(GS/OS) Farewell Lullaby

Yang kita bicarakan ini cinta sederhana; Hanya tentang dua orang yang sedang melihat satu sama lain dengan cara yang sama.

Namun, ketika tatapan itu tidak berbalas, seketika segalanya menjadi rumit.

Farewell Lullaby

All Characters belongs to God Almighty

Story and Plot belongs to me

.

.

This’s only a fiction. I’m not good Author, so there are many typo and far from perfect. I’m glad if you can give criticism and advice.

.

.

Yewook

.

.

Romance/Hurt

 

Entah bagaimana takdir merencanakan segalanya. Aku sudah lupa kapan tepatnya aku jatuh hati padanya. Mungkin sejak aku bertemu dengannya ditahun pertamaku di SMA, atau sejak aku sering menghabiskan waktuku dengannya dan atau mungkin…. entahlah, yang jelas aku sudah lupa sejak kapan perasaan ini tumbuh menjadi bunga-bunga cinta yang tertanam begitu dalam dan mengakar kuat.

Yang aku ingat hanyalah bahwa kami sudah bersama dalam waktu yang cukup lama. Dan saya mencintainya.

Dia?

Ah, dia hanya bilang bahwa aku adalah yang terbaik. Dan kemudian sejak saat itulah perasaan ini semakin menguat.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

“Kau sungguh masih sangat mencintainya?” Sungmin bertanya padaku dengan pandangan mata yang menghardik. Seolah-olah aku adalah sesosok manusia paling bodoh di dunia ini. “Astaga, Kim Ryeowook. sadarlah! Semua akan berakhir sebentar lagi dan kau justru masih saja berharap untuk tetap bersamanya. Kau gila!”

Sungmin benar. Ya, aku memang gila. Aku dibuat gila oleh pria itu. Pria bermata selegam malam yang teramat menghanyutkan.

Sebuah tangan menyentuh pundakku dan aku tahu bahwa tangan itu adalah milik sahabat kurus ku yang bernama Lee Hyukjae. Ia memutar tubuhku menghadapnya. Mata kucingnya memandangku dengan tajam. “Dengar, Wookie-ah. Mau sampai kapan kau akan mencintainya dan menjadi gila seperti ini, huh?”

Aku terdiam. Tidak tahu harus menjawab apa.

“Mau sampai kapan kau akan terus menunggunya seperti ini? Dia tidak akan pernah datang. Kau tahu itu semua dengan pasti.”

Ucapan Eunhyuk―sapaan akrab Lee Hyukjae―menusuk relung hatiku yang paling dalam. “Dia akan datang. Ya, dia pasti datang padaku.” Selalu jawaban itu yang ku berikan pada orang-orang yang selalu mengatai saya bodoh. Bodoh karena menunggu seorang pria yang jelas-jelas tidak akan pernah datang untuk ku.

Jawaban itu secara langsung membungkam mulut kedua sahabatku tersebut, sekaligus untuk menghibur diriku sendiri, meski aku tak yakin dengan apa yang aku ucapkan.

.

.

Aku jatuh cinta. Cinta tak salah. Aku jatuh terlampau jauh mencintai pria itu, memberikan segala hidupku meski dia tak pernah meminta. Dia hidupku meski aku bukanlah siapa-siapa untuknya.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

“Wookie-ah, hari ini kau harus tampil dengan cantik, harus lebih cantik dari yang biasa aku lihat.” Pria itu merayuku dengan mengulum sebuah senyum manis untukku. “Aku tidak mau, Oppa!” tolakku dengan suara yang lirih. Bagaimana bisa kau menyuruhku melakukan itu semua, Oppa. Jeritku, tentu dalam hati.

 

“Jinja? Tolong, ini demi Oppa, Wookie-ah.” Dia memasang raut muka memohon. Sedikit membuat suara baritone-nya terdengar merajuk. Demi Tuhan! Apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku tak mungkin bisa menolak tatapan dan suara merajuk itu.

Tatapan matanya yang memandangku begitu intens telah melumpuhkan segala pertahananku. Apa yang bisa ku lakukan lagi selain menganggukkan kepalaku sambil tersenyum. sekali lagi, aku benar-benar tak bisa menolak keinginannya. Bahkan keinginan menyakitkan sekalipun.

Pria itu―Kim Yesung―memekik kegirangan. Memelukku dengan erat dengan sesekali mengecup pucuk kepalaku. Pelukannya benar-benar terasa sangat erat, lebih erat dari pelukan sebelum-sebelumnya―selama kita mengenal sejak lama.

