(GS/Chapter) Choose Me Or Your Past ~11

Tittle : Past Or Future?

Chapter 11

Author : Choi Ryeosomnia

Rate : T

Cast  :

_Kim Ryeowook ( yeoja )

_Cho Kyuhyun

_Kim Jong Woon aka Yesung

_Lee Sungmin

And Other Person

Pair : Kyuwook, Yewook, slight Kyumin

Summary :

Aku yang selalu mencintaimu tanpa memikirkan perasaanmu yang sesungguhnya terhadapku..

Aku tak pernah tahu apakah kau benar-benar mencintaku atau tidak..

Tapi saat dia hadir diantara kita, itu membuatku merasa hancur..

Dan saat itu aku sadar, bahwa cinta ini tumbuh hanya dipihakku saja..

Saat ini rasanya ingin pergi saja dari dunia ini..

_Choi Ryeosomnia_

.

.

.

BUAAGGHH

“ Anak kurang ajar. Kau benar-benar mempermalukan Appa mu ini Cho Kyuhyun ”

Cho Hanggeng, adalah Appa dari Cho Kyuhyun. Terlihat matanya memerah menandakan kemarahan yang sudah benar-benar berada di puncaknya.

Kyuhyun tetap tak bergeming dari tempatnya tersungkur karena mendapat bogem mentah dengan Cuma-Cuma dari sang Appa nya tersebut.

“ Sebenarnya apa yang kau cari hah? Bukankah Wookie sudah sangat sempurna untukmu dibanding dengan yeoja sialan yang merusak hidup mu itu? ”

“ Kenapa kau menyakitinya? Kau itu seharusnya bersyukur karena anak semata wayang dari Kangin dan Leeteuk bisa menerima namja pabbo sepertimu ”

“ Bagaimana bisa Wookie membatalkan perjodohannya dengan alasan kau tak mencintainya? Apa yang ada dalam pikiranmu Cho Kyuhyun? KATAKAN APA MAU MU? ”

Hanggeng menggeram frustasi akan tingkah laku anaknya yang benar-benar mencoreng nama keluarganya. Ah ani, sebenarnya bukan itu alasan Hanggeng marah besar-besaran pada anaknya tersebut, hanya saja Hanggeng sangat menyesalkan karena Appa Ryeowook datang ke kantornya dengan tujuan membatalkan perjodohannya. Bagaimana bisa? Hanggeng sudah benar-benar menyayangi Ryeowook seperti anaknya sendiri. Bahkan Hanggeng menyadari bahwa dengan kehadiran Ryeowook dalam hidup Kyuhyun yang hampir satu tahun ini benar-benar membuat hidup Kyuhyun berubah drastis. Kyuhyun sudah agak seperti manusia yang mulai bersosialisasi yaa walaupun dia jauh lebih banyak diam, tapi setidaknya Ryeowook benar-benar bisa membuat hidup anaknya jauh lebih baik dari yang lalu terutama semenjak kepergian ‘yeoja sialan’ —begitu Hanggeng menyebutnya.

“ Sekarang terserah kau. Appa tak akan ikut campur dalam urusanmu lagi. Lakukan sesukamu, lakukan semua hal yang membuatmu bahagia dan terimalah hasil yang akan kau dapatkan ”

BRAAAKKKKK

Hanggeng membanting pintu apartement Kyuhyun cukup keras, meninggalkan Kyuhyun yang kini sendiri lagi. Sendiri dalam kesepian, sendiri dalam keheningan, sendiri dalam rasa penyesalan yang semakin lama semakin menggerogoti hatinya. ‘Apa yang ini dirasakan Wookie saat aku meninggalkannya sendirian di apartement?’

Drrttt.. Drrttt.. Drrttt..

Kyuhyun membuka pesan di ponselnya.

From : Eniminnie Bunny

Kyunnie, nanti malam datang ke rumah ne, Appa dan Umma mengundangmu makan malam. Saranghae ~

.

BRAAKKK..

Di buangnya ke sembarang tempat ponsel android miliknya. Tak ia hiraukan pesan dari Sungmin. Sungguh, dia benar-benar butuh Ryeowooknya jika saat-saat seperti ini.

“ Arrggghhhh.. KIM RYEOWOOOOKKKKK!!!! ”

Kyuhyun berteriak keras dan lantang memanggil nama Ryeowook. bahkan ia sudah tak peduli dengan tetangga sebelahnya yang nantinya akan datang dan mengomelinya.

.

.

.

Sungmin duduk resah di meja makan. Ini sudah 15 menit dari waktu jam makan malam. Kedua orang tua nya pun memandang jengah pada Sungmin yang sedari tadi hanya memainkan ponsel di tangannya.

“ Sudahlah Minnie, mungkin Kyunnie tak bisa datang. Cepat makan! ” sang Umma mencoba membujuk Sungmin untuk segera makan.

“ Aniyaa Umma. Aku menunggu Kyunnie. Tidak biasanya dia tak membalas pesanku ” Sungmin menunduk sedih.

“ Mungkin dia sibuk ” Tuan Lee pun juga mencoba meredakan kegelisahan aegyanya tersebut.

Dengan terpaksa, Sungmin pun akhirnya mulai menyantap makan malamnya walaupun sebenarnya dia masih berharap sekali agar Kyuhyun akan datang.

.

.

Yeoja mungil itu memeluk sang Umma dengan erat. Mencoba meredam tangisnya. Kenapa harus seperti ini? Kenapa dia di hadapkan dengan permasalahan sepelik ini.

“ Umma, apa yang harus aku lakukan? Aku, aku pasti melukai Yesung Oppa. Hikz.. hikz..”

“ Aku takut akan me-melukainya Umma ”

“ Uljima chagiya, Yesung adalah namja baik-baik. Dia pasti bisa membuatmu lupa akan Kyuhyun. Percayalah, Yesung tak akan meninggalkanmu hanya karena hal ini ”

Ryeowook memutuskan untuk berdiri di balkon kamarnya, tentunya setelah sang Umma keluar dari kamarnya. Di tatapnya langit hitam yang tanpa bintang. Mungkin sebentar lagi akan turun hujan.

“ Kenapa tak ada bintang? Padahal aku ingin melihat bintang ” lirih Ryeowook sambil mengulurkan tangannya kedepan untuk mendapat tetes-tetes air dari langit yang kini mulai jatuh membasahi kota Seoul malam ini.

“ Hikz..hikz..Hikz.. ” kembali, caramel indah itu meneteskan liquid bening. Hujan di luar sana menyamarkan akan isakan yeoja yang kini terduduk di pembatas balkon kamarnya itu. Miris jika kalian bisa melihat keadaannya.

.

.

“ Kau benar-benar orang yang sangat baik ”

Namja tampan—Yesung itu kini tengah mengusap sebuah foto seorang yeoja mungil yang ia jadikan wallpaper ponsel nya. Sesekali di ciumnya foto tersebut.

“ Gomawo Wookie-ah ” gumamnya pada foto tersebut.

