan ikut” katanya dengan kelewat semangat. Kyuhyun mendengus dan membuang muka melihat ekspresi wajah lucu Ryeowook. “Tidak ada kata seorang gadis akan membayar makanannya sendiri saat bersamaku dalam kamusku.” Ujarnya sombong yang mau tak mau membuat Ryeowook kembali mencibirnya.

“Yossh~~ kajja!” ajaknya dengan semangat. Kyuhyun memutar bola mata malas. “Dasar miskin” Ryeowook tak tersinggung dengan perkataan Kyuhyun, toh, hari ini pria itu akan mentraktirnya ‘kan, jadi tidak masalah sekalipun dibilang miskin. Lagipula Ryeowook pikir Kyuhyun benar, dia memang miskin, jadi apa yang harus dipermasalahkan?

 Sesampainya disebuah restoran makan siap saji, Ryeowook segera memesan makanannya dengan semangat dan hal itu memancing Kyuhyun untuk kembali mengeluarkan kalimat-kalimat pedasnya. “Kau seperti orang yang tidak pernah makan direstoran saja” cibirnya.

Ryeowook mengangkat bahunya acuh. “Saat ada orang yang ingin mentraktirmu, maka kau tidak boleh menyia-nyiakannya” katanya dengan ringan seolah ia sedang berbicara dengan teman sebayanya walaupun pada kenyataannya orang yang saat ini sedang berbicara dengannya adalah atasannya.

“Hn” Ryeowook nyengir lebar hingga gusinya terlihat. “Kau irit bicara sekali, sih, Kyu!” Kyuhyun menukikkan alisnya tajam mendengar Ryeowook memanggilnya ‘Kyu’. Ryeowook sendiri setelah sadar langsung menutup bibirnya menggunakan sebelah tangannya. Wajahnya menampilkan sebuah raut menyesal. “Mi-mianhae~ maksudku, Kyuhyun-ssi”

“Tidak masalah. Kau bisa memanggilku dengan sebutan itu saat kita hanya sedang berdua.” Putus Kyuhyun tak keberatan. “Err..serius tidak apa-apa?”

Kyuhyun mengangguk pelan. “Aku pikir kita juga seumuran”

“Aku umur dua puluh empat saat ini. Kau?” Kyuhyun terbelalak tak percaya. “Dua puluh empat?” Ryeowook mengangguk jujur “Wae?”

“Ani. Aku pikir kau lebih muda dariku. Aku dua puluh tiga” Ryeowook tersedak ludahnya sendiri. ia memandang wajah Kyuhyun dengan intens. Dilihat dari wajahnya, Ryeowook sendiri pikir Kyuhyun lebih tua darinya tapi ternyata…. “Wajahmu terlihat lebih tua dariku”

Kali ini Kyuhyun yang hampir tersedak ludahnya sendiri.

Sialan!

Gadis ini berkata dengan mulus dan jujur. “Kadang-kadang lebih baik kau menyimpan suatu rahasia dalam hati daripada kau membukanya tapi menyakiti hati oranglain, apa kau tidak tahu pepatah ini?” tanya Kyuhyun yang seolah menyindir ucapan Ryeowook yang sudah menyakitinya.

Oh, oke, Kyuhyun tahu mungkin wajahnya mengalami pendewasaan lebih cepat dari usianya, tapi… bisakah gadis itu tak sejujur itu? aissh~

Ryeowook menggelengkan kepalanya tidak mengerti. Matanya bahkan mengerjap-ngerjap polos seolah memang dia benar-benar tidak tahu soal pepatah itu. oh, Kim Ryeowook, apa kau tidak tahu bahwa maksud Kyuhyun mengucapkan itu semua adalah untuk menyindir ucapanmu? Ckckck.

Kyuhyun mengerang dalam hati dan wajahnya kembali datar seperti biasanya. Ryeowook sendiri masih saja memikirkan tentang pepatah yang Kyuhyun tanyakan, mencoba mengingat-ngingat apakah pepatah itu pernah ia pelajari disekolahnya dulu atau belum? Kkk~

Ryeowook baru menghentikan pemikirannya saat sang pelayang restoran itu sudah menyuguhkan makanan yang tadi ia pesan. Senyum Ryeowook begitu lebar saat melihat makanan yang terasa begitu lezat dimatanya tersebut. Ia bahkan tak menunggu Kyuhyun dan langsung saja menyambar sumpitnya dan memasukkan sebuah sosis yang sudah dipotong kecil-kecil dengan bumbu pedas kedalam mulutnya. “Umh~~ ini sangat nikmat, Kyu~” Ryeowook mengunyahnya dengan ekspresi seolah-olah makanan itu benar-benar nikmat.

Bahkan mata gadis itu sedikit menutup hanya karena benar-benar menikmati cita rasa sosis tersebut. Kyuhyun yang memandangnya hanya bisa tersenyum kecil. “Dasar.” Katanya pelan. Entah kenapa melihat Ryeowook yang makan dengan begitu hikmat-nya membuat perutnya terasa penuh dan kenyang.

Aneh, padahal ia belum makan tapi kenapa terasa kenyang, ya?

.

.

.

Melihatnya makan dengan lahap pun sudah cukup membuat ku senang dan kenyang.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Tak terasa Ryeowook sudah menjadi sekretaris Kyuhyun selama tiga bulan. Dan selama tiga bulan pula itu Ryeowook merasa hidupnya seperti berada di Neraka. Okelah, mungkin kadang-kadang Boss barunya itu bisa saja berbuat baik. Contohnya seperti sekarang ini. Kyuhyun terlihat begitu khawatir ketika melihat luka memar disudut bibir Ryeowook. bahkan Presdir tampan itu tak segan-segan mengomel dan mengatai Ryeowook bodoh, ceroboh, tidak hati-hati dan apapun itu.

Sejujurnya Ryeowook kesal setengah mati dikatai seperti itu, tapi… entah kenapa rasa kesal itu menghilang begitu saja ketika sisi hatinya mengatakan padanya bahwa seharusnya ia senang karena pemuda arrogant itu memperhatikannya. Ryeowook senang bukan main saat menyadari bahwa Kyuhyun memberikan perhatian lebih padanya.

“Kau itu punya mata atau tidak sebenarnya? Berjalan sampai terjatuh dan melukai dirimu sendiri seperti ini! Tch.”

Tuh, kan, dia masih mengomel. Dengus Ryeowook dalam hati. Ia merotasikan matanya dengan kesal dan bertanda sudah bosan mendengar omelan-omelan Boss barunya tersebut. “Jangan bergerak!” titah Kyuhyun tegas ketika Ryeowook melakukan sedikit pergerakan―yang membuat Kyuhyun yang saat ini sedang mengompress luka memar Ryeowook jadi kesal. “Maaf~” katanya pelan dengan bibir yang dimajukan.

Kyuhyun mendengus melihat bibir Ryeowook yang maju itu. dengan tanpa perasaan Kyuhyun menekan alat untu mengkompress yang sudah terisi es batu itu kebibir Ryeowook. “Akh! Dingin!” teriak Ryeowook sambil memukul Kyuhyun dengan keras. “Itu salahmu sendiri. untuk apa kau memajukan bibirmu itu? huh? Ouhh… apa jangan-jangan kau ingin menggodaku, eh?”

Ryeowook ingin muntah. Dia menatap Kyuhyun tajam seolah ingin menelan pria kurangajar itu bulat-bulat. “Bahkan jika kau dan seekor kambing adalah satu-satunya ciptaan Tuhan yang tersisa dimuka bumi ini, aku akan lebih memilih menikah dengan kambing itu dibanding kau!” sinisnya.

Mata Kyuhyun melotot sampai titik maksimalnya. giginya begemeletuk sangking kesalnya. Kambing? Gadis ini lebih memilih kambing―binatang bau bagi Kyuhyun―dibanding dirinya yang sempurna dan menjadi pujaan para kaum hawa dipenjuru belahan bumi? Yang benar saja.

Sialan!

“Kau…”

“Apa? Kau tidak terima?” tantang Ryeowook yang seolah sudah melupakan fakta bahwa orang yang sudah ia hina itu adalah Boss nya. Memang semenjak mereka sering bertengkar dan melempar ejekan, keduanya terlihat seperti seekor kucing dan tikus yang tak pernah akur. Namun yang membuat semua orang bingung adalah―

―Kyuhyun tak pernah marah atau bahkan bersikap kasar pada gadis bernama Kim Ryeowook tersebut.

Kyuhyun mengepalkan tangannya dengan erat. ia yang sedari tadi mengompress luka memar Ryeowook dengan keadaan berdiri dihadapan Ryeowook kini mencondongkan tubuhnya pada Ryeowook yang masih duduk dikursinya. Ryeowook yang merasa bahaya sudah mengancam segera berusaha mendorong dada bidang Kyuhyun. namun sayang Kyuhyun tak bergerak sedikit pun.

“y-ya! apa yang mau kau lakukan?” katanya dengan intonasi tinggi. Kyuhyun menatap tajam Ryeowook―dan sejujurnya tatapan itu membuat nyali Ryeowook menciut. “Aku bersumpah aku akan―”

“―akan apa? Kau akan memanggil pangeran kambingmu itu untuk menyelamatkan kamu, huh?” kata Kyuhyun. suara Kyuhyun yang datar namun dingin itu semakin membuat Ryeowook ketakutan. Sumpah, ini pertama kalinya ia melihat Kyuhyun semarah ini semenjak ia menjadi Sekretaris pribadi Kyuhyun. dan Ryeowook menyesal telah membuat Kyuhyun seperti ini. Ia berjanji tak akan mengulanginya lagi. Tapi… terlambat. Kyuhyun sudah benar-benar marah sepertinya. Katanya melas dalam hati.