Aku menangis saat itu. Aku menutup mulutku serapat-rapatnya agar ia tak mendengar tangisku. Dan aku berharap agar Yesung Oppa tidak mendengar apa-apa. Biarlah, biarlah aku yang menanggung segalanya. Toh, seharusnya aku sudah mempersiapkannya sejak lama. Sejak dimana ia memberikan kabar menggembirakan tersebut…

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

“Aku akan menikah!”

Mataku terbelalak. Tenggorokanku tercekat.

“Dia gadis yang sangat baik. Kau pasti akan menyukainya. Dia suka sekali makan banyak sepertimu, Wookie. Suka sekali bernyanyi sepanjang jalan. Suka sekali memarahiku tentang ini dan itu. pokoknya dia mirip sekali denganmu,” dia berujar dengan wajah yang berseri-seri seolah tak mempedulikan bagaimana letihnya wajahku kala itu.

“Bedanya kamu dengan dia, kamu lebih cantik darinya.” Lanjutnya. Senyumnya semakin lebar. Matanya berbinar. Sungguh, kau benar-benar pembunuh hati berwajah malaikat, Oppa. Jika aku dengannya mirip, lalu kenapa bukan aku yang kau tunjuk. Mengapa bukan aku yang kau nikahi?!!

Pikiranku kosong. Ragaku kehilangan jiwanya. Semua terasa berputar-putar. Siapapun tolong aku!

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Dan aku tahu bahwa hari itu akan tiba. Hari dimana semuanya akan berakhir. Penantian panjang yang telah ku lakukan kini telah menemui titik temu.

“Kau serius akan pergi?” Eunhyuk memandangku cemas. Aku mengulum senyum tenang seolah memberikan pengertian kepada sahabatku itu bahwa aku baik-baik saja. Sungmin yang berdiri disamping Eunhyuk juga tak mau melepaskan pandangan khawatir itu dari diriku.

“Oh, Ayolah, aku pikir ini adalah hari yang membahagiakan bagi Yesung Oppa. Aku telah berjanji padanya untuk datang hari ini. Dan aku harus menepati janji.” Kataku berusaha sok tegar.

“Jinja… kau masih saja berusaha sok tegar. Jika kau pergi kesana, kau hanya akan menambah lukamu, Wookie.”

Aku tahu itu Sungminnie. Aku sungguh tahu itu. Tapi aku sudah terlanjut meng-iya-kan permintaan pria itu dan tentu saja aku tak bisa mengingkarinya. Bagiku dia adalah duniaku. Dan aku akan melakukan apa saja, asal dia bisa tersenyum dan bahagia.

“Tidak masalah. Aku akan baik-baik saja.” Jawabku mantab.

Eunhyuk menatapku ragu namun dalam seperkian detik akhirnya dia menghela nafasnya lembut. Aku tahu dia frustasi dengan sikapku ini. “Kau memang keras kepala.”

“Ayo berangkat.” Timpal Sungmin sambil menarikku berdiri.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Dan disinilah aku berada. Ditengah kerumunan banyak orang yang tengah bersuka-cita. Mereka mengucapkan banyak do’a untuk kedua mempelai yang baru saja mengikrarkan janji suci seumur hidup. Aku tersenyum memandang kedepan.

Tepat didepan mataku, sosok pria memakai tuxedo berwarna hitam yang hampir menyamai warna rambutnya itu tersenyum kepadaku. Ia melambaikan tangannya ke arahku. Memintaku datang menghampirinya.

Aku menggelengkan kepala. Menolak permintaannya. Sungguh, aku tak cukup kuat untuk bisa berdiri dekat dengannya yang saat ini telah bersama dengan gadis lain. Ku lihat, Yesung Oppa mencebikkan bibirnya―merajuk. Aku bahkan bisa melihat tatapan matanya yang begitu memohon.

Ya Tuhan! Apa yang tak aku lakukan demi dia. Semuanya, apapun itu aku rela. Tatapan matanya lebih serius dari sebelumnya. Tidak pernah aku melihat mata yang biasanya bersinar itu terlihat sendu. Aku menyerah!

Aku mengangguk sambil tersenyum tipis. Yesung Oppa tampak bahagia ketika aku menganggukkan kepalaku. Aku bahkan bisa melihat bagaimana mata itu kembali bersinar.

Aku mulai berjalan mendekat ke arah Yesung Oppa dan istrinya. Namun ketika baru selangkah aku maju, seseorang menarik lenganku. Menahanku untuk melangkah lebih jauh.