Sebegitu senangkah setelah mengutarakan isi hatimu?

Perlahan, Yesung berjalan menuju jendela kamarnya yang dapat melihat keadaan luar.

“ Hujan yaaa ” lirihnya sambil menatap keadaan luar yang kini tengah di guyur hujan. Perasaan sesak tiba-tiba menghampirinya ketika dia mengingat yeoja mungil itu. ‘Apa ini tandanya kau menangis?’ batin Yesung sambil tersenyum kecut.

.

.

Sungmin, yeoja itu kini tengah menangis dalam diam. Matanya terus menatap keluar hujan yang turun begitu derasnya malam ini. Dicengkeramnya kuat dada kirinya. Kenapa sakit?

‘Apa yang ini Wookie rasakan selama aku merebut Kyuhyun darinya?’. Sedikit rasa menyesal tiba-tiba muncul di benaknya.

Tangan Sungmin bergerak membuka isi pesan yang beberapa menit lalu ia dapatkan dari Kyuhyun. Matanya memanas membaca pesan tersebut. Masih tak percaya akan isi pesan tersebut.

‘Hujan pun kini menertawakanku’ Sungmin membatin pahit.

“ Ani, aku tak akan menyerah dan melepaskanmu begitu saja. Aku tau ini tak salah. Ini semua adalah hak ku, dan Kyuhyun adalah milikku ” Sungmin berusaha membuat pengertian akan sesuatu yang terjadi dalam dirinya sendiri. Ya, dia masih sangat yakin bahwa apa yang sudah dia lakukan sejauh ini adalah benar.

.

.

Cho Kyuhyun? Lihat keadaannya? Sangat berantakan. Sisa-sisa lelehan air matanya tercetak jelas di pipinya yang kini kurus semenjak Ryeowook meninggalkannya.

Mata itu tertutup rapat. Mencoba meyakinkan dirinya sendiri akan keputusan yang ia buat. Ya, dia sadar bahwa keputusan ini seharusnya ia ambil dari dulu. Terlambat? Itu sudah jelas. Percayalah, ketika besok matahari terbit, semua sudah akan berubah Kyu.

“ Jeongmal Bogoshippoo Wookie-ah ” ucap Kyuhyun.

.

Hujan di malam itu begitu setia menemani mereka yang tengah berkecamuk akan pikirannya masing-masing

Di malam yang hujan itu, semua menangis

Saling mempertahankan kehendaknya masing-masing

Salahkan jika kita katakan cinta adalah keegoisan yang perlu di perjuangkan?

.

.

.

Sinar matahari kembali memancar mencoba memberikan cahaya kehidupan baru bagi setiap manusia di bumi ini.

Ryeowook!! yeoja itu tersenyum ramah pada Appa dan Umma nya yang kini berada di ruang makan untuk sarapan pagi. Hah~ jika di pikir-pikir suasana seperti ini sudah lama sekali tak dirasakan oleh yeoja mungil itu, mengingat selama hampir tujuh bulan ini dia tinggal di apartement Kyuhyun.

“ Bagaimana pagimu Chagy? ”

Sang Appa menyapa Aegya nya yang imut itu dengan mengecup sekilas pipinya.

“ Baik Appa, sangat baik. Dan sepertinya akan selalu baik. Hihi ”

“ Tapi sepertinya semalam kau tidak kurang tidur Chagy, matamu seperti panda. Kekeke ”

Sang Umma yang kini sudah duduk bersebrangan dengan Ryeowook pun kini juga turut menyapa Aegya nya yang tersayang itu.

“ Jinja? Aiisshh, eothokke Umma? ” Ryeowook sedikit kebingungan dengan keadaan matanya yang menurut sang Umma nya seperti mata panda itu. Kedua orang tua itu memandang Ryeowook dengan senyum yang merekah. Sudah lama, mereka tak melihat Ryeowooknya yang seperti ini.

“ Tenanglah, nanti Umma bantu mengompress nya Wookie ”

“ Gomawo Umma ^^ ”

Suasana pagi di rumah kediaman KIM itu kini telah kembali seperti sedia kala. Kangin—Appa Ryeowook yang menyesal telah sempat menampar Ryeowook itu meminta maaf padanya dan membelikan Ryeowook Ice Cream Coklat berukuran Jumbo kesukaannya. Yeah, setelah menimang-nimang ucapan istrinya, akhirnya Kangin memutuskan untuk membatalkan perjodohan Ryeowook dan Kyuhyun, walaupun jauh dalam lubuk hatinya Kangin benar-benar ingin sekali jika suatu hari nanti Ryeowook dan Kyuhyun akan menjadi pasangan suami istri. Yah, tapi sepertinya semua tak sesuai dengan keinginannya.

.

Begitulah sebuah cinta

Tak dapat di defenisikan oleh apa pun

Cinta ya Cinta, yang akan selalu membuat siapapun tampak bodoh

Tapi orang tidak akan jatuh cinta tanpa pernah menjadi bodoh

Cinta dan kebodohan itu berada pada satu garis lurus yang tak terpisahkan ^^

_Choi Ryeosomnia_

.

.

.

Seluruh siswa menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Bagaimana bisa? Ryeowook dan Yesung? Mereka berjalan bergandengan tangan? Apa ini benar-benar kenyataan? Apa Ryeowook sudah benar-benar resmi putus dari Kyuhyun dan menjadi milik sah seorang Kim Jong Woon aka Yesung? Semua siswa benar-benar dibuat menganga tak percaya.

“ Wookie-ah!! ” Taemin berlari-lari kecil menghampiri Ryeowook dan Yesung.

“ Heum? Kenapa kau berlari-lari seperti itu? ”

“ Hah..hah..hah.. a-apa benar ka-kalian berpacaran? ” selidik Taemin sambil memicingkan matanya melihat ke arah dua tangan yang masih saling mengenggam dengan erat.

Seulas senyum simpul dan menganjal terpatri di wajah imut Ryeowook. Ada perasaan aneh yang menjalar menuju relung hatinya saat mendengar pertanyaan Taemin.

“ Menurutmu? ”

Timpal Yesung dengan senyum yang mengembang. Taemin mengkerutkan keningnya. Bingung dengan jawaban Yesung yang menurutnya tak sama sekali menjawab rasa penasarannya itu.

“ Ah~ sudahlah jangan pikirkan. Kajja kita ke kelas Taemin-ah ”

Ryeowook hendak pergi dari tempatnya berdiri tadi tapi lengannpya di tahan oleh Yesung. Dengan sigap Yesung mengecup kening Ryeowook mesra, sontak Ryeowook menutup matanya mencoba menyesapi kehangatan yang baru saja ia ingin rasakan dari Yesung.

“ Sampai nanti ”

Yesung berbalik menuju kelas nya meninggalkan Ryeowook dan Taemin yang sepertinya masih memproses dengan apa yang baru saja dilhatnya.