Kyuhyun semakin memajukan wajahnya pada Ryeowook membuat hatinya tiba-tiba cenat-cenut karena tatapan Kyuhyun. iris coklat redup itu menatap Ryeowook begitu intens. Tatapan matanya yang tajam dan mengintimidasi itu seolah menelanjangi Ryeowook―walau pada kenyataannya saat ini Ryeowook memakai seragam kerjanya lengkap. “A―akh!” tenggorokan Ryeowook tercekat ketika Kyuhyun sudah menempelkan kedua bibirnya.

Gadis Caramel itu membelalakkan matanya lebar. Sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Presdir―ekhem yang tampan―bernama Cho Kyuhyun tersebut. Tangan Ryeowook mengepal erat sangking gugupnya. Jujur saja ini bukan ciuman pertamanya, hanya saja… dicium oleh pria tampan seperti Kyuhyun―yang juga Boss-nya―benar-benar membuatnya sulit untuk mempercayai apa yang sekarang terjadi. Terlebih selama ini keduanya selalu saja bertingkah layaknya kucing dan tikus.

Kyuhyun melepaskan kedua bibirnya yang tadi ia tempelkan dibibir Ryeowook. bibirnya menyeringai arrogant melihat bagaimana wajah Ryeowook yang memerah padam. Apalagi wajah gadis mungil itu kini masih dalam keadaan terkejut. “Kau…”

Cup!

Belum pulih dari acara terkejutnya, kini Ryeowook sudah dipaksa untuk terkejut yang kedua kalinya hari ini. Cho Kyuhyun mengecup bibirnya. Hanya sekilas tapi itu bisa membuat jantungnya berdegup seperti genderang mau perang. “Kau mau lagi?” tanya Kyuhyun ringan.

Ryeowook tersentak kaget. Ia menutup bibirnya rapat lalu mengusapnya menggunakan punggung tangannya berulang kali―seperti menghapus sebuah cairan menjijikkan. Mata Ryeowook memandang Kyuhyun marah dan kesal. Ia berdiri dari duduknya dan mendongak―karena tinggi Kyuhyun yang melebihinya―lalu mulai melancarkan aksi marahnya.

“APA YANG KAU LAKUKAAAAAN?!!”

Kyuhyun membuat gesture tubuhnya setenang mungkin seolah apa yang tadi ia lakukan pada Ryeowook adalah hal yang biasa. Ia bahkan membuat pose mengorek-ngorek telinganya. “Kenapa kau berteriak, sih?” bukannya menjawab ia justru bertanya hal yang tidak penting.

“SIALAN KAU, CHO!” bentaknya marah dengan gigi yang bergemeletuk. Kyuhyun tersenyum tipis melihat amarah gadis mungil didepannya tersebut. “Kau seenaknya saja menciumku, kau pikir aku SIAPA, HUH?” intonasi suaranya semakin meninggi. Tapi itu semua tak membuat Kyuhyun takut sama sekali. Kyuhyun mengangkat bahunya acuh.

“Memang kau mau aku menganggapmu apa?”

Tidak tahan. Ryeowook sudah tidak tahan dengan tingkah menyebalkan Kyuhyun. dengan langkah kaki yang menghentak ia mulai berjalan meninggalkan ruangan itu dengan tak lupa mendorong Kyuhyun untuk minggir dari hadapannya. “Kau benar-benar menyebalkan!!!!” ujarnya sambil membanting pintu ruangan kerjanya dan juga Kyuhyun.

Setelah Ryeowook pergi Kyuhyun melebarkan senyumnya. Senyum yang jarang sekali ia tampakkan. Kemudia tangannya mengelus bibirnya yang baru saja ia gunakan untuk mencium Ryeowook. masih dengan senyum yang mengembang ia berkata “Tidak buruk. Rasanya manis.” Terkekeh ringan begitu mengingat tingkah nekadnya yang mencium Sekretarisnya sendiri.

Dan sepertinya Kyuhyun akan berniat untuk melakukannya lagi lain kali.

.

.

.

Ryeowook memegang dada depannya dengan ekspresi yang sangat sulit untuk ditebak. Lalu sebelah tangannya lagi mengelus permukaan bibirnya yang tadi dikecup oleh Boss kurangajar-nya. Ryeowook menatap cermin besar yang ada di Toilet karyawan dan mendapati wajahnya yang berkulit putih langsat itu kini memerah padam.

“Bodoh!”

Mengumpat seorang diri. “Kenapa aku tidak menamparnya saja, sih.” Keluhnya pada dirinya sendiri. ia bahkan memukul-mukul kepalanya sendiri berulangkali seolah menyesal karena tadi tidak menampar pria sialan yang sudah seenaknya menciumnya.

Ketika kedua belah bibir Kyuhyun mengecup bibirku… entah kenapa, perasaanku berubah aneh. Ada sebuah perasaan aneh yang meletup-letup, memompa aliran darahku begitu cepat hingga membuat permukaan wajahku jadi memanas. Bibirnya… terasa begitu lembut. Dan lagi tatapan mata Kyuhyun yang begitu tajam seperti membuatku tak bisa berkutik. A-apa aku….

…menderita kelainan?!

“Kau kenapa memasang ekspresi aneh itu?”

Akh!

“Ti-tidak apa-apa, kok,” Ryeowook memaksakan sebuah senyum aneh yang membuat seseorang yang baru saja keluar dari salah satu bilik di Toilet itu menaikkan sebelah alisnya aneh. Ia mendekati Ryeowook dan mengamati wajah Ryeowook yang masih ada sedikit guratan-guratan merah dipipinya. “Kenapa wajahmu memerah?” seseorang itu―Eunhyuk―kembali bertanya.

Ryeowook membuang muka. “A-apanya? Tidak kok,” dustanya. Eunhyuk menyipitkan matanya memperhatikan Ryeowook lebih intens lagi. “Hmm…” memiringkan sedikit kepalanya agar bisa melihat wajah Ryeowook lebih detail lagi.

Mata Ryeowook bergerak-gerak gelisah menghindari tatapan Eunhyuk. “A-apa, sih, jangan menatapku seperti itu dong!” protes Ryeowook. Eunhyuk mendesah berat dan mengangkat bahunya acuh. “Ya, sudah kalau tidak mau cerita.”

Ryeowook tahu kalau Eunhyuk sedang marah padanya. “Hyukkie~ aku baik-baik saja, aku serius~” rengeknya seolah memohon agar Eunhyuk tidak marah lagi dengannya. “Hn.” Bibir Ryeowook mengerucut lucu begitu mendapati Eunhyuk yang menjawabnya dengan kata ‘Hn’.

“Kau ini mengingatkanku dengan pria brengsek yang seenaknya saja menciumku jika menggunakan kata ‘hn’ itu,”

Eunhyuk menoleh cepat dengan mata yang melotot seolah akan lepas dari kelopak matanya saat ini juga. “MWOOO?”

Oooppsss~

Ryeowook menutup bibirnya seketika dengan kedua belah tangannya. ‘sial aku keceplosan.’

“K-kau…apa tadi? Mencium…mu? nu-nuguya?” Eunhyuk meremas pundak gadis kecil itu dengan keras. Ryeowook meringis sakit. “Eerrr…ti-tidak. Lupakan, a-aku hanya asal bicara kok,” kembali berdusta yang sudah pasti kali ini gagal. Eunhyuk memicingkan matanya kesal.

“Kau tahu betul bahwa aku tidak percaya dengan perkataanmu.”

Ryeowook mendesah pendek lalu menghembuskannya keras-keras. “Sekarang ceritakan semuanya padaku!” kata Eunhyuk yang lebih mirip dengan sebuah paksaan daripada permintaan. Ryeowook menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan gugup. “Ettoo….

.

.

.

“APAAA? JADI KYUHYUN-SSI MENCIUM―Mpphh..”

“Sssttt~ jangan keras-keras bodoh,” Ryeowook menyumpal bibir Eunhyuk dengan kedua telapak tangannya. Menghalau suara nyaring Eunhyuk yang sudah akan membeberkan apa yang terjadi padanya di Kantin. Uh-oh, tentu Ryeowook tak akan membiarkan semua itu terjadi. Eunhyuk mengangguk-ngangguk mengerti.

Lalu Ryeowook mulai menurunkan kedua tangannya. Ia menghela nafasnya dengan pelan. “Aku tidak tahu apa maksudnya melakukan itu semua padaku,” bertanya dengan nada lirih dan sedikit menyeruput jus jeruknya.

Mata Eunhyuk merotasi dengan malas. Rambut pirangnya yang saat ini ia gerai terlihat bergerak tatkala kepalanya menggeleng-geleng kecil. “Baka! Tentu saja karena dia menyukaimu―ah tidak, mungkin saja dia mencintaimu.”

Ryeowook hampir memuncratkan jus jeruk yang hampir tertelan jika saja ia tak cepat-cepat mendorongnya masuk menuju ke kerongkongannya. “Kamu ngomong apa, sih, itu tidak mungkin!” serga Ryeowook cepat dengan kepala menggeleng-geleng cepat.

“Kenapa tidak? Selama ini dia selalu baik padamu, ‘kan?”

“Kau bercanda!”

“Hei, meskipun terkadang ia kejam padamu, tapi selama ini ia tetap bertahan denganmu ‘kan? bahkan sekalipun kau terlambat berulangkali masuk ke kantor dia tetap tidak memecatmu―padahal Kyuhyun-ssi itu bukan tipe orang yang bertoleransi,”

Ryeowook menganggukkan kepalanya “Iya, sih,”

“Dia bahkan rela datang ke flat kecilmu itu hanya untuk menjengukmu yang saat itu demam tinggi, dan oh, aku masih mengingat dengan jelas bagaimana raut khawatirnya ketika aku menyampaikan bahwa kau sedang demam tinggi saat itu. serius, aku sendiri terkejut saat melihat ekspresinya itu.”