Aku menoleh kebelakang. Aku tersenyum. “Aku baik-baik saja.” Kataku tanpa perlu mendengar kata apa yang akan terlontar dari bibir berbentuk ‘M’ milik Sungmin itu.

Sungmin menggelengkan kepalanya. Masih tidak rela jika aku harus mendekat kepada mereka. Aku tersenyum, berusaha menenangkan temanku. “Haruskah kau tetap berbuat baik seperti ini hingga akhir, Wookie-ah?” Eunhyuk buka suara.

Aku menundukkan kepalaku sebentar. Lalu setelahnya aku mengangkat kembali wajahku, menampilkan wajah ceria andalanku. Ku dengar suara helaan nafas yang keluar dari kedua temanku itu. dan pada akhirnya Sungmin melepaskan cengkraman tangannya pada lenganku.

“Berbaliklah jika kau tak mampu. Kau tahu dengan pasti bahwa kita disini.”

Ku gigit bibir bawahku. Menahan tangis yang rasanya sudah akan pecah saat itu juga. Aku merasa bersalah pada mereka. Aku membuat mereka berdua selalu khawatir tentangku. “Terimakasih.”

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Apa yang lebih menyakitkan dari ketika kau harus berpura-pura bahagia akan pernikahan dari orang yang sangat kamu cintai?

Adakah yang lebih menyakitkan dari ketika kau harus bernyanyi untuk pernikahan seseorang yang sangat kamu sayangi?

Aku berdiri disini. Menyanyikan sebuah lagu cinta tentang dua orang yang saling mengasihi satu sama lain. Dihadapan para tamu undangan aku bernyanyi. Berpura-pura bahagia atas pernikahan ini. Sekuat tenaga aku mencoba tersenyum. aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja dan mampu.

Aku menahan tangis yang sudah berada di ujung. Aku meredam segala gejolak yang ada di dadaku. Aku mencoba untuk mengontrol suaraku yang sejak tadi memintaku untuk menjerit meluapkan segala kekecewaan yang aku pendam.

Yesung Oppa dan istrinya tampak menikmati lagu yang aku nyanyikan. Mereka saling bergandengan tangan. Mengikuti lirik yang aku nyanyikan. Saling menatap dan tersenyum.

Aku benar-benar ingin pergi dari ini semua. Mengakhiri semuanya dengan cepat. Ingin berlari. Berlari dan berlari menjauh dari ini semua.

Dari kejauhan, ku lihat Sungmin dan Eunhyuk yang tampak menatapiku dengan pandangan khawatir. Dadaku… terasa sangat sesak. Aku ingin menangis sekarang juga, aku ingin menjerit sekerasnya. Aku ingin marah, memaki diriku sendiri yang sejak dulu tak pernah sanggup jujur.

Tapi, aku tahu bahwa ini telah terlambat. Aku tahu bahwa kini semuanya telah tiada artinya. Aku menyerah. Menyerah tanpa pernah berjuang.

 

[[ Choi Ryeosomnia ]]

 

 

Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri.

Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap.

Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi.

Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.

Sehingga ia sudah tak dapat lagi membedakan bagaimana cara mencintai yang baik.

Sehingga yang ia lakukan selama ini hanyalah pengorbanan yang sia-sia.

Sehingga yang selama ini ia perjuangkan bukanlah untuk kebahagiannya, melainkan orang yang ia cintai.

Sehingga pada akhirnya ia lupa; bahwa ia juga butuh kebahagiaan.

Dan semuanya berakhir pada ‘kepedihan yang mendalam’.

―FINISH―

 

 

 

Author Note :

(TwT) entahlah apa ini. Saya sendiri juga bingung. Comeback dengan gaya tulisan yang amburadul. Dengan kisah yang aneh. Dengan judul yang absurd dan nggak nyambung sama sekali dengan kisahnya. Maafkan saya pemirsa~~~ *bow* maklum, udah lama vakum, jadi agak malu-malu kucing buat ngetik /eeehh/

Well, sebenernya kisah ini agak terinspirasi sama cerpen yang beberapa hari lalu saya baca. /lupa sih judulnya/ soalnya cuman baca sekilas, lagi sibuk soalnya /plak/ dan berakhirlah dengan membuat kisah ini―yang bener-bener random buangeett~~ dan juaga ini tuh pertama kalinya bikin sad ending. hahaha

Serius, aku kangeeeen banget nulis, kangen banget sama duniaku yang penuh dengan tulisan, menggambar, travelling, baca komik. Tapi apa daya, saat ini lagi sibuk banget. Gomennasai /nunduk/