“ Kajja, kita ke kelas ” Ryeowook menarik tangan Taemin sedikit keras dan tak menghiraukan akan beribu pertanyaan yang dilayangkan oleh Taemin untuknya tentang hubungannya denga Yesung. Bolehkah sekali ini saja Ryeowook menutupi kisah ini dari siapa pun? Bolehkan untuk hal iniiii saja ia tak ingin berbagi dengan orang lain? Termasuk temannya? Ia ingin memantapkan hatinya, Sungguh ini terlalu rumit untuk ia jabarkan.

Namja yang sedari tadi memperhatikan yeoja mungil itu kini tengah keluar dari tempat persembunyiannya. Sakit? Ya. namja itu merasa sakit dengan apa yang ia lihat. Tak pernah sedikit pun terlintas di benaknya bahwa yeoja mungil yang selalu menjadi miliknya itu harus dicium oleh namja lain.

“ Kau sudah tak bisa memilikinya Kyunnie, lebih baik kita mulai kisah kita yang baru ”

Sesosok yeoja yang sedari juga berdiri disampingnya dan ikut menyaksikan kejadian itu kini tengah memeluk namja—Kyuhyun dengan possessive.

“ Bukankah sudah ku katakan, aku tak mencintaimu. Apa masih belum cukup dengan pesan yang semalam aku kirimkan padamu? ”

DEGG.. DEGG.. DEGG.. jantung yeoja bernama Sungmin itu berpacu cepat seolah sedang melakukan lari marathon. Demi Tuhan yang Ia sembah, ia berdo’a dalam hati bahwa pesan semalam yang Kyuhyun sampaikan padanya hanyalah pesan tak berarti karena Kyuhyun dalam keadaan tak baik. Tapi sekarang? Kenapa Kyuhyun berkata seolah-olah pesan itu adalah sesuatu yang menggambarkan dengan jelas perasaannya terhadapnya. ‘Benarkah kau sudah tak mencintaiku?’

“ Tidak, kau bukannya tak mencintaiku Kyunnie, kau hanya sedang tak baik karena merasa bersalah dengan gadis itu, kau masih mencintaiku Kyunnie, yah kau masih sangat mencintaiku. Percayalah kau itu masih mencintai— ”

“ HENTIKAN LEE SUNGMIN ” teriakan Kyuhyun membuat Sungmin menggigit bibirnya. Untuk pertama kalinya Kyuhyun membentaknya. Lelehan air asin itu mulai turun membasahi pipinya.

“ Kau, kau tak pernah tau apa yang aku rasakan. Kau tak pernah tau apa yang terjadi selama kau pergi begitu saja meninggalkanku ” Kyuhyun menundukkan kepalanya. Frustasi? Jelas. Raut wajahnya memperlihatkan itu dengan jelas.

“ Aku hampir mati saat kau meninggalkanku jika saja Wookie tak datang dan menggapai tanganku untuk keluar dari kesedihan itu. Kau tak tahu seberapa berjuangnya Wookie hanya untuk membuatku tersenyum kembali. Dia selalu sabar menghadapi sikap dinginku, dia selalu bisa membuatku merasakan nyaman yang sudah seharusnya hanya bisa ku dapatkan darimu, dia mencintaiku apa adanya, tak peduli seberapa buruknya aku, tak peduli aku selalu bersikap kasar padanya, dia selalu setia mengangguku meskipun berulang kali aku membentaknya, bahkan dia tak pernah jera untuk datang menemuiku meskipun sering dengan kasar ku usir dia. Dia yeoja yang berhasil membuatku tertawa lepas dengan kegilaannya selain kau. ”

Kyuhyun mengusap kasar air mata yang keluar dari sudut matanya.

“ Kau benar, Wookie memang yeoja yang hebat. Tapi aku yakin kau tak mencintainya. Karena kau hanya mencintaiku ” Sungmin masih saja berkeras untuk meyakinkan bahwa Kyuhyunnya itu hanya mencintainya.

“ Perlahan, aku mencoba memahaminya. Aku mencoba membuka hatiku untuknya, aku mencoba menerimanya dalam kehidupanku. Lambat laun aku mulai terbiasa dengannya, dengan senyumnya, dengan tawanya, dengan tingkah manjanya bahkan dengan sifat menyebalkannya ” Kyuhyun masih terus bercerita tanpa menggubris omongan Sungmin. Jebaaal, untuk kali ijinkan Kyuhyun berkata jujur akan perasaannya. Kyuhyun ingin mengakhiri ini semua.

“ Sampai akhirnya aku sadar bahwa aku mulai tertarik dengannya. Sejak aku merasakan ketertarikanku padanya aku sudah memutuskan untuk melupakanmu saat itu juga. Dan belajar mencintainya. Tapi, sepertinya Tuhan masih ingin bermain-main dengan takdirku. Kau, kau hadir kembali dalam kehidupanku . menggoyahan perasaanku padanya, mematahkan janjiku sendiri untuk selalu melindunginya. Kau kembali dan membuatku melupakannya. ”

Sungmin menarik sudut bibirnya manis, membuat sebuah senyum merekah karena merasa benar akan asumsinya yang menyatakan bahwa Kyuhyun masihlah miliknya. Percaya diri eh?

“ Tapi tidak!! Meskipun aku melupakannya saat bersamamu, tapi aku tetap tak bisa menghilangkan bayangannya dari diriku. ”

Kyuhyun mengela nafas berat, ini masalah yang sangat rumit menurutnya. Bahkan masalah ini lebih sulit dari soal matematika yang selalu mudah untuk ia kerjakan.

“ Sampai kejadian itu terjadi, dan aku melihatnya menangis, aku mulai menyadari satu hal, bahwa hatiku ikut teriris melihatnya yang menangis, menangis karena aku. Sebuah perasaan yang sulit ku definisikan mulai mendominasi rongga dadaku. Ada sesuatu yang sakit melihatnya terluka karena ku. Perasaan menyesal yang mendalam, perasaan marah, kecewa, sedih, semua menjadi satu. ”

“ Kau tahu Min, aku marah pada diriku sendiri yang pada saat itu tak bisa apa-apa dan lebih memilih diam dan membiarkannya pergi begitu saja. Aku kecewa, kecewa pada diriku sendiri yang mengingkari janjiku untuk selalu melindunginya. Aku sedih, sedih dengan keadaanku sendiri yang masih lebih memilih berada disampingmu dari pada menyusulnya pergi. Kau tahu, hatiku sangat sakit, sakit saat meyadari ini semua. Menyadari bahwa dia sudah bukan milikku lagi saat ini ”

Kyuhyun tak dapat membendung lagi lelehan air asin yang kini sudah deras meluncur dari pelupuk matanya. Ini terlalu meyaitkan untuknya.

‘inikah yang dirasakan olehmu saat aku melupakanmu?’ —Batin Kyuhyun tersiksa.

“ Malam itu, saat hujan turun. Aku mulai menyadari akan kekeliruanku dalam mengasumsikan perasaanku, aku mulai menyadari satu hal kesalahanku yang sangat membuatku merasakan rasa bersalah tak berujung. ”

“ Apa? ”

Sungmin berucap lirih, tak dapat membohongi dirinya sendiri bahwa kini ia pun sedang takut. Takut jika Kyuhyun akan benar-benar pergi darinya.