Eunhyuk bercerita dengan nada yang berapi-api. Ia bahkan sesekali menggerakkan tangannya seperti meyakinkan sahabat mungilnya itu.

Ryeowook menundukkan kepalanya. Tangannya saling bertautan dan terlihat jelas jika ia sedang gelisah. “Dan jangan lupakan bagaimana pagi ini ia memarahimu habis-habisan karena luka disudut bibirmu itu,” Eunhyuk menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya.

“Bisa saja itu hanya perhatian seorang Boss kepada Sekretarisnya, ‘kan?”

“Oh, Tuhan,” Eunhyuk memekik kecil membuat Ryeowook menggembungkan sebelah pipinya. “Kau idiot atau apa, sih? Mana ada Boss sebegitu perhatiannya, lagipula dia menciummu ‘kan?”

“Aku―”

“Siapa yang mencium siapa? Ya, ya, ceritakan padaku,” Taemin datang dengan sebungkus keripik kentang ditangannya dan tak lupa Kibum yang berdiri dibelakangnya dengan wajah kalemnya.

Ryeowook memutar bola matanya. Jengah. Ia yakin setelah ini dia akan dijadikan bahan ejekan oleh sahabat-sahabatnya. Mereka berempat duduk dengan tenang ditempat mereka masing-masing seperti biasanya. lalu Ryeowook mulai menceritakan segalanya pada ketiga sahabatnya itu. bahkan ia tak sungkan-sungkan menceritakan tentang keadaan jantungnya yang berdegup kencang akhir-akhir ini saat ia berdekatan dengan Boss-nya tersebut.

“Aku pikir… kalian saling jatuh cinta,”

Mata Ryeowook melirik sinis kepada Kibum. Cih, gadis pendiam ini sekali bicara langsung blak-blakan.

Taemin membulatkan bibirnya terkejut. “Aku pikir Kibummie benar,”

Eunhyuk tertawa kecil. “Aku juga setuju dengan Kibum.”

Dan Ryeowook terdiam membatu. Ia menatapi satu persatu sahabat-sahabatnya itu dengan tatapan yang heran. “Benarkah?”

Dengan serempak Kibum, Taemin dan Eunhyuk mengangguk semangat. Ryeowook lemas seketika. Ia kembali menelungkupkan wajahnya dilipatan kedua lengannya yang ia lipat dimeja Kantin itu. “Tidak mungkin,”

“Mana mungkin aku jatuh cinta pada Iblis jahat itu.” gerutunya sambil menggerak-gerakkan kakinya dibawah sana. Taemin menepuk pucuk kepala Ryeowook dan gadis mungil itu mulai menampakkan kembali wajahnya.

“Kau harus berusaha jujur pada dirimu sendiri, Kawan~”

“Jangan sok dewasa!” kalimat sarkatis Ryeowook membungkam mulut Taemin. Kibum tertawa mendengarnya. “Taeminnie benar, kalau kau ingin melihat hatimu yang sebenarnya, kau harus memulainya dengan jujur pada dirimu sendiri, Wookie-ah”

Kalimat bijak Kibum sudah tak mampu membuat Ryeowook membantah. Sial, Kibum selalu saja berhasil membuatku tak berkutik.

“Nah, jadi segeralah nyatakan cintamu padanya,” Ryeowook melotot pada Eunhyuk yang dengan seenak jidatnya menyuruhnya menyatakan cinta. “Kau gila!”

“Aku yakin dia pasti akan menerimamu, dia itu juga menyukaimu, Ryeowook-ah~”

“Aisshh~”

Ryeowook bangkit dari duduknya dan berjalan cepat meninggalkan Kantin beserta ketiga sahabatnya yang terkikik geli. Langkah kaki Ryeowook yang menghentak keras itu mengalihkan beberapa mata Karyawan yang sedang menyantap makan siangnya menjadi tertuju padanya.

Masa bodoh.

.

.

.

Jujurlah pada dirimu sendiri, dengan begitu kau tak perlu mengatakan kebohongan.

Jika kau berbohong pada dirimu sendiri, bagaimana bisa kau akan mengetahui hatimu?

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Bagaimana, Shindong-ssi?

Pria bertubuh gemuk itu tersenyum lebar. Ia mengangguk “Presdir tidak perlu khawatir.” Jawabnya sopan. Kyuhyun menyeringai senang. “Lalu bagaimana dengan wakil baruku?” sekali lagi Shindong tersenyum. “Semua sudah beres, Presdir.”

“Bagus! Kerja bagus.”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya sebagai perintah agar Shindong―orang kepercayaan Ayahnya yang sekarang juga menjadi orang kepercayaannya―segera keluar dari ruangannya.

Kyuhyun memainkan pena hitam miliknya, memutar-mutarkannya seperti mainan dengan bibir yang masih senantiasa menyeringai. Wajahnya berganti menjadi stoic lagi ketika pintu ruangannya dibuka. Dan tak perlu melihat siapa gerangan yang datang.

Kyuhyun pura-pura tak melihat. Begitupun dengan Ryeowook. dengan masih bibir yang manyun karena mengingat perkataan sahabatnya dan juga mengingat soal ciumannya yang dicuri oleh Kyuhyun, bibirnya pun semakin maju kedepan.

Kyuhyun tersenyum. “Kau mau aku menciummu lagi, eh?”

“Jangan harap!”

Iris Caramel cerahnya melirik malas pada Kyuhyun yang saat ini memandangnya datar. Tch, sudah mencuri ciumanku dan sekarang bersikap seolah-olah dia tak berbuat salah. Dasar Setan pucat! Gerutunya dalam hati.

Oh, Kim Ryeowook. bukankah setan memang pucat? Kekeke~

.

.

.

Pagi ini seluruh Karyawan kantor dikejutkan oleh kedatangan sesosok gadis cantik dengan mata kelincinya yang mengundang para Karyawan pria mengerling jahil padanya. Tubuhnya yang bisa dibilang mungil itu berjalan layaknya model. Terlihat sekali bahwa gadis itu memiliki perangai sombong.

Eunhyuk mendecih kesal. “Dia begitu angkuh,” katanya dengan nada bengis. Taemin yang ada disebelah Eunhyuk mengangguk menyetujui perkataan sang Sahabat. “Sepertinya ia memiliki jabatan yang lebih tinggi dari kita,” tambah Taemin.

“Apa kira-kira jabatannya akan lebih tinggi dari Wookie?” timpal Kibum yang ada disebelah Ryeowook. Eunhyuk dan Taemin mengangkat bahunya tidak paham. “Entahlah. Bagaimana menurutmu?” Taemin menyenggol Ryeowook yang duduk disampingnya.

Yang disenggol hanya mendesah berat. “Aku tidak peduli.” Sungutnya ketus.

Hari ini beberapa Karyawan penting sedang berkumpul disebuah ruangan rapat karena sang Presdir Cho Kyuhyun mengadakan pertemuan singkat yang mana sebagai bentuk pengenalan salah satu anggota baru di Kantornya.

Ryeowook memandang gadis bertubuh mungil―meskipun tidak semungil dirinya―yang duduk dengan tegap dihadapannya. Jika dilihat dari raut wajahnya, gadis mungil itu bisa tergolong cantik dan imut―ya, walaupun masih imutan aku, sih. Inner Ryeowook narsis.

Gadis itu memiliki bibir berbentuk ‘M’. Warna bibirnya pink dan tampak basah menggoda. Ryeowook menurunkan pandangannya semakin kebawah. Dan seketika Ryeowook minder. Bagaimana tidak, gadis―yang belum diketahui dengan pasti siapa namanya―itu memiliki buah dada yang begitu montok.

Lalu Ryeowook mengamati buah dadanya sendiri dan ia meringis kecil. Sebuah guratan bergaris tegak lurus berwarna merah muncul dipipinya―ia malu.

‘Buah dadaku bahkan sangat rata.’

Kibum menatap Ryeowook aneh. “Apa yang kau pikirkan? Kau tidak sedang berpikiran kotor, ‘kan?”

“Terkadang aku lebih suka jika kau diam daripada berbicara sesuatu yang membuatku ingin sekali menonyor mulut pedasmu itu.”

Kibum terkekeh kecil dengan menutup mulutnya agar tak terdengar. “Kau semakin galak saja semenjak lebih sering bersama dengan Presdir yang tampan itu~” nada menggoda Kibum hanya dibalas dengan dengusan keras dari Ryeowook.

Keadaan ruang rapat itu seketika senyap begitu Boss-nya, Cho Kyuhyun datang dengan Shindong dibelakangnya. Iris Dark brown-nya bergulir menatapi orang-orang yang berada diruangan tersebut. Dan bola mata itu berhenti bergulir begitu menangkap sesosok Sekretaris mungilnya yang duduk diantara Kibum dan Taemin―Kyuhyun tentu saja tahu siapa nama-nama sahabat Ryeowook.

Ryeowook mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. biasanya Kyuhyun akan menyeringai pada Ryeowook jika sudah begini tapi entah kenapa hari ini hal yang sudah menjadi kebiasaan Cho Kyuhyun menghilang. Pria itu tak menggubris tatapan aneh Ryeowook.

Lalu Kyuhyun mulai bersuara. “Hari ini kita akan kedatangan anggota baru yang akan menggantikan Lee Jinki―wakilku―yang mengundurkan diri tiga hari yang lalu,” Lalu Kyuhyun menatap gadis bermata kelinci itu seolah menyuruhnya untuk memperkenalkan diri.

Tak mau membantah gadis itu berdiri dari duduknya. “Anyyeonghaseyo~ Lee Sungmin imnida. Mohon bantuannya semuanya~”

Suara halus gadis yang ternyata bernama Lee Sungmin itu tak pelak membuat Karyawan-karyawan yang ada diruang rapat tersebut menganga. Taemin bahkan membuka mulutnya sedikit lebar saat telinganya mendengar suara halus Sungmin. “Tutup mulutmu itu, bodoh.” Bisik Eunhyuk dari sampingnya. Taemin menggaruk pipinya yang tak gatal.