Yosh~~tolong tinggalkan jejak kalian, jika sudah membacanya. Aku kangen review kalian jugaaa~~~

 

 

 

Sign,

April-chan

31 thoughts on “(GS/OS) Farewell Lullaby

  1. unnie lama kali dirimu kembali…
    dan apa ini,ini ff yang terlalu sedih untuk merayakan kembalinya unnie.
    dan ini masih terlalu pendek unnie.
    aku merasa kasihan sama nasib wookie.cinta yang tak tersampaikan memang menyakitkan apa lagi orang yg kita cintai tidak menyadari nya sama sekali dan sampai kita mengharap yang lebih.
    wookie disini juga menjadi gadis yang tegar..
    tapi aku penasaran sama gadis yg nikah sama yeppa.

    apa tidak ada seq unnie.

    unnie masih mengingat ku kan,aku harap unnie masih mengingat ku walaupun aku udah ganti nama,yha lebih tepat nya namanya diperpendeki..

    oke unnie aku selalu menunggu karya unnie yg lainnya.

  2. T.T….bentar lap idung dulu,

    yosshhhh drmu ni benar2 y…..hihhhhhhh gmes dech,sekalinya comeback ehhhhhhhhhhhh tak kusangka tak kuduga,pedihhhhhhhhh rasanya…kkekke kayak inget jaman dlu saya SMA,baca fict nie mlah memori dulu2 yg muncul kkkekkke## CURHAT###

    y udah deh,saya g tau harus coment apa…..WWW.BLANK.COM,^^~
    sebelumnya Welcome Back,,,,,,,,,,jangan hiatus lagi y….@Ngarep
    saya mo lanjutin galau ria di pojokano_O
    hahaha Fightting!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!^^~

    • pfftt~~ ini udah siap-siap mau hiatus lagi nih #plak
      seriusan sibuk banget, soalnya sekarang udah dewasa #uhuk /cieeee/
      tapi ntar bakal publish fict OS lagi kok, dan kayaknya bakal jadi fict penutup sebelum hiatus lagi. hahaha

  3. yaksssssss…nulis juga akhirnya…
    kangen tulisanmu eonn…
    hmmmmm…hmmmm..hmmmmm
    knp dateng2 bawa ff galau eonn… mana endingnya tiba2 finish aja… #pelukWook
    ditunggu klanjutan kisah lainnya
    hwaiting ^^

  4. Annyeong
    Udh lama km ngak muncul , sekalinya muncul dgn cerita yg sad ending ,,
    Kasian wooknya menyimpan semua perasaan untuk yesung tp sayang semuanya sia” ,malah yesung nikah sm org lain ..
    Cerita nya mendalam tentang keputusasaan cinta tanpa pernah mengungkapkannya yg akhiernya membunuh perasaannya sendiri ..
    Knp wook hrus mengalaminya ,,
    Hwaiting wook

  5. anneyong~~ urimaneyo saengi~~
    bner2 nangis eon ma nehh ff…
    eon bs twu gmna rsa.a al.a eon udh ngalamin..😀
    perasaan.a wook gag slah.. pi apa yesung bner2 gag nyadar, pura2 gag twu, gag mwu atw gmna t ma perasaan.a wook.. pdhl kn mrka udh kenal lama..
    klo d blg bodoh, yesung ma wook sma2 bodoh sbnr.a..
    oia, nugu yg jd istri.a yesung nt? gag saeng ksi twi nma.a..

    p.s saeng hrus bwt sekuel.a.. harus..😀

  6. hng, kukira mreka kn bhgia pd akhir.a. . Trnyat perkiraanku slah. . .
    Unni, bkin sequel.a dunk. . Mau liat yewook brsatu gmnpun cranya. Huwee

    dtnggu ff mu yg bru un. . Fighting🙂

  7. hweeee😥
    sumpah ini ff sukses bikin aku nangis,,
    menyedihkan bangeeet😥

    aku suka kata2nya eon, pokoknya aku suka sama ff2 kamu eon ;D

    daebak deh pokoknya,,
    feel.na dapet banget,,
    keren deh pokonya,,
    hweeee😥

  8. Kasihan Ryeowooknya….
    Ceritanya benar2 menyedihkan… sampai nangis bacanya
    jadi inget diri sendiri yang mengalami hal tersebut…
    Semangat…
    ditunggu karya selanjutnya