“ Kesalahan bahwa aku tak menyadari kalau sebenarnya aku telah lama jatuh cinta pada yeoja itu Kim Ryeowook. rasa cinta yang selama ini ku asumsikan bahwa itu hanyalah ketertarikan yang sebenarnya CINTA yang nyata bagiku. Yah, aku sadar. Bahwa aku mencintainya sejak aku merasakan kehangatan yang selalu ia berikan pada hatiku yang telah lama membeku. Dia berhasil mengahangatkan hatiku dengan cintanya yang tulus, dengan senyum ikhlasnya, dengan perlakuan lembutnya padaku. Dan sekarang, satu hal lagi kesalahan yang aku perbuat. Kesalahan bahwa aku telah terlambat menyadari ini semua. A-aku sudah terlambat. ”

Cukup, Kyuhyun sudah tak tahan. Dia sudah tak tahan lebih lama lagi untuk menyembunyikan perasannya.

Sungmin diam, dia tak tahu harus bagaimana lagi. Dia sendiri juga sadar bahwa Kyuhyun jatuh cinta dengan Ryeowook juga karena kesalahannya yang tak  bisa menjaga Kyuhyunnya. Bisakah kita sebut bahwa Sungmin juga melakukan kesalahan? Yah, sebut saja bahwa kesalahannya adalah KETERLAMBATAN. Keterlambatannya dalam hadir dalam kehidupan Kyuhyun yang sudah lebih dulu memilih hati Ryeowook sebagai penggantinya.

“ Aku mencintaimu Kyuhyunnie. Tak bisakah kita coba sekali lagi? Berikan aku kesempatan. Aku berjanji akan menjaga cinta kita ini ”

Sungmin berkata memelas dengan menangis sesenggukan. Sejauh inikah hatinya tertinggal? Sejauh inikah Kyuhyun telah meninggalkannya?

“ Lalu apa arti kita selama ini Kyunnie? ”

“ Apa aku pernah mengucapkan bahwa aku mau menerimamu kembali? ” tanya Kyuhyun yang reflek membuat Sungmin menatap Kyuhyun nanar.

“ Apa aku pernah bilang bahwa aku mau memulai cinta kita yang lalu? Bukankah kau sendiri yang memutuskan sebelah pihak? Bukankah kau sendiri yang mengambil kesimpulan dan menyuruhku untuk mengikutimu yang akab berusaha membuatku kembali mencintaimu? Apa kau melupakan itu Min ”

Sungmin tersentak kaget ketika memory malam dimana Ia meminta Kyuhyun untuk menemuinya di taman saat itu. Benar, memang dia yang memutuskan sebelah pihak. Apa kalian juga melupakannya?

~ flasback ~

“ Tak apa Kyunnie, aku tak akan memaksamu untuk kembali lagi padaku, cukup berikan aku kesempatan untuk memulainya lagi dari awal dan aku akan berusaha memberikan kebahagiaan yang dulu pernah kita rasakan bersama-sama ” — ini adalah ucapan Sungmin saat mereka berada di taman malam itu.

“ Kau tak perlu melakukan apapun, yang perlu kau lakukan hanyalah membuka hatimu untuk kehadiranku lagi dan kita akan segera kembali seperti dulu lagi ”

~ flashback off ~

 

Sungmin menudukkan kepalanya, menutupi tangisnya yang mulai pecah. Sedangkan Kyuhyun? Entah kenapa kali ini dia tak melakukan hal seperti biasanya yang akan memeluk Sungminnya saat menangis. Sudah sadarkah kau Kyu?

“ Dan ku rasa, perasaan cintaku kepadamu sudah lama lenyap saat kehadiran Wookie dalam hidupku. Perasaan meluap-luap saat melihatmu hanyalah perasaan rindu ku yang mendalam padamu. Tak lebih. Karena cinta, hati dan segalanya yang ada pada diriku adalah milik Ryeowook seutuhnya. ”

TAP.. TAP.. TAP.. TAP..

Kyuhyun berlalu pergi meninggalkan Sungmin yang kali ini harus rela menangis sendiri. Menangis tanpa Kyuhyun disampingnya yang selalu memeluknya. Sakitkah?? Apa kau sudah sadar bahwa sakit yang Ryeowook rasakan selama ini jauh lebih perih dari yang kau rasakan.

Setelah kau mendengar semuanya dari Kyuhyun, masihkah kau berharap untuk menjadikan Kyuhyun milikmu?

.

.

Sungmin melangkah memasuki rumahnya dengan tertatih. Umma dan Appa nya yang sedari tadi memanggilnya pun tak ia hiraukan. Ia lebih memilih segera masuk ke kamarnya dan mengunci diri didalam. Di bukanya ponsel miliknya, mencoba membaca kembali isi pesan yang kemaren malam dikirim oleh Kyuhyun.

From : Kyuhyunnie

Time : 22.50

Terimakasih, selama ini kau selalu berusaha menjadi yang terbaik untukku.

Terimakasih atas semuanya. Tapi malam ini ijinkan aku untuk memutuskan sesuatu, memutuskan sesuatu yang begitu rumit. Kau tahu aku sangat payah dalam hal memilih keputusan.

Selama ini aku selalu meminta bantuan padamu akan keputusan mana yang harus aku pilih, tapi malam ini, seseorang mengajarkan aku untuk mengambil keputusan. Dan dia membuatku berani untuk memutuskan ini semua malam ini.

Sungmin, aku sadar bahwa selama ini aku sangat bergantung padamu. Bahkan tanpamu aku hampir kehilangan semangat hidupku, tapi seseorang, seseorang yang sangat menyebalkan hadir dalam hidupku. Dia menawarkan sesuatu yang baru, sesuatu yang dulu pernah ku dapatkan darimu. Sejak itu aku sadar bahwa dia bisa menjadi penggantimu.

Maaf jika keputusanku ini akan menyakitimu, tapi aku harap kau mengerti.

Aku sudah tak mencintaimu. Aku.. aku mencintai orang lain. Jeongma mianhae.

Terimakasih ^^

.

.

Air mata yang tak sanggup di bendung itu perlahan jatuh bercucuran. Mengalir mengikuti lekuk wajah Sungmin.

Isak tangis menjadi melodi yang menamatkan lembaran hari penuh kejutan dan kepedihan itu bersama dengan alunan simfoni serangga malam yang bersahutan.

.

Kau selalu mendefinisikan hidupmu dengan keyakinan hati yang kau percayai

Kau selalu percaya diri akan keputusan yang kau buat tanpa melihat dari sisi perspektif orang lain

Kau hanya melakukan sesuatu yang menurutmu benar dan tak melakukan sesuatu yang menurutmu salah dan tak membiarkan siapapun menggoyahkan kepercayaan yang kau percayai

Tapi kau harus tahu satu hal, bahwa tak semua orang memiliki pemikiran yang sama denganmu

Sebelum kau bertindak, lihatlah dulu masalah tersebut dari sisi perspektif orang lain.