“Mulai sekarang dia akan menjadi Wakilku. Dan, untuk Ryeowook-ssi,[ mata Kyuhyun memandang Ryeowook datar ] tempat kerjamu akan kembali seperti semula mulai pagi ini.”

Dan sekali lagi Karyawan-karyawan yang ada diruangan itu dibuat terkejut. Bagaimana tidak, selama ini seluruh Kantor sudah tahu dan melihat dengan nyata bagaimana Kyuhyun yang memperlakukan Ryeowook dengan begitu Istimewa. Bahkan sebagian Karyawan sudah menduga bahwa mereka terjebak cinta lokasi diruangan yang sama.

Jadi… bagaimana bisa tiba-tiba Kyuhyun menyuruh Ryeowook untuk kembali ke tempat kerjanya seperti semula?

‘Apa mereka putus?’

‘Apa Presdir Cho sudah bosan dengan Ryeowook-ssi?’

‘Ini terlihat seperti Ryeowook dibuang ketika Sungmin-ssi datang’

Bisik-bisik Karyawan mulai terdengar setelah Kyuhyun dan Shindong pergi dari ruangan tersebut. Ryeowook dapat merasakan hatinya terasa begitu kebas mendengar kalimat-kalimat jahat yang dilontarkan oleh para Karyawan.

Ryeowook tidak tahu sejak kapan semua teman-temannya mulai berubah padanya. Dulu semua Karyawan yang ada diKantor itu mengenal dengan baik Ryeowook, tapi semenjak Ryeowook menjadi Sekretaris Kyuhyun dan juga mendapat perlakuan istimewa dari Kyuhyun, teman-temannya semakin lama semakin menjauhinya.

Iri, eh?

Kibum tersenyum. tangannya menangkap kedua belah tangan Ryeowook yang bersembunyi dibawah meja. “Sudahlah, jangan dengarkan mereka. Mereka hanya iri saja. Hm?”

Taemin dan Eunhyuk juga memperhatikan raut wajah Ryeowook yang berubah. Mereka bertiga membantu Ryeowook berdiri dari duduknya dan mengajaknya untuk menuju ruangan barunya―atau kalian bisa menganggapnya sebagai ruangan lamanya.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Kau sedih?”

“Mana mungkin aku sedih? Tentu saja aku sangat bahagia,” Ryeowook tertawa garing dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Aku kembali ke ruangan ini. Bekerja bersama teman-temanku, ini akan sangat menyenangkan. Selama ini aku bosan satu ruangan dengan Setan pucat itu, dia tidak banyak bicara dan itu membuatku frustasi. Aku lebih nyaman bersama kalian disini. Bersama kalian..hh..aku bisa bekerja sambil bercanda, kita bisa pergi ke Kantin bersama-sama lagi, lalu memesan makanan favorite kita, dan bercerita-cerita. selanjutnya kembali bekerja lagi dan pulang bersama. Kyuhyun tidak mungkin menahanku untuk lembur lagi mulai sekarang. Meskipun aku Sekretarisnya, tapi aku yakin jika dia lembur dia akan lebih memilih meminta bantuan pada wakil barunya yan cantik itu…aku bahagia..sangat..hh..baha―

Grep!

“Hentikan itu. kau tidak harus berpura-pura bahagia, Wookie.” Eunhyuk memeluk Ryeowook. menghentikan ocehan Ryeowook yang tak dapat dimengerti oleh ketiga Sahabatnya. Taemin turut memeluk Ryeowook.

“Apa dengan berbicara terus menerus seperti itu akan membuat hatimu baikan? Tidak, ‘kan?” Kibum berujar pelan sambil masih berdiri. “Aku pernah berbicara padamu ‘kan, kalau ingin mengetahui hatimu, pertama-tama kau harus jujur pada dirimu sendiri.” tambahnya lagi.

Lalu ia memeluk Ryeowook setelah Eunhyuk dan Taemin melepas pelukannya pada Ryeowook. Kibum mengelus dengan sayang punggung Ryeowook yang bergetar karena menangis. “Hikz,”

“Sssttt~~tidak apa-apa.”

Ryeowook menangis dalam pelukan hangat Kibum. Gadis mungil itu tidak tahu hal apa yang membuatnya menangis. Ia bahkan tidak sadar dengan cara bicaranya yang ngelantur. Yang ia rasakan hanya sakit. Dan sakit itu bermula semenjak Kyuhyun mengatakan bahwa tempat kerjanya sudah kembali seperti semula.

Secara perlahan sakit hatinya bertambah parah begitu mengetahui bahwa Kyuhyun menempatkan ruangan Sungmin―wakil baru Kyuhyun―dalam satu ruangan dengannya. Hati Ryeowook meronta ingin menangis seketika saat itu juga. Tapi ia menahannya, ia tidak mau Kyuhyun mengetahui bahwa ia menangis.

Aku ini kenapa? Kenapa rasanya sakit saat mengetahui bahwa posisiku digantikan oleh Sungmin? Gadis itu… sangat cantik dan suaranya begitu halus berwibawa. Sedangkan aku…?

“Ryeowook-ssi,”

Ryeowook cepat-cepat melepaskan pelukannya dari Kibum dan mengusap kasar air matanya. “Ne,?” ternyata yang memanggil Ryeowook adalah Shindong. “Anda dipanggil Presdir Cho untuk datang ke ruangannya, mohon segera kesana.” Ryeowook mengangguk pelan.

Ia menghela nafas berat. “Pergilah,”

Ryeowook mengangguk dan pamit kepada sahabat-sahabatnya. “Aku akan kembali.”

“Tentu saja, kau ‘kan sudah tidak kerja diruangan Kyuhyun-ssi lagi.

“Lee Taemin!!!”

Taemin nyengir lebar. Memang gadis yang paling muda diantara sahabat-sahabatnya ini terkadang suka berbicara tanpa dipikir.

.

.

.

Saat isi hatimu ketahuan, kau akan berbicara tanpa henti.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook membungkuk hormat pada Kyuhyun yang ada dihadapannya. Gadis itu baru duduk dihadapan Kyuhyun ketika pria itu mempersilahkannya untuk duduk. “Ne, ada apa Presdir?” Kyuhyun mengamati wajah aneh Ryeowook.

“Meskipun aku sudah memiliki Wakil, bukan berarti kau bisa lepas dari tugas-tugasmu.”

“Aku mengerti itu. apa hanya itu yang ingin Presdir katakan?”

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya heran. Sejak kapan gadis ini berubah menjadi datar begini. Dan juga Ryeowook tidak menatapnya. Biasanya Ryeowook selalu menatap seseorang yang berbicara padanya. Kyuhyun yakin ada sesuatu yang aneh. “Hn.”

Ryeowook bangkit dari duduknya. Ia membungkuk pelan dan keluar dari ruangan Kyuhyun―dan juga ruangan gadis cantik bernama Lee Sungmin itu. Ryeowook masih menyempatkan waktunya untuk melirik sekilas gadis yang saat ini tengah serius menatap layar datar komputer dihadapannya. Ryeowook menarik nafas panjang dan menutup pelan pintunya.

Selama berada didalam lift, Ryeowook terus memikirkan akan kejadian-kejadian yang pernah ia alami bersama Kyuhyun. Ryeowook tahu bahwa pria itu juga baik, meskipun terkadang menyebalkan. Dan entah kenapa tiba-tiba saja banyangan dalam otaknya berganti menjadi Sungmin dan Kyuhyun.

Ryeowook mengepalkan tangannya erat ketika otaknya membayangkan Kyuhyun mencium Sungmin seperti yang pernah Kyuhyun lakukan padanya kemarin. Ugh~ memikirkannya saja sudah membuat hatinya bagai tersayat sebilah pedang tajam.

.

.

.

Aku tidak begitu paham, tapi aku pikir saat hati kita merasa sakit karena melihat orang yang selalu bersama kita kini bersama orang lain selain kita…

Itu yang dinamakan cemburu, ‘kan?

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Sudah hampir satu bulan Sungmin menjadi Wakil Kyuhyun. dan tebakan Eunhyuk tidak meleset sama sekali. Gadis itu memang sombong membuat Eunhyuk dan teman-temannya menjadi jijik dan muak melihatnya. Ryeowook tidak ambil pusing karena ia lebih memilih menghindari gadis itu dan juga Kyuhyun.

Memang Ryeowook masih menjadi Sekretaris Kyuhyun, namun keduanya sudah jarang bersama dan katakan sajalah mereka bertemu hanya jika sedang bekerja saja. Biasanya Kyuhyun akan mengajaknya makan siang bersama atau mungkin mengantarnya pulang saat mereka lembur bersama.

Tapi sekarang semuanya sudah lenyap. Ryeowook kembali seperti dulu. Sedangkan Kyuhyun, ya… pria itu begitu dekat dengan Sungmin dan tak jarang Ryeowook melihat Kyuhyun mengantar Sungmin pulang. Ingin menangis saja rasanya saat melihat itu semua.

“Aku… ingin mengundurkan diri saja,”

Kibum, Taemin dan Eunhyuk membulatkan matanya terkejut. “Ya! kau ini berbicara apa, sih,”

“Aku serius, daripada aku terus-terusan sakit hati dan tersiksa melihat mereka, lebih baik aku berhenti saja dan bekerja sepenuhnya di Cafe.” Ucap Ryeowook dengan lemas. Hari ini mereka memutuskan untuk mampir ke Kedai ice cream setelah sepulang kerja.