  9. hai april,,
    apa kabar,,????
    akhirnya comeback juga,,,heeeeee
    tpi knpa critanya berakhir menyedihkan???????
    kasian banget wookie ,,gk kbayang kyak mna perasaan dy””
    oya pa bsk ad ff special kyuwook heeee

  10. aduh speechless..

    kenapa oh kenapa yesung nya kejam banget, entah yesung nya polos ato pura2 polos ampe ga tau gmn perasaan wook ke dia..
    dan wookie.. oh maaf jika ini kasar tp wookie pantas dipanggil dobe.. jgn terlalu baik please!!..

    oh April sekian lama ga muncul, sekalinya keluar bawa ff sad ending gini.. ini pas banget buat ngeluarin emosi..

  11. hehehehehhe akhirnya saya kembali membaca ff mu sekian lama saya off
    saya ganti nama dari nieza_cho

    lanjutin tulisan karya kamu
    aku sangat suka sama karya kamu
    tentang semangat

  12. duh, kok ini cerita bikin sesek yaaa T.T
    Kirain ceritanya bakal manis soalnya di tilik dari judul manis.
    ternyata bener pepatah don’t judge book from the title/ngarang/
    tapi tetep sukaaa ama ceritanya, Ryeowook bebener setegar batu karang yang ada di pinggiran laut selatan! Daebakk!!
    fighting!!🙂

  13. hello april, apa kabar? udah berapa abad gak maen k blog mu ini.
    kangen tulisanmu, kamu sibuk kuliah pastinya kan?? karyamu tetep dtunggu kok, kangen yang ampr nangis mengharu biru(?) kya ff ini, cuma masih kpikiran nasib ryeongnya itu. kasian, gak minta sekuel kok. cuma tadinya berharap dia ktmu sama cowo yg bisa bikin dia move on…

  14. wahhh,, lama bgr ga min ke wp kmu chingu,, pa kbr nihh??
    new ff yewook nae,, tp sedih bgt jd wook,,
    lagian si yeppa cari istri yg kayak wook, mlah lebih cantik wook katanya,,
    knp ga skalian nikah sm wook??
    agak aneh aja rasanya chingu, apa alasannya si yeppa??
    di tgu ff2 terbaik kmu yg lainnn,,, FIGHTING!!!!!!!!!!

  15. mmwoya…..ff ap ni,knp ff.a hruz s’sdih n smnyaktkan ini,kbp akhr.a wook ga bhagia am yesung,knp yesung nikah sma yeoja lain dan knp wook ttp brbaik hti dtang ke pesta prnkhan yesung……

  16. yaahhhhh~ sampe akhir pun wook yg harus tersakiti, hiksss
    yesong kau tidak peka eoh~
    miris banget kisah cinta’a baby, hmm memang sakit saat cinta bertepuk sebelah tangan, dan bodoh’a masih mencintai orang itu, ohh menyedihkann😥
    ikut nyesekk

  17. ohhh lama juga yaa gaa baca ff mu chinguu …
    id lama lupa pass ..
    yg jelas dulu id ku intanryena..
    yg twitternya princess_intan ..
    kangen baca ff muuuu

  18. kyaaa ini kenapa sad ending?😦
    omoo ryeowooknya tersakiti, ini nyesek T.T
    ini oneshoot pertama kamu yg sad ending yah?
    yah gada so sweet so sweetan deh -_-
    ffnya bagus, tapi kalo aku boleh komentar tutur bahasa kamu disini kurang teratur, mungkin efek lama hiatus kali yah hehe😀

  19. yahhh ini sad ending kah ? 😭😭 ini reliastis sihh. Cinta bertepuk sebelah tangan dan dipendam, beginilah jadinya 😭 Gak tau kenapa tapi aku dapet feel nya kok adegan sungmin sama eunhyuk yang nguatin wookie dari belakang yah ? 😀 Tapi thankz buat author sudah menyuguhkan FF terbaiknya lagi 😘

  20. Huaaaa kox sedih begini… yaaaah kasian baby wook, sini2 aku peluk
    Aisssh dasar kepala besar tak peka, tak liatkah cinta wookie… ckckck
    sedih siih tp aku suka, ditunggu karya author yg lainnya fightiiiiing

  21. hweee sadending *elapsed ingus* kasian sekali Ryeowook harus berpura * bahagia saat orang yg ia cintai menikah.. dan sakitnya lagi dia harus menyanyi dipersa pernikahan itu. Ff ini sangat singkat tapi sukses buat airmata gua turun nggk henti henti. Good job thor (y) sukses terus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s