Apa artinya benar bagimu? jika orang lain menganggapmu salah? ^^

_Choi Ryeosomnia_

.

.

Memandang lalu lalang kota seoul malam itu dari balik kaca kedai ice cream, Kyuhyun yang tengah larut dama pikirannya sendiri, kini tengah duduk termangu di kedai ice cream favorite yeoja mungil yang selalu mengusik pikirannya. Pandangannya tak pernah lepas dari jalanan kota seoul malam itu.

Sekejap ekor matanya menatap Cup ice cream rasa coklat yang tampak sudah meleleh. Di pandangi lama ice cream tersebut sebelum akhirnya hanya desahan pasrah yang ia keluarkan, tak berniat sama sekali untuk menyentuh makanan yang bisa dibilang manis itu.

“ Apa yang menarik dari makanan ini Wookie-ah? Kenapa kau sangat mencintai makanan ini? ” ucapnya lirih. Dia masih cukup waras untuk tak berteriak-teriak seperti di apartementnya.

~ Kyuhyun POV ~

Beginikah rasanya sendirian di keramaian? Apa ini yang selalu terjadi pada dirimu saat aku tak pernah mau mengantarmu membeli ice cream disini?

Kenapa sakit sekali? Apa memang sesakit ini saat tak di hiraukan oleh orang yang dicintai?

Mianhe Wookie-ah, jeongmal mianhe. Aku selalu membuatmu sedih, membuatmu marah dengan sikap acuh ku kepadamu.

“ Ahjussi, bisa tambah ice cream coklatnya lagi? ”

Suara itu, suara nyaring itu, aku sangat mengenalnya. Ku edarkan pandanganku mencari pemilik suara itu.

Wookie-ah… dia disini?

~ Kyuhyun POV End ~

.

Kyuhyun meneliti dengan seksama yeoja mungil itu. Dari ujung rambutnya hingga kaki jenjangnya. Ryeowook yang saat itu hanya memakai mini dress dengan memakai rompi sebatas dadanya dengan corak warna putih, rambut nya yang dulu hitam lurus kini telah di ubah menjadi kriting gantung bagian bawahnya saja, serta jangan lupakan high heels yang ia gunakan benar-benar membuatnya tampak sangat sempurna.

Kyuhyun terpanah dengan pesona Ryeowook malam itu. Tak pernah ia sadari selama ini bahwa yeoja itu akan lebih terlihat manis dan imut jika di poles sedikit saja. Ckckck.. kemana saja kau selama ini Kyu?

Ryeowook yang saat itu tengah duduk dengan bertopang dagu sambil bibirnya sesekali menggumamkan entah apa benar-benar membuat jantung Kyuhyun seperti ingin meloncat. Masih dengan posisi yang sama, seseorang namja yang diketahui adalah Yesung baru saja masuk ke kedai ice cream itu dan langsung tersenyum bahagia saat menemukan yeoja pujaan hatinya itu kini tengah menggerutu tak jelas.

“ Apa aku membuatmu menunggu terlalu lama? ”

Yesung berucap sambil tak melepaskan sedikit pun senyum manisnya yang terpatri begitu sempurna di wajah tampannya. Lihat, Yesung hanya memakai kemeja putih dengan lengan yang ditekuk sampai siku, uugghh~ dia sangat tampan. Cocok sekali jika berdampingan dengan yeoja di depannya itu.

“ Apa aku perlu menjawab? ” Ryeowook menajwab dengan ketus. Yesung terkekeh sambil mengelus pipi Ryeowook lembut.

“ Mianhe ne, Oppa tadi terjebak macet. Kau cantik malam ini ”

“ Jangan merayu supaya aku memaafkan Oppa, itu takkan mempan ”

Ryeowook masih saja menjawab ketus tak mengindahkan Yesung dan lebih memilih mengalihkan perhatiannya menatap objek lainnya.

“ baiklah, bagaimana kalau dengan ini? ” Yesung mengeluarkan sebuah bunga Lili putih di depan Ryeowook, sontak saja itu membuat Ryeowook langsung mengambil paksa bunga itu dari tangan Yesung. Yesung tersenyum ketika mendapat respons yang menurutnya baik dari Ryeowook.

“ Heoh? Jadi bagaimana? Sudah memaafkan Oppa? ”

Ryeowook menggeleng masih dengan mengerucutkan bibirnya kedepan. Hei, kalian sadar tidak jika uri Ryeowookie kita yang manja ini telah kembali? Benarkah Yesung telah berhasil merebut hati Ryeowook?

“ Tidak? Ck, lalu bagaimana jika dengan yang ini? ”

Kali ini Yesung merogoh saku celananya dan mengambil sebuah coklat batangan lalu disodorkannya di depan Ryeowook. oke, untuk yang kedua kalinya Ryeowook kembali merebut paksa coklat tersebut membuat Yesung lagi-lagi hanya bisa tersenyum melihat tingkah kekanakan Ryeowooknya. Eoh, Ryeowooknya?

“ Sudah tidak marah? ” tanya Yesung lagi.

“ Tidak, jika Oppa mau meneraktir ku malam ini. Eotthe? ” Ryeowook menaikkan sebelah alisnya yang biasanya akan membuat Kyuhyun menjitak kepalanya. Tapi sayang, kali ini adalah Yesung.

“ Kekeke~ ne ne, pesan ice cream sesukamu. Oppa yang akan meneraktir. ” diacaknya rambut Ryeowook gemas.

“ Yeaaayy* Aku menyayangimu Oppaaaa~ ” Ryeowook sedikit berteriak, membuat semua pengunjung di kedai tersebut menatap Ryeowook sedikit tajam yang akhirnya Yesung lah membungkuk-bungkuk meminta maaf akan kelakuan aneh Ryeowook malam itu.

“ Ya!! jangan berbuat seperti itu lagi. Kau membuat mereka terganggu ” Ucap Yesung yang berusaha memperingati.

“ Hehe, Mianhe Oppa. Habis aku menyayangi Oppa sih. Xixixi~ ” Ryeowook terkikik geli sambil mulai meyendokkan ice cream yang baru saja sampai di mejanya tanpa memperhatikan ekspresi Yesung yang sepertinya tersenyum bahagia. Berhasilkah ia membuat yeoja itu melupakan Kyuhyun?

Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang indah bagi kedua orang itu, tapi tidak dengan seorang namja disana. Yeah, seseorang yang menatap nanar mereka. Hatinya serasa di cubit dengan kuat oleh sebuah pisau.

‘apa ini yang kau rasakan saat kau melihatku bersama Sungmin’

Kyuhyun lebih memilih pergi dari tempat tersebut. Sungguh dia sudah tak cukup kuat untuk melihat pemandangan yang sangat menyakitkan itu.