“Wookie~ apa kau yakin dengan bekerja di Cafe akan dapat mencukupi kehidupanmu? Lagipula bukankah kau membutuhkan banyak uang untuk perawatan Ibu mu?” Kibum berkata serius. Ryeowook menundukkan kepalanya. “Molla~”

Memang selama ini Ryeowook juga bekerja di Cafe. Tapi ia bekerja hanya jika hari Minggu saja. Yah, sebagai tambah-tambah pendapatan lah. “Mencari kerja itu susah. Kau sudah mendapatkan tempat yang nyaman disini, jangan menyia-nyiakannya.” Timpal Taemin.

“Tapi aku tidak bisa terus-terusan melihat mereka berdua. Aku…aku…hikz..ingin menangis..hukz”

Kibum menggelengkan kepalanya ringan. Ia menyendok ice cream rasa Vanilla-nya lalu memasukkannya kedalam mulutnya. Teksture lembut ice cream itu langsung meleleh dan terasa begitu nikmat. “Kan aku sudah bilang, kau cukup mengaku saja kalau kau menyukainya,”

“Tidak mau!” Ryeowook memekik lucu yang membuat ketiga sahabatnya tertawa renyah. “Kau itu gengsian sekali, sih” Kibum kembali tertawa. Dan Ryeowook hanya bisa merengut lucu. “Jadi besok bagaimana? Jadi kita pergi ke pemandian air hangatnya?” tanya Taemin kepada sahabat-sahabatnya.

Ryeowook menggelengkan kepalanya. “Kau tahu sendiri ‘kan kalau besok aku harus bekerja.” Eunhyuk mendesah berat. “Hah~ cuti saja, satu hari masa tidak bisa?” dan Eunhyuk hanya mendapat gelengan kepalanya. “Ya sudahlah.”

.

.

.

Dan seperti biasanya. setiap hari minggu Ryeowook memang bekerja disebuah Cafe yang terletak sekitar tiga kilometer dari flat-nya. Ia bekerja sebagai pelayan. Seluruh pengunjung tetap di Cafe itu mengenal Ryeowook sebagai sesosok pelayan yang ramah namun juga tangguh. Tak jarang ia mendapat banyak pujian juga karena sikap ramahnya.

Hah~ hari ini harus lebih semangat. Semangat Kim Ryeowook!!

Ryeowook mulai bekerja dengan rajin. Ia mengantar sebuah pesanan dimeja nomor tigabelas. Dengan ramah ia menyapa pelanggan tersebut dan tersenyum begitu lembut. Ia melakukannya berulang-ulang juga pada para pelanggan yang lainnya.

Senyum manis dan ramah tak pernah luntur dari wajahnya. Hingga pada saat sepasang Caramel cerah itu mendapati Kyuhyun dan Sungmin yang masuk kedalam Cafenya tempat bekerja. Seyumnya luntur seketika digantikan dengan wajah sendu. Ia menggigit bibirnya kuat begitu mendapati Sungmin mengamit lengan Kyuhyun manja.

Ia baru saja akan pergi jika saja matanya tak lebih dulu bersibobrok dengan iris dark brown milik Kyuhyun. Ryeowook bisa melihat mata itu memandangnya penuh dengan terkejut. Tapi Ryeowook tidak peduli, ia berjalan kebelakang.

“Jadi dia masih bekerja lagi?” gumam Kyuhyun dengan mata yang mengawasi sebuah pintu dimana tadi Ryeowook menghilang. “Kau berbicara apa?” Kyuhyun menggeleng. “Hn.”

“Ah, jadi bagaimana? Apa Jungmoo sudah mengatakan sesuatu padamu?” Kyuhyun mengangguk. “Tenang saja. Aku sudah mengaturnya.” Sungmin menghela nafas lega. “Syukurlah~”

Kyuhyun mengkerutkan keningnya saat seorang pelayan menghampirinya. Dalam hati ia bertanya-tanya, kemana Ryeowook? kenapa bukan dia yang melayaninya?

“Tch.” Berdecak kesal dan membuat pelayan itu menatap penuh tanya pada Kyuhyun. “Apa ada masalah, Tuan?”

“Dimana pelayan bernama Kim Ryeowook?”

Pelayan itu melebarkan matanya terkejut. Ia sedikit tidak percaya bahwa pria tampan dengan wajah bak Dewa Yunani dihadapannya ini justru mencari teman satu perjuangannya yang bekerja disini. “Err..Ryeowook-ssi?” Kyuhyun mendengus. “Ada berapa banyak pelayan bernama Kim Ryeowook disini?”

Pelayan wanita berponi itu menggaruk sebelah pipinya salah tingkah. “Akh~ maaf Tuan. Apa Tuan ada perlu dengannya? Saya bisa memanggilnya,” Kyuhyun mengangguk. “Panggilkan dia.” Sungmin tertawa kecil melihat Kyuhyun yang tampak gusar. “Hei, hei, ada apa denganmu?” bertanya dengan nada menggoda.

“Diamlah, Noona!”

Tak beberapa lama kemudian muncullah Ryeowook dihadapannya. Kyuhyun menatap tajam Ryeowook dari atas sampai bawah. Hal itu membuat Ryeowook risih setengah mati. “Apa ada yang Anda pesan Tuan dan Nona?” berkata layaknya mereka tak mengenal satu sama lain.

“Kau… bukankah kau Sekretaris Kyuhyun?” Sungmin menunjuk Ryeowook dengan ekspresi yang dibuat terkejut. Ryeowook tersenyum tipis. “Apa yang kau lakukan, huh?” mata Ryeowook berpindah dari memandang Sungmin menjadi memandang Kyuhyun.

“Seperti yang Anda lihat, Tuan. Saya sedang bekerja, apa ada yang salah?” suara Ryeowook ramah tak membuat Kyuhyun bahagia. Justru Kyuhyun benci suara itu. demi Tuhan, Kyuhyun lebih suka suara nyaring Ryeowook yang berteriak didepannya daripada suara halus yang bersikap seolah tak mengenalnya. Kyuhyun benci jika dibeginikan.

“Kau…jinja…” Kyuhyun mengerang frustasi. “Kenapa kau bekerja disini?” suara Kyuhyun hampir meledak jika saja Sungmin tak menggenggam tangan Kyuhyun guna meredam emosi Kyuhyun. Ryeowook yang melihat kejadian itu hanya bisa menelan ludahnya keluh. “Tentu saja karena saya ingin mencari uang, apa hal itu tidak terlihat cukup jelas bagi Anda?”

Kyuhyun menghempaskan tangan Sungmin dan kini beralih mencekal pergelangan tangan Ryeowook. Gadis mungil itu melotot tak percaya. “Apa yang Anda lakukan?”

“Berhenti berkata aneh dengan panggilan formal seperti itu, Kim Ryeowook!” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menarik sang gadis untuk keluar dari Cafe itu. namun Ryeowook memberontak. “Lepaskan aku!!leppaasss~~” Ryeowook memukul-mukul tangan Kyuhyun yang terus saja membawanya keluar dari Cafe tersebut. “Aku sedang bekerja, jika kau membawaku pergi aku pasti akan dipecat, bodoh!” teriak Ryeowook kalap saat mereka sudah keluar dari Cafe itu.

Kini keduanya sedang berdiri disamping mobil Kyuhyun. Ryeowook berusaha kabur saat pergelangan tangannya dilepas oleh Kyuhyun, namun dengan gesit Kyuhyun menangkap pergelangan itu lagi dan memaksanya masuk ke Mobilnya. “Ya!Ya! apa yang KAU LAKUKAAAAANNN!!” teriaknya.

Kyuhyun tak menggubrisnya dan langsung menutup pintu mobilnya lalu beralih masuk lewat pintu lainnya. Ryeowook marah bukan main. “Aku harus bekerja!” makinya pada Kyuhyun yang tetap stay cool dan malah kini sudah menjalankan mobilnya.

“Kau dipecat!”

“Apa maksudmu?”

“Kau tuli? Aku bilang kau dipecat. Itu artinya kau tidak usah bekerja lagi di Cafe itu.”

Mata Ryeowook melotot. “Apa katamu? Apa hakmu mengucapkan hal seperti itu, kau bahkan bukan siapa-siapa!” kembali memekik nyaring memekakkan pendengaran Kyuhyun. “Dan berhenti mengatur hidupku!”

Kyuhyun masih tidak peduli. Ia tetap saja menjalankan mobilnya yang entah Ryeowook tidak tahu membawanya kemana. “Kau mau membawaku kemana?”

“Kau akan tahu nanti.” Jawab Kyuhyun dingin. Wajah pria itu terlihat begitu marah dan dalam hati Ryeowook bertanya-tanya tentang alasan Kyuhyun marah tidak jelas padanya. Bukankah ini hidupnya? Jadi apa yang salah jika ia bekerja ditempat lain juga? Toh, selama itu tidak mengganggu pekerjaannya di Kantor maka seharusnya Kyuhyun tak usah semarah ini, ‘kan?

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Dimana ini?”

Ryeowook masih mengikuti langkah cepat Kyuhyun. tangannya masih dicekal dengan kuat oleh Kyuhyun jadi mustahil jika ia kabur. Kyuhyun membuka sebuah pintu setelah sebelumnya menekan kunci kombinasi. Pintu itu terbuka. Kyuhyun langsung menyeret lagi Ryeowook. “Ya!” Ryeowook kembali berteriak.

“Ini apartment milikku.” Jawab Kyuhyun singkat setelah sebelumnya melepas sepatunya dan itu juga dilakukan oleh Ryeowook. “Kenapa kau membawaku kesini?”

Kyuhyun tampak memperhatikan Ryeowook dari atas sampai bawah. Ia bahkan terlihat sedang berpikir untuk jawaban yang tepat. Sejujurnya ia sendiri juga tidak tahu kenapa tiba-tiba membawa Ryeowook ke Apartment-nya. Yang jelas tadi ia hanya marah dan hanya ingin membawa Ryeowook pergi dari Cafe itu. “Aku tidak tahu.”