Di langkahkan kaki kecilnya menuju halte bus, tak jarang kakinya menendang kerikil-kerikil kecil sebagai pelampiasannya. Berjalan sendiri di tengah malam seperti ini tak pernah sedikit pun pernah terlintas dalam pikiran seorang Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun yang sombong dan dingin itu kini sepertinya telah bertransformasi menjadi namja penggalau yang sedang patah hati ditinggalkan yeoja cingunya.

.

Bumi seolah berhenti dari peredarannya, waktu seolah terhenti dari perputarannya ^^

.

.

“ Apa yang terjadi? ” yeoja dengan mata sipit serta merah pipi yang menghiasinya itu kini menatap intens pada sahabatnya.

“ Apa? Kau berharap terjadi apa? ” jawab sang sahabat datar tanpa menoleh sedikit pun pada sahabatnya yang bernama Key itu.

“ Lee Sungmin, mata mu sembab. Mana mungkin tak terjadi apa-apa jika mata mu sembab begitu? ” Key panggilan singkat yeoja itu kini tengah berusaha mengorek sesuatu yang membuat mata sang sahabat yang duduk di belakangnya itu sembab.

“ Ah, ini aku semalam hanya terlalu menghayati film drama yang menyedihkan ” Sungmin tertawa hambar yang menurut Key terkesan menyayat hati.

“ Kau bohong, pasti ada sesuatu yang terjadi. Apa ada masalah dengan Kyuhyun dan yeoja itu? ”

“ Kenapa kau bisa menebak seperti itu? ”

Key mengangkat bahunya, “ Seperti yang kau tahu, bahwa permainanmu tak akan sepenuhnya membuatmu tersenyum bahagia diatas penderitaan orang lain ”

Sungmin meremas ujung rok sekolahnya kuat, ucapan sahabatnya tersebut terlalu frontal untuk di lontarkan padanya.

“ Kau berkata seolah-olah aku ini orang jahat Key ” Sungmin berusaha sekuat mungkin untuk tak memperlihatkan suaranya yang sepertinya mulai serak dan sedikit bergetar.

“ Aku sudah pernah mengingatkanmu akan hal ini. Tapi kau seolah menutup telinga. Dan sekarang hal ini pun tiba juga ” Key tak mengindahkan perkataan Sungmin dan justru lebih memilih mengucapkan hal lain.

Sungmin semakin menundukkan kepalanya. Kalut? Ya, hatinya sedang kalut saat ini.

“ Kau tak memahami hatimu dengan baik, kau juga tak memahami Kyuhyun dengan baik. Dan pada akhirnya kalian hanya bisa membiarkan semua mengalir seperti air, mengikuti arus yang berujung pada emosi yang tak akan ada habisnya. Berbanding terbalik denga yeoja itu. Yeoja itu sangat mengerti apa yang harus ia lakukan, dia bisa menguasai emosinya, dia bisa menekan semua sakit yang dia rasakan akan permainan yang kau ciptakan. Permainan yang dia sendiri tak tahu apa-apa. ”

Key mengangkat dagu Sungmin untuk menatap lurus matanya.

Sungmin hanya diam, dia tak bisa berkata apa-apa lagi. Semua yang dikatakan Key adalah benar. Ini semua adalah hal yang harus ia petik hasilnya. Hal yang tak pernah ia bayangkan akan menimpanya. Semua angan-angannya kini telah hancur.  Semua yang Sungmin harapkan akan terjadi pada yeoja mungil itu kini tengah berbalik menimpanya. Karma? Ya, Tuhan itu tak tidur. Dia selalu memberikan hasil dari setiap tindakan yang di lakukan umatnya bukan?

“ Kyuhyun sepertinya tidak akan berangkat hari ini jadi kita bebas membahas hal ini ”

Sungmin mengkerutkan keningnya, bagaimana bisa Key tahu?

“ Semalam aku melihatnya berjalan di wilayah kedai ice cream yang biasanya di datangi Wookie, dan ketika aku melewati kedai ice cream tersebut aku melihat Wookie dan Sunbae baru kita yang bernama Yesung, mereka tampak bahagia. Dan Kyuhyun? Sepertinya dia patah hati ”

Sungmin masih diam. Dalam pikirannya hanya ada Kyuhyun, Kyuhyun, Kyuhyun dan Kyuhyun.

“ Tak perlu pasang tampang datar seperti itu di hadapanku. Aku tahu suasana hatimu sedang tak sedatar wajahmu ” Key masih berucap enteng.

Sungmin diam, matanya masih menatap kosong meja di depannya itu.

“ Silahkan ” Key menopang dagunya serta menyelipkan helaian rambutnya di telinganya, seolah membuat telinganya tampak “ Aku akan mendengarkan semuanya dengan senang hati ” tambahnya.

Sungmin menelan ludahnya keluh, semua yang ada dalam otaknya sangat kacau, ia tak tahu harus dari mana Ia bercerita. Ini terlalu rumit. Sungguh.

“ Pada intinya, Kyuhyun memutuskanku untuk lebih memilih yeoja itu ” singkat jawab Sungmin.

“ Memutuskanmu? Kau berfikir selama ini Kyuhyun berpacaran denganmu? Ku rasa Kyuhyun hanya diam mengikuti permainan anehmu itu ”

JLEEBBB~ kembali, tenggorokan Sungmin tercekat mendengar ucapan frontal dari Key sahabatnya itu.

“ Kau tahu apa yang aku maksud Key. ”

“ Yeah, Lalu? ” lanjut Key yang masih ingin tahu lebih jauh cerita mengenai sahabatnya itu.

“ Apa lagi? Aku sudah tak tahu apa yang harus aku lakukan ” Sungmin meremas rambutnya.

Key tersenyum simpul. Sahabatnya ini memang sangat bodoh. Dia yang memulai permainan tapi dia sendiri yang tak tahu harus melakukan apa.

“ Kau harus melanjutkan permainan ini. ”

Sungmin mendongak menatap Key tak percaya. Bukankah tadi Key yang menasehatinya untuk tak melakukan permainan ini? Jadi kenapa dia sekarang malah menyuruhnya melanjutkan? Sungmin bertanya-tanya dalam hati, apa yang sebenarnya ada dalam otak sahabatnya itu?

“ Kau sudah melangkah sejauh ini, kau harus menyelesaikan ini semua Miinie. Kau harus melihat hasil akhir yang akan kau dapatkan dari permainan yang kau buat ”

“ Aku tak mengerti apa yang kau maksud Key ” Sungmin mendesah frustasi.

“ Berkacalah, lihat dirimu. Kau sudah sangat kacau demi sebuah permainan yang kau buat. Kau tak boleh berhenti di tengah jalan begitu saja ”

Key menatap mata Sungmin denga lekat seolah mencoba mendalami apa saja yang ada dalam mata itu.

“ Tapi aku tak tahu apa yang harus aku lakukan lagi, Kyuhyun sudah tak mencintaiku. Apa lagi yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengemis cintanya supaya dia mau kembali padaku? ”

Key tersenyum meremehkan, “ Bukankah kau memang sudah mengemis cintanya saat kau memulai permainan ini? ”

“ Kau bahkan tampak menyedihkan dengan cara memulai permainan yang akan sangat menyakiti hati yeoja yang tak tahu apa-apa itu ”

“ Tak tahu apa-apa katamu? Dia merebut Kyuhyun dariku Key. Kau tak mengerti apa yang aku rasakan ” Sungmin sedikit terpancing emosi dengan ucapan Key yang menurutnya meyudutkannya.