Kyuhyun menghempaskan bokongnya disofa bagian ruang tamu di Apartment yang bisa digolongkan mewah tersebut. Ryeowook menggeletukkan giginya karena sangking kesalnya. “Kau tidak tahu? Hanya itu jawabanmu?” suara Ryeowook berubah sendu.

Kyuhyun terkejut tapi ia hanya diam dan menahan rasa keterkejutannya itu dibalik wajah stoic miliknya. Kyuhyun memandang Ryeowook yang kini masih berdiri dihadapannya masih lengkap menggunakan seragam Cafe tempatnya ia bekerja.

“Gara-gara kau yang memaksaku pergi dari Cafe dengan alasan konyolmu itu, aku kehilangan pekerjaanku tahu!” suara dingin Ryeowook cukup membuat Kyuhyun tertegun. Terlebih sekarang ia mendapati wajah Ryeowook yang sudah memerah karena menahan tangis.

“Kau tidak tahu seberapa berharganya pekerjaan itu bagiku!” teriaknya.

“Berharga? Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di Kantor ku, huh?”

Ryeowook membuang muka. “Kau anggap menjadi Sekretaris di Kantor ku adalah pekerjaan sampah? Tidak lebih berharga jika dibanding dengan menjadi pelayan disebuah Cafe?”

Ryeowook tercekat. Nafasnya putus-putus hanya karena terlalu takut dengan Kyuhyun yang marah besar. “Aku…”

“………….”

“Aku membutuhkan banyak uang untuk pengobatan Ibuku, itulah kenapa aku juga bekerja di Cafe setiap hari minggu,” Ryeowook mengatakannya dengan kepala yang menunduk. “Mwo?” Kyuhyun sudah bisa menguasai emosinya. Ia bangkit dari duduknya saat melihat air mata telah menuruni pipi Ryeowook.

Grep.

Kyuhyun membawa Ryeowook dalam pelukannya. Ia dapat merasakan bahu Ryeowook bergetar karena menangis. Sejenak Ryeowook maupun Kyuhyun membiarkan keheningan menyapa mereka. Kyuhyun memeluknya dengan erat. mencium pucuk kepala Ryeowook dengan sayang.

Ia tidak peduli sekalipun kemejanya ternodai oleh air mata gadis mungil dalam pelukannya itu.

.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

Ryeowook menatap tajam Kyuhyun yang saat ini duduk santai. “Kau mau mengurungku sampai kapan? Antarkan aku ke Cafe!” uh-oh, sepertinya keduanya sudah mulai bertengkar seperti biasa. Ryeowook merasa lega dalam hati, ternyata Kyuhyun benar-benar masih peduli padanya. Buktinya tadi dia memelukku waktu aku menangis. Katanya, tentu dalam hati.

“Sudah ku bilang, kau dipecat,”

Ryeowook mendengus. “Kau―”

“―Aku sudah menghubungi Boss mu dan mengatakan bahwa kau harus dipecat.”

“Mwo?” Ryeowook melotot. “Bagaimana bisa kau melakukan itu semua? Aku pikir setelah kau mendengar ceritaku bahwa aku membutuhkan banyak uang untuk pengobatan Ibuku, kau akan mengerti dan membiarkanku bekerja di Cafe, tapi ternyata…jinja…kau benar-benar Iblis.”

Kyuhyun tersenyum melihat Ryeowook yang kembali akan menangis. Tak mau melihat gadis itu menangis lagi pada akhirnya Ryeowook menarik Ryeowook―yang saat ini duduk disampingnya―kedalam pelukan hangatnya.

“Kenapa kau cerewet sekali?” kata Kyuhyun dengan gemas. “K-kau…le-lepaskan aku,” katanya dengan nada yang gugup. Kyuhyun melepas pelukannya dan memandang Ryeowook. “Kau tidak harus bekerja disana lagi, Wookie~”

“Lalu bagaimana aku akan mendapatkan―Cup―umphhhhh…” kata-katanya tertelan bulat-bulat begitu Kyuhyun kembali mencuri ciuman darinya. “Aku akan membayar gajimu tiga kali lipat. Jadi… berhentilah bekerja tanpa henti seperti ini,”

“Kyu…” Ryeowook tidak mampu untuk membentak Kyuhyun atau menyumpah nyerapahi dia dengan kalimat-kalimat tajam saat Kyuhyun berkata bahwa gajinya akan dibayar sebesar tiga kali lipat.

“Jelas saja tubuhmu kecil begini, ternyata kau bekerja penuh dalam satu minggu. Ck!” berdecak kesal. Ryeowook membatu. “K-kenapa… kau… perhatian padaku,” Ryeowook menundukkan kepalanya menyembunyikan gurat-gurat tipis dipipinya.

Kyuhyun menyeringai kecil melihat wajah malu-malu Ryeowook yang semakin menggemaskan dimatanya. Ia mengangkat dagu Ryeowook, memaksa iris Caramel cerah itu memandang Dark brow menghanyutkan miliknya. “Bukankah… kau berpacaran dengan Sungmin-ssi?”

Tuing!

Alis Kyuhyun menukik tajam. Ia tidak mengerti maksud Ryeowook atau berpura-pura tidak mengerti. “Apa?”

“Jangan membuatku mengulanginya lagi.”

Kyuhyun diam dalam beberapa detik. Masih setia mengamati wajah manis dan imut Ryeowook. “Kau pasti sudah menciumnya juga,”

“Huh?”

“Jangan memasang wajah bodohmu yang menyebalkan itu~~” Ryeowook memukul pundak Kyuhyun keras. Ia juga berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dari dagunya tapi ia tak berhasil karena Kyuhyun masih ingin menikmati ekspresi-eskpresi yang terpancar jelas diwajah Ryeowook.

Setelah tiga puluh detik keduanya terdiam dengan mata yang saling memandang, bibir tebal Kyuhyun tertarik keatas membentuk sebuah seringaian yang menyebalkan. “Kau… cemburu?”

“Omo..omo..omo.. bagaimana bisa kau berkata aneh seperti itu?” jawab Ryeowook dengan gelagapan. Matanya bergerak-gerak gelisah tak mau menatap dark brown milik Kyuhyun. hal itu sungguh membuat Kyuhyun melayang bukan main. “Akui saja, Ryeowook-ah~”

Kedua alis Kyuhyun naik-turun menggoda Ryeowook.

Serius, wajah Ryeowook sudah seperti kepiting rebus yang siap untuk disantap. Membuat Kyuhyun sangat gemas ingin menggigiti pipi gembul gadis itu yang memerah. “Hmmm?” Kyuhyun menundukkan kepalanya mengintip wajah malu Ryeowook.

“Tidak menjawab aku anggap ‘ya’” keputusan Kyuhyun yang sepihak sontak membuat mata Ryeowook melebar. “A-aniya~”

“Serius?”

Kyuhyun mendekatkan tubuhnya pada Ryeowook. dengan perlahan Ryeowook memundurkan tubuhnya. dan Kyuhyun bukannya berhenti justru kembali mendekatkan tubuhnya lagi. Dan lagi, lagi Ryeowook memundurkan tubuhnya. hal ini terjadi berulang kali sampai tubuh Ryeowook mentok disudut sofa.

Wajah gugup Ryeowook menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi Kyuhyun. dalam hati, Kyuhyun sudah tertawa lepas karena melihat wajah imut Ryeowook yang benar-benar lucu dimatanya. “Menjauh dariku!”

“Kenapa aku harus menuruti maumu?”

“Kau menyebalkan,”

“Dan kau mencintaiku,”

“Jangan asal bicara ya, aku―”

Drrt.. Drrt.. Drrt..

Kyuhyun menyambar ponselnya yang tadi ia letakkan diatas meja. Dan menekan tombol hijau mengangkat panggilan itu. “Aku di Apartment. Pulanglah naik taksi,” Kyuhyun melirik Ryeowook yang memandang dengan jengkel kepadanya. Sebuah ide jahil mampir diOtaknya.

“Maafkan aku. Lainkali aku akan mengganti hari kencan kita, Sungmin-ssi.”

Dan Kyuhyun tertawa dalam hati. Tolong catat, dalam hati. Ia bisa melihat mata Ryeowook yang berkaca-kaca. “Hn.”

Pip.

Kyuhyun menoleh pada Ryeowook yang matanya sudah mengembun. “Kau berkencan dengan Sungmin-ssi?” bertanya pelan dan lirih. “Menurutmu?”

Tangan kanan Ryeowook mengepal karena kesal. Ia benar-benar merasa dipermainkan oleh Kyuhyun. pria itu… seenaknya saja menciumnya, lalu membuangnya, lalu menariknya keluar dari Cafe dan memeluknya serta menenangkannya, dan oh, dia bahkan kembali menciumnya barusan.

“Aku ingin pulang.”

“Kenapa kau ingin pulang?”

“Bukan urusanmu!”

“Kau ingin menangis?”

Ryeowook semakin jengkel dibuatnya. Gemuruh didadanya sudah tak dapat ditahan lagi. Dengan kemarahan yang benar-benar sudah berada diubun-ubunnya, akhirnya Ryeowook mengatakan, “Ya, aku ingin menangis. Lalu kenapa? Kau ingin memelukku lagi? Menenangkanku lagi? Lalu menciumku? Dan menghancurkan hatiku lagi? BEGITU??”

Suara kekehan yang keluar dari bibir kissable Kyuhyun semakin membuat Ryeowook tampak seperti seorang Idiot. “Kau! Kenapa kau selalu membuatku marah dan menangis, sih? Kenapa kau juga harus berbuat baik padaku? Sifatmu yang bermuka dua itu sangat mengesalkan bagiku!” berteriak tepat didepan wajah kyuhyun.

Ryeowook berlari keluar dari Apartment Kyuhyun. namun sebelum gadis mungil itu benar-benar keluar dari Apartment-nya Kyuhyun sudah lebih dulu memeluknya dari belakang.

Jantung Ryeowook seperti berhenti berdetak. Aliran darahnya juga tak mengalir dengan benar. Ini… tidak benar. Kyuhyun tidak mencintaiku.

“Hentikan ini semua!”

Ryeowook sedikit merinding begitu merasakan nafas hangat Kyuhyun menyapu tengkuknya. “Kau mencintaiku?”

“…………..”

“Mengakulah~”

Mata Ryeowook terpejam erat. Tangan kirinya terangkat mengelus permukaan punggung tangan Kyuhyun. “Ya, aku… mencintaimu~” akhirnya pernyataan tersebut terlontar begitu mulus. Ryeowook sudah tak dapat berbohong lagi. Toh, ia juga tak bisa menahannya lebih lama.

Sret!

Tubuh mungilnya dibalik hingga kini ia berhadap-hadapan dengan Kyuhyun yang tengah tersenyum lebar menampilkan gigi putihnya. “Akhirnya… kau mengaku juga~”

“Hng?”

“Aku juga mencintaimu!”

Pernyataan Kyuhyun bukannya membuat hati Ryeowook berbunga justru membuatnya ingin menangis. Ryeowook sadar pasti Kyuhyun mengatakannya hanya karena ia kasihan kepada Ryeowook. “Jangan mengasihaniku,”

“Apa maksudmu? Aku benar-benar mencintaimu,”

“jelas-jelas tadi kau bilang akan berkencan dengan Sungmin-ssi lain waktu, dan kau masih menyangkal. Tolong, jangan membuatku kesal!” timpalnya pelan. “Aku lelah dipermainkan olehmu,” biriknya lirih.

Kyuhyun mendorong Ryeowook hingga tubuh Ryeowook menempel di dinding apartmennya. “Aku hanya mencintaimu, bahkan aku sudah tertarik padamu sejak awal kita bertemu,”

“Mwo?”

Kyuhyun tertawa renyah. Dan Ryeowook bersumpah bahwa ini adalah pertama kalinya Ryeowook mendengar suara tawa renyah dan tulus milik Cho Kyuhyun―Boss-nya yang terkenal dingin dan Arrogant itu.

“Soal Sungmin… umh~ aku membohongimu. Aku hanya ingin melihat reaksimu saja, dan ternyata benar bahwa kau cemburu,” terkekeh ringan yang bagi Ryeowook itu sangat memuakkan. “Kau pikir ini lucu?”

“Aku melihat ini adalah hal yang menyenangkan. Mendengarmu mengatakan lebih dulu bahwa kau mencintaiku, itu… menyenangkan untukku” jawab Kyuhyun ringan. Kedua tangannya mengalung dipinggul Ryeowook. semakin mendekatkan kedua tubuh mereka.

“Kau sangat memuakkan! Cih,” mendecih sebal dan membuang muka. “Hei, hei, kau harusnya menciumku bukannya membuang muka seperti itu,”

“Aku tidak sudi.”

Kyuhyun memasang wajah sok imut dan itu mengerikan bagi Ryeowook. “Ayolah~~ bukankah kau pacarku, cium aku dulu~”

“Sejak kapan aku menjadi pacarmu?”

“Sejak kau mengatakan bahwa kau mencintaiku,” ringan. Begitulah jawaban Kyuhyun.

Cup!

Tidak tahan akhrinya Kyuhyun lah yang mencium Ryeowook pada akhirnya.

.

.

.

Dia selalu baik padaku tapi juga terkadang menjengkelkan,

Namun aku tahu bahwa dia tidaklah benar-benar jahat,

Dia hanya… umh… intinya aku mencintainya~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

“Ne, Kyuhyun-ah, kenapa kau begitu dekat dengan Sungmin-ssi?” keduanya saat ini berada diruang tengah apartment Kyuhyun. mereka saling memeluk satu sama lain seolah tak ingin berpisah lagi. “Dia itu kekasih dari sepupuku,”

“Mwo?” Ryeowook mendongak memperhatikan wajah Kyuhyun yang saat ini juga menatapnya.

Cup!

Dengan gemas dikecupnya kening Ryeowook.

“Cho Jungmoo, dia kekasih Sungmin Noona.”

Ryeowook mengangguk-ngangguk mengerti. “Lalu… kenapa kau memindah tempat kerjaku? Dan juga kenapa kau berubah akhir-akhir ini?” kembali bertanya layaknya anak kecil. Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman.

“Bukankah sudah ku katakan? Aku hanya ingin tahu perasaanmu, jadi aku mengujimu,” ujarnya sambil terkikik geli mengawasi ekspresi terkejut Ryeowook. “Ya, semuanya tidak berjalan lancar, sih, seperti yang aku mau,”

“Maksudmu?”

“Aku memiliki beberapa renacana awalnya. Sejujurnya aku sudah tahu bahwa kau mencintaiku,”

“Darimana kau tahu?”

“Aku menyuruh Shindong-ssi untuk mengawasimu, dan tanpa sepengetahuanmu―saat kau bercerita banyak tentang perasaan dan keluh kesahmu pada ketiga sahabatmu itu―Shindong-ssi mendengar semuanya.”

Ekspresi terkejut sudah tak bisa terelakkan lagi. “Kau curang,”

“Aku tidak melihat sebuah kecurangan dalam hal ini. Aku hanya berusaha mengetahui perasaanmu,” Ryeowook mengerucutkan bibirnya lucu kedepan. dan lagi, lagi Kyuhyun mengecupnya pelan dan kilat. “Ya! berhenti menciumku.” Titah Ryeowook kesal.

“Jadi… apa masih ada yang ingin kau tanyakan lagi, Chagiya~”

Ryeowook menggelengkan kepalanya. “Aku pusing. Terlalu banyak kebohongan yang kau lakukan. Biarlah hanya kau dan Shindong yang tahu tentang rencana busukmu.”

Tawa khas Kyuhyun kembali terdengar. “Ya. yang penting aku mencintaimu. Ah, ngomong-ngomong soal gaji… err… ettoo ada syaratnya,”

Ryeowook melepas pelukannya. “Apa?”

Kyuhyun menyeringai. Ia mendekap Ryeowook kembali dalam pelukannya. “Kau harus menjadi pelayanku setiap hari,” Ryeowook meringis membayangkan kata ‘pelayan’ yang diucapkan Kyuhyun. membayangkan bagaimana Kyuhyun akan menyiksanya habis-habisan seperti pertama kali dia menjadi Sekretaris Kyuhyun.

“Tenang~ aku tak akan menyiksamu seperti waktu itu,” Ryeowook mendesah lega mendengarnya. “Lalu?”

Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Ryeowook. sedikit mengulumnya yang membuat Ryeowook bergidik ngeri. “Melayaniku di ranjang~”

“MWOOOOOOOOOO????!!”

.

.

.

Dalam kamus sebuah ‘cinta’ kau diperbolehkan melakukan apa saja demi mengetahui hati seseorang yang kau sukai.

Sekalipun itu menguntit : D

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

―FIN―

 

 

 

Author Note :

Pftttssss~~ saya nggak tahu ini bagus apa enggak. Yang jelas saya bener-bener ngebut buat ff ini. Saya nggak mau nambah-nambah utang ff lagi jadi saya bermaksud untuk menyelesaikannya sekarang juga.

Udahan ya, saya nggak mau banyak ngomong karena jari-jari sayang sudah mati rasa. Ini ciyus panjang banget loh~~ *laugh*

Yaudah, jangan lupa komen ya, kalau ada yang nggak dimengerti silahkan tuangkan uneg-uneg kalian dalam kolom komentar. Besok saya akan bales satu-satu. Fuhhh~~ *tepar*

Sign,

April-Cha

74 thoughts on “(GS/TwoShoot) My Secretary ~ 02

  1. ..ngabayangin seringaian kyuhyun kay senyum ‘gaplek.i’ kalo orang jawa bilang🙂
    .kyuhyun kaya udah tau gtu kalo ryeowook mencintainya sampe udah ngrencanain kaya gtu…
    .waktu kyuhyun narik ryeowook ke apartmentnya saya ketawa pas ryeowook nanya apa alsan dia bawa ke apartmentnya dia ngejawab ga tau…
    abis itu langsung berubag jdi haru waktu kyuhyun perhatian ama ryeowook abis dia cerita tentang ibunya…
    .ibunya ryeowook sakit??,mungkin kalo kyuhun liat keadaan ibunya ryeowook nangis ga ya ?
    ,supaya dia ga sombong lagi..
    , melayani di ranjang?
    .ajak nikah dlu kyu,baru nglayanin tiap hari diranjang..🙂
    .ternyata kyuhyun mesum juga..🙂
    .terima kasih udah memberikan bacaan yang bagus disela lelah karena kerjaan..
    fighting…

  2. H april minhae ne coment aku yang di atas itu lupakan ya.. itu aku gak sengaja kepencet.. hehehe pis
    nah ke cerita aish itu kyu sifat nya arogan, dingin dan menyebalkan.. tapi ntah kenapa dy ada perhatian juga sama wookie walau kata kata nya kasar dan suka seenaknya, menyebalkan… tapi ntah kenapa aku suka sama sifatnya kyu yang kayak gitu cocok aja sama dy..
    aku suka kata2 wookie pas ngomong di dalam hati gini “dy imut sih tapi lebih imutan aku” #liriksungmin. hahaha keren
    kyu kalau mank cinta kenapa gak langsung bilang aja sama wookie kenapa mesti nunggu wookie yang jujur duluan #gengsieoh
    sedih wookie perannya asik gitu ja yang menderita selalu..
    kyu walau dingin jutek dan menyebalkan tapi sifat mesum nya gak hilang ya.. hahha
    april bikin lagi donk ff kyuwook nya aku suka walau ini 2shot tapi panjang.. aku suka ..
    ok bikin lagi fighting🙂

  3. Kyaaaa~~~ I like this ff.. So sweet.. Sumpah!! Kyuwook kyuwook kyuwook *teriak pake toak* ^o^/

    Si kyu mmang ngeselin, kata2nya pedas tp ternyata diam2 perhatian.. So sweet bangettt.. Ini sbenarnya bisa di kembangin lagi critanya, konflik nya bsa di tambahin *sotoy kumat* tapi ttep ketcehhh kok, hadeuhh~~ Critanya keren, gak ngebosenin bacanya, bkin penasaran, gregetan, ketawa ketiwi sndri, sedihnya jg dpet. Hadeuh komplit dah..