“ Merebut Kyuhyun darimu? Hei, hei, sadarlah. Kau yang meninggalkan Kyuhyun, dan Wookie hanyalah orang lain yang sengaja di ciptakan Tuhan untuk menambah warna dalam kisah cinta kalian ”

Sungmin melirik tak suka pada Key yang semakin lama semakin memojokkannya dan lebih membela yeoja mungil itu.

“ Kau sebenarnya memihak pada siapa sih? Kalau kau sahabatku seharusnya kau tak memojokkan ku terus. ”

“ Aku tak membela siapa-siapa. Aku hanya orang luar yang sedikit tahu mengenai hubungan kalian bertiga ah tidak, lebih tepatnya berempat. Karena ada Yesung Sunbae ”

“ Ah, ngomong-ngomong tentang perasaan. Aku jadi memikirkan bagaimana perasaan Wookie. Disini pasti dia yang sangat menderita. Bagaimana bisa dia harus di hancurkan oleh orang yang pernah Ia tolong? Kalau aku jadi dia, pasti setelah aku mengetahui ini semua, aku akan menyumpahimu dengan sumpah serapah yang menjijikkan ”

Sungmin menatap tajam Key. Ucapan Key benar-benar membuat telinga Sungmin memanas.

“ Kau bilang kau akan selalu mendukungku, dan memberiku semangat. Tapi kenapa kau sekarang terkesan memojokkan ku dan lebih membela Ryeowook? ” Suara Sungmin benar-benar di penuhi dengan kemarahan.

“ Kalau marah-marah seperti ini bisa membuatmu lebih baik, maka silahkan saja. Hanya saja kau harus tahu satu hal, bahwa ini semua tak akan menyelesaikan masalah. ”

Key bangkit dari duduknya, meninggalkan Sungmin yang sepertinya sudah menangis sesenggukan. Semua yang di katakan Key benar. Ini salahnya, ini adalah permainan yang Ia buat, Ia harus menylesaikan ini semua. Hanya satu yang harus Ia capai, Kyuhyun. Yeah, Kyuhyun adalah satu-satunya tujuannya menciptakan permainan ini. Permainan yang membuat Yeoja mungil disana harus menjadi korban.

.

Tuhan sudah mengatur hidup, mati, dan takdir seseorang

Lalu apa yang bisa manusia perbuat untuk mematahkan takdir yang di buat oleh Tuhan?

Apa yang kau punya untuk merubah hal itu?

Kau hanya sebagian dari ciptaan Tuhan yang terkecil

Semua akan mendapat hasil dari tindakan yang seseorang lakukan

Percayalah, Tuhan tak tidur. Dia selalu mengawasimu dari sana ^^

_ Choi Ryeosomnia _

.

.

“ Ya!! Nona Kim, bisa tidak bicarakan hal ini dengan jelas dan gamblang. Aku sangat penasaran dengan hubunganmu dengan Yesung Oppa ”

 Taemin saat ini tengah merengek-rengek tak jelas pada Ryeowook yang lebih memilih menyibukkan dirinya dengan ponselnya.

“ Kau mau aku bagaimana Taemin-ah? ”

“ Mau ku adalah kau bicarakan hal ini dengan jelas, agar aku dan Kibum tahu kejelasan hubunganmu dengan Yesung Oppa ”

“ Sudahlah, aku tak mau membahas hal ini lagi. Kajja kita kembali ke kelas, sebentar lagi bel masuk berbunyi ”

Ryeowook menarik kedua sahabatnya itu menuju kelasnya.

.

.

.

“ Jadi bagaimana? Apa kau benar-benar berpacaran dengan Yesung Oppa? ”

Kibum yang memang duduk bersebelahan dengan Ryeowook pun kini juga ikut bertanya. Yeah, dia memang penasaran, tapi setidaknya ia tak senorak Taemin yang selalu merengek-rengek tak jelas.

“ Menurutmu? ” Ryeowook balik bertanya dengan senyum tipis di bibir cherry nya itu.

Kibum balik membalas tersenyum, entah apakah Kibum benar-benar mengerti dengan ucapan sahabatnya itu. Tapi yang perlu kalian catat adalah seorang Kim Kibum adalah yeoja dengan IQ tinggi. Tak perlu banyak bicara dengannya, karena dia sudah pasti tahu apa maksud dari kata ambigu yang di keluarkan oleh Ryeowook.

.

.

.

Ryeowook, yeoja itu kini lebih memilih diam di halte bus, hari ini Ia lebih memilih pulang sekolah dengan menaiki bus. Aahh~ sudah lama sekali ia tak menaiki bus semenjak dia tinggal bersama Kyuhyun. Meskipun Ryeowook termasuk anak orang kaya, tapi dia benar-benar yeoja yang sangat simpel dan sederhana. Dia tak pernah takut untuk melakukan hal-hal baru, berbeda sekali dengan yeoja-yeoja lainnya yang pasti lebih memilih hal-hal yang menyenangkan, seperti Shopping mungkin.

Sambil menunggu bis yang belum datang, Ryeowook memilih memainkan ponselnya, hanya sekedar bermain game untuk menghilangkan bosannya.

Ngomong-ngomong soal game, pikiran Ryeowook kembali melayang akan seseorang, seseorang maniak game yang akan selalu berteriak-teriak tak jelas saat dia kalah, atau seseorang yang akan tersenyum dalam tidur setelah memenangkan permanan game tersebut. Yeah, Cho Kyuhyun namanya, siapa lagi kalau bukan dia.

 

Ryeowook tersenyum tipis saat mengingat Kyuhyun, ada sedikit rasa sakit memang tapi itu tak membuat hati Ryeowook berhenti untuk tak mencintainya lagi. Lalu bagaimana dengan Yesung? Entahlah, dia sendiri juga bingung dengan hubungannya dengan Yesung.

“ Kau Kim Ryeowook? ” seseorang datang dengan menatap Ryeowook intens.

“ Ya, saya Kim Ryeowook. nugu? Apa aku mengenalmu? ”

Ryeowook mencoba mengingat-ngingat apakah yeoja bermata sipit di depannya ini pernah bertemu dengannya atau tidak, dan perlahan Ryeowook tersenyum sumringah seolah mendapat jawaban akan pertanyaannya sendiri.

“ Sepertinya kau mengingatku? ” yeoja bermata sipit itu tersenyum juga menatap Ryeowook.

“ Ne, mana mungkin aku melupakan Sunbae ku sendiri ”

Key tersenyum puas, ternyata hoobae nya ini masih mengingat jelas akan dirinya.

“ Sedang apa disini? ” Key mendudukkan dirinya disamping tubuh mungil Ryeowook.

“ Sedang apa? Bukankah sudah jelas bahwa ini halte? Tentu saja aku menunggu Bus Sunbae ” Ryeowook mengkerutkan keningnya. Key terkekeh sembari mengacak rambut Ryeowook sayang. Eumm, seperti dongsaeng mungkin.

“ Tsk, kau benar-benar anak yang lucu ”

Ryeowook kembali melongo dengan ucapan Key yang menurutnya sangat err aneh.

“ Dimana namjacingumu? ”

“ Namjacingu? Aku tak punya namjacingu Sunbae ”

“ Jinjaa? Bagaimana bisa? Bukankah di sekolah kau sangat banyak sekali yang menggilaimu? ”

Key berekspresi seolah-olah dia baru tahu bahwa Ryeowook sudah putus dari Cho Kyuhyun.

“ Aniyaa, meskipun mereka menggilaiku, mereka tak benar-benar mencintaiku. Mereka hanya mencintai ku karena fisikku mungkin ”

Key tersenyum lembut menatap Ryeowook yang tengah menatap lurus kedepan.

“ Aku mengenal Lee Sungmin ” entah apa yang di pikirkan Key, sehingga tiba-tiba dia berbicara sesuatu yang sangat jauh dari topik. Ryeowook tampak biasa-biasa saja akan ucapan Sunbae yeoja nya itu.

“ Tentu saja, Sungmin Sunbae kan teman sekelas Key Sunbae. Jelas kalian saling mengenal ” Ryeowook masih menatap lurus ke depan tak mengalihkan perhatiannya sedikit pun pada Key.

“ Tapi aku jauh lebih memahami isi hati mu meski pun aku tak mengenalmu dengan baik ”

Kali ini Ryeowook menatap Key yang masih setia tersenyum padanya.

“ Maksud Sunbae? ” tanyanya tak mengerti.

“ Kau pasti sangat terluka dengan ini semua. Aku tahu semuanya, tentang mu, Kyuhyun,Sugmin dan Yesung Sunbae itu ”

Ryeowook semakin berfikir keras untuk mencerna ucapan Key.

“ Kau tahu, air selalu menang dengan mengalah. Dia tak pernah menyerang, namun selalu menang pada akhir perjuangan. Kelak itu lah yang akan terjadi padamu. ”

Key berdiri dari duduknya, sepertinya dia akan pergi, namun pergelangan tanganna di cekal oleh Ryeowook.

“ Aku tak begitu mengerti dengan ucapanmu, tapi sepertinya aku menyukaimu yang mendukungku ” Ryeowook tersenyum sekilas.

“ Aku tak mendukungmu, aku hanya orang lain yang tak sengaja memperhatikan kisah cinta rumit kalian, dan seperti yang kau tahu, aku adalah sahabat Lee Sungmin. ”

Key melepaskan cekalan tangan Ryeowook lalu berjalan menjauhi yeoja mungil itu dengan senyum tipis. Entah apa yang ada dalam pikiran yeoja itu, tapi sepertinya dia mengetahui semuanya. Tentang kisah cinta itu dan juga tentang permainan yang telah di lakukan oleh Sungmin—sahabatnya sendiri.

“ Aku tak tahu apa tujuanmu mengatakan itu semua padaku, tapi aku harap kau adalah orang baik yang mau menjadi temanku ” ujar Ryeowook sedikit keras yang masih bisa di dengar jelas oleh Key. Senyum di bibir Key semakin melebar, ‘Dasar yeoja polos’

 

.

.

.

.

TBC ^^

5 thoughts on “(GS/Chapter) Choose Me Or Your Past ~11

  1. chap ini mengharu biru.. huhuuu…
    kyuhyun cuma lg galau kok geng oppa,, jangan kejam”..
    jgn perduliin sungmin ya kyu…
    pikirin wookie aja..

    kesel kali lah sama sungmin disini..
    sakit kan ming?
    tp wookie lebih sakit..
    tp wookie masih punya yesung, sedangkan kau,, gak punya siapa-siapa..

    kenapa sungmin keras kepala kyk gitu??
    kyuhyunah,, jgn tergoda lg sm sungmin ya!!

  2. kyu frustasi d tinggal wook. gmn kyu, enak dtinggal kan sm orang yg kita sayangi, orng yg slama ini slalu mngisi hidupmu prg mninggalkan mu. apa kau mngrt skarng apa yg tlah wook rasakan pas kau brduaan dgn ming.

    bwt ming udh nyrah aja, orng kyu udah ga cnta lagi sm kau. krn cnta nya kyu skrng cm buat wook seorang.

    ayo kyu rebut wook lg untuk kmbali pd mu. brjuang kyu, semangt.

  3. Dilema.. bener2 dilema.. mau pilih siapa… Kyuhyun atau yesung???
    bener2 gemes ama cerita ini, bikin galau mikirin mereka,, padahal
    mereka siapa gw ??:/
    sebel ama kyuhyun, sebel ama sungmin.. tapi kasian jg ama Kyuhyun..
    dia jd stress berkepanjangan, cenderung gila.. kkk~~
    seperti’a kyuhyun harus mulai dr nol lg deh buat perjuangin Wookie.
    semoga aja Wookie blm terlanjur cinta ma Yesung yg sangat baik n
    pengertian..
    hmmm… apa maksud Key deketin Wookie…
    moga aja ga ada niat jahat n bener2 mau temenan ama Wookie..

  4. whoa rasanya seperti merasakan hujan salju.. pasti dingin dan sejuk.. *padahal mah ga pernah liat salju* saking senengnya liat kyu yg menderita gitu plus digebukin ma hangeng..
    hahaha rasakan pembalasannya..

    kenapa sih org jahat ga pernah ngerasa dirinya jahat.. oh sungmin.. kau terlalu ambisius..
    klo udah di tolak jgn di paksa, sakit sendiri ntar..
    bayangin aja pake baju kekecilan pasti sesak kan ga enak..
    dan bener2 ga ngerti knp key malah nyuruh sungmin nerusin permainan.. bukan kah sudah jelas hasilnya.. tp terserah deh maunya sungmin apa.. mungkin dipikir udah kecebur berenang sekalian..

    dr semua cuma satu yg disesal kan.. kenapa wook kesannya ngasih harapan ke yesung..
    oh babeh aye, semoga ga kenape-nape..

  5. kasian kyu dipukulin appanya , tpi itu kesalahannya juga sih mainin pperasaan wook segala , kena batunya kan sekarang ,,,
    min knp masih aja ngarepin kyu sih bukkannya kyu itu sudah tidak ada rasa sama kamu knp msih dipaksain juga , minie berambisi banget malah menyakiti bnyk orang seperti ngak tau malu , huhu
    key km belain siapa sih sebenarnya minnie ataw wook ,, bingung dengan karakternya key disini ,,,

    wook jadian kah sama yesung disini , lalu gmn dgn perasaan kyu dan kamu sendiri wook , aku harap semuanya kebali ke semula dan min bener” insyaf dan bertobat O.o , hhee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s