  4. kkk~~aq tdnya kepikiran klw sungmin sepupunya ternyata pacarnya sepupuan dgn kyu.
    klw d pikir2 kyu aneh bgt jd cwo,masa hrs nyelidiki apa yg d rasain wook ke kyu,dn wooklh yg hrs mengatakannya duluan.
    ciuman kyu gak hot hnya skdr kecupan,tp pikiranya itu lho jorok bgt.
    btw,wkt d cafe apa bagian rencana kyu jg?

  5. Aiisshhh…jinjaa ff nih bkin q jg mrsakan brbgai bnyak prsaan dr trtwa smpai sdih’a q jg ikut mrsakan’a…jdi inti’a feel FF ni kena bgt…april-ssi FF ni bgus ko wlaupn ad typo sdkit…🙂🙂
    Bner dh q ikut mrsakn skit hti saat wookie udh g stu ruang krj lgi sm kyu…aduh kyu smpai sgtu’a mnguji cinta wookie…hadeeehh smpe deg”n sya…srius dh Feel’a kna bgt…
    Oy april cpet smbuh yh dr skit’a FIGHTING…🙂🙂 \(^_^)/

  6. kya.. ff nya so sweet ditengah2 pas di apartement si setan pucat itu eon. aigoo.. ternyata si setan pucat itu ngerjain ryeowook oppa.. cuman pengen tau perasaan baby wook.. padahal dia udh tau lewat shindong oppa. di akhirnya aku pikir kyu mau jadiin baby wook pelayan buat disuruh suruh eh tau tau buat itu =_= .

    • Ka ini aku byun hyerin.. yang diatas coment aku . Oke aku koment lagi..
      Mereka berdua udah kayak tom and jerry, si kyuhyun ternyata nyuruh sungmin buat bikin wook cemburu dan nyuruh wook blg duluan kalau suka sama kyu. Wook juga salah udh tahu suka sama kyu dan cemburu masih aja gk ngaku tpi akhirnya ngaku hihi
      Baguss kaaak buat lagi ka ff kyuwook

  7. whoaaa….so sweet bgt…
    ak suka sifatny kyu yg arongan dan menyebalkn tp kyu perhtian jg 5 wookie…
    ak suka kta2 wookie waktu ngatain kyu mukany tua haha n smpai segtuny kyu 5 wookie cm bwt wookie menyatakn persaan…5af jika comenny sm kyk yg lain…btw ad sequelny gx nech wkwkwk…

  8. Kyu smpe segitunya pas tau wookie lebih tua hehhee, ketawa pas wookie ngatain muka kyu keliatan tua :p

    Tuh kan bner kyu udh suka sma wookie dr pas pertama ketemu, walaupun dengan cara ngejailin wookie berlebihab hehhe

    Suka deh sma karakter kyu yg jail & wookie yg polos hehehe

    Maaf ya klau komennya ga memuaskan…..

  9. Kyuhyun oppa sarap na kumat tuh+mesum na uga kumat……aq smpe gregetan am skap na kyuhyun oppa yg acuh gtu am eonni….kan ksian ryeowook eonni hruz truz sdih kyk gtu…tp kl tao ending bkal happy gne knp gag dr awal ajh kyuhyun oppa ngungkapin persaan na….hadoooh sneng bner kyk na bkin yeoja yg dicintai na kelimpungan kyk gtu..trz dsni sosok sungmin eonni dibkin brbeda dr biasa na…yg cwe cute,manis,tp skr karakter na kyk jd yeoja yg angkuh,smbong dll.tp good dagh wat cerita na yg dagh bkin aq snewen ngeliat tingkah na kyuhyun oppa…yg amat sangat menjengkelkan,menyebalkan,dll.
    Okey hwaiting

  10. awalnya ksian bgt liat wook ppa diperlakuin gtu sma kyu epil
    mna si sungmin tingkahnya jga nyebelin lgi , bner2 bkin kesal aj deh
    ternyata itu smua cma akal bulus kyu aj buat dapetin wookie
    lucu byangin wookie di kerjain kyu smpe2 hrus ngakuin perasaan.a dluan
    iss kyu bner2 nyebelin mna mesum lgi , kyk.a shabis ini hdup.a wookie bkal
    ga tnang deh gra2 sring di godain sma kyu epil #hiks nangis bareng wook oppa
    tpi ending.a sweet bgt , n bca ni ff aj q jdi snyem2 sndiri
    i love kyuwook deh

  11. Omo..omo..endingnya…..
    Itu bibir wookie kyknya bener-bener jadi incaran kyu haha…
    Padahal setiap hari berantem ala tom and jerry tp ttp bisa mencuri ciuman seorang wookie, wookienya smpe murka gitu, lucu lucu lucu…
    Pada akhirnya memang harus jujur sm ketiga sahabatmu itu wookie, gak akan bisa menyembunyikan apapun dr sahabat, iya kan??
    Dan ternyata gerak-gerik wookie selama ini diawasi sm agent shindong yah hahaha….
    Aku pikir tadinya sungmin juga jadi orang ketiga, gak taunya sungmin cm dijadiin alat(?) sm kyu buat mancing wookie supaya jujur sm perasaannya…untungnya sungmin nerima aja yah…
    Seperti biasa, kyu seenak jidatnya aja pake nelpon boss wookie dicafe supaya wookie dipecat, gak ada kata yg kasar dari kata dipecat kyu??
    Tapi salut aja deh sm perjuangan kyu buat dapetin wookie, meskipun kata kyu gak berjalan mulus, tapi toh wookie jadi milikmu pada akhirnya kan?? Selamat selamat selamat…prok prok prok..

  12. omo…kyu bnr” ga bza di tebak,kdang baikkk bngt kdang nybeliiin mint di cium..ehh
    trnyta sungmin it pcr sdara.a kyu,spt ksel ku kira sungmin cwe.a kyu trnyt bukn
    ckk kyu pntr ne bkin rncana,ksian wook..knp kyu sneng bngt wook ngaku cinta am kyu
    omo kyu ya knp bibir” selala jd sasaran mu#glengkepala

  13. Ahh.. Kyuwook membuatku gila;) jd senyum2 sndiri bacanya kkkk

    aq kira sungmin bkalan jd saingan ryeowook, ternyata cm rencana kyu aja yah? Dasar evil nd pervert tentu saja kkk
    kyu’nya sweet bgt deh, perhatian gitu ma wook

  14. ah kisah kyuwook di sweet ya meskipun diwrnai dengan sling bertngkar tapi mereka sling mncintai ..

    bingung jg knp kyu tau tmpat tgl wookie ya ..
    apa kyu liat di biodata nya wookie ..
    ah ternyata sungmin tuh pacar nya sepupu kyu toh kirain sungmin bakal suka n cinta ma kyu ..
    n sungmin jg alasan kyu buat ngetes wookie dia cemburu apa ngk ..
    kk waktu di cafe kyu bner” marah besar ma wookie n sikap ny tuh aku suka bgt kyu yg kya gtu..
    ckck kyu uda kecanduan bibir nya wookie mknya nyosor mulu ah bikin gemes aja kelakuan nya ..
    apa” tuh gaji naik 3x lipat n wookie harus ngelakuin syarat yg dikasih ma kyu ya yaitu layanin diranjang .. kkk selamat menikmatin wookie oppa ..#poorwookie..

  15. aigoo kyu jeniusmu keterlaluan weh😀
    dia narik ulur baby kek maen layangan ,haha baby ampe cemburu setengah mati, ternyata si kyu udah mencintai baby sejak pertama bertemu, hanya karna ego setinggi langit, dia tdk mengatakan’a dulu ke baby,

  16. malah ngerjain baby abis”an pas awal” jd sekertaris’a😀
    jd semua akal bulus kyu buat mendapatkan baby, ehh pas di cafe seenak jidat ajin kyu geret baby ke apartment’a ,haha kukira kyu bener” kencan ma umin, ternyata pacar’a sepupu’a :3
    ish kyu mesum amet

  17. huwaaa..so sweet kyuwook..XD
    ada2 jha ulah kyu bwt bkin wookie cemburu,,klau trnyta dya dah thu klau wookie mencintaix..smpai bkin wookie pts asa bwt dya brhnti bkrja gra2 dah gak thn lht kyu sa5 minnie,,
    tp pda akhirx mrka bersatu jga,.gak nyangka kyu trnyt mesum jga..ckck😄

  18. waahh ryeowook ternyata udah tertipu tuh sama kyuhyun kkk
    ternyata dia udah merencanakan semuanya😀
    padahal ryeowooknya udah cemburu berat, sampe dibikin sakit hati dan nangis..
    awalnya aku kira kyuhyun tega nyakitin ryeowook, jahat..
    eh tapi pas tau kyuhyun cuma mau ngetes ryeowook cinta sama dia apa ngga, aku jadi seneng hihi
    kyaa itu yg terakhir so sweet banget sih ^^

  19. ohh trnyata itu cma recana ny kyu tho biar wookie ngaku klau dia cinta ma kyu 🙂 smart bnget sich si kyu 🙂 ending ny jg manis 🙂 gomawo onni udh ngasih pw nya and di tunggu ff brikut by🙂 fